Anda di halaman 1dari 2

BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL

Siaran Pers

Jawa Tengah Pertahankan Dominasi di Sektor Tekstil

Jakarta, 27 Januari 2016 – Provinsi Jawa Tengah berhasil mempertahankan predikat sebagai
daerah tujuan utama lokasi realisasi investasi industri tekstil dan produk tekstil selama tahun
2015. Dominasi Jawa Tengah menggeser posisi Jawa Barat yang mulai nampak sejak triwulan
ketiga 2015, terus meningkat hingga akhir tahun 2015. Nilai investasi tekstil yang masuk ke
Jawa Tengah selama tahun 2015 tercatat mencapai Rp 4,6 triliun dengan jumlah proyek
mencapai 188 proyek dan menyerap tenaga kerja sebesar 79.131 orang. Kontribusi Jawa
Tengah ini setara dengan 56% dari total investasi tekstil di Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan bahwa
hampir seluruh realisasi investasi tekstil berada di Pulau Jawa, di luar Pulau Jawa hanya ada
realisasi Rp 11 miliar di Riau dan Rp 1,5 miliar di Bali. “Ketersediaan tenaga kerja, pasar, serta
sarana distribusi produk tekstil adalah faktor-faktor yang menjadi konsideran investor di sektor
ini memilih Pulau Jawa sebagai lokasi investasinya,” ujarnya dalam keterangan resmi pada
media, Rabu (27/1).

Menurut Franky, saat ini ketersediaaan tenaga kerja di Pulau Jawa juga harus mengejar
pertumbuhan investasi tekstil yang tahun 2015 mencapai 36% bila dibandingkan dengan
periode yang sama tahun sebelumnya. “Beberapa perusahaan di Jawa Tengah mulai kesulitan
untuk mencari tenaga kerja, oleh karena itu, BKPM inisiatif melakukan program penciptaan
lapangan kerja yang bekerja sama dengan pondok pesantren, SMK dan akademi,” jelasnya.

Selain Jawa Tengah, provinsi-provinsi lain yang masuk daftar lima besar peringkat realisasi
investasi tekstil di Indonesia dalah Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai Rp 2,8 triliun
dengan jumlah proyek 285 proyek dan menyerap tenaga kerja 44.617 orang, diikuti oleh Jawa
Timur dengan nilai investasi Rp 0,4 triliun terdiri dari 36 proyek dan menyerap 4.098 tenaga
kerja, serta DKI Jakarta dengan nilai investasi mencapai Rp 0,2 triliun terdiri dari 37 proyek dan
menyerap 8.940 tenaga kerja dan terakhir adalah Banten dengan nilai investasi Rp 0,1 triliun
terdiri dari 132 proyek dan menyerap 12.142 tenaga kerja.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam kegiatan peluncuran program penciptaan lapangan
kerja yang dilakukan di Wonogiri, Jawa Tengah pekan lalu, menyampaikan bahwa Jawa Tengah
saat ini memang banyak menjadi incaran lokasi hal ini disebabkan berbagai hal diantaranya
kondisi Jawa Tengah yang kondusif.

Dari data BKPM investasi di sektor tekstil banyak didominasi oleh industri pengolahan dan
pemintalan serat tekstil dengan nilai mencapai Rp 5,1 triliun terdiri dari 208 proyek dan
AnD
menyerap 43.296 tenaga kerja, diikuti oleh industri pakaian jadi dengan nilai investasi Rp 1,5
triliun terdiri dari 367 proyek dan jumlah tenaga kerja 68.806 orang, kemudian industri tekstil
lainnya senilai Rp 404 miliar terdiri dari 78 proyek dan menyerap 2.765 tenaga kerja.

Jepang Realisasikan 93 Proyek Tekstil

Franky mengemukakan bahwa dari sisi asal investasi sektor tekstil, Jepang merupakan salah
satu negara yang utama dengan nilai realisasi mencapai Rp 0,7 triliun terdiri dari 93 proyek dan
menyerap 11.906 orang tenaga kerja. Realisasi investasi Jepang ini berkontribusi 9% pada total
investasi tekstil yang masuk ke Indonesia pada tahun 2015.

Selain Jepang, mayoritas investasi di sektor tekstil berasal dari PMDN (33%) dan Korsel (16%),
serta negara lainnya. Proyek-proyek yang tercatat PMDN terdapat 206 proyek dengan nilai
mencapai Rp 2,7 triliun dan menyerap tenaga kerja sebesar 43.926 orang. Sementara dari
Korea Selatan tercatat investasi tekstil yang masuk sebesar Rp 1,3 triliun dengan jumlah
proyek 375 proyek dan menyerap 53.361 tenaga kerja.

Korsel dan Jepang merupakan dua negara yang didorong untuk masuk menanamkan modalnya
di Indonesia. “Khusus Jepang, BKPM akan mendorong investasi di bidang tekstil untuk masuk
sehingga terjadi diversifikasi bidang usaha investasi,” ungkap Franky yang saat ini tengah
melakukan roadshow promosi investasi ke beberapa kota di Jepang.

Sedangkan dari sisi minat investasi, BKPM mencatat rencana investasi baik asing dan domestik
di sektor tekstil dan sepatu tumbuh secara signifikan selama tahun 2015. Rencana investasi
yang tercatat dalam jumlah izin prinsip yang diperoleh dari sektor tekstil selama tahun 2015
mencapai Rp 13,1 triliun atau naik 68% dibanding tahun sebelumnya. Angka investasi dari
sektor tekstil tersebut merencanakan menyerap 101 ribu tenaga kerja. Dari angka rencana
investasi sektor tekstil di tahun 2015 tersebut, porsi asing masih mendominasi dengan angka
Rp 7,7 triliun (58%), sedangkan kontribusi dari domestiknya mencapai Rp 5,4 triliun (42%).

--Selesai--

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:


Ariesta Riendrias Puspasari
Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan, Hubungan Masyarakat dan Tata Usaha Pimpinan
Jl. Jend. Gatot Subroto No.44 Jakarta 12190
Telepon : 021-5269874
HP : 08161946825
E-mail : humas@bkpm.go.id

AnD