Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIOLOGI TERNAK DASAR

DARAH 1
PREPARAT DARAH NATIP, WAKTU BEKU, WAKTU
PERDARAHAN DAN LAJU ENDAP DARAH

OLEH :

NAMA : MUH. ALFIAN. H


NIM : I011 17 1024
KELOMPOK : I ( SATU)
GELOMBANG : III ( TIGA )
ASISTEN : FAIZAL ASBAR

LABORATORIUM FISIOLOGI TERNAK DASAR


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
DARAH I
PREPARAT DARAH NATIP, WAKTU BEKU, WAKTU
PENDARAHAN, DAN LAJU ENDAP DARAH (LED)

Muh.Alfian H1, Faisal Asbar2


1
Praktikum Laboratorium Fisiologi Ternak
2
Asisten Laboratorium Fisiologi Ternak

Laboratorium Fisiologi Ternak Dasar, Fakultas Peternakan, Universitas


Hasanuddin. Jl. Perintis Kemerdekaan km 10, Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp. 085256188581, kode pos 90245
Email: Muh.alfian0399@gmail.com

ABSTRAK

Darah merupakan bagian penting dalam proses metabolisme tubuh dan berfungsi dalam
kelangsungan hidup. Tujuan dilakukannya praktikumini yaitu untuk melihat bentuk sel
darah merah, lamanya waktu koagulasi darah, lamanya waktu pendarahan, dan waktu
Laju Endap Darah (LED). Metode yang digunakan pada preaparat darah natip yaitu
melihat bentuk dari sel darah, pada penetapan waktu koagulasi, menghitung waktu keluar
darah sampai terbentuknya benang fibrin, pada waktu pendarahan mulai dari keluarnya
darah hingga tidak terdapat lagi darah. Penetapan waktu LED untuk melihat turunnya
eritrosit pada waktu yang telah ditentukan. Hasil praktikum pada cawan petri untuklaki-
laki 370 detik dan perempuan 279 detik, sedangkan pada pipa kapiler untuk laki-laki 302
detik dan perempuan 279 detik. Waktu pendarahan diperoleh waktu untuk laki-laki 16
detik dan perempuan 24 detik. Kemudian pada laju endap darah diperoleh hasil turunnya
eritrosit pada waktu 30, 60 dan 90 menit pada darah ayam kampung yaitu 2 mm, 4 mm,
dan 6 mm. Waktu koagulasi, waktu pendarahan dan laju endap darah yang dimiliki setiap
individu berbeda-beda, ini disebabkan dari beberapa faktor, misalnya dipengaruhi oleh
jenis kelamin dan lain-lain.

Kata kunci :Preparat darah natip, waktu koagulasi darah, waktu pendarahan, dan
waktu laju endap darah.
PENDAHULUAN
Darah adalah cairan yang hemoglobin. Hemoglobin adalah

terdapat pada makhluk hidup protein yang mengandung besi yang

(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi berfungsi untuk mengangkut oksigen

yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

yang dibutuhkan oleh tubuh, Darah dapat mengalami

mengangkut sisa-sisa metabolisme gangguan seperti pembekuan darah.

yang dikeluarkan oleh tubuh, dan Pemebekuan darah sering disebut

mengeluarkan hormone dalam tubuh sebagai proses koagulasi.

manusia. Darah memiliki beberapa Mekanisme pembekuan darah

bagian, seperti plasma darah, sel berawal dari trombosit yang

darah marah (eritrosit), hemoglobin mengeluarkan enzim trombokinase

sel darah putih (leukosit) dan yang akan mengubah prothrombin

keeping-keping darah (trombosit). menjadi thrombin, dimana thrombin

Darah ada yang berwarna akan mengubah fibrinogen menjadi

merah terang dan adapula yang benang-benang fibrin.

berwarna merah tua. Merah terang Tujuan dilakukan praktikum

mendakan bahwa darah itu ini adalah untuk melihat bentuk sel

mengandung banyak oksigen. darah merah, lamanya

Sedangkan, warna merah tua waktukoagulasi darah, waktu

menandakan bahwa darah itu pendarahan, dan waktu Laju Endap

mengandung lebih banyak Darah (LED).

karbondioksida. Warna merah pada Kegunaandilakukannya praktikum

darah disebabkan oleh adanya ini yaitu agar praktikan dapat melihat
dan mengetahui bentuk sel darah waktu laju endap darah yaitu

merah, lamanya waktu koagulasi Vaccinostyle, gelas obyek, cover

darah, lamanya waktu pendarahan, glass, mikroskop, cawan petri

dan waktu Laju Endap Darah (LED). berlapis parafin, stopwatch/jam

Hal inilah yang melatarbelakangi tangan, tabung westergreen dengan

dilakukannya praktikum Darah I raknya, dan tabung reaksi.

