Anda di halaman 1dari 8

Nama : Reza Adhitya Pratama

Kelas : BD
Semester : 1
NIM : 11161020000049
Judul buku : Sejarah Peradaban Islam
Pengarang : Dr. H. Syamruddin Nasution, M.Ag.
Penerbit : Yayasan Pustaka Riau
Th. Terbit : 2013
Kota terbit : Pekanbaru
Cetakan : III
Jumlah halaman : 342
Tebal buku : 1.5 cm

SINOPSIS :

Sejarah Islam, menurut Harun Nasution sejarah peradaban Islam dipisahkan


menjadi 3 periode yaitu, periode klasik, periode pertengahan, dan periode modern.
Periode klasik adalah fase ekspansi, integrasi dan disintegrasi dari Islam dimana saat
itu wilayah islam semakin melebar, setelah itu untuk periode pertengahan adalah fase
kemunduran dari Islam dimana negara – negara Islam mulai menghilang satu per
satu, sedangkan untuk yang terakhir yaitu periode modern adalah fase kebangkitan
dari umat Islam.

Sebelum Islam masuk Bangsa Arab mengembara dari satu tempat ke tempat
lainnya untuk mencari ketersediaan air di tempat tersebut. Bangsa Arab yang
mengembara disebut juga ahl al – badwi (penduduk pengembara), sedangkan
beberapa diantara mereka juga ada berada di tepi pantai disebut ahl al – hadhar
(penduduk penetap) mereka melakukan cocok tanam, kerajinan dan perdangangan.
Dalam segi kebudayaan ahl al – hadhar lebih maju dibandingkan dengan ahl al –
badwi. Bangsa Arab dibagi menjadi dua kepala suku yaitu, suku Arab al – Baidah
{Kaum Ad’ dan Tsamud (Kaum Arab yang sudah punah)} dan suku Arab al –
Baqiyah {Keturunan Qathan dan Adnan (Kaum Arab yang masih hidup)}. Kaum Ad’
punah karena mereka mendustakan Allah saat Allah telah mengutus Nabi Hud,
sedangkan kaum Tsamud punah karena mereka memurkakan Allah saat Allah telah
mengutus Nabi Saleh.

Hasil utama di Jazirah Arab dibidang tumbuh – tumbuhan adalah kopi, korma,
sayur – sayuran dan buah – buahan. Yang paling penting di antaranya adalah korma
karena buahnya menjadi bahan makanan pokok, bijinya ditumbuk untuk makanan
unta, dan batangnya dijadikan bahan kayu bakar. Sedangkan untuk hewan utama di
Jazirah Arab adalah unta, kuda, domba, dan kambing, tetapi yang paling paling
penting di antaranya adalah unta karena merupakan alat transpor.tasi dan juga
dijadikan alat tukar (mas kawin, harga tebusan, hasil perjudian bahkan kekayaan,
semuanya dihitung dalam jumlah unta. Air susu dari unta juga dijadikan air pengganti
untuk diminum saat musim panas berlangsung.

Sifat dari Bangsa Arab yang pertama (dalam hal positif) ialah kedermawanan
(Bukan motif ingin melakukan kebaikan namun lebih ke motif ingin dihormati dan
dimuliakan untuk popularitas dan terkenal), dan yang kedua adalah keberanian dan
kepahlawanan. Sedangkan untuk sifat dari Bangsa Arab dalam hal negatif ialah
gemar berperang, angkuh dan sombong, dan pemabuk dan penjudi.

Mayoritas penduduknya pada saat masa Jahiliyah, mereka menyembah


berhala namun ada minoritas di antara mereka yang beragama Yahudi di Yatsrib,
Kristen Najran di Arabia Selatan, dan Hanif di Makkah.

Dalam hal politik, terdapat dua adi kuasa di masa Jahiliyah, yaitu Kerajaan
Bizantium Romawi di barat dan Kerajaan Persia di timur. Sementara itu di kalangan
orang Arab Badwi tidak ada pemerintahan, melainkan suku yang dipimpin kepala
suku yang disebut Syaikh.

