Anda di halaman 1dari 17

UTS AGAMA 2

STRATEGI PEMBINAAN UMAT:


1. menyimpulkan 3 kiat Rasulullah membina ummat
a. membersihkan diri (mensucikan)
b. mengembangkan ilmu pengetahuan dan budi pekerti
c. mengajarkan sesuatu yang baru.

2. menyebutkan arti "ayat"


Ayat berarti tanda atau ciri. Apa maksudnya tanda/ciri? analoginya seperti asap yg merupakan
tanda bagi angin. Mata kita tak mampu melihat angin.. Untuk mengetahui adanya angin kita bisa
melihat dari tanda/ciri-nya seperti asap yg bergerak... Asap yg bergerak menunjukkan adanya
angin. lebih jauh lagi itu menunjukkan bahwa angin bergerak ke suatu arah tertentu. Mata kepala
kita tak mampu melihat ALLOH... namun alam semesta dan isinya merupakan ayat2 (ciri2/tanda2)
ALLOH.. sehingga kita bisa mengetahui keberadaan dan af'al ALLOH melalui alam semesta ini
yg merupakn ayat2-NYA..
jawab: ayat ato bentuk tunggalnya yg berarti ayah menurut pengertian etomologi dapat diartikan
sebagai mujizah(mukjizat),alamah (tanda),atau ibrah (pelajaran).jika d kaitkan dengan istilah al-
quran ayah/ayat berarti huruf2 hijaiyah atau kelompok kata yang terdapat dalam surat al-quran yg
mempunyai awal dan akhr yg d tandai dengan nomor ayat.
ayat d sebut sebanyak 86 kali dalam al-quran.
Kata itu di dalam Alquran disebut dalam berbagai konteks pembicaraan. Kata âyah yang disebut
dalam QS. Al-Baqarah [2]: 106 misalnya, terkait dengan pembicaraan ayat tentang pengertian
ayat-ayat Alquran, yang berhubungan dengan persoalan nasakh di dalam Alquran.

3. menyimpulkan makna ayat 164 surat ali imron


Ayat lain yang masih ada hubungannya dengan ayat di atas adalah ayat 164 pada surat ali Imran
yang menyatakan :
“sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus
diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka
ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab dan Al
hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam
kesesatan yang nyata”

DZIKIR DAN BERFIKIR:


4.menyebutkan perumpamaan orang yang berdzikir dalam hadits
‫ ((م ثل ال ذى ي ذك ر ر‬:‫ عن أب ي مو سى األ ش عري عن ال ن بي ص لى هللا ع ل يه و س لم ق ال‬,‫ب ه وال ذى ال ي ذك ره‬
]‫م ثل ال حي وال م يت)) [رواه ال بخارى‬
Artinya: “Dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan orang yang
berdzikir kepada Allah dengan yang tidak berdzikir, seperti orang yang hidup dengan orang yang
sudah mati” )HR. Bukhari).
))‫ م ثل ال حي وال م يت‬,‫ وال ب يت ال ذى ال ي ذك ر هللا ف يه‬,‫ ((م ثل ا ل ب يت ال ذى ي ذك ر هللا ف يه‬:‫وف ى رواي ة‬
]‫[ملسم هاور‬
Artinya: “Dalam riwayat lain disebutkan: “Perumpamaan rumah yang di dalamnya dipakai untuk
berdzikir kepada Allah dengan rumah yang tidak dipakai berdzikir, seperti orang hidup dengan
orang mati” )HR. Muslim(.
‫ وأن ا‬,‫ أن ا ع ند ظن ع بدى ب ي‬:‫ ((ي قول هللا ت عال ى‬:‫ص لى هللا ع ل يه و س لم ق ال‬ ‫عن أب ي هري رة أن ر سول هللا‬
))‫ ذك رت ه ف ى مإل خ ير م نهم‬,‫ وإن ذك رن ى ف ى مإل‬,‫ ذك رت ه ف ى ن ف سى‬,‫ ف إن ذك رن ى ف ى ن ف سه‬,‫معه إذا ذك رن ى‬
]‫ع ل يه] قفتم‬
Artinya: “Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda: “Allah berfirman: “Saya tergantung
prasangka hambaKu kepadaKu. Dan Aku akan selalu bersamanya, apabila ia berdzikir kepadaKu.
Apabila ia mengingatKu (berdzikir) dalam dirinya, aku akan mengingatnya dalam diriKu. Apabila
ia mengingatKu (berdzikir) pada waktu ramai, maka Aku juga akan mengingatnya pada waktu
ramai yang lebih baik dari mereka” )HR. Bukhari Muslim(.
5.mengungkap tata cara dzikir yang diperbolehkan dan yang tidak

