Anda di halaman 1dari 5

Ornamen

C. MOTIF DAN POLA PADA ORNAMEN


Motif Ornamen sesuai perkembanganya dibagi menjadi tiga bagian masing-
masing mempunyai sejarah sendiri-sendiri yaitu motif tradisional, motif klasik dan
modern. Motif dalam konteks ini dapat diartikan sebagai elemen pokok dalam seni ornamen. Ia
merupakan bentuk dasar dalam penciptaan/perwujudan suatu karya ornamen. Motif dalam
ornamen meliputi:
1. Motif hias manusia : Dikatakan motif hias manusia karena dalam pembuatan ragam hiasnya
mengacu pada figure manusia.
2. Motif hias binatang : Motif hias ini di dalam pembuatannya mengacu pada bentuk binatang
3. Motif hias tumbuh-tumbuhan : Motif hias ini di dalam pembuatannya bersumber pada bentuk
tumbuh-tumbuhan.
4. Motif hias geometris : Motif hias ini dalam pembuatannya mengacu pada bentuk ilmu ukur
seperti: garis lurus, garis lengkung, lingkaran, segi tiga, segi empat dsb
5. Motif hias Khayali : Kenapa disebut dengan motif hias khayali, karena dalam penciptaannya
berdasarkan khayalan dari si pembuat, dan di dalam kehidupan kita motif hias ini sebenarnya
tidak ada misalnya : naga, raksasa, dsb.
6. Motif hias kosmos atau berbentuk alam : Dikatakan motif hias kosmos atau alam memang dalam
pembuatannya mengacu pada bentuk-bentuk alam, seperti : awan, cadas, air, batu, gunung, dsb .

Sedangkan yang dimaksud pola adalah suatu hasil susunan atau pengorganisasian dari motif
tertentu dalam bentuk dan komposisi tertentu pula. Contohnya pola hias batik, pola hias
majapahit, jepara, bali, mataram dan lain-lain.singkatnya pola adalah penyebaran atau
penyusunan dari motif-motif.

Pola biasanya terdiri dari :


1. Motif pokok.
2. Motif pendukung/piguran.
3. Isian /pelengkap
Penyusunan pola dilakukan dengan jalan menebarkan motif secara berulang-ulang, jalin-
menjalin, selang-seling, berderet, atau variasi satu motif dengan motif lainnya. Hal-hal yang
terkait dengan pembuatan pola adalah :
1. Simetris yaitu pola yang dibuat, antara bagian kanan dan kiri atau atas dan bawah adalah sama.
2. Asimetris yaitu pola yang dibuat antara bagian-bagiannya (kanan-kiri, atas-bawah) tidak sama.
3. Pengulangan yaitu pola yang dibuat dengan pengulangan motif-motif.
4. Bebas atau kreasi yaitu pola yang dibuat secara bebas dan bervariasi.
Pola memiliki fungsi sebagai arahan dalam membuat suatu perwujudan bentuk artinya
sebagai pegangan dalam pembuatan agar tidak menyimpang dari bentuk/motif yang dikehendaki,
sehingga hasil karya sesuai dengan ide yang diungkapkan.

D. TEKNIK PENYELESAIAN (FINISHING)


Penyelesaian gambar ornamen bertujuan untuk membuat karya tersebut menjadi lebih indah, dan
gambar yang difinishing akan nempak lebih jelas dan menarik. Beberapa teknik yang bisa
digunakan untuk melakukan finishing adalah sebagai berikut:
1. Teknik hitam-putih yaitu penyelesaian suatu karya ornamen yang hanya memanfaatkan tinta atau
pensil hitam, penyelesaian dengan cara ini dimaksudkan untuk menimbulkan kesan gelap-terang,
penyinaran, kesan jarak, dan kesan volume. Teknik penyelesaian (finishing) dilakukan dengan
sistem :
 Arsiran (searah, bebas, dusel)
 Pointilis yaitu penyelesaian dengan menggunakan titik-titik.
 Sungging atau gradasi yaitu dengan menggunakan tinta china atau tinta bak, finishing ini
dilakukan melalui tahapan-tahapan dari tipis ke tebal atau dari gelap ke terang sesuai dengan
keinginan.
2. Teknik warna yaitu jenis finishing yang menggunakan warna sebagai unsur pokok. Finishing ini
dilakukan dengan sistem:
 Plakat yaitu menerapkan warna secara plakat (poster) sesuai dengan warna motif yang diinginkan.
 Gradasi (warna tersusun) yaitu dengan menerapkan warna secara tersusun baik dari warna gelap
kewarna terang atau sebaliknya.
 Gelap-terang yaitu menerapkan warna dari warna gelap ke warna terang dengan menebarkan
warna (bukan tersusun).
Untuk mendapat hasil yang maksimal dalam melakukan finishing dengan warna adalah
pengetahuan seseorang tentang teori warna yang menyangkut: jenis warna, teknik pencampuran
warna dan efek yang ditimbulkan, nilai warna, sifat warna, makna warna dan lain-lain.
E. WARNA DAN ORNAMEN POIN PENTING DALAM DESAIN INTERIOR

