Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi. Kegiatan


belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru
atau dosen dan siswa/mahasiswanya bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan
pengertian. Dalam komunikasi sering timbul dan terjadi penyimpangan-
penyimpangan sehingga komunikasi tersebut tidak efektif dan efisien, antara lain
disebabkan oleh adanya kecenderungan verbalisme, ketidaksiapan siswa/mahasiswa,
kurangnya minat dan kegairahan, dan sebagainya. Berbagai media pembelajaran yang
beraneka ragam jenis tentunya tidak akan digunakan secara serentak atau dalam
waktu yang bersamaan. Oleh sebab itu di perlukan pemilihan media yang tepat. Agar
dapat tepat dalam memilih media pembelajaran maka di perlukan pertimbangan
kriteria dan langkah-langkah dalam pemilihan media.
Pemilihan media pembelajaran harus di sesuaikan dengan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa
seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas atas dasar
pertimbangan antara lain (a) merasa sudah akrab dengan media itu seperti papan
tulis/proyektor transpararansi,(b) merasa bahwa media yang di pilihnya dapat
menggambarkan dengan lebih baik daripada dirinya sendiri misalnya, diagram pada
flip chart,atau (c) media yang di pilihnya dapat menarik minat dan perhatian
siswa,serta menuntunnya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi.
Media merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar
mengajar. Karena beraneka ragamnya media tersebut, maka masing-masing media
mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.
Kecermatan dan ketepatan dalam memilih media pembelajaran dipengaruhi
oleh banyak faktor seperti luas sempitnya pengetahuan dan pemahaman tenaga
pengajar tentag kriteria dan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan serta prosedur
pemilihan media pembelajaran.

1
Seiring dengan perkembangan teknologi, maka berbagai model pembelajaran yang
diterapkan di dalam kelas juga mengalami perkembangan. Seorang pendidik memang
masih tetap merupakan salah satu sumber belajar tetapi tidak lagi satu-satunya
sumber belajar bagi para peserta didiknya. Pendidik menggunakan sumber belajar
lain yang disebut sebagai media untuk pembelajarn peserta didiknya. Oleh karena itu
sebelum pendidik menggunakan media dalam proses belajar mengajar, maka
pendidik dituntut untuk mengetahui bagaimana teknik pemilihan media pembelajaran
agar media yang digunakan dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan
pembelajaran.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Media Pembelajaran?


2. Bagaimana Pendekatan proses pemilihan media?
3. Apa yang menjadi dasar pertimbangan pemilihan media pembelajaran?
4. Bagaimana kriteria pemilihan media pembelajaran?
5. Apa prinsip pemilihan media pembelajaran?
6. Bagaimana penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran?

C. Tujuan Penulisan

Dengan beberapa macam rumusan masalah di atas, maka dapat bertujuan


untuk mengetahui bagaiman cara yang tepat dalam memilih media pembelajaran yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

D. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dalam penulisan makalah ini adalah memberikan wawasan atau
pengetahuan yang luas tentang bagaiman cara yang tepat dalam memilih media
pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dan penulis
berharap semoga makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber informasi untuk
mengetahui bagaimana pentingnya pengguasaan berbahasa Inggris dengan mempelajari
tenses dalam basaha tersebut berdasarkan kaidah dan aturan yang telah ditetapkan.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Media pembelajaran

Dalam pendidikan dan pengajaran, untuk mencapai tujuan agar terdapat


efisiensi dan efektifitas, maka diperlukan suatu alat bantu yang dikenal dengan istilah
“media belajar”. Secara etimologi, media berasal dari kata “medium” yang berarti
perantara atau pengantar . media adalah perantara atau pengantar pesan dari
pengirim ke penerima pesan. Sedangkan menurut para ahli lain, menggunakan istilah
media pembelajaran sebagai “teaching material” atau instruksional material, artinya
identik dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata “raga”, yaitu suatu
benda yang dapat diraba, dilihat, didengar dan yang dapat diamati melalui indera kita.
Sedangkan pengertian media pendidikan secara definitive, para ahli memberi
rumusan yang berbeda, masing-masing memiliki wawasan dan orientasi yang
berlainan, namun demikian pada prinsipnya ada kesamaan pengertian yang mendasar.
Dan dapat diambil kesimpulan bahwa media pendidikan atau pengajaran adalah
sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengiriman ke si
penerima guna merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga
terjadi dapat mendorong terjadinya proses belajar. Sebagai pembawa (penyalur)
pesan, media pengajaran tidak hanya digunakan oleh guru, tetapi yang lebih penting
dapat pula digunakan oleh siswa.
Dengan demikian penggunaan media dalam pembelajaran sangat penting
dilakukan, karena media pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem
pembelajaran. Sebagai komponen, media hendaknya merupakan bagian integral dan
harus sesuai dengan proses pembelajaran secara menyeluruh. Ujung akhir dari
pemilihan media adalah penggunaaan media yang memungkinkan siswa dapat
berinteraksi dengan media yang kita pilih. Apabila kita telah menentukan alternatif
media yang akan kita gunakan dalam pembelajaran, maka pertanyaan berikutnya
adalah sudah tersediakah media tersebut di sekolah atau di pasaran ? Jika tersedia,
maka kita tinggal meminjam atau membelinya saja. Itupun jika media yang ada

