Anda di halaman 1dari 13

CRITICAL JOURNAL REPORT

“GEOLOGI DASAR”

Disusun Oleh:

NAMA: MUTIARA DELFIRA LASE

NIM: 3183131052

JURUSAN: PENDIDIKAN GEOGRAFI

KELAS: B 2018

DosenPengampu:

Drs. NAHOR M. SIMANUNGKALIT, M.Si

PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

TA. 2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Karena atas berkat rahmat-Nya penulis
dapat mengerjakan tugas Critical Journal Report (CJR) ini tepat pada waktunya. Penulis
mengucapkan terimakasih kepada Bapak dosen yang telah memberikan arahan dan
bimbingannya sehingga tugas ini dapat diselesaikan.

Adapun tugas ini dibuat untuk memenuh tugas Critical Journal Report mata kuliah
Geologi Dasar. Penulis berharap CJR ini berguna untuk menjadi salah satu referensi bagi
pembaca bilamana hendak mempelajari materi tentang geologi

Penulis juga menyadaribahwatugasinimasihbanyakkekurangan, makakritik dan saran


yang membangundaripembacasangat kami harapkan agar Critical Journal
Reportinimenjadilebihbaik. Akhir kata, penulisucapkanterimakasih dan
semogatulisaninidapatbermanfaatsertamenambahpengetahuanbagipembaca.

Medan, 10 Oktober 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... ………………i

DAFTAR ISI.................................................................................................. ……………...ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... ……………...1


1.2 RumusanMasalah ……………………………………………………………………...1
1.3 Tujuan dan Manfaat ……………………………………………………………………1

BAB II RINGKASAN JURNAL

2.1 Identitas Jurnal ......................................................................................... ……………...2


2.1 Ringkasan Jurnal ...................................................................................... ……………...2

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Pembahasan Jurnal ................................................................................... ………….…..3


3.2 Hasil dari Pembahasan Jurnal .................................................................. ………….…..3
3.3 Pembahasan Kelebihan dan Kekurangan Jurnal ...................................... ……………...5

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan .............................................................................................. ……….…….6


4.2 Saran ........................................................................................................ ………….….7

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………..8

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Palumerupakan salah satudaerah yang seringterjadiGempa dan


mempunyaiseismisitastinggi. Geologi regional daerahPalu dan sekitarnyadidominasi oleh
endapankuarter yang terdiriatasendapanfluviatil dan alluvium.
Kondisialamtersebutmemilikibeberapapotensi yang merugikan di
antaranyaadalahpotensiliquifaksi.
Liquifaksimerupakangejalapeluluhanpasirlepas yang bercampurdengan air
akibatgoncangangempadimanagayapemicumelebihigaya yang
dimilikilitologisetempatdalammenahanguncangan. Hal
inibisamenyebabkanbeberapakejadiansepertipenurunancepat (quick settlement),
pondasibangunanmenjadi miring (tilting) ataupenurunansebagian (differential settlement), dan
mengeringnya air sumur yang tergantikan oleh material non
kohesif.Liquifaksimerupakanbencana yang
bisamerusakkondisiinfrastruktursehinggapengetahuanterhadappotensi dan
kerawananliquifaksisangatpentingterutamadalammerencanakan tata ruangkhususnya di
daerahPalu dan sekitarnya.
Dalamupayamengumpulkan data geologitekniktersebut, TahunAnggaran 2012 Pusat
SumberDaya Air Tanah dan GeologiLingkungan, Badan Geologi, Kementerian Energi dan
SumberDaya Mineral telahmelaksanakanPenyelidikanGeologi Teknik PotensiLiquifaksi Daerah
Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

1.2RumusanMasalah

1. Bagaimana review maupunringkasanjurnaltersebut?

2. Bagaimanakelebihan dan kekuranganjurnaltersebut?

1.3Tujuandan ManfaatPenulisan

1
Penyelidikaninibermaksuduntukmengetahuipotensiliquifaksi di daerahPalu dan
sekitarnya. Adapuntujuandaripenyelidikanantara lain
adalahuntukmembuatmikrozonasipotensiliquifaksi dan
memperkirakanakibatliquifaksiterhadapinfrastruktur.