Tata Cara Zikir Serta Arti, Pengertian dan Definisi - Ilmu Agama Islam
Zikir adalah suatu kegiatan atau ucapan yang bertujuan agar selalu ingat kepada sang maha
pencipta yaitu Allah SWT. Dari arti bahasa zikir berarti ingat. Berzikir untuk mengingat
AllahSWT bisa dengan menyebut Asmaul Husna /nama-nama Allah SWT atawa bisa juga dengan
melafalkan kalimat toyyibah / toyibah Zikir bisa dilakukan di mana saja asalkan di tempat yang
suci terhindar dari kotor dan najis. Dalam berizikir kita harus dengan hati yang tulus dan ikhlas,
tenang, suara yang lembut, khusyuk, dan lain-lain. Zikir berfungsi untuk menenangkan jiwa,
perlindungan dari Allah SWT,

meningkatkan keimanan dan mendapatkan kebahagiaan Allah kelak. Macam-macam bacaan zikir
dengan kalimat toyyibah :

1. Laaa illaahaillallooh / Laaa illaahaillallaah artinya : Tidak ada tuhan selain Allah SWT
2. Allohuakbar / Allahuakbar artinya : Allah maha besar
3. Subhaanallooh / Subhaanallaah artinya : Maha suci Allah
4. Alhamdulillaah artinya : Segala puji bagi Allah
5. Astaghfirullooh / Astaghfirullaah artinya : Saya mohon ampun kepada Allah yang
maha besar.

