Anda di halaman 1dari 8

REVIEW

MANAJEMEN STRATEGIK : ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL

Review ini bertujuan untuk memenuhi tugas dalam perkuliahan manajemen strategik

Pengampu : Dr. Ida Bagus Panji Sedana, S.E., M. Si

Oleh

Kelompok 4 :

Ida Ayu Diah Sri Gayatri (1607522115)

Anak Agung Putri Mahayuni (1607522120)

Ni Made Ariesta Yuna Pratiwi (1607522122)

Made Regita Purnama Sari (1607522133)

Muhammad Rifandy Taufik (1607522141)

Anak Agung Sagung Intan Permatasari (1607522145)

PROGRAM NON REGULER


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018
1. Identifikasi Lingkungan Internal
Analisis internal merupakan analisis yang dilakukan terhadap factor-faktor internal
perusahaan untuk dapat menentukan secara cermat kekuatan dan kelemahan
strateginya, yang dapat menggambarkan profil perusahaan. Suatu factor dianggap
kekuatan jika factor tersebut merupakan kompetensi atau keunggulan bersaing yang
nyata (distct). Factor tersebut bukan sekedar kompetensi yang dimiliki perusahaan,
tetapi memang benar sesuatu yang dilakukan atau mampu dilakukan dengan baik
relatif terhadap kemampuan pesaing yang ada atau potensial. Suatu factor danggap
kelemahan jika merupakan sesuatu yang dilakukan dengan buruk oleh perusahaan
padahal pesaing mampu melakukannya dengan baik.
Dalam mengembangan profil perusahaan dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut
 Identifikasi factor-faktor strategik internal
 Evaluasi faktor-faktor strategik internal dengan membandingkan kondisi saat
ini dengan kondisi yang lalu
 Evaluasi faktor-faktor strategic internal dengan membandingkan dengan :
 Persyaratan sukses kunci pada berbagai tahap evalousi pada produk
atau pasar yang relevan
 Kapabilitas pesaing-pesaing kunci
 Persyaratan sukses dalam industri pasar dimana perusahaan bersaing.
 Menyusun profil perusahaan yang dihasilkan dari langkah-langkah
sebelumnya. Dibuat table IFAS (internal factors analysis summary)
2. Proses Analaisis dan Diagnosis Lingkungan Internal

Analisis dan diagnosis internal dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor internal


perusahaan yang dapat menentukan secara cermat kekuatan dan kelemahan
strateginya, yang dapat menggambarkan profil perusahaan. Dalam proses analisis dan
diagnosis internal dilakukan beberapa pendekatan yang membandingkan pengukuran
variabel-variabel faktor strategis internal dengan mengukur (1) kinerja masa lalu
perusahaan, (2) pesaing kunci perusahaan, dan (3) industri sebagai satu kesatuan.
Manajer strategis dapat mengamati dan menganalisis variabel internal dengan
menggunakan salah satu atau kombinasi dari tiga pendekatan yaitu :

1) Analisis PIMS
Institut perencanaan Strategis melakukan penelitian untuk membantu
menemukan faktor-faktor strategis internal yang relevan bagi badan-badan
usaha. Sampai saat ini, penelitian PIMS telah mengidentifikasi 9 faktor
strategis utama yang bertanggung jawab terhadap terjadinya 80% variasi
dalam profitabilitas diantara perusahaan database.
Pengamatan Lingkungan Internal dengan Analisis PIMS ( Profit Impact of
Marketing Strategy) Pendekatan yang diperkenalkan oleh General Electric
(GE) ini mencoba untuk mencaritahu factor-faktor strategis yang berpengaruh
terhadap besarnya ROI dengan menggunakan model regresi. SPI mengemuka
beberapa hal yang mempengaruhi kekuatan dan kelemahan perusahaan yaitu:
a) Intensitas investasi
b) Pangsa pasar
c) Pertumbuhan pasar
d) Daur kehudupan produk
e) Rasio biaya pemasaran dan besarnya penjualan

2) Analisis Rantai Nilai


Analisis rantai nilai, salah satu cara untuk menguji sifat dan tingkat
sinergi, apabila ada, diantara kegiatan-kegiatan internal perusahaan. Pengujian
sistematis kegiatan-kegiatan induvidual dapat mendorong kepada pemahaman
yang lebih baik terhadap kekuatan dan kelemahan perusahaan. Prinsip
diragregasi digagas oleh Michel Porter pada 1980 atau lebih tua dibanding
pendekatan keunggulan bersaing.