2
BAB II
RINGKASAN JURNAL

2.1 Identitas Jurnal

Judul Jurnal : PenyelidikanGeologi Teknik PotensiLiquifaksi Daerah Palu

Provinsi Sulawesi Tengah

Penulis Jurnal : Risna Widyaningrum

Tahun Terbit : 2012

Tebal Jurnal : 43 Halaman

Sumber Jurnal : Program Penelitian, Mitigasi dan Pelayanan Geologi

2.2 Ringkasan Jurnal

LokasiPenyelidikan

Wilayah penyelidikansecaraadministrasiberada di Daerah Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dan


secarageografisterletak pada koordinat 119º 51’ 00” 119º 56’ 00” BT dan 00º 52’ 00” - 00º 59’
00” LU ( Gambar 1-1 ).

JadwalPenyelidikan

PekerjaanPenyelidikanGeologi Teknik PotensiLiquifaksi Daerah Palu, Provinsi Sulawesi Tengah


dimulai pada pertengahanbulan September 2012, dengantahapanwaktusebagaiberikut:
tahappersiapandibutuhkan 5 harikerja, tahappekerjaanlapangan 25 harikerja,
tahappekerjaanlaboratorium 30 hari, tahapanalisa data primer dan sekunder 30 harikerja dan
tahappenyusunanlaporan/peta 30 harikerja. Sehingga total waktu yang

3
harusdipenuhidalampenyelesaianseluruhpekerjaanPenyelidikangeologiteknikiniadalah 4 (empat)
bulankalender.

4
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pembahasan Jurnal

Stratigrafi

Secara keseluruhan tatanan stratigrafi kota Palu disusun oleh tiga kelompok batuan yaitu :
kelompok batuan Pra-Tersier, kelompok batuan Tersier dan Kelompok Batuan Kuarter (Hall,
2010), Kelompok batuan Pra-Tersier dapat dijumpai berupa batuan sedimen laut dan berupa
batuan metamorfik yang keduanya diterobos oleh batuan granit dan granodiorit yang berumur
Tersier, serta tertindih tidak selaras oleh Kelompok batuan Kuarter yaitu yang terdiri dari
beberapa endapan, yaitu : endapan rombakan, endapan sungai, endapan limpah banjir endapan
alur sungai purba serta endapan kipas aluvium. Endapan pantai yang dapat berupa pasir pantai
dan fragmen batuan banyak dijumpai di sekeliling teluk Palu.

StrukturGeologi

Berdasarkanhasilstudidaritimrevisi peta gempa Indonesia (dalamIrsyam, M, dkk, 2010)


strukturgeologiaktif yang melewati Kota Paluadalahberupa PKF (Palu Koro Fault) dan MF
(Matano Fault) keduanyamerupakansesaraktif yang banyakdijumpaidisekitarlembahPalu.

3.2 Hasil Pembahasan

Kegempaan

Dari aspekkegempaan, sistempatahan di bagiantengah Sulawesi dimana Kota


Paluterdapatterdiridarikompleks zona patahan yang berletakdalampertemuanlempengPasifik,
Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Dari perhitunganterhadappergerakanpatahanPalu-Koro
inidiperoleh data kisaranpergerakanlempeng, yaitu 35 ± 8 mm per tahun.

Sejarah gempabumi di bagiantengah Sulawesi telahtercatatsejakabad ke-19,


dimanabeberapadiantaranyamempunyai magnitude yang besar, diantaranyatahun 1968 (6,7 SR),
1993 (5,8 SR) dan 2005 (6,2 SR). Kegempaan di Sulawesi ini juga ditandaidenganfrekuensi
tsunami yang tinggidi bagianSelat Makassar, sebagaimana yang terjadi pada tahun 1927 di
5
TelukPaludenganketinggiangelombangmencapai 15 m, tahun 1968 di Mapaga (10 m) dan tahun
1996 di Simuntu - Pangalaseang (1 - 3,4 m).

