Anda di halaman 1dari 24

Daftar

Isi
Kata Pengantar................................................................................................................................ II
Dalil Mengenai Hikmah Membaca Surat Al-Kahfi di Hari / Malam Jum’at........................ 1
Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi pada Hari Jum’at.......................................................... 2
Surat Al-Kahfi serta Fitnah Dajjal................................................................................................ 2
Mendapat Ridho dari Allah SWT................................................................................................. 3
Diampuni Dosanya oleh Allah S.W.T........................................................................................... 3
Dijaga Dari Gangguan Syaitan...................................................................................................... 4
Diberikan Cahaya Kebaikan.......................................................................................................... 4
Spesifikasi Serta Isi dari Surat Al Kahfi....................................................................................... 6
Asbabunnuzul Surat Al Kahfi........................................................................................................ 6
Surah Al Kahfi (Teks Arab, Latin, Terjemah dan Tafsir-nya).................................................... 7
Kisah-Kisah dalam Surah Al Kahfi.............................................................................................12
Kisah Pemuda Kahfi (Ashabul Kahfi).........................................................................................12
Kisah Pemilik Kebun.....................................................................................................................15
Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir..............................................................................................16
Kisah Mengenai Dzul Qarnain...................................................................................................16
Profil Penulis..................................................................................................................................17
Profil Owner...................................................................................................................................18
Tentang hasana.id.........................................................................................................................19

III
Kata
Pengantar

Assalamualaikum warahmatullah.

Segala syukur mari kita sampaikan kepada Allah 'Azza wa Jalla. Alhamdulillah.

Shalawat dan Salam mari kita kirimkan kepada Baginda Rasulullah Shallallahu 'alahi
wa sallam. Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa
Sallim. Alhamdulillah ebook "Hikmah dan Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di
Hari Jum’at" telah hadir di tengah-tengah kita.

Ebook ini ditulis oleh penulis Hasana.id. Namun sudah dibaca dan dikoreksi oleh Tgk.
Salamuddin Abubakar Yusuf (SAY). Jadi in syaa Allah isinya benar, bisa Anda baca &
pelajari, serta bisa dipertanggungjawabkan :)

Semoga ebook ini bermanfaat banyak untuk kita semua ya,baik di dunia maupun di
akhirat.
Aamiin Allahumma Aamiin.

IV
Dalil Mengenai Hikmah
Membaca Surat Al-Kahfi
di Hari / Malam Jum’at

Dari Abu Sa’id al-Khudri radliyallahu ‘anhu, dari Rasulullah SAW bersabda :

‫َم ْن َقَ َرأَ ُس ْو َر َة الْ َك ْه ِف لَيْلَ َة الْ ُج ْم َع ِة أَضَ ا َء لَ ُه ِم َن ال ُّن ْو ِر ِفيْ َم بَيْ َن ُه َوبَ ْ َي الْبَيْ ِت‬

Berarti :
” Barangsiapa membaca surat al-Kahfi saat malam Jum’at, jadi dipancarkan sinar untuk dia sejauh
pada dianya dia serta Baitul ‘atiq. ” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai serta
Al-Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

Dalam kisah beda masih tetap dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,

‫َم ْن قَ َرأَ ُس ْو َر َة الْ َك ْه ِف ِف يَ ْو ِم الْ ُج ْم َع ِة أَضَ آ َء لَ ُه ِم َن ال ُّن ْو ِر َما بَ ْ َي‬

Berarti :
” Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, jadi juga akan dipancarkan sinar untuk
dia diantara dua Jum’at. ” (HR. Al-Hakim : 2/368 serta Al-Baihaqi : 3/249. Ibnul Hajar memberi
komentar hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan. ” Beliau menyebutkan kalau hadits
ini yaitu hadits paling kuat mengenai surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam
Shahih al-Jami’, no. 6470)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata : Rasulullah SAW bersabda,

‫ض ُء لَ ُه يَ ْو َم الْ ِقيَا َم ِة َو ُغ ِف َر لَ ُه َما بَ ْ َي الْ ُج ْم َعتَ ْ ِي‬ َّ ِ‫َم ْن قَ َرأَ ُس ْو َر َة الْ َك ْه ِف ِف يَ ْو ِم الْ ُج ْم َع ِة َسطَ َع لَ ُه نُ ْو ٌر ِم ْن ت َ ْح ِت قَ َد ِم ِه إِ َل َع َنان‬
ْ ِ ُ‫الس َم َء ي‬
Berarti :
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, jadi juga akan memancar sinar dari bawah
kakinya hingga ke langit, juga akan meneranginya nantinya pada hari kiamat, serta diampuni dosanya
pada dua jumat. ”

Al-Mundziri berkata : ”Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan
isnad yg tidak apa-apa." (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib : 1/298).

1
Keutamaan Membaca
Surat Al-Kahfi pada Hari
Jum’at

Dari sebagian kisah diatas, dijelaskan bahwa ganjaran yang disediakan untuk orang yang membaca
surat Al-Kahfi saat malam Jum’at atau pada siang harinya juga akan diberi sinar (disinari). Serta
sinar ini nanti pada hari kiamat, akan memanjang dari bawah kedua telapak kakinya hingga ke
langit. Seperti firman Allah Ta’ala :

‫ات يَ ْس َعى نُو ُر ُه ْم بَ ْ َي أَيْ ِدي ِه ْم َو ِبأَ ْ َيانِ ِه ْم‬


ِ ‫يَ ْو َم ت َ َرى الْ ُم ْؤ ِم ِن َني َوالْ ُم ْؤ ِم َن‬

Berarti :
“Pada hari saat anda lihat orang mukmin lelaki serta wanita, tengah sinar mereka bercahaya dihadapan
serta di samping kanan mereka. ” (QS. Al-Hadid : 12)

Balasan kedua untuk orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at berbentuk ampunan
dosa pada dua Jum’at. Serta bisa jadi berikut arti dari disinari diantara dua Jum’at. Karna nurr
(sinar) ketaatan juga akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala :

‫إن الحسنات يُ ْذ ِه ْب السيئات‬

Berarti :
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang
jelek. ” (QS. Huud : 114).

