Anda di halaman 1dari 14

Kabupaten

2012
BENER MERIAH

A. Gambaran Wilayah

Kabupaten Bener Meriah merupakan salah satu kabupaten baru di provinsi Nangro Aceh Darussalam (NAD).Ibu kota
kabupaten ini adalah Simpang Tiga Redelong. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran kabupaten Aceh Tengah,
berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 41 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bener
Meriah.

A.1 Letak geografis

Secara geografis, Kabupaten Bener Meriah terletak pada 04033’50” - 04054’50”garis Lintang Utara dan
96040’75” – 97017’50” Bujur Timur, berada pada ketinggian 100 – 2.500 m dpl. Batas-batas Kabupaten Bener
Meriah adalah sebagai berikut:
 Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur.
 Sebelah Barat berbatasan dengan dengan Kabupaten Aceh Tengah.
 Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Aceh Utara dan Bireun.
 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tengah.

A.2 Topografi

Letak topografi sebagian besar desa di kabupaten Bener Meriah adalah


di daerah yang berbukit-bukit dan pegunungan dengan jumlah wilayah
administrasisebanyak 115 desa. Kabupaten Bener Meriah ini bercorak

Potensi Investasi Daerah 1


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

sebagai daerah pegunungan dan memiliki beberapa puncak gunung seperti Gunung Talang (masih aktif), Gunung
Geureudong, Gunung BurneRajawali, Gunung Burne Draung Malem, Gunung Kulam Raja.

Keadaan topografi Kabupaten Bener Meriah yang umumnya berupa pegunungan dan perbukitan sangat potensial
untuk pengembangan pertanian, perkebunan dan tanaman pangan, peternakan dan perikanan. Selain itu, daerah ini
juga memiliki potensi yang cukup menjanjikan di bidang pariwisata, baik wisata alam maupun wisata
sejara.Berdasarkan kelas ketinggian maka Kabupaten Bener Meriah didominasi kelas ketinggian 100 - 1.200 m diatas
permukaan laut,

A.3 Iklim dan cuaca

Kabupaten Bener Meriah merupakan kawasan beriklim tropis dengan curah hujan berkisar 1.000 – 2.500 [mm] per
tahun dengan jumlah hari hujan 143 – 178.Hujan umumnya turun pada bulan September hingga Pebruari.Musim
kemarau terjadi pada bulan Maret sampai Agustus. Temperatur maksimum berkisar pada 26 0C dan minimum antara
18 – 23 [0C]. Kelembaban relatif maksimum 75,8% dan kelembaban relative minimum 20%.

A.4 Pembagian wilayah

Secara keseluruhan kabupaten Bener Meriah berada di dataran tinggi Gayo, yang meliputi areal seluas ± 1.888,70
km2. Kabupaten ini terdiri dari 10 kecamatan, yaitu:
Tabel A-1 Kecamatan Pada Kabupaten Bener Meriah

No Nama Kecamatan Luas [km2] No Nama Kecamatan Luas [km2]


1. Bandar 102,842 6. Timang Gajah 111,898
2. Bukit 95,335 7. Wih Pesam 54,389
3. Permata 193,226 8. Mesidah 377,666
4. Pintu Rime Gayo 364,565 9. Gajah Putih 64,297
5. Syiah Utama 943,841 10. Bener Kelipah 26,543

B. Potensi Wilayah Bener Meriah

B.1 Perekonomian

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai ukuran produktivitas mencerminkan seluruh nilai barang
dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam setahun. PDRB Kabupaten Bener Meriah Tahun 2009 adalah
sebesar 721,64 Milyar Rupiah, setengahnya disumbang oleh sektor pertanian. Penyumbang kedua terbesar adalah
sektor Jasa-jasa. Kabupaten Bener Meriah menyumbang 2,73% dari total PDRB ADHB Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam pada tahun 2009.

Potensi Investasi Daerah 2


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

PDRB Kabupaten Bener Meriah selalu menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Dalam kurun waktu sembilan
tahun terakhir, PDRB Kabupaten Bener Meriah telah mengalami kenaikan lebih dari 1,5 kali lipat.