3
memang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah kita rencanakan, dan
terjangkau harganya. Jika media yang kita butuhkan ternyata belum tersedia, mau tak
mau kita harus membuat sendiri program media sesuai keperluan tersebut.
Jadi, pemilihan media itu perlu kita lakukan agar kita dapat menentukan
media yang terbaik, tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasaran didik.
Untuk itu, pemilihan jenis media harus dilakukan dengan prosedur yang benar,
karena begitu banyak jenis media dengan berbagai kelebihan dan kelemahan masing-
masing

B. Pendekatan proses pemilihan media

Anderson (1976) mengemukakan adanya dua pendekatan/ model dalam


proses pemilihan media pembelajan, yaitu : model pemilihan tertutup dan model
pemilihan terbuka.
a. Pemilihan tertutup, terjadi apabila alternatif media telah ditentukan “dari atas”
(misalnya oleh Dinas Pendidikan), sehingga mau tidak mau jenis media itulah
yang harus dipakai. Kalau pun kita memilih, maka yang kita lakukan lebih
banyak ke arah pemilihan topik/ pokok bahasan mana yang cocok untuk
dimediakan pada jenis media tertentu. Misalnya saja, telah ditetapkan bahwa
media yang digunakan adalah media audio. Dalam situasi demikian, bukanlah
mempertanyakan mengapa media audio yang digunakan, dan bukan media lain?
Jadi yang harus kita lakukan adalah memilih topik-topik apa saja yang tepat
untuk disajikan melalui media audio.
b. Model pemilihan terbuka, merupakan kebalikan dari pemilihan tertutup. Artinya,
kita masih bebas memilih jenis media apa saja yang sesuai dengan kebutuhan
kita. Alternatif media masih terbuka luas. Proses pemilihan terbuka lebih luwes
sifatnya karena benar-benar kita sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang
ada. Namun proses pemilihan terbuka ini menuntut kemampuan dan
keterampilan guru untuk melakukan proses pemilihan. Seorang guru kadang bisa
melakukan pemilihan media dengan mengkombinasikan antara pemilihan terbuka
dengan pemilihan tertutup.

4
C. Dasar Pertimbangan Pemilihan Media Pembelajaran
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang
akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang
baik. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa seorang
pendidik memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas atas dasar
pertimbangan :
a. Pendidik merasa sudah akrab dengan media itu.
b. Pendidik merasakan bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan
dengan lebih baik daripada dirinya sendiri.
c. Media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian peserta didik, serta
menuntutnya pada penyajian yang lebih testruktur dan terorganisir.
d. Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret.
Jadi dengan dasar pertimbangan inilah yang diharapkan oleh pendidik agar dapat
memenuhi kebutuhannya dalam mengajar. Beberapa faktor perlu dipertimbangkan,
misalnya tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik peserta didik atau
sasaran, jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio, visual, gerak, dan
seterusnya), keadaan lingkungan, kondisi setempat dan luasnya jangkauan yang ingin
dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam keputusan
pemilihan media.
Pada tingkat yang menyeluruh dan umum pemilihan media dapat dilakukan
dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut :
a. Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana,
fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia (waktu mengajar
dan pengembangan materi dan media), sumber-sumber yang tersedia (manusia
dan material).
b. Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran. Isi pembelajaran beragam dari sisi
tugas yang ingin dilakukan peserta didik, misalnya penghafalan, penerapan
keterampilan, pengertian hubungan-hubungan, atau penalaran dan pemikiran
tingkatan yang lebih tinggi. Setiap katagori pembelajaran itu menuntut perilaku
yang berbeda-beda dan dengan demikian akan memerlukan teknik dan media
yang berbeda-beda pula.

5
c. Hambatan dari sisi siwa dengan mempertimbangkan kemampuan dan
keterampilan awal, seperti membaca, mengetik, dan menggunakan komputer, dan
karakteristik peserta didik lainnya.
d. Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan dan keefektivan biaya.
e. Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula:
1. Kemampuan mengakomodasikan penyajian stiimulus yang tepat (visual dan /
atau audio).
2. Kemampuan mengakomodasikan respon peserta didik yang tepat (tertulis,
audio, dan / atau kegiatan fisik).
3. Kemampuan mengakomodasikan umpan balik.
4. Pemilihan media utama dan media skunder untuk penyajian informasi dan
stimulus.
f. Media skunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil
menggunakan media yang beragam. Dengan penggunaan media yang beragam,
peserta didik memiliki kesempatan untuk menghubungkan dan berinteraksi
dengan media yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan belajar mereka secara
perorangan.

Adapun hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media


pembelajaran yang tepat menurut Rasimin, dkk., antara lain :
a. Acces, artinya media yang diperlukan dapat tersedia, mudah, dan dapat
dimanfaatkan siswa.
b. Cost, artinya media yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaannya dapat
dijangkau.
c. Technology, artinya media yang akan digunakan apakah teknologinya tersedia
dan mudah menggunakannya.
d. Interactivity, artinya media yang akan dipilih dapat memunculkan komunikasi
dua arah atau interaktivitas. Sehingga siswa akan terlibat (aktif) baik secara fisik,
intelektual dan mental.