Dzikir yang disyari’atkan setelah shalat wajib haruslah sesuai dengan tata cara dan sifat yang
diajarkan oleh Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam, bukan sesuai dengan sifat yang diada-
adakan yang biasa dilakukan oleh orang-orang Sufi dan Ahlul Bid’ah.
Di dalam Shahih Muslim, dari Tsauban Radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Apabila Rosulullah r usai
dari shalatnya; beliau beistighfar tiga kali (membaca:
‫ _ أَ ْسيَ ْظفَ ار هللاَ ْال َع َغ ْي َم‬3 ‫تارم‬
Aku meminta ampunan Allah Yang Maha Agung.” )3 kali(( kemudian beliau berkata:
َ ‫ار ْكتَ يَا ذاَ ْال ََّلَ َل َو‬
‫اأ ْك َر َام‬ َ َ‫اللرها رم أَ ْنتَ ال رسلَ ام َو َم ْن َ ال رسلَ امت تَب‬
“Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Sejahtera dan dari-Mu kesejahteraan itu (datang) Engkau
Pemberi barokah wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”
Dan di dalam Shahihaen, dari Al-Mughiroh Bin Syu’bah Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rosulullah
shalallaahu ‘alaihi wasallam, apabila selesai dari shalat ,beliau berkata:
ْ ‫َر ْي َ لَهات لَها ْال ام ْل ات َولَها ْال َح ْمدات َوها َو َعلَى اكل ش‬
‫َي مُ قَ َديْرت اللرها رم الَ َمانَ َه لَالَ إَلَهَ إَالر هللاا‬ َ ‫ َي لَ َما َم َوِْ َدها الَ ش‬،َ ‫َيْتَ ت َوالَ ام ْع‬،‫نَعْتَ ت َما أَ ْع‬
‫َوالَ يَ ْنفَ اه َذا ْال ََّد َم ْن َ ْال ََّ َد‬
“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, kekuasaan
adalah milik-Nya, puji-pujian hanyalah untuk-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya
Allah, tiada seorangpun yang mampu menghalangi terhadap pemberian-Mu dan tiada pula yang
dapat memberi sesuatu yang tidak Engkau kehendaki atasnya pemberian. dan tidak ada manfaat
kesungguhan seorang yang bersungguh-sungguh tanpa kehendak-Mu.”
Dan di dalam Shahih Muslim dari Abdillah bin Zubair Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rosulullah
shalallaahu ‘alaihi wasallam bertahlil setiap setelah shalat dengan kalimat-kalimat berikut:
ْ ‫َر ْي َ لَهات لَها ْال ام ْل ات َولَها ْال َح ْمدات َوها َو َعلَى اكل ش‬
‫َي مُ قَ َديْر ت َو‬ َ ‫ن َع ْب اد ت َوالَالَ َِوْ َل َوالَ قا روةَ إَالر بَا َت الَ إَلَهَ إَالر هللااالَ إَلَهَ إَالر هللاا َوِْ َدها الَ ش‬
َ ْ ‫الديْنا َولَوْ َك َرهَ ْال َلافَراوْ نَ إَالر إَيراهات لَها الن ْع َمةات َولَها ْالفََْ لات َولَها الثرنَا اُ ْال َح َسنا ت الَ إَلَهَ إَالر هللاا ت م اخ َل‬
‫ص ْينَ لَها‬
“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, kekuasaan
adalah milik-Nya, puji-pujian hanyalah untuk-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak
ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan (seidzin) Allah, dan tidaklah kami beribadah kecuali
kepada-Nya, hanya milik-Nya kenikmatan, keutamaan dan sanjungan yang baik, tiadak ada Ilah
yang berhak diibadahi kecuali Allah dengan rasa ikhlas beribadah kepada-Nya walaupun orang-
orang kafir membenci.”
Di dalam Kitab-kitab Sunan dari hadits Abu Dzar: Bahwa Rosulullahshalallaahu ‘alaihi wasallam,
bersabda: “Barang siapa yang sebelum berbicara, setiap selesai shalat subuh ketika ia masih duduk
di atas kedua kakinya, ia membaca:
ِْ‫َي مُ قَ َديْر (الَ إَلَهَ إَالر هللاا َو‬ ‫َر ْي َ لَهات لَها ْال ام ْل ات َولَها ْال َح ْم اد ت ياحْ يَي َويا َمي ا‬
ْ ‫ْتت َوها َو َعلَى اكل ش‬ َ ‫ َدها الَ ش‬10 ‫(تارم‬
“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, kekuasaan
adalah milik-Nya, puji-pujian hanyalah untuk-Nya, Yang ,menghidupkan dan mematikan dan Dia
Maha Kuasa atas segala sesuatu.” )10 kali(
maka akan dicatat baginya sepuluh kebaikan, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, diangkat
baginya sepuluh derajat, dan pada hari itu ia ada dalam penjagaan penuh dari segala sesuatu yang
dibenci, terjaga dari setan, dan tidak mungkin ada satu dosapun yang akan menjerumuskannya
pada hari itu, kecuali menyekutukan Allah.” Imam Tirmidzi berkata: “Hadits ini Hasan Shahih.”
Sementara riwayat lain juga menyebutkan bahwa tahlil-tahlil yang sepuluh inipun diucapkan
setelah shalat Maghrib, sebagaimana disebutkan dalam Hadits Ummu Salamah yang diriwayatklan
oleh Imam Ahmad, dan Hadits Abu Ayyub Al-Anshari di dalam Shahih Ibnu Hibban.
Demikian juga setelah shalat Maghrib, Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam, membaca:
َ ‫رِ أَ َلرْ نَي َمنَ النر‬7
( ‫ار‬ َ ‫(تارم‬
“Wahai Robbku, lindungilah aku dari Neraka” )7 kali(,
sebagaimana hal ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’I, Ibnu Majah dan
imam-imam lain.
