Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK RADIOGRAFI

PEDIS , CALCANEUS DAN ANKLE JOINT


Dosen Pengampu: Mega Indah Puspita, S.ST

STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG


PROGRAM STUDI DIII TEKNIK RONTGEN
2013/2014
PEDIS
A. Anatomi
Ada 26 tulang dalam pedis yang meliputi:
1. 14 tulang phalanges
 Distal
 Middle
 Proximal
2. 5 tulang metatarsal
3. 7 tulang tarsal
 Calcaneus
 Talus
 Cuboid
 Navicular
 3 Cuniform

B. Indikasi
1. Fraktur
2. Fissure
3. Corpus Alineum
4. Kelainan Congenital
5. Kelainan Patologi
C. Persiapan Pasien
Pasien melepas benda-benda yang dapat mengganggu gambaran radiograf

D. Persiapan Alat dan Bahan


1. Kaset dan Film
Untuk 1 proyeksi menggunakan ukuran 18 x 24 cm
Untuk 2 proyeksi menggunakan ukuran 24 x 30 cm
2. Pesawat sinar X
3. Marker
4. Load
5. Meteran
6. Alat fiksasi
7. Alat proteksi

E. Proyeksi-Proyeksi Pedis
1. Proyeksi Anteroposterior (AP)
 PP: supen atau duduk di atas meja pemeriksaan
 PO: *kaki yang diperiksa ditekuk, telapak kaki diletakkan di atas
permukaan kaset, kaki menapak pada permukaan kaset.
*Pertengahan kaset diatur setinggi basis metatarsal III

 CR: vertikal tegak lurus; 10o posterior dimaksudkan agar celah sendi 1
dengan yang lain saling terbuka

Dengan Penyudutan Tanpa Penyudutan


 CP: metatarsal digit III
 FFD: 90-100 cm
 Kaset: 24 x 30 cm Membujur
 Kriteria Radiograf:
a. Tampakgambaran kaki dalamposisidorsoplantar (anterior talus,
metatarsal, tarsal danphalang)
b. Kaki tidakmengalamirotasi, ditandaidengan
Interspace/celah/spasiumantara mid shaft metatasal II-V
equidistant (hampir samalebarnya)
c. Terjadisuper posisiantara basis metatarsal II-V
d. Densitasradiografmampumenampakkanphalangs, tarsal distal, dan
metatarsal denganbaik.

2. Proyeksi AP Obliq
Ada 2, yaitu: medial dan lateral

 PP: supen atau duduk di atas meja pemeriksaan


 PO: Kaki yang akandiperiksaditekuksehingga kaki
menapakpadapermukaan film. Tinggal di obliq kan 30o – 40o ke arah
medial atau lateral.

Medial Lateral

 CR: Vertikal tegak lurus


 CP: Metatarsal digit III
 FFD: 90-100 cm
 Kaset: Membujur
 Kriteria radiograf:
 Medial :
 Tampak interspace antara cuboid dengan calcaneus, antara
cuboid dengan metatarsal IV – V, antara cuboid dengan
cuneiform lateral danantara talus denganavicular.
 Sinus tarsi tampakjelaspadaproyeksiini.
 Basis metatarsal 3-5 bebas overlap.
 Tarsaliatampak jelas (dibandingdenganposisidorsoplantar,
tarsaliapadaposisi medial obliklebih bebas overlap)
 Artikulasiantaratarsometatarsaldanintertarsaltampakjelas.
 Lateral :
 Interspaceantara metatarsal 1 – 2 danantara cuneiform medial
dan intermediate
 Basis metatarsal 1 & 2 tidak overlap
 Cuneiform medial dan intermediate tidak overlap
 Naviculartampakjelasdaripada internal oblik.

3. Proyeksi Lateral
Ada 2 yaitu: mediolateral dan lateromedial

a. Mediolateral
 PP: Pasien tidur miring di atas meja pemeriksaan
 PO: Tungakai kaki dan kaki dalam posisi lateral, lutut diangkat
sedikit dan diganal sandbag, permukaan plantar kaki tegak lurus
film

 CR: vertikal tegak lurus


 CP: setinggi metatarsal digit III
 FFD: 90-100 cm
 Kaset: membujur
 Kriteria Radiograf:
a. Tampak gambaran kaki/pedis (angkle joint, bagian distal tibia
dan fibula, metatarsal, tarsal, phalangs) dalam profil lateral
b. Metatarsal tampak hampir saling superposisi
c. Bagian distal angkle joint dan bagian distal cruris tidak
terpotong
d. Fibula overlap dengan bagian posterior tibia
e. Tibiotalar joint tampak
f. Densitas radiograf baik

b. Lateromedial
 PP: pasien tidur miring di atas meja pemeriksaan
 PO: Pasientidur miring bertumpupada kaki yang tidakdiperiksa.
Kaki yang akandiperiksadiaturdalamposisi lateral. Genu diangkat
sehingga patella tegaklurus horizontal, dibawah genu dipasang
sand bag/spon. Kaki diatur
sehinggapermukaanplantarnyategaklurus film.

