Anda di halaman 1dari 5

PROSES KONTROL SISTEM

Oleh: Evia Yuni S

Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi dewasa ini sistem kendali manual
maupun automatik memiliki peran yang sangat penting. Peranan sistem kendali automatik
adalah paling menonjol dalam berbagai keperluan hajat manusia atau bangsa yang telah maju
peradabannya. Contoh konkrit dapat kita temui pada pengendalian pesawat ruang angkasa,
peluru kendali, sistem pengemudi pesawat, satelit, dan sebagainya. Sementara di industri
diperlukan untuk pengendalian mesin-mesin produksi bidang manufaktur dan pengendalian
proses seperti tekanan, temperatur, aliran, gesekan, kelembaban, dan sebagainya.
Kemajuan sistem kendali automatic dalam bentuk teori maupun praktik akan
memberikan kemudahan dalam mendapatkan unjuk kerja sistem dinamik, mempertinggi
kualitas, menurunkan biaya produksi dan penghematan energi. Tingkat kemajuan ini dicapai
tidak secara tiba-tiba, melainkan melalui sejarah perkembangan yang cukup panjang.
Tepatnya adalah sejak ditemukannya governor centrifugal sebagai pengendalian kecepatan
mesin uap yang dibuat oleh James Watt pada abad ke-18. Pada tahun 1922, Minorsky
membuat alat kendali automatik untuk pengemudian kapal dan menunjukkan cara
menentukan kestabilan dari persamaan diferensial yang melukiskan sistem. Pada tahun 1932,
Nyquist mengembangkan suatu prosedur yang relative sederhana untuk menentukan
kestabilan loop tertutup. Pada tahun 1934, Hazen memperkenalkan servomekanik untuk
sistem kendali posisi. Pada tahun 1940 hingga 1950 kendali linier berumpan balik dan metode
tempat kedudukan akar dalam desain sistem kendali.
Metode respon frekuensi dan tempat kedudukan akar yang merupakan inti teori sistem
kendali klasik, akan mendasari pembahasan sistem yang stabil yang memenuhi persyaratan
unjuk kerja untuk sembarang sistem pengendalian. Sejak akhir tahun 1950, penekanan desain
sistem kendali telah beralih kesalah satu dari beberapa sistem yang bekerja menjadi desain
satu sistem optimal. Teori klasik yang membahas sistem satu masukan satu keluaran,
semenjak tahun 1960 sudah tidak dapat digunakan untuk sistem multi masukan dan multi
keluaran. Dengan kata lain bahwa sistem kendali multi masukan-multi keluaran menjadi
semakin kompleks, sehingga pemecahannya memerlukan banyak persamaan. Lebih jauh dari
itu, logis bila memerlukan peralatan bantu yang memadai seperti penggunaan komputer
analog maupun digital secara langsung. Semenjak itu pulalah sistem kendali modern
dikembangkan guna mengatasi kompleksitas yang dijumpai pada berbagai sistem
pengendalian yang menuntut ketelitian tinggi dan cepat dengan hasil akhir (output) optimal.
Oleh sebab itu wajar bila suatu industri besar dan modern sangat memerlukan tenaga ahli
dalam perencanaan sistem kendali dan teknisi profesional sebagai operator dari berbagai
disiplin ilmu yang saling terkait.

Pengukuran dan Instrumentasi


Pengukuran adalah suatu perbandingan sebuah kuantitas yang tidak diketahui nilainya
dengan suatu nilai standar (dalam satuan tertentu). Elemen-elemen pengukuran antara lain:
Keterangan:
 PSE menerima energi dari media yang diukur dan menghasilkan output yang besarnya
tergantung dari kuantitas yang diukur.
 VCE mengubah/mengkonversi output PSE menjadi variabel fisik, seperti tegangan
(voltage), jarak perpindahan (displacement)
 VME memanipulasi sinyal var. fisik untuk menghasilkan sinyal instrumen yang
diinginkan.
 DTE mengirim (transmit) data dari elemen satu ke elemen lain.
 DPE menunjukkan hasil pengukuran pointer yang bergerak di sepanjang skala ukur
catatan pena pada sebuah kertas)

