Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN KUARTAL I

TIM NUSANTARA SEHAT


PUSKESMAS PASIKOLAGA
KABUPATEN MUNA
SULAWESI TENGGARA

OLEH :

dr. Ida Made Hrisikesa W.J.G.


Nur Idiani Islami, S.Farm., Apt.
Fransiskus Musu Fernandez, Amd.Kep.
Evi Nur Whidya, Amd.Keb.
Irsyadil Haq, AMAK
Lina Citra Sitinjak, Amd.KL.

TIM NUSANTARA SEHAT


KEMENTERIAN KESEHATAN RI
2016
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmatNya
Laporan Kuartal Pertama Tim Nusantara Sehat ini dapat diselesaikan. Dalam laporan ini kami
sampaikan kegiatan – kegiatan yang telah dan sedang kami laksanakan selama tiga bulan
pertama (Juni – Agustus 2016).

Dalam tiga bulan awal penempatan kami di puskesmas, tidak banyak hal perubahan besar
yang dapat dilakukan. Pada kuartal pertama ini selain kami fokus pada pendataan keluarga
sehat, fokus kami adalah permasalahan internal puskesmas. Fokus internal puskesmas yang
paling mendasar adalah mengenai pelayanan kesehatan (pengobatan) terhadap masyarakat
di pasikolaga. Pemetaan masalah yang dilakukan memang memunculkan prioritas masalah
yang ada di internal puskesmas. Untuk itu pembenahan yang kami lakukan mulai dari hal –
hal dasar mengenai pelayanan di puskesmas. Hal tersebut seperti, pembenahan alur
pelayanan pasien, pembuatan SPO, revitaliasi manajemen dan pelayanan kefarmasian,
pemilahan sampah medis. Sedangkan untuk kegiatan luar gedung berupa posyandu lansia.
Untuk revitalisasi posyandu balita masih berjalan.

Perubahan kecil dan mendasar yang secara bertahap kami lakukan tidak lain untuk
memperkuat pelayanan puskesmas. Berdasarkan POA dan Time Schedule yang kami susun,
untuk kuartal kedua kami fokus terhadap kelengkapan pendataan keluarga sehat, pemetaan
masalah kader, pendataan pasien TB, revitalisasi posyandu balita, dan berbagai program
yang memerlukan advokasi lintas sektoral.

Pasikolaga, September 2016

Tim Nusantara Sehat

Nusantara Sehat
Puskesmas Pasikolaga 2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………………………………………….……. 2


Daftar Isi …………………………………………………………………………………………………………………… 3
Revitalisasi Manajemen dan Pelayanan Kefarmasian ………………………………………………….….. 4
Revitaliasi Manajemen Kefarmasian …………………………………………………………………..….. 7
Pelayanan Farmasi Klinis ……………………………………………………………………………….…….. 15
Revitalisasi Manajemen Pelayanan Dasar ……………………………………………………………………… 27
Kesling : Pemisahan Sampah infeksius, Non Infeksius, dan Pemusnahan Sampah ………….… 35
Promosi Kesehatan : Penyuluhan Kesehatan Pada Posyandu Lansia ………………………………… 43

Nusantara Sehat
Puskesmas Pasikolaga 3
|4

REVITALISASI MANAJEMEN DAN


PELAYANAN KEFARMASIAN

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
|5

Revitalisasi Manajemen dan Pelayanan Kefarmasian

A. Latar Belakang
Pelayanan kefarmasian merupakan bagian yang harus ada dalam melaksanakan
upaya kesehatan di Puskesmas. Sebagaimana yang tercantum didalam PERMENKES
No.75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat Pasal 38 bahwa untuk
melaksanakan upaya kesehatan Puskesmas harus menyelenggarakan beberapa
pelayanan dan salah satunya adalah pelayanan kefarmasian.

Pelayanan kefarmasian dewasa ini, sudah berbeda dengan pelayanan kefarmasian


yang sebelumnya. Hal ini terjadi karena semakin berkembangnya ilmu pengetahuan,
tingkat pendidikan masyarakat, pola hidup dan paradigma kesehatan itu sendiri.

Pelayanan kefarmasian dahulunya hanya menyangkut manajemen dan peracikan


obat saja yang kemudian diserahkan pada pasien. Namun, pelayanan ini tidak cukup
untuk menjamin bahwa pasien akan memperoleh hasil yang diinginkan setelah
menggunakan obat tersebut. Setelah ditinjau kembali banyak pasien yang gagal
dalam menggunakan obat karena ketidakpahaman dalam penggunaan obat, baik
cara pemakaian, waktu penggunaan, jumlah obat yang akan dikonsumsi bahkan
pengetahuan mengenai cara penyimpanan obat yang benar.

Sehingga hari ini paradigma kefarmasian sudah berubah dari yang dulu hanya “Drug
Oriented” sekarang bertambah menjadi “Patient Oriented”. Jadi pelayanan farmasi
klinis atau yang dikenal dengan “Pharmaceutical Care” punya peranan yang sangat
besar dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Dalam pelaksanaannya pelayanan kefarmasian di Puskesmas sudah diatur dalam


PERMENKES No.30 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
Puskesmas. Dalam kebijakan ini telah dijelaskan bahawa pelayanan kefarmasian di
Puskesmas meliputi Manajemen obat dan bahan medis habis pakai serta pelayanan
Farmasi klinis, dimana kegiatan yang termasuk kedalam pelayanan tersebut sudah
dijelaskan secara rinci.

Di Puskesmas Pasikolaga pelayanan kefarmasiannya sudah ada, tetapi belum


terlaksana sesuai dengan yang dijelaskan dalam Peraturan Menteri Kesehatan dan
ketentuan yang berlaku. Banyak hal yang harus dibenahi demi terwujudnya
pelayanan kefarmasian yang dapat memberikan pelayanan yang baik dan
memuaskan kepada pasien di wilayah kerja Puskesmas Pasikolaga. Untuk itu Tim
Nusantara Sehat Puskesmas Pasikolaga mengupayakan Program Revitalisasi
Manajemen dan Pelayanan Farmasi Klinis ini dalam 3 bulan pertama untuk
meningkatkan upaya kesehatan yang ada di kecamatan Pasikolaga disamping
program-program lainnya. Bentuk kegiatan dan perubahan yang sudah dicapai akan
dijelaskan secara rinci dalam laporan ini.

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
|6

B. Tujuan
Tujuan dari program ini adalah untuk terlaksananya pelayanan kefarmasian yang
sesuai dengan peraturan dan standar yang sudah ada. Selain itu pelayanan
kefarmasian sebagai salah satu bagian dari upaya kesehatan yang ada di Puskesmas
disamping pelayanan lainnya dapat memberikan peranan yang besar dalam
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
.
C. Metode Pelaksanaan
Revitalisasi Pelayanan kefarmasian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, selama 3
bulan mulai dari Juni sampai Agustus 2016. Pada bulan pertama pembenahan
dilakukan untuk hal-hal yang urgent yang menyangkut pelayanan seperti penyiapan
obat, etiket obat, kertas puyer, penyusunan obat di apotek dan gudang, dan
sebagainya.

Sedangkan pada bulan kedua pembenahan dilakukan untuk pencatatan dan


pelaporan serta mulai dilaksanakan pelayanan farmasi klinis meliputi konseling, PIO
untuk pasien maupun tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas, dan pembuatan
Patient Medical Record (PMR).

