Anda di halaman 1dari 9

KINERJA LEMBAGA PENDIDIKAN MELALUI PROSES AUDIT

Nama Kelompok :
1. Chafidotul Bashor D03216004
2. Naila Afifa Rohmatillah D03216026
3. Naylun Nada D93216082

Dosen Pembimbing : Sulanam, M.Pd


Mata Kuliah : Auditing Pendidikan

A. Standar Kinerja Lembaga Pendidikan

Tugas-tugas Pokok Kinerja Pendidik


Tugas Guru dalam bidang Profesi
Yaitu suatu proses transmisi ilmu pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai
hidup menurut Undang-Undang Guru dan Dosen (UU.RI.No.14 th 2005) yang
terdapat dalam bab 2 "KEDUDUKAN,FUNGSI DAN TUJUAN" Pada Pasal 4
bahwa :
Seorang guru memiliki tugas sebagai berikut :
“Kedudukan Guru sebagai Tenaga Profesional sebagaimana dimaksud dalam
pasal 2 ayat 1 berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai
agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional”
1. Guru Sebagai Pendidik
Guru adalah seorang pendidik yang menjadi tokoh / panutan bagi peserta didik dan
lingkungannya.Maka seorang guru itu harus :
a. Mempunyai standar kualitas pribadi yang baik
b. Bertanggung jawab terhadap tindakannya dalam proses pembelajaran di
sekolah
c. Berani mengambil keputusan berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan
kompetensi.
2. Guru Sebagai Pelajar
Di dalam tugasnya seorang guru membantu peserta didik dalam meneruskan dan
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.Maka seorang guru harus
mengikuti perkembangan teknologi agar apa yang di bawakan seorang guru
pengajarannya tidak jadul.
3. Guru Sebagai Pembimbing
Sebagai Pembimbing seorang guru dan siswa di harapkan ada kerja sama yang
baik dalam merumuskan tujuan secara jelas dalam proses pembelajaran.
4. Guru Sebagai Pengarah

1
Seorang guru di harapkan dapat mengarahkan peserta didiknya dalam memecahkan
persoalan yang telah di hadapinya dan bisa mengarahkan kepada jalan yang benar
apabila mengalami persoalan yang negatif yang telah menimpa dirinya.
5. Guru Sebagai Pelatih
Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan pada peserta didik dalam membentuk
kompetensi dasar sesuai dengan potensi masing-masing dari peserta didik.
6. Guru Sebagai Penilai
Penilaian merupakan proses penetapan kualitas hasil belajar / proses untuk
menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran peserta didik yang meliputi
tiga tahap yaitu : Persiapan,Pelaksanaan dan Tindak lanjut.1

1. Fungsi Kinerja Pendidik


Menurut UU.RI.No.14 th 2005 bab 2 pasal 5 yang berbunyi :
Kedudukan dosen/guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam
pasal 3 ayat 1 berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran dosen/guru
sebagai agen pembelajaran,pengembang ilmu pengetahuan,tekhnologi dan seni
serta pengabdi kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan
nasional. Adapun Fungsi Guru sebagai berikut :
1. Sumber Belajar
Mengingat tugas guru sebagai transmisi ilmu,maka di harapkan mampu menguasai
materi yang di ajarkannya.Sebab seorang guru merupakan sumber dari
belajarnya.Apa yang tidak di pahami oleh peserta didik,diharapkan seorang
gurulah yang akan membantunya dalam memecahkan persoalan yang di hadapi.

