Anda di halaman 1dari 15

USULAN PROGRAM KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKNT)

INSTITUR PERTANIAN BOGOR

Desa : Bojongsari
Kecamatan : Losari
Kabupaten : Brebes

PERTANIAN TERPADU BERBASIS PETERNAKAN, PENGELOLAAN


HAMA TERPADU, DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA

Oleh :

Silma Hafifah A34140098


Iik Handayani D14140041
Mohamad Hifdhy Alamsyah D24140099
Santi Sulistya Nugraheni H34140059
Rizka Pratiwi Ibrahim I14140009
Norma Novita Sari I34140091

INSTITUT PERTANIAN BOGOR


2017
2

HALAMAN PENGESAHAN

PERTANIAN TERPADU BERBASIS PETERNAKAN, PENGELOLAAN


HAMA TERPADU, DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA

Oleh :

Silma Hafifah A34140098


Iik Handayani D14140041
Mohamad Hifdhy Alamsyah D24140099
Santi Sulistya Nugraheni H34140059
Rizka Pratiwi Ibrahim I14140009
Norma Novita Sari I34140091

Dosen Pembimbing Lapang 1

Dr. Iwan Prihantoro, S.Pt, M.Si


NIP. 19801007 201012 1 003
3

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris dan memiliki banyak pulau, Indonesia


memiliki 80714 desa (BPS 2013). Sebagian besar matapencaharian penduduk
Indonesia bergerak di bidang pertanian. Pertanian yang dimaksud tidak hanya
mengenai sawah, padi, atau petani, namun bermatapencaharian dalam bidang
peternakan, kehutanan, dan lain-lain.
Desa merupakan sebuah wilayah yang memiliki banyak potensi. Potensi
ini seharusnya dapat mengembangkan atau meningkatkan perekonomian
masyarakat desa dan dapat memberikan kemakmuran bagi masyarakatnya. Salah
satu potensi yang dapat mengembangkan perekonomian masyarakat desa adalah
Pertanian Terpadu. Pertanian terpadu pada hakekatnya adalah memanfaatkan
seluruh potensi energi sehingga dapat dipanen secara seimbang. Pertanian
melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan
ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi.
Peternakan merupakan subsektor yang berperan sangat penting dalam
penyediaan kebutuhan pangan khususnya kebutuhan protein hewani. Kebutuhan
protein hewani terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan
meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya zat gizi. Kebutuhan
masyarakat Indonesia terhadap makanan bergizi semakin meningkat. Bahan
makanan yang berasal dari hewan memiliki keunggulan dibandingkan bahan
makanan yang berasal dari tumbuhan, karena mengandung asam amino yang lebih
lengkap dan lebih mudah diserap oleh tubuh (Ketaren 2008). Adanya pengetahuan
terkait gizi yang diperoleh dari produk ternak dapat mengurangi kendala
kekurangan protein hewani untuk masyarakat khususnya anak-anak. Komoditi
ternak yang biasa dijadikan sebagai sumber pangan hewani yang murah dan
banyak dikonsumsi adalah ternak unggas.
Selain hasil ternak yang diolah menjadi suatu produk yang bernilai, perlu
diketahui bahwa kesehatan ternak berkorelasi positif dengan produk yang
dihasilkan. Ternak yang sehat akan menghasilkan produktivitas yang tinggi dan
hal tersebut akan berbanding lurus secara ekonomi dalam suatu perusahaan atau
peternakan.
Dewasa ini, masalah dalam masyarakat banyak timbul berbagai sudut
pandang terkait kesehatan. Pembangunan di bidang kesehatan dapat dicerminkan
dalam program peningkatan kualitas kesehatan melalui program pendidikan gizi
dan kesehatan serta revitalisasi posyandu. Kegiatan ini diharapkan dapat
meningkatkan kualitas kesehatan dan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang,
sehat, dan aman.
Program Kuliah Kerja Nyata Berbasis Tematik (KKN-T) yang dilakukan
Institut Pertanian Bogor ini merupakan bentuk pendidikan dengan cara
memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah
masyarakat di luar kampus, dan secara langsung akan menunjukan keterkaitan
langsung antara dunia pendidikan dan upaya perwujudan masyarakat. Beberapa
aspek yang diperhatikan dalam pelaksanaan KKN-T antara lain keterpaduan
pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi yang berupa Pengajaran, Penelitian dan
4

