Anda di halaman 1dari 4

Nama : Ngurah Ketut Pramesti Nirartha

Nim : 1504205035
TEKNOLOGI DALAM PERKEMBANGAN ARSITEKTUR
Pengertian arsitektur yang terdapat dalam buku Hybrid Space adalah: “The art or science
of building; specify: the art or practice of designing structures and esp. inhabitable ones” (Zellner,
1999: 9). Pengertian ini lebih menyempitkan pengertian arsitektur sebagai suatu seni. Suatu seni
tentunya ditujukan untuk dapat menghasilkan suatu yang memiliki nilai keindahan.
Misalnya arsitek rumah membuat rumah memiliki unsur keindahan.
Kimberly Elam mengemukakan bahwa “Architecture has some of the strongest
educational ties to geometric organization because of the necessity for order and efficiency in
construction, and the desire to create aesthetically pleasing structures” (Elam, 2001: 101). Ia
menjelaskan bahwa arsitektur memiliki hubungan yang kuat dengan geometri. Salah satu yang
menghubungkan antara kedua hal ini adalah nilai estetis. Makanya sekarang banyak muncul jasa
arsitek, misalnya arsitek rumah, arsitek bangunan, dsb.
Dari pendapat di atas didapat bahwa geometri dapat menjadi salah satu elemen yang dapat
menjadikan suatu karya arsitek memiliki nilai estetis. Tapi tentunya untuk menimbulkan nilai
estetis ini, maka karya arsitektur tersebut kemudian dibatasi dengan aturan-aturan geometri yang
ada. Dengan adanya aturan ini, bentuk yang dihasilkan menjadi terikat. Salah satu contoh lain
aturan geometri adalah golden section.
Arsitek romawi bernama Marcus Vitruvius menjelaskan bahwa pembangun harus selalu
menggunakan rasio yang tepat dalam pembangunan suatu kuil, sepertinya pernyataannya “for
without symmetry and proportion, no temple can have a regular plan” (Vitruvius, 1960). Tiap kuil
yang ada pada saat itu, harus menggunakan aturan golden section, sehingga bentuk kuil pada saat
itu tidak beragam dan memiliki standar yang sama. Dengan bentuk yang dibatasi oleh aturan
golden section tersebut, tentu saja para arsitek pada saat itu tidak dapat mengeluarkan ide kreatif
mereka, sehingga keragaman arsitektur pada saat itu sangat berkurang.
“The purpose of geometry of design is not to quantify aesthetics through geometry but
rather to reveal visual relationships that have foundations in the essential qualities of life such as
proportion and growth patterns as well as mathematics. Its purpose is to lend insight into the
design process and give visual coherence to design through visual structure. It is through this
insight that the artist or designer may find worth and value for themselves and their own work”.
(Elam, 2001: 5).
Penjelasan Kimberly Elam menyangkut fungsi geometri di atas, menjelaskan bahwa
geometri memiliki fungsi yang relevan dalam memperlihatkan hubungan visual suatu objek dari
segi proporsi, dan juga pola perkembangan objek tersebut.
Hal ini juga banyak diterapkan oleh arsitek bangunan pada saat itu. Pada saat itu, lukisan
dan bangunan yang tidak menggunakan prinsip geometri tidak dapat dianggap suatu yang indah.
Banyak lukisan-lukisan dan bentuk yang tidak menggunakan aturan geometri. Walaupun tidak
menerapkan aturan ini, lukisan ataupun bentuk tersebut dapat dikategorikan sebagai suatu yang
indah. Terlihat bahwa kaidah geometri dalam suatu desain dapat membatasi variasi desain yang
dihasilkan. Selain dari penggunaan geometri sebagai pemvisualisasian hubungan dan proporsi dari
suatu objek, geometri juga memiliki fungsi sebagai suatu kaidah yang digunakan untuk memberi
ukuran pada bangunan dan bentuk.
TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIDANG ARSITEKTUR
Teknologi, di pihak lain, adalah aplikasi dari prinsip-prinsip keilmuan, sehingga
menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kehidupan manusia. Aplikasi prinsip-prinsip ini dapat
dalam lapangan teknik maupun sosial. (supriadi, 1994;116).
Terkait teknologi, komputer dalam dunia arsitektur telah dimulai sejak komputer
ditemukan. Bentuk keterlibatan itu tentu tidak sama dengan yang kita pikirkan saat ini. komputer
generasi terkini menghasilkan gambar-gambar yang sangat realistis, itu seolah-olah menjadi bukti
dominan keterlibatan komputer dalam arsitektur. Sedangkan komputer generasi terdahulunya,
pertama kali komputer terlibat dalam desain arsitektur dalam bentuk bantuan menghitung
konstruksi, penggambaran dan semacamnya.