Pada bulan ketiga dilakukan penyusunan Standar Prosedur Operasional (SPO)


Kefarmasian, yang dimulai dengan pengajuan draft SPO kepada Kepala Puskesmas
kemudian disosialisasikan kepada seluruh tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas.

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
|7

D. Bentuk Kegiatan
D.1. Revitalisasi Manajemen Kefarmasian
D.1.1. Latar Belakang
Manajemen Kefarmasian merupakan bagian dari pelayanan kefarmasian yang
ada di Puskesmas. Salah satunya adalah pengelolaan obat dan bahan medis
habis pakai yang dimulai dari perencanaan sampai kepada evaluasi
pengelolaannya. Sebelum dilakukan pelayanan farmasi klinis maka obat dan
bahan medis habis pakai harus tersedia. Jadi, Pengelolaan obat dan bahan
medis habis pakai ini merupakan gerbang dari seluruh proses pelayanan
kefarmasian. Hal ini sangat penting dibenahi dan diperbaiki karena
menyangkut pengelolaan obat-obatan yang bukan merupakan item biasa dan
harus dipertanggung jawabkan dengan baik dan benar. Bahkan diatur khusus
dalam Peraturan Menteri Kesehatan dan undang-undang yang berlaku baik
pengadaannya sampai pemusnahannya. Di Puskesmas Pasikolaga Manajemen
obat dan Bahan Medis Habis Pakai sudah dilaksanakan namun ada beberapa
bagian yang harus diperbaiki dan ditambah agar dalam pengelolaan obat dan
alat kesehatan dapat terkontrol, terdokumentasi, dan dapat dilaporkan
sebagaimana mestinya.

D.1.2. Tujuan
Tujuan dari program ini adalah untuk mewujudkan sistem pengelolaan obat
dan bahan medis habis pakai yang sesuai standar dan aturan yang berlaku.
Serta mempermudah petugas pengelola obat dan bahan medis habis pakai
dalam pengontrolan dan pendistribusian obat dan alat kesehatan, ke seluruh
sub unit terkait yang ada di Puskesmas, dengan adanya pencatatan dan
penataan obat yang baik di gudang maupun ruangan obat, guna
terlaksananya pelaporan yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan.

D.1.3. Pihak yang Terlibat dan Peranan


Pihak yang terlibat dalam program ini adalah Petugas kefarmasian dalam hal
ini Apoteker penanggung jawab di Puskesmas yang bertanggung jawab atas
semua proses pelayanan kefarmasian yang ada, petugas obat lainnya yang
berperan dalam pengaturan obat di gudang obat dan pelaporan, Dokter
berperan dalam penyeleksian obat dan bahan medis habis pakai sebelum
dilakukan permintaan dan pengadaan obat dan alat kesehatan, serta Kepala
Puskesmas sebagai pihak yang mengetahui dan menyetujui setiap kegiatan
yang dilakukan.

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
|8

D.1.4. Sasaran
Sasaran dari program ini adalah seluruh kegiatan yang menyangkut
manajemen kefarmasian di Puskesmas Pasikolaga dapat terlaksana dengan
baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku selama tiga bulan pertama (Juni-
Agustus 2016).

D.1.5. Rincian Kegiatan


a. Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Perencanaan kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai sebelumnya
hanya berdasarakan jumlah penggunaan sebelumnya, namun secara
bertahap dilakukan berdasarkan pola epidemiologi dan pola konsumsi.
Kedepannya akan diterapkan sistem PARETO dan VEN.
Permasalahannya adalah permintaan yang dipenuhi oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota setempat jauh dari apa yang diinginkan,
sehingga permasalahan kekosongan obat dan obat yang sangat sedikit
penggunaannya sehingga menumpuk sulit untuk diatasi. Sehingga solusi
yang diambil adalah pengadaan sendiri menggnakan dana BOK
Puskesmas.

Penerimaan obat dan bahan medis habis pakai sebelumnya tidak ada
acara serah terima yang menyertakan berita acara dan diketahui oleh
Kepala Puskesmas, hanya diterima di gudang obat kemudian langsung
disusun. Belum ada pengecekan antara obat yang diterima dengan
lembar LPLPO.

Untuk Penyimpanan dan Pendistribusian dimulai dari Penysunan obat


dan bahan medis habis pakai yang ada digudang obat dan juga di lemari
yang ada di ruangan obat. Pada awalnya obat disusun secara acak saja
dan terlihat tidak rapi serta digudang obat terdapat banyak tumpukan
kardus dan karung. Tahap awal adalah memisahkan obat yang sudah
kadaluarsa, hampir kadaluarsa, dan obat yang sudah rusak. Kemudian
disusun berdasarakan bentuk sediaan dan diurutkan secara alfabetis.
Dimulai dengan bentuk sediaan padat seperti tablet, kaplet, dan pil
kemudian bentuk sediaan semi solid seperti salep dan krim, selanjutnya
sediaan injeksi dan infus, dan bahan medis habis pakai. Masing-masing
obat disusun dengan sistem FIFO (First In First Out) dan FEFO (First
Expired First Out). Untuk obat yang sudah kadaluarsa dan rusak
dimasukkan ke dalam dos dan disimpan terpisah. Sedangkan diruangan
obat langkah pertama adalah membersihkan lemari obat karena sudah
berdebu dan memisahkan obat-obat dan alat kesehatan yang sudah
kadaluarsa dan rusak. Kemudian menata ulang susunan obat

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
|9

berdasarkan kelas terapi, dan membuat laci obat untuk memudahkan


penyimpanan dan terlihat lebih rapi. Karena keterbatasan sarana dan
dana maka laci obat dibuat dari kardus yang dipotong-potong. Untuk
obat golongan antibiotika disimpan terpisah di lemari yang dikunci. Hal
ini dilakukan untuk mencegah penggunaan antibiotika secara
sembarangan dan tidak sesuai dengan diagnosa serta mencegah
resistensi. Jadi, di Puskesmas Pasikolaga antibiotika hanya diberikan
dengan resep dokter. Sedangkan obat dan alat kesehatan yang
kadaluarsa dan rusak digabung dengan yang ada di gudang obat.

Pendistribusian obat dilakukan untuk semua sub unit yang ada di


Puskesmas diantaranya Apotek, Poli Umum, Poli KIA-KB, Laboratorium,
dan Bidan Desa. Proses keluar masuk obat dari gudang dicatat tapi
sering menggunakan kertas selembar sehingga sering hilang dan
pengeluaran obat tidak tercatat, dan sekarang sudah ada buku registrasi
obat digudang, dan dicantumkan juga pada kartu stock. Sebelumnya
kartu stock sudah tersedia namun belum difungsikan dengan baik,
kadang ditulis kadang tidak dan tidak setiap item obat dan bahan medis
habis pakai memiliki kartu stock.

b. Pencatatan, Pelaporan dan Pengarsipan


Pencatatan, Pelaporan dan Pengarsipan dalam rangka penatalaksanaan
obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Pasikolaga sudah ada,
namun belum lengkap, yang sudah ada adalah pengarsipan resep dan
pencatatan Pengobatan Tim Medis Keliling, sedangkan pencatatan di
gudang obat ada tapi tidak diisi. Setelah satu bulan pertama melakukan
pelayanan, maka semua pencatatan, pelaporan, dan pengarsipan
dirombak ulang diantaranya:
 Buku registrasi obat digudang obat
 Kartu Stock
 Penomoran resep
 Rekapitulasi Penggunaan Obat Rawat Jalan.
Sedangkan untuk pelaporan, ada arsip yang disimpan di puskesmas
tetapi ada beberapa laporan yang datanya tidak valid seperti jumlah
pasien yang diberikan Informasi Obat dan Konseling. Untuk bulan
selanjutnya hal ini sudah diperbaiki dan kita melakukan kerjasama yang
baik antara petugas pengelola obat sebelumnya dengan Apoteker.

