Anda di halaman 1dari 3

FUNGSI DAN BENTUK KOMUNIKASI ORGANISASI

KOMUNIKASI DIAGONAL
Pada dasarnya komunikasi di dalam organisasi, terbagi 3 bentuk:
KOMUNIKASI HORIZONTAL
Bentuk komunikasi ini sering disebut
juga komunikasi silang. Berlangsung
KOMUNIKASI VERTIKAL Bentuk komunikasi secara dari seseorang kepada orang lain
mendatar, adalah suatu bentuk dalam posisi yang berbeda. Dalam
Bentuk komunikasi ini komunikasi yang terjadi antara
merupakan bentuk komunikasi yang arti pihak yang satu tidak berada
sesama karyawan yang sering kali pada jalur struktur yang lain. Fungsi
terjadi dari atas ke bawah dan berlangsung tidak formal. Fungsi
sebaliknya. Artinya komunikasi yang komunikasi horisontal digunakan komunikasi diagonal digunakan oleh
disampaikan pimpinan kepada oleh dua pihak yang mempunyai level dua pihak yang mempunyai level
bawahan, dan dari bawahan kepada yang sama. berbeda tetapi tidak mempunyai
pimpinan secara timbal balik. wewenang langsung kepada pihak
lain.
Fungsi komunikasi dalam organisasi

FUNGSI REGULATIF FUNGSI PERSUASIF

Fungsi ini berkaitan dengan Banyak pimpinan yang lebih


peraturan-peraturan yang berlaku suka untuk mempersuasi
dalam suatu organisasi. Terdapat bawahannya daripada memberi
dua hal yang berpengaruh perintah sebab pekerjaan yang
terhadap fungsi regulatif, yaitu: dilakukan secara suka rela oleh
karyawan akan menghasilkan
a. Berkaitan dengan orang-orang kepedulian yang lebih besar
yang berada dalam tataran dibanding kalau pimpinan sering
manajemen, yaitu mereka yang memperlihatkan kekuasaan dan
memiliki kewenangan untuk kewenangannya.
mengendalikan semua
informasi yang disampaikan.
Juga memberi perintah atau FUNGSI INTEGRATIF
intruksi supaya perintah-
perintahnya dilaksanakan Setiap organisasi berusaha
sebagaimana semestinya. untuk menyediakan saluran yang
memungkinkan karyawan dapat
b. Berkaitan dengan pesan. Pesan- melaksanakan tugas dan
pesan regulatif pada dasarnya pekerjaan dengan baik. Ada dua
berorientasi pada kerja. Artinya saluran komunikasi yang dapat
bawahan membutuhkan kepastian mewujudkan hal tersebut, yaitu:
peraturan pekerjaan yang boleh
dan tidak boleh untuk a. Saluruan komunikasi formal
dilaksanakan. seperti penerbitan khusus
dalam organisasi tersebut
FUNGSI INFORMATIF
(buletin, newsletter) dan
laporan kemajuan organisasi.
Organisasi dapat dipandang
sebagai suatu sistem pemrosesan
b. Saluran komunikasi informal
informasi. Maksudnya, seluruh
seperti perbincangan antar
anggota dalam suatu organisasi
pribadi, misalnya; selama masa
berharap dapat memperoleh
istirahat kerja. Pelaksanaan
informasi yang lebih banyak, lebih
aktivitas ini akan menumbuhkan
baik dan tepat waktu. Informasi
keinginan untuk berpartisipasi
yang didapat memungkinkan
yang lebih besar dalam diri
setiap anggota organisasi dapat
karyawan terhadap organisasi.
melaksanakan pekerjaannya secara
lebih pasti.
PROSES KOMUNIKASI

Proses komunikasi terdiri dari lima tahap kegiatan, yakni :

2. IDE DIUBAH MENJADI


1 . PENGIRIM MEMILIKI
PESAN
IDE/GAGASAN
Ide/gagasan yang ada dalam pikiran
Komunikasi diawali dengan adanya
pengirim tidak mudah dimengerti
ide/gagasan dalam pikiran seseorang
oleh orang lain. Agar dapat
dan kemudian ingin
dimengerti atau diterima dengan
menyampaikannya kepada orang
baik, ide/gagasan yang ada dalam
lain
pikiran diubah menjadi pesan.

4. PENERIMAAN PESAN 3. PEMINDAHAN PESAN

Penerima mengartikan atau Setelah ide/gagasan diubah menjadi


menginterpretasikan pesan yang pesan, tahap selanjutnya adalah
diterima. memindahkan pesan kepada
penerima melalui berbagai bentuk
komunikasi dan media komunikasi.

5. PENERIMAAN PESAN
BEREAKSI DAN
MENGIRIMKAN UMPAN
BALIK

Sebagai tanggapan atas pesan yang


diterima, penerima akan memberi
sinyal. Umpan balik adalah
tanggapan dari penerima pesan dan
merupakan elemen kunci dalam
rantai komunikasi.