Anda di halaman 1dari 21

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI……………………………...………………………………….. 1

BAB I

Pendahuluan…….………………………..………………………………….. 2

BAB II

A. Periode Klasik…………..……………………………………………. 6
B. Periode Pertengahan…………………………………………………. 14
C. Periode Modern……………………………………………………… 19

BAB III

Penutup….. ……................................................................................................ 20

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 21

1
BAB I

PENDAHULUAN

Puji dan syukur hanyalah milik Allah SWT. Kepada-Nya kita memuji dan
bersyukur, memohon pertolongan dan ampunan. Kepada-Nya pula kita memohon
perlindungan dari keburukan diri dan syaiton yang selalu menghembuskan kebatilan.
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah SWT; maka tak seorang pun dapat
menyesatkannya dan barangsiapa disesatkan oleh-Nya maka tak seorang pun dapat
member petunjuk kepadanya. Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi
Muhammad SAW; keluarga, sahabat, juga pada orang-orang yang senantiasa
mengikuti sunnah-sunnahnya.

Dengan rahmat dan pertolongan-Nya Alhamdulillah makalah yang berjudul


“Aspek Sejarah dan Kebudayaan“ ini dapat diselesaikan dengan baik. Banyak sekali
kekurangan kami sebagai penyusun makalah ini, baik menyangkut isi atau yang
lainnya. Mudah-mudahan semua itu dapat menjadikan cambuk bagi kami agar lebih
meningkatkan kualitas makalah ini di masa yang akan datang.

Sejarah (bahasa Yunani: ἱστορία, historia, yang berarti “penyelidikan,


pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian”) adalah studi tentang masa lalu,
khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Dalam bahasa Indonesia sejarah
babad, hikayat, riwayat, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa
yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah,
terutama bagi raja-raja yang memerintah. Ini adalah istilah umum yang berhubungan
dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian
informasi mengenai peristiwa ini. Istilah ini mencakup kosmik, geologi, dan sejarah
makhluk hidup, tetapi seringkali secara umum diartikan sebagai sejarah manusia.
Para sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah atau sejarawan. Sejarah
juga dapat mengacu pada bidang akademis yang menggunakan narasi untuk

2
memeriksa dan menganalisis urutan peristiwa masa lalu, dan secara objektif
menentukan pola sebab dan akibat yang menentukan mereka. Ahli sejarah terkadang
memperdebatkan sifat sejarah dan kegunaannya dengan membahas studi tentang ilmu
sejarah sebagai tujuan itu sendiri dan sebagai cara untuk memberikan “pandangan”
pada permasalahan masa kini.

Studi modern sejarah mulai meluas, dan termasuk studi tentang daerah
tertentu dan studi topikal tertentu atau unsur tematik dalam penyelidikan sejarah.
Seringkali sejarah diajarkan sebagai bagian dari pendidikan dasar dan menengah, dan
studi akademis sejarah adalah ilmu utama dalam penelitian di Universitas.

Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (‫شجرة‬: šajaratun) yang
artinya pohon. Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang
dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun
begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa
Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis
historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan
bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.

Di Jerman, Perancis, dan sebagian bahasa Jermanik dan Romantis, kata yang sama
masih digunakan untuk pemakaian kata “sejarah” dan “cerita”.

Pengertian Sejarah menurut para ahli.

 J.V. Bryce

Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan
diperbuat oleh manusia.

3
 W.H. Walsh

Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja
bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-
pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga
merupakan cerita yang berarti.

 Patrick Gardiner

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

 Roeslan Abdulgani

Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan
menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta
kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk
kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk
selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan
keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

 Moh. Yamin

Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan
beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

 Ibnu Khaldun (1332-1406 M)

Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau


peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

4
 R. Moh. Ali

Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas


pengertian sejarah sebagai berikut:

 Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di


sekitar kita.
 Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam
kenyataan di sekitar kita.
 Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau
peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

5
BAB II
ISI

Tahun Islam dimulai dengan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah
yang terdapat kekuasaan kaum Quraisy ke Medinah yang tidak ada kekuasaan, lalu
dikuasai oleh Nabi Muhammad SAW. Lalu islam disebarkan dari Spanyol di sebelah
Barat sampai ke Filipina di sebelah Timur, dan dari Afrika Tengah di sebelah Selatan
sampai ke Danau Aral di sebelah Utara.