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 10

c. Pembuatan Standar Prosedur Operasional (SPO)


Pada bulan ketiga, kita mulai menyusun SPO di bidang farmasi
Puskesmas Pasikolaga. Kegiatan ini dimulai dengan menyusun layout
untuk SPO, kemudian penyusunan draft SPO yang disusun oleh
Apoteker dan hasilnya disosialisasikan kepada Kepala Puskesmas dan
tenaga kesehatan lainnya agar dibaca dipahami dan diminta usulan
untuk hal-hal yang mungkin belum tepat dan tidak sesuai dengan
keadaan Puskesmas Pasikolaga. SPO ini juga disampaikan pada saat
Mini Lokakarya yang dilaksanakan setipa akhir bulan. Dalam penyusunan
SPO diprioritaskan terlebih dahulu untuk kegiatan yang selalu dilakukan
setiap hari, seperti Pemindahan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai,
Pembuatan Puyer, Penyiapan Sirup kering, dan sebagainya. SPO
yangsudah dibuat dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

D.1.6. Metode Pelaksanaan


Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan selama tiga bulan, dimana bulan pertama
pembenahan terfokus kepada Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis
Pakai, bulan kedua pembenahan Pencatatan, Pelaporan, dan Pengarsipan,
dan bulan ketiga penyusunan SPO Pelayanan Kefarmasian. Dalam
Pelaksanaannya ada beberapa advokasi yang dilakukan terhadap kepala
Puskesmas terkait perubahan yang dilakukan dan sarana yang dibutuhkan
dalam revitalisasi ini. Seperti pengadaan alat tulis dan kertas serta dalam
sosialisasi SPO yang telah dibuat.

D.1.7. Pencapaian
Pencapaian dari Revitalisasi Manajemen Kefarmasian ini sesuai dengan yang
ditargetkan, walaupun ada beberapa bagian yang sudah berubah namun
belum maksimal karena keterbatasan sarana yang ada.

Pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai sudah sesuai dengan
ketentuan dan dapat terkontrol dengan baik, sehingga penyimpanan dan
pendistribusian obat sudah teratur dan terkontrol serta penyalahgunaan
dapat dhindari. Pencatatan dan Pelaporan sudah diperbaiki dan dilakukan
perombakan ulang, dan semua dokumen sudah tertata dengan rapi dan
ditempatkan di lemari ruang obat. SPO kefarmasian sudah dibuat dan sudah
disosialisasikan keseluruh tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas.

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 11

D.1.8. Evaluasi dan Rekomendasi


No Evaluasi Rekomendasi
1. Rak Obat yang ada di gudang Pengadaan rak obat yang sesuai
obat, belum sesuai standar standard (Pallet), agar obat
dan sudah ada bagian yang tidak mengalami perubahan
dimakan rayap. secara fisik karena pengaruh
lingkungan seperti kelembapan
atau kemasan jadi rusak.
2. Bidan Desa yang telat Bidan Desa mengumpulkan
mengumpulkan laporan laporan penggunaan obat dan
penggunaan obat dan bahan bahan medis habis pakai setiap
medis habis pakai kepada setelah Mini Lokakarya pada
petugas terkait sehingga akhir bulan kepada petugas obat
memperlambat penyelesaian dengan format yang sudah ada
LPLPO. (bukan kertas selembar).
3. Arsip dan pembukuan yang Setiap Arsip, Laporan,
ada di Puskesmas sering Pembukuan ditempatkan sesuai
ditumpuk di ruangan obat dengan ruangan yang
(Buku rawat Jalan, Notulen bersangkutan (Buku Rawat
Mini Lokakarya, Daftar hadir, Jalan, Notulen di Loket). Jika
dll) ada yang meminjam kembalikan
ke tempat semula. Sediakan
Buku Daftar Peminjam Dokumen
pada masing-masing ruangan,
sehingga penanggung jawab
mengetahui keberadaan buku,
arsip, atau laporan tersebut
4. Penyiapan obat dan Setiap tenaga kesehatan yang
penyerahan obat yang belum bertugas, wajib membaca SPO
sesuai dengan aturan ketika yang sudah tersedia di ruang
apoteker tidak berada di obat sebelum melakukan
tempat pelayanan terhadap resep. SPO
kefarmasian selalu tersedia di
ruang obat.

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 12

D.1.9. Dokumentasi

Sebelum dilakukan pembenahan Setelah dilakukan pembenahan

Pembenahan Gudang Obat, Penyusunan obat secara alfabetis dan sistem FIFO FEFO.

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 13

Pengecekan Stock Obat dan menyesuaikan dengan LPLPO.

Arsip, Dokumen, dan Pencatatan

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 14

Kartu Stock

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 15

D.2. Pelayanan Farmasi Klinis


D.2.1. Latar Belakang
Pelayanan farmasi klinis merupakan bagian dari pelayanan kefarmasian
yang ada di Puskesmas. Pelayanan farmasi klinis memiliki peranan yang
sangat penting dalam upaya kesehatan di Puskesmas. Pelayanan ini harus
dilakukan oleh petugas yang memang memiliki keilmuan dibidang farmasi.
Namun tidak semua Puskesmas memiliki tenaga kefarmasian, dan untuk
pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai dilakukan oleh petugas
kesehatan lainnya seperti perawat, bidan, dan sebagainya. Begitupun di
Puskesmas Pasikolaga sebelum ada Tim Nusantara Sehat Pengelolaan obat
dan bahan medis habis pakai dilakukan oleh tenaga kesehatan lain yaitu
perawat dan dibantu oleh Petugas perlengkapan.

Dengan adanya Tim Nusantara Sehat khususnya Apoteker maka pelayanan


farmasi klinis harus dilaksanakan untuk meningkatkan keberhasilan dalam
pengobatan pasien. Pelayanan farmasi klinis meliputi beberapa kegiatan
dan ada beberapa kegiatan yang belum bisa dilakukan di Puskesmas
Pasikolaga. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain adalah Pengkajian
resep, penyerahan obat, dan Pemberian Informasi Obat, Pelayanan
Informasi Obat (PIO), konseling, dan Home Care. Bentuk kegiatan dan
hasil kegiatan akan dijelaskan dalam laporan ini.

D.2.2. Tujuan
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat yang mendapatkan pengobatan di Puskesmas Pasikolaga,
serta memberikan pelayanan untuk menjamin keefektifan, keamanan dan
keberhasilan pasien dan tenaga kesehatan lainnya dalam menggunakan
obat dan bahan medis habis pakai.