Pada tahun 2008, PDRB perkapita Kabupaten Bener Meriah sebesar 11,94 Juta Rupiah, naik dari tahun 2007 (10,32
Juta Rupiah). Dan pada tahun 2009 naik lagi menjadi 13,74 Juta Rupiah. Artinya, pada tahun 2009 rata-rata tiap
penduduk Kabupaten Bener Meriah menghasilkan nilai tambah sebesar 13,74 Juta Rupiah.

Tabel B-1 Perkembangan PDRB Kabupaten Bener Meriah 2007 - 2009


Uraian 2007 2008 2009
PDRB ADHK (Milyar Rp) 661,86 690,31 721,64
PDRB ADHB (Milyar Rp) 1.145,67 1.343,95 1.572,90
PDRB/kapita ADHK (Ribu Rp) 5.960,58 6.133,39 6.304,55
PDRB/kapita ADHB (Ribu Rp) 10.317,60 11.941,05 13.741,43
Pertumbuhan PDRB (%) 4,24 4,30 4,54
Keterangan: - Tahun 2000 = 100 (konstan)
- ADHB = Atas Dasar Harga Konstan
- ADHB = Atas Dasar Harga Berlaku
Sumber: PDRB Kabupaten Meriah Bener 2009

B.2 Kependudukan dan Tenaga Kerja

Jumlah penduduk Kabupaten Bener Meriah pada tahun 2003 adalah sebanyak 106.549 jiwa meningkat menjadi
118.660 jiwa pada tahun 2007. Hingga pada tahun 2010 jumlah penduduknya berjumlah 122.227 jiwa, yang terdiri dari
62.059 jiwa pria dan 60.218 jiwa wanita.
Sekitar 78,76% dari jumlah penduduk di Kabupaten Bener Meriah bekerja di lapangan usaha pertanian, perkebunan,
kehutanan, perburuan dan perikanan; sebesar 10,83% bekerja di lapangan usaha jasa kemasyarakatan, sosial dan
perorangan, termasuk di dalamnya Pegawai Negeri Sipil; sebesar 9,60% bekerja di lapangan usaha perdagangan
besar, eceran, rumah makan dan hotel; sebesar 0,75% bekerja di lapangan industri pengolahan besar; sisanya 2,63%
bekerja pada lapangan usaha lainnya seperti pertambangan dan penggalian, listrik, gas, air, bangunan, angkutan,
pergudangan dan komunikasi, keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan, tanah dan jasa perusahaan.

Tabel B-2 Angkatan Kerja di Kabupaten Bener Meriah


Pendidikan Jenis Kelamin Jumlah
Laki - Laki Perempuan
≤ SD 8.563 6.516 15.079
SMTP 11.542 5.579 17.121

Potensi Investasi Daerah 3


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

SMTA Umum 11.820 4.126 15.946


SMTA Kejuruan 1.099 489 1.588
Diploma I/II/III/Akademi 338 2.508 2.846
Universitas 1.136 1.134 2.270
Jumlah 34.498 20.352 54.850

Total Angkatan kerja di Kabupaten Bener Meriah adalah 54.850 jiwa, yang terdiri dari 34.498 jiwa laki-laki dan 20.352
jiwa perempuan. Latar belakang pendidikan mayoritas angkatan kerja adalah tingkat SD dan SMTA.

B.3 Upah Minimem Kabupaten

Upah Minimum Kabupaten Bener Meriah selama Lima Tahun terakhir dapat digambarkan sebagai berikut :