Sejarah Islam pun dapat dibagi menjadi tiga periode, yaitu periode klasik,
periode pertengahan dan periode modern.

1. PERIODE KLASIK (650―1250 M)

a. Masa Kemajuan Islam I : 650―1000 M

Masa ini merupakan masa ekspansi, integrasi dan keemasan Islam.


Sebelum Nabi Muhammad wafat, seluruh Semenanjung Arabia telah tunduk
di kekuasaan Islam. Setelah itu ekspansi terjadi di zaman setelah Nabi
Muhammad wafat.

Kekhalifahan tersebut ada tiga, yaitu :

I. Khulafa Al- Rasyidin

Abu Bakar menjadi khalifah di tahun 632 M, ia mempergunakan


waktunya untuk menyelasikan perang riddah, yang ditimbulkan oleh bangsa
Arab yang tidak lagi ikut serta pada perjanjian karena menganggap perjanjian
itu sudah selesai setelah Nabi Muhammad wafat. Khalid Ibn Al-Walid adalah
jenderal yang paling banyak berjasa.

6
Lalu Abu Bakar mengirim kekuatan – kekuatan keluar Arabia, yaitu :

 Khalid Ibn Al- Walid ke Irak dan menguasai Al Hijarah tahun 634
M
 Amr Ibn Al-Aas,Yazid Ibn Sufyan dan Syurahbil Ibn Hasanah ke
Suria

Setelah itu usaha yang telah dilakukan Abu Bakar dilanjutkan oleh
Umar Ibn Al-Khattab (634―644 M). Terjadi banyak ekspansi. Ekspansi
golongan pertama meliputi Semenanjung Arabia, Palestina, Suria, Irak,
Persia, Mesir, Kota Damaskus dan Suria jatuh pada tahun 635 M. Dengan
menggunakan Suria sebagai basis ekspansi diteruskan ke Mesir. Babilon di
Mesir di kepung pada 640 M dan jatuh ke tangan Islam pada tahun 641 M. Al-
Qadisiyah (salah satu kota di Irak) pun juga jatuh ke tangan Islam pada 637
M, lalu dilanjutkan Al-Madain (Ibukota Persia) yang bisa dijatuhkan pada
tahun itu juga. Dilanjutkan oleh Usman Ibn Affan namun berhenti. Lalu
ekspansi kedua terjadi di Dinasti Bani Umayyah (661―750 M) yang di
bentuk oleh Mu’awiah.

Diantara sebab - sebab yang membuat ekspansi Islam keluar daerah


Semenanjung Arabia demikian cepat adalah :

1. Islam merupakan agama yang mementingkan soal pembentukan masyarakat


yang mempunyai sistem pemerintahan , undang-undang dan lembaga sendiri.
2. Bertemunya iman tebal para sahabat yang gemar berperang suku suku Arab.
3. Memasuki fase kelemahan yaitu peperangan dan factor dalam negeri.
4. Adanya pemaksaan aliran oleh Kerajaan Bizantum.
5. Islam tidak memaksa dalam soal agama.
6. Suria, Palestina dan Mesir memandang Arab lebih dekat terhadap mereka.
7. Daerah yang dikuasai Islam penuh kekayaan.

7
II. Bani Umayyah

Didirikan oleh Mu’awiah berumur kurang lebih 90 tahun. Ekspansi ke Timur


dibawah pimpinan Al-Hajjaj Ibn Yusuf menaklukan Balkh, Bukhara, Khawarizm,
Ferghana dan Samarkand. Ekspansi ke Barat terjadi zaman Al-Walid menaklukan
Jazair, Maroko, Toledo, Seville, Malaga, Elvira dan Cordova.