Kemudian setelah itu membaca:
( ‫ اس ْب َحانَ هللا‬33 ‫(ةرم‬
“Maha Suci Allah.” )33 kali(
ْ
( َ ‫ال َح ْم اد َ ر‬33 ‫(ةرم‬
“Segala puji bagi Allah.” )33 kali(
( ‫هللاا أَ ْكبَ ار‬33 ‫(ةرم‬
“Allah Maha Besar.” )33 kali(
kemudian disempurnakan seratus dengan membaca:
ْ ‫َر ْي َ لَهات لَها ْال ام ْل ات َولَها ْال َح ْمدات َوه َاو َعلَى اكل ش‬
‫َي مُ قَ َديْرالَ إَلَهَ إَالر هللاا‬ َ ‫َوِْ َدها الَ ش‬
“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, kekuasaan
adalah milik-Nya, puji-pujian hanyalah untuk-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Rosulullah shalallaahu ‘alaihi
wasallam, bersabda: “Barang siapa yang bertasbih 33 kali di setiap usai shalat, dan ia memuji Allah
33 kali, serta bertakbir 33 kali, maka itulah 99, kemudian ia sempurnakan seratus dengan membaca
“Laa ilaaha illallaah …dst”, maka akan diampuni dosa-dosanya, sekalipun sebanyak buih di
lautan.”
Kemudian membaca:
‫ع َم ْن َذا الر َذي يَ ْ فَ اه َع ْن َدها إَالر بَإ َ ْذنَ َه يَ ْعلَ ام هللاا الَ إَلَهَ إَالر ها َو ْال َح َي ْالقَيَوْ ام الَ تَح اخ اذها َسنَة َوالَ نَوْ م‬ َ ْ‫ت َواألَر‬ َ ‫َما بَ ْينَ أَ ْي َد ْي َه ْم لَها َما فَي ال رس َما َوا‬
َ‫ع َوال‬ َ ْ‫ت َواألَر‬ َ ‫اوا‬ َ ‫َي مُ َم ْن َع ْل َم َه إَالر بَ َما شَا َُ َو َس َه اكرْ َسيَها ال رس َم‬ ْ َ‫وْ نَ ب‬، ‫ْي امِاو اَها َِ ْفغاها َما َوها َو ْال َعلَ َي ْال َع َغ َي َو َما َخ ْلفَها ْم َوالَ يا َح ْي ا‬
“Allah tiadak ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus menerus
mengurus (makhluq-Nya) tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepada-Nya apa yang ada di langit
dan di bumi. Siapakan yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa idzin-Nya? Allah
mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka dan mereka tidak
mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi
langit dan bumi. Allah tak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha
Besar.”
ُ ‫قالْ ه َاو هللاا أَ َِد‬1 ﴾ ُ‫م َمدا‬
‫هللاا ال ر‬2 ﴾ ُ ‫لَ ْم يَلَ ْد َولَ ْم ياوْ لَ ْد‬3 ﴾ ُ ‫ولَ ْم يَ الن لرها اكفاواُ أَ َِد‬4
َ ﴾
“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya
segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tak ada seorangpun yang setara
dengan Dia.”
ُ َ َ‫قالْ أَ اعوْ اذ بَ َرِ ْالفَل‬1 ﴾ ُ َ َ‫ َم ْن شَر َما خَ ل‬2 ﴾ ُ‫م‬
َ َ‫َاس م إَ َذا َوق‬ َ ‫ت فَي ْال اعقَ َد ُ َو‬
َ ‫و َم ْن شَر إ‬3﴾ َ ‫ َم ْن شَر النرفراَِا‬4 ﴾ ‫َس مد إَ َذا َو َم ْن شَر َِا‬
ُ ‫ِ َس َد‬5
َ ﴾
“Katakanlah: Aku berlindung kepada Robb yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya.
Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukan
sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia
dengki.”
َ ‫قالْ أَ اعوْ اذ بَ َرِ النر‬1 ﴾ ُ ‫اس‬
ُ ‫اس‬ َ ‫ َملَ َ النر‬2 ﴾ ُ ‫اس‬ َ ‫اس ْال َخنر‬
َ ‫إَلَ َه النر‬3 ﴾ ُ ‫اس‬ َ ‫ َم ْن شَر ْال َو ْس َو‬4 ﴾ ‫اسالر َذي يا َو ْس‬
َ ‫ص ادوْ َر النر‬
‫ ُ َوسا فَي ا‬5
َ ‫ َمنَ ْال ََّنر َة َوالنر‬6 ﴾
﴾ ُ ‫اس‬
“Katakanlah: Aku berlindung kepada Robb manusia. Raja Manusia, Sembahan manusia. Dari
kejahatan (bisikan) setan yang biasa tersembunyi. Yang membisikan (kejahatan) ke dalam dada
manusia. Dari )golongan( jin dan manusia.”
Hal ini senada dengan apa yang diriwayatkan oleh An-Nasa’I dan Ath-Thabrani dari Abu Umamah
Radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam, bersabda: “Barang siapa
yang membaca ayat Kursi di setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya untuk masuk
Surga kecuali hanya kematian.” Di dalam hadits yang lain disebutkan: “Dia ada dalam
perlindungan Allah sampai shalat berikutnya.” Dan di dalam kitab-kitab Sunan dari ‘Uqbah Bin
Amir Radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam, telah menyuruhku
untuk membaca Mu’awwidzatain di setiap selesai shalat.”
• Adzkar ini dibaca langsung setelah salam, sebelum berdiri dari tempat shalat kita.
• Seusai shalat Subuh dan Maghrib, Surat Al-Ikhlas dan Mu’awwidzatain disunnahkan dibaca 3
kali.
• Disunnahkan mengeraskan bacaanTahlil, Tasbih, Tahmid dan Takbir seusai Shalat,
• Untuk menghitung jumlah adzkar tersebut sebaiknya menggunakan jari-jari tangan, karena jari-
jari tersebut akan ditanya dan diperintahkan untuk berbicara pada hari kiamat. Sebagaimana
diperbolehkan juga menggunakan Tasbeh, selama tidak berkeyakinan adanya keutamaan khusus.
Dan sebagian ulama memakruhkannya, karena hal itu lebih dapat menimbulkan keriya’an, takalluf
dan tidak pernah digunakan oleh Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam, dan para sahabatnya.