6
e. Organization, artinya dalam memilih media pembelajaran tersebut, secara
organisatoris mendapatkan dukungan dari pimpinan sekolah (ada unit organisasi
seperti pusat sumber belajar yang mengelola).
f. Novelty, artinya media yang dipilih tersebut memiliki nilai kebaruan, sehingga
memiliki daya tarik bagi siswa yang belajar.

Syarat-syarat pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan proses dan


tujuan pembelajaran, antara lain adalah :
a. Harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan.
b. Suatu bahan kajian harus termasuk dalam konsep media.
c. Pemberian tugas dan resitasi harus sesuai dengan media yang akan digunakan.
d. Harus disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.
e. Pertimbangan jangkauan suara guru.
f. Kemampuan guru.

D. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran


Kriteria pemilihan media haruslah dikembangkan sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan
sifat-sifat khasnya (karakteristik) media yang bersangkutan. Prof. Ely dalam
kuliahnya di Fakultas Pascasarjana IKIP Malang tahun 1982 mengatakan bahwa
pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteknya bahwa media merupakan
komponen dari sistem intruksional secara keseluruhan, karena itu meskipun tujuan
dan isinya sudah diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik peserta didik,
strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber,
serta prosedur penilainnya juga perlu dipertimbangkan.
Memilih media hendaknya tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan
didasarkan atas kriteria tertentu. Kesalahan pada saat pemilihan, baik pemilihan jenis
media maupun topik yang dimediakan, akan membawa akibat panjang yang tidak kita
inginkan dikemudian hari.
Ada beberapa kriteria umum yang perlu diperhatikan dalam memilih media
yaitu :

7
a. Kesesuaian dengan Tujuan (intructional goals)
Perlu dikaji tujuan pembelajaran apa yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan
pembelajaran. Kemudian bisa dianalisis media apa saja yang cocok guna
mencapai tujuan tersebut.
b. Kesesuaian dengan Materi Pembelajaran (intructional content)
Yaitu bahan atau kajian apa yang diajarkan pada program pembelajaran tersebut.
Pertimbangan lainnya dari bahan atau pokok bahasan tersebut sampai sejauhmana
keadaan yang harus dicapai, dengan demikian kita bisa mempertimbangankan
media apa yang sesuai dengan menyampaikan bahan tersebut.
c. Kesesuaian dengan Karakteristik Pembelajaran atau Peserta didik
Dalam hal ini media haruslah familiar dengan karakteristik peserta didik atau
pendidik. Yaitu mengkaji sifat-sifat dan ciri-ciri media yang akan digunakan. Hal
lainnya karakteristik peserta didik, baik secara kuantitatif (jumlah) ataupun
kualitatif (kualitas, ciri dan kebiasaan lain) dari peserta didik terhadap media yang
akan digunakan.
d. Kesesuaian dengan Teori
Pemilihan media ini harus didasarkan atas kesesuaian dengan teori. Media yang
dipilih bukan karena fanatisme pendidik terhadap suatau media yang dianggap
paling bagu, namun didasrkan atas teori yang diangkat dari penelitian dan riset
sehingga telah teruji validitasnya. Pemilihan media harus merupakan bagian
integral dari keseluruhan proses pembelajaran yang fungsinya untuk
meningkatkan efesiensi dan efektivitas pembelajaran.
e. Kesesuaian dengan Gaya Belajar Peserta didik
Kriteria ini didasarkan atas kondisi psikologis peserta didik, bahwa peserta didik
belajar dipengaruhi pula oleh gaya belajar peserta didik.
f. Kesesuaian dengan Kondisi Lingkungan, Fasilitas Pendukung, dan Waktu yang
Tersedia
Bagaimanapun bagusnya sebuah media apabila tidak didukung oleh fasilitas
waktu yang tersedia maka kurang efektif. Media juga terkait dengan user atau
penggunaanya dalam hal ini pendidik, jika pendidik tidak memiliki kemampuan

8
untuk menggunakan media tersebut dengan baik maka akan sisa-sia, begitu juga
fasilitas lainnya.

