Anda di halaman 1dari 2

KONSEP AKUNTANSI DANA

Masalah utama yang dihadapi organisasi sektor publik adalah pencarian sumber dana
dan alokasi dana. Penggunaan dana dan peran anggaran sangat penting dalam akuntansi
sektor publik. Dalam tahap awal perkembangan akuntansi dana, pengertian “dana” dimaknai
sebagai kas (cash fund). Tiap dana tersebut harus dikembalikan pada laci (cash drawer)
secara terpisah; beberapa tagihan harus dikembalikan dari saru laci dan tagihan lainnya dalam
laci yang lainnya. Namun saat ini “dana” dimaknai entitas anggaran dan entitas akuntansi
yang terpisah, termasuk sumber daya nonkas dan utang yang diperhitungkan di dalamnya.
Sistem akuntansi pemerintah yang dilakukan dengan menggunakan konsep dana
memerlukan suatu unit kerja sebagai entitas akuntansi (accounting entity) dan entitas
anggaran (budget entity) yang berdiri sendiri. Penggunaan akuntansi dana merupakan salah
satu perbedaan utama antara akuntansi pemerintahan dengan akuntansi bisnis. Sistem
akuntansi dana adalah metode yang menekankan pada pelaporan pemanfaatan dana, bukan
pelaporan itu sendiri.
Akuntansi Dana adalah sistem akuntansi yang sering digunakan oleh organisasi-organisasi
nirlaba dan institusi sektor publik. Sistem tersebut merupakan metode pencatatan dan
penampilan entitas dalam akuntansi seperti aset, dan kewajiban yang dikelompokkan menurut
kegunaannya masing-masing.
Akuntansi Dana adalah sistem akuntansi yang sering digunakan oleh organisasi-organisasi
nirlaba dan institusi sektor publik. Sistem tersebut merupakan metode pencatatan dan
penampilan entitas dalam akuntansi seperti aset, dan kewajiban yang dikelompokkan menurut
kegunaannya masing-masing.

BASIS AKUNTANSI DAN FOKUS PENGUKURAN


Dalam akuntansi dana, dikenal istilah basis akuntansi dan fokus pengukuran
(measurement focus). Basis akuntansi menentukan kapan transaksi dan peristiwa yang terjadi
diakui.
Fokus pengukuran dari suatu entitas akuntansi menentukan apa yang akan dilaporkan,
dengan kata lain jenis aktiva dan kewajiban apa saja yang diakui secara akuntansi dan
dilaporkan dalam neraca.
TEKNIK AKUNTANSI DANA
Akuntansi Anggaran
Teknik akuntansi anggaran merupakan teknik akuntansi yang menyajikan jumlah
yang dianggarkan dengan jumlah aktual dan dicatat secara berpasangan (double entry).
Akuntansi anggaran merupakan praktik akuntansi yang banyak digunakan organisasi sektor
publik, khususnya pemerintahan, yang mencatat dan menyajikan akun operasi dalam format
yang sama dan sejajar dengan anggarannya. Tujuan utama teknik ini adalah untuk
menekankan peran anggaran dalam siklus perencanaan, pengendalian, dan akuntabilitas.
Alasan yang melatarbelakangi teknik akuntansi anggaran adalah bahwa anggaran
dan realisasi harus selalu dibandingkan sehingga dapat dilakukan tindakan koreksi apabila
terdapat varians (selisih).
Akuntansi Komitmen
Akuntansi komitemen adalah sistem akuntansi yang mengakui transaksi dan
mencatatnya pada saat order dikeluarkan. Sistem akuntansi akrual mengakui biaya pada saat
faktur diterima dan mengakui pendapatan ketika faktur dikeluarkan. Tujuan utama akuntansi
komitmen adalah untuk pengendalian anggaran. Agar manajer dapat mengendalikan
anggaran, ia perlu mengetahui berapa besar anggaran yang telah dilaksanakan atau digunakan
jika dihitung berdasarkan order yang telah dikeluarkan.
Akuntansi Dana ( Fund Accounting )