2007 2008 2009 2010 2011

Rp 850.000 Rp 1.000.000 Rp. 1.200.000 Rp. 1.300.000 Rp. 1.350.000

B.4 Prasarana Wilayah

B.4.1 Kelistrikan

Pelayanan listrik di Kabupaten Bener Meriah telah mampu menjangkau sebagian besar kota dan wilayah pedesaan.
Fasilitas listrik yang ada masih menggunakan listrik PLTA interkoneksi dari Provinsi Sumatera Utara. Namun demikian
untuk beberapa kecamatan juga telah terdapat PLTD yang dipergunakan sebagai cadangan (Kecamatan Timang
Gajah dan Kecamatan Bandar).
Berdasarkan RTRWP Aceh pengembangan sistem prasarana energi listrik di Aceh terutama dilakukan dengan sistem
interkoneksi Sumatera Bagian Utara yang didukung dengan sistem setempat (isolated) pada lokasi-lokasi yang sulit
dijangkau sistem interkoneksi. Dengan pengembangan demikian ini diharapkan dapat dilayani kebutuhan energi
listrik sampai ke perdesaan di Aceh.
Dalam konteks sistem interkoneksi tersebut di Kabupaten Bener Meriah memiliki beberapa rencana pengembangan
pembangkit tenaga listrik, yaitu :
1. Pembangkit listrik Tenaga Hidro (Air), yang terdiri dari:
a. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Mangku di Desa Mangku di Kecamatan Mesidah;
b. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) 1-A di Desa Bintang Musara Kecamatan Bener Kelipah,
Desa Blang Pulo dan Cemparam Kecamatan Mesidah.
c. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Kanis 2-A di Desa Sinar Jaya, Desa Paya Rikel dan Desa
Mangku Kecamatan Bandar.

Potensi Investasi Daerah 4


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

d. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pesangan 4 di Desa Cekal Baru kecamatan timang gajah dan Desa
Meriah Jaya Kecamatan Gajah Putih;
2. Energi Surya
Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Desa Kute Kering, Desa Kute Lintang, Desa Tingkem
Kecamatan Bukit
3. Energi Panas Bumi, yang berasal dari Gunung Api Bur Ni Telong
Selain itu dalam RTRWP Aceh di Kabupaten Bener Meriah akan dikembangkan rencana jaringan Saluran
Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 250 (dua ratus lima puluh) KV – 275 (Dua Ratus Tujuh Puluh Lima ) KV , yang
melewati 8 kecamatan di Kabupaten Bener antara lain Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kecamatan Syiah
Utama, Kecamatan Mesidah, Kecamatan Bandar, Kecamatan Bukit, Kecamatan Wih Pesam, Kecamatan
Timang Gajah, dan Kecamatan Gajah Putih. Pembangunan Gardu Induk (GI) di Kecamatan Timang Gajah,
serta pengembangan gardu hubung di Kecamatan Mesidah, Kecamatan Bandar dan Kecamatan Bener
Kelipah.Untuk pengembangan energi panas bumi di Kecamatan Bukit, Kecamatan Wih Pesam dan
Kecamatan Pintu Rime Gayo.

B.4.2 Air Bersih

Pelayanan Air Bersih di Kabupaten Bener Meriah dikelola oleh PDAM Tirta Bengi yang sudah menjangkau
beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Bukit, Kecamatan Timang Gajah, dan Kecamatan Bandar.Hingga saat ini
jumlah pelanggan air bersih mencapai 2.911 pelanggan.
Kebutuhan air bersih Kabupaten Bener Meriah sebagian besar dipenuhi oleh air sumur dan sebagian
memanfaatkan air permukaan seperti air sungai, kolam/rawa, dan air tanah. Sumber air baku untuk air bersih
sebenarnya melimpah, tetapi belum dioptimal pemanfaatannya.
Daerah pelayanan sistem perpipaan dengan sumber mata air, meliputi :
1. Sumber mata air Batin Kecamatan Bandar.
2. Sumber mata air Bale Atu di Kecamatan Bukit.
Daerah pelayanan sistem perpipaan dengan sumber air Sungai, meliputi :
1. Sumber air sungai Rebol di Kecamatan Bandar
2. Sumber air sungai Lampahan di Kecamatan Timang Gajah.
3. Sumber air sungai Sumber Rejo di Kecamatan Gajah Putih.
4. Sumber air sungai Kepies di Kecamatan Permata.
5. Sumber air sungai Linung Bulen di Kecamatan Bukit; dan
6. Sumber air sungai Wih Ni Kulus di Kecamatan Pintu Rime Gayo

Potensi Investasi Daerah 5


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

B.4.3 Jalan

Panjang jalan di Kabupaten Bener Meriah menurut jenis permukaannya


adalah aspal 275,63 km (38,25%); kerikil 157,26 km (21,83%); batu 4,7 km
(0,65%); tanah 282,83 km (39,25%), dengan total keseluruhan panjang
jalan 720,52 km.
Berikut adalah Foto jalan kabupaten yang terletak pada koordinat
04º43.540` Garis Lintang Utara - 096º49.236` Garis Bujur Timur, berada
di ketinggian 100 – 2500 m diatas permukaan laut.