6.menyebutkan manfaat dzikir


Manfaat-manfaat zikir dunia dan akherat
Dzikir atau mengucapkan kata-kata pujian yang mengingat kebesaran Allah SWT, adalah amalan
istimewa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Dzikir merupakan media yang membuat
kehidupan Nabi dan para sahabat benar-benar hidup.
Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan bahwa dzikir memiliki tujuh puluh tiga manfaat yaitu:
1. Mengusir setan dan menjadikannya kecewa.
2. Membuat Allah ridah.
3. Menghilangkan rasa sedih,dan gelisah dari hati manusia.
4. Membahagiakan dan melapangkan hati.
5. Menguatkan hati dan badan.
6. Menyinari wajah dan hati.
7. Membuka lahan rezeki.
8. Menghiasi orang yang berdzikir dengan pakaian kewibawaan, disenangi dan dicintai manusia.
9. Melahirkan kecintaan.
10. Mengangkat manusia ke maqam ihsan.
11. Melahirkan inabah, ingin kembali kepada Allah.
12. Orang yang berdzikir dekat dengan Allah.
13. Pembuka semua pintu ilmu.
14. Membantu seseorang merasakan kebesaran Allah.
15. Menjadikan seorang hamba disebut disisi Allah.
16. Menghidupkan hati.
17. Menjadi makanan hati dan ruh.
18. Membersihkan hati dari kotoran.
19. Membersihkan dosa.
20. Membuat jiwa dekat dengan Allah.
21. Menolong hamba saat kesepian.
22. Suara orang yang berdzikir dikenal di langit tertinggi.
23. Penyelamat dari azab Allah.
24. Menghadirkan ketenangan.
25. Menjaga lidah dari perkataan yang dilarang.
26. Majlis dzikir adalah majlis malaikat.
27. Mendapatkan berkah Allah dimana saja.
28. Tidak akan merugi dan menyesal di hari kiamat.
29. Berad a dibawah naungan Allah dihari kiamat.
30. Mendapat pemberian yang paling berharga.
31. Dzikir adalah ibadah yang paling afdhal.
32. Dzikir adalah bunga dan pohon surga.
33. Mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga.
34. Tidak akan lalai terhadap diri dan Allah pun tidak melalaikannya.
35. Dalam dzikir tersimpan kenikmatan surga dunia.
36. Mendahului seorang hamba dalam segala situasi dan kondisi.
37. Dzikir adalah cahaya di dunia dan ahirat.
38. Dzikir sebagai pintu menuju Allah.
39. Dzikir merupakan sumber kekuatan qalbu dan kemuliaan jiwa.
40. Dzikir merupakan penyatu hati orang beriman dan pemecah hati musuh Allah.
41. Mendekatkan kepada ahirat dan menjauhkan dari dunia.
42. Menjadikan hati selalu terjaga.
43. Dzikir adalah pohon ma’rifat dan pola hidup orang shalih.
44. Pahala berdzikir sama dengan berinfak dan berjihad dijalan Allah.
45. Dzikir adalah pangkal kesyukuran.
46. Mendekatkan jiwa seorang hamba kepada Allah.
47. Melembutkan hati.
48. Menjadi obat hati.
49. Dzikir sebagai modal dasar untuk mencintai Allah.
50. Mendatangkan nikmat dan menolak bala.
51. Allah dan Malaikatnya mengucapkan shalawat kepada pedzikir.
52. Majlis dzikir adalah taman surga.
53. Allah membanggakan para pedzikir kepada para malaikat.
54. Orang yang berdzikir masuk surga dalam keadaan tersenyum.
55. Dzikir adalah tujuan prioritas dari kewajiban beribadah.
56. Semua kebaikan ada dalam dzikir.
57. Melanggengkan dzikir dapat mengganti ibadah tathawwu’.
58. Dzikir menolong untuk berbuat amal ketaatan.
59. Menghilangkan rasa berat dan mempermudah yang susah.
60. Menghilangkan rasa takut dan menimbulkan ketenangan jiwa.
61. Memberikan kekuatan jasad.
62. Menolak kefakiran.
63. Pedzikir merupakan orang yang pertama bertemu dengan Allah.
64. Pedzikir tidak akan dibangkitkan bersama para pendusta.
65. Dengan dzikir rumah-rumah surga dibangun, dan kebun-kebun surga ditanami tumbuhan
dzikir.
66. Penghalang antara hamba dan jahannam.
67. Malaikat memintakan ampun bagi orang yang berdzikir.
68. Pegunungan dan hamparan bumi bergembira dengan adanya orang yang berdzikir.
69. Membersihkan sifat munafik.
70. Memberikan kenikmatan tak tertandingi.
71. Wajah pedzikir paling cerah didunia dan bersinar di ahirat.
72. Dzikir menambah saksi bagi seorang hamba di ahirat.
73. Memalingkan seseorang dari membincangkan kebathilan.

· Nilai Saintifik Ayat:


islam menganjurkan manusia mencari ilmu pengetahuan untuk mengagungkan kebesaran Allah
SWT, selain untuk mengambil manfaat ilmu itu sendiri dalam kehidupan manusia. untuk
mengagungkan kebesaran Tuhan, kebijaksanaan dan manfaat bagi kebutuhan manusia, bukan
semata-mata persaingan pasar

8.menguraikan pendukung majunya sains di masa keemasan islam


Salah satu faktor utama yang menyebabkan kemajuan umat Islam pada saat itu dikarenakan para
cendikiawan muslim sungguh-sungguh mengimani dan mengimplementasikan ajaran-ajaran Islam
sebagaimana tersurat dalam Al-Qur'an. Sekaligus mereka menganggap agama Islam adalah salah
satu ilmu berbasis ajaran (transendental) dalam kehidupan, kemudian adanya motivasi (spirit)
Agama. Faktor yang lain, keunggulan ekonomi dan ada dukungan serta perlindungan oleh sang
penguasa. Maka muncullah para cendikiawan muslim terkemuka, seperti Al-Farabi dengan ilmu
Fisika, Metafisika, dan Ibnu Sina dengan ilmu kedokteranya.
Majunya umat Islam pada zaman keemasan Islam adalah sebagai hasil dari sistem pendidikan
terintegrasi antara etika dan logika dan tersedianya anggaran pemerintah dan pengembangan SDM.
Tujuan pendidikan pada masa itu adalah keagamaan dan akhlak, untuk mentaati ajaran agama dan
berakhlak mulia/islami, kemasyarakatan, cinta ilmu pengetahuan dan kehidupan dunia untuk
mencapai kehidupan akhirat yang lebih baik dan kekal.