mengenai preparat darah natip, Bahan yang digunakan dalam

waktu koagulasi, waktu pendarahan praktikum adalahpreparat darah

dan laju endap darah. natip, waktu beku, waktu perdarahan,

METODOLOGI PRAKTIKUM dan waktu laju endap darah yaitu

Waktu dan Tempat sampel darah ayam kampung dan

Praktikum mengenai preparat manusia, pipa kapiler, antikoagulan,

darah natip, waktu beku, waktu alkohol 70%, NaCl 0,9%, jarum

pendarahan, dan laju endap darah pentul, tissue, kapas, kertas saring,

dilaksanakan pada hari Jum’at dan blood lancet.

tanggal 22 September 2018 pukul Metode Praktikum

13.30 sampai selesai WITA di Preparat Darah Natip

Laboratorium Fisiologi Ternak Menyiapkan objek gelas yang

Dasar, Fakultas Peternakan bersih memasukkan 1-2 tetes larutan

Universitas Hasanuddin. NaCl 0,9%. Kemudiann meneteskan

Alat dan Bahan satu tetes darah dari ujung jari

(diambil secara aseptik) diatasnya.


Alat yang digunakan dalam
Lalu mencampur kedua macam
praktikum preparat darah natip,
tetesan tersebut kemudian
waktu beku, waktu pendarahan, dan
menutupnya dengan cover glass dan Kemudian memasukkan darah yang

menghisap cairan yang berlebih keluar dari ujung jari ke dalam pipa

dengan kertas saring. Kemudian kapiler. Kemudian menggenggam

mengamati dibawa mikroskop, mula- pipa kapiler dalam tangan untuk

mula dengan pembesaran objektif mempertahankannyapada suhu

10X, 40X dan bila perlu 100X. tubuh. Setelah 2 menit kemudian

Penetapan Waktu Koagulasi mematahkan sepotong pipa tersebut

Menyiapkan satu buah cawan sekitar 1 cm, sampai terbentuk

petri yang berisi paraffin. Kemudian benang fibrin.

membersihkan jari dengan alkohol, Waktu Pendarahan

kemudian menusukjari dengan alat Menggunakan suatu alat

Vaccinostyle agar darah dapat keluar, vaccinostyledarah akan keluar dari

lalu mencatat waktu tepat pada saat ujung dari, kemudian mencatat

darah menetes dari tusukan pertama, waktu tepat timbulnya tetes darah

kemudian menusuk darah tersebut pertama dari ujung jari.Mengisap

dengan menggunakan jarum pentul. setiap tetesan darah pertama dengan

Kemudian mengangkatnya dengan menggunakan kertas saring,

perlahan-lahan. Melakukan hal mengerjakan hal tersebutsampai

tersebut setiap ½ menit sampai tidak ada noda darah di kertas saring.

tampak adanya benang fibrin. Laju Endap Darah (LED)

Membersihkan jari dengan Menyediakan sampel darah yang

alkohol agar ujung jari bersih, sebelumnya telah dicampur anti

setelah itu menusuk jari dengan koagulan, yaitu sampel darah

menggunakan vaccinostyle. ayamkampung. Kemudian


memasukkan sampel darah tersebut BerdasarkanGambar 1

ke dalam sebuah tabung Westergreen diperoleh hasil bahwa dengan terlihat


A
dengan menggunakan selang, dengan adanyaperbedaan eritrosit dengan

cara menhisapnya dari tabuung leukosit. Sel darah merah memiliki

reaksi lalu menghubungkan selang bentuk binkonkaf sedangkan sel

tersebut ke tabung westergreen. darah putih memiliki bentuk tidak

Setelah itu meletakkannya di raknya. beraturan.

Kemudian mencatat berapa mm


Darah tergai menjadi sel
turunnya erytrosit setelah 30, 60, dan
darah dan plasma darah dimana sel
90 menit.
darah tergai atas sel darah merah, sel
HASIL DAN PEMBAHASAN
darah putih dan keping-keping darah.
Preparat Darah Natip
Hal ini sesuai dengan pendapat
Berdasarkan hasil praktikum Isnaeni (2006), yang menyatakan
yang dilakukan pada preparat darah bahwa darah terdiri atas plasma dan
natip dapat dilihat pada Gambar 1 sel darah, dalam sel darah dibagi
dibawah ini: menjadi 3 bagian yaitu sel darah
Gambar 1.Hasil Praktikum Preparat
merah (eritrosit), sel darah putih
Darah Natip

Gambar (leukosit) dan keping darah


Preparat Internet
(trombosit) yang masing-masing

memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Sel darah merah (Eritrosit)