3) Analisis Fungsional
Cara paling sederhana untuk mengamati dan menganalisis lingkungan
internal organisasi adalahmelalui analisis fungsional. Ansoff, mengemukakan
bahwa keahlian dan sumber daya perusahaan dapat diatur dalam profil
kompetensi sesuai fungsi bisnis seperti pemasaran,keuangan, penelitiandan
pengembangan, dan operasi. Pengamatan lingkungan internal dengan analisis
fungsional, terdiri atas:
a) Struktur
Pemahaman terhadap bagaimana perusahaan tertentu tersusun sangat
berguna dalam perumusan strategi. Apabila struktur perusahaan cocok
dengan perubahan strategi yangdiusulkan, maka struktur tersebut
merupakan kekuatan perusahaan. Apabila sebaliknya merupakan
kelemahan perusahaan dan akan membuat strategi tidak dapat
dilaksanakan dengan benar. Beberapa tipe dasar struktur yang
mendominasi dalam organisasi, yaitu struktur sederhana, struktur
fungsional, struktur divisonal, struktur konglomerat
b) Budaya
Budaya perusahaan adalah sekumpulan keyakinan, harapan, dan nilai
yang dipelajari dan dibagikan oleh anggota-anggota organisasi dan
disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya, yang
mencerminkan nilai-nilai pendiri perusahaan dan misi perusahaan.
c) Pemasaran
Tugas utama manajer pemasaran adalah mempengaruhi tingkat, waktu,
dan karakter permintaan dalam suatu cara yang akan membantu
perusahaan mencapai tujuan-tujuannya. Manajer pemasaran merupakan
penghubung utama perusahaan kepada konsumen dan padapesaingnya
karena itu manajer pemasaran harus peduli terutama pada posisi pasar
perusahaandan bauran pemasarannya.
d) Keuangan
Tugas manajer keuangan adalah mengelola dana, yaitu menentukan
sumber dan penggunaandana yang terbaik (dari sumber internal
maupun eksternal) dan mengendalikan penggunaanya. Dari sudut
pandang strategis bidang keuangan harus dianalisis untuk melihat
sebaik apa yang ditangani, yang terdiri dari:
 Financial leverage, yakni rasio total hutang terhadap total
aktiva sangat berguna dalam menguraikan penggunaan hutang
untuk meningkatkan laba yang tersedia bagipemegang
saham.Pengetahuan dan kegunaan teknik
 Capital budgeting, yakni penganggaran modal yang sumber daya
keuangan yang penting. Bagian keuangan harus memnganalisis
dan membuat peringkat investasi-investasi seperti tanah,
bangunan, dan peralatan, ditinjau dari sudut pandang pengeluaran
tambahan yang dibutuhkan dan penerimaan tambahan yang
dihasilkan.
e) Penelitian dan Pengembangan (R&D)
Teknologi perusahaan membantu menentukan posisi pasar dan jenis
persaingan yang dihadapi. Manajer R&D bertanggung jawab
mengusulkan dan melaksanakan strategi teknologi perusahaan dengan
mempertimbangkan tujuan dan kebijakan perusahaan. Tugas manajer
meliputi : (1) memilih salah satu diantara berbagai alternatif teknologi
baru yang akan dipakaioleh perusahaan, (2) mengembangkan
penerapan teknologi baru ke dalam produk dan proses produksi, (3)
menyebarluaskan sumber daya yang ada sehingga teknologi itu dapat
dilaksanakan dengan sukses.
f) Operasi (pemanufakturan atau jasa)
Tugas utama manajer pemanufakturan atau jasa adalah
mengembangkan dan mengoperasikan sebuah sistem yang akan
menghasilkan jumlah produk dan jasa yang dibutuhkan dengan kualitas
tertentu pada harga yang sudah ditentukan, yang terdiri dari:
 Sistem intermiten (job shops), yakni pekerja biasanya
memproses satu item secara berurutan, tetapi macam pekerjaan
dan urutan proses bervariasi sesuai dengan itemnya. Sementara
itu, pada
 Sistem berkelanjutan (continous system), yakni proses disusun
berurutan sehingga produk-produk dapat dirakit dan diproses
dengan berkelanjutan.
g) Sumber Daya Manusia (SDM)
Tugas utama manjer SDM adalah meningkatkan kesesuaian antara
invidu dengan pekerjaan-pekerjaan yang ada. Kualitas kesesuaian ini
berpengaruh terhadap kinerja, kepuasan karyawan dan perputaran
tenaga kerja. Departemen SDM yang baik seharusnya paham cara
menggunakan survai sikap dan alat-alat umpan balik yang lain untuk
menilai kepuasan karyawan terhadap pekerjaan dan perusahaan.
Departemen SDM juga seharusnya menggunakan job analysis yakni
alat untuk mendapatkan informasi deskripsipekerjaan mengenai apa
yang harus dicapai oleh setiap pekerjaan dari segi kualitas
dankuantitas.h.
h) Sistem Informasi
Tugas utama manajer sistem informasi adalah merancang dan
mengelola aliran informasi dalam organisasi dengan cara-cara yang
dapat meningkatkan produktivitas dan pengambilan keputusan.
Informasi harus dikumpulkan, disimpan, dan digabungkan dalam
metode tertentu sehingga nantinya dapat menjadi jawaban atas
pertanyaan operasional dan strategis. Sistem informasi perusahaan
dapat berupa kekuatan atau kelemahan dalam ketiga aspek manajemen
strategis. Sistem informasi tidak hanya dapat membantu dalam
pengamatan lingkungan danpengendalian berbagai kegiatan tetapi juga
berfungsi sebagai senjata strategis dalam upayamendapatkan
keunggulan kompetitif.