Proses arsitektur memanfaatkan komputer sejalan dengan perkembangan kemampuan
komputer. Saat komputer generasi baru mampu melakukan perhitungan berat seperti yang
diperlukan pada proses render arsitektur 3D, maka dunia desain arsitektur menanggapi dengan
optimis dan ketertarikan yang tinggi. Dari hal tersebut gambar-gambar presentasi desain arsitektur
nyaris tidak dapat dibedakan dengan kondisi nyata. Jika kita memakai proses desain yang paling
sederhana, yang telah dipakai oleh para arsitek sejak ratusan tahun yang lalu, maka terlihat bahwa
komputer dapat berperan di tahap mana saja.
PERBANDINGAN ANTARA DESAIN ARSITEKTUR DAHULU DAN SEKARANG
(KOMPUTERISASI)
Pembuatan Sketsa Awal (gagasan awal untuk diskusi dengan klien maupun tim perencana
baik secara 2D, 3D, animasi maupun virtual reality), Dalam hal pembuatan sketsa awal, hasil
analisis, dibandingkan dahulu dengan era sekarang adalah: dahulu para arsitek, dalam membuat
konsep menggunakan sketsa tangan, dan visualisasi warna menggunakan, pencil warna, spidol, cat
air, cat minyak, sedangkan era sekarang pembuatan sketsa bukan saja manual akan tetapi bisa
melalui media smart phone, net book dan computer serta berbagai pengolahan data dengan
software-software yang berkaitan dengan desain interior. Divisualisasikan melalui olahan render,
salah satunya yakni software AutoCad.
Perhitungan-perhitungan (konstruksi, fisika bangunan), Dalam hal perhitungan-
perhitungan, hasil analisi, dibandingkan dahulu dengan era sekarang adalah: dahulu para arsitek,
perhitungan biaya bisa menggunakan mesin hitung, kini ada beberapa mesin hitung yang bias
diadopsi dari software-sofware terkait beitupun juga perhitungan konstruksi.
Pengembangan Desain (menuju ke karya desain yang lebih terpadu dalam bentuk animasi
maupun virtual reality yang dapat dilakukan secara manual maupun otomatis dengan teknik
morphing), Dalam pengembangan desain, hasil analisis, dibandingkan dahulu dengan era sekarang
adalah: dahulu para arsitek, dalam pengembangan desain bisa saja menggunakan sketsa dan
gambar dengan bantuan meja gambar teknik, kini diera sekarang lebih terpadunya menggunakan
sketsa, gambar kerja dengan bantuan komputer dengan software Auto Cad, 3D Max, Sketchup,
dengan file berupa soft copy dan hard copy berupa hasil print. Pada proyek besar kini animasi juga
dilibatkan untuk lebih terpadunya keseluruhan pengembangan desain yang ingin dipresentasikan.
Presentasi (penyajian produk desain akhir), Dalam Presentasi, hasil analisis, dibandingkan dahulu
dengan era sekarang adalah: dahulu para arsitek dalam mempresentasikan desain masih berupa
media yang didukung keterampilan tangan atau manual, kini dengan komputer berupa software
auto cad, 3D Max, sketchup,3D Maya, dan virtual pendukung lainnya, presentasi dapat lebih
mudah menerjemahkan maksud desainer/arsitek ataupun menerjemahkan keinginan klien, akurasi
gambar lebih tepat dan visualisai lebih nyata. Sehingga bagi klien yang sedikit awam tidak
kebingungan untuk mengerti presentasi desain yang disajikan.
Pembuatan gambar kerja, Dalam pembuatan gambar kerja, hasil analisis, dibandingkan
dahulu dengan era sekarang adalah: dahulu para arsitek membuat gambar kerja dengan bantuan
meja gambar teknik, sedangkan kini meja gambar teknik sedikit-demi sedikit mulai ditinggalkan
diganti dengan software autocad pada komputer untuk mendapatkan akurasi dan kecepatan
penyelesaian gambar kerja. Akan tetapi pembuatan gambar kerja dalam hal perkuliahan masih
dimanfaatkan pada mahasiswa semester-semester kecil sebagai latihan tangan dalam mengolah
ketegasan garis mahasiswa.
Pengarsipan Karya Desain (menyimpan karya desain secara sistematis dan aman untuk
dipergunakan di lain waktu). Dalam pengarsipan karya desain, hasil analisis, dibandingkan dahulu
dengan era sekarang adalah: dahulu para arsitek sebelum ada komputer generasi baru yang bisa
menjalankan software menggambar, arsip-arsip disimpan pada rack dan almari simpan, kini
pengarsipan secara sistematis bias disimpan di komputer pada folder-folder berupa soft copy dan
internet melalui email, arsip-arsip dalam bentuk Hard copy juga masih dibutuhkan, sebagai bagian
dari portfolio. File-file di komputer dikatakan aman apabila juga di transfer datanya pada CD/DVD
untuk antisipasi kerusakan dari komputer.