Selain kriteria di atas, Rasimin, dkk juga menyebutkan beberapa kriteria lain
dalam pemilihan media pembelajaran :
a. Kesesuaian dengan tujuan penggunaan media
Pemilihan media pembelajaran didasarkan pada kegunaannya sebagai bahan
instruksional, informasi ataukah hiburan.
b. Kategori tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yang meliputi aspek-aspek
kognitif (berdasarkan pengetahuan faktual yang empiris (pengalaman), afektif
(melibatkan perasaan dan emosi), dan psikomotorik (berhubungan dengan
aktivitas fisik).
c. Sasaran (karakteristik, jumlah, latar belakang, motivasi)
Tampilan media dan isinya mengarah pada penyiasatan karakter peserta didik
sehingga pemilihan media harus disesuaikan dengan karakter peserta didik. Media
juga harus memperhatikan banyak tidaknya jumlah siswa, sehingga dapat
mempertimbangkan efektif tidaknya media yang akan digunakan dengan situasi
dan kondisi kelas. Selain itu pemilihan media pembelajaran juga harus
memperhatikan latar belakang dan motivasi masing-masing peserta didik yang
berbeda-beda.
d. Waktu (pembuatan, penyajian)
Dalam pembuatan media pembelajaran harus diselesaikan tepat waktu dan harus
disesuaikan dengan lamanya waktu kegiatan pembelajaran.
e. Ketersediaan (pengembangan, peralatan)
Pemilihan media pembelajaran juga harus memperhatikan ketersediaan peralatan
dan hal-hal teknis yang lain yang ada di tempat belajar.
f. Biaya
Biaya yang akan dikeluarkan dalam pemanfaatan harus seimbang dengan hasil
yang akan dicapai. Pemanfaatan media yang sederhana mungkin lebih
menguntungkan daripada menggunakan media yang canggih bilamana hasil yang
dicapai tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan.

9
g. Karakteristik media (kelebihan, kelemahan)
Pendidik harus mengenali karakteristik media (kelebihan dan kelemahan)
berbagai media sehingga dapat memilih media yang tepat untuk digunakan dalam
pembelajaran.
h. Mutu teknis (visual, audio)
Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan
teknis tertentu. Misalnya visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan
yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen-
elemen lain yang berupa latar belakang.

Dick and Carey (1978) menyebutkan bahwa di samping kesesuaian dengan


tujuan belajarnya, setidaknya ada empat faktor yang di pertimbangkan dalam
pemilihan media yaitu :
a. Ketersediaan sumber setempat
b. Apakah untuk membeli atau membuat sendiri itu ada dana, tenaga dan fasilitats
c. Faktor yang menyangkut keluesan,kepraktisan,dan ketahanan media yang
bersangkutan untuk waktu yang lama
d. Efektifitas biayanya dalam waktu yang panjang.

Menurut Soeparno (1987:10-11) ada beberapa hal yang harus diperhatikan


dalam memilih media pengajaran yaitu :
a. Hendaklah kita mengerti karakteristik setiap media, sehingga kita dapat
mengetahui kesesuaian media tersebut dengan pesan atau informasi yang akan
dikomunikasikan.
b. Hendaklah kita memilih media yang sesuai dengan tujuan yang hendak kita
capai.
c. Hendaklah kita memilih media yang sesuai dengan metode yang kita gunakan.
d. Hendaklah kita memilih media yang sesuai dengan materi yang akan
dikomunikasikan.
e. Hendaklah kita memilih media yang sesuai dengan keadaan siswa, baik ditinjau
dari segi jumlahnya, usianya, maupun tingkat pendidikannya.

10
f. Hendaklah kita memilih media yang sesuai dengan situasi dan kondisi
lingkungan tempat media itu kita pergunakan.
g. Hendaklah kita memilih media yang sesuai dengan kreativitas kita, sebab ada
beberapa media tertentu yang efektivitas penggunaannya sangat bergantung
kepada kreativitas guru.
h. Janganlah kita menggunakan media tertentu dengan alasan bahwa media tersebut
merupakan barang baru atau karena media tersebut merupakan satu-satunya
media yang kita miliki.

Sedangkan menurut Mudhoffir (1986: 94-95) ada beberapa kriteria yang


digunakan untuk memilih media pengajaran yaitu :
a. Bila tujuan pengajaran hanya menambah pengetahuan siswa (cognitive), misalnya
siswa dapat membedakan warna, dapat menyebutkan nama sungai di Sumatera,
menerangkan susunan organisasi, maka media yang dipilih berupa gambar
tentang warna, peta Sumatera, dan chart. Bila tujuan siswa agar terampil menari
(psikomotor), maka media yang digunkan adalah kaset rekaman, televise, film,
atau demonstrasi oleh guru menari itu sendiri. Unsur gerak (motor skill) sangat
dipentingkan. Bila tujuannya agar siswa sayang kepada binatang (affective), maka
media yang digunakan bisa bermacam-macam. Misalnya guru menerangkan sifat-
sifat dan kegunaan binatang (media manusia), siswa diajak menonton film tentang
binatang (media audiovisual), atau langsung diajak karyawisata ke taman
margastw
b. Pemilihan media disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Misalnya media
yang canggih kurang tepat untuk taman kanak-kanak. Mungkin cukup dengan
benda-benda mainan saja.
c. Tidak semua sekolah dapat menyediakan media yang cukup. Kondisi sekolah di
desa berbeda dengan kondisi sekolah di kota. Melihat hal tersebut media yang
akan digunakan sudah tentu harus disesuaikan dengan keterbatasan-keterbatasan
tersebut.
d. Seandainya sekolah menyediakan biaya yang berlebih-lebihan, tidak perlu
memilih media yang termahal tetapi tidak efektif.