Daerah yang dikuasai islam pada dinasti ini adalah Spanyol, Afrika Utara, Suria,
Palestina, Semenanjung Arabia, Irak dan Sebagian kecil dari Asia Kecil, Persia,
Afghanistan. Islam menjadi besar pada zaman dinasti ini. Bani Umayyah pun lebih
memusatkan perhatian pada kebudayaan Arab, antara lain:

1. Perubahan dari bahasa Yunani dan Pahlawi ke bahasa Arab oleh Abd Al-
Malik. Dimana Sibawaih menyusun Al – Kitab untuk menjadi pegangan soal
tata bahasa Arab.
2. Perhatian terhadap tafsir, hadis, fikih dan ilmu kalam. Timbullah nama –
nama seperti Hasan Al- Basri, Ibn Shihab Al- Zuhri dan Wasil Ibn Ata’.
3. Abd. Al-Malik mengubah mata uang dari dinar (denarius) dan dirham.
Sebagai pengganti dari mata uang asing ini Abd Al- Malik mencetak uang
sendiri di tahun 659 M.
4. Membangun masjid - masjid pertama diluar Semenanjung Arabia.
5. Mendirikan istana - istana untuk tempat beristirahat di padang pasir seperto
Qusayr Amrah dan Al-Mushatta

Kekuasaan dan kejayaan dinasti ini mencapai puncaknya pada zaman Al-Walid I.
Sesudah itu menurun sehingga dipatahkan oleh Bani Abbas di tahun 750. Sebab -
sebab kejatuhan Bani Umayyah ialah :

1. Perlawanan dari Kaum Khawarij yang tidak setuju dengan politik Ali.
2. Tantangan dari Talhah dan Zubeir juga penerusnya untuk merebut posisis
khilafah ke tangan pihak mereka.

8
3. Tantangan keras dari pihak golongan Syi’ah yaitu pengikut setia Ali Ibn
Thalib yang berkeyakinan bahwa Ali yang seharusnya menjadi Khalifah umat
islam menggantikan Nabi Muhammad.
4. Pertetangan tradisional suku Arab Utara dan Arab Selatan mengacu
ketentraman pemerintah Bani Umayyah.
5. Persaingan di kalangan anggota - anggota Dinasti Bani Umayyah.
6. Hidup mewah yang memperlemah jiwa dan vitalitas anak - anak Khalifah
yang kurang sanggup memikul beban pemerintahan negara.
7. Munculnya Bani Hasyim menjadi saingan Bani Umayyah terhadap
kekhalifahan. Kemudian, Dinasti Bani Umayyah pun akhirnya jatuh dan
digantikan oleh Dinasti Bani Abbas.

III. Bani Abbas

Abu Al-Abbaslah (750―754 M) yang mendirikan Dinasti ini namun Al-


Mansur lah Pembina sebenarnya. Sebagai khalifah yang baru banyak yang ingin
menjatuhkannya salah satunya Al-Mansur yang tidak segan - segan membunuh Abu
Muslim. Al-Mansur merasa kurang aman di tengah Arab, maka Ia mendirikan ibu
kota baru pengganti Damaskus yaitu, Bagdad. Dalam pemerintahan Al-Mansur
mengadakan tradisi baru dengan mengangkat wazir yang membawahi kepala - kepala
departemen.

Al – Mahdi (775―785 M) pun menggantikan Al Mansur sebagai khalifah


dimana perekonomian makin meningkat Pertanian dengan irigasi dan menghasilkan
gandum, beras, korma, dan zaitun. Juga pertambangan seperti perak, emas, tembaga
dan besi.

Pada zaman Harun Al-Rasyid( 785―809 M) masyarakat pun hidup mewah


seperti cerita Seribu Satu Malam. Kekayaan itu pun juga dipergunakan untuk
membangun rumah sakit, pendidikan dokter dipentingkan dan farmasi pun dibangun.