 CR: vertikal tegak lurus


 CP: setinggi metatarsal digit III
 FFD: 90-100 cm
 Kaset: membujur
 Kriteria Radiograf:
a. Tampak gambaran kaki dalam profil lateral ankle joint
danbagian distal tibia dan fibula tidak terpotong.
b. Metatarsal saling superposisi ( lebih super posisi dari pada
lateral mediolateral )
c. Bagian distal crurisdan ankle joint tidak terpotong
d. Fibula overlap dengan posterior tibia
e. Articulatiotibiotalar tampak
f. Densitas gambar baik.

4. Proyeksi Weight Bearing


a. AP Weight Bearing
 PP: errect
 PO: kaki kanan dan kiri ditapakkan diatas kaset, kedua kaki tidak
saling berhimpit, sedikit diberi jarak antar kedua kaki.

 CR: 15o posterior setinggi metatarsal


 CP: pertengahan antara kedua metatarsal
 FFD: 90-100 cm
 Kaset: membujur
 Kriteria Radiograf:
a. Tampakkeduapediskanandankiridalamposisi AP
b. Tidakterjadisuperposisiantarkeduapedis

b. Lateral Weight Bearing


 PP: errect pada bidang yang datar
 PO: Kaset diletakkan diantara os.cruris dengan sisi depan kaset
menghadap os.pedis yang akan difoto.

 CR: horizontal tegak lurus


 CP: setinggi metatarsal digit III

 FFD: 90-100 cm
 Kaset: membujur, Kaset diletakkan ditempat khusus untuk
proyeksi metode weight bearing agar daerah longitudinal arch
terproyeksi dalam film.
CALCANEUS
A. Anatomi

B. Indikasi
1. Fraktur
2. Fissure
3. Corpus alineum
4. Spur
5. Dislokasi
6. Asteomylitis
7. Osteoarthritis
8. Osteoporosis

C. Persiapan Pasien
Melepas benda-benda yang dapat mengganggu gambaran radiograf

D. Persiapan Alat dan Bahan


1. Pesawat sinar X
2. Kaset dan Film, 18 x 24 cm melintang
3. Marker
4. Alat proteksi
5. Alat fiksasi
6. Meteran
7. Load/Pb
E. Proyeksi-Proyeksi pada Calcaneus
1. Proyeksi Axial Plantodorsal
 PP: supine atau duduk dengan kaki lurus di atas meja pemeriksaan
 PO: * Pertengahan film diatursetinggi mid ankle joint * Kaki diatur
sehinggabenar– benartegakyaitu dengan cara ditarik dengantali yang
non-radioopaque
 CP: basis metatarsal digit III
 CR: 40o chepalad
 FFD: 100 cm

2. Proyeksi Axial Dorsoplantar


 PP: prone di atas meja pemeriksaan
 PO: * Ankle joint diangkat, diletakkan sandbag dibawahnya *
Ketinggian sandbag diatur sehinggasumbupanjang kaki tegaklurus
dengan film * Permukaan plantar kaki menempelkaset, kasetdiganjal
sandbag ataudipasangpada holder.
 CP: sumbusinarmenembuspermukaan dorsal ankle joint kearah
plantar setinggi basis metatarsal
 CR: 40o caudad
 FFD: 100 cm
3. Proyeksi Lateral (mediolateral)
 PP: supine diatas meja pemeriksaan
 PO: tubuhpasiendiputarkearah kaki yang akandiperiksa, dibawah
genu diletakkan sand bag
 CP: Pertengahan calcaneus yaitupadatitiksejauh 1- 1,5 inchikearah
distal maleollus medial
 CR: vertikal tegak lurus
 FFD: 100 cm
ANKLE JOINT
A. Anatomi

1. Maleolus
2. Calcaneus
3. Tibia
4. Fibula
B. Indikasi
1. Fraktur
2. Corpus alieneum
3. Antralgia
4. Dislokasi
5. Osteoarthritis
6. Astritid reumatoid
7. Osteokondrosis Disekans
8. Sarkoma Smovial

C. Persiapan Pasien
Pasien melepas benda-benda yang dapat mengganggu gambaran radiograf

D. Persiapan Alat dan Bahan


1. Kaset dan Film
2. Pesawat sinar X
3. Marker
4. Load
5. Meteran
6. Alat fiksasi
7. Alat proteksi
E. Proyeksi-Proyeksi Ankle Joint
1. Proyeksi Anteropoterior (AP)
 PP: supen atau duduk di atas meja pemeriksaan
 PO: Kaki yang tidakdiperiksalurus atau ditekukmenjauhi kaki
ygdiperiksa. Genu diganjal sand bag untuk
mengurangiketeganganotot.
Ankle joint diatur posisitrue AP.

