Anda di halaman 1dari 2

BAB VI

PEMBAHASAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak

(Annonna muricata L.) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.

Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 35 sampel. Jumlah perlakuan yang

dilakukan pada penelitian ini adalah 5 perlakuan. Perlakuannya yaitu, ekstrak

daun sirsak (Annona muricata L.) dengan konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70%,

90%, kontrol negatif dan kontrol positif,.

Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa kadar hambat

minimum terjadi pada ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dengan

konsentrasi 10%. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya pertumbuhan bakteri

Streptococcus pyogenes pada media BAP, setelah dilakukan lima kali

pengulangan.

Menurut penelitian Egi Novita Ningrum yang dilakukan dengan

menggunakan metode difuci cup-plate, uji daya hambat minimal ekstrak daun

sirsak (Annona muricata L.) terhadap bakteri Streptococcus pyogenes dapat

terlihat pada konsentrasi 25% dengan nilai rata-rata zona hambat 9,59mm. zona

hambat yang lebih besar terlihat pada konsentrasi 50%, 75% dan 100% dengan

rata-rata zona hambat secara berurutan yaitu 12,90 mm, 15,80mm dan 18,88mm.

Hal ini menunjukkan bahwa daya hambat minimal ekstrak daun sirsak (Annona

muricata L.) terhadap bakteri Streptococcus pyogene, yaitu pada konsentrasi 25%.

39
40

Hasil penelitian yang didapatkan sesuai dengan teori yang ada, karena

berdasarkan teori yang ada, ekstrak daun sirsak ini mengandung banyak senyawa

yang memiliki beberapa manfaat, termasuk manfaat dalam menghambat

pertumbuhan bakteri. Pada beberapa penelitian tentang pengaruh ekstrak daun

sirsak yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti, ditemukan bahwa ekstrak daun

sirsak memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri, namun terdapat

beberapa perbedaan hasil penelitian. Perbedaan konsentrasi dan metode yang

digunakan menyebabkan hasil penlitian yang agak berbeda. Beberapa penelitian

menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak memiliki aktivitas antibakteri “lemah-

sedang”. Selain perbedaan konsentrasi dan metode, beberapa hal yang

menyebabkan hasil penelitian ini agak berbeda dengan beberapa penelitian yang

telah dilakukan adalah jenis daun, proses pengolahan ekstrak, pelarut yang

digunakan, kepekatan ekstrak, proses penelitian yang dilakukan di laboratorium,

jenis bakteri yang digunakan dan lain-lain.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, daya hambat

ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap bakteri Streptococcus

pyogenes sudah terjadi pada konsentrasi 10%, karena pada konsentrasi tersebut

tidak ditemukan adanya pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Namun,

untuk konsentrasi yang paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri

Streptococcus pyogenes belum dapat ditentukan karena pada semua konsentrasi

tidak ditemukan koloni bakteri Streptococcus pyogenes yang tumbuh pada uji

penegasan yang telah dilakukan.