2. Fasilitator
Sebagai fasilitator seorang guru berperan sebagai pendamping belajar para peserta
didiknya dengan suasana yang menyenangkan.Agar dapat melaksanakan tugas
sebagai fasilitator ada beberapa hal yang harus di pahami guru :
a. Memahami berbagai jenis media dan sumber belajar beserta fungsi masing-
masimg media tersebut
b. Mempunyai ketrampilan dalam merancang suatu media
c. Mampu mengorganisaikan berbagai jenis media serta dapat memanfaatkannya
sebagai sumber belajar
d. Mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan
peserta didik

3. Pengelolah
Seorang guru sebagai pengelolah pembelajaran berperan dalam menciptakan
iklim belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan nyaman.
1 UU RI No. 14 tahun 2005 pasal 4. Tentang Tugas Pendidik
2
Sebagai manager,guru memiliki 4 fungsi umum :
a. Merencanakan tujuan belajar
b. Mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan
belajar
c. Memimpin,meliputi : memotivasi,mendorong dan menstimulasi peserta
didik
d. Mengawasi segala sesuatu dalam rangka mencapai tujuan

4. Demonstator
Seorang guru dapat mempertunjukkan kepada peserta didik agar memahami
dan mengerti dari setiap pesan yang di sampaikannya.

5. Pembimbing
Setiap peserta didik pada saat lahir telah memiliki potensi-potensi yang
kemudian dapat di tumbuhkembangkan sesuai dengan potensinya.Maka
seorang guru berperan dalam membimbing dan mengarahkannya.

6. Motivator
Untuk menghasilkan sistem belajar yang optimal seorang guru di tuntut
kreatif dalam membangkitkan motivati belajar peserta didiknya dengan cara:
a. Memperjelas tujuan yang ingin di capai
b. Membangkitkan minat peserta didik dalam belajar
c. Menciptakan suasana yang menyenangkan
d. Memberikan pujian terhadap keberhasilan peserta didik
e. Memberi komentar yang mendidik tentang hasil pekerjaan peserta didik

7. Evaluator
Dengan adanya evaluasi seorang guru dapat mengetahui apakah siswanya
telah berhasil sehingga mereka layak untuk diberikan materi yang baru
ataukah sebaliknya sehingga mereka perlu adanya remidi.
Dengan adanya pemahaman tentang pentingnya tugas dan fungsi guru
profesional,semoga guru sekarang tidak terjangkit oleh virus penyakit yang
dapat menyerang seorang guru,melemahkan kualitas guru,dan berdampak
negatif pada upaya peningkatan mutu pendidikan.2

e. Uraian Jabatan Pendidik


Uraian Tugas Wali Kelas
Wali Kelas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a. pengelolaan kelas yang meliputi ketersediaan :
1. denah tempat duduk siswa,
2. bendera Merah Putih
2 UU RI No. 14 tahun 2005 pasal 5. Tentang Fungsi Pendidik
3
3. papan absensi siswa,
4. daftar pelajaran kelas,
5. daftar piket kelas,
6. buku absensi kelas,
7. buku kegiatan pembelajaran / buku agenda kelas, dan
8. jam dinding
9. tanaman/penghijauan kelas
10. tata tertib kelas.

b. penyusunan / pembuatan statistik kehadiran dan prestasi bulanan siswa,


c. pembuatan daftar kumpulan nilai siswa (legger),
d. pembuatan catatan khusus tentang siswa,
e. pencatatan mutasi siswa,
f. mengingatkan kewajiban administrasi keuangan siswa di kelasnya
g. memproyeksikan peringkat calon siswa jalur PMDK
h. pengisian buku Laporan Penilaian Hasil Belajar/rapor
i. pembagian buku Laporan Penilaian Hasil Belajar/rapor
j. Berkoordinasi dengan guru BK untuk melaksanakan penangan siswa dan
home visit
k. Berkoordinasi dengan seluruh WKM

Uraian Tugas Guru

a. membuat dan menyiapkan program serta perangkat pembelajaan


b. Melakukan sosialisasi Kompetensi Dasar (KD), Standar Kompetensi, Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM), Sistem dan prosedur penilaian kepada siswa di awal
pertemuan sebelum proses belajar mengajar awal dimulai
c. Melaksanakan kegiatan penilaian berkesinambungan
d. Membuat daftar nilai
e. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
f. Melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran
g. Membuat bahan ajar
h. Membuat alat peraga/pelajaran