9
Anaknya Al-Ma’mun (813―833 M) meningkatkan perhatian pada ilmu
pengetahuan. Ia mendirikan Bait Al- Hikmah dan juga sekolah – sekolah dengan
Bagdad sebagai pusatnya.

Khalifah Al-Mu’tasim (833―842 M) sebagai anak dari ibu yang berasal dari
Turki mendatangkan orang orang dari Turki untuk menjadi pengawalnya dan dengan
demikian pengaruh Turki pun mulai masuk ke pusat pemerintahan Bani Abbas.

Al- Wathiq (842―847 M) untuk melepaskan diri dari pengaruh Turki,


mendirikan ibukota Samarra dan pindah dari Bagdad.

Al-Mutawakkil (847―861 M) merupakan khalifah besar terakhir dari dinasti


Bani Abbas.

Khalifah terakhir sekali dari Dinasti Bani Abbas adalah Al- Musta’sim (1242-
1258 M) di zaman ini Bagdad dihancurkan oleh Hulagu tahun 1258 M.

Diantara integrasi yang terjadi di zaman ini adalah integrasi dalam bidang
bahasa. Bahasa Al-Qur’an dipakai dimana-mana. Bahasa ini telah menggantikan
bahasa Yunani. Bahasa ini pun menjadi bahasa ilmu pengetahuan, filsafat dan
diplomasi. Integrasi juga terjadi di dalam lapangan kebudayaan. Kebudayaan yang
ada mulai dari Spanyol di Barat sampai India di Timur dan mulai dari Sudan di
Selatan sampai ke Kaukasus di Utara adalah kebudayaan Islam dengan bahasa Arab
sebagai alatnya. Di zaman inilah kontak antara Islam dan kebudayaan Barat terjadi.
Didorong oleh ajaran Al-Qur’an dan Nabi Muhammad untuk senantiasa mencari ilmu
pengetahuan, kontak dengan kebudayaan Barat itu membawa masa yang gemilang
bagi Islam. Para cendekiawan pun mulai melakukan penyelidikan mereka sendiri.

Dalam ilmu pengetahuan terkenal nama Al-Farazi (abad VIII) sebagai


astronomi Islam yang pertama kali menyusun astrolabe ( alat yang dahulu dipakai
untuk mengukur tinggi bintang dan sebagianya).

10
Dalam optika Abu Ali AL-Hasan Ibnu Al-Haytham (abad X) yang menentang
pendapat bahwa mata yang mengirim cahaya kepada benda yang dilihat. Menurut
teorinya yang kemudian merupakan kebenaran, bendalah yang mengirim cahaya ke
mata dan karena menerima cahaya itu mata melihat benda yang bersangkutan.

Dalam ilmu kimia Jabir Ibnu Hayyan terkenal sebagai bapak al-kimia.

Dalam ilmu fisika Abu Raihan Muhammad Al-Baituni (973―1048 M)


sebelum Galileo telah mengemukakan teori tentang bumi berputar sekitar asnya.

Dalam bidang geografi Abu Al-Hasan Ali AL-Mas’ud adalah pengembara


yang mengadakan kunjungan ke berbagai dunia Islam pada abad X dan menerangkan
dalam bukunya Maruj Al-Zahab tentang geografi, agama dan adat istiadat.

Dalam ilmu kedokteran Al-Razes yang mengarang buku tentang penyakit


cacar dan campak dan bukunya Al-Hawi yang terdiri dari 20 jilid membahas tentang
berbagai cabang ilmu kedokteran. Ibnu Sina (980―1037 M) selain filosof juga
seorang dokter yang mengarang satu ensiklopedia dalam ilmu kedokteran yang
terkenal dengan nama Al-Qanun Fi Al-Tib.

Dalam ilmu filsafat nama –nama Al-Farabi, Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd
terkenal.

Ringkasnya periode ini adalah periode peradaban Islam yang tertingi dan yang
mempunyai pengaruh, sungguh pun tidak dengan secara langsung, pada tercapainya
peradaban modern di Barat sekarang. Periode kemajuan Islam ini sebagai, disebut
Christopher Dawson, bersamaan masanya dengan abad kegelapan di Eropa.

