Anda di halaman 1dari 4

Judul: gigi saya sakit terus tidak sembuh-sembuh dok

SKENARIO

Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke RSIGM dengan keluhan gigi belakang bawah kiri
dan kanan terasa sakit. Dulu pernah sakit berdenyut tapi minum obat pereda sakit, hilang
sakitnya.Gigi yang sebelah kanan sudah dilakukan perawatan dan penambalan, sedangkan yang
kiri belum dilakukan perawatan. Sekarang keduanya sakit kalau makan makanan yang keras.
Pada pemeriksaan IO gigi 47 perkusi:+, papasi:-, terdapat fistel. pada gigi 36, tampak karies
profunda dengan warna mahkota agak buram. Gambaran radiografis Nampak pada gambar

Step 1:

- Fistula: saluran abnormal yang terentuk karena drainase abses, menghubungkan antara
rongga abses menuju keluar untuk menyalurkan pus, ruangan yang berbentuk seperti
tabung yang menjadi jalan keluar dari pus.

Step 2:

1. Bagaimana interpretasi dari skenario?


2. Bagaimana pemerikaan pada kasus scenario?
3. Apa diagnose dari gigi 47 dan 36?
4. Bagaimana patofisiologi terjadinya fistul pada gigi 47?
5. Apakah terdapat hubungan antara sakit gigi 47 dan gigi 36?
6. Apakah terdapat hubungan antara sakit yang dulu dan yang sekarang? Kalau missal ada
apa hubungannya?
7. Apakah ada hubungan dari usia pasien dengan kondisi periodontal setelah dilakukan
perawatan?
8. Kenapa masih terasa nyeri pada gigi 47 setelah dilakukan perawatan?
9. Apa saja indikasi dan kontraindikasi pada perawatan yang akan dilakukan?
10. Bagaimana perawatan yang dilakukan pada kasus di scenario?
11. Bagaimana prosedur perawatan pada skenario?
12. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari perawatan endodontic?

Step 3:

1. Bagaimana interpretasi dari skenario?


Ro gigi 47
- Mahkota radiopak menyerupai restorasi dengan kedalaman pulpa
- Radiopak pada lauran akar menyerupai bahan pengisi saluran akar
- Radiolusen pada akae mesial gigi 47
- Radiolusen pada akar mesial gigi 47 dengan batas difus
- Kehilangan lamina dura dan membrane periodontal
Pemeriksaan iO 47:
- Perkusi +  Terjadi peradangan pada periodontal
- Terdapat fistula
- Terdapat perforasi pada foramen gigi: bahan pengisi keluar dari akar

36: karies profunda dan mahkota gigi berwarna buram menunjukkan gigi mengalami
nekrosis
2. Bagaimana pemerikaan pada kasus scenario?
Pemeriksaan subjektif: anamnesa Secret seven dan fumdamental four, kelainan
sistemik,
Objektif: io: sondasi, perkusi, Ro: untuk menegakkan diagnosa, palpasi
Pemeriksaan darah
Pemeriksaan histoimunologi: untuk mengetahui adanya sel-sel yang berperan dalam
proses peradangan

3. Apa diagnose dari gigi 47 dan 36?


- Gigig 47: abses apikalis kronis, jika mengalami kegagalan dalam psa karena
perforas, perkusi +, fistula pada apical, palpasi -
- Gigi 36: nekrosis pulpa, sudah terdapat perubahan warna pada mahkota,
nekrosis pulpa sebagian, periodontitis( kelainan pada jaringan periodontal) ketika
mengunyah sakit

4. Kenapa pada gigi 47 palpasi – tapi ada fistul? Untuk mengetahui apakah masih adanya
nflamasi atau tidak, terdapat perbedaan mukosa pada yang telah terjadi inflamasi atau
tidak
5. Macam-macam abses?

6. Bagaimana patofisiologi terjadinya fistul pada gigi 47?

Karena faktor iatrogenic sampai perfor ke jaringa apical, abses terjadi karena
mikroorganisme, terjadi penumpukan pus, kronis :asymptomatis
Saat bakteri masuk sel darah putih melawan dari infeksi, darah putih yag mati menjadi
nanah dan akan terdorong dan akan menjadi dinding pembatas abses. Abses akan
membentuk daerah agar tidak mengakibatkan kerusakan jaringa periapika yang lain dan
meneluarkan pusnya dengan membentuk fistula.
Jika tidak ada penangan yang lebih lanjuk akan menjadi kronis

7. Apakah terdapat hubungan antara sakit gigi 47 dan gigi 36?


- Tidak ada hubungannya, karena berbeda penyebab, beda patofisiologis,
-
8. Apakah terdapat hubungan antara sakit yang dulu dan yang sekarang? Kalau missal ada
apa hubungannya?
- Terdapat hubungannya, karena yang ulu dengan obat hanya meringankan tidak
menghilangkan etiologi
- Seharusnya diberi analgesic dan antibiotic
- Jika sebelum psa bisa jadi penyebab lain selain dari iatrogenic dari penyebab abses
- Kegagalan perawatan psa:
1. Sebelum perawatan: salah diagnose dan memperkirakkan prognosis
2. Selama perawatan: salah memasukkan bahan, salah open kavitas, salah pengisian
saluran akar, perforasi, preparasi yang belum bersih
3. Setelah perawatan: pada bagian atas dilakukan restorasi, restorasi tidak kuat bisa
menjadikan karies sekunder, restorasi lepas, restorasi terdapat srinkage

9. Kenapa masih terasa nyeri pada gigi 47 setelah dilakukan perawatan?


-bahan pengisi menembus ke apical sehingga menyebabkan inflamasi karena faktor
mikroorganisme, karena mediator inflamsi keluar sehingga harus segera dilakukakn
perawatan : antibiotic dan drainase,

- Setelah dilakukan psa mengalami nyeri, kemungkinan bisa diakibatkan iatrogenic


selama psa,
- Antibiotik diawal: untk mrnghentikan miroorganisme
- Setelah dilakukan perawatan: untuk mencegah adanya microorganism kembali

10. Apa saja indikasi dan kontraindikasi pada perawatan yang akan dilakukan?

11. Apa perawatan yang dilakukan pada kasus di scenario? Beserta prosedur perawatan?

Gigi 47:
Insisi drainase: kuretase, file,
Pemberian antibiotic

Gigi 36:
1. Anastesi, jaringan karies dibersihkan,Isolasi, devitalisasi pulpa, open akses , pulp
debridement, irigasi, pengukuran daerah kerja, pembentukan saluran akar , obturasi
saluran akar
12. Alat-alat yang digunakan psa beserta gambar
13. Bagaimana cara psa ulang pada ksus di scenario?
14. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari perawatan endodontic?
-saat perawatan: iatrogenic, teknik, bahan, mudah dimasukkan, tdk meyusut, tidak
berlebih, anatomi kalau bengkok susah dilakukan psa
Anamnesis: apakah ada kelainan sistemik, Usia, motifasi
Opn kavitas lebih diperhatikan
Triat endodontic:
1. Mendapatkan akses yang lurus ke akar
2. Preparasi saluran akar sampai pembersihan mikroorganisme
3. PengisiAN saluran akar, tidak terlalu besar, kecil dan panjang
-Keadaan asepsis agar tidak terdapat mikroorganisme kembali yang masuk
Metode psa: tarabinajat, Walton

Macam” abses