Anda di halaman 1dari 3

Assalamualaikum Warahmatullahi wabaraktuh

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita berbagai
nikmat yang tak terhingga dan atas berkat rahmat dan karunianya kita
dapat berkumpul dalam suatu forum yang sangat luar biasa ini.
Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi
Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umat beliau.

Hadirin sekalian yang saya hormati

Kita semua tentu memahami situasi pelik yang sedang kita hadapi
baru-baru ini, terutama yang kita rasakan di awal pemerintahan rezim
yang berkuasa saat ini. Bukan bermaksud memojokkan pimpinan
negara dengan alasan politis, akan tetapi peryataan yang saya
lontarkan tersebut cukup beralasan dengan landasan fakta berupa
data yang saya temukan dari para ekonom di negeri ini.

Sebagai bagian dari warga masyarakat Indonesia, tentu saja kita patut
prihatin dengan keadaan perekonomian bangsa saat ini. Kondisi
perekonomian bangsa saat ini bukannya malah semakin membaik,
malah sebaliknya semakin menunjukkan keterpurukannya. Ditambah
lagi kondisi rupiah saat ini yang kian hari semakin melemah terhadap
nilai tukar mata uang dollar. Tentu hal tersebut turut membawa
dampak luar biasa bagi kehidupan perekonomian masyarakat bawah.
Dampak tersebut terlihat jelas dengan adanya kenaikan harga,
meningkatnya angka pengangguran akibat banyaknya perusahaan
yang gulung tikar, meningkatnya angka kriminalitas akibat kemiskinan,
dan masih banyak lagi.

Melihat adanya kenyataan semacam ini banyak diantara warga


masyarakat yang serta merta menyalahkan pemerintah. Memang
benar pemerintah yang memiliki peranan paling penting dalam
meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam hal ini adalah stabilitas
perekonomian bangsa. Akan tetapi terdapat banyak faktor yang
melatarbelakangi hal tersebut disamping kinerja pemerintah yang
buruk. Salah satunya adalah minimnya jumlah pengusaha yang
mengembangkan sektor industri kelas menengah ke bawah. Sehingga
tidak banyak penyerapan tenaga kerja yang berdampak pada
meningkatnya jumlah pengangguran. Banyaknya jumlah
pengangguran akan berdampak pada kemiskinan dan meningkatnya
angka kriminalitas. Hal tersebut tentu berujung pada terpuruknya
perekonomian warga masyarakat terutama yang berada di kelas
bawah.

Sebagian besar warga masyarakat beranggapan bahwa menjadi


penjabat negara, pegawai negeri sipil, atapun pegawai BUMN adalah
suatu capaian prestise yang harus mereka tuju. Padahal sejatinya
pendapatan para pegawai negara tersebut bersumber dari APBN yang
tentu saja berasal dari pungutan pajak rakyat. Produktivitas pegawai
negara secara umum tidak akan berdampak apa-apa pada
perekonomian makro dalam lingkup negara. Geliat perokonomian akan
muncul dari aktivitas perniagaan yang terjadi mulai dari kalangan akar
rumput sampai pada kelas atas. Dengan kata lain, peningkatan
perekonomian dapat dilakukan dengan mengambil peranan sebagai
seorang pengusaha. Bukan dengan menjadi seorang pegawai
pemerintahan ataupun pegawai BUMN yang selama ini dinilai sebagai
profesi ‘aman’ dan sejahtera.

Aktivitas perniagaan akan sangat membantu dalam meningkatkan


perekonomian bangsa. Peningkatan perekonomian bangsa dapat dilihat
dari meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraan rakyatnya. Melalui
aktivitas perniagaan, taraf hidup dan kesejahteraan dapat meningkat
dengan adanya perputaran roda perekonomian. Kegiatan ekonomi
mulai dari produksi, distribusi, sampai pada konsumsi, akan berjalan
dengan stabilitas yang terukur. Sebagai ilustrasi, seorang sarjana
lulusan fakultas Ekonomi membuka usaha kecil dalam bidang kuliner.
Ia membuka sebuah rumah makan Padang. Untuk menjalankan
usahanya tersebut, ia membutuhkan karyawan untuk memasak,
mencuci piring, mengantar pesanan makanan, dan lainnya. Dilihat dari
bagian ini saja sudah nampak upaya pemberantasan kemiskinan
dengan adanya pemberdayaan karyawan. Secara tidak langsung
peningkatan perekonomian rakyat pun mulai terlihat geliatnya. Di sisi
lain, sarjana Ekonomi tersebut dalam menjalankan usahanya tentu
membutuhkan bahan dasar seperti beras, daging, bumbu dapur,
santan kelapa, dan lainnya. Karenanya ia membutuhkan pemasok atau
supliyer bahan dasar untuk usahanya tersebut. Dengan ini muncul
sebuah permintaan dan kembali akan memutarkan roda ekonomi.
Dengan ilustrasi sederhana tersebut nampaknya telah jelas bahwa
peran pengusaha dalam sektor perniagaan dapat menjadi alternatif
pilihan yang sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi bangsa. Selain itu
peran pemerintah juga dibutuhkan dalam mendukung peningkatan
perekonomian melalui sektor perniagaan tersebut. Misalnya dengan
memberikan pinjaman modal usaha tanpa bunga, pelatihan
kewirausahaan, dan lain sebagainya. Sinergisasi antara pengusaha dan
pemerintah diharapkan akan berdamoak baik bagi pertumbuhan
ekonomi kerakyatan bangsa Indonesia.

Demikian beberapa hal singkat yang saya sampaikan mengenai


perekonomian rakyat yang berdampak pada peningkatan ekonomi
bangsa. Mungkin saja yang saya sampaikan tadi tidaklah bersifat
ilmiah karena hanya berlandaskan pada riset dan pengalaman pribadi
saja. Akan tetapi saya berharap apa yang saya sampaikan tadi dapat
membawa manfaat bagi kita semua terlebih pada bangsa dan negara,
terima kasih.

Wabillahitaufik walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi


wabarakatuh.