Sumber:1. Hasil Praktikum Fisiologi yaitu berbentuk bulat agak cekung


TernakDasar, 2018.
2. https://www.camsh.com/ke atau dalam keadaan normal
sehatan/sel-darah-putih-
tinggi.html berbentuk bikonkaf, dan sel darah
putih (Leukosit) yaitu berbentuk Tabel 1. Hasil Praktikum Penetapan
Waktu Koagulasi
bulat tidak beraturan. Hal ini sesuai No. Media Laki-laki Perempuan
1. Cawan petri 138 detik 157 detik
dengan pendapat Setiawan (2014), 2. Pipa kapiler 429 detik 495 detik
Sumber: Hasil Praktikum Fisiologi
yang menyatakan bahwa sel darah Ternak Dasar, 2018.
Berdasarkan Tabel 1 dapat
memiliki bentuk bikonkaf, tidak
dilihat bahwa waktu koagulasi pada
memiliki inti, dan mengandung
cawan petri untuk laki-laki adalah
hemoglobin yang membuat darah
138 detik sedangkan pada
berwarna merah cerah.Sel darah
perempuan 157 detik. Pada pipa
putih dibagi dalam lima jenis
kapiler waktu koagulasi pada laki-
berdasarkan bentuk morfologinya
laki 429 dan pada perempuan 495
yaitu basofil, eosinofil, neutrofil, dan
detik.
monosit. Dari kelima morfologi itu
Waktu koagulasi laki-laki
yang paling banyak terdapat pada sel
pada cawan petri lebih lambat dari
darah putih manusia adalah monosit.
pada perempuan. Hal ini sesuai
Monosit itulah yang membentuk sel
dengan pendapat Suhardi (1991)
darah putih menjadi bulat tidak
yang menyatakan bahwa pendarahan
beraturan. (Khasanah, 2016).
yang terjadi pada seseorang biasanya
Penetapan Waktu Koagulasi
disebabkan oleh adanya kelainan
Berdasarkan hasil praktikum
pada trombosit, dinding vasa atau
yang dilakukan pada penetapan
faktor koagulasi. Defisiensi faktor
waktu koagulasi dapat dilihat pada
koagulasi yang didapat biasanya
Tabel 1 dibawah ini:
disebabkan oleh gangguan produksi

tau karena kehilangan ekstravasa.


Pembekuan darah melalui 20 detik. Hal ini dikarenakan

tiga fase yaitu fase pembentukan perbedaan jenis kelamin, aktivitas

trombosiplastin dan substansia yang dapat mempengaruhi waktu

sangat cepat bertindak terhadap pendarahan pada manusia.

mekanisme pembekuan darah, fase Waktu pendarahan pada laki-

kedua melibatkan perubahan laki lebih cepat daripada perempuan.

protombin menjadi protein, dan fase Hal ini disebabkan dari besar

ketiga melibatkan aksi thrombin kecilnya luka, dimana semakin besar

yang berubah menjadi Fibrinogen luka maka darah yang keluar juga

yang dapat larut menjadi fibrin banyak sehingga waktu pendarahan

(Ermawati, 2017). yang diperlukan juga singkat,

Waktu Pendarahan begitupun sebaliknya semakin kecil

luka maka darah yang keluar juga


Berdasarkan hasil praktikum
sedikit sehingga waktu pendarahan
yang dilakukan pada percobaan
yang diperlukan juga banyak. Hal ini
waktu pendarahan dapat dilihat pada
sesuai dengan pendapat
Tabel 2 dibawah ini:
Tedjasulaksana (2013), yang
Tabel 2. Hasil Praktikum Waktu
Pendarahan
No. Jenis Kelamin Waktu menyatakan bahwa semakin kecil
1. Laki-laki 23 detik
2. Perempuan 20 detik diameter pembuluh darah yang luka,
Sumber: Hasil Praktikum Fisiologi
Ternak Dasar, 2018. aliran darah yang keluar juga