11
b. Masa Disintegrasi : 1000-1250 M

Mulai terjadi pada akhir zaman Bani Umayyah tapi memuncak di zaman Bani
Abbas. Daerah – daerah yang jauh letaknya dari pusat pemerintahan Damaskus dan
kemudian di Bagdad, melepaskan diri dari kekuasaan Khalifah di pusat dan
bertimbunlah dinasti-dinasti kecil.

Di Maroko Idrin Ibn Abdullah, salah satu dari keturunan Ali dapat
membentuk Kerajaan Idrisi (788―974 M) dengan Fas sebagai ibu kota. Di Tunis
Dinasti Aghlabi berkuasa dari tahun 800―969 M yang dibentuk oleh Ibrahim Ibn
Aghlab. Di Mesir Ahmad Ibn Tulun melepaskan diri dari kekuasaan Bagdad pada
tahun 868 M dan dapat meluaskan kekuasaannya sampai ke Suria pada tahun 877 M.
Di dinasti ini irigasi diperbaiki, ekonomi meningkat dan Mesir mulai menjadi pusat
kebudayaan Islam.

Di sebelah Utara Mesir Dinasti Hamdani merampas Suria di tahun 944 M dan
mempertahankannya sampai 1003 M.

Di sebelah Timur Bagdad Dinasti Tahiri berkuasa di Khurasan dari tahun 820
M–872 M. Lalu digantikan oleh Dinasti Saffari sampai 908 M.

Golongan Syiah mulai menjadi teman sekutu Bani Abbas, lalu melakukan
pemberontakan kaum Zanj ( budak – budak yang didatangkan dari Afrika untuk
bekerja di Irak ) di bawah pimpinan Ali Ibn Muhammad yang mengacaukan
kekuasaan Bani Abbas ini.

Gerakan lain ialah gerakan Hasysyasin ( Assassins ) yang merupakan lanjutan


dari gerakan Qaramitah yang membuat Alamut di sebelah Selatan Laut Caspia sebagi
pusat serangan terhadap kekuasaan Bagdad.

12
Sementara itu ada pula pemuka-pemuka Syia’ah yang dapat membentuk
Dinasti menguasai daera-daerah tertentu. Salah satunya Ahmad Ibn Buwaihi yang
dapat menguasai Asfahan, Syiraz dan Kirman di Persia. Ia menguasai ibu kota Bani
Abbas. Kekuasaan ini pun dirampas oleh Dinasti Saljuk. Saljuk seorang pemuka suku
bangsa Turki yang berasal dari Turkestan. Ia pun dapat memperluas daerah
kekuasaan mereka sampai ke daerah – daerah yang dikuasai Dinasti Buwaihi. Sultan-
sultan yang kenamaan dari Dinasti ini di samping Tughril adalah Alp Arselan dan
Maliksyah. Alp Arselan mengalahkan Bizantium di pertempuran Manzikart.
Maliksyah terkenal dalam pembangunan-pembangunannya seperti jembatan, masjid
irigasi dan jalan raya. Khalifah dimasa berkuasanya sultan – sultan Buwaihi dan
Salajikah hampir merupakan boneka. Para khalifah pun diatur sesuka mereka.

Di Mesir terdapat Dinasti Fatimiah yabng mengambil bentuk khilafah alirah


Syi’ah dan menjadi saingan bagi khilafah aliran Sunnah di Bagdad. Di Spanyol Abd
Al-Rahman dari Dinasti Bani Umayyah di tahun 765 M dapat pula membentuk
khilafah sendiri. Dinasti ini dapat mempertahankan kekuasaan mereka sampai 1031
M. Dan Ia mendirikan pusat kebudayaan Islam yaitu Masjid Cordova.