 CR: vertikal tegak lurus


 CP: pertengahan kedua maleolus
 FFD:90-100 cm
 Kaset: diatur dalam posisi melintang
 Kriteria Radiograf:
a. Tampakprofil AP ankle joint ( bagian distal tibia dan fibula, bagian
proximal talus tampakdalamradiograf )
b. Tampaktalotibial joint space
c. Ankle joint tampakpadapertengahan film
d. Art. Tibiofibulartampaksedikit overlap.
e. Daerah distal tibia- fibular sampaidengan talus tampak.
f. Talomalleolar art. Bebas overlap
g. Densitasgambarbaiksehimgga talus tampak, jaringanlunaktampak

2. Proyeksi AP Morfise View


Tujuan proyeksi ini untuk membebaskan persendian antara talus dan distal tibia
serta fibular agar tidak terjadi superposisi .

 PP: supen atau duduk di atas meja pemeriksaan


 PO: Obliq 15o ke arah medial
 CR: vertikal tegak lurus
 CP: pertengahan kedua maleolus
 FFD: 90-100 cm
 Kriteria Radiograf:
a. Tampakkeduajarakpersendianbaik lateral maupun medial
jelasterlihat, tanpamengalami overlap terutamapada lateral
malleolus.
b. Tampaksepertiga distal dariOs tibia danOs fibula.
c. Tampakossatarsaliamengalami overlap satusama lain
karenaposisioblikakibat endorotasi.

3. Proyeksi AP Obliq
Ada 2 yaitu, obliq medial dan obliq lateral

a. Obliq medial
 PP: supen atau duduk di atas meja pemeriksaan
 PO: Dari posisi true AP kaki dirotasikankearah medial sejauh 20-45
derajat.Dibawah genu diganjal sand bag, kaki dorsiflexsupaya
malleolus lateral & calcaneus tidaksalingsuperposisi.

 CR: vertikal tegak lurus


 CP: pertengahan kedua maleolus
 FFD: 90-100 cm
 Kriteria Radiograf:
a. Ujung tibia & fibula tampak
b. Malleolus lateral tampakjelas
c. Art. Talofibularbebas overlap
d. Ujung distal malleolus lateral tidak overlap dengan calcaneus

b. Obliq Lateral
 PP: supen atau berdiri di atas meja pemeriksaan
 PO: dariposisi true AP kaki dirotasikankearahlateralsejauh 20-45
derajat.
 CR: vertikal tegak lurus
 CP: pertengahan kedua maleolus
 FFD: 90-100 cm
 Kriteria Radiograf:
a. Ujung tibia & fibula tampak
b. Malleolus lateral tampakjelas
c. Art. Talofibular bebas overlap
d. Ujung distal malleolus lateral tidak overlap dengan calcaneus.
e. Talotibial space tampak.

4. Proyeksi Lateral
Ada 2 yaitu, mediolateral dan lateromedial.

 PP: Mediolateral, Pasientidur miring kearahsisiygdiperiksa, genu


sedikit fleksi, dibawah genu diganjal sandbag.
Lateromedial, Pasientidur miring kearahsisiygtidakdiperiksa,
genu diganjal sand bag.

Mediolateral Lateromedial

 PO: Mediolateral, kaki dorsifleksion sehingga ankle joint rotasi ke


arah lateral.
Lateromedial, kaki dalam posisi true lateral, patella diusahakan
tegak lurus film.
 CR: vertikal tegak lurus
 CP: Mediolateral, medial maleolus.
Lateromedial, lateral maleolus
 FFD: 90-100 cm
 Kriteria Radiograf:
a. Tampakgambarandari ankle joint proyeksi lateral
b. Tampak Os tibia danfibula overlappadabagiandistalnya.
c. Tampak calcaneus proyeksi lateral
d. Tampakjarakantara talus dengan tibia dan fibula ( talotibiafibular
joint )

5. Proyeksi AP Stress Studies


Proyeksi ini biasanya digunakan untuk memeriksa robekan yang terjadi pada
ligamen (robekan yang terjadi secara paksa). Bila pasien sangat kesakitan,
diperlukan seorang dokter ahli bedah orthopedi untuk mengatur posisi stress
kaki (ekstrimnya sejauh mana) dan bila perlu untuk mengijeksikan anestesi
lokal.

Anda mungkin juga menyukai