Surat Al-Kahfi serta Fitnah Dajjal


Faedah lainnya surat Al-Kahfi yang sudah diterangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu
untuk mencegah fitnah Dajjal. Yakni dengan membaca serta menghafal sebagian ayat dari surat
Al-Kahfi. Beberapa kisah menjelaskan sepuluh yang pertama, beberapa info sekali lagi sepuluh
ayat paling akhir.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang didalam
kisah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maka barangsiapa diantara anda yang
mendapatinya (merasakan jaman Dajjal) sebaiknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan
surat al-Kahfi. ”

Dalam kisah Muslim yang beda, dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, kalau Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, jadi ia
dilindungi dari Dajjal. ” Yaitu dari huru-haranya.

Imam Muslim berkata, Syu’bah berkata, “Dari sisi akhir surat al-Kahfi. ” Serta Hammam berkata,
“Dari permulaan surat al-Kahfi. ” (Shahih Muslim, Kitab Shalah al-Mufassirin, Bab ; Fadhlu Surah

2
al-Kahfi wa Aayah al-Kursi : 6/92-93)

Imam Nawawi berkata, “Sebabnya, karna pada awal-awal surat al-Kahfi itu tedapat/diisi keajaiban-
keajaiban serta sinyal tanda kebesaran Allah. Jadi orang yang merenungkan akan tidak tertipu dengan
fitnah Dajjal “. Demikian pula selanjutnya, yakni firman Allah :

‫ون أَ ْولِيَا َء‬


ِ ‫أَفَ َح ِس َب ال َِّذي َن كَ َف ُروا أَ ْن يَتَّ ِخذُوا ِعبَا ِدي ِم ْن ُد‬

Berarti :
“Maka apakah beberapa orang kafir menganggap kalau mereka (bisa) ambil hamba-hamba-Ku jadi
penolong terkecuali Aku? . . . ” QS. Al-Kahfi : 102. (Saksikan Syarah Muslim punya Imam Nawawi :
6/93)

Tersebut sebagian Faedah serta Keutamaan Hari Jum’at Membaca Surat Al-Kahfi yang bisa kami
berbagi seperti diambil dari situs Voa Islam. Dari keterangan di atas, jadi telah sepantasnya kita
jadi orang muslim selalu untuk mengamalkannya, yakni membaca Surat Al-Kahfi pada Hari Jum’at.

Mendapat Ridho dari Allah SWT


Sebagai umat islam yang taat, tentunya kita selalu mengharapkan berkah dan ridho Allah
subhanahu wa ta’ala. Karena hanya dengan ridho-Nya lah hidup kita akan menjadi tentram.

Nah, selain menghindarkan diri kita dari fitnah dajjal keutamaan lain dari membaca surat al
kahfi ialah mendekatkan diri kita kepada ridho Allah S.W.T serta juga akan mendapatkan cahaya
keberkahan. Hal itu juga bisa menghilagkan penyebab hati gelisah.

Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah S.A.W:

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi, maka jadilah baginya cahaya dari kepala hingga kakinya, dan
siapa yang membaca keseluruhannya maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi.” (HR
Ahmad).

Hati yang gelisah menjadi salah satu penyebab futurnya amalan-amalan ibadah yaumiyah kita.
Maka dari itu, marilah kita menghindari segala perbuatan yang menyebabkan hati kita menjadi
gelisah.

Dengan membaca surat Al Kahfi tentunya kita bisa menyembuhkan dan menghilangkan segala
penyebab hati gelisah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mengajarkan kita agar selalu beristighfar memohon
ampun kepadanya terhadap segala dosa yang telah kita perbuat.

Diampuni Dosanya oleh Allah S.W.T


Kita sebagai manusia, tentunya memiliki salah dan dosa. Baik itu dosa yang secara langsung kita
sadari maupun tidak. Sesungguhnya, syaitan akan selalu berusaha dengan seluruh kemampuannya
untuk memperdaya dan menjebak kita sebagai manusia kedalam perbuatan dosa.

3
Mereka akan terus-menerus berusaha dengan harapan manusia akan menjadi teman mereka di
neraka kelak.

Mintalah ampunan kepada Allah, karena hanya Dia-lah yang bisa menghapus dosa-dosa kita.
Jangan takut atau malu memintanya karena sesungguhnya ialah yang Maha Rahman dan Rahim.

Jika seseorang membaca surat al kahfi pada hari jumat, maka Allah akan menghapus dosanya
diantara dua jumat tersebut. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah S.A.W

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at maka akan memancar cahaya dari bawah
kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara
dua Jum’at. ”

Dijaga Dari Gangguan Syaitan


Syaitan merupakan musuh terbesar manusa yang nyata. Mereka tidak akan suka dan tinggal diam
manakala melihat kita sebagai orang beriman melakukan amal sholeh dan kebaikan. Ia selalu
membawa keburukan bagi manusia. Maka dari itu, kita harus terus mewaspadainya.

Manusia yang telah terjebak oleh godaan syaitan maka ia juga akan terjerumus pada lubang
kenistaan bercampur baur dengan keburukan. Lalu ia akan terus menerus membisikan kita agar
selalu nyaman ketika berbuat kemungkaran dan keburukan.