Pengabdian Masyarakat; pendekatan interdisipliner dan komprehensif. Kegiatan


KKN-T ini dilaksanakan di Desa Bojongsari, Kecamatan Losari, Kabupaten
Brebes. Secara umum dapat digambarkan bahwa potensi utama yang dapat terlihat
pada dominasi peternakan yang ada di Desa Bojongsari adalah ternak unggas
khususnya ayam petelur. Banyaknya ternak didaerah tersebut dapat memicu
timbulnya cemaran udara akibat manajemen perkandangan yang kurang tertata.
Sistem biosekuriti dalam hal ini sangat berperan karena terkait pengelolaan
kandang serta penjagaan ternak dari pengaruh luar sehingga ternak tidak mudah
terjangkit penyakit dari luar dan ternak tidak memberikan penyakit melaui
cemaran yang menyebar. Melalui program Kuliah Kerja Nyata- Tematik (KKN-P)
mahasiswa dituntut untuk belajar dari masyarakat dan membantu masyarakat
untuk mengembangkan potensi masyarakat dan potensi desa.

Tujuan

Program KKN-T bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat


melalui aksi-aksi pemberdayaan yang terkait dengan pertanian terpadu dan
pengembangan kapasitas, baik di tingkat individu, keluarga, maupun di tingkat
desa.
5

GAMBARAN UMUM DESA

Kondisi Umum Desa

Desa Bojongsari terletak di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes.


Kecamatan losari ini terletak di sisi barat Kabupaten Brebes yang berada di
perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan ibu kota
kecamatan di Desa Losari Lor. Wilayah ini berada di sisi timur Sungai
Cisanggarung yang memanjang dari daerah pantai Laut Jawa di utara ke
arah selatan yang menuju akses ke wilayah tengah di Kabupaten Brebes bagian
barat yang berbatasan dengan Kecamatan Banjarharjo.

Potensi Desa

Daerah Bojongsari merupakan desa yang terkenal akan tambang pasirnya


selain industri Telur Asin yang terkenal di Brebes. Desa Bojongsari juga
merupakan desa dengan wilayah terluas di Kecamatan Losari. Dari data
Kabupaten Brebes tahun 2011 tercatat sebanyak 2.299 KK tinggal di Desa
Bojongsari dengan mayoritas usia antara 30-39 tahun. Perkerjaan yang dominan
dilakukan oleh masyarakat Desa Bojongsari adalah sebagai petani dan atau buruh
tani.
6

RENCANA PROGRAM KEGIATAN

I. Rencana Program dan Kegiatan

1. Pelatihan Pembuatan Nugget

Deskripsi : Pengenalan tentang cara pengolahan pangan


terutama pangan asal hewani kepada masyarakat
sangatlah penting dilakukan. Salah satunya adalah
nugget. Nugget merupakan pangan asal hewani
yang pembuatannya sederhana dan tidak
membutuhkan teknologi modern sehingga dapat
diterapkan di semua kalangan masyarakat. Program
pelatihan pembuatan nugget yang akan
dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T IPB
merupakan kegiatan yang ditujukan kepada
masyarakat terutama ibu rumah tangga di desa
Bojongsari. Dalam kegiatan ini mahasiswa dan
masyarakat dapat saling sharing terkait metode
pembuatan nugget ayam. Adapun bahan-bahan yang
dibutuhkan dalam pelatihan ini akan disediakan oleh
mahasiswa KKN-T IPB yang berlokasi di desa
Bojongsari.
Tujuan : Memberikan informasi dan pelatihan tentang cara
pengolahan nugget ayam.
Sasaran Kegiatan : Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat
terutama ibu rumah tangga di desa Bojongsari,
Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes.
Metode : Pelatihan ini diawali dengan pembukaan acara
dilanjut pengarahan oleh panitia. Selanjutnya,
masyarakat yang telah hadir dibagi menjadi
beberapa pembagian tim. Masing-masing tim terdiri
atas 6-8 orang. Setelah tim terbentuk, panitia
menjelaskan langkah-langkah pembuatan nugget
lalu peserta mempraktekkannya.
Indikator Keberhasilan : Masyarakat sadar bahwa pengolahan pangan
dalam bentuk nugget tidaklah sulit, membutuhkan
biaya mahal, dan teknologi modern serta mampu
menerapkannya dalam sehari-hari.

2. Sosialisasi Tentang Pentingnya Menjaga Lingkungan dalam Kandang dan


Mengetahui Penyakit pada Ternak.

