Anda di halaman 1dari 2
Nama : Jeffry Salim NIM : 20160801109 Jurusan : Teknik Informatika 2016 Tugas : Tugas

Nama

:

Jeffry Salim

NIM

:

20160801109

Jurusan

:

Teknik Informatika 2016

Tugas

:

Tugas Online 2 Pertmn 3

Matakuliah

:

ESA 117-AGAMA KRISTEN- CR 201 - 7273

Dosen

:

DRS. SUGENG BASKORO, M.M.

Apa yang menjadi kendala dalam pendidikan agama kristen di tingkat SD,SMP maupun SMA! Jelaskan !

1. Guru-guru

Apakah oknum-oknum yang diutus oleh gereja ke sekolah-sekolah negeri untuk mengajarkan PAK itu sungguh-sungguh cakap sebagai guru?

Ada dua syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh guru-guru yang memberikan PAK atas nama gereja: mereka harus cakap mengajar, dan mereka haruslah seorang Kristen sejati yang menghormati serta melayani Tuhan dalam segenap hidupnya. Tuntutan dalam mengajarkan agama Kristen memang lebih berat dan lebih tinggi daripada mengajarkan bahasa Inggris.

2. Rencana Pelajaran

Bahan-bahan apa saja yang perlu diajarkan dan bagaimanakah pembagiannya atas tahun- tahun pelajaran di sekolah-sekolah umum itu? PAK hendaknya jangan dirancang dengan sewenang-wenang. Harus ada peraturan dan ketertiban yang tidak kalah dengan rencana mata pelajaran lainnya.

3. Metode Pembelajaran

Metode manakah yang harus dipakai dalam PAK di sekolah-sekolah? Sekarang kita sudah mengerti apa sifat khusus cara mengajar seperti ini, dan kita sudah tahu bahwa agama Kristen tak dapat diajarkan hanya dengan memakai metode menguraikan dan menerangkan saja, karena kepercayaan Kristen bukanlah suatu hal yang perlu dimengerti dengan akal melainkan suatu hubungan pribadi dengan Allah yang berhubungan dengan seluruh kehidupan kita.

PAK juga diharapkan dapat membina persekutuan pribadi antara murid-murid dengan Tuhan Yesus, oleh sebab itu pengajaran agama seharusnya merangkum baik pengajaran ibadah bersama, persekutuan Kristen satu dengan yang lain, maupun kesempatan untuk melayani Tuhan dan sesama manusia. Justru karena itulah mengajarkan PAK di sekolah- sekolah umum menjadi tidak mudah, malah merupakan suatu masalah yang berat sebab

tentu saja hampir mustahil mewujudkan segala cita-cita ke dalam jam pelajaran yang ada di sekolah saja.

Keadaan dan peraturan sekolah-sekolah umum itu mau tidak mau mengikat dan merintangi kita. Kita terikat pada lamanya jam pelajaran di sekolah. Suasana sekolah umumnya memberi corak lain kepada jam pelajaran itu. Dalam lingkungan gereja sendiri kita tentu bebas terhadap soal metode itu dan suasananya lebih menyenangkan.