D.2.3. Pihak yang Terlibat dan Peranan


Pihak yang terlibat dalam pelayanan farmasi klinis ini adalah Apoteker
Penanggung Jawab yang akan memberikan pelayanan kepada pasien,
Petugas obat lainnya yang bertugas dalam menyiapkan obat pasien,
Dokter sebagai pihak yang memberikan permintaan berupa resep dan
untuk melakukan konfirmasi jika ada kekeliruan pada resep yang diterima,
dan Kepala Puskesmas sebagai pihak yang mengetahui dan menyetujui
setiap kegiatan yang dilakukan.

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 16

D.2.4. Sasaran
Dari tujuh macam pelayanan farmasi klinis yang ada empat diantaranya
harus dapat dilaksanakan di Puskesmas Pasikolaga, yaitu:
 Pengkajian resep, Penyerahan obat, dan Pemberian Informasi
Obat
 Pelayanan Informasi Obat (PIO)
 Konseling
 Home Care

D.2.5. Rincian Kegiatan


a. Pengkajian resep, Penyerahan Obat, dan Pemberian Informasi Obat
Kegiatan ini dimulai dengan penerimaan resep dokter, kemudian
dilakukan skrining terhadap resep mulai dari skrining administrasi:
 Nama, umur, jenis kelamin, berat badan Pasien
 Nama dan Paraf dokter
 Tanggal resep
 Ruangan/unit asal resep.
Jika ada kekurangan segera lakukan konfirmasi untuk mendapatkan
data dan informasi yang jelas.
Selanjutnya dilakukan skrining farmasetik:
 Bentuk dan kekuatan sediaan
 Dosis dan jumlah obat
 Stabilitas dan Ketersediaan
 Aturan dan cara penggunaan
 Inkompatibilitas.
Bila ada permasalahan lakukan konfirmasi kepada dokter, jika tidak
lanjutkan ke skrining klinis:
 Ketepatan indikasi, dosis, dan waktu penggunaan
 Duplikasi pengobatan
 Alergi, interaksi, dan ESO
 Kontraindikasi
 Efek adiktif.
Kemudian dilakukan penyiapan obat, jika berupa racikan atau bentuk
puyer maka disiapkan dalam bentuk puyer, jika sirup kering maka
dilarutkan terlebih dahulu. Sebelumnya tidak ada kertas perkamen di
Puskesmas jadi puyer dibungkus menggunakan kertas HVS bekas,
namun sekarang sudah menggunakan kertas perkamen. Untuk etiket
obat sebelumnya menggunakan guntingan kotak obat yang dipotong
kecil dan hanya dicantumkan frekuensi penggunaan obat seperti 3x1
atau 2x1. Tetapi sekarang sudah menggunakan etiket seperti yang

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 17

seharusnya dimana warna putih untuk obat peroral dan biru untuk obat
luar, walaupun masih ditulis tangan tapi sudah sesuai dengan
ketentuan. Kemudian dilakukan dispensing obat dan disertai dengan
Pemberian informasi obat.

b. Pelayanan Informasi Obat (PIO)


Pelayanan Informasi Obat ini dilakukan oleh Apoteker untuk
memberikan informasi secara akurat, jelas, dan terkini kepada pasien
dan petugas kesehatan.

Dalam pelaksanaannya PIO sangat bermanfaat terutama bagi petugas


kesehatan lainnya, biasanya pada saat waktu luang tenaga kesehatan
lain akan dating ke ruangan obat untuk berdiskusi mengenai obat
bersama Apoteker. Begitupun dengan pasien lainnya banyak yang
menanyakan tentang herbal dan obat tradisional. Dalam
pelaksanaannya PIO didokumentasikan menggunakan Format yang
telah disediakan, yang memuat data penanya, pertanyaan, jenis
pertanyaan, jawaban, referensi.

c. Konseling
Konseling obat tidak dilakukan terhadap semua pasien, tetapi dilakukan
terhadap pasien dengan criteria tertentu, yaitu:
 Pasien geriatri
 Pasien pediatri
 Pasien dalam keadaan hamil
 Pasien dengan penyakit kronis
 Pasien dengan kepatuhan rendah.

Untuk tahap awal pasien yang diutamakan dalam konseling adalah


pasien geriatri dan pasien dengan diagnose hipertensi. Hal ini dilakukan
karena jumlah pasien hipertensi di Kecamatan Pasikolaga cukup tinggi,
dan ini harus dilakukan konseling karena pasien harus mengkonsumsi
obat antihipertensi dalam jangka lama dan dengan cara yang benar.

Pasien juga diseleksi dari Catatan Pengobatan pasien (Patient Medical


record) yang sangat berguna untuk memantau keadaan pasien dan
mengevaluasi pengobatan pasien. Konseling tidak hanya dilakukan di
Puskesmas saja tetapi juga saat posyandu maupun ketika kunjungan
home care.

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 18

d. Home Care
Kegiatan Home Care dilakukan untuk pasien yang kondisi fisiknya
memang tidak memungkinkan untuk datang ke Puskesmas atau
Posyandu. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Dokter dan tenaga medis
lainnya. Walaupun dikunjungi ke rumah pasien tapi catatan pengobatan
pasien harus tetap ada dan pengobatan pasien harus tetap di pantau.

D.2.6. Metode Pelaksanaan


Metode Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara bertahap mulai dari
pembenahan dalam pelayanan resep obat, kemudian pembuatan Catatan
Pengobatan Pasien (PMR) dan pemberian konseling pada pasien. Bulan
berikutnya dimulai pelaksanaan PIO (Pelayanan Informasi Obat) dan Home
care. Pada bulan ketiga kegiatan ini sudah berjalan dengan baik dan
tentunya dengan kerjasama yang solid bersama tenaga kesehatan lainnya.

D.2.7. Pencapaian
Setelah tiga bulan berjalan, pelayanan resep, penyiapan obat, dan
pemberian informasi obat berjalan dengan lancar setiap hari kerja.
Sedangkan untuk Konseling dari penjaringan yang dilakukan melalui PMR
ada 31 pasien hipertensi yang selalu diberikan konseling dan dipantau
pengobatannya. Dari 31 pasien terdapat 1 pasien yang sudah bebas dari
obat antihipertensi karena tekanan darahnya sudah normal kembali setelah
dilakukan 4 kali konseling.

PIO dapat dilaksanakan dengan baik dan sangat bermanfaat bagi tenaga
kesehatan lainnya dan juga pasien. Untuk home care baru beberapa
pasien, namun kedepannya akan ditingkatkan lagi.

D.2.8. Evaluasi dan Rekomendasi


No Evaluasi Rekomendasi
1. Pelayanan resep, penyiapan Semua petugas terkait hendaknya
obat, dan Pemberian Informasi memiliki pengetahuan dan
obat tidak berjalan jika apoteker keterampilan mengenai
tidak berada di tempat. pelayanan obat dan informasi
obat, sehingga ketika tidak ada
apoteker atau saat pasien antri
petugas lain bias membantu.
2. Rasa ingin tahu dan inisiatif Pada saat waktu luang sebaiknya
yang masih kurang dari tenaga tenaga kesehatan saling

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 19

kesehatan lainnya untuk berdiskusi mengenai


mencari tahu tentang sesuatu perkembangan terkini tentang
yang baru. kesehatan dan memanfaatkan
PIO untuk menambah
pengetahuan.
3. Pada saat konseling, banyak Sebaiknya pasien dengan kondisi
pasien yang tidak mengerti seperti itu, ditemani oleh keluarga
bahasa Indonesia, bahkan ataupun kader untuk memastikan
banyak yang sudah pikun dan bahwa pasien memahami cara
rabun, jadi informasi yang penggunaan obat dengan benar.
disampaikan sulit untuk
difahami pasien.
4. Lembar konseling, lembar check Disediakan dana untuk
list Pemberian informasi obat, pengadaan berkas tersebut,
dan PMR masih dalam jumlah karena sangat dibutuhkan dalam
terbatas dan harus diperbanyak. pelaksanaan kegiatan pelayanan
farmasi klinik ini.