Deskripsi : Program ini merupakan kegiatan tentang


pentingnya masyarakat mengetahui bagaimana
menjaga lingkungan dalam kandang dan
7

mengetahui penyakit-penyakit yang sering ditemui


pada ternak dan kesehatan ternak dalam upaya
peningkatan produktivitas peternakan rakyat.
Tujuan : Kegiatan sosialisasi pentingnya menjaga
lingkungan dalam kandang dan mengetahui
penyakit pada ternak ini bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan hewan.
Sasaran : Sasaran dari kegiatan FGD ini adalah peternak di
Desa Bojongsari.
Indikator Keberhasilan : Adanya peningkatan pengetahuan peternak
mengenai pentingnya lingkungan yang baik pada
ternak, kesehatan ternak dan adanya implementasi
kesehatan hewan disertai aplikasi pada teknik
penanganannya.

3. Introduksi Leguminosa Pada Lahan Potensial Untuk Menunjang


Produktivitas Ternak Ruminansia

Deskripsi : Leguminosa merupakan salah satu hijauan yang


memiliki kandungan protein yang tinggi. Protein
dibutuhkan ternak ruminansia utamanya untuk
pembentukan sel baru yang akan menjadi daging
atau susu sebagai produk akhir. Penanaman
leguminosa pada lahan yang potensial (lahan
kosong, pinggir jalan, atau kebun) perlu dilakukan
untuk memanfaatkan lahan yang sedang tidur dan
hasil dari hijauan legum digunakan sebagai
penunjang produktivitas ternak utamanya
ruminansia. Disamping mempunyai nilai nutrisi
yang tinggi, legminosa merupakan salah satu bahan
pakan yang murah yang dapat dijangkau oleh
peternak tradisional.
Tujuan : Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas
dari ternak utamanya ruminansia dan memanfaatkan
lahan potensial untuk diintroduksi tanaman
leguminosa.
Metode Kegiatan : Melakukan penyuluhan tentang pentingnya
leguminosa dalam menunjang produktivitas ternak.
Kemudian melakukan penanaman bibit leguminosa
pada lahan kosong yang potensial. Melakukan
pendampingan dalam perawatan leguminosa.
Sasaran : Para peternak ruminansia tradisional dan calon
peternak ruminansia.
Indikator keberhasilan : Peternak menyadari pentingnya produktivitas
ternak yang hasilnya akan berdampak pada
perekonomian keluarga. Selain itu peternak tertarik
dan banyak serta antusias dalam memanfaatkan
8

leguminosa, mulai dari penanaman, perawatan, dan


pemanenan untuk dimanfaatkan hasilnya.

4. Pemetaan Sosial Wilayah Desa Bojongsari

Deskripsi : Merupakan kegiatan penggambaran desa beserta


masyarakatnya secara sistematik dengan melibatkan
pengumpulan data dan informasi mengenai
masyarakat, masalah sosial yang dihadapi beserta
potensi desa yang dapat dikembangkan.
Tujuan : Sebagai langkah awal pengenalan lokasi dan
perencanaan teknis kegiatan lanjutan yang akan
dilakukan. Serta sebagai sarana mengenalkan
kelompok KKN kepada masyarakat.
Metode Kegiatan : Forum Grup Discussion bersama dengan perangkat
desa dan sebagian masyarakat. Kegiatan ini
dilakukan dengan cara berbincang-bincang dengan
seluruh perangkat desa dan beberapa warga yang
mengetahui secara baik Desa Bojongsari.
Sasaran : Masyarakat Desa Bojongsari dan lembaga-
lembaga terkait
Indikator Keberhasilan : Masyarakat dapat menganalisis dan mengutarakan
masalah yang berada di wilayah tersebut dan
potensi desa yang dapat dikembangkan oleh
masyarakat. Didapatkan data sekunder melalui FGD
mengenai gambaran umum desa seperti aksesibilitas
lokasi desa, sarana informasi yang dimiliki,
pendataan masyarakat dan peternak di Desa
Bojongsari, kelomok-kelompok sosial dan
kegiatannya.