Tak hanya itu, mereka juga akan mengajak kita agar menyekutukan Allah S.W.T dan melakukan
perbuatan yang bisa menghapus amal ibadah manusia. Karena hal ini merupakan perbuatan yang
sangat dibenci Allah S.W.T dan termasuk kedalam golongan dosa besar.

Dengan demikian, tentunya kita harus selalu berupaya untuk mendekatkan diri kepada Allah
S.W.T agar terhindar dari segala godaan syaitan yang terkutuk. Salah satunya adalah dengan
mengamalkan Al Quran dan membaca surat Al Kahfi.

Seperti yang diriwayatkan, bahwasannya Rasulullah pernah bersabda, sebuah rumah yang
selalu dibacakan surat Al Baqarah dan Al Kahfi maka rumah itu tidak akan dimasuki oleh syaitan
sepanjang malam tersebut.

Diberikan Cahaya Kebaikan


Seperti yang dijelaskan di paragraph sebelumnya, bahwasannya barangsiapa yang membaca
surat Al Kahfi (secara keseluruhan) di hari jumat maka baginya cahaya antara langit dan bumi.
Kita juga akan mendapatkan ganjaran pahala serta akan diberikan sfaat di hari kiamat kelak.

Cahaya ini akan diberikan oleh Allah S.W.T pada hari akhir nanti, cahaya tersebut akan memancar
dari kedua telapak kakinya hingga sampai kelangit. Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudry
bahwasannya Rasullullah S.A.W pernah bersabda:

ِ‫َم ْن َقَ َرأَ ُس ْو َر َة الْ َك ْه ِف لَ ْيلَ َة الْ ُج ْم َع ِة أَضَ ا َء لَ ُه ِم َن ال ُّن ْو ِر ِف ْي َم بَ ْي َن ُه َوبَ ْ َي الْ َب ْي ِت الْ َع ِت ْيق‬

4
“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh
antara dirinya dia dan Baitul ‘atiq.” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Diriwayatkan juga oleh al-Nasai
dan Al-Hakim serta pul dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitabnya Shahih al-Targhib wa al-Tarhib,
no. 736)

Selanjutnya Rasullullah juga pernah bersabda:

‫َم ْن قَ َرأَ ُسو َر َة الْ َك ْه ِف ِف يَ ْو ِ ٌم الْ ُج ُم َع ِة أَضَ ا َء لَ ُه ِم َن ال ُّنو ِر َما بَ ْ َي الْ ُج ُم َعتَ ْ ِي‬

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara
dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih
sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

Itulah beberapa diantaranya keutamaan yang bisa kita dapat ketika membaca surat Al Kahfi.
Semoga bisa bermanfaat dan memacu kita untuk lebih baik lagi.

5
Spesifikasi
Serta Isi dari
Surat Al Kahfi
Perlu kita ketahui, surat Al Kahfi ini merupakan surat ke 18 dalam Al Quran. Urutannya adalah
setelah surat Al Isra dan sebelum surat Maryam. Selain itu surat ini juga terdiri dari 110 ayat dan
termasuk kedalam golongan surat makkiyah.

Seperti yang dilansir Wikipedia, surat ini dinamai sebagai surat Al Kahfi karena di ilhami dari
cerita ashabul kahf yang ada di dalamnya. Cerita tersebut terdapat pada ayat 9 hingga 26 pada
surat ini.

Ashabul Kahf adalah cerita dimana ada beberapa orang pemuda yang tidur didalam gua selama
beratus-ratus tahun lamanya demi menghindari penguasa yang jahat saat itu. Ada pula beberapa
cerita yang penuh makna di dalam surat ini.

Selain itu, surat Al Kahfi juga menjadi titik tengah atau bagian tengah pada Al Quran. Berikut
ringkasannya:

Nama Surat : Al-Kahf ‫الكهف‬


Nama Lain : Ashabul Kahf
Klasifikasi Surat : Makkiyah
Surah Ke : 18
Jumlah Ayat : 110
Juz : Juz 15 – 16

Asbabunnuzul Surat Al Kahfi


Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa kala itu kaum Quraisy telah mengutus dua orang yang
bernama ‘Uqbah bin Abi Mu’ith dan An-Nadr bin Al-Hairts untuk bertanya tentang kenabian
Rasulullah S.A.W dengan cara bercerita tentang segala sifat beliau dan segala sesuatu yang
diucapkan olehnya kepada para pendeta yahudi.

Sebagian orang Quraisy berpendapat bahwa para pendeta itu memiliki keahlian untuk memahami
kitab-kitab yang telah diturunkan lebih dulu dan memiliki pengetahuan tentang ilmu dan tanda
kenabian yang orang-orang quraisy tidak mengetahuinya.

Maka, berangkatlah kedua utusan itu ke Madinah dan bertanya kepada para pendeta yahudi.
Seperti yang diharapkan oleh mereka maka para pendeta yahudi itu berkata:

“Tanyakanlah kepada Muhammad mengenai 3 hal. Jika ia mampu menjawabnya maka ia merupakan
nabi yang benar-benar diutus. Sebaliknya, jika ia tak mampu menjawabnya ia hanyalah orang yang
mengaku-ngaku sebagai nabi.”

6
Setelah itu pendeta itu melanjutkan;

“Tanyakanlah kepada dirinya tentang permuda pada zaman dulu kala yang berpergian lalu apa yang
terjadi pada mereka, karena sungguh cerita pemuda ini sangat menarik. Lalu tanyakan pula kepadanya
tentang seorang pengembara yang telah sampai ke Masyriq dan maghrib, apa pula yang terjadi kepada
mereka.”