9.menyatakan siapa yang bertanggung jawab atas kemajuan sains dan teknologi

· Keajaiban Ayat-Ayat ALLAH


10.mengetahui asal kejadian manusia sesuai surat Al-Mu'minun ayat 12
Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa asal penciptaan manusia adalah dari tanah, baik secara
langsung seperti penciptaan Nabi Adam atau melalui proses penciptaan secara ilmiah seperti anak
cucu Adam. Firman Allah :
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah".
(QS. Al Mu'minun: 12)
Ayat tersebut menjelaskan tentang asal penciptaan manusia yaitu dari saripati tanah. Ada beberapa
riwayat yang menceritakan tentang proses penciptaan Nabi Adam.

11.menguraikan tahapan penciptaan manusia sesuai surat Al-Mu'minun ayat 13


" Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari sari tanah, kemudian kami
menjadikannya air mani pada tempat yang kukuh dan terpelihara (rahim) kemudian kami
menjadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging,
lalu segumpal daging kami jadikan tulang-tulang, maka kami liputi tulang-tulang itu dengan
daging, kemudian kami menjadikannya satu bentuk yang lain. Maha suci Allah sebaik-baik
pencipta ".
(QS. Al Mu'minun: 12-15)

12.menggali sifat ALLAH yang tersirat dalam surat Al-Mu'minun ayat 12-16
Maha suci Allah sebaik-baik pencipta ".
>Allah maha pencipta
>Allah maha baik
>Allah maha besar

· Quick Count
13.Memberikan makna ayat 28 surat Al jin
"Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah
Rabbnya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung
segala sesuatu satu-persatu. (QS. 72:28)"
makna:
Dalam ayat ini Allah menyatakan sebab-sebab penjagaan yang sangat rapi itu, yaitu ia menjaga
rasul-rasul-Nya agar mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan sempurna dan agar
terpelihara dengan baik wahyu-wahyu yang disampaikan kepada mereka dan agar dapat dibuktikan
dengan pasti bahwa para rasul itu telah menyampaikan risalah Tuhan mereka kepada manusia
dengan sebaik-baiknya. Maksud firman Allah, agar Allah mengetahui yang demikian itu dari
mereka, yaitu mengetahui kepastian terjadinya dari mereka
14.Menyebutkan peran bilngan prima dan biner sebagai dasar desain
Bilangan prima adalah dasar dari matematika, termasuk salah satu misteri alam semesta. Tidak
pernah terbayangkan oleh manusia sebelumnya, sampai ditemukan bahwa bilangan prima juga
merupakan dasar dari kehidupan alam, yang dengan usaha keras ingin dijelaskan dalam sains.
Pandangan orang umumnya mengatakan bahwa matematika hanyalah penemuan manusia biasa.
Sebaliknya, beberapa pemikir masa lalu – Pythagoras, Plato, Cusanus, Kepler, Leibnitz, Newton,
Euler, Gauss, termasuk para revolusioner abad ke-20, Planck, Einstein dan Sommerffeld-yakin
bahwa keberadaan angka dan bentuk geometris merupakan konsep alam semesta dan konsep yang
bebas (independent). Galileo sendiri beranggapan bahwa matematika adalah bahasa Tuhan ketika
menulis alam semesta.
Faktanya, para astronom dan ilmuwan matematika memang percaya bahwa bilangan biner dan
bilangan prima adalah dasar dari komunikasi di alam semesta.
Bilangan prima dalam matematika diyakini merupakan salah satu misteri alam semesta, karena
hingga era komputer sekarang ini pun, ia banyak dimanfaatkan sebagai sistem kodetifikasi
)pengkodean, penyandian( berbagai hal yang penting dan rahasia. Di alam semesta, ia “diduga”
menjadi bahasa universal yang dapat dipahami oleh semua makhluk berkecerdasan tinggi dan
dipakai sebagai komunikasi dasar antar mereka. Bahkan sejak dahulu, sebagian ilmuwan meyakini
adanya hubungan erat bilangan prima dengan desain kosmos.
15.menunjukan nama surat dan no ayat tentang sudah sempurnanya syariat islam
‫اأس َْل َم ََينُا ْاليَوْ َم أَ ْك َم ْل ا‬
‫ت‬ َ ْ ‫يت لَ ال ام‬ ‫لَ ال ْم ََينَ ال ْم َوأَ ْت َم ْم ا‬
‫ت َعلَ ْي ال ْم نَ ْع َميَي َو َر َ ا‬
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan kepadamu
nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.”
(QS : Al Maidah [5] : 3).

· As-Syakhshiyyah
16.menyebutkan makna kata "As-Syakhshiyyah"
as-syakhshiyyah, berasal dari kata syakhshun, artinya, orang atau seseorang atau pribadi.
Kepribadian bisa juga diartikan identitas seseorang (haqiiqatus syakhsh)
yekh Taqiyuddin An Nabhani dalam As Syakhshiyyah Al Islamiyyah jilid I halaman 5,
menyatakan bahwa kepribadian atau syakhshiyyah seseorang dibentuk oleh cara berpikirnya
(aqliyah) dan caranya berbuat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan atau keinginan-
keinginannya (nafsiyah). Sedangkan as-Syakhshiyyah berasal dari kata as-syakhshu jamaknya
asykhash yang berarti orang atau manusia (al-Insan). As-syakhshiyyah, berarti kepribadian atau
identitas diri-pribadi (jati diri).