B.4.4 Rencana jaringan jalan

Jalan Arteri Primer di Kabupaten Bener Meriah berdasarkan perencanaan jaringan jalan nasional adalah Ruas Jalan
Bireuen – Takengon (Aceh Tengah), seiring dengan adanya rencana peningkatan jalan disebabkan oleh
pembentukan Kabupaten Bener Meriah dari Wilayah Kabupaten Aceh Tengah, maka diperlukan perencanaan
peningkatan status dan penggunaan jaringan jalan baik ditingkat nasional, provinsi dan Kabupaten. Adapun
pembuatan dan pemeliharaan ruas yang direncanakan di Kabupaten Bener Meriah adalah :
1. Jalan Arteri Primer
a. Ruas jalan Batas Bireun – Batas Aceh Tengah
b. Ruas jalan Simpang Teritit – Pondok Baru – Samar Kilang
2. Jalan Kolektor Primer
a. Ruas jalan Simpang Kebanyakan – Bale Atu
b. Ruas jalan Bale Atu – Simpang Krueng Geukeuh
c. Ruas jalan Samar Kilang – Cot Girek
d. Ruas jalan Samar Kilang – Peunaron
3. Jalan Lokal Primer
a. Ruas jalan Simpang Teritit – Simpang Tiga Redelong
b. Ruas jalan Simpang Tiga Redelong – Pante Raya
c. Ruas jalan Simpang Mess Pemda – Raje Guru
d. Ruas jalan Simpang Mess Pemda– Uring
e. Ruas jalan Simpang Kantor Bupati – Bale Atu

Potensi Investasi Daerah 6


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

B.4.5 Bandara

Letak Bandara Rembele pada koordinat 04º43.463` Garis Lintang Utara -


096º50.938` Garis Bujur Timur, berada di ketinggian 1427 m dpl.
Bandara Rambele adalah bandara perintis di Kabupaten Bener Meriah
dengan panjang runway 1.500
x 30 meter. Jenis bandara ini
hanya dapat didarati pesawat
sekelas CN235 atau sejenis
pesawat Fokker berbadan kecil lainnya. Bandara ini berjarak kurang lebih
2 km dari kota Simpang Tiga Redelong dan saat ini baru melayani rute ke
bandara Iskandar Muda (Banda Aceh) dan Polonia (Medan) yang
beroperasi dua kali dalam seminggu.

B.4.6 Kawasan Budidaya

Perkebunan

Luas lahan milik rakyat di Kabupaten Bener


Meriah adalah sekitar 138.931,52 hektar,
41.640,76 ha diantaranya telah
dikembangkan menjadi perkebunan.

Tabel B-3 menunjukkan jenis tanaman, luas


lahan yang dipergunakandan hasil produksi
rata-rata per tahun.

Tabel B-3 Luas Lahan dan Hasil Produksi Perkebunan Rakyat Kabupaten Bener Meriah
No Komoditi Luas Lahan [ha] Produksi [Ton]

1 Kopi (Robusta, Arabika, Gayo) 39.702 1.151.934


2 Tembakau 258,5 2.585
3 Cengkeh 16,5 148,5
4 Lada 308 80
5 Tebu 216 5.400
5 Kelapa sawit, pala, pinang, kakao, kemiri,
kunyit, jahe dll

Potensi Investasi Daerah 7


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

Kehutanan

Kawasan hutan terluas yang dimiliki Kabupaten Bener Meriah terletak di Kecamatan Syiah Utama, yaitu seluas
122.500 hektar, 55.041 ha diantaranya merupakan hutan produksi. Hasil hutan yang terdapat pada kabupaten ini
antara lain pinus Merkusi dan rotan Mano.

Pertanian

Sekitar 78,76% dari jumlah penduduk di Kabupaten Bener Meriah berprofesi sebagai petani. Hasil pertanian pada
kabupaten ini adalah: tanaman pangan (padi jenis unggul di dataran tinggi) dengan luas lahan 890 ha dan produksi
mencapai 5.340 Ton/tahun; tanaman hortikultura (sayur mayor: buncis, seledri, sawi dan bawang daun); dan
tanaman buah-buahan (alpukat, jeruk, markisa, sawo, durian, rambutan, nanas dan pisang).