Dan terakhir ia pun berkata;

“Lalu tanyakan pula kepada dia tentang apa itu ruh”

Pulanglah beberapa utusan tadi dan seraya berkata: “Kami datang membawa seuatu yang bisa
digunakan untuk menentukan sikap antara kalian dan Muhammad” Lalu merekapun berangkat
menghadap Rasulullah S.A.W.

Sesampainya di hadapan Rasulullah S.A.W mereka langsung menanyakan tiga pertanyaan yang
diberikan oleh para pendeta tersebut. Mendapati hal itu, Rasulullah S.A.W pun bersabda: “Besok
pasti aku akan menjawabnya tentang beberapa hal yang kamu tanyakan itu (tanpa menyebut Insya
Allah)”.

Lalu merekapun pulang. Akan tetapi wahyu yang ditunggu-tunggu oleh Rasulullah pun tak
kunjung turun. Bahkan hingga 15 malam lamanya jibril tak kunjung datang menemui beliau.
Dengan demikian orang-orang quraisy pun mulai goyah.

Rasulullah S.A.W sendiri sangatlah merasa sedih, karena jawaban yang ia nanti-nanti tak kunjung
diturunkan oleh Allah S.W.T. Sehingga ia tak tahu harus berkata apa kepada kaum Quraisy.

Akan tetapi, pada malam berikutnya Jibril pun turun membawakan ayat (QS Al Kahfi:6) yang di
dalamnya menegur atas kemurungan Rasulullah S.A.W dan menerangkan tentang pemuda kahfi
(QS Al Kahfi:9-26), seorang pengembara (QS Al Kahfi: 83-101) dan tentang Ruh (QS Al Isra: 85).

Surah Al Kahfi
(Teks Arab, Latin, Terjemah dan Tafsir-nya)
ِ‫ب ِْسمِ اللّٰ ِه ال َّر ْح ٰمنِ ال َّر ِح ْيم‬

Bismillāhirraḥmānirrahīm

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

——————————————————————————————————————————-

(1) ‫اَلْ َح ْم ُد لِلّٰ ِه ال َِّذ ْٓي اَنْ َز َل َع ٰل َعبْ ِد ِه الْ ِكتٰ َب َولَ ْم يَ ْج َع ْل لَّ ٗه ِع َو ًجا‬

al-ḥamdu lillāhillażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj’al lahụ ‘iwajā

7
“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak
menjadikannya bengkok;”

Tafsir Jalalain:

(Segala puji) Memuji ialah menyifati dengan yang baik, yang tetap (bagi Allah) Maha Tinggi Dia.
Apakah yang dimaksud dengan Alhamdulillah ini bersifat pemberitahuan untuk diimani, atau
dimaksudkan hanya untuk memuji kepada-Nya belaka, atau dimaksudkan untuk keduanya.

Memang di dalam menanggapi masalah ini ada beberapa hipotesis, akan tetapi yang lebih banyak
mengandung faedah adalah pendapat yang ketiga, yaitu untuk diimani dan sekaligus sebagai
pujian kepada-Nya

(yang telah menurunkan kepada hamba-Nya) yaitu Nabi Muhammad (Al-Kitab) Alquran (dan
Dia tidak menjadikan padanya) di dalam Alquran (kebengkokan) perselisihan atau pertentangan.
Jumlah kalimat Walam yaj’al lahu ‘iwajan berkedudukan menjadi Hal atau kata keterangan
keadaan daripada lafal Al-Kitab.

——————————————————————————————————————————-

َ ِّ ‫قَ ِّي ًم لِّ ُي ْن ِذ َر بَأْ ًسا شَ ِديْ ًدا ِّم ْن لَّ ُدنْ ُه َويُ َب‬
ّٰ ‫ش الْ ُم ْؤ ِم ِن ْ َي ال َِّذيْ َن يَ ْع َملُ ْو َن‬
(2) ‫الصلِ ٰح ِت ا َ َّن لَ ُه ْم ا َ ْج ًرا َح َس ًنا‬

qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya’malụnaṣ-


ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

“Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya
dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa
mereka akan mendapat balasan yang baik,”

Tafsir Jalalain:

(Sebagai jalan yang lurus) bimbingan yang lurus; lafal Qayyiman menjadi Hal yang kedua dari lafal
Al-Kitab di atas tadi dan sekaligus mengukuhkan makna yang pertama

(untuk memperingatkan) menakut-nakuti orang-orang kafir dengan Alquran itu (akan siksaan)
akan adanya azab (yang sangat keras dari sisi-Nya) dari sisi Allah

(dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengadakan amal saleh,
bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik).

——————————————————————————————————————————-

(3) ‫َّماكِ ِث ْ َي ِفيْ ِه اَبَ ًد‬

mākiṡīna fīhi abadā

“Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. “

8
Tafsir Departemen Agama:

Pahala yang besar itu tidak lain adalah surga yang mereka tempati abadi selama-lamanya, mereka
tidak akan pindah atau dipindahkan dari surga itu, sesuai dengan janji Allah SWT kepada mereka.

——————————————————————————————————————————-

(4) ‫َّويُ ْن ِذ َر ال َِّذيْ َن قَالُوا اتَّ َخ َذ اللّٰ ُه َولَ ًدا‬

wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā

“Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”

Tafsir Jalalain:

(Dan untuk memperingatkan) kepada semua orang kafir (kepada orang-orang yang berkata, “Allah
mengambil seorang anak

——————————————————————————————————————————-

(5) ‫َّما لَ ُه ْم ِب ٖه ِم ْن ِعلْمٍ َّو َل ِلٰبَاىِٕ ِه ْم ك ُ ََبتْ كَلِ َم ًة ت َ ْخ ُر ُج ِم ْن اَفْ َوا ِه ِه ْم اِ ْن يَّ ُق ْولُ ْو َن اِ َّل ك َِذ ًب‬

mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna
illā każibā

“Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang
mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan
(sesuatu) kebohongan belaka“.