D.2.9. Dokumentasi

Pelayanan resep dan Penyiapan Obat

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 20

Posyandu Lansia Desa Lambelu dan Matampe

Posyandu Lansia Desa Kolese

Bungkus Puyer masih menggunakan kertas HVS Bekas Bungkus Puyer sudah menggunakan Perkamen

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 21

Etiket obat masih menggunakan potongan kotak obat Etiket obat sudah sesuai dengan standar

Dispensing dan Pemberian Informasi Obat

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 22

Konseling Obat Pasien Lansia yang diwakilkan kepada keluarganya.

Penyiapan dan Peracikan Obat Sebelum diserahkan pada pasien

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 23

Home Care

Patient Medical Record (PMR)

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 24

Pencatatan Pemberian Informasi Obat

Lembar Pelayanan Informasi Obat

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 25

Contoh Draft SPO Unit Farmasi (Pelayanan Obat dan Penyiapan Resep)

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 26

REVITALISASI MANAJEMEN
PELAYANAN DASAR

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 27

Revitalisasi Manajemen Pelayanan Dasar

A. Latar Belakang
Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan primer sudah seharusnya memberikan
pelayanan kesehatan dasar secara maksimal. Dalam sebuah sistem pelayanan
kesehatan berjenjang, puskesmas menjadi “gate keeper” sehingga pasien tidak
membludak ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, karena
sebagian besar penyakit dasar bisa ditangani di puskesmas.

Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, puskesmas harus menerapkan pelayanan yang
sesuai dengan standar. Termasuk dalam manajamen pelayanan puskesmas. Dengan
terlaksananya manajamen pelayanan yang baik, maka pelayanan kesehatan yang
dilakukan akan sesuai/ mendekati standar sehingga tujuan pengobatan pun dapat
dicapai secara maksimal.

Namun, realitanya tidak semua puskesmas dalam melaksanakan roda organisasi nya
sesuai dengan standar yang ada. Berbagai faktor yang menjadi penyebab, antara lain
baik sarana dan prasarana yang belum memadai hingga manajemen organisasi
puskesmas yang belum baik. Manajemen organisasi menjadi salah satu kunci dalam
baiknya sebuah proses pelayanan. Karena dengan manajemen yang baik, kekurangan
dan kelebihan yang dimiliki dapat diupayakan secara maksimal.

Kurang baiknya suatu manajamen pelayanan puskesmas dapat dilihat dari proses
pelaksanaan pelayanan kesehatan yang belum baik, seperti tidak ada alur pelayanan,
petugas yang belum memahami tupoksinya, hingga tidak terawatnya alkes yang
dipakai untuk tindakan medis. Dengan manajemen pelayanan yang belum baik
tersebut, sudah pasti sedikit tidak memberi dampak pelayanan kesehatan dasar bagi
pasien di puskesmas.

B. Tujuan

 Meningkatkan kualitas pelayanan


 Memberikan pelayanan sesuai standar
 Tercapainya kepuasan pasien
 Pelayanan lebih efektif dan efisien
 Terciptanya pelayanan berorientasi “patient safety”

C. Pihak yang Terlibat dan Peranan


 Kepala Puskesmas bertanggung jawab dalam monitoring dan evaluasi pelaksanaan
manajemen pelayanan
 Petugas Puskesmas berperan sebagai pelaksana

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 28

D. Sasaran
Kepala Puskesmas, tenaga kesehatan dan pasien

E. Rincian Kegiatan
 Pemetaan Masalah
 Perbaikan alur pelayanan
 Pembuatan sop pelayanan

F. Metode Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan revitalisasi manajemen pelayanan puskesmas dimulai dengan
orientasi pelayanan di puskesmas. Kemudian memetakan permasalahan yang ada
dalam pelayanan di unit-unit terkait. Masalah yang telah diidentifikasi kemudian
dilakukan analisa masalah dan penyebab. Hal – hal yang dapat dirubah tanpa
memerlukan biaya segera dilaksanakan. Permasalahan yang memerlukan waktu dan
biaya besar direncanakan dan dipersiapkan untuk upaya perubahannya.

G. Pencapaian
 Pembuatan mekanisme/Alur pelayanan pasien
Pelayanan yang berlangsung di puskesmas selama ini belum memiliki mekanisme/
alur pelayanan. Tidak semua tenaga kesehatan yang bertugas mengerti
bagaimana alur pelayanan yang baik. Dampaknya adalah pelayanan belum
berjalan secara efektif. Untuk itu, mekanisme/ alur cukup penting keberadaanya.
Setelah mekanisme/alur pelayanan dibuat, pasien yang datang berobat terlayani
dengan baik dan teratur.

 Pembuatan SOP
Petugas puskesmas yang bergilir setiap hari piket, tidak memiliki pemahaman yang
sama, bahkan tidak sedikit yang mengetahui tupoksi masing-masing. Sehingga
tidak jarang petugas dalam melayani pasien masih bingung. Permasalahan yang
mencolok terlihat dalam hal administrasi dan asistensi tindakan medis. Dalam hal
administrasi, petugas piket tidak paham mengenai aturan pembuatan status/RM
dan pencatatan di buku register yang tidak rapi. Dalam hal asistensi tindakan
medis, petugas juga tidak tahu aturan steril dan non-steril. Untuk itu, acuan/
pedoman dirasa sangat penting untuk dibuat. Harapannya dengan adanya
pedoman, setiap petugas yang bertugas dapat meminimalisir kesalahan dalam
memberikan pelayanan. Pedoman/ acuan yang dibuat disusun dalam bentuk
Standar Operasional Prosedur (SOP). Telah diselesaikan rancangan/draft SOP dari
Loket/RM, Poli Umum, KIA-KB, Lab, Farmasi dan Kesling. Rancangan/ draft SOP
tersebut disosialisasikan kepada petugas lainnya saat lokakarya mini. Kemudian,
diharapkan setelah sosialisasi, petugas puskesmas dapat memberikan saran dan
masukan terhadap rancangan SOP. Sehingga SOP yang dibuat merupakan

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 29

komitmen bersama yang nantinya dapat disahkan menjadi SOP yang resmi.

 Pemeliharaan Alkes
Alkes yang tersedia di ruang poli umum dan KIA-KB tidak terawat dengan baik.
tidak pernah dilakukannya sterilisasi alat, alkes yang berkarat, dan penempatan
alkes yang tidak rapi. Untuk itu, pemeliharan alkes mutlak dilakukan agar
pelayanan dapat dilakukan secara maksimal. Selain bertujuan agar alkes
terpelihara dan bertahan lama, tujaun lainnya adalah untuk patient safety. Sesuai
dengan rancangan SOP pemeliharan alkes, sterilisasi alkes dilakukan setelah
tindakan medis dan setiap seminggu sekali.

