Anda di halaman 1dari 6

Nama :Siti Devi Astutik

NIM : 131811123036
Jalur : Alih jenis
Kelas : AJ1

RESUME KEPERAWATAN MATERNITAS 2

GANGGUAN KEHAMILAN

Angka MMR di Indonesia 126/100 ribu kelahiran hidup. Penyebab utama kematian
pada ibu antara lain HT dalam kehamilan, perdarahan infeksi serta sebab tidak langsung
seperti penyakit ibu sebelum kehamilan. Faktor AKI tidak hanya dari faktor ibu terkait
layanan kesehatan saat hamil, persalinan, postpartum. Kebijakan pemerintaha pada
kesehatan ibu hamil berfokus pada pencegahan morbiditas dan mortalitas.

Gangguan / Komplikasi persalinan

- Sering muncul pada awal kehamilan : Infeksi. Keguguran, HT, Hiperemesis


gravidarum, Anemia, Hamil ektopik, KEK.

- pada kehamilan lanjut: Kematian janin, Preeklamsia, DM gestasional, Persalinan


prematur

Pada gangguan dalam persalinan infeksi, PE, Eklamsi, DM gestasional dapat terjadi pada
kehamilan awal, lanjut bahkan post partum.

1. Infeksi kehamilan

Infeksi saliran kemih

Secara umum Perubahan fisik selama kehamilan meningkatkan resiko isk


ureneristesis (urin yg tertahan) dan kembalinya urin dr uretra ke arah ginjal.
kurangnya kemampuan hygiene dengan benar akan memperberat keadaan ini.
Penyebabnya adalah beberapa bakteri. Gejalanya asimtomatis infeksi bisa naik ke
saluran kemih bagian atas, dapat menimbulkan gejala demam nyeri perut bawah, burn
sensation, disurea, inkontinensia hematuri tergantung parahnya. Dapat trjadi
komplikasi retardasi pertumbuhan janin, prematuritas, HT, preeklamsia, anemia dan
amnionitis yang dapat menimbulkan ketuban pecah prematur.

Diagnosa:
1. hipertermia bd proses penyakit isk ditandai suhu tubuh diatas normal, tubuh hangat ,
takikardi

2. gangguan elminasi urin bd iritasi kandung kemih ditandai desakan berkemih, sering
BAK, distensi kandung kemih

3. nyeri akut bd isk ditandai mengeluh nyeri, tampak meringis, frekuensi nadi
menignkat,

intervensi isk pada ibu hamil

1. kolaborasi dengan dokter pemberian antibiotik antipiretik

2. kompres hangat pada daerah nyeri

3. ajarkan perienal hygiene yang benar

4. ajarkan cuci tangan yang benar

5. monitor pengeluaran urin jumlah warna keluhan

6. monitor suhu tubuh

7. latiahn blededer training mengatadi

8. berikan cairan peroral / parenteral sesuai kebutuhan

9. nutrisi ssuai kebutuhan

10. beri eukasi klien dgn isk tdk boleh mengobati sendiri mengosnumsi antiobiotik
tanpa resep dapat menyebabkan resistensi antibitik

Infeksi Menular Seksual

cytomegalovirus (cmv), merupakan salah satu virus herpes menimbulkan demam dan
faringitis, pembengkakan kelenjar limfe dan limpa. Dapat menular melalui cairan rubuh
yaitu urin, veses, ludah darah semen dan asi. Timbul 90 % pada bayi yg ibunya terinfeksi saat
hamil. Pada janin menimbulkan gangguan pembentukan organ dapat didekteksi saat USG.
Kelainan lebih banyak terjadi pada pada janin terinfeksi pada trimester 1 kehamilan. Kelainan
tersebut yaitu organomegali, pelebaran abnormal pada ventrikel lateral otak ureter renal
pelvis, pegapuran pada intrakranial, mikrosevalus, penebalan plasenta, akumulasi cairan pada
tubuh bayi, hepatik intestinal. Adanya hubungan dengan infeksi cmv dengan kematian janin
tapi tidak semua janin menimbulkan gejala atau kelainan.
Hepatitis B Virus,

jenis hepatitis sering di derita di masyarakat. didiagnosa dari ditemukannya hbsag


dalam sirkulasi darah. Virus dapt menembus plasenta jika terjadi kerusakan pada sawar
plasenta, jika terjadi transmisi dari ibu kejanin makan resiko janin terinfeksi 90 %. Penularan
pada masa perinatal merupakan metode utama yang menyebabkaan bayi baru lahir terinfeksi
hbv transimisi melalui kontak dengan darah ibu selama persalinan. BBL terinfeksi dpt
menjadi sumber penyebaran ke orang lain. Pemberian antiviral bersama vaksinasai dan
imunigobulin hepatitis b meningkatkan efktifitas pencegahan penularan infeksi ibu ke janin.
Kehamilan dan laktasi bukan kontraindiksi untuk mpemberian imnuisisai hb untuk itu butuh
scresning hb ibu hamil pada trimester 1. Imunisasi hb wajib bagi bbl 1 jam setelah pemberian
vit K.