Keberadaan arsitek dalam menyelesaikan desain baik interior maupun eksterior, tidak lepas dari
pengalaman maupun citra seni yang diusungnya. Namun, desain yang baik juga harus selalu
disesuaikan dengan kondisi rumah, dan yang perlu diperbaiki adalah penampilannya, terutama
warna dan ornamen. Dalam memilih ornamen maupun warna jangan salah pilih, sebab bisa tidak
“nyambung” dengan ruangan atau lebih parah lagi menjadi hambar, sehingga konsep yang ingin
ditampilkan tidak terasa.
Arsitektur adalah seni yang bertujuan memberi nuansa beda secara keseluruhan, interior
maupun eksterior, bukan hanya satu sudut pandang mata saja, dengan permainan warna dan
ornamen, seperti warna-warna “tabrakan” (warna yang menyolok). Sedangkan ornamen seperti
lukisan, foto, kursi, lighting dan sebagainya dapat juga ditambahkan untuk mengisi ruangan
tersebut.
Dengan kata lain, lewat pemilihan warna yang menyolok maupun penempatan ornamen
yang menarik pada ruangan kecil, dapat membuat sebuah ruangan memperoleh “eye catching”.
Sementara, sisi-sisi yang lain cukup diberi sedikit sentuhan sebagai aksen tambahan. Ini semua
tentu tidak terlepas dari ketelitian seorang arsitek maupun pemilik rumah.
Oleh sebab itu, sebagai ahli kita harus selalu memberi saran kepada pemilik rumah agar
tidak salah dalam memilih ornamen maupun warna. Karena, warna dan ornamen yang tidak
cocok dengan ruangan justru “merusak” ruangan, sehingga konsep yang ingin ditampilkan tidak
terasa. Selain itu, peran pemilik rumah atau pemilik bangunan dalam menyampaikan
keinginannya kepada arsitek juga sangat penting, sehingga arsitek dapat mengapresiasikan apa
yang diinginkan pemilik dan bentuk desain ruangan yang dinginkan serta nuansa yang
diharapkan dapat terwujud.

Harmoni antara warna dan ornamen sangat berperan penting untuk menghidupkan sebuah
ruangan. Kreativitas dalam mendesain ruangan tidak terbatas dengan model-model yang telah
ada. Hal ini dapat juga ditampilkan dalam bentuk desain ruangan yang futuristik sebagai
tambahannya.

A.Prosedur Menggambar Ornamen


Menggambar ornamen memerlukan kecerdasan dan ketelitian tersendiri,
sehingga hasil yang diharapkan akan menjadi karya yang estetis dan kharismatis.
Gambar ornamaen biasanya terdiri dari ornamen sudut, ornamen pinggir dan
ornamen tengahan. Namun demikian menggambar ornamen menggambar ornamen
memerlukan teknik tersendiri terutama dalam penggambaran motif secara repetitif.
Maka dalam hal ini diperlukan suatu pola yang sama, senada dan indah.

Dalam pewarnaan ornamen dapat digunakan teknik sungging atau gradasi warna.
Ornamen juga diaplikasikan untuk mendukung penampilan suatu karya baik
sebagai hiasan semata atau untuk meningkatkan nilai estetis dari karya tersebut.
Bentuk yang dipakai untuk menggambar ornamen dapat banyak mengacu pada
stilasi flora, fauna atau manusia dan lingkungan alam.

B.Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang harus dipersiapkan adalah :
a. Pensil dan penghapus untuk membuat sket /eksplorasi bentuk-bentuk
b. Jangka penggaris ( Segitiga dan lurus)
c. Rapido, boxy, drawing pen
d. Gunting cutter dan penjepit kertas
e. Kertas gambar (manila, pandalarang, karton dll)
f. Cat poster , cat tembok, spidol warna
g. Palet untuk cat air dan tempatnya, kain lap /kapas
h. Kuas cat air (sebaiknya dipilihnomor ganjil :1,3,5,7,9)
i. Alas gambar dam maf untuk menyimpan karya.

- Alat yang digunakan:


1. Pengharis ukur
Digunakan untuk menentukan jarak ukuran yang dikehendaki, terbuat dari
plastik,kertas, kain atau plat.
2. Pensil dan tinta warna
Digunakan untuk memberikan tanda batas pada kertas dalam pemolaan
3. Gunting

Digunakan untuk memotong kertas


4. Jangka

5. Kuas
Alat ini juga untuk membersihkan kotoran pada produk jadi
6. Tempat cat /palet sebagai tempat untuk cat

- Bahan
1. Kertas gambar
2. Cat poster/cat air

Langkah Kerja Pembuatan Ornamen:


1. Mempersiapkan pealatan yang diperlukan sebagai langkah awal bekerja.
2. Membuat sketsa /eksplorasi bentuk atau motif ornamen yan akandibuat
3. Membuat garis pertolongan pada kertas gambar
4. Membuat detail pada sketsa ornamen dengan rapido atau drawing pen
5. Mempersiapkan pewarnaan
6. Mewarnai dengan teknik yang sudah dikuasai
7. Merapikan karya ornamen sebagai penyelesaian akhir.