11
Pendapat yang lain menurut Djamarah dan Zain (2006: 130), ada beberapa
kriteria acuan yang digunakan guru dalam memilih media pembelajaran yaitu dengan
menjawab pertanyaan sebagai berikut.
a. Apakah topik yang akan dibahas dalam media tersebut dapat menarik minat anak
didik untuk belajar?
b. Apakah materi yang terkandung dalam media tersebut penting dan berguna bagi
anak didik?
c. Apabila media itu sebagai sumber pengajaran yang pokok, apakah isinya relevan
dengan kurikulum yang berlaku?
d. Apakah materi yang disajikan otentik dan aktual, ataukah informasi yang sudah
lama diketahui massa dan atau peristiwa yang telah lama terjadi?
e. Apakah fakta dan konsepnya terjamin kecermatnnya atau adaa suatu hal yang
masih diragukan?
f. Apakah format penyajiannya berdasarkan tata urutan belajar yang logis?

Menurut Sudjana dan Rivai (2009:4-5), kriteria pemilihan media


pembelajaran yang baik sebaiknya diperhatikan antara lain :
a. Ketepatan dengan tujuan pembelajaran, artinya media pengajaran dipilih atas
dasar tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
b. Dukungan terhadap isi pelajaran, artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta,
prinsip, konsep, dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar mudah
dipahami siswa.
c. Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah diperoleh,
setidaknya mudh dibuat oleh guru pada waktu mengajar.
d. Keterampilan guru dalam menggunakannya, apapun jenis media yang diperlukan
syarat utama adalah guru dapat mempergunakannya dalam proses pengajaran.
e. Tersedianya waktu untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat
bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung sesuai dengan taraf
berpikir siswa, sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami
oleh siswa.

12
Mengingat begitu banyaknya media yang bisa kita pilih (pakai) sesuai dengan
kriteria tersebut diatas, namun pada dasarnya kita bisa memilih media berdasarkan
kriteria berikut :
a. Kelaikan Praktis, hal ini berhubungan dengan keakraban pengajar dengan media,
ketersediaan media setempat, ketersediaan waktu untuk mempersiapkan,
ketersediaan sarana dan fasilitas pendukung.
b. Kelaikan Teknis, hal ini berkaitan dengan terpenuhinya persyaratan bahwa media
yang dipilih mampu untuk merangsang dan mendukung proses belajar peserta
didik. Dalam hal ini terdapat dua macam mutu yang perlu dipertimbangkan.
Pertama kualitas pesan, yang meliputi relevansi dengan tujuan belajar, kejelasan
dengan struktur pengajaran, kemudahan untuk dipahami, sistematika yang logis.
Kedua kualitas visual, hal ini megikuti prinsip-prinsip visualisasi seperti
keindahan (menarik membangkitkan motivasi), kesederhanaan (sederhana jelas
terbaca), penonjolan (penekanan pada hal yang penting), keutuhan (kesatuan
konseptual) keseimbangan (seimbang dan harmonis).

Menurut Mustaji (2013:15-16) ada beberapa kriteria yang harus di


pertimbangkan dalam pemilihan media :
a. Tujuan
1. Apa tujuan yang ingin di capai ?
2. Apakah tujuan ini termasuk kawasan kognitif, afektif, psikomotorik atau
kombinasinya ?
b. Sasaran didik
1. Siapakan sasaran yang memerlukan media ?
2. Bagaimana karakteristik,jumlah,bagaimana latar belakang sosialnya,apakah
ada kelainan,bagaimana motivasi dan minat belajarnya ?
c. Karakteristik media bersangkutan
Kita perlu mengenal karakteristik media yang akan kita pilih, bagaimana
kelebihan dan kekurangannya, dan pemilihan media harus di sesuaikan dengan
tujuan pembelajaran yang ingin di capai.
d. Waktu

13
Pemilihan media yang harus di gunakan memerlukan pertimbangan berapa lama
waktu yang di perlukan dalam membuat atau mengadakan media yang kita pilih.
e. Biaya
Perlu pula pertimbangan biaya yang di keluarkan untk membuat,membeli atau
menyewa media tersebut.
f. Ketersediaan
1. Media yang akan di gunakan apakah bisa di dapatkan di lingkungan sekolah
atau pasaran ?
2. Apakah sasaran penunjang untuk menyajikan media di dalam kelas ?
g. Konteks kegunaan
1. Kondisi dan strategi yang bagaimana media tersebut di gunakan ?
2. Apakah untuk pembelajaran individual,kelompok kecil,kelompok besar ?
h. Mutu teknis
Mutu teknis adalah kualitas dari media tersebut misalnya program audio,
video,grafis,media cetak apaah memiliki visual atau suara yang jelas,menarik dan
cocok untuk di gunakan dalam pembelajaran

Menurut Azhar arsyad (1997:76-77) menyatakan bahwa kriteria memilih


media yaitu :
1. Sesuai dengan tujuan yang ingin di capai
2. Tepat untuk mendukung isi pelajaran
3. Praktis,luwes,dan tahan
4. Guru terampil menggunakannya
5. Pengelompokan sasaran
6. Mutu teknis

