Anda di halaman 1dari 7

TUGAS TUTORIAL KE 1

Kode/Nama Matakuliah : EKMA4369/Manajemen Operasi Jasa


Nama Pengembang :
Suhdi, SST, M.T
Masa Tutorial :
2018.2
Nomor Soal :
1-10
Skor Maks :
100

Kompetensi Khusus Mahasiswadiharapkanmampumenjelaskan:Pengertian


manajemen operasi dan fungsi operasi, sejarah singkat manajemen
operasi, pentingnya mempelajari manajemen opera
si, perbedaan dan kemiripan barang dan jasa, klasifikasi jasa dan
karakteristik jasa. pengertian manajemen operasi jasa dan model-
model jasa,
serta dibarapkan mampu menjelaskan pengertian jasa atau
pelayanan yang ditemukan,pengertian desain operasi jasa.
perbedaan desain produk dan desain jasa, proses desain produk,
elemen dan prinsip desain jasa atau pelayanan, proses desain jasa,
pendekatan dan teknik desain jasa, desain proses pelayanan.
Pokok Bahasan/Sub Manajemen Operasi Jasa
Pokok Bahasan o Manajemen Operasi
o Manajemen Operasi Jasa
Desain Sistem Operasi Jasa
o Desain Jasa
o Proses Desain Jasa
Uraian Tugas
Poin
Soal :
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Manajemen Operasi ! 10
2. Tuliskan beberapa keputusan yang diambil seorang maneger operasi (menurut 10
Heizer dan Render 2008)!
3. Jelaskan secara singkat sejarah perkembangan manajemen operasi yang anda 20
ketahui! 5
4. Jelaskan pengertian “Jasa” menurut Edvardsson et al., 2005! 10
5. Jelaskan 5 perbedaan dari barang dan jasa! 5
6. Apakah alasan utama manajemen melakukan desain dan pengembangan jasa ? 16
7. Jelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam desain jasa? 4
8. Tuliskan beberapa karakteristik design data atau pelayanan menurut Silvestro
2003? 15
9. Jelaskan macam macam pendekatan yang dapat dilakukan dalam mendesign jasa!
10. Tuliskan beberapa teknik dan alat yang dapat digunakan dalam membantu design 5
jasa !

Total poin 100


--- Selamat Mengerjakan ---
Nama : Ni Putu Caesilia Ariska Suena
NIM : 022625939
UPBJJ-UT : Denpasar
Kode/Mata Kuliah : EKMA4369/Manajemen Operasi Jasa

Jawaban:
1. Manajemen Operasi adalah disiplin ilmu yang diterapkan di berbagai perusahaan
manufaktur maupun jasa. Pengenalan manajemen operasi perlu dilakukan dengan benar
sebelum membahas masalah-masalah yang lain di dalam manajemen operasi. Teknik
manajemen operasi diterapkan di seluruh dunia pada seluruh usaha produksi, baik di
kantor, gudang, restoran, pusat perbelanjaan, maupun pabrik. Setiap perusahaan yang
menghasilkan barang atau jasa pastilah melaksanakan manajemen operasi. Manajemen
operasi merupakan area fungsional dalam manajemen seperti manajemen pemasaran,
manajemen keuangan, dan manajemen sumber daya manusia.

2. Menurut Haizer dan Render (2008), beberapa keputusan yang diambil oleh manajer
operasi antara lain:
a. Desain produk dan jasa atau pelayanan, yang meliputi produk atau jasa apa sajakah
yang ditawarkan dan bagaimana mendesain produk dan jasa atau pelayanan tersebut.
b. Manajemen jualitas, yang meliputi siapa saja yang bertanggung jawab terhadap
kualitas produk atau jasa dan bagaimana perusahaan mendefinisikan kualitas produk
dan jasa atau pelayanan tersebut.
c. Desain proses dan kapasitas, yang meliputi proses apa yang dibutuhkan untuk
membuat produk tersebut serta peralatan dan teknologi apa sajakah yang dibutuhkan
untuk melaksanakan proses tersebut.
d. Lokasi, yang meliputi di manakah lokasi yang tepat untuk melaksanakan kegiatan
operasi dan kriteria apakah yang digunakan sebagai dasar dalam mengambil
keputusan lokasi perusahaan.
e. Desain tata letak (layout), yang meliputi bagaimana mengatur fasilitas-fasilitas untuk
memudahkan kegiatan operasi dan mencapai tujuan.

3. Orang pertama yang memberikan perhatian terhadap cara berproduksi efisien adalah
Adam Smith, dengan menulis buku The Wealth of Nations (1776). Adam Smith
mengemukakan keuntungan dari adanya pembagian kerja (division of labor), yaitu:
 Bertambahnya kecakapan atau ketrampilan seseorang apabila orang itu
mengerjakan pekerjaan secara beruang ulang,
 Diperoleh penghematan waktu, karena sering bergantinya pekerjaan dari pekerjaan
satu ke pekerjaan yang lain,
 Ditemukannya mesin-mesin spesialisasi yang hanya mengerjakan satu macam
pekerjaan saja dalam suatu rangkaian pekerjaan.