Berdasarkan Tabel 2 dapat semakin sedikit. Perubahan pada

dilihat bahwa waktu pendarahan diameter pembuluh darah akan

pada laki-laki adalah 23 detik, menyebabkan perubahan terhadap

sedangkan pada perempuan adalah


kemampuan pembuluh darah untuk Ayam
4. 2mm 2mm 4mm
kampung
menghantarkan aliran darah. Sumber: Hasil Praktikum Fisiologi
Ternak Dasar, 2018.
Terdapat beberapa faktor
Berdasarkan Tabel 3 diatas
yang membuat waktu pendarahan
dapat diketahui bahwa berturut 30,
cepat atau tidaknya darah keluar
60 dan 90 menit yaitu ayam
adalah besar dari luka itu sendiri.
kampong 2mm, 2mm, dan 4mm
Faktor-faktor yang mempengaruhi
ayam pedaging 2mm, 3mm dan 4m,
pendarahan adalah besar kecilnya
ayam petelur 2mm, 3mm dan 4mm
luka, suhu, status kesehatan, umur,
dan untuk sapi tidak ada perubahan
besarnya tubuh dan aktivitas, kadar
laju endap darah hal ini disebabkan
hemoglobin dalam plasma dan kadar
banyaknya kandungan jaringan ikat
globulin dalam darah (Sonjaya,
pada sapi
2013).
Hal ini sesuai dengan pendapat
Laju Endap Darah Ariani (2017) yang menyatakan

Berdasarkan hasil praktikum bahwa tinggi rendahnya nilai dari

yang dilakukan pada percobaan laju LED dipengaruhiolehkeadaan tubuh,

endap darah dapat dilihat pada Tabel terutama pada saat teradi radang.

3 dibawah ini: Laju Endap Darah merupakan

Tabel 3. Hasil Praktikum Laju Endap salah satu parameter pemeriksaan


Darah
Waktu (menit) darah lengkao yang menggambarkan
Jenis
No
Darah 30 60 90 antara eritrosit dan plasma. LED
Darah
1. 2mm 0mm 0mm mencerminkan perubahan protein
Sapi
Ayam
2. 2mm 3mm 4mm yang terjadi. Peningkatan LED
Broiler
Ayam
3. 2mm 2mm 2mm merupakan respons yang tidak
Petelur
spesifik terhadap kerusakan jaringan darah ayam kampung yaitu 2 mm, 4

dan petunjuk adanya penyakit mm, dan 6 mm.

(Garini, 2009) Saran

PENUTUP Praktikansebelum memulai

Kesimpulan praktikum, praktikan terlebih dahulu

Berdasarkan hasil praktikum mempersiapkan alat dan bahan

preparat darah natip, waktu praktikum agar praktikum dapat

koagulasi, waktu pendarahan, dan berjalan dengan baik dan praktikan

Laju Endap Darah (LED) dapat harus terlebih dahulu mengetahui

disimpulkan bahwa darah terdiri dari prosedur-prosedur kerja yang ingin

sel darah merah (eritrosit), sel darah di praktikumkan agar tidak terjadi

putih (leukosit), dan keping-keping kesalahan dalam melakukan

darah (trombosit). Hasil praktikum praktikum.

pada cawan petri untuk laki-laki 370 DAFTAR PUSTAKA


detik dan perempuan 279 detik,
Ariani, D., Puspawati, dan P. M. Y.
Oktavia. 2017. Perbandingan
sedangkan pada pipa kapiler untuk hasil pemeriksaan laju endap
darah (LED) pada darah
laki-laki 302 detik dan perempuan K2EDTA tanpa pengenceran
dengan menggunakan Natrium
279 detik. Waktu pendarahan Citrat 3,8 % sebagai gold
standar. Akademi Analisi
diperoleh waktu untuk laki-laki 16 Kesehatan Borneo Lestari
Banjarbaru.
detik dan perempuan 24 detik.
Ermawati, 2017. Proses Pembekuan
Darah. KUPDF.
Kemudian pada laju endap darah
Garini, Ardiya. 2009. Perbandingan
diperoleh hasil turunnya eritrosit hasil pemeriksaan laju endap
darah cara westergreen
pada waktu 30, 60 dan 90 menit pada menggunakan darah edta tanpa
pengenceran dengan cara
otomatik. Analisis Kesehatan
Poltekkes. Palembang.
Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan.
Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Khasanah, M. N., A. Harjoko, dan I.


Candradewi. 2016. Klasifikasi
sel darah putih berdasarkan
ciri warna dan bentuk dengan
metode K-Nearest Neighbor
(K-NN). Jurnal IJEIS. 6(2) :
151-162.

Setiawan, A., E. Suryani, dan Wiharto.


2014. Segementasi citra sel
darah merah berdasarkan
morfologi sel untuk
mendeteksi anemia defisiensi
babi. Jurnal ITSMART. 3(1) :
1-8.

Sonjaya, H., 2013. Fisiologi Ternak


Dasar. IPB Press. Bogor.

Suhardi, D. A. dan A. H. Asdie. 1991.


Koagulasi Intravasa
Diseminata. Jurnal Ilmu
Kedokteran. Jil. 23(4) : 141-
148.

Tedjasulaksana, R. 2013. Ekstrak etil


asetat dan etanol daun sirih
(Piper betle, L) dapat
memperpendek waktu
perdarahan mencit (Mus
musculus). Jurnal kesehatan
gigi, 1(1), 32-39.