17.menguraikan unsur pembentuk Syakhshiyyah


unsur pemikiran (aqliyyah) dan kejiwaan (nafsiyyah)
qliyyah (pola pikir), adalah cara berjalan atas asasnya untuk berfikir sesuatu atau disebut juga
dengan cara manusia mengaitkan realitas dengan informasi yang disandarkan pada landasan
berfikir (qaaidah fikriyyah) tertentu. Proses berfikir ini terjadi melalui proses pengikatan atau
pemaduan antara fakta dan informasi, atau informasi dan fakta, lewat penginderaan yang
dikiramkan melalui otak. Melalui pola pikir ini akan dihasilkan suatu pemahaman (mafhum)
tertentu untuk menstandardisasi perbuatannya
Nafsiyyah (pola sikap), adalah cara manusia mengkaitkan dorongan-dorongan )dawaafi’( untuk
pemenuhan )isyba’( gharizah dan hajatul ‘udlowiyyah dengan mafahimnya atau disebut juga
muyul yang merupakan hasil dari pengkaitan mafahim dengan dorongan-dorongan.
18.menyimpulkan makna prses berfikir
Proses berpikir ada tiga langkah yaitu : (a) Pembentukan Pengertian , atau lebih tepatnya disebut
pengertian logis, (b) Pembentukan Pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah
pengertian atau lebih. Pendapat yang dinyatakan dalam bahasa disebut kalimat, yang terdiri dari
pokok kalimat atau subyek dan sebutan atau predikat, dan (c) Penarikan Kesimpulan adalah hasil
perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada.

· Persatuan Ummat Via Sholat:


19.dalil sholat jama'ah dalam al-quran
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman : “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah
beserta orang-orang yang ruku’. “ )al-Baqarah: 43)

20.menyebutkan doa masuk shof


َ ‫اَللرها رم َّتَنَى أَ ْف‬.
َ‫َ َل َما تا ْتتَ ْي َعبَا ََ َ المرالَ َح ْين‬
ALLAHUMMA AATINII AFDLOLA MAATU’TII ‘IBAA DAKASH SHOOLI_HIIN
Ya Alloh berilah aku seutama apa yang Engkau berikan pada hambahMu yang sholeh.
(HR Al-Bukhori)
Kitab Al-Adzkaar An-Nawawi 40

21.menggali upaya khusyu dalam sholat sesuai dengan ayat 43 surat An Nisa
orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga
kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,(QS. An-Nisa’/4;43(
Mabuk yang maksud pada ayat 43 surat An-Nisa’ seperti yang dijelaskan oleh Buya Hamka, ini
memiliki arti yang luas yaitu, segala kekacauan fikiran, atau fikiran yang tidak bulat, hati yang
bercabang kepada yang lain atau fikiran yang sedang susah dibawa kedalam sholat. Jadi dapat kita
ambil kesimpulan bahwa sholat yang dilakukan tanpa dilandasi dengan kebulatan hati dan
kesadaran fikiran bahwa kita sedang melakukan hubungan dengan Allah, maka dapat dikatakan
bahwa itu adalah sholat dalam keadaan mabuk, karena kesadaraan diri menjadi syarat utama dalam
mengerjakan sholat sebab sholat bukanlah sekedar sujud, rukuk, dan duduk, karena semua
peribadatan yang telah disyariatkan dalam islam yang dipandang sebagai tiang keimanan,
bukanlah upacara tanpa arti yang membelenggu manusia dengan soal-soal gaib yang tidak dapat
dimengerti, inti dari sholat atau jiwa dari sholat itu adalah kekhusyukan (kepatuhan, penyerahan
dan kekhidmatan).

22.Mengungkap ancaman tidak sempurnanya shof dalam sholat berjamaah


Berdasarkan hadis rosullulloh yang bermakna bahwasanya Ditengah antara orang yang solat
berjamaah akan ada anak kambing yang disini dimaksudkan adalah syetan jika tidak merapatkan
soft

· Tambahan strategi pembinaan umat

23.makna ayat 164 surat ali-imron:


"Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus
di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka
ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-
Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam
kesesatan yang nyata. (QS. 3:164) "

kesimpulan:
sebelum adanya seorang rasul,manusia d muka bumi bnr2 dalam kesesatan nyata tetapi setelah itu
Allah SWT memberikan karunia bagi orng2 yg beriman dengan cara mengutus seorang rasul atau
nabi untuk membimbing umat manusia agar terjauh dari kesesatan yg nyata dengan cara
mengajarkan al-quran,membacakan ayat2 al-quran,dan mengajarkan untuk selalu beribadah
kepada Allah SWt.

