Anda di halaman 1dari 2

Nama Kelompok :

1. Dadang Eko Suprapto


2. Dimas Putra Pribadi
3. Retno Joevinta Sari

 BIOMASSA
Biomassa adalah produk fotosintesis yang menyerap energi surya dan mengubah karbon
dioksida, dengan air ke campuran karbon, hidrogen dan oksigen. Biomassa adalah material
biologis yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar, baik secara langsung maupun setelah
diproses melalui serangkaian proses yang dikenal sebagai konversi biomassa. Biomassa juga
meliputi sampah bio yang dapat diuraikan dan dapat digunakan sebagai bahan bakar. Biomassa
tidak dapat termasuk material organic yang telah diubah dengan proses geologis ke dalam zat
seperti batubara atau petroleum.

 Bahan Baku Biomassa


Bahan Baku (feedstock) energi biomassa sangat beragam jenisnya yang pada dasarnya
merupakan hasil produksi dari makhluk hidup. Biomassa dapat berasal dari tanaman perkebunan
atau pertanian, hutan, peternakan atau bahkan sampah. Bionergi adalah energi yang berasal dari
tanaman hidup yang terdapat di sekitar kita. Energi itu biasa disebut sebagai bahan bakar hayati
atau biofuel. Enerti ini tidak ada akan pernah habis selama masih tersedia tanah, air dan matahari
masih memancarkan sinar ke bumi.
 Potensi Biomassa di Indonesia
Potensi energi biomassa Indonesia, secara teori diperkirakan mencapai sekitar 49.810 MW.
Angka ini diasumsikan dengan dasar kadar energi dari produksi tahunan sekitar 200 juta ton
biomassa dari residu pertanian, kehutanan, perkebunan dan limbah padat perkotaan. Jumlah
potensi yang besar tidak sebanding dengan kapasitas terpasang sebesar 302.4 MW atau 0,64
persen yang dimanfaatkan. Bila kita maksimalkan potensi yang ada dengan menambah jumlah
kapasitas terpasang, maka akan membantu bahan bakar fosil yang selama ini menjadi tumpuan
dari penggunaan energi (KESDM 2008).
Diperkirakan bahwa Indonesia memproduksi 146.700.000 ton biomassa per tahun, setara
dengan sekitar 470 GJ/tahun. Sumber utama energi biomassa di Indonesia dapat diperoleh dari
residu padi yang memberikan potensi energi terbesar teknis 150 / tahun GJ, karet kayu dengan
120 / tahun GJ, gula residu dengan 78 / tahun GJ, kelapa minyak residu, 67 GJ / tahun, dan
beristrahat dengan lebih kecil dari 20 GJ / tahun berasal dari residu kayu lapis dan veneer,
penebangan residu, residu kayu gergajian, residu kelapa, dan limbah pertanian. (ZREU, 2000)
 Klasifikasi Biomassa
1. Berdasarkan jenisnya, Bahan Baku Biomassa dikelompokan menjadi beberapa jenis yaitu
kayu, buah, bijibijian, akar dan limbah sisa biomassa. Semua jenis bahan tersebut
merupakan bahan-bahan yang bisa dirubah menjadi bahan baku bioenergi.
2. Berdasarkan proses pengolahannya menjadi bioenergi, pengubahan (konversi) biomasa
dikelompokkan menjadi :
- Konversi termo-kimia adalah pengubahan bentuk biomasa menjadi bioenergi yang
melibatkan panas dan reaksi kimia
- Konversi fisika-kimia adalah pengubahan bentuk biomasa menjadi bioenergi yang
melibatkan proses fisika dan reaksi kimia
- Konversi biologi adalah pengubahan bentuk biomasa menjadi bioenergi yang
melibatkan proses biologi
3. Berdasarkan sifat fisiknya, biomasa sebagai bahan baku bioenergi dikelompokkan
menjadi bahan bakar padatan (arang, briket, pelet), bahan bakar gas (syngas, biogas) dan
bahan bakar cair (biodiesel, bio oil, bioetanol)
4. Berdasarkan pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku bioenergi dibagi menjadi
- Pemanfaatan panas  Panas yang dihasilkan oleh pembakaran biomasa,
dimanfaatkan sebagai sumber energi seperti memasak dan memanaskan boiler.
- Pemanfaatan listrik  Listrik dapat dihasilkan melalui proses konversi dari bahan
baku menjadi bahan bakar pembangkit listrik, listrik dimanfaatkan untuk aktivitas
manusia
- Pemanfaatan transesterikasi Biodiesel yang dihasilkan secara transesterifikasi
dimanfaatkan sebagai bahan bakar penggerak mesin seperti kendaraan dan mesin
diesel.
 Hasil dari Biomassa
1. Solid fuels
- Charcoal (arang)
- Briket
- Palet
2. Gaseous Fuels
- Syn Gas
- Biogas
- Methane Gas
3. Liquid Gas
- Bio Oil
- Bio Diesel
- Bio Ethanol