5. Penerapan Teknik-Teknik Partisipatif

Deskripsi : Teknik – teknik partisipatoris merupakan suatu


program yang bertujuan untuk mencari potensi dan
permasalahan Desa Bojongsari. Program ini
dilaksanakan pada awal pelaksanaan program
Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) yaitu pada
tanggal 18 - 28 Juli 2017 atau tepatnya pada minggu
pertama dan kedua kegiatan KKN-T. Potensi dan
permasalahan yang teridentifikasi disesuaikan
dengan program yang direncanakan dan akan
dilaksanakan serta mengusahakan seluruh program
dari KKN-T dapat sepadan dengan kebutuhan
masyarakat.
Tujuan : Meningkatkan partisipasi lapisan masyarakat
dan stakeholders yang terkait, sehingga
masyarakat sadar akan potensi sumberdaya,
9

masalah yang terjadi dan yang menjadi


kebutuhan serta secara mandiri bersama-sama
melakukan pemberdayaan.
Metode Kegiatan : Kegiatan pada program ini dilaksankan dengan
teknik pemetaan sosial, teknik diagram venn dan
wawancara mendalam.
Sasaran : Seluruh lapisan masyarakat maupun stakeholders
terkait.
Indikator Keberhasilan : Masyarakat mampu merumuskan penyelesaian
permasalahan dengan teknik-teknik berikut dan
dapat memaksimalkan potensi sumberdaya yang
ada guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

6. Revitalisasi dan optimalisasi posyandu serta pendampingan balita gizi kurang

Deskripsi : Kegiatan yang bertujuan menjadikan posyandu


sebagai sarana yang penting dalam program
peningkatan kesehatan dan gizi bagi masyarakat
pada umumnya dan bagi ibu, bayi, dan balita pada
khususnya. Kegiatan ini dilakukan dengan
mengadakan program revitalisasi posyandu,
meliputi pelatihan sistem 5 meja posyandu (kegiatan
hari H posyandu) dan penyuluhan MP-ASI dan
ASI ekslusif serta pendampingan bagi balita gizi
kurang (kegiatan setelah hari H posyandu). Jika
ditemukan balita gizi buruk maka akan dirujuk ke
puskesmas agar mendapat penangan khusus.
Tujuan : Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan
keterampilan teknis kader posyandu melalui
optimalisasi pelaksanaan mekanisme 5 meja
posyandu jika diketahui belum atau masih
kurangnya fungsi kelima meja tersebut, dan
mengurangi jumlah balita yang menderita gizi
kurang/buruk di Desa Bojongsari, Kecamatan
Losari, Kabupaten Brebes.
Metode Kegiatan : Kegiatan ini dilakukan dengan terlebih dahulu
melakukan pendekatan dengan kader posyandu dan
masyarakat setempat. Setelah itu, akan dilakukan
pendampingan posyandu. Selama masa
pendampingan, dilakukan juga upaya peningkatan
pelayanan posyandu agar kegiatan posyandu dapat
terlaksana dengan efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan bantuan
kader dengan memberikan materi MP-ASI dan ASI
ekslusif kepada ibu-ibu. Sedangkan pendampingan
balita dilakukan dengan pencarian informasi
terlebih dahulu dan kemudian melakukan home visit
serta baru dilaksanakan pemantauan dan
10

pendampingan balita, serta pemberian PMT setiap


kunjungan. Kunjungan dilakukan sebanyak dua kali
dalam seminggu.

 Pelatihan sistem 5 meja Posyandu


Kegiatan ini diawali dengan melakukan
wawancara kader terhadap fungsi 5 meja dalam
posyandu, setelah data dan informasi terkumpul,
kemudian dilakukan analisis untuk melihat tingkat
keefektifan posyandu dalam melayani kesehatan
ibu dan anak yang diukur berdasarkan SKDN,
analisis terhadap fungsi 5 meja, dan analisis peran
kader dalam posyandu. Hasil yang didapatkan
diinformasikan bidan ataupun tenaga kesehatan
setempat, tokoh masyarakat setempat dan
perwakilan desa. Luaran yang diharapkan dari
program ini adalah pengoptimalan fungsi dan
pemberdayaan posyandu sebagai upaya peningkatan
pelayanan kesehatan ibu dan anak.

 Pendampingan balita gizi kurang


Kegiatan ini berupa kegiatan kunjungan ke
rumah balita (home visit) yang memiliki gizi
kurang. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Gizi
Masyarakat dan didampingi oleh kader posyandu.
Keluarga balita yang memiliki gizi kurang akan
diberikan penyuluhan tentang status gizi kurang,
dampaknya, dan cara penanggulangannya. Selain
itu, balita akan diberikan makanan tambahan (PMT)
untuk mempercepat perbaikan status gizi balita.
Sasaran : Sasaran dari program ini khususnya adalah kader-
kader posyandu dan balita gizi kurang atau lebih.
Indikator Keberhasilan : Kader posyandu dapat melaksanakan mekanisme 5
meja meliputi meja registrasi, meja penimbangan,
meja pencatatan, meja penyuluhan gizi, dan meja
pelayanan kesehatan., dan berkurangnya jumlah
balita yang menderita gizi kurang/buruk di Desa
Bojongsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes.
Serta keluarga khususnya ibu dapat melakukan
pencegahan kondisi balita gizi kurang atau buruk.