H. Evaluasi dan Rekomendasi


No Kegiatan Evaluasi Rekomendasi

1 Pembuatan alur - Pasien masih belum tahu Terus melakukan


pelayanan mengenai alur pelayanan sosialisasi kepada
pasien

Memberitahu pasien
yang datang tentang
tahapan pelayanan di
puskesmas

- Masih ada petugas yang Evaluasi pelayanan


tidak melakukan setiap lokakarya mini
pelayanan sesuai alur

2 Pembuatan SOP - Belum semua rancangan Meningkatkan target


SOP disusun pembuatan rancangan
SOP masing-masing
unit

Terus melakukan
- Komitmen/ feedback/
sosialisasi dan diskusi
pemahaman petugas lain
tentang SOP dengan
yang masih rendah
Nakes lain
mengenai pentingnya SOP

3 Pemeliharaan - Jadwal sterilisasi alkes Menginformasikan


Alkes masih belum teratur secara berkala
mengenai jadwal
sterilisasi alkes

Memberitahukan
- Petugas piket kurang
kembali petugas untuk
peduli akan tugas

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 30

membersihkan alkes mencuci/membersihkan


setelah tindakan medis alkes tiap selesai
tindakan medis
- Petugas yang belum
Mengadakan mini
mengerti patient safety
diskusi/seminar
tentang patient safety

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 31

I. Dokumentasi Kegiatan

Alkes yang berserakan dan tidak disterilisasi di meja instrumen

Alkes di Meja Instrumen yang sudah tersusun rapi dan disterilisasi

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 32

Alkes yang tidak terusun dengan rapi


Alkes yang tersusun dengan rapi dan
terpisah antara steril dan non-steril

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 33

Contoh Draft SPO Unit Loket


Pendaftaran (Alur Pelayanan, Rekam
medik, Penerimaan Pasien)

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 34

KESLING : PEMILAHAN SAMPAH


INFEKSIUS, NON-INFEKSIUS DAN
PEMUSNAHAN SAMPAH

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 35

Kesling : Pemilahan Sampah Infeksius, Non-Infeksius dan


Pemusnahan Sampah

A. Latar Belakang
Kesehatan lingkungan Puskesmas sangat penting dilakukan dalam rangka menjamin
mutu lingkungan Puskesmas yang mempunyai pengaruh terhadap proses
penyembuhan pasien dan Puskesmas sebagai institusi Zero Infection Nosokomial.
Pelaksanaan Kegiatan Penyehatan Lingkungan Puskesmas memerlukan keterlibatan
semua unit dan profesi yang ada di Puskesmas.

Dalam pelaksanaan penyehatan lingkungan maka salah satu kegiatan yang


dilaksanakan adalah pemilahan sampah infeksius dan non-infeksius. Sampah Infeksius
adalah sampah yang terkontaminasi oleh cairan tubuh pasien (darah,saliva,
dahak,urine,dll) . Sampah non-infeksius adalah sampah yang berasal dari kegiatan
puskesmas diluar medis ( kertas, plastik dll).

Pemilahan sampah infeksius dan non infeksius sangat penting dilakukan untuk
mencegah infeksi nosokomial, mencegah kecelakaan kerja, mencegah bau yang
mengganggu penciuman dan menciptakan nilai estetika yang bagus.

Puskesmas Pasikolaga merupakan Puskesmas yang terletak di salah satu pulau di


Sulawesi tenggara yaitu pulau Buton. Dimana Puskesmas ini belum melakukan
pemilahan sampah sesuai jenisnya. Pada saat tim NS mulai bekerja di Puskesmas,
ditemukan sampah menumpuk, baik sampah infeksius maupun non infeksius.
Terutama sampah infeksius yang benda tajam (Needle). Sampah infeksius dan non-
infeksius masih bergabung. Sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap dan menjadi
breeding places vector yang mengakibatkan infeksi nosokomial terhadap tenaga
kesehatan dan pengunjung Puskesmas.

B. Tujuan
Untuk mencegah infeksi nosokomial, mencegah kecelakaan kerja, mencegah bau yang
mengganggu penciuman dan menciptakan nilai estetika yang bagus.

C. Pihak yang Terlibat dan Peranan


Yang berperan dalam pemilahan sampah infeksius dan non-infeksius yaitu tenaga
Kesehatan Puskesmas dan pengunjung Puskesmas.

D. Sasaran
Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh Tenaga Kesehatan terutama nakes
Medis.

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 36

E. Rincian Kegiatan
Rincian kegiatan adalah :
1. Penyediaan tempat sampah
2. Pembuatan SOP
3. Sosialisasi Pemilahan sampah

F. Metode Pelaksanaan
Untuk metode pelaksaan pemilahan sampah maka tim NS membuat panduan berupa
SOP kemudian mensosialisasikan kepada tenaga kesehatan lainnya dan membuat
tulisan disetiap tempat sampah dan warna Plastik yang berbeda yang bertujuan untuk
memudahkan pemilahan sampah oleh tenaga kesehatan yang mengasilkan sampah.
Pemilahan sampah dilakukan secara langsung, tidak dikumpulkan pada satu tempat
kemudian dipilah diakhir. Untuk pemusnahan limbah infeksius yang benda tajam, Tim
menggunakan alat Needle Destroyer dan membuat panduan SOP kemudian
mensosialisasikan cara penggunaan alat tersebut kepada nakes lainnya.

G. Pencapaian
Dari hasil pengamatan tersebut, tenaga Kesehatan Lingkungan Tim NS membakar
sampah yang sudah menumpuk. Sementara untuk needle dimusnahkan dengan
menggunakan alat Destroyer Needle yang selama ini tidak difungsikan. Sehingga
penanganan Needle dapat teratasi. Tenaga Kesehatan lingkungan juga berupaya
untuk memperbaiki pemilahan sampah dengan memanfaatkan tempat sampah yang
tersedia walaupun jumlahnya hanya dua (2) . Pemilahan sampah infeksius khusus
benda tajam,Flacon,Ampul,Pecahan Kaca di masukkan kedalam wadah yang tahan
tusuk. Karena jika dimasukkan ke dalam tempat sampah yang dilapisi Plastik maka
benda tajam akan merobek Plastik tersebut dan pada saat mengangkat sampah ke
TPS bisa menimbulkan kecelakaan kerja.

Pemilahan sampah di Puskesmas Pasikolaga sudah dilakukan dan membuat SOP


pemilahan sampah. Pemilahan sampah dengan 3 kategori yaitu :

1. Limbah Infeksius
2. Limbah Benda tajam
3. Limbah non-infeksius

Tempat sampah belum tersedia di ruang KIA,KB dan Laboratorium, akan tetapi
Puskesmas akan menyediakan tempat sampah sesuai dengan kebutuhan. Untuk
sementara tempat sampah masih ditempatkan di Poli Umum.

Selama 1 bulan berjalan pemilahan sampah infeksius dan non-infeksius sudah dipilah
sesuai dengan jenis dan wadah yang disediakan. Akan tetapi masih ada juga

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 37

ditemukan yang bergabung dan penempatan sampah tidak pada tempatnya. Dengan
terlaksananya Pemilahan sampah ini diharapakan kepada tenaga kesehatan untuk
melakukan pemilahan sampah sesuai dengan jenis nya .