——————————————————————————————————————————-

(6) ‫اخ ٌع نَّف َْس َك َع ٰٓل اٰث َا ِر ِه ْم اِ ْن لَّ ْم يُ ْؤ ِم ُن ْوا ِب ٰهذَا الْ َح ِديْ ِث ا ََسفًا‬
ِ َ‫فَلَ َعل ََّك ب‬

fa la’allaka bākhi’un nafsaka ‘alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā

“Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah
mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).”

Tafsir Jalalain:

(Maka barangkali kamu akan membinasakan) membunuh (dirimu sendiri sesudah mereka) sesudah
mereka berpaling darimu

(sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini) yakni kepada Alquran (karena bersedih
hati) karena perasaan jengkel dan sedihmu, disebabkan kamu sangat menginginkan mereka
beriman. Lafal Asafan dinashabkan karena menjadi Maf’ul Lah.

——————————————————————————————————————————-

9
َ ْ ‫اِنَّا َج َعلْ َنا َما َع َل‬
(7) ‫ال ْر ِض ِزيْ َن ًة لَّ َها لِ َن ْبلُ َو ُه ْم اَيُّ ُه ْم ا َ ْح َس ُن َع َم ًل‬

innā ja’alnā mā ‘alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalā

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami
menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.”

Tafsir Jalalain:

(Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi) berupa hewan, tumbuh-tumbuhan,
pepohonan, sungai-sungai dan lain sebagainya

(sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka) supaya Kami menguji manusia, seraya
memperhatikan dalam hal ini (siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya) di dunia ini;
yang dimaksud adalah siapakah yang lebih berzuhud/menjauhi keduniaan

——————————————————————————————————————————-

(8) ‫َواِنَّا لَ َجا ِعلُ ْو َن َما َعلَيْ َها َص ِعيْ ًدا ُج ُرزًا‬

wa innā lajā’ilụna mā ‘alaihā ṣa’īdan juruzā

“Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi
kering. “

——————————————————————————————————————————-

(9) ‫ا َ ْم َح ِس ْب َت ا َ َّن ا َْص ٰح َب الْ َك ْه ِف َوال َّر ِق ْيمِ كَانُ ْوا ِم ْن اٰيٰ ِت َنا َع َج ًبا‬

am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā ‘ajabā

“Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu,
termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?”

Tafsir Jalalain:

(Atau kamu mengira) kamu menduga (bahwa Ashhabul Kahfi) orang-orang yang mendiami gua
di suatu bukit (dan Raqim) yaitu lempengan batu yang tertulis padanya nama-nama mereka dan
nasab-nasabnya; Nabi saw. pernah ditanya mengenai kisah mereka

(adalah mereka) dalam kisah mereka (termasuk) sebagian (tanda-tanda kekuasaan Kami yang
menakjubkan?) lafal ‘Ajaban menjadi khabar Kana, sedangkan lafal yang sebelumnya berkedudukan
menjadi hal;

artinya: Mereka adalah hal yang menakjubkan yang berbeda dengan tanda-tanda kekuasaan Kami
lainnya; atau mereka adalah tanda-tanda kekuasaan Kami yang paling menakjubkan, padahal
kenyataannya tidak demikian.

10
——————————————————————————————————————————-

(10) ‫اِ ْذ ا َ َوى الْ ِفتْ َي ُة اِ َل الْ َك ْه ِف فَقَالُ ْوا َربَّ َنآ اٰتِ َنا ِم ْن لَّ ُدن َْك َر ْح َم ًة َّو َه ِّي ْئ لَ َنا ِم ْن ا َ ْم ِرنَا َرشَ ًدا‬

iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā
rasyadā

“(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami.
Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami
dalam urusan kami.”

Tafsir Jalalain:

Ingatlah (tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua) Lafal Al-Fityah
adalah bentuk jamak dari lafal Fataa, artinya pemuda; mereka khawatir iman mereka akan
dipengaruhi oleh kaumnya yang kafir

(lalu mereka berdoa, “Wahai Rabb kami! Berikanlah kepada kami dari sisi-Mu) dari hadirat-Mu
(rahmat, dan sempurnakanlah) perbaikilah (bagi kami bimbingan yang lurus dalam urusan kami
ini.)” yakni petunjuk yang lurus.

——————————————————————————————————————
Keterangan: Untuk teks arab, teks latin serta terjemahan satu surat lengkap bisa download file
pdfnya di sini.
——————————————————————————————————————

11
Kisah-Kisah dalam
Surah Al Kahfi

Seperti yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya, bahwa di dalam surah Al Kahfi ada beberapa
kisah-kisah yang Allah S.W.T turunkan agar menjadi hikmah untuk kita semua. Dengan demikian
kita bisa mengambil banyak pelajaran dari beberapa kisah tersebut.

Dalam sub ini, kita akan urai satu persatu kisah serta pelajaran apa yang bisa kita ambil darinya.
Total ada 4 kisah di dalam surat ini yakni Kisah Pemuda Kahfi (Ashabul Kahfi), Kisah Nabi Musa
dan Nabi Khidir, Kisah DzulQarnain dan Kisah pemilik kebun.

Untuk uraian lengkapnya bisa simak beberapa sub dibawah ini.

Kisah Pemuda Kahfi (Ashabul Kahfi)


Kisah ini tedapat pada surah Al Kahfi ayat 9-26 yang menceritakan tentang tujuh orang pemuda
dan seekor anjing yang tertidur lelap di dalam gua. Mereka hidup ditengah-tengah kekuasaan
raja yang dzalim bernama Diqyanus.