14
E. Prinsip-Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran
Pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi dan
indikator yang ditetapkan pada dasarnya merupakan suatu perluasan keterampilan
berkomunikasi yang membutuhkan suatu proses yang rinci, sistematis dan khusus.
Memilih media pembelajarn yang terbaik untuk standar kompetensi dan indikator
suatu pembelajaran bukan suatu pekerjaan yang mudah. Karena pemilihan media
tersebut didasarkan pada berbagai prinsip dan faktor yang saling mempengaruhi.
Ada beberapa prinsip dalam memilih media pembelajaran yang harus
diperhatikan oleh pendidik, yang terpenting dalam pemilihan media pembelajaraan
dimaksud adalah adanya patokan yang digunakan pada proses pemilihan media itu.
Pemilihan dan penggunaan suatu media pembelajaran harus melibatkan tenaga yang
mampu, terampil, dan profesional untuk memanfaatkannya disetiap lembaga
pendidikan. Biaya yang dibutuhkan juga harus tersedia dan terjangkau oleh suatu
lembaga pendidikan yang bersangkutan.
Secara garis besar beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan
media pembelajaran, yaitu :
a. Harus adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media
pembelajaran. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran, untuk informasi
yang bersifat umum, ataukah sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong. Lebih
khusus lagi, apakah untuk pembelajaran kelompok atau individu, apakah
sasarannya peserta didik TK, SD, SMA, atau peserta didik Sekolah Dasar Luar
Biasa, masyarakat pedesaan ataukah masyarakat perkotaan.
b. Karakteristik Media Pembelajaran. Setiap media pembelajaran memiliki
karakteristik tertentu, baik dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun
cara penggunaannya. Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan
kemampuan dasar yang harus dimiliki dalam kaitannya dengan pemilihan media
pembelajaran. Disamping itu, hal ini memberikan kemungkinan bagi kita untuk
menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi.
c. Alternatif Pilihan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau
dikompetisikan. Dengan demikian kita bisa menentukan pilihan media
pembelajaran mana yang akan dipilih.

15
Selanjutnya perlu diingat bahwa tidak ada satu mediapun yang sifatnya bisa
menjelaskan semua permasalahn atau materi pembelajaran secar tuntas.
Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis yang
perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan media adalah sebagai berikut:
a. Motivasi
Harus ada kebutuhan, minat, atau keinginan untuk belajar dari pihak siswa
sebelum meminta perhatiannya untuk mengerjakan tugas dan latihan. Lagi
pula,pengalaman yang dialamai siswa harus relevan dengan dan bermakna
baginya. Oleh karena itu, perlu untuk melahirkan minat itu dengan perlakuan
yang memotivasi dari informasi yang terkandung dalam media pembelajaran itu.
b. Perbedaan individual
Siswa belajar dengan cara dan tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Faktor-
faktor seperti intelegensi, tingkat pendidikan, kepribadian, dan gaya belajar
mempengaruhi kemampuan dan kesiapan siswa untuk belajar. Tingkat kecepatan
penyajian informasi melalui media harus berdasarkan kepada tingkat pemahaman.
c. Tujuan pembelajaran
Jika siswa diberitahukan apa yang diharapkan mereka pelajari melalui media
pengajaran itu, kesempatan untuk berhasil dalam pembelajaran semakin besar.
d. Organisasi isi
Pembelajaran akan lebih mudah jika isi dan prosedur atau ketrampilan fisik yang
akan dipelajari diatur dan diorganisasikan ke dalam urut-urutan yang bermakna.
Siswa akan memahami dan mengingat lebih lama materi pelajaran yang secara
logis disusun dan di urut-urutkan secara teratur.
e. Persiapan sebelum belajar
Ketika merancang materi pelajaran, sebaiknya perhatian harus ditujukan kepada
sifat dan tingkat persiapan siswa.
f. Emosi
Pembelajaran yang melibatkan emosi dan perasaan pribadi serta kecakapan amat
berpengaruh dan bertahan.

16
g. Partisipasi
Agar pembelajaran berlangsung dengan baik, seorang siswa harus
menginternalisasi informasi, tidak sekedar diberitahukan kepadanya. Oleh sebab
itu, belajar memerlukan kegiatan. Dengan partisipasi, kesempatan lebih besar
terbuka bagi siswa untuk memahami dan mengingat materi pelajaran itu.
h. Umpan balik
Hasil belajar dapat meningkat apabila secara berkala siswa diinformasikan
kemajuan belajarnya. Pengetahuan tentang hasil beajar, pekerjaan yang baik, atau
kebutuhan untuk perbaikan pada sisi-sisi tertentu akan memberikan sumbangan
terhadap motivasi belajar yang berkelanjutan.
i. Penguatan
Apabila siswa berhasil belajar, ia didorong utnuk terus belajar. Pembelajaran yang
didorong oleh keberhasilan amat bermanfaat, dapat membangun kepercayaan diri.
j. Latihan dan pengulangan
Sesuatu hal baru jarang sekali dapat dipelajari secara efektif hanya dengan sekali
jalan. Agar suatu pengetahuan atau ketrampilan dapat menjadi kompetensi atau
kecakapan intelektual seseorang, haruslah sering diulangi dan dilatih dalam
berbagai konteks.
k. Penerapan
Hasil belajar yang diinginkan adalah meningkatkan kemampuan seseorang untuk
menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah atau situasi baru.
Kemudian siswa diberi kesempatan untuk bernalar dan memutuskan dengan
menerapkan generalisasi atau prosedur terhadap berbagai masalah atau tugas
baru.