Setelah banyak kejadian, Nabi Muhammad S.A.W. lahir pada hari Senin
tanggal 20 April 537 M tahun Gajah di suatu tempat dekat Ka’bah, ia berasal dari
kalangan bangsawan Quraisy dari Bani Hasyim. Karena kondisi ekonomi Aminah
yang lemah, jadi hanya satu orang yang mau mengasuh Muhammad yaitu Halimah.
Kehadiran Muhammad pada keluarga Halimah membawa berkah, contohnya
kambing menjadi gemuk dan rumput menjadi subur.

Saat ia masih 3 bulan dalam kandungan, ayahnya yaitu Abdullah meninggal


dunia pada saat pergi ke Yatsrib, sementara ibunya yaitu Aminah meninggal dunia di
Abwa sewaktu pulang setelah ziarah ke makam Abdullah, ketika itu ia berusia 6
tahun. Kemudian, kakeknya Abdul Muthalib mengasuhnya selama 2 tahun dan
kemudian kakeknya pun meninggal pula saat usianya 8 tahun, dan setelah itu ia pun
diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Saat usia 25 tahun, Nabi Muhammad dan Siti
Khadijah menikah. Dari pernikahan itu Nabi Muhammad dengan Khadijah dikaruniai
6 orang anak, tetapi 2 di antara mereka meninggal saat masih kecil. Kemudian, Nabi
Muhammad mengangkat Zaid bin Haritsah sebagai anak angkatnya.

Setelah usia Nabi Muhammad 40 tahun, saat itu Nabi Muhammad sudah
sering mengunjungi Gua Hira dan di Gua Hira pada tanggal 17 Ramadhan 611 M,
malaikat Jibril mendatanginya menyampaikan wahyu Allah yang pertama surat Al –
A’laq (Ayat 1 – 5). Kemudian, Nabi Muhammad S.A.W. pun diangkat menjadi Rasul
Allah SWT. Setelah banyak kejadian yang berangsur – angsur lamanya, beliau pun
menghembuskan nafas terakhir pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal 11 H, dalam usia
63 tahun di rumah istrinya ‘Aisyah.

Sepeninggal Rasulullah, muncul beda pendapat di antara orang Anshar dan


orang Muhajirin siapa yang berhak menjadi khalifah pengganti Nabi, karena Nabi
tidak meninggalkan wasiat tentang penunjukan seseorang menjadi khalifah
sepeninggalnya. Lain halnya dengan Ahl al-Bait yang berpendapat bahwa Nabi telah
menunjuk Ali sebagai khalifah pengganti Rasul berdasarkan wasiat Nabi. Hal itu,
dibantah pihak orang Anshar dan orang Muhajirin. Kalau Nabi pernah berwasiat
menunjuk Ali sebagai khalifah pengganti beliau, tidak mungkin orang Anshar dan
Muhajirin bermusyawarah mencari khalifah pengganti Nabi.
Abu Bakar yang ditunjuk menjadi khalifah pengganti Nabi berdasarkan
musyawarah yang diadakan di Tsaqifah bani Sa’idah antara orang Anshar dengan
orang Muhajirin mendapat bai’at dari mayoritas umat Islam, tetapi tidak dari Ali bin
Abi Thalib kecuali enam bulan kemudian.

Penunjukan Abu Bakar sebagai khalifah dapat menyelamatkan umat Islam


dari krisis yang sangat genting karena munculnya orang murtad, Nabi palsu dan yang
enggan membayar zakat, Abu Bakar bertindak tepat memerangi mereka sampai
kembali kepada kebenaran. Itu sebabnya Abu Bakar dikenal sebagai khalifah
penyelamat Negara Islam.

Umar bin Khathab yang dipilih sebagai khalifah pengganti Abu Bakar
melakukan pembenahan administrasi Negara, membentuk lembaga kehakiman, Baitul
Mal, lembaga kepolisian, lembaga pertahanan Negara dan memperluas wilayah Islam
ke front timur dan barat. Sehingga dia dikenalsebagai khalifah yang sukses mebenahi
administrasi pemerintahan Islam.