3. Penentuan Kekuatan dan Kelemahan Perusahaan

Kekuatan (strength) merupakan sumber daya atau kapabilitas yang


dikendalikan oleh atau tersedia bagi suatu perusahaan yang membuat perusahaan
relative lebih unggul dibandingkan pesaingnya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan
yang dilayaninya. Kekuatan muncul dari sumber daya dan kompetensi yang tersedia
bagi perusahaan. Sedangkan kelemahan (weaknes) merupakan keterbatasan atau
kekurangan dalam satu atau lebih sumber daya atau kapabilitas suatu perusahaan
relatif terhadap pesaingnya, yang menjadi hambatan dalam memenuhi kebutuhan
pelanggan secara efektif.

Lingkungan Internal, ialah lingkungan dalam perusahaan yang perlu


diidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, yang meliputi:

1) Relationships among the functional areas of business


2) Management
3) Marketing
4) Finance/Acounting
5) Production/operation
6) Research and development
7) Computer information system
8) Human Resources

Dalam menentukan kekuatan dan kelemahan, manajer terlebih dahulu harus


mengidentifikasi berbagai variabel internalnya. Analisis SWOT merupakan suatu
pendekatan tradisonal yang sudah lama digunakan oleh para pembuat strategi untuk
mengidentifikasi lingkungan internal. Dengan melakukan analisis SWOT para
manajer dapat menciptakan gambaran umum secara cepat mengenai situasi strategis
perusahaan. Analisis ini menawarkan usaha umum untuk menilai kapabilitas internal
dengan mempertimbangkan faktor eksternal.

4. Melakukan Analisis dan Diagnosis Lingkungan Internal dan Membuat Tabel


IfAS.
Setelah melakukan analysis dan diagnosis terhadap lingkungan internal, maka hasil
analisis dirangkum dalam tabel IFAS (internal factory analysis system).
Langkah-langkah dalam mngembangkan tabel IFAS :
1) Tentukan faktor-faktor sukses kunci (key success factory) dari lingkungan
internal dan diidentifikasi 5-10 faktor internal kunci.
2) Beri bobot 0,0 (tidak penting) sampai 1,0 (terpenting pada setiap faktor).
Bobot yang diberikan pada faktor internal menunjukkan kepentingan relatif
dari faktor itu untuk sukses dalam lingkungan atau industri yang ditekuni
organisasi/perusahaan. Jumlah dari semua bobot harus sama dengan satu (1,0).
3) Berikan peringkat/rating 1 sampai 4 pada setiap faktor sukses kunci. Peringkat
untuk faktor internal didasarkan pada keadaan perusahaan (1=kelemahan
utama, 2= kelemahan kecil, 3= kekuatan kecil, 4= kekuatan utama)
4) Setiap bobot faktor internal dikalikan rating masing-masing = diperoleh nilai
terbobot.
5) Jumlahkan nilai terbobot semua faktor sehingga diperoleh nilai terbobot total
untuk organisasi.
Perhitungan nilai IFAS
Faktor Internal Kunci Bobot Rating Nilai Terbobot
Bagian pasar 0,10 4 0,40
Pertumbuhan bagian pasar 0,15 4 0,60
Kualitas produk 0,10 4 0,40
Reputasi merk 0,10 4 0,40
Jaringan distribusi 0,05 4 0,20
Efektivitas promosi 0,05 4 0,20
Kapasitas produksi 0,05 4 0,15
Efisiensi produksi 0,05 2 0,10
Biaya per unit 0,15 3 0,45
Bahan baku 0,05 4 0,20
Kinerja R&D 0,10 4 0,40
Personil manajemen 0,05 4 0,20
1,00 3,70

Keterangan :
 Total bobot dari semua faktor internal perusahaan = 1 yang berarti
besarnya pengaruh dari lingkungan internal terhadap kinerja
perusahaan as=dalah sebebsar 1 atau 100%
 Rating adalah persepsi yang diberikan terhadap kondisi dari faktor
internal, dimana nilai 1 dan 2 mencerminkan kondisi yang lemah dari
faktor internal, dan nilai 3 dan 4 mencerminakan kondisi yang kuat.
Yang menjadi cut off untuk kondisi faktor internal adalah nilai (1+4) :
2 = 2,5.
 Berdasarkan perhitungan nilai IFAS di atas dapat hasil sebesar 3,70.
Angka ini dapat mencerminkan bahwa perusahaan tersebut memiliki
kekuatan internal secara umum karena nilai IFAS (3,70) > 2,5