Tak hanya penguasanya, kondisi masyarakat saat itu juga sangatlah buruk. Mereka hidup ditengah-
tengah masyarakat penyembah berhala. Raja Diqyanus mewajibkan para rakyatnya untuk selalu
menyembah sesuatu selain Allah Ta’ala, jika tidak maka akan disiksa atau dibunuh.

Nama tujuh orang pemuda Ashabul Kahfi tersebut ialah Maksalmina, Nainunis, Martunis,
Tamlikha, Dzununis, Sarbunis, Falyastatyunis serta seekor anjing yang bernama Qithmir. Anjing
ini juga diriwayatkan sebagai satu-satunya anjing yang masuk surga.

Ada beberapa pendapat mengenai letak dari gua yang diitempati oleh pemuda kahfi, diantaranya
adalah:

1. Gua Di Efesus, Anatolia (Sekarang Turki). Paulus Serta Orang-Orang Yahudi Dan Nasrani
Mempercayai Gua Kahfi Berada Disini. Namun, Gua Juga Turut Menepati Ciri Yang Diberikan
Oleh Al Quran.
2. Gua Yang Berada Di Damsyik, Syria.
3. Gua Amman Yang Berada Di Jordan. Gua Ini Memiliki Ciri-Ciri Yang Paling Menepati Dalam Al
Quran Dibandingkan Dengan Yang Lainnya.

Kisah Ashabul Kahfi ini bermula ketika Raja Diqyanus menguasi negeri Efesus. Dahulu kala,
semua penduduk negeri Efesus ini beriman kepada Allah S.W.T. Karena kekejaman raja Diqyanus
ketika berkuasa, perlahan-lahan orang yang beriman kepada Allah menghilang.

12
Tak hanya mengancam dibunuh dan disiksa, orang-orang yang taat kepadanya (berhenti beriman
kepada Allah dan beralih menjadi menyembah berhala) akan diberikan pakaian yang bagus dan
hadiah lainnya.

Selang beberapa waktu perlahan-lahan sebagian besar rakyat kerajaan menjadi patuh dengan
Raja dan menyembah semabahan selain Allah.

Demi mempertahankan keimanannya, tujuh pemuda ini memilih untuk pergi dan mengasingkan
diri kedalam gua bersama anjing mereka yang bernama Qithmir. Hal ini dilakukan demi
mempertahankan aqidah mereka sebagai hamba Allah.

Mereka tetap teguh mempertahankan aqidah mereka walau mereka sendiri tahu bahawasannya
perbuatan tersebut membayakan nyawa mereka.

Ketika para pemuda itu beristirahat, Allah S.W.T menidurkan mereka selama kurang lebih 309
tahun. Lalu Allah S.W.T membolak-balikkan mereka ke kanan dan kiri saat mereka masih terlelap.

Dan Allah S.W.T juga memerintahkan kepada matahari agar saat ia terbit memancarkan sinarnya
ke dalam gua condong dari arah kanan.

Sebaliknya, pada saat hampir terbenam Allah S.W.T memerintahkan kepada matahari agar
sinarnya meninggalkan mereka dari arah kiri.

Dengan demikian, atas izin Allah S.W.T mereka pun selamat dari kejaran raja Diqyanus yang
kejam pada saat itu.

Setelah terlelap selama kurang lebih 309 tahun, Allah S.W.T bangunkan mereka dalam keadaan
yang lapar. Lalu mereka pun saling bertanya.

“Adakah di antara kita yang mampu dan bersedia untuk berangkat ke kota membeli makanan dengan
sisa uang yang ada? Akan tetapi ia (yang akan pergi ke kota) harus berhati-hati”

Lalu salah satu diantara mereka pun berkata:

“Aku saja yang berangkat untuk mendapatkan makanan itu” Ujar Tamlikha. Lalu ia pun berangkat
ke pasar untuk membeli makanan dengan sisa uang yang ada. Setibanya di pasar ia pun bertemu
dengan seorang penjual roti. Lalu bertanya:

“Wahai tukang roti, apakah nama kota yang kalian singgahi ini?”

“Ephesus”, sahut sang penjual roti.

Lalu setelah itu Tamlikha pun segera membeli beberapa potong roti dengan niat agar bisa dijadikan
makanan untuk dia dan teman-temannya.

Ketika hendak membayar, sang tukang roti pun kaget bukan kepalang karena uang yang
diterimanya merupakan uang yang sangat antik dan tua umurnya. Ia pun berkata:

13
“Beruntung sekali diriku! Rupanya dirimu baru saja menemukan harta karun, berikan sisa uang itu
kepadaku! Jikalau tidak, kau akan kuhadapkan kepada raja!”. Begitu kata sang penjual roti.

“Aku tidak menemukan harta karun, uang ini aku dapatkan dari hasil penjualan buah kurma seharga
3 dirham pada 3 hari yang lalu!” Sangkal Tamlikha.

“Lalu aku pun pergi meninggalkan kota karena semua orang sudah menyembah di Diqyanus!”
Tambahnya Lagi.

Lalu penjual roti itu pun marah, ia menangkap Tamlikha dan membawanya ke hadapan raja.
Raja yang baru merupakan raja yang mampu berpikir dan adil. Sesampainya di sana Tamlikha
menjelaskan semua apa yang telah terjadi.

Ia menjelaskan bahwasannya dirinya memang benar-benar mendapatkan harta karun melainkan


itu uang hasil jerih payah sendiri. Dia pun bersikeras menjelaskan bahwasanya dia juga merupakan
salah satu penduduk kota ini (efesus).

Setelah mendengar penjelasan serta melihat barang bukti berupa uang, sang raja pun menjadi
terheran-heran.

