Anda di halaman 1dari 4

HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI

1. Hak dan kewajiban bersama

Hak bersama :

a. Suami dan istri dihalalkan saling bergaul mengadakan hubungan seksual (secara
timbal balik).

Hal ini, berdasarkan firman, Allah:

ِ ‫ش ُرو ُه َّن ِبا ْل َم ْع ُر‬


)19:‫ (النساء‬... ‫وف‬ ِ ‫ َوعَا‬...
Dan pergaulilah mereka dengan cara yang baik. (QS. An-Nisa’ : 19)

b. Haram melakukan perkawinan (yang merupakan salah satu sedarah pasangannya).


c. Saling mendapat waris akibat dari ikatan perkawinan yang sah, bilamana salah
seorang meninggal dunia sesudah sempurnanya ikatan perkawinan.
d. Anak mempunyai nasab (keturunan) yang jelas bagi suami.
e. Kedua belah pihak wajib berperilaku yang baik1 .

Kewajiban bersama, dalam Kompilasi Hukum Islam2 :

A. Menurut pasal 77
a. Menegakkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
b. Wajib saling mencintai, saling menghormati, setia, dan memberi bantuan lahir
batin yang satu kepada yang lain.
c. Mengasuh dan memelihara anak – anak mereka, baik mengenai pertumbuhan
jasmani, rohani maupun kecerdasan pendidikan agamanya.
d. Wajib memelihara kehormatannya.
e. Jika salah satu melalaikan kewajibannya, masing masing dapat mengajukan
gugatan kepada Pengadilan Agama.

B. Menurut pasal 78
a. Harus memiliki tempat tinggal yang tetap.
b. Tempat tinggal yang dimaksud ditentukan secara bersama.

1
Lihat Sayyid Sabiq. 𝑜𝑝. 𝑐𝑖𝑡. , h. 134
2
H. Abdurrahman. 𝑜𝑝. 𝑐𝑖𝑡. , h. 132
2. Hak dan kewajiban Suami kepada Istri

Hak Suami kepada Istri :

a. Ditaati dalam hal – hal yang bukan maksiat.


b. Istri menjaga dirinya sendiri dan harta suami.
c. Menjauhkan diri dari mencampuri sesuatu yang dapat menyusahkan suami.
d. Tidak bermuka masam di hadapan suami.
e. Tidak menunjukan keadaan yang tidak disenangi suami.

‫َننننن ِ ى ا ِننننن ا ى ر نننننَ ى َ َ ننننن ى َ َِى‬:‫ْى ىمَنننننَ َحدى‬ ‫ ا رَننننن ا‬: ‫ننننَََّى َ اَى‬
َ ‫ننننبى َ رُنننننةى ا ََ َِّن‬
ِ ‫عن‬ َ
‫تَ ذىىوىمَحدى َّثى سبىغََّب‬: ‫ى‬.َ‫ج َه‬ ‫زَ ِو ر‬:‫ َم َِأَََّى َ َِىتَ ِس اج َى ر‬:ِ ‫ََّ ِس اج َىرالَ َ ٍ ىَالَ َ َِتا ى‬
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Sekiranya aku (boleh) menyuruh
seseorang untuk sujud kepada orang, tentu aku suruh istri untuk sujud kepada
suaminya”. [HR. Tirmidzi dan ia berkata : Hadits hasan gharib]

Kewajiban Suami kepada Istri, Kompilasi Hukum Islam3 :

A. Menurut pasal 80
a. Suami adalah pembimbing terhadap istri dan rumah tangganya, akan tetapi untuk hal
yang penting dalam rumah tangga ditentukan bersama.
b. Suami wajib melindungi istrinya dan memberikan segala keperluan hidup rumah
tangga sesuai dengan kemampuannya (Jika sang istri nusyuz maka kewajiban ini
gugur).
c. Suami wajib memberi pendidikan agama kepada istrinya dan memberi kesempatan
belajar pengetahuan yang berguna dan bermanfaat untuk agama dan bangsa.
d. Suami menanggung :
a) Nafkah, kiswah dan tempat kediaman bagi istri;
b) Biaya rumah tangga, biaya perawatan, dan biaya pengobatan bagi istri dan anak.
c) Biaya pendidikan bagi anak.
e. Kewajiban a) dan b) mulai berlaku sesudah ada tamkin sempurna dari istrinya.

