Anda di halaman 1dari 3

Dalam KUHP tindak pidana penganiayaan  Adanya akibat perbuatan (yang

dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu dituju), rasa sakit pada tubuh, dan
12
sebagai berikut : atau luka pada tubuh.
1. Tindak Pidana Penganiayaan Biasa  Akibat yang menjadi tujuan satu-
Penganiayaan biasa yang dapat juga satunya
disebut dengan penganiayaan pokok atau 2. Tindak Pidana Penganiayaan Ringan
Hal ini diatur dalam Pasal 352
bentuk standar terhadap ketentuan Pasal
KUHP. Menurut Pasal ini, penganiayaan
351 yaitu pada hakikatnya semua
ringan ini ada dan diancam dengan
penganiayaan yang bukan penganiayaan
maksimum hukuman penjara tiga bulan
berat dan bukan penganiayaan ringan.
Mengamati Pasal 351 KUHP maka ada 4 atau denda tiga ratus rupiah apabila tidak

(empat) jenis penganiayaan biasa, yakni: masuk dalam rumusan Pasal 353 dan
 Penganiayaan biasa yang tidak dapat 356, dan tidak menyebabkan sakit atau
menimbulkan luka berat maupun halangan untuk menjalankan jabatan
kematian dan dihukum dengan atau pekerjaan. Hukuman ini bias
dengan hukuman penjara selama- ditambah dengan sepertiga bagi orang
lamanya dua tahun delapan bulan yang melakukan penganiayaan ringan ini
atau denda sebayak-banyaknya tiga terhadap orang yang bekerja padanya
ratus rupiah. (ayat 1) atau yang ada dibawah perintah.
 Penganiayaan yang mengakibatkan Penganiayaan tersebut dalam Pasal
luka berat dan dihukum dengan 352 (1) KUHP yaitu suatu penganiayaan
hukuman penjara selama-lamanya 5 yang tidak menjadikan sakit atau
tahun (ayat 2) menjadikan terhalang untuk melakukan
 Penganiayaan yang mengakibatkan jabatan atau pekerjaan sehari-hari.
kematian dan dihukum dengan Unsur-unsur penganiayaan ringan,
hukuman penjara selama-lamanya 7 yakni:
a) Bukan berupa penganiayaan biasa
tahun (ayat 3) b) Bukan penganiayaan yang dilakukan
 Penganiayaan berupa sengaja  Terhadap bapak atau ibu yang
merusak kesehatan (ayat 4) sah, istri atau anaknya
Unsur-unsur penganiayaan biasa, yakni:  Terhadap pegawai negri yang
 Adanya kesengajaan sedang dan atau karena
 Adanya perbuatan menjalankan tugasanya yang sah
 Dengan memasukkan bahan denhan hukuman selama-lamanya 7
berbahaya bagi nyawa atau (tujuh) tahun.
 Penganiayaan berencana yang
kesehatan untuk dimakan atau
berakibat kematian dan dihukum
diminum
c) Tidak menimbulkan penyakit atau dengan hukuman selama-lamanya 9
halangan untuk menjalankan (Sembilan) tahun.
pekerjaan jabatan dan pencaharian Unsur penganiayaan berencana adalah
3. Tindak Pidana Penganiayaan Berencana
direncanakan terlebih dahulu sebelum
Menurut Mr.M.H Tirtaadmidjaja,
perbuatan dilakukan. Penganiayaan
mengutarakan arti direncanakan lebih
dapat dikualifikasikan menjadi
dahulu yaitu bahwa ada suatu jangka
penganiayaan berencana jika memenuhi
waktu betapapun pendeknya untuk
syarat-syarat:
mempertimbangkan dan memikirkan
a) Pengambilan keputusan untuk
dengan tenang.
Untuk perencanaan ini, tidak perlu berbuat suatu kehendak dilakukan
ada tenggang waktu lama antara waktu dalam suasana batin yang tenang.
b) Sejak timbulnya
merencanakan dan waktu melakukan
kehendak/pengambilan keputusan
perbuatan penganiayaan berat atau
untuk berbuat sampai dengan
pembunuhan. Sebaliknya meskipun ada
pelaksanaan perbuatan ada tenggang
tenggang waktu itu yang tidak begitu
waktu yang cukup sehingga dapat
pendek, belum tentu dapat dikatakan ada
digunakan olehnya untuk berpikir,
rencana lebih dahulu secara tenang. Ini
antara lain:
semua bergantung kepada keadaan
 Resiko apa yang akan
konkrit dari setiap peristiwa.
ditanggung.
Menurut Pasal 353 KUHP ada 3 macam
 Bagaimana cara dan dengan alat
penganiayanan berencana , yaitu:
apa serta bila mana saat yang
 Penganiayaan berencana yang tidak
tepat untuk melaksanakannya.
berakibat luka berat atau kematian
 Bagaimana cara menghilangkan
dan dihukum dengan hukuman
jejak.
penjara selama-lamanya 4 (empat) c) Dalam melaksanakan perbuatan yang
tahun. telah diputuskan dilakukan dengan
 Penganiayaan berencana yang
suasana hati yang tenang.
berakibat luka berat dan dihukum 4. Tindak Pidana Penganiayaan Berat
Tindak pidana ini diatur dalam Pasal 354  Gugurnya atau matinya kandungan
KUHP. Perbuatan berat atau dapat seorang perempuan.
disebut juga menjadikan berat pada Penganiayaan berat ada 2 (dua) bentuk,
tubuh orang lain. Haruslah dilakukan yaitu:
dengan sengaja oleh orang yang  Penganiayaan berat biasa (ayat 1)
menganiayanya.  Penganiayaan berat yang
Unsur-unsur penganiayaan berat, antara menimbulkan kematian (ayat 2)
lain: Kesalahan (kesengajaan), 5. Tindak Pidana Penganiayaan Berat

Perbuatannya (melukai secara berat), Berencana


Penganiyaan berat berencana, dimuat
Obyeknya (tubuh orang lain), Akibatnya
dalam pasal 355 KUHP yang
(luka berat)
rumusannya adalah sebagai berikut :
Apabila dihubungkan dengan unsur  Penganiayaan berat yang dilakukan
kesengajaan maka kesengajaan ini harus dengan rencana terlebih dahulu,
sekaligus ditujukan baik terhadap dipidana dengan pidana penjara
perbuatannya, (misalnya menusuk paling lama dua belas tahun
dengan pisau), maupun terhadap  Jika perbuatan itu menimbulkan
akibatnya yakni luka berat. kematian yang bersalah di pidana
dengan pidana penjara paling lama
Istilah luka berat menurut Pasal 90
lima belas tahun.
KUHP berarti sebagai berikut:
 Jatuh sakit atau luka yang tak dapat
diharapkan akan sembuh lagi
dengan sempurna atau yang dapat
mendatangkan bahaya maut.
 Senantiasa tidak cakap mengerjakan
pekerjaan jabatan atau pekerjaan
pencaharian
 Didak dapat lagi memakai salah
satu panca indra
 Mendapat cacat besar
 Lumpuh (kelumpuhan)
 Akal (tenaga faham) tidak sempurna
lebih lama dari empat minggu

Beri Nilai