7. Penyuluhan Keamanan Pangan, PHBS dan PGS di Sekolah Dasar

Deskripsi : Kegiatan yang bertujuan meningkatkan


pengetahuan akan keamanan pangan, perilaku hidup
bersih dan sehat serta pedoman gizi seimbang bagi
siswa sekolah dasar. Kegiatan berisikan informasi
11

khususnya mengenai pemilihan pangan yang tepat,


dan perilaku hidup yang benar terkait gizi.
Tujuan : Meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar
mengenai petingnya PHBS dan PGS serta dapat
meningkatkan awareness siswa terhadap pangan
disekitar lingkungannya.
Metode Kegiatan : Kegiatan pada sekolah dasar dilakukan dengan
turun langsung dan melakukan pengarahan serta
pemberian materi. Setelah diberikan penjelasan,
diberikan contoh dan kegiatan diskusi ringan serta
dilanjutkan dengan permainan yang berisi tentang
penerapan perilaku-perilaku pedoman gizi seimbang
yang akan dimainkan secara berkelompok.
Dilakukan juga pendidikan gizi tentang pentingnya
perilaku hidup bersih dan sehat, seperti pentingnya
mencuci tangan serta mempraktekannya bersama.
Sasaran : Sasaran dari program ini yaitu siswa sekolah dasar
kelas 3 dan 4 di sekolah dasar Desa Bojongsari.
Indikator Keberhasilan : Siswa memahami materi yang diberikan, siswa
mampu berdiskusi atau tanya jawab mengenai
materi yang diberikan, siswa mampu mamainkan
permainan yang diberikan serta mengerti maksud
dari permaianan tersebut, dan siswa memahami cara
mencuci tangan yang benar.
8. Konsultasi Gizi di Puskesmas

Deskripsi : Kegiatan ini merupakan konseling gizi tatap muka


terkait masalah gizi dan kesehatan bagi masyarakat
yang datang ke Puskesmas yang ada di Kecamatan
Losari. Kegiatan ini menjadi sarana penyuluhan
individu dan pembagian informasi mengenai gizi
seimbang dan perilaku hidup sehat serta
memberikan solusi dan saran terkait kesehatan yang
berhubungan dengan gizi. Kegiatan juga dibantu
dan didampingi tenaga gizi di puskesmas.
Tujuan : Konseling gizi di Puskesmas bertujuan agar
masyarakat semakin sadar dan peduli akan gizi dan
kesehatan. Selain itu, pengetahuan masyarakat
terkait masalah gizi yang dihadapinya juga semakin
tinggi.
Metode Kegiatan : Kegiatan dilakukan dengan mula-mula mengajak
masyarakat Desa Bojongsari khusunya dan
masyarakat Kecamatan Losari untuk datang ke
Puskesmas dan berkonsultasi pada bagian gizi di
puskesmas. Dalam mengajak masyarakat ini dibantu
oleh kepala desa serta tenaga gizi serta kader
posyandu desa sehingga informasi adanya
konsultasi gizi dapat diketahui masyarakat.
12

Konsultasi gizi dilakukan di puskesmas Kecamatan


Losari, dengan melakukan pengukuran antropometri
kemudian dilakukan konsultasi. Setiap minggu akan
diadakan satu kali konsultasi gizi dan akan dilihat
apakah ada perkembangan antusias dan
pengetahuan masyarakat.
Sasaran : Sasaran dari program ini adalah masyarakat Desa
Bojongsari khusunya serta masyarakat di
Kecamatan Losari secara menyeluruh.
Indikator Keberhasilan : Masyarakat desa dan kecamatan antusias terhadap
kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan dipantau dari
setiap pertemuan konsultasi gizi apakah ada
peningkatan peserta dan pengetahuan terkait gizi.