Hepatitis C Virus,

pengidap hcv merupakan sumber utama penularan dan berpotensi mengalami


kerusakan hati. Penularan paling banyak melalui jarum suntik, penularan seksual, tranfusi,
dll. Penularan dari ibu kejanin dapat terjadi. Angka penularan dapat meningkat jika ibu
menderita hiv. Persalinan sc tidak menurunan resiko penularan dari ibu ke bayi. CDC tidak
menyaran kan sceaning hepatitis C pada ibu hamil. Hanya dialakukan pada yang beresiko
seperti ibu penderita hiv atau pengguna narkoba suntik.

HPV,

infeksi sering terjadi pada genetal bagian bawah. Penatalaksanaannya adalah


kreaterapi, elektrokauterisasi dan pengaplikasian trikoloasetat. Persalinan sc perlu
dipertimbangkan.

Syphilis,

infeksi disebabkan triponemapalidum yang dapat menimbulkan abortus, prematuritas,


gangguan sirkulasi plasenta, keruskan hati dan kelainan jantung pada janin. Penangann yg
kurang tepat dapat menyebabkan kegagalan multiorgan termasuk kelainan pada mata, otak,
telinga, jantung, gigi, dan tualng. Ibu hamil yg asimtomatik dianjurkan screaning saat
antenatal care.

HIV, menyerang imunitas ibu hamil dan dapat menular pada janin. Infeksi hiv kongenital
penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi. Penularan dapat terjadi pada masa
kehamilan, persalinan atau masa menyusui. Asi eksklusif mencegah morbiditas dan
mortalitas pada bayi. Persalinan dapat pervaginam dan sc sesuai syarat tertentu.

Zika Virus,

ditularkan oleh nyamuk aedes agepty, aedes albopictus. Belum ada vaksin yang dapat
mencegahnya, penyebarannya dapat melalui kontak seksual dgn orang yg terinfeksi virus
zika. Tanda gejalanya demam, bintik kemerahan di badan, nyeri kepala persendian mata
merah, nyeari otot. Dilakukan usg berkala pada bumil untuk mengetahui kelainan pada janin.

Toksoplasmosis,

disebabkan protozoa toksoplasmosis condi. Kontaminasi veses dan urin hewan kucing
yang mengeandung toksosplasmosis gondi ookis yg sangat kuat dan dapat meninfeksi lebih
dari 1 tahun kemudian di lingkungan hangat dan lembab. Untuk itu sangat penting menjaga
kebersihan lingkungan dan menghindari terkontaminasi veses dan uirn kucing. Ibu hamil
yang terinfeksi mengalami limfadenopati dan demam. Resiko penularan semakin besar
seiring tuanya masa kehamilan saat ibu terinfeksi. Manifestasinya pada janin ensefalomielitis
menyebabkan kegagaln kehamilan, retinokoroiditis, kematian neonatus

Rubela,

teratogenik berarti menimbulkan kegagalan pembentukan pada janin, bukam hanya


fungsi oragan yang tidak sempuna dan juga organnya yg tidak terbentuk. Mecegah rubella
dapat dilakukan dgn melakukan vaksinasi dan tes bebas TORC. Saat perempuan terdeteksi
teirinfeksi rubella, kehamilan harus di tunda selama 1 bulan. Semakin muda masa kehamilan
maka semakin besar resiko janin terinfeksi.

Infeksi Jamur, Kandidiasis.

Tanda gejalanya pengeluran cairan vagina yg berwarna putih kental bergumpal dan
tidak berbau, px merasa gatal dan nyeri saat berkemih, normalnya kandida tumbuh pada
mulut , tenggorokan, usus, dan vagiana tanpa menimbulkan masalah.

Baterial Vaginosis

peradangan pada vagiana akibat 1 atau lebih bakteri yg sebnarnya normal berada pada
vagina. Tanda gejalanya cairan vagina berwarna putih keabu abuan dan melekat pada
vagiana, secret berbau amis dan ph cenderung basa. Faktornya pedisposisinya pencucian
vagiana, multiseksual partner. Penangannya pemberian antibiotik.
Keguguran,

kehamilan yang berakhir sebelum usia 20 minggu kehamilan. Dgn berat janin kurang
500gr atau panjang Bayi kurang 16,5 cm. Jenis abortus dilihat dr Pembuakaan servik abortus
iminens dan abortus insipiens. Bertdarsarkan cara terjadinya abortus spontan dan induced
abortion. Berdasarkan kelengkapan pengeluaran janin abortus complete dan incomplete.