Pada masa ini kemudian terjadi perubahan sistem produksi, dari sistem produksi rumahan
menuju sistem produksi dengan mesin, misalnya ditemukannya alat pintal, alat tenun, dan
mesin uap. Perkembangan produksi menjadi semakin maju dari berkembangnya pabrik-
pabrik, kemudian diikuti dengan perkembangan tenaga kerja.

Eli Whitney (1880) dikenal sebagai orang pertama yang mempopulerkan komponen yang
dapat dibongkar pasang, yang didapat melalui standardisasi dan pengendalian mutu. Ia
berhasil memenangkan kontrak pemerintah Amerika Serikat untuk 10.000 pucuk senjata,
yang dijual dengan harga tinggi karena senjata tersebut dibongkar pasang.

Pada 1852, Charles Babbage mengemukakan pendapat bahwa pada proses produksi
barang terdapat kegiatan yang tidak ekonomis dalam hal pemakaian mesin-mesin dan
tenaga manusia, pada bukunya On the Economy of Machinery and Manufacturers. Pada
masa ini sistem produksi diharapkan ekonomis sehingga tidak terjadi pemborosan faktor
produksi.

Disusul kemudian oleh FW Taylor tahun 1881 dengan mengemukakan "metode kerja
dengan pembagian gerak dan waktu secara minimum atau dikenal dengan time and
motions study. FW Taylor mengemukakan empat tugas pokok manajemen, yaitu:
 Mengganti metode rule of thumb (metode yang tidak berdasar ilmu) dengan
metode ilmiah yang disebut motions study untuk memperhatikan gerak
minimum, sehingga diperoleh hasil maksimum.
 Manajer harus mengadakan seleksi dan pelatihan terhadap buruh atau tenaga kerja
secara ilmiah serta menghilangkan sifat individualis diantara para pekerja.
 Mengembangkan semangat kerjasama yang erat antara buruh, pegawai, dan
manajer.
 Mengadakan pembagian kerja secara jelas antara buruh dan majikan, sehingga
jelas pembagian tugas dan tanggung jawabnya.

Tahun 1913, Henry Ford dan Charles Sorensen memadukan pengetahuan mereka
terhadap komponen yang distandardisasi dengan lini produksi semu pada proses
pengepakan daging dan industri mail order, dan juga menambahkan konsep baru pada lini
produksi, dimana para pekerja berdiri sementara bahan bergerak. Carles Sonersen
menderek sasis mobil pada sebuah tambang di bahunya melintasi lini produksi di pabrik
Foord, saat yang lainnya menambahkan komponen pada mobil tersebut.

Pengendalian mutu juga berperan besar dalam sejarah manajemen operasi. Walter
shewhart tahun 1924 memadukan pengetahuan statistiknya dengan kebutuhan akan
pengendalian mutu dan menemukan dasar-dasar perhitungan statistik dan pengambilan
sampel untuk mengendalikan mutu. Perkembangan manajemen operasi dilanjutkan
kemudian dengan munculnya revolusi industri Pada masa ini, terjadi perkembangan-
perkembangan yang mengarah ke persaingan hebat dalam bidang hasil produksi. Para
penguasa mulai memikirkan arti pentingnya ramalan permintaan, peningkatan mutu
produk dan forecasting sebagai dampak lanjut dari kemajuan niaga dan politik
pemasaran.
Arah kegiatan produksi berpandangan pada:
 Mencari pasar yang strategis
 Mengembangkan fasilitas produksi dengan perkembangan teknologi
 Mempromosikan hasil-hasil produksi.

Pada sesudah dan teriadi depresi, tahun 1930, perkembangan manajemen operasi
mengarah ke penggunaan Scientific Management, ditandai oleh pengenalan dan
pengembangan Statistical Quality oleh Walter Stewart, tahun 1931, dan pengembangan
Work Sampling oleh DHC Tippet, tahun 1934, yang menemukan prosedur sampling
untuk mengetahui standar atas kelambatan proses produksi, waktu kerja, yang dikenal
dengan standard of delays.

W. Edwards Deming (1950) dan Frederick Taylor berpendapat bahwa manajemen harus
berbuat lebih banyak untuk memperbaiki lingkungan kerja dan proses agar mutu menjadi
lebih baik. Manajemen operasi terus berkembang dengan adanya sumbangan dari ilmu
lain, termasuk teknik industri dan management science. Ilmu ini seiring dengan statistik
juga manajemen dan ilmu ekonomi telah berkontribusi pada peningkatan produktivitas.

Setelah Perang Dunia II, perkembangan manajemen operasi menjadi semakin cepat,
ditandai dengan ditemukannya metode Linear Programming, Waiting Line Theory, yang
dikembangkan dalam analisa industri, serta mulai digunakannya komputer dalam desain-
desain system operasi seperti Computer Aided Design, dan Computer Models for
Operating Management.