Utsman bin Affan yang dipilih sebagai khalifah pengganti Umar, mengganti
para pejabat yang diangkat Umar, kecuali Muawiyah di Syria, membubarkan dewan
Baitul Mal, memperjual belikan tanah Negara mengakibatkan munculnya kerusuhan-
kerusuhan. Akibatnya, rakyat berjalan kaki dari Mesir, Kufah dan Bahsah menuju ibu
kota Negara Madinah menunutut Utsman meletakkan jabatan, kalau tidak
mampumemperbaiki keadaan. Akhirnya para pemberontak terlancur membunuh
khalifah Utsman.

Ali bin Abi Thalib yang ditunjuk para pemberontak sebagai khalifah, tidak
mendapat bai’at dari tokoh-tokoh sahabat, seperti Thalhah, Zubeir dan Muawiyah,
termasuk Aisyah. Mereka menuntut bela atas kematian Utsman yang tidak dapat
dipenuhi khalifah Ali. Akibatnya terjadi perang Jamal dan perang Shiffin yang
memakan banyak korban umat Islam.
Setelah itu, Kekhalifahan dipimpin oleh Daulah Umayyah yaitu Muawiyah
(661 – 680 M/40-60 H), Yazid bin Muawiyah (680 – 683 M/61-63 H), Muawiyah bin
Yazid (683 M/63 H), Marwan bin Hakam (684 – 685 M/64-65H), Abdul Malik bin
Marwan (685 – 705 M), Walid bin Abd. Malik (705 – 715 M), Sulaiman bin Abd.
Malik, (715 - 717 M), Umar bin Abd. Aziz (717 – 720 M), Yazid bin Abdil Malik
(720-724 M), Hisyam bin Abd. Malik (724 – 743 M), Al-Walid bin Yazid (743 – 744
M), Yazid bin Al-Walid (744 M), Ibrahim bin Sulaiman (744 M), dan terakhir
Marwan bin Muhammad (744 – 750 M)

Di bagian eropa, yaitu Spanyol sebelum Islam masuk, berada di bawah


kerajaan Romawi. Saat itu nama Spanyol berubah menjadi Vandalusia. Bangsa Arab
kemudian menamainya dengan al-Andalusia. Kemudian, suku Ghathia Barat
menyerang Spanyol dan menduduki Spanyol.

Islam masuk ke Spanyol lewat Afrika Utara, pada saat itu telah menjadi salah
satu pripinsi Daulah Umayyah. Islam masuk Spanyol dalam dua gelombang; pertama,
pada masa Khalifah Al-Walid bin Abd. Malik (710 – 712 M), kedua, pada masa
Khalifah Umar bin Abd. Aziz (717 M). Tetapi pada masa Khalifah Al-Walid bin
Abdul Malik lah penyerangan berhasil dilakukan dengan sempurna dan dengan
mudahnya.

Setelah Daulah Umayyah runtuh, Kekuasaan digantikan oleh Daulah


Abbasiyah yang mengalami dua masa, yaitu masa integrasi dan masa disintegrasi,
secara garis besarnya terbagi kepada empat periode. Pertama, dikenal dengan periode
integrasi ditandai dengan besarnya pengaruh Persia (750 – 847 M) sejak Khalifah
pertama Abu Abbas al-Safah (750 – 754 M) sampai berakhirnya pemerintahan al-
Watsiq (842 – 847 M), yang dikenal sebagai masa kejayaan Daulah Abbasiyah.

Kedua, sampai keempat adalah periode disintegrasi yang ditandai dengan


besarnya tekanan Turki (847-932 M) sejak khalifah al-Mutawakkil (847-861 M)
sampai akhir pemerintahan al-Mustaqi (940-944 M) pada periode kedua, yang dikenal
sebagai masa kemunduran Daulah Abbasiyah.