1
Sistem akuntansi dana dibuat untuk memastikan bahwa uang publik dibelanjakan
untuk tujuan yang telah ditetapkan. Dana dapat dikeluarkan apabila terdapat otorisasi dari
dewan legislatif, pihak eksekutif, atau karena tuntunan peraturan perundangan. Sistem
akuntansi dana adalah metode akuntansi yang menekankan pada pelaporan pemanfataan
dana, bukan pelaporan organisasi itu sendiri.
Terdapat dua jenis dana yang digunakan pada organisasi sektor publik, yaitu :
a. Dana dapat dibelanjakan (expandable fund):digunakan untuk mencatat nilai aktiva,
utang, perubahan aktiva bersih, dan saldo dana yang dapat dibelanjakan untuk
kegiatan yang tidak bertujuan mencari laba. Jenis akuntansi dana ini digunakan pada
organisasi pemerintahan (govermental fund).
b. Dana yang tidak dapat dibelanjakan (noexpendable fund): untuk mencatat pendapatan
biaya, aktiva, utang, dan modal untuk kegiatan yang sifatnya mencari laba. Jenis dana
ini digunakan pada organisasi bisnis (proprietary funds).
Akuntansi Kas
Penerapan akuntansi kas, pendapatan dicatat pada saat kas diterima, dan pengeluaran dicatat
ketika kas dikeluarkan. Kelebihan cash basis adalah mencerminkan pengeluaran yang aktual,
riil, dan obyektif. Namun demikian, GAAP tidak menganjurkan pencatatan dengan dasar kas
karena tidak dapat mencerminkan kinerja yang sesungguhnya. Dengan cash basis tingkat
efisiensi dan efektivitas suatu kegiatan, program, atau aktivitas tidak dapat diukurdengan
baik.
Akuntansi Akrual
Akuntansi akrual dianggap lebih baik daripada akuntansi kas.Teknik akuntansi berbasis
akrual diyakini dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih dapat dipercaya, lebih
akurat, komprehensif, dan relevan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sosial, dan politik.
Pengaplikasian accrual basis dalam akuntansi sektor publik pada dasarnya adalah untuk
menentukan cost of service dan charging for services, yaitu untuk mengetahui besarnya biaya
yang dibutuhkan untuk mrnghasilakn pelayanan publik serta penentuan harga pelayanan yang
dibebankan kepada publik. Hal ini berbeda dengan tujuan pengaplikasian accrual basis dalam
sektor swasta orientasi lebih difokuskan pada usaha untuk memaksimumkan laba (profit
oriented), sedangkan dalam sektor publik orientasi disokuskan pada optimalisasi pelayanan
publik (public service oriented).
SIKLUS AKUNTANSI
Pengertian Siklus Keuangan
Siklus akuntansi merupakan sistematika pencatatan transaksi keuangan, peringkasannya dan
pelaporan keuangan. Siklus ini dimulai dari transaksi yang harus didukung dengan bukti dan
dicatat di Buku Jurnal, selanjutnya diposting ke Buku Besar dan Buku Besar Pembantu.
Dengan klasifikasi di Daftar Saldo, Kertas Kerja serta Penyesuaian maka dihasilkan Laporan
Keuangan yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas,
Laporan Kinerja Keuangan dan Laporan Perubahan Ekuitas. Setelah tahap Penutupan dan
dibuat Daftar Saldo Setelah penutupan serta Pembalikan, maka Neraca Awal dapat disusun
dengan baik.
1. Transaksi
2. Jurnal
3. Buku Besar
5. Buku Besar Pembantu Kas
6. Kertas Kerja
7. Jurnal Penyesuaian
8. Jurnla Eliminasi
9. Laporan Keuangan
5. Jurnal Penutup

Anda mungkin juga menyukai