Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

KARTOGRAFI DASAR
(GKP 0101)

ACARA IV
SIMBOL PETA

Disusun oleh :
Nama : Wafiq Nur Hayani
NIM : 17/412067/GE/08585
Hari, Tanggal : Jumat, 29 September 2017
Waktu : 11.00 – 13.00
Asisten : 1. Dea Nadia
2. Eka Nurcahyati

LABORATORIUM KARTOGRAFI
PROGRAM STUDI KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH
DEPARTEMEN SAINS INFORMASI GEOGRAFI
FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2017
ACARA IV
SIMBOLISASI PETA

I. TUJUAN
1. Menyusun simbol peta berdasarkan dimensi dan ukuran data
2. Menggambarkan simbol yang telah dibuat pada peta.
3. Mengetahui prinsip simbolisasi dengan menggunakan perangkat lunak.

II. BAHAN DAN ALAT


1. Alat tulis (pensil warna, spidol, drawing pen)
2. Laptop atau komputer*
3. Perangkat lunak QuantumGIS/ArcGIS*
4. Peta dalam format digital*
*) untuk kepentingan demonstrasi oleh asisten
III.LANGKAH KERJA
Bagian 1 – Desain Simbol

Kertas HVS Alat Tulis

Pembuatan simbol

Desain Simbol
Bagian 2 – Penggambaran Simbol secara Manual

Kertas HVS Alat Tulis

Penggambaran simbol
ke peta

Peta beserta simbol (manual)


Bagian 3 – Penggambaran Simbol menggunakan Perangkat Lunak

ArcGIS Laptop Peta Digital

Penggambaran peta
dan simbol

Keterangan : Peta dan simbol (digital)


: Input
: Proses
: Output

IV. HASIL PRAKTIKUM


1. Tabel desain simbol secara manual (terlampir)
2. Peta penggambaran simbol secara manual (terlampir)
3. Tabel perbandingan simbolisasi secara manual dan digital (terlampir)

V. PEMBAHASAN
Simbol peta merupakan gambar representasi yang mewakili kenampakan ,
obyek atau fenomena permukaan bumi yang dipetakan (Amuzigi,2017). Simbol
berfungsi sebagai alat komunikasi antara pembuat peta dengan pengguna peta
dengan menggunakan bahasa grafis. Dengan demikian simbol memegang peranan
penting dalam sebuah peta. Pembuatannyapun dapat dikatakan tidak mudah,
karena persepsi antara pembuat dan pengguna peta belum tentu sama.
Sukawarjono dan Mas Sukoco (1993) menyampaikan bahwa dalam pembuatan
simbol yang menjadi pedoman ialah ukuran data dan kesan simbol yang
tergambar pada sebuah peta. Simbol peta dapat dibagi menjadi beberapa macam
berdasarkan dimensi data, sifat simbol, dan cara penggambaran simbol. Berdasar
sifatnya ada dua macam yaitu simbol kualitatif (tidak menyebutkan jumlah atau
nilai,) dan simbol kuantitatif (menunjukkan nilai atau jumlahnya). Berdasarkan
cara penggambarannya simbol peta dapat berupa simbol huruf/angka, simbol
abstrak/geometric, dan simbol pictorial. Sedangkan menurut dimensinya ada
simbol titik, simbol garis, dan simbol area.
Pembuatan desain simbol secara manual artinya simbol dibuat murni dengan
pensil atau alat tulis lainnya. Dasar dari pembuatan simbol secara manual
bergantung dari kreativitas setiap orangnya, yang terpenting adalah
memperhatikan dimensi data dan ukuran datanya. Dimensi data yang dapat
digambarkan yaitu dimulai dari titik/point (0-dimensi), dimensi ini hanya bisa
untuk menunjukkan posisi atau lokasi dan identitas unsur yang diwakilinya.
Kemudian garis/ line (1 - dimensi) ini yang bisa diukur hanya panjangnya saja.
Sedangkan area (2 - dimensi) ini dapat diukur panjang dan lebarnya sehingga
simbol tersebut memiliki luasan. Sebenarnya simbol dapat digambarkan 3
dimensi dimana simbol tersebut memiliki volume yang bisa diukur, namun
dimensi ini hanya bisa digambarkan di beberapa peta saja, contohnya peta yang
memiliki garis kontur. Garis kontur bisa digunakan untuk mengukur volume.
Untuk ukuran data yang harus diperhatikan juga ada beberapa, seperti nominal,
ordinal, interval, dan rasio. Nominal artinya nilai data yang satu dengan yang lain
tidak ada yang lebih tinggi, namun memiliki kedudukan yang sama. Ordinal ialah
ukuran data yang membedakan satu sama lainnya itu tingkatannya meskipun tidak
disebutkan nilai asli data tersebut. Interval itu ukuran datanya kuantitatif tetapi
tidak memiliki nilai nol yang absolut. Sedangkan rasio itu kebalikannya interval,
yaitu ukuran data secara kuantitatif dan memiliki nilai nol yang absolut.
Membuat peta secara manual berarti menggambarkan simbolnya juga manual.
Dalam penggambaran simbol ke dalam peta tetap harus memperhatikan beberapa
aspek seperti kesesuaian warna, penggambaran simbol tidak boleh tumpang
tindih, simbol disesuaikan dengan luas daerahnya, tidak terlalu besar juga tidak
terlalu kecil sehingga dapat terbaca. Mengingat bahwa persepsi pengguna peta
dan pembuat peta itu belum tentu sama, maka diusahakan penggambaran simbol
di peta tidak terlalu rumit.
Penggambaran simbol juga dapat dilakukan secara digital menggunakan
perangkat lunak seperti ArcGIS atau QuantumGIS. Cara ini dinilai lebih efektif
daripada cara manual karena pembuat peta tinggal memilih simbol dari database
yang ada kemudian mengaturnya ke dalam peta. Oleh karena itu sebelum
memulai pembuatan peta, database untuk fiturnya harus ada. Meskipun demikian
pembuatan simbol dalam peta secara digital tetap harus memperhatikan
kesesuaian warna dan ukuran.
Berdasarkan tabel perbandingan terlihat bahwa metode penggambaran simbol
secara manual memiliki lebih banyak kekurangan dibanding metode digital.
Kekurangan metode penggambaran simbol secara manual diantaranya
membutuhkan waktu lama, bergantung pada kemampuan menggambar pembuat
peta, lebih rumit dan susah, serta perlu ketelitian tinggi. Sedangkan
penggambaran simbol secara digital tidak terlalu lama dibandingkan metode
manual, lebih rapi karena ukurannya bisa seragam, dan lebih mudah karena
databasenya sudah ada tinggal diatur penempatannya di peta.