· Tambahan Dzikir dan berFikir


24.menyebutkan perumpamaan orang yang berdzikir dalam hadits:
pengertian dzikir adalah: memelihara ingatan untuk selalu mengingat Allah dengan cara bertasbih
dan mengagungkan-NYA.
Perumapamaan orang yang berdzikir dalam hadits:

>menurut hadits Yunus ‘Alaihi al-Salam:


Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah,
niscaya dia akan tetap tinggal di dalam perut ikan itu sampai hari berbangkit .(jadi
perumpamaannya adalah orang yg tidak berdzikir akan tinggal d dalam perut ikan hingga hari
kiamat datang)

>menurut hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir adalah
seperti orang hidup dan orang mati(perumpamaanya seperti antara orang yang hidup dan orang
mati)

25. mengungkap tata cara dzikir yang diperbolehkan dan yang tidak:
tata cara berdzikir yang baik:
>berdzikir dengan hati yang tulus
>tidak mengeraskan suara saat berdzikir/melembutkan suara
>melakukan dzikir d tempat yang suci
>menghadap kiblat
tata cara berdzikir yang tidak baik:
>mengeraskan suara hingga menggangu orang2 yg sedang beribadah
>berdzikir d tempat yg tidak suci

26. menyebutkan manfaat dzikir:


>selalu bersama Allah SWT
>membuat hati tenang dan lebih hidup
>menyelamatkan manusia dari siksa
>terhindar dari godaan setan

· Tambahan Nilai saintifik ayat


27.menguraikan tujuan pengembangan sains dan teknologi dalam islam:
tujuan pengembangan saintek:
>memudahkan kehidupan manusia
>membantu dalam pelaksanaan syariat
>menegakkan hakikat kebenaran

29.menguraikan pendukung majunya sains di masa keemasan islam:


>terdapat bnyk pemikir-pemikir/ilmuwan2 islam yg telah menyumbangkan karyanya kepada
dunia arab khususnya dan seluruh dunia pada umumnya
>Peran kesadaran religius sebagai daya dorong untuk menuntut sains dan teknologi
>Kelahiran dan kebangkitan gerakan penerjemahan besar-besaran yang bertahan selama beberapa
abad

30.menyatakan siapa yang bertanggung jawab atas kemajuan sains dan teknologi:
>yang bertanggung jawab atas kemajuan sainstek pada masa keemasan islam yaitu ilmuwan2
islam yang telah berkontribusi dalam menyumbangkan karya2nya untuk dunia dan semua umat
manusia

· Tambahan Keajaiban Ayat-Ayat ALLAH


31.mengetahui asal kejadian manusia sesuai surat Al-Mu'minun ayat 12
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.(QS.
23:12)"
manusia d ciptakan oleh Allah SWT berasal dari tanah

32.menguraikan tahapan penciptaan manusia sesuai surat Al-Mu'minun ayat 13


"Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
(QS. 23:13) "
tahapan penciptaan manusia sesuai surat al-mu'minun
>"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.(QS.
23:12)"
>"Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
(QS. 23:13) "
>Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan
segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu
Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka
Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. 23:14)
kesimpulan:saripati tanah->air mani yg d simpan d dalam rahim->d jadikan segumpal darah-
>menjadi segumpal daging->kemudian menjadi manusia.

· Tambahan Kepribadian Muslim


33.menyebutkan makna kata "As-Syakhshiyyah":
Langkah-langkah yang merupakan latihan untuk meraih Sholat khusyu’ antara lain :
1. Lakukanlah Wudlu dengan baik dan benar sebagai bagian tidak terpisahkan dari kesempurnaan
persiapan sholat. Kesadaran akan menghadap Allah diawali ketika mulai mengambil air wudlu.
2. Lakukan rilaksasi sebelum sholat. Biarkan tubuh luruh, agak dilemaskan atau bersikap serileks
mungkin. Rasakan getaran kalbu yang bening dan sambungkan rasa itu kepada Allah SWT.
3. Bangkitkan kesadaran diri bahwa kita sedang berhadapan dengan Allah SWT, Zat Yang Maha
Kuasa, Yang meliputi segala sesuatu, yang Maha Hidup, Yang Maha Suci dan Maha Agung.
Sadari bahwa Kita akan memuja dan bersembah sujud kepada-Nya, menyerahkan segala apa yang
ada pada diri kita.
4. BerNIATlah dengan sengaja dan sadar sehingga muncul getaran rasa yang sangat halus dan kuat
menarik ruhani menghadap kehadirat-Nya. Pada saat itu ucapkan takbir.
5. Pahamilah setiap bacaan dan gerakan yang sedang kita lakukan. Sehingga makna dari ayat yang
dibaca dan gerakan yang dilakukan dapat menjelma dalam aktifitas sholat kita.
6. Jagalah selalu Tuma’ninah. Kebanyakan orang mengira bahwa jumlah bacaan dalam setiap
sholat dijadikan ukuran waktu selesainya sikap berdiri, duduk, rukuk, maupun sujud. Padahal itu
bukanlah sebuah aba-aba dalam sholat kita.
7. Selalu Lakukan zikir setelah sholat dilaksanakan.
Agar getaran jiwa itu tidak tertutup lagi, lakukanlah zikrullah dalam setiap kesempatan. Firman
Allah dalam surat An-Nisa ayat 103 : “Maka apabila kamu telah menyelesaikan Sholatmu, ingatlah
Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah
merasakan tenang, maka dirikanlah sholat (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah
kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.