3
Ibid. , h. 132 − 133
B. Menurut pasal 81 (Tentang tempat kediaman)
a. Suami wajib menyediakan tempat kediaman (tempat yang layak) bagi istri dan anak –
anaknya, atau bekas istri yang masih dalam keadaan ‘iddah.
b. Tempat kediaman disediakan untuk melindungi istri dan anak – anaknya dan juga
berfungsi sebagai menyimpan harta kekayaan, tempat menata dan mengatur alat
rumah tangga.
c. Suami wajib melengkapi tempat kediaman sesuai kemampuannya serta disesuaikan
dengan keadaan lingkungan tempat tinggalnya.

C. Menurut pasal 82 (Kewajiban Suami yang beristri lebih dari satu orang)
a. Memberi tempat tinggal dan biaya hidup kepada semua istrinya secara seimbang
sesuai besar kecilnya keluarga yang ditanggung masing – masing istri, kecuali jika
ada perjanjian perkawinan.
b. Jika para istri rela dan ikhlas, suami boleh menempatkan istrinya dalam satu
kediaman.

3. Hak dan kewajiban Istri kepada Suami

Hak istri kepada suami :

a. Diberikan mahar

ً ‫ص ُدقَاتِ ِه َّن نِحْ لَةً فَ ِإ ْن ِط ْب َن لَ ُك ْم ع َْن ش َْيءٍ ِم ْنهُ نَ ْف‬


‫سا فَ ُكلُوهُ َهنِيئ ًا‬ َ ِِّ‫َوآَتُوا الن‬
َ ‫سا َء‬
)4:‫َم ِريئ ًا(النساء‬
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian
dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari
maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai
makanan) dengan penuh kelahapan lagi baik akibatnya. (QS. An-Nisa : 4)

b. Diberikan makanan dan minuman


c. Diperlakukan dengan cara ma’ruf
Kewajiban Istri kepada Suami :

a. Taat dan patuh kepada suami.


b. Pandai mengambil hati suami melalui makanan dan minuman.
c. Mengatur rumah dengan baik.
d. Menghormati keluarga suami.
e. Bersikap sopan, penuh senyum kepada suami.
f. Tidak mempersulit suami, dan selalu mendorong suami untuk maju.
g. Ridha dan syukur terhadap apa yang diberikan suami.
h. Selalu berhemat dan suka menabung.
i. Selalu berhias, bersolek untuk atau di hadapan suami.
j. Jangan selalu cemburu buta4 .

Kewajiban Istri kepada Suami, Kompilasi Hukum Islam5 :

A. Menurut pasal 83 (Kewajiban Istri)


a. Kewajiban utama seorang istri adalah berbakti lahir batin kepada suami di dalam
batas – batas yang dibenarkan dalam Islam.
b. Istri menyelenggarakan dan mengatur rumah tangga sehari – hari dengan sebaik –
baiknya.

B. Menurut pasal 84
a. Istri dapat dianggap nusyuz jika ia tidak melaksanakan kewajibannya, kecuali dengan
alasan yang sah.
b. Selama istri dalam nusyuz, kewajiban suami kepada istrinya sesuai pasal 80 tidak
berlaku kecuali untuk kepentingan anak – anaknya (Berlaku kembali jika sang istri
sudah tidak nusyuz)
c. Ketentuan ada atau tidaknya nusyuz dari istri harus didasarkan bukti yang sah.

1
Lihat Slamet Abidin dan H. Aminuddin. 𝑜𝑝. 𝑐𝑖𝑡. , h. 172
2
H. Abdurrahman. 𝑜𝑝. 𝑐𝑖𝑡. , h. 134