KESIMPULAN
1. Berdasarkan dimensi datanya simbol dapat digambarkan terbatas hanya
sampai 2 dimensi, yaitu dari berbentuk titik (0-dimensi), garis (1-dimensi),
dan area (2-dimensi). Sedangkan menurut ukuran datanya, simbol dapat
digambarkan dengan 4 cara, yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio.
2. Penggambaran simbol pada peta dapat dilakukan secara manual yaitu
menggambarkan dengan tangan langsung dan secara digital menggunakan
perangkat lunak. Penggambarannya perlu memperhatikan beebrapa aspek
seperti kesesuaian warna dan ukuran, serta kejelasan simbol sehingga dapat
terbaca oleh pengguna peta
3. Prinsip dari simbolisasi menggunakan perangkat lunak adalah waktu yang
dibutuhkan lebih cepat daripada simbolisasi manual, namun syaratnya harus
ada data atribut dari fitur yang akan disimbolkan.
DAFTAR PUSTAKA

Amuzigi, 2017, Simbol Peta : Pengertian, Fungsi, dan Mcam – Macam Jenisnya,
http://www.amuzigi.com/2017/07/simbol-peta-pengertian-fungsi-dan-macam-
macam-jenisnya.html Diakses pada 10 Oktober 2017
Sukwarjono, Mas Sukoco, 1993, Pengetahuan Peta, Fakultas Geografi UGM,
Yogyakarta.
Lampiran

TABEL PERBANDINGAN SIMBOLISASI MANUAL DAN DIGITAL


No. Pembeda Simbolisasi Manual Simbolisasi Digital
1. Waktu yang dibutuhkan Lama Sebentar
2. Kualitas hasil Kurang rapi Rapi
Proses pembuatan Rumit, perlu ketelitian Lebih mudah
3.
tinggi
Ukuran, warna dan Tidak sama Seragam
4.
bentuk persis/seragam
Alat Alat tulis, pensil warna, Perangkat lunak
5.
kertas pembuat peta
6. Simbol Membuat sendiri Teersedia di database
7. Format hasil Hardfile softfile

TUGAS
1. Apa yang saudara ketahui tentang konsep generalisasi peta ?
JAWAB

1. Generalisasi adalah proses mengurangi tingkat kedetilan peta (database) agar


informasi di peta dapat terbaca dengan jelas. Generalisasi dipengaruhi oleh tujuan
pembuatan peta dan kemampuan manusia melihat objek kecil.. Generalisasi
dibutuhkan karena jika peta yang aka kita buat memiliki database berskala kecil,
peta tidak dapat terbaca dengan baik karena features terlalu kecil untuk dilihat
dengan jelas, sehingga diperlukan generalisasi