Dalam periode ini terjadi Perang Salib di Palestina. Dengan jatuhnya Asia
Kecil di tangan Dinasti Saljuk jalan naik haji ke Palestina bagi umat Kristen di Eropa
menjadi terhalang. Paus Urban II berseru pada umat Kristen Eropa di tahun 1095 M
supaya mengadakan perang suci terhadap Islam. Perang pertama terjadi pada tahun
1096 - 1099 M, perang kedua terjadi pada tahun 1147 -1149 M yang diikuti oleh
beberapa Perang Salib lainnya. Di Abad 20 ini baru Palestina jatuh ke tangan Inggris.
Di samping hal negative ekspansi Islam, di zaman ini kekuasaan islam meluas ke
daerah yang dikuasai Bizantium di Barat, ke daerah pedalaman Timur dan Afrika
melalu gurun Sahara di Selatan.

13
2. PERIODE PERTENGAHAN (1250―1800 M)

Periode ini dapat dibagi ke dalam dua masa yaitu, Masa Kemunduran I dan Masa
Tiga Kerajaan Besar.

1. Masa Kemunduran I : 1250―1500 M

Di zaman ini Jengis Khan dan keturunannya datang membawa


kehancuran ke dalam dunia Islam. Setelah menduduki Peking di tahun 1212
M, satu demi satu kerajaan islam jatuh ke tangannya. Transoxania dan
Khawarizm dikalahkan di tahun 1219 M, Kerajaan Ghazna pada tahun 1221
M, Azarbaijan pada tahun 1223 M dan Saljuk di Asia Kecil pada tahun 1243
M. Dari sini ia meneruskan serangannya ke Eropa dan ke Rusia.

Setelah itu serangan ke Bagdad dilakukan oleh cucunya Hulagu Khan.


Khurasan di Persia dan Hasysyasyin di Alamut terlebih dahulu ia hancurkan,
dan akhirnya pada tahun 1258 ia menembus benteng Bagdad dan Bagdad
dihancurkan. Dari sini Hulagu meneruskan serangannya ke Suria dan dari
Suria ke Mesir. Tetapi di Ain Jalut (Goliath) ia dikalahkan oleh Baybars,
Jenderal Mamluk dari Mesir, di tahun 1260 M.

Setelah itu, Timur Lenk, seorang yang berasal dari keturunan Jengis Khan
dapat menguasai Samarkand di tahun 1369 M. Dari Samarkand ia
mengadakan serangan ke sebelah Barat dan menguasai daerah antara Delhi
dan Laut Marmara. Dinasti Timur Lenk berkuasa sampai pertengahan kedua
dari abad XV.

Di Mesir, pada saat itu, Khilafah Fatimiah digantikan oleh Dinasti Salah
Al-Din Al-Ayubi di tahun 1174 M. Dengan datangnya Salah Al-Din, Mesir
masuk kembali ke aliran Sunni. Aliran Syi’ah disana hilang dengan hilangnya
Khilafah Fatimiah. Salah Al-Din dikenal dalam sejarah sebagai sultan yang
banyak membela Islam dalam Perang Salib. Dinasti Al-Ayubi jatuh di tahun

14
1250 M dan kekuasaan di Mesir berpindah ke tangan kaum Mamluk. Kaum
Mamluk berkuasa di Mesir sampai tahun 1517 M. Merekalah yang
membebaskan Mesir dan Suria dari peperangan Salib dan juga yang
membendung serangan – serangan kaum Mongol dibawah pimpinan Hulagu
dan Timur Lenk, sehingga Mesir terlepas dari penghancuran – penghancuran
seperti yang terjadi di dunia Islam lain

Di India juga ada persaingan dan peperangan untuk merebut kekuasaan


yang selalu terjadi, sehingga India senantiasa menghadapi perubahan
penguasa. Sementara itu, Di Spanyol timbul peperangan antara dinasti –
dinasti Islam yang ada di sana dengan Raja – raja Kristen. Raja – raja Kristen
menggunakan politik adu domba dan akhirnya Cordova jatuh di tahun 1238
M, Seville di tahun 1248 M dan Granada jatuh di tahun 1491 M. Di tahun
1609 M boleh diktatakan tidak ada lagi orang Islam di Spanyol. Umumnya
mereka pindah ke kota – kota di pantai Utara Afrika.

