Anda di halaman 1dari 2

a.

Repurchase of stock

Perusahaan sering harus melakukan Repurchase of Stock atau pembelian kembali sahamnya
karena memiliki kelebihan kas , dan tidak ada kesempatan investasi yang menguntungkan .
Alasan lain mungkin karena perusahaan akan melakukan penggabungan usaha dengan
perusahaan lain . Dalam kondisi ini tak ada kesempatan investasi yang menguntungkan , maka
pemberian dividen atau pembelian saham tidak ada pajak dan biaya transaksi bagi investor
sama saja . Dengan pembelian kembali , maka jumlah lembar saham akan lebih besar , akhirnya
harga pasar saham akan meningkat .

Contoh :
Suatu perusahaan memiliki laba dan harga pasar saham sebagai berikut .
Laba setelah pajak 40.000.000
Jumlah saham beredar 500.000
Laba per lembar saham 80
Harga pasar saham setelah dividen 960
P/E ratio 12 kali

Misalkan perusahaan akan membagikan keuntungan sebesar Rp. 20.000.000 sebagai


pembayaran dividend an pembelian saham , maka dividen per lembar saham menjadi
20.000.000/500.000 = 40,00 . Dengan demikian , investor berharap harga saham sebelum
dividen dibayarkan adalah sebesar Rp.1000.000

Misalkan Perusahaan akan membeli saham dengan dana Rp. 20.000.000 , maka akan dapat
dibeli saham sebanyak Rp.20.000.000 / 1000 = 20.000 lembar saham , sehingga jumlah lembar
saham yang beredar menjadi 48.000 lembar . Jadi keuntungan per lembar saham menjadi Rp.
40.000.000 / 480.000 = Rp.83,33

Apabila P/E ratio perusahaan tidak berubah sebesar 12 kali , maka harga pasar saham secara
keseluruhan tidak mengalami perubahaan yakni 83.33 x 12 = Rp. 1000.000 . Dengan demikian ,
yang diterima investor baik lewat pembagian dividen maupun pembelian kembali saham adalah
sama sebesar Rp. 40,00

Untuk melakukan pembelian kembali ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu perusahaan
memberikan penawaran atau dengan cara membeli langsung ke pasar . Dengan tender
penawaran , perusahaan membuat penawaran formal kepada pemegang saham untuk membeli
sejumlah sahamnya pada tingkat harga tertentu . Harga itu biasanya sedikit di atas harga pasar
saat ini , kemudian pemegang saham dapat mengumpulkan sahamnya untuk kemudian dibeli
perusahaan . Cara lain adalah dengan membeli langsung di pasar modal dalam hal ini peran
pialang akan membantu . Sebagai imbalannya perusahaan melakukan pemberian fee sebesar
presentase tertentu . Sebelum perusahaan melakukan pembelian saham sebaiknya perusahaan
memberikan informasi terlebih dahulu kepada pemegang saham mengenai tujuan dan
diadakannya pembelian kembali saham perusahaan .
Brigham dan Housten ( 2002 ) mengungkapkan keuntungan dan kerugian repurchases of stock
ialah :

1. Keuntungan Repurchases of stock :


a. Repurchases of Stock dipandang sebagai indikasi bahwa saham dinilai terlalu rendah
atau undervalued
b. Pemegang saham memiliki pilihan untuk menjual saham mereka atau tidak
c. Dari pandangan manajemen pembelian kembali saham memberikan beberapa
keuntungan bila dibandingkan dengan pembayaran dividen . Misal , bila terjadi
kelebihan aliran kas yang bersifat sementara , manajemen lebih baik mendistribusikan
aliran kas tersebut dalam bentuk repurchases of stock dari pada membayar pembayaran
dividen memiliki konsukensi untuk mempertahankan kenaikan di masa dating .
d. Merupakan satu cara praktis bagi manajemen untuk melakukan restrukturisasi
keuangan perusahaan . Misal perusahaan mungkin akan menjadi lebih baik apabila
menggunakan utang lebih besar dalam struktur modalnya . Salah satu cara yang dapat
ditempuh dengan mengeluarkan obligasi kemudian melakukan repurchases of stock
dengan menggunakan dana yang berasal dari penjualan obligasi .

2. Kerugian repurchases of stock :


a. Perusahaan mungkin membayar terlalu tinggi untuk repurchases of stock perusahaan ,
sehingga sangat merugikan pemegang saham yang memilih untuk tidak menjual
sahamnya .
b. Tidak semua investor memperoleh manfaat atas repurchases of stock , karena tidak
mengetahui implikasinya saat ini dan prosper di masa mendatang .
c. Perusahaan bisa dikenakan pinalti apabilan alasan repurchases of stock ini dilakukan
untuk menghindari pajak atas dividen
d. Beberapa investor memandang bahwa Repurchases of stock dalam jumah merupakan
indikasi perusahaan tidak memiliki pertumbuhan yang baik