Sejarah mencatattelahbeberapakaloterjadigempa yang dirasakan di Kota Palu yang


cukupmerusak, bahkanadabeberapadiantaranya yang menimbulkan tsunami.
Beberapakejadiangempatersebutdiantaranyaadalah (Bappenas, 2012) :

- GempaLemo 30 Juli 1907

- GempaWatusampu 1 Desember 1927 menimbulkan tsunami dengantinggigelombangmencapai


15 m, menghantamwilayahpantaibagianselatan dan Timur TelukPalu

- GempaDonggala 20 Mei 1938 menimbulkan tsunami dengantinggigelombangsekitar 4 m,


menghantamwilayahpantai di sekelilingTelukPalu

- GempaTambu 15 Agustus 1968 menimbulkan tsunami dengantinggigelombangmencapai 10 m,


menghantamwilayahpantai di sekelilingtelukTambu

- GempaSausu 1994 dan gempakantewu 1994

SatuanAluvium dan endapanpantai (Qap)

Pada daerah yang dibentuk oleh endapanaluvium, lapisantanahumumnyaterdiridaripasir


di bagianatas, lanau di bagiantengah dan lempung di bagainbawah. Pasirberwarnaabu-abu, lepas,
pemilahanjelek, porositasbaik, permeabilitasbaikdenganketebalan 1 – 7,2 m, lanaudijumpai di
bawahpasirberwarnacoklat – abu-abu, lunak – teguh, plastisitassedang, denganketebalan 0,2 –
0,7 m, sedangkanlempungberwarnacoklat – coklattua, lunak – teguh,
plastisitastinggidengantebalbervariasiantara 0,1 – 2,7 m. Kedalamanmuka air tanahberkisarantara
0,5 – 16 m di bawahmukatanah.

PotensiLiquifaksiterhadap tata gunalahan

Potensisangattinggi

Probabilitasuntukperiodeulang 50 tahunadalahsebesarlebihdari 54,44% yang terdapat pada lokasi


S-01 (Kalukubula), S-05 (Birobuli), S-06 (Tatura), S12 (Sunju), S-17 (Tatura), S-20 (Lolu), S-24
(Kawatuna), S-25 (Kalukubula), S-28 (Lere), S-29 (Tatura), S-30 (Birobuli Selatan) yang
berpotensimengalamipenurunantanahlebihdari 5 cm dan perpindahan lateral lebihdari 15 cm.

6
Potensitinggi

Probabilitasuntukperiodeulang 50 tahunadalahsebesar 11,90% - 54,44% yang terdapat pada


lokasi S-02 (Lolu), S-03 (Besusu), S-04 (Talise), S-13 (Bayaoge), S-19 (Talise), S-21
(Tanamodindi), S-23 (Lasoani), S-26 (Petobo), yang
berpotensimengalamipenurunantanahkurangdari 5 cm dan perpindahan lateral lebihdari 10 cm.

Potensisangatrendah – rendah

Probabilitasuntukperiodeulang 50 tahunadalahsebesarkurangdari 11,90% yang terdapat pada


lokasi S-07 (Besusu Tengah), S-08 (Kalukubula), S09 (DoloKotarinau), S-10 (Kotapulu), S-11
(Baliase), S-14 (Tatura), S-15 (Lolu Selatan), S-16 (Besusu Barat), S-18 (Birobuli), S-22
(Birobuli Utara), S-27 (Kamoji) yang berpotensimengalamipenurunantanahkurangdari 5 cm dan
perpindahan lateral lebihdari 10 cm.