Pada Masa Kemunduran I ini, desentralisasi dan disentegrasi dalam dunia


Islam meningkat. Di zaman inilah pula hancurnya khilafah secara formal.
Perbedaan antara kaum Sunni dan kaum Syi’ah menjadi bertambah nyata
kelihatan. Demikian pula antara Arab dan Persia. Dunia Islam terbagi dalam
dua bagian; bagian Arab yang terdiri atas Semenanjung Arabia, Irak, Suria,
Palestina, Mesir, Afrika Utara, dan Sudan dengan Mesir sebagai pusatnya;
dan bagian Persia terdiri atas daerah Balkan, Turki, Persia, Turkistan dan
India dengan Persia sebagai pusatnya.

15
Di samping itu pengaruh tarikat – tarikat bertambah mendalam dan
bertambah meluas di dunia Islam. Pendapat yang ditimbulkan di Zaman
Disintegrasi bahwa pintu ijtihad telah tertutup diterima secara umum di zaman
ini. Perhatian terhadap ilmu pengetahuan sedikit sekali. Tetapi sebaliknya
Islam mendapat pemeluk dari daerah yang selama ini belum pernah dimasuki
Islam.

2. Masa Tiga Kerajaan Besar (1500–1800 M)

Masa ini dibagi ke dalam dua fase, Fase Kemajuan dan Fase Kemunduran.

a. Fase Kemajuan (1500–1700 M)

Fase Kemajuan ini merupakan Kemajuan Islam II. Tiga Kerajaan


Besar yang dimaksud ialah Kerajaan Usmani di Turki. Kerajaan Safawi di
Persia dan Kerajaan Mughal di India.

Sultan Muhammad Al-Fatih (1451–1481 M) dari Kerajaan Usmani


mengalahkan Kerajaan Bizantium dengan menduduki Istambul di tahun
1453 M. Kemajuan-kemajuan lain dibuat oleh Sultan Sulaiman Al-Qanoni
(1512-1520 M). Dimasa kerajaannya daerah kekuasaan kerajaan usmani
mencakup Asia Kecil, Armenia, Irak, Suria, Hejaz serta Yaman di Asia ,
Mesir, Libia, Tunis serta Aljazair di Afrika dan Bulgaria, Yunani,
Yugoslavia, Albania, Hongaria, dan Rumania di Eropa.

Di Persia muncul satu Dinasti baru pada tahun 1252 yang merupakan
suatu Kerajaan besar di dunia Islam yaitu Dinasti Safawi yang dapat
menguasai seluruh daerah Persia.

16
Kerajaan Mughal di India dengan Delhi sebagai ibukota, di dirikan
oleh Zharuddin Babur (1482-1530 M). Lahore jatuh ke bawah
kekuasaannya di tahun 1523 M, dan emapt tahun kemudian India tengah
dapat dikuasainya.

Masing-masing dari ketiga kerajaan Besar ini mempunyai masa


kejayaan sendiri terutama dalam bentuk literatur dan arsitek.

Literatur dalam bahasa Turki dizaman inilah mulai muncul. Di masa-


masa sebelumnya pengarang-pengarang Turki menulis dalam bahasa
Persia. Di zaman Sultan Salim I dan Sultan Sulaiman dikenal dua
pengarang Fuzuli dan Baki, yang kemudian disusul di abad ke delapan
belas oleh Nedium dan Syeikh Ghalib.