Industtri

Industri yang berkembang di Kabupaten Bener Meriah umumnya berupa industry menengah dan kecil yang
jumlahnya mencapai 513 unit. Industri tersebut meliputi:
 Kilang/ penggilingan (kopi, padi, tepung, bumbu masak) sebanyak 101 unit.
 Perbengkelan (mobil, sepeda motor, pandai besi, elektronik, dunamo) sebanyak159 unit.
 Makanan dan minuman (gula merah/ aren, kerupuk, roti, tahu, tempe) sebanyak 109 unit.
 Jasa kecantikan (rias pengantin, jahit pakaian, salon) sebanyak 103 unit.
 Pertukangan (mebel, panglong, batako, perabot rumah tangga, border, gordyn, sapu ijuk) sebanyak 41
unit.
Berikut dibawah ini tabulasi mengenai penyediaan/peruntukan ruang untuk berbagai kawasan menurut Rencana
Pola Ruang Kabupaten Bener Meriah Tahun 2011 – 2031.
Tabel B-4 Rencana Pola Ruang Kabupaten Bener Meriah Tahun 2011-2031

NO JENIS POLA RUANG LUAS (Ha)


A. Rencana Kawasan Lindung
1 Kawasan Hutan Lindung 66.980
Hutan Lindung 66.980
2 Kawasan Rawan Bencana Alam 2.457
Kawasan Rawan Tanah Longsor 195
Kawasan Rawan Bencana Angin Puting Beliung 2.262
Kawasan Rawan Banjir
3 Kawasan Lindung Geologi 5.180
Kawasan Cagar Alam Geologi

Potensi Investasi Daerah 8


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

Kawasan Rawan Bencana Alam Geologi (Gunung 5.180


Api Bur Ni Telong )
Kawasan yang Memberikan Perlindungan Terhadap
Air Tanah
Total Kawasan Lindung 74.617

B. Rencana Kawasan Budidaya


1 Kawasan Hutan Produksi 45.343
Hutan Produksi Terbatas 3.303
Hutan Produksi 42.040
Hutan Produksi Konversi
2 Kawasan Pertanian 53.262
Pertanian Lahan Basah
Pertanian Lahan Kering dan Hortikultura 49.120
Tanaman Pangan
Peternakan 4.142
3 Kawasan Perkebunan 57.850
Perkebunan Komoditi tertentu Sesuai Potensi 57.850
Daerah

4 Permukiman 1.969
Kawasan Permukiman Perdesaan
Kawasan Permukiman Perkotaan
Total Kawasan Budidaya 158.424

Total Luas Kabupaten 233.041

C. Peluang Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

C.1 Posisi Lahan Investasi

Salah satu tempat penambangan belerang secara tradisional yang berada koordinat N
040 43.992’ dan E 0960 48.256’ pada ketinggian 1359 mtr dpl, lokasi kecamatan Bukit.
Salah satu peluang investasi energy terbarukan di kabupaten Bener Meriah adalah
pembangkit listrik tenaga panas bumi. Kabupaten ini yang memiliki beberapa sumber air
panas, diantaranya Air Panas Uning Pondok Gresek yang terletak diKecamatan Bukit pada
koordinat N 040 43.649’, E 0960 48.347’ dengan ketinggian 1.252 m diatas permukaan laut
dan Air Panas Uning Bertih di Kecamatan Wih Pesam pada koordinat N 040 44.892’, E 0960 46.287’ dengan
ketinggian 3.754 m diatas permukaan laut. Kedua mata air panas tersebut bersumber dari gunung Bur Ni Telong

Potensi Investasi Daerah 9


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

yang terletak 17 km dari kota Takengon, Aceh Tengah. Kecamatan lain yang juga memiliki sumber mata air panas
adalah Pintu Rime Gayo yang juga turut direncanakan sebagai sumber panas bumi untuk pembangkit listrik pada
RTRW Kabupaten Bener Meriah Tahun 2011 - 2032.