4
i. Membuat media pembelajaran
j. Melaksanakan tugas tambahan di sekolah
k. Mengadakan pengembangan setiap bidang pelajaran yang menjadi
tanggungjawabnya
l. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa yang
diajarnya
m. Meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran
n. Ikut berperan aktif dalam menegakan disiplin siswa
o. Bertanggung jawab terhadap kebersihan dan penghijauan ruang kelas dan ruang
praktikum

p. Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya

q. Berkoordinasi dengan guru BK untuk melaksanakan penanganan siswa dan


home visit

r.Berkoordinasi dengan seluruh WKM

Uraian Jabatan Bagi Tenaga Kependidikan meliputi:

1. Kepala Bagian Tata Usaha, adapun tugasnya yaitu:


Menyusun rencana operasional dan Program Kerja Bagian serta petunjuk pimpinan sebagai
pedoman pelaksanaan tugas, agar pekerjaan berjalan tertib dan lancar;`
Tahapan:
a) Mempelajari renstra. OTK, rincian tugasBagian dan Sub Bagian;
b) Menelaah program kerja Kabag tahun sebelumnya;
c) Menyusun rencana operasional Kabag;
d) Mengkonsultasikan rencana operasional Kepala Bagian dengan pimpinan untuk mendapat
arahan;
e) Melakukan perbaikan dan menetapkan rencana operasional Kabag.
2. Menelaah peraturan perundang-undangan di bidang Administrasi Umum, Perlengkapan, Keuangan,
Kepegawaian dan Pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Fakultas

5
Tahapan:
a) Menghimpun peraturan perundangan yang berhubungan dengan Administrasi Umum,
Perlengkapan, Keuangan, Kepegawaian dan Pendidikan

b) Mengkaji peraturan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas.

c) Menjelaskan peraturan kepada bawahan untuk dipakai sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas.

3. Mendistribusikan tugas kepada Kasubag sesuai dengan tugas pokok dan fungsi agar dapat
dijalankan dengan penuh tanggungjawab;

Tahapan:
a) Mengiventarisir dan mengevaluasi beban kerja tahun berjalan;
b) Menjabarkan rencana Operasional menjadi kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakan Kabag;

c) Mengklasifikasi kegiatan berdasarkan tugas pokok dan tanggungjawab Kepala Sub Bagian;
d) Menentukan standar waktu penyelesaian pelaksanaan tugas;

e) Mendelegasikan kewenangan pelaksanaan tugas kepada bawahan.

4. Memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada Kasubag sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku
agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas;

Tahapan:
a) Memaparkan kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakanoleh Kabag;
b) Menghimpun saran dan masukan dari Kasubag;

c) Menelaah saran dan masukan untuk menjadi acuan tugas;


d) Memberikan arahan pelaksanaan tugas berdasarkan acuan kepada Kabag.

5. Menyelia pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan secara berkala sesuai dengan peraturan dan
prosedur yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang diharapkan;

Tahapan:
a) Menentukan jadwal penyeliaan tugas bawahan;

b) Menelaah konsep/hasil kerja yang dilakukan bawahan;

c) Menentukan standar kualitas dan/atau kuantitas hasil kerja;

d) Mengidentifikan kesalahan dalam hasil kerja sesuai dengan standar yang telah ditentukan;

e) Membuat koreksi pada hasil kerja berupa catatan tertulis;

6
f) Memberikan arahan terkait koreksi hasil kerja bawahan.

f. SOP Pendidikan
Adapun SOP (Standar Operasional Prosedur) di Bidang Pendidikan meliputi
beberapa hal yaitu :