H. Evaluasi dan Rekomendasi


Kegiatan Evaluasi Rekomendasi

Pemilahan sampah - Tempat sampah belum - Perlu pengadaan tempat


infeksius dan non- tersedia sesuai sampah sesuai dengan
infeksius dan kebutuhan kebutuhan
pemusnahan
sampah
- Plastik untuk melapisi - Sebaiknya Plastik tersedia
tempat sampah tidak untuk melapisi tempat
tersedia sampah agar mudah pada
saat pengangkutan
sampah

- Pemusnahan sampah - Sebaiknya Puskesmas


infeksius belum bekerjasama dengan
maksimal Dinkes Kabupaten untuk
memusnahkan sampah
infekius maupun
membuat incinerator
sederhana di Puskesmas

- Masih ada Nakes belum - Perlu sosialisasi kembali


memilah sampah sesuai tentang pemilahan
dengan jenisnya sampah

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 38

I. Dokumentasi

Needle Destroyer : Alat untuk memusnahkan Needle

Pemusnahan Needle dengan Needle Destroyer

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 39

Sisa Dari Pembakaran Needle Di Wastage Box

Pemilahan Sampah Medis

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 40

Contoh Draft SPO unit Kesling (Pengelolaan


Sampah Medis dan penggunaan Needle Destroyer)

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 41

PROMOSI KESEHATAN :
PENYULUHAN KESEHATAN PADA
LANSIA DI POSYANDU LANSIA

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 42

Promosi Kesehatan : Penyuluhan Kesehatan pada Lansia di


Posyandu Lansia
A. Latar Belakang
Keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan merupakan hal yang lumrah yang
dihadapi oleh masyarakat di daerah terpencil. Tidak hanya minim sarana fasilitas
kesehatan, kondisi geografis yang cukup sulit makin memperbesar hambatan yang
dihadapi oleh masyarakat. Terlebih bila masyarakat yang membutuhkan pelayanan
kesehatan memiliki keterbatasan fisik seperti lanjut usia yang terbatas dalam
mobilitasnya.

Sebagai upaya dalam pembangunan kesehatan yang merata, sudah semestinya akses
pelayanan kesehatan merata sampai ke daerah yang terpencil. Minimnya fasilitas tidak
mengurangi semangat untuk melayani masyarakat. Untuk itu metode yang digunakan
adalah mendekatkan sarana dan tenaga kesehatan ketengah masyarakat yang
membutuhkan, dalam hal ini lanjut usia (lansia). Salah satu bentuk kegiatan yang
dilakukan adalah dengan posyandu lansia.

Posyandu Lansia atau Kelopok Usia Lanjut (POKSILA) adalah suatu wadah pelayanan
bagi usia lanjut di masyarakat, dimana proses pembentukan dan pelaksanaannya
dilakukan oleh masyarakat bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), lintas
sektor pemerintah dan non-pemerintah, swasta, organisasi sosial dan lain-lain, dengan
menitik beratkan pelayanan pada upaya promotif dan preventif. Posyandu lansia
dilakukan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dalam
hal ini Lansia. Lansia dikelompokan dalam golongan umur lebih dari 54 tahun. Dengan
kondisi keterbatasan fisik, posyandu lansia dapat menjadi solusi akses pengobatan
bagi lansia.

Namun, dalam perkembangannya, selama ini pelaksanaan posyandu lansia hanya


terfokus pada pengobatan saja. Masih terfokusnya pelayanan pada aspek kuratif
berdampak pada upaya kesehatan yang tidak maksimal. Penekanan pada aspek
promotif dan preventif menjadi bagian yang penting yang tidak bisa dipisahkan dalam
pelayanan kesehatan yang holistik.

Mengingat betapa pentingya promosi kesehatan dilakukan, tim Nusantara Sehat


melihat ini sebagai kekurangan dan juga sebagai peluang. Kekurangan pada
pelakasanaan posyandu lansia namun juga peluang dalam memberikan kontribusi bagi
pelayanan kesehatan yang lebih baik. sehingga dalam kesempatan posyandu lansia
yang telah dilaksanakan, kegiatan posyandu lansia tidak lagi hanya sebatas
pengobatan saja melainkan ada penambahan kegiatan penyuluhan kesehatan.

B. Tujuan
Meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada lansia. Adapun pelayanan kesehatan
yang dilakukan adalah pengobatan dasar dan penyuluhan.

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 43

C. Pihak yang Terlibat dan Peranan


Pihak-pihak yang ikut terlibat dalam Kegiatan Posyandu Lansia yaitu pihak puskesmas,
tim nusantara sehat, kader, dan Aparat Desa.

D. Sasaran
Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat kelompok Lansia di wilayah kerja
puskesmas Pasikolaga meliputi 4 desa diantaranya, Kolese, Mataindaha, Lambelu dan
Tampunabale.

E. Rincian Kegiatan
Tahap pertama persiapan di puskesmas, tahap kedua adalah pelayanan kesehatan di
desa yang di kunjungi dalam kegiatan Posyandu lansia yaitu desa Kolese, Mataindaha,
Lambelu, dan Tampunabale

F. Metode Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan posyandu lansia sudah diberikan kepada kader kesehatan di
masing-masing desa. Kader kesehatan memberitahukan kepada seluruh masyarakat
lansia yang memerlukan pelayanan kesehatan untuk datang ke posyandu lansia esok
hari. Pada hari pelaksanaan kegiatan, Tim puskesmas menggunakan mobil puskesmas
keliling memberitahukan kembali masyarakat adanya kegiatan posyandu lansia keliling
di jalanan desa hari tersebut. Ditempat kegiatan dipersiapkan meja, kursi, alat
penimbangan, tensimeter, stetoskop dan obat-obat. Sebelum dimulainya pengobatan,
pencatatan di lembar register posyandu lansia dilakukan, dilanjutkan dengan
penimbangan berat badan. Setelah peserta posyandu yang hadir dirasa cukup, maka
penyuluhan kesehatan dimulai dengan topik Penyakit tidak menular. Penyuluhan
menggunakan metode pemaparan materi kesehatan dengan lembar balik dan
dilanjutkan dengan tanya jawab. Setelah selesai mendapatkan penyuluhan kesehatan,
pasien kemudian menerima pelayanan pengobatan.

G. Pencapaian
Pelaksanaan posyandu lansia di empat desa dilaksanakan setiap satu bulan sekali.
Kegiatan posyandu lansia yang pada awalnya hanya dilakukan pengobatan, saat ini
sudah dilakukan kegiatan promosi kesehatan yaitu penyuluhan mengenai penyakit
tidak menular. Topik yang diberikan saat penyuluhan pada posyandu lansia setiap
bulannya berbeda. Diharapkan dengan adanya tambahan kegiatan penyuluhan
kesehatan. Peserta posyandu lansia tidak hanya datang ke posyandu lansia untuk
mendapatkan pengobatan namun bisa memahami penyakit yang dideritanya.
Sehingga harapannya pasien dapat melakukan upaya pencegahan secara mandiri.

Kegiatan posyandu lansia dengan penyuluhan kesehatan dilakukan di empat desa.