C.2 Profil Investasi

Beberapa Profil investasi pembangkit listriktenaga panas bumi yang menjadi informasi penting bagi calon investor
adalah sebagai berikut:
a. Tahapan pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi
Tahapan pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi menurut Undang-undang No. 27 Tahun 2003
adalah sebagai berikut:
 Survei pendahuluan
 Eksplorasi
 Studi kelayakan
 Eksploitasi
 Pemanfaatan.
dari semua kegiatan di atas, pemerintah mempunyai kewajiban untuk melakukan survei pendahuluan dan
dapat melakukan eksplorasi, sedangkan kegiatan lainnya sepenuhnya dilakukan oleh badan usaha.

Gambar C-1 Kegiatan Operasional Panas Bumi

Sumber: M&E, Vol. 6 No. 4, Desember 2008

b. Harga jual listrik tenaga panas bumi


Daya yang dibangkitkan dapat dijual ke pemerintah (PT. Perusahaan Listrik Negara). Daya listrik tenaga panas
bumi dibeli oleh pemerintah dengan harga patokan tertinggi sebesar9,70 sen USD/kWh1.
c. Kondisi Lahan Investasi

1
Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 32 Tahun 2009

Potensi Investasi Daerah 10


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

Aktifitas gunung Bur Ni Telong berdasarkan penelitian menunjukkan peningkatan setelah gempa dan
gelombang tsunami menimpa Provinsi Aceh tanggal 26 Desember 2004.Beberapa kegiatan vulkanik gunung
Bur Ni Telong adalah sebagai berikut.
Aktifitas gunung Bur Ni Telong berdasarkan penelitian menunjukkan
peningkatan setelah Gempa dan Gelombang Tsunami menimpa Provinsi
Aceh tanggal 26 Desember 2004. Beberapa kegiatan vulkanik gunung
Bur Ni Telong adalah sebagai berikut.
Tabel C-1 Aktifitas Vulkanik Gunung Bur Ni Telong

Tahun Keterangan
1837 Akhir september terjadi beberapa letusan dan gempa bumi yang menyebabkan banyak
kerusakan (wichmann, 1904). Neuman van Padang (1951) menganggap sebagai letusan
normal kawah pusat.
1839 Wichmann (1904), letusan terjadi tanggal 12-13 januari dengan abu letusan mencapai P.
We
1856 14 april, letusan dari kawah pusat Neuman van Padang (1951) material yang
dimuntahkannya berupa abu dan batu.
1919 Neuman van Padang (1951) menulis bahwa di bulan desember terjadi letusan normal
dari kawah pusat.
1924 7 desember, nampak 5 buah tiang asap tanpa diikuti letusan (Neuman van Padang,
1951)
Sumber: RTRW Kabupaten Bener Meriah 2012 - 2032
Potensi bencana gas beracun diindikasikan pada kawasan yang berdekatan dengan gunung berapi aktif.
Dengan demikian kawasan dengan potensi rawan bahaya gas beracun adalah relatif sama dengan kawasan
rawan letusan gunung berapi. Kawasan potensi rawan bahaya gas beracun di Kabupaten Bener Meriah berada
di sekitar Gunung Geuredong dan Gunung Bur Ni Telong.
Morfologi gunung Bur Ni Telong berkembang bebas ke arah Selatan, Tenggara dan Barat Daya, meskipun
kearah selatan sedikit terhalang oleh bukit-bukit kecil dilerengnya.Sedangkan pertumbuhan Bur Ni Telong ke
arah Utara dan Timur terhalang oleh komplek Gunung Geurodong, Leui Kucak dan Gunung Panji.
Struktur geologi yang terdapat di gunung Bur Ni Telong dan sekitarnyaberupa kaldera, kawah dan sesar.
Struktur geologi ini berkembang di sekitar gunung Burni Telong sangat berhubungan dengan strukturregional
yang berkembang di Pulau Sumatera yaitu Sesar Semangko.
d. Potensi panas bumi Bur Ni Telong
Menurut Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, potensi panas bumi Bur Ni Telong adalah sebesar
104 MWe.

Potensi Investasi Daerah 11


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

C.3 Peluang Pasar

Kebutuhan listrik untuk Kabupaten Bener Meriah disuplai dari Sistem interkoneksi transmisi 150 kVSumut-Aceh yang
bersumber dari Sumatera Utara dan dikelola oleh PLN ranting Janarata.Pasokan listriktersebut sampai tahun 2007
telah mampu melayani 207 desa (89.22 %) dari jumlah keseluruhan desasebanyak 232 desa yang berada di Kabupaten
Bener Meriah. Desa-desa yang belum menerima layanan listrik dari PLN sampai saat ini tersebarpada 3
Kecamatandengan jumlah sebanyak 25 desa.Kebutuhan listrik ke 25 desa dan pertumbuhannya dari tahun ke tahun
menjadi peluang bagi pembangkit listrik yang berada di kabupaten tersebut.