17
F. Bagaimana Penggunaan Media Pembelajaran Dalam Proses Pembelajaran
a. Prosedur Pemilihan Media Pembelajaran
Berikut ini salah satu prosedur yang dapat digunakan dalam memilih media
pembelajaran yang tepat.
1. Kegunaan materi
2. Kemenarikan
3. Mengena langsung dengan tujuan khusus
4. Format sajian
5. Mutakhir atau keontetikan materi
6. Konsep fakta terjamin kecermatannya
7. Memenuhi standar selera
8. Keseimbangan kontroversial
9. Tidak mengandung propaganda
10. Standar kualitas (gambar, narasi, efek, warna, dll)
11. Struktur materi direncanakan dengan baik
12. Proses uji coba atau validasi (tingkat keberhasilan).

Secara umum prosedur pemilihan media pembelajaran Anderson (1976)


mengemukakan ada enam langkah, yaitu :
1. Menentukan apakah pesan yang akan disampaikan itu merupakan tujuan
pembelajaran atau hanya sekedar merupakan informasi atau hiburan.
2. Menetapkan apakah media itu di rancang untuk keperluan pembelajaran atau
instruksional atau alat bantu mengajar (peraga).
3. Menetapkan apakah dalam usaha mendorong kegiatan belajar tersebut akan
digunakan strategi afektif, kognitif atau psikomotorik.
4. Menetukan media yang sesuai dari kelompok media yang cocok untuk strategi
yang di pilih dengan mempertimbangkan ketentuan atau criteria, kebijakan,
fasilitas, kemampuan produksi dan biaya.
5. Mereview kembali kelemahan dan kelebihan media yang dipilih, bila perlu
mengkaji kembali alternatif-alternatif yang ada.
6. Perencanaan pengembangan dan produksi media tersebut.

18
Sedangkan menurut Asyhar (2012) memilih media yaitu :
1. Analisi kebutuhan
Analisis kebutuhan di dasarkan pada faktor yag menjadi dasar pemilihan media
yaitu meliputi karakteristik peserta didik,potensi yang di harapkan,dan
karakteristik materi ajar.
2. Mengidentifikasi karakteristik peserta didik
a. Karakteristik yang bersifat umu
b. Karakteristik yang bersifat khusus
3. Menelaah tujuan pembelajaran
Tujuan yang ingin di capai adalah siswa bisa membiasakan diri,jenis media yang
paling cocok di gunakan adalah audio visual atau real project media berbasis
manusia,dengan cara guru memberikan contoh secara langsung.
4. Mengkaji karakteristik bahan ajar
Menentukan pilihan media dalam pembelajaran. Tugas dan pengalaman belajar
sangat menentukan jenis aktivitas siswa di sekolah dan di luar sekolah
5. Menetapkan pilihan media
Perlu di kaji ketersediaan jenis media yang di butuhkan beserta fasilitas
pendukungnya.
6. Mereview
Mereview kembali jenis media yang telah di pilih apakah sudah tepat atau masih
terdapat kelemahan,atau masih ada alternatif jenis media lain yang lebih tepat.

b. Penggunaan Media Pembelajaran


Media pembelajaran yang akan dibahas tersebut akan mengikuti taksonomi
Leshin dkk (1992) yaitu media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, kegiatan
kelompok, dan lain-lain), media berbasis cetakan (buku, iembaran lapis, buku,
kerja/latihan), media berbasis visual (grafik, peta, buku,film bingkai/slide), media
berbasis audio-visual (vidio, film), dan media berbasis komputer dan vidio interaktif.

19
1. Media Berbasis Manusia
Media berbasis manusia merupakan media tertua yang digunakan untuk
mengirimkan dan mgkomunikasikan pesan atau informasi. Salah satu yang
terkenal adalah gaya tutorial socrates. Media ini bermanfaat khususnya bila tujuan
kita adalah mengubah sikap atau ingin secara langsung terlibat dengan
pemantauan pembelajaran siswa. Misalnya media manusia dapat mengrahkan dan
mempengaruhi proses belajar melalui eksplorasi terbimbing dengan menganalisis
dari waktu kewaktu apa yang terjadi pada lingkungan belajar.
Media berbasis manusia mengajukan dua teknik yang efektif, yaitu rancangan
yang berpusat pada maslah dan bertanya ala socrates dan rancangan pembelajran
yang berpusat pada masalah dibangun berdasarkan masalah yang harus
dipecahkan oleh pelajar.
Salah satu faktor penting dalam pembelajaran media berbasis manusia ialah
rancangan pelajran yang interaktif. Dengan adanya manusia sebagai pemeran
utama dalam proses belajar maka kesempatan interaksi semakin terbuka lebar.
Pelajaran interaktif mendorong partisipasi siswa dan jia digunakan dengan baik
dapat mempertinggi hasil belajar dan pengalihan pengetahuan. Pembelajarn
interaktif dapat direalisasikan dalam beberapa bentuk diantaranya adalah:
1. Pembelajaran partisipatori
Jenis pembelajaran yang dimulai dengan sesi curah pendapat dari seluruh
siswa.
2. Pembelajaran main peran
Pembelajaran yang dimulai dengan main peran yang diberita tahapan dengan
pelaku yang terdiri dari siswa dengan sukarela.
3. Pembelajaran kuistim
Dimulai dengan mengumumkan bahwa akan ada kuis pada akhir pelajaran.
4. Pembelajaran kooperatif
Dimulai dengan menciptakan tim-tim atau kelompo yang bertanggungjawab
untuks saling mengajar pengetahuan atau keterampian khusus.
5. Debat terstruktur