Instrumentasi digambarkan sebagai "the art and science of measurement and control". Atau
dengan kata lain instrumentasi adalah seni dan ilmu pengetahuan dalam penerapan alat ukur dan
sistem pengendalian pada suatu obyek untuk tujuan mengetahui harga numerik variable suatu
besaran proses dan juga untuk tujuan mengendalikan besaran proses supaya berada dalam batas
daerah tertentu atau pada nilai besaran yang diinginkan (set point). Beberapa besaran proses yang
harus diukur dan dikendalikan pada suatu industri proses, misalnya aliran (flow) di dalam pipa,
tekanan (pressure) didalam sebuah vessel, suhu (temperature) di unit heat exchange, serta
permukaan (level) zat cair di sebuah tangki.
Instrumentasi dan sistem kontrol yang diterapkan diharapkan dapat menghasilkan :
1. Kualitas produk yang lebih baik dalam waktu pemrosesan yang lebih singkat.
2. Biaya produksi yang lebih murah, oleh karena :
· Penghematan bahan mentah dan bahan bakar.
· Peningkatan efisiensi waktu mesin dan pekerja.
· Pengurangan produksi yang rusak (off spec.).
3. Peningkatan keselamatan personil dan peralatan.
4. Pengurangan polusi lingkungan dari bahan limbah hasil proses.
Berdasarkan ini, maka beberapa hal yang termasuk dalam sistem instrumentasi dan kontrol
meliputi :
1. Karakteristik proses.
2. Sistem pengukuran.
3. Pemrosesan data otomatis.
4. Sistem pengontrolan dengan elemen kontrol akhir (final control element).
Suatu sistem pengendalian proses terdiri atas beberapa unit komponen antara lain ;
 sensor/transducer yang berfungsi menghasilkan informasi tentang besaran yang diukur
 transmitter yang memproses informasi atau sinyal yang dihasilkan oleh sensor/transducer
agar sinyal tersebut dapat ditransmisikan
 controller yang berfungsi membandingkan sinyal pengukuran dengan nilai besaran yang
diinginkan (set point) dan menghasilkan sinyal komando berdasarkan strategi control
tertentu
 Actuator yang berfungsi mengubah masukan proses sesuai dengan sinyal komando dari
pengontrol.

FLOWCHART
Pengertian Dasar Flowchart
Simbol Flowchart Adalah Bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan
langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Flowchart merupakan cara penyajian dari suatu
algoritma

Tujuan Membuat Flowchat :


 Menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah
 Secara sederhana, terurai, rapi dan jelas
 Menggunakan simbol-simbol standar
Dalam penulisan Flowchart dikenal dua model, yaitu Sistem Flowchart dan Program
Flowchart
a) System Flowchart :
Yaitu : bagan Yang memperlihatkan urutan prosedure dan proses dari beberapa file di
dalam media tertentu.
Melalui flowchart ini terlihat jenis media penyimpanan yang dipakai dalam pengolahan
data.
 Selain itu juga menggambarkan file yang dipakai sebagai input dan output.
 Tidak digunakan untuk menggambarkan urutan langkah untuk memecahkan
masalah
 Hanya untuk menggambarkan prosedur dalam sistem yang dibentuk
Contoh System Flowchart

b) Program Flowchart
Yaitu: Bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan proses dalam suatu program.
Dua jenis metode
penggambaran program flowchart :
1) Conceptual flowchart, menggambarkan alur pemecahan masalah secara global
2) Detail flowchart, menggambarkan alur pemecahan masalah secara rinci

Simbol-simbol Flowchart
Simbol-simbol yang di pakai dalam flowchart dibagi menjadi 3 kelompok :
1 ) Flow direction symbols
– Digunakan untuk menghubungkan simbol satu dengan yang lain
– Disebut juga connecting line
2 ) Processing symbols
- Menunjukan jenis operasi pengolahan dalam suatu proses / prosedur
3 ) Input / Output symbols
- Menunjukkan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output.