g. Standar Biaya Pendidik

B. Audit Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan


Audit kinerja merupakan bagian integral dari manajemen terhadap hasil-hasil
(managing for result) yang meliputi perencanaan strategik, perencanaan kinerja tahunan,
anggaran berbasis kinerja, sistem pengindikator kinerja, analisis dan pelaporan capaian
kinerja. Oleh karena itu, dalam melaksanakan audit kinerja adalah penting bagi auditor
untuk memiliki pengetahuan yang memadai tentang pengelolaan terhadap hasil-hasil,
khususnya sistem perencanaan, penganggaran dan sistem pengindikator kinerja yang
dimiliki atau melekat pada suatu instansi pemerintah (BPKP,2004).3
Adapun Audit kinerja dibagi menjadi dua yaitu Audit kinerja pendidik dan Audit kinerja
kependidikan :
1. Audit Kinerja Pendidik
Audit kinerja pendidik pada hakekatnya adalah merupakan suatu proses kegiatan
evaluasi atau pengujian secara sistematis yang berisi tentang metode dan prosedur audit
atas laporan kinerja guru dalam menjalankan tugas profesinya sebagai pendidik dan untuk
mendapatkan informasi secara obyektif dalam semua hal yang berhubungan dengan asersi
tentang kejadian-kejadian kegiatan kompetensi pendidik (guru) serta menentukan tingkat

3 Ihyaul Ulum M.D, "Audit Sektor Publik" hal. 55


7
kesesuaian antara asersi kompetensi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan dan
mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.4
2. Audit Kinerja Tenaga Kependidikan

C. Audit Keuangan
Audit keuangan merupakan bentuk audit yang paling lama dikenal dan paling lumrah
diterapkan dalam mengukur tingkat efisiensi, efektivitas, dan produktifitas suatu
perusahaan. Praktek demikian mudah dipahami karena manajemen keuangan memainkan
peranan yang sangat penting dan bahkan stratejik dalam kehidupan perusahaan, ditinjau
dari sudut oabdang pencapaian sasaran jangka pendek, menengah maupun jangka panjang,
yaitu perolehan keuntungan, pertumbuhan, dan perluasan usaha.
Audit keuangan mempunyai sasaran-sasaran yang penting untuk dicapai. Sasaran
pertama ialah menilai efektivitas satuan kerja yang mengurus keuangan perusahaan
dengan nama atau nomenlaktur apapun satuan kerja itu dikenal seperti departemen, divisi,
brio, bagian atau nomelaktur lain yang sejenis bergantung pada tradisi perusahaan dan
struktur organisasi yang digunakan dalam membrikan arah dan pengendalian keuangan
bagi perusahaan sebagai keseluruhan termasuk satuan kerja dan bidang-bidang fungsional
didalamnya. Sasaran kedua ialah mencari fakta dan informasi tentang efisiensi kerja
internal satuan kerja yang mengurus keuangan perusahaan dengan menyoroti praktek-
praktek keuangan satuan kerja itu sepanjang menyangkut standar manajemen keuangan,
perumusan kebijakan financial, prosedur akunting dan prosedur penyusunan anggaran.
Audit keuangan (Financial Audit) disebut sebagai conservative audit view karena
memang tidak pernah diabaikan, yang menjadi lingkup mendasar bagi seluruh praktek
Internal Audit sejak dari dulu, sekarang, dan kapan saja. Keberadaan Internal Audit
memang dimulai dari fungsi fungsi pengawasan khusus terhadap pengelolaan aspek
keuangan. Bahkan era Risk-based Audit sekarang pun, aspek ini akan selalu menjadi titik
sentral atau fokus utama dari aktivitas pemeriksaan/pengawasan berbagai organisasi. Hal
itu jelas karena uang menjadi resources sekaligus result yang strategis dalam suatu
organisasi. Dalam duinia bisnis, aspek keuangan menjadi media investasi, tujuan investasi
bisnis, sekaligus alat utama tingkat keberhasilan sebuah bisnis.
Adapun tujuan audit keuangan secara umum adalah :

4 Ngadirin Setiawan,MS, "Audit Kinerja Guru Akuntansi Bersertifikat di Smk Negeri-2 Kutoarjo
Purworejo" Jurnal Akuntansi Hal. 14
8
a. Menjamin bahwa praktek pengelolaan keuangan sudah memenuhi Sistem
Pengendalian Internal perusahaan maupun kaidah-kaidah Pengelolaan Risiko yang
sehat.
b. Menjamin bahwa Laporan Keuangan yang disajikan benar sesuai terjadinya
transaksi dan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku.5

D. Audit Tujuan Khusus

5 Valery G. Kumaat, Internal Audit, hal. 42


9