20
Amat bermanfaat jika ada bitur-butir informasi penting atau pandangan yang
berlawanan.
6. Pembelajaran 99 detik
Merupakan rancangan pembelajaran yang membantu siswa memproses
informasi dengan meminta siswa mengorganisasikan seara singkat informasi
kedalam penyajian yang tidak lebih dari 99 detik.

2. Media Berbasis Cetakan


Materi pembelajaran berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku
teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas. Teks berbasis cetakan
emnuntut enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang, yaitu
konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf dan penggunaan spasi
kosong.Pembelajaran berbasis teks yang interaktif mulai populer pada tahun1960-
an dengan istilah pembelajaran terprogram (programmed instruction) yang
merupkan materi untuk belajar mandiri.

3. Media Berbasis Visual


Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peran yang sangat
penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman
(misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat ingatan.
Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubngan
antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Bentuk visual bisa berupa gambar
representasi (gambar, lukisan, atau foto), diagram (melukiskan hubungan-
hubungan konsep, organisasi, dan struktur isi materi), peta (menunjukan
hubungan-hubungan ruang), grafik (tabel, grafik, chart (bagan) yang menyajikan
gambaran/kecenderungan data atau antara hubungan seperangkat gambar atau
angka-angka).

4. Media Berbasis Audio-Visual


Media visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan
tambahan untuk memproduksinya. Salah satu pekerjaan penting yang diperlukan

21
dalm media audio visual adalah penulisan naskah dan storyboard yang
memerlukan persiapan yang banyak, rancangan, dan penelitian.

5. Media Berbasis Komputer


Komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang pendidikan dan
latihan. Komputer berperan sebagai manajer dalam proses pembelajaran yang
dikenal dengan nama computer-Managed Instruction (CMI). Ada juga peran
komputer sebagai pembantu tambahan dalam belajar, pemanfaatannya meliputi
penyajian informasi isi materi pelajaran, latihan atau keduanya. Modus ini dikenal
dengan Computer- Assisted Instruction (CAI). CAI mendukung pembelajaran dan
pelatihan akan tetapi ia bukanlah penyampai utama.

Secara umum penggunaan medi berbasis komputer sebagai media


pembelajaran mengikuti proses instruksional yaitu:

1. Merencanakan, mengatur dan mengorganisasikan dan menjadwalkan pengajaran


2. Mengevaluasi siswa (tes)
3. Mengumpulkan data mengenai siswa
4. Melakukan analisis statistik mengenai data pembelajaran
5. Membuat catatan perkembangan pembelajran (kelompok atau perorangan).

22
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Memilih media hendaknya tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan
didasarkan atas kriteria tertentu. Kesalahan pada saat pemilihan, baik pemilihan jenis
media maupun topik yang dimediakan, akan membawa akibat panjang yang tidak kita
inginkan dikemudian hari.
Ada beberapa prinsip dalam memilih media pembelajaran yang harus
diperhatikan oleh pendidik, yang terpenting dalam pemilihan media pembelajaraan
dimaksud adalah adanya patokan yang digunakan pada proses pemilihan media itu.
Pemilihan dan penggunaan suatu media pembelajaran harus melibatkan tenagan yang
mampu, terampil, dan profesional untuk memanfaatkannya disetiap lembaga
pendidikan. Biaya yang dibutuhkan juga harus tersedia dan terjangkau oleh suatu
lembaga pendidikan yang bersangkutan.
Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing-masing, maka dari
itulah kita diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau
tujuan pembelajaran. Dengan harapan bahwa penggunaan media akan mempercepat
dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.

B. Saran
Dengan mengetahui bagaimana teknik pemilihan media pembelajaran
hendaknya, kita sebagai calon pendidik dapat memahami dan mengetahui media-
media apa yang cocok untuk digunakan dalam proses pembelajaran yang sesuai
dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran, sehingga penggunaan media akan
mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pemebelajaran. Semoga kita
dapat mengambil manfaat dari apa yang telah tertulis di makalah ini.

23
DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2010.


Nurhasnawati. Media Pembelajaran. Pekanbaru: Pusaka Riau. 2011.
Rasimin, dkk. Media Pembelajaran : Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : Trust Media
Publishing. 2012.
Sadiman, Arif S., dkk. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan
Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2012.
http://multazam-einstein.blogspot.com/2013/07/pemilihan-media-pembelajaran.html

24