Lalu Raja itu pun bertanya “Adakah orang yang benar-benar kau kenal?” lalu Tamlikha menyebutkan
nama-nama penduduk kota itu kurang lebih 1000 orang. Akan tetapi tidak ada satu pun yang
dikenal oleh raja atau orang lain yang menjadi saksi saat itu.

Orang-orang yang menyaksikan berkata “Ah, semua nama-nama itu bukan nama orang-orang yang
hidup di zaman sekarang” lalu Raja pun bertanya lagi “Apakah dirimu memiliki rumah di kota ini?” lalu
Tamlikha menjawab “Ya, saya punya wahai Tuhanku.”

Lalu, raja memerintahkan beberapa orang untuk mengantar Tamlikha pergi ke rumahnya.
Akhirnya dia pun mengajak mereka ke sebuah bangunan yang paling tinggi di kota itu. Tamlikha
pun berkata “Ini rumahku”.

Diketuk lah pintu rumah tersebut. Sesaat setelah nya, keluar seorang lelaki yang sudah sangat tua
sekali. Alisnya sudah memutih dan hampir menutupi seluruh matanya karena dia sudah terlihat
sangat tua.

Dahinya mengkerut dan bertanya “Ada apa kalian datang kemari?” para Utusan Raja pun berkata
“Anak muda ini mengaku bahwa ini adalah rumahnya”. Orang tua itu marah dan berkata “Siapa
dirimu?”

Tamlikha pun langsung menjawab;

“Aku Tamlikha anak Filistin!”

Sontak orangtua tersebut langsung berlutut di hadapan Tamlikha sambil berucap “Demi Allah
engkau adalah datuk buyutku, seseorang diantara mereka yang melarikan diri dari raja yang dzalim
Diqyanus”

14
Lalu mereka ramai-ramai membawa Tamlikha kembali ke hadapan raja. Setelah dijelaskan apa
yang terjadi, raja pun langsung turun dari kuda dan mengangkatnya pemuda kahfi tersebut ke
atas pundak. Sambil bertanya-tanya;

“Bagaimana keadaan teman-temanmu sekarang?”

Dia pun menjelaskan bahwa teman-temannya masih berada di dalam gua Al Kahfi. Seketika itu
pula Raja bersama dengan pasukannya mengantarkan ia kembali ke gua tersebut.

Sesampainya di dekat gua tersebut Tamlikha pun memohon kepada raja agar berhenti di sini
saja karena khawatir jika teman-temannya mendengar suara hentakan tapak kuda mereka akan
menduga pasukan Diqyanus lah yang datang.

Akhirnya mereka pun menunggu, termasuk sang raja. Ketika Tamlikha kembali masuk ke dalam
gua, semua teman-teman yang berada di gua tersebut langsung memeluknya dengan erat-erat.
Mereka sangat senang sekali karena ia bisa pulang kembali dengan selamat dan melindunginya
dari Diqyanus.

Tamlikha pun berkata “Tahukah kalian sudah berapa lama kita tinggal dan tertidur di sini?” Mereka
pun menjawab “Mungkin kita tertidur selama sehari atau 3 hari saja.

“Tidak! Sungguh kalian telah terlelap selama 309 tahun! Diqyanus sudah lama sekali meninggal.
Generasi demi generasi telah berganti dan sekarang penduduk kota pun sudah kembali dan beriman
kepada Allah S.W.T. Saat ini mereka juga sedang datang kemari untuk menemui kalian sekarang!”

“Wahai Tamlikha, apakah kau ingin menjadikan seluruh jagat gempar akan kehadiran kita?” ucap
mereka “Lantas apa yang bisa kita lakukan?” tanya dia balik. “Angkatlah kedua tangamu keatas, kami
pun akan berbuat sama”.

Seketika itu mereka pun mengangkat kedua tangan mereka dan berdoa “Ya Allah, dengan kebenaran
yang telah kau tunjukkan kepada kami melalui keanehan-keanehan yang telah kami alami sekarang,
maka cabutlah nyawa kami tanpa sepengetahuan dari orang lain!”

Lalu Allah S.W.T pun mengabulkan doa mereka. Allah S.W.T memerintahkan kepada malaikat
agar mencabut nyawa mereka dan menyiapkan pintu Gua tanpa bekas. Begitulah kisah mereka,
hingga akhirnya disamping gua itu dibangun masjid demi mengenang kebesaran Allah S.W.T.

Kisah Pemilik Kebun


Di dalam surat Al Kahfi dari ayat 32 hingga 36 menceritakan tentang kisah seorang pria yang
karuniai oleh Allah S.W.T sebuah taman yang sangat indah.

Namun, karena begitu sombong dan congkaknya pria itu sehingga ia pun lupa bersyukur kepada
Allah S.W.T. Bahkan, hingga akhirnya ia juga berani meragukan tentang kebenaran akhirat. Lalu,
Allah S.W.T pun menghancurkan semua kebun miliknya.

Hikmah dari kisah ini adalah tentang sebuah ujian kenikmatan yang diberikan oleh Allah S.W.T
kepada kita semua. Allah S.W.T akan memberikan kenikmatan berupa kekayaan yang banyak

15
sebagai ujian bagi hamba-hambaNya. Untuk itu kita sebagai hambaNya yang beriman sudah
sepatutnya jika kita selalu bersyukur terhadap apa yang telah diberikan.

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir


Di ayat selanjutnya yakni ayat 65 hingga ayat 82, menceritakan tentang kisah Nabi Musa bersama
dengan Nabi Khidir. Ketika Nabi Musa AS ditanya oleh Allah S.W.T, “Siapakah yang paling luas
(ilmunya) dari orang-orang bumi?”