9. Penyuluhan Penggunaan Alat Pelindung Diri dalam Pengaplikasian Pestisida

Deskripsi : Pengendalian hama dan penyakit yang biasa


digunakan oleh petani adalah pestisida. Pestisida
merupakan senyawa kimia beracun yang dapat
menyebabkan penyakit terhadap penggunanya
apabila tidak menggunakan Alat Pelindung Tubuh
saat pengaplikasiannya.
Tujuan : Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan petani
tentang bahaya pestisida serta mengenalkan Alat
Pelindung Diri yang digunakan saat pengaplikasian
pestisida.
Metode Kegiatan : Kegiatan dilakukan dengan sosialisasi tentang Alat
Pelindung Diri yang digunakan dalam
pengaplikasian pestisida. Selain itu dijelaskan juga
terhadap petani mengenai pentingnya penggunaan
Alat Pelindung Diri.
Sasaran : Sasaran dari kegiatan ini adalah petani di desa
Bojongsari
Indikator Keberhasilan : Penggunaan kelengkapan Alat Pelindung Diri saat
pengaplikasian pestisida di lapang.

II. Rencana Jadwal Kegiatan

Juli
(minggu Agustus (minggu ke- )
No Kegiatan
ke- )
3 4 1 2 3 4
1 Pengenalan dan kumpul bersama
pengurus desa
2 Lokakarya 1
3 Penerapan Teknik-Teknik Partisipatif
4 Pemetaan Sosial Wilayah Desa
Bojongsari
13

5 Revitalisasi posyandu
6 Pelatihan Pembuatan Nugget
7 Sosialisasi Tentang Pentingnya
Menjaga Lingkungan dalam Kandang
dan Mengetahui Penyakit pada
Ternak.
8 Introduksi Leguminosa Pada Lahan
Potensial Untuk Menunjang
Produktivitas Ternak Ruminansia
9 Penyuluhan Penggunaan Alat
Pelindung Diri dalam Pengaplikasian
Pestisida
10 Pendampingan balita
11 Penyuluhan keamanan pangan ,
PHBS, dan PGS di sekolah dasar
12 Konsultasi gizi di puskesmas
13 Lokakarya 2
14

RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

Berikut adalah rincian biaya yang digunakan pada program :

Pelatihan Pembuatan Nugget


Biaya Satuan
No Nama Barang Volume Jumlah (Rp)
(Rp)
1. Daging ayam 4kg 32.000 128.000
2. Bumbu-bumbu 15.000 25.000
3. Roti tawar 4 bungkus 12.000 48.000
4. Minyak goreng 3 liter 20.000 60.000
Sub Total 261.000

Sosialisasi Pentingnya Menjaga Lingkungan dalam Kandang dan Mengetahui


Penyakit Ternak
Biaya Satuan
No Nama Barang Volume Jumlah (Rp)
(Rp)
1. Handout Penyuluhan 50 lembar 1.000 50.000
2. Konsumsi air dan 50 2.500 125.000
snack
Sub Total 175.000

Pemetaan Sosial Desa Bojongsari


Biaya Satuan
No Nama Barang Volume Jumlah (Rp)
(Rp)
1 Formulir pengisian 2 Rangkap 2.000 4.000
data
2 Sajian makanan (kue 4 box 30.000 120.000
lapis talas sebagai
oleh-oleh)
3 Minuman sajian (Teh Teh 1 kotak 4.000 16.000
Panas) Gula Pasir 1 12.000
kg
Sub Total 140.000

Penerapan teknik-teknik parsitipatif


Biaya Satuan
No Nama Barang Volume Jumlah (Rp)
(Rp)
1. Kertas Flipchart 10 lembar 1.500 15.000
2. Spidol 3 buah 5.000 15.000
3. Konsumsi 50 2.500 125.000
Sub Total 155.000
15

Kegiatan revitalisasi posyandu dan pendampingan balita gizi kurang/buruk


BiayaSatuan
No Bahan atau Alat Volume Jumlah (Rp)
(Rp)
1. Buku saku kader 10 buah 2000 20.000
2. Air minum 1 dus 15.000 15.000
3. PMT 16 bungkus 6.000 96.000
Sub Total 131.000

Kegiatan Penyuluhan keamanan pangan , PHBS, dan PGS di sekolah dasar


BiayaSatuan
No Bahan atau Alat Volume Jumlah (Rp)
(Rp)
1. Print 30 lembar 1.000 30.000
2. Sabun cuci tangan 2 botol 10.000 20.000
3. Reward buku tulis 1 pak 23.000 23.000
4. Reward penggaris 10 buah 2.500 25.000
Sub Total 98.000

Penyuluhan penggunaan Alat Pelindung Diri dalam pengaplikasian pestisida


Biaya Satuan
No Nama Barang Volume Jumlah (Rp)
(Rp)
1. Handout Penyuluhan 50 lembar 1.000 50.000
2. Konsumsi air dan 50 2.500 125.000
snack
Sub Total 175.000
TOTAL 1.135.000