Tabel C-2 Desa-desa yang Tidak Terlistriki PLN di Kabupaten Bener Meriah Tahun 2008
No Desa Kecamatan Jumlah Kepala
Keluarga
1 Uning Mas Pintu Rime Gayo 87
2 Pantan Sinaku Pintu Rime Gayo 82
3 Timur Permata 66
4 Tembolon Syiah Utama 27
5 Gunung Sayang Syiah Utama 40
6 Wih Resap Syiah Utama 88
7 Uwer Tingkem Syiah Utama 29
8 Simpur Syiah Utama 41
9 HakimPeteri Pintu Syiah Utama 38
10 Perumpakan Benjadi Syiah Utama 60
11 Simpang Renggali Syiah Utama 57
12 Pantan Kuli Syiah Utama 50
13 Rusip Syiah Utama 57
14 Wih Ni Durin Syiah Utama 23
15 Kute Lah Lane Syiah Utama 20
16 Payung Syiah Utama 23
17 Rata Mulie Syiah Utama 23
18 Goneng Syiah Utama 16
19 Tempen Baru Syiah Utama 12
20 Geruti Jaya Syiah Utama 14
21 Uning Syiah Utama 13
22 Blang Panu Syiah Utama 19
23 Kerlang Syiah Utama 21
24 Gerpa Syiah Utama 24
25 Pasir Putih Syiah Utama 60
Sumber: Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD – Nias, Tahun 2008.

Potensi Investasi Daerah 12


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

C.4 Ketersediaan Lahan

Menurut UU No 27 tahun 2003, luas wilayah kerja untuk eksplorasi yang dapat diberikan untuk satu IUP Panas Bumi
tidak boleh melebihi 200.000 (dua ratus ribu) hektar.Pembangkit panas bumi hanya membutuhkan lahan seluas3,5
km2 per Giga Watt2. Sehingga luas wilayah yang dibutuhkan untuk mengembangkan pembangkit sebesar 104 MWe
adalah:0,104 GW x 3,5km2/GW = 0,364 km2.Kebutuhan lahan denganluas kurang dari setengah kilometer persegi
tersebut, dengan posisi di sekitar mata air panas, masih tersedia dan dapat dikuasai oleh investor pembangkit listrik
tenaga panas bumi.

C.5 Nilai investasi

Berdasarkan data yang didapat, besaran nilai investasi pembangkit listrik tenaga panas bumi pada tahun 2008 adalah
sebesar USD 2.770 untuk setiap kilo Watt daya yang akan dihasilkan. Rincian biaya investasi tersebut dapat dilihat
pada tabel.
Tabel C-3 Biaya yang Dibutuhkan Dalam Industri Panas Bumi
Satuan
Biaya Investasi
[USD/kW]
A Biaya Eksplorasi 150.0
B Biaya Pengembangan Lapangan 2,620.0
Perizinan 20-0
Pemboran sumur produksi 750.0
Sistem pengelolaan uap 250.0
Pembangkit listrik dan konstruksi 1,500.0
Transmisi 100.0
Total keseluruhan (A + B) 2,770.0

Biaya Operasi dan Pemeliharaan


C Biaya operasi dan pemeliharaan US¢ 2.2/kWh

Sumber: M&E, Vol. 6 No. 4, Desember 2008


Jika seluruh potensi panas bumi Bur Ni Telong di eksploitasi untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik
setiap tahun maupun untuk menggantikan listrik dari Sumatera Utara, maka investasi yang dibutuhkan untuk
membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi di Bur Ni Telong adalah 2,770 [USD/kW] x 104,000 [kWe] = USD
288,080,000dengan biaya tambahan untuk operasi dan pemelihaaran sebesar 0.022 [USD/kWh] x 104,000 [kWe] =
USD 2,288 [USD/hour].

2
www.indoenergo.com/2012/04/keunggulan-dan-kelemahan-