Kerajaan Islam II ini lebih banyak merupakan kemajuan dalam


lapangan politik dan jauh lebih kecil dari Kemajuan Islam I. Dalam pada
itu Barat mulai bangkit terutama dengan terbukanya jalan ke pusat
rempah-rempah dan bahan-bahan mentah di Timur Jauh, melalui Afrika
Selatan dan dijumpainya Amerika oleh Colombus di tahun 1492 M. Tetapi
sebagai diterangkan Mc Neill, kekuatan Eropa pada waktu itu
diperbandingkan dengan kekuatan Islam, masih lemah.

b. Fase Kemunduran II (1700-1800 M)


Sesudah Sulaiman Al-Qanuni, Kerajaan Usmani tidak lagi mempunyai
sultan-sultan yang kenamaan. Kerajaan ini mulai memasuki fase
kemunduran di abad XVII M. Di dalam negri timbul pemberontakan-
pemberontakan, seperti di Suria di bawah pimpinan Kurdi Jumbulat, di
Lebanon di bawah pimpinan Druze Amir Fakhruddin.
Di Persia, Kerajaan Safawi mendapat serangan dari Raja Af-ghan yang
berang merpalainan dengan Syah-syah Safawi, menganut paham Sunni.

17
Di India, di bawah pimpinan Aurangzeb yang mendapat gelar
Alamghir, terjadi pemberontakan-pemberontakan dari pihak golongan
Hindu yang merupakan mayoritas penduduk India.
Sesudah Aurangzeb meninggal serangan-serangan pemberontakan
bertambah kuat dan akhirnya daerah-daerah yang jauh dari Delhi
melepaskan diri kekuasaan Mughal satu demi satu. Dalam pada itu
Inggris telah pula turut memainkan peranan dalam politik India dan
menguasai Inggris di tahun 1857 M. Sampai tahun 1947 M India menjadi
jajahan Inggris.
Di masa ini kekuatan militer dan politik umat Islam menurun. Dagang
dan Ekonomi umat Islam, dengan hilangnya monopoli dagang antara
Timur dan Barat dari tengah mereka, jatuh.
Eropa, dengan kekayaan-kekayaan yang diangkut dari Amerika dan
laba yang timbul dari dagang langsung dengan Timur jauh bertambah
kaya dan maju. Akhirnya di tahun 1798 M Napoleon menduduki Mesir,
sebagai salah satu pusat Islam terpenting. Jatuhnya pusat islam ini ke
tangan barat, menginsafkan dunia islam akan kelemahannya dan
menyadarkan umat islam bahwa di Brat telah timbul peradaban yang
lebih tinggi dari peradaban Islam, dan yang merupakan ancaman bagi
hidup Islam sendiri.

18
3. PERIODE MODERN: 1800 M

Periode ini merupakan zaman kebangkitan islam. Ekspedisi Napoleon


di Mesir yang berakhir di tahun 1801 M, membuka mata dunia islam,
terutama Turki dan Mesir, akan kemunduran dan kelemahan umat islam di
samping kemajuan dan kekuatan Barat. Raja dan pemuka-pemuka islam
mulai berpikir dan mencari jalan untuk mengembalikan balance of power,
yang telah pincang dan membahayakan islam bagi itu. Kontak islam islam
dan barat brbanding terbalik dengan sejarah islam klasik , di zaman ini
islam lebih banyak belajar dengan bangsa barat.
Dengan demikian timbullah apa yang disebut dengan pemikiran dan
aliran pembaruan atau modernisasi dalam islam. Pemuka-pemuka islam
mengeluarkan pemikiran-pemikiran bagaimana caranya membuat umat
islam maju ke depan seperti di Periode klasik . usaha-usaha ke arah itupun
mulai dijalankan dalam kalangan umat Islam. Tetapi karena itupun Barat
juga bertambah maju.

19
BAB III
PENUTUP

20
Daftar Pustaka

1. Nasution, Harun. (1985). Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Jakarta :


Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

2. Anonim. (2011). Pengertian Sejarah Peradaban Islam. [Internet] Tersedia :


http://googleweblight.com/?lite_url=http://sejarahperadaban-
islam.blogspot.com/2011/10/pengertian-sejarah-peradaban-
islam_15.html?m%3D1&ei=YpEbWs0G&Ic=id-
ID&s=1&m=844&host=www.google.co.id&ts=1475225822&sig=AF9NednJ
nP8KBCv8rFGK1_VPJK5WjSYMIg. Diakses 4 Oktober 2016 Pukul 15.11

21