Lalu Nabi Musa AS menjawab bahwa dirinya lah satu-satunya nabi di bumi pada saat itu. Akan
tetapi kemudian Allah S.W.T menyangkalnya dan mengungkap bahwa ada seseorang yang lebih
mengetahui daripada dirinya mengenai hal-hal tertentu yakni Nabi Khidir AS.

Lalu kemudian, Nabi Musa AS pun melakukan perjalanan yang jauh untuk mencari Nabi Khidir
AS dengan tujuan belajar tentang kebijaksanaan bersamanya. Namun, pada akhirnya ia pun gagal
bertemu dengannya.

Hikmah yang bisa diambil adalah Allah S.W.T juga akan memberikan kepada orang-orang yang
apakah ia akan menjadi sombong atau tidak.

Kisah Mengenai Dzul Qarnain


Kisah Dzul Qarnain diceritakan oleh Al Quran pada surat Al Kahfi ayat 83 hingga 99. Dzul Qarnain
merupakan seorang raja besar yang memiliki pengetahuan serta kekuasaan yang luas.

Dia merupakan raja yang sangat suka berpergian jauh demi membantu orang lain dan menyebarkan
kebaikan.

Di surat ini juga bahkan dijelaskan bahwa raja tersebut mampu mengatasi problematika atau
masalah mengenai Yajuj-Majuj dengan membangun bendungan yang besar, dibantu oleh orang-
orang yang ia sendiri pun tidak tahu siapa mereka sebenarnya.

Hikmah dari kisah ini adalah, Allah S.W.T akan menguji hambaNya yang memiliki kekuasaan
apakah dia amanah atau mungkin sebaliknya.

16
Profil Tgk.
Salamuddin Abubakar
Yusuf (SAY)

Tgk. Salamuddin Abubakar Yusuf (SAY) adalah seorang ustadz muda dari Pidie, Aceh. Tepatnya
beliau berasal dari Desa Kp. Jeumpa, Kec. Sakti. Kab. Pidie, Aceh.

Sejak lulus SMP, beliau fokus mendalami ilmu agama di Dayah Mudi Mesra Samalanga. Hingga
saat ini, sudah belasan tahun beliau belajar dan mengajar di salah satu dayah paling besar di Aceh
tersebut.

Selain sibuk mengisi pengajian ke sana kemari, beliau juga sangat fokus mengurusi Halaqah
Ilmu Agama (HIA). HIA adalah sebuah tempat (online) di mana orang-orang bisa bertanya terkait
urusan agama. Beliau juga share banyak wawasan, inspirasi, dan berbagai hal baik lainnya.

Follow IG pribadi beliau:


https://www.instagram.com/tgk.salam23/

Web Halaqah Ilmu Agama (HIA):


https://halaqahilmuagama.com/

FB HIA:
https://www.facebook.com/HalaqahIlmuAgama/

IG HIA:
https://www.instagram.com/halaqahilmuagama/

Telegram HIA:
https://t.me/HalaqahIlmuAgama

Youtube HIA:
https://www.youtube.com/channel/UC5nM0w7TSYAv1BrTKFuYjBQ

Tgk. Salamuddin Abubakar


Yusuf (SAY)

17
Profil
Owner
Walaupun nama brand yang dipilih adalah Arrazi Ibrahim, namun sebenarnya nama aslinya adalah
Arrazi. Ibrahim nama ayah. Razi adalah orang yang telah membangun dan mengelola Hasana.id
dari awal hingga sekarang.

Saat ini beliau menetap di rumah (Bundanya) di Desa Pasar, Kota Bakti, Kec. Sakti, Kab. Pidie,
Aceh. Kesibukan sehari-hari mengurus Hasana.id dan beberapa website lain.

Follow Instagram:
https://www.instagram.com/arraziibrahim/

Join Telegram:
https://t.me/arraziibrahim

Add Friend / Follow Facebook:


https://www.facebook.com/arraziibrahim

Follow Blog:
https://arraziibrahim.com

Arrazi Ibrahim

18
Tentang
hasana.id
Hasana.id adalah sebuah website yang menyajikan artikel-artikel seputar dunia Islam.

Ada artikel seputar fiqh, seputar tauhid, kisah-kisah, doa-doa, dan lain sebagainya. Artikel di
Hasana.id tidak banyak, namun in syaa Allah semua topik artikel dibahas secara mendalam.

FYI, semua artikel di Hasana.id telah dibaca dan dikoreksi oleh Tgk.
Salamuddin Abubakar Yusuf (SAY), salah seorang Ustadz Muda dari Aceh.

Goal dari Hasana.id adalah menghadirkan konten-konten terbaik kepada para pencari
ilmu. Kami ingin kita semua lebih dekat dengan Islam, mengenal Islam lebih dalam lagi.

Selain artikel yang bisa dibaca langsung di website, kami juga membuat
konten dalam format ebook, seperti yang sedang Anda baca saat ini.

Tapi, jangan berhenti sampai di Hasana.id dan ebook saja ya. Anda juga harus
belajar langsung sama para guru, para Kiayi, para Asatidz, dan para Habaib.

:)

19
Mini ebook “Hikmah dan Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi
di hari Jumat” ini berisi Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi
pada Hari Jum’at, Spesifikasi Serta Isi dari Surat Al Kahfi, Teks
Arab, Teks Latin, Terjemah dan Tafsir Surat Al Kahfi, serta
Kisah-kisah dalam Surah Al Kahfi.

Isinya tentu tidak sempurna, tapi kami berusaha agar sedikit


banyak ebook ini bisa menjawab kebutuhan & pertanyaan
yang sedang Anda cari.

Semoga mini ebook ini bermanfaat banyak untuk untuk kita


semua. Baik di dunia maupun di akhirat.