Dengan rincian sebagai berikut :

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 44

1. Posyandu Lansia Mataindaha


Nama Kegiatan : Posyandu Lansia
Tempat Kegiatan : Balai Desa
Desa : Mataindaha
Waktu Pelaksanaan : 22 Agustus 2016
Topik Penyuluhan Kesehatan : Hipertensi
No Nama Umur Jk Diagnosa BB TD
1 Muhaya 46 P Myalgia+ Dispepsia 61.7 110/70
2 Wa Wedi 64 P RA 40.8 120/80
3 Syahida 66 P HT Grade II 62.2 160/100
4 Wa Opi 56 P Ispa 36 130/60
5 Muna 80 P Ispa 43.2 140/90
6 Wa Sima 46 P HT Grade II 61.3 160/100
7 WD. Maasa 65 P Dyspesia + Myalgia 38.1 110/60
8 WD. Nafia 49 P HT Grade II 50.9 170/100
9 Wa Ode Tiu 65 P Myalgia+ Dispepsia 36.9 130/70
10 Wa Beti 57 P Myalgia+ Dispepsia 36.9 120/90
11 Wa Tafia 65 P HT Grade II 44.6 150/90
12 Siamin 43 L Atalgia 64.9 120/80
13 Langka Numesa 54 L Atalgia 61.6 110/70
14 Wa Ode Aini 51 P myalgia 48.6 140/90
15 Wa Impa 64 P HT Grade II 68.5 170/100

2. Posyandu Lansia Kolese


Nama Kegiatan : Posyandu Lansia
Tempat Kegiatan : Pustu
Desa : Kolese
Waktu Pelaksanaan : 23 Agustus 2016
Topik Penyuluhan Kesehatan : Hipertensi
No Nama Umur Jk Diagnosa BB TD
1 Wa Kuhu 70 P HT. Grade II 75.4 170/100
2 Limuddin 62 L Cepalgia/ Myalgia 47.3 140/80
3 Wa Balimu 54 P Myalgia 49.2 130/70
4 Wa Luuni 60 P Cepalgia 31.8 100/60
5 Wa Indaha 52 P Myalgia 42.1 100/60
6 Wa Sai 60 P Myalgia 46.4 150/90
7 La Ege 80 L HT. Grade II 57.1 170/100
8 Wa Bake 65 P CHF 46.3 110/90

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 45

9 Wa Ode Asta 80 P Dyspepsia + Atalgia 34.7 90/60


10 Wa Ode Bini 46 P Atalgia 55.2 120/80
11 Wa Saida 68 P Caries 43.9 140/90
12 Halifa 64 P Mcu 47.9 137/70
13 Wa Imamah 71 P Dyspepsia 54.1 140/80
14 Wa Lidha 50 P Myalgia 33.9 100/70
15 La Ajibaresi 67 L Cepalgia 56.5 120/70
16 Woulu 60 P Eksim 48.5 90/60
17 Saema 70 L HT. Grade I + Atalgia 54 150/80
18 La Lihu 65 L Ispa 57.3 140/90
19 Wa Ndropi 62 P HT. Grade II 64.4 160/90
20 ST. Salmi 48 P HT. Grade II 48 140/80
21 LD. Gamuha 63 P Cepalgia 56.5 130/80

3. Posyandu Lansia Kolese


Nama Kegiatan : Posyandu Lansia
Tempat Kegiatan : Balai Desa
Desa : Lambelu
Waktu Pelaksanaan : 24 Agustus 2016
Topik Penyuluhan Kesehatan : Hipertensi
No Nama Umur Jk Diagnosa BB TD
1 Wa Dha 60 P Myalgia + Dispepsia 50.5 120/60
2 La Timau 73 L Myalgia + Ispa 48 100/60
3 La Jiwa 56 L Myalgia 63.2 110/70
4 Wa Saimo 59 P Dispepsia + Ispa 46.7 100/60
5 Wa Aenu 55 P Myalgia 58.5 120/80
6 WD. Bina 70 P HT. Grade II 58.7 220/110
7 WD. Samia 72 P HT. Grade II 38.2 170/100
8 Wa Ara 51 P Myalgia 43.7 130/80
9 Wa Samu 58 P Myalgia 53 130/70
10 Wa Fahu 80 P Myalgia 59.7 140/80
11 Wa Saleha 46 P Myalgia 79 120/80
12 Mariatin Ab 35 P Myalgia 62 110/70
13 Abdul Rahman 40 L Urtikaria 60.3 110/80
14 Wa Nai 66 P Myalgia 65 130/80
15 La Engko 78 L Myalgia 63 130/80
16 Nasmidar 39 P Myalgia 59 140/80
17 Baharudin 40 L Cepalgia 59 100/80

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 46

18 Anwar 45 L Cepalgia 75.6 130/80


19 La Saupa 76 L Myalgia 51 120/80
20 Wa Nasia 64 P Myalgia 33.1 130/80
21 Wa Runaini 70 P Myalgia 46 130/90

4. Posyandu Lansia Kolese


Nama Kegiatan : Posyandu Lansia
Tempat Kegiatan : Puskesmas
Desa : Tampunabale
Waktu Pelaksanaan : 25 Agustus 2016
Topik Penyuluhan Kesehatan : Hipertensi
No Nama Umur Jk Diagnosa BB TD
1 WD. Hamina 79 P HT. Grade II + Myalgia 52 180/100
2 Sertina 34 P Myalgia 44.5 110/70
3 WD. Ambe 54 P Myalgia 68.7 120/80
4 Wa Tombi 72 P Myalgia 52.3 130/90
5 Wa Laana 60 P Cepalgia 45.9 140/80
6 Wa Sawia 50 P Ispa 52.7 120/70
7 La Kala 60 L Myalgia 46.6 130/90
8 La Saini 70 L HT. Grade II + Myalgia 47.1 150/90
9 Wa One 52 P Myalgia 46.8 110/70
10 Wa Hasa 52 P Myalgia 76 140/90
11 Muslimin 50 L Ispa 50.2 100/70
12 Malifa 78 P Myalgia 48.2 120/80
13 Samlia 43 P Myalgia + Dispepsia 58.2 110/70
14 WD. Rosalina 54 P Myalgia 58.5 130/80
15 Baharuddin 60 L Tinea Capitis 57.5 130/80
16 WD. Senda 51 P OA 61.7 120/90
17 Hapsa 50 P Chepalgia 49.2 90/70

H. Evaluasi dan Rekomendasi


No Kegiatan Evaluasi Rekomendasi

1 Posyandu Lansia - Partisipasi Lansia yang Sosialiasi kegiatan


datang ke Posyandu harus dimaksimalkan.
Lansia masih kurang Kader kesehatan
diberdayakan untuk
aktif mengajak lansia
datang ke posyandu

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 47

lansia

Media penyuluhan
- Penyuluhan Kesehatan yang diperbanyak dan
yang belum terlaksana lebih variatif
secara interaktif

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016
| 48

I. Dokumentasi Kegiatan

Kegiatan Pengobatan pada Posyandu Lansia

Penyuluhan Kesehatan pada Lansia dengan Topik Hipertensi

Nusantara Sehat Laporan Kuartal I


Puskesmas Pasikolaga 2016

Anda mungkin juga menyukai