3.3 Pembahasan Kelebihan dan Kekurangan Jurnal

Kelebihan jurnal yang berjudul “PenyelidikanGeologi Teknik PotensiLiquifaksi Daerah


PaluProvinsi Sulawesi Tengah” ini memiliki kelebihan seperti judul jurnal yang sinkron dengan
pembahasan, jurnal memiliki identitas yang cukup lengkap dan objektif. Di dalamjurnalini juga
banyakterdapattabel dan gambar yang memudahkanpembacauntukmemahamihasilpenelitiannya.

Adapunkekuranganjurnaliniadalahsedikitnyasumberatau daftar pustaka,


sehinggapembahasansecaramenyeluruhmasihkuranglengkap. Dan terdapatnyapenulisan kata
yang salah di halaman 41.

7
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari data lapangan dan hasilperhitungan yang diperoleh, dapatdisimpulkansebagaiberikut


:

1. Lapisantanahdaerahpenyelidikanterdiridaripasir di bagianatas, lanau di bagiantengah dan


lempung di bagainbawah. Pasirberwarnaabu-abu, lepas, pemilahanjelek, porositasbaik,
permeabilitasbaikdenganketebalan 1 – 7,2 m, lanaudijumpai di bawahpasirberwarnacoklat – abu-
abu, lunak – teguh, plastisitassedang, denganketebalan 0,2 – 0,7 m,
sedangkanlempungberwarnacoklat – coklattua, lunak – teguh,
plastisitastinggidengantebalbervariasiantara 0,1 – 2,7 m. Kedalamanmuka air tanahberkisarantara
0,5 – 16 m di bawahmukatanah.

2. Dari peta muka air tanahdapatdiketahuibahwadaerahpenyelidikan yang mempunyaimuka air


tanahdangkal (< 12 m) dan berpotensiterhadapterdinyaliquifaksiberada pada wilayahUjuna,
Besusu, Palupi, Sunju, Binangga, Sibeli, Langaleso, Kalukubula, Petobo dan Jonpoye.

3. Berdasarkananalisiskuantitatif, daerah yang


berpotensitinggiterhadapterjadinyaliquifaksiadalahKalukubula, Birobuli, Tatura, Sunju, Tatura,
Lolu, Kawatuna, Lere, Birobuli Selatan.

4. Hasil perhitungannilaidayadukungtanah di daerahpenyelidikandapatdibedakanmenjadidua,


yaitudayadukungtanahsedang dan dayadukungtanahtinggi. Daerah yang
mempunyainilaidayadukungsedang (7,2 – 21,6 ton/m2) berada pada Lolu, Birobuli, Kalukubula,
Kotapulu, Baliase, Sunju, Bayaoge, Tatura, Besusu Barat, Tatura, Birobuli, Talise, Lolu,
Birobuli Utara, Kawatuna, Kalukubula, Petobo, Kamoji, Lere, Tatura, Birobuli Selatan.
Sedangkandaerah yang mempunyainilaidayadukungtinggi (>21,6 ton/m2) berada pada
Kalukubula, Besusu, Talise, Tatura, Besusu Tengah, DoloKotarinau, Lolu Selatan, Tanamodindi,
dan Lasoani.

8
5. Daerah penyelidikansebagianbesarmemilikipotensisangattinggiterhadapliquifaksi,
halinidapatdilihatdaribesarnyanilaiindekspotensilikuifaksi (LPI) yang menunjukkankisarannilai>
15.

4.2 Saran

Beberapahal yang disarankanadalahsebagaiberikut :

1. Pondasi yang digunakansebaiknyatidakdiletakkan pada lapisanpasir,


sehinggalebihamanterhadapperilaku liquifaksi.

2. Penataanruangterhadapkawasanpemukiman, industri dan bangunan vital


lainnyasebaiknyaditempatkan pada area yang memilikiindekspotensilikuifaksi (LPI) < 5.

9
DAFTAR PUSTAKA

Widyaningrum, Risna. 2012. PenyelidikanGeologi Teknik PotensiLiquifaksi Daerah


PaluProvinsi Sulawesi Tengah. Bandung: Program Penelitian, Mitigasi dan PelayananGeologi

10