- Iminenens, ada cukup kemungkinan kehamilan masih bisa dipertahankan. Gejalanya


nyeri perut bagian bawah dengan atau tanpa pengeluaran darah pervagianam tp dari
pemeriksaan dalam dapat ditemuakn servik masih tertutup, dari pemeriksaan usg
tanda janin masih viable. Penatalksanan nya penghengtian perdarahan, bedrest,
pemberian obat penguat kehamilan mengandung hormon progesteron dan menunda
hubungan seksual. Jika kehamilan dapat dipertahankan dan perdarahan berhenti maka
perlu monitoring setiap 4 minggu jika perdarahan berlanjut situaii menjasi insipiens
perlu penindakan lanjut

- Insipient, berarti bahwa kehamilan sudah berakhir perlu penagann pengeluaran hasil
konsepsi.

- Spontan, proses terjadinya tidak dimulai secara mekanik maupun medis.


Penyebabnya kelainan kromosom bayi, kelainan uterus, inkompetensi servik, infeksi
pada kehamilan, merokok, pengguanaan narkoba, alkohol, konsumsi kafein
berlebihan, penurunan progesteron, usia ibu terlalu muda kurang 20 thn, atau terlalu
tua lebih dari 40 thn. Resiko meningkat pada ayah brusia lebih 40m thn saat konsepesi
terjadi.

- Induced, abortus yang dimulai dr prosedur medis. Aborsi tindakan pembedahan atau
pengobatan. Tindakan ini dilakukan krn kehamilan mengancam kesehatan ibu dan
Jalan satu satunya hanya dengan mengakhiri kehamilan. Abortus ilegal cenderung
tidak aman akan menimbulkan komplikasi sampai kematian.

- Complete, seluruh bagian janin telah keluar dr ibu.

- Incomplete, terdapat bagian janin dan atau plasenta masih tertinggal di rahim ibu.
Penatalksanaannya tergantung usia kehamilan dan perdarahan yg terjadi. Jika kurang
dr 16 minggu dengan perdarahan ringan atau sedang makan dilakukan tindakan
forcep. Jika usia kehamilan kurang dr 16 minggu dengan perdarahan hebat maka
dilakuakn evakuasi isi uterus dengan aspirasi vakum serta pemberian ergometrin. Jika
lebih 16 minggu maka induksi persalinan dilakuakn. Prosedur dilatasi dan evakuasi
lebih sering dilakukan untuk abortus yg terjadi di trimester kedua kehamilan,
pemsangan laminaria dan pemberiran misoprostol diperlukan untuk mempercepta
pembukaan servik. Pasca kuretase maupun d & e berdampak pada siklus menstruasi
pada klien

- Hiperemesis gravidarum, mual muntah biasa trjadi pada awal kehamilan samai usia
kehamilan 16 minggu. Menyebabkan kelemahan, kekurangan cairan dan elektrolit,
serta ganggaun asam basa. Pengurangan bb lebih dari 5% sebelum hamil
Penyebabnya belum jelas tp ditengarai peningkatan aktivitas hormon pada kehamilan.

- Anemia, jika kadar hb < 11 gr/dl pada trimester 1 dan 2 atau < 10,5 gr/dl pada
trimester 3. Faktor pedisposisinya kekurangann asam folat, b12, kelainan
gastrointestinal, penyakit kronis, riwayat keluarga dgn anemia. Kebutuhan zat besi
saat kehamilan sekitar 1000 mg. Tandanya persaan lelah, pucat , pingsan, sesak
nafas.

- KEK (kekurangan energi kronis) jiak LILA ibu hamil < 23,5 cm predisposisnya
kurannya asupan nutrisi, dan penyakit kronis.

- Kehamilan ektopik tergangguan, kehamilan yang terjadi diluar rahim. Dapat terjadi
kagagalan hasil konsepsi untuk turun ke rahim dan bernidarsi, atau endometrium
tumbuh di luar rahim. Tuba falopi yg terlalu sempit menyebabkan keberlangsungan
kehamilan trhganngu sehingga muncullah kondisi KET. Tanda gejalanya nyeri
abdomen dan pelvis, perdarahan pervagianam, hipotensi dan hipovolemik dan pasien
terlihat pucat.

Ganggaun kehamilan lanjut

- Stillbiirt kematian janin setelah usia kehamilan 20 minggu penyebebnya infeksi


kehamilan, ablasio plasenta, HT, DM, gangguan imunitas ibu.