Ketiga, Bani Buawaihi (944-1075 M) sejak khalifah al-Mustaqfi (944-946 M)


sampai khalifah al-Kasim (1031-1075 M) yang ditandai dengan adanya tekanan Bani
Buwaihi tehadap pemerintahan Daulah Abbasiyah pada masa kemundurannya.

Keempat, Turki Bani Saljuk (1075-1258 M) sejak dari khalifah Al-Muktadi


(1075-1084 M) sampai khalifah terakhir khalifah al-Muktasim (1242-1258 M) yang
ditandai dengan kuatnya kekuasaan Turki Saljuk dalam pemerintahan dan berakhir
dengan serangan Mongol.

Saat kekuasaan Daulah Abbasiyah, terdapat Daulah kecil di Maroko dan


selanjutnya Daulah tersebut berpindah pusat ke Mesir. Daulah ini didirikan oleh
Ubaidillah Al-Mahdi dikenal dengan nama Daulah Fatimiyah, Daulah ini berkuasa
selama lebih kurang 262 tahun (909-1171 M) diperintah oleh 12 orang Khalifah.

Masa pemerintahan Khalifah-Khalifah itu dapat dibagi kepada tiga periode


yaitu masa pertumbuhan, masa kejayaan dan kemajuan kemudian masa kemunduran.

KELEBIHAN BUKU

Adapun kelebihan buku Sejarah Peradaban Islam karya Dr. H. Syamruddin


Nasution, M.Ag. ini yaitu:

1. Dari segi isi materi yang disajikan memberikan banyak penjelasan mengenai
sejarah peradaban Islam dari riwayat hidup Nabi Muhammand SAW,
perkembangan Islam di masa kekhalifahan sahabat Nabi Muhammad (Khulafa’
Al – Rasyidun), kekhalifahan dinasti – dinasti besar, kekhalifahan dinasti kecil
bahkan termasuk sejarah dari perang salib. Semua terangkum didalam buku ini
sehingga patut untuk dibaca tidak hanya oleh para akademisi namun juga bagi
siapapun yang ingin mengetahui mengenai sejarah perdaban Islam secara
menyeluruh.
2. Dari segi bahasa yang digunakan bisa dibilang ringkas, umum, dan sederhana
sehingga mudah untuk dipahami oleh para pembaca. Melalui bahasa yang lugas
dan terstruktur, memberikan gambaran yang nyata dalam mengembangkan
iamajinasi pembaca seolah-olah pembaca dapat menyaksikan kejadian pada masa
perkembangan Islam di masa lalu.
3. Dari segi referensinya, buku ini juga memberikan banyak catatan kaki dan juga
daftar pustaka, tidak hanya dari penulis lokal tetapi juga para penulis luar, seperti
para penulis orientalis. Ini memberikan gambaran bahwa buku ini sebenarnya
berusaha untuk merangkum informasi dari banyak sumber sehingga apa yang
ditulis benar-benar mendekati keobjektifan sejarah secara utuh.

KEKURANGAN BUKU

Adapun sisi kekurangan Sejarah Peradaban Islam karya Dr. H. Syamruddin


Nasution, M.Ag. ini yaitu:

1. Dilihat dari sistematika penulisan sebenarnya masih kurang rapi hal ini terlihat
jelas terdapat susunan salah paragraph yang tidak ada konjungsinya sehingga
menyebabkan kalimat tidak terhubung satu sama lain. Selain itu terdapat banyak
kesalahan penulisan atau typhographical error, contohnya “Deceritakan” pada
halaman 29. Kesalahan juga terlihat pada penulisan EYD (Ejaan yang
Disempurnakan) contohnya penulisan “di terbitkan” seharusnya “diterbitkan”
pada halaman 176.
2. Sekalipun pembahasan materi di dalam buku ini mengupas secara menyeluruh
akan tetapi memang masih dirasa seperti hanya penjelasan secara umum, belum
menyentuh secara totalitas kerincian sejarah.