Kontribusi terpenting bagi manajemen operasi adalah dari ilmu informatika, yang
didefinisikan oleh Jay Heizer dan Barry Render sebagai proses sistematis yang dilakukan
pada data untuk mendapatkan informasi. Ilmu informatika, internet, dan e-commerce
memberikan sumbangan dalam peningkatan produktivitas dan menyajikan barang dan
jasa yang lebih bervariasi pada masyarakat.

4. Jasa atau pelayanan merupakan kegiatan, proses, dan interaksi, serta merupakan
perubahan dalam kondisi orang atau sesuatu dalam kepemilikan pelanggan (Edvardsson
et al., 2005).
Definisi Edvardsson et al. 2005 mengenai jasa berfokus pada penawaran kepada
pelanggan, sehingga jasa atau pelayanan merupakan segala sesuatu pada level abstrak dan
bisa dioperasionalisasikan dan diinterorestasikan dengan cara berbeda. Pelayanan pada
level empiris mencakup berbagai perbedaan penawaran, organisasi dan pelanggan.
Definisi jasa atau pelayanan tergantung pada pendekatan atau cara pandang. Pendekatan
pertama menekankan jasa sebagai kegiatan yang merupakan obyek pertukaran.
Pendekatan kedua, yaitu pelayanan yang dijelaskan sebagai pandangan terhadap
penciptaan nilai.
5. Perbedaan antara Barang dan Jasa
Barang Jasa
Bersifat Nampak atau berwujud (tangible)
Bersifat tidak nampak/tidak berwujud
(intangible)
Produksi dan konsumsi dilakukan secara Produksi dan konsumsi dilakukan secara
terpisah simultan
Produksi bersifat umum Jasa bersifat khusus atau sesuai
permintaan pelanggan
Interaksi dengan pelanggan rendah Interaksi dengan pelanggan tinggi
Definisi barang atau produk konsisten Definisi jasa tidak konsisten

6. Alasan utama mengadakan desain dan pengembangan jasa adalah memenuhi kebutuhan
baru pelanggan dan perubahan kebutuhan pelanggan.

7. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam desain jasa, yaitu :


 Sistem penyampaian, yang meliputi struktur proses, cetak biru jasa atau pelayanan,
dan posisi strategik.
 Desain fasilitas, yang meliputi lokasi jasa, arsitektur, aliran proses dan tata letak.
 Lokasi, yang meliputi permintaan geografis, pemilihan lokasi dan strategi lokasi.
 Perencanaan kapasitas, yang meliputi peran strategik, model antrian, dan kriteria
perencanaan.
 Informasi, yang meliputi teknologi dan penggunaan internet.
 Kualitas, yang meliputi pengukuran, kualitas desain, alat-alat pengendalian
kualitas, perbaikan, dan six sigma.
 Pelayanan yang dihadapi, yang meliputi budaya, hubungan pasokan dan
outsourcing.
 Pengelolaan kapasitas dan permintaan, yang meliputi strategi, pengelolaan antrian
dan pengelolaan hasil.

8. Menurut Silvestro 2003, ada beberapa karakteristik desain jasa atau pelayanan, yaitu :
 Adanya fasilitas dan sumber daya pusat panggilan;
 Adanya ukuran dan kapasitas pusat panggilan;
 Adanya sistem telepon;
 Adanya sistem keahlian; dan
 Staf yang ahli, memiliki kompetensi, dan terlatih.

9. Ada beberapa cara atau pendekatan dalam desain jasa yang dapat digunakan. Jasa atau
pelayanan rutin dapat dilakukan menggunakan pendekatan lini produksi (production-line
approach). Dengan pendekatan tersebut pelayanan diberikan dengan pengendalian
lingkungan untuk menjamin konsistensi antara kualitas dan efisiensi kegiatan
operasional. Pendekatan lain bertujuan untuk mendorong partisipasi pelanggan secara
aktif dalam proses. Izin bagi pelanggan untuk melaksanakan peran aktif dalam proses
pelayanan dapat bermanfaat bagi pelanggan maupun bagi pemberi jasa.
Pendekatan antara (intermediate approach) membagi pelayanan menjadi pelayanan
dengan hubungan kuat dan pelayanan dengan hubungan lemah antara pemberi jasa dan
pelanggan. Pelayanan dengan hubungan lemah didesain sebagai inti teknis yang melekat
pada pelanggan. Penggunaan teknologi informasi yang mutakhir digunakan dalam
pendekatan pemberdaya infomasi (information empowerment approach). Selain ketiga
pendekatan tersebut, pemberian pelayanan juga dapat menggunakan kombinasi dari
ketiga pendekatan tersebut.

10. Ada beberapa teknik dan alat yang dapat digunakan dalam mebantu desain jasa, yaitu
quality function deployment (QFD), cetak biru jasa (service blueprint), pernaskahan
(scripting), penutup jasa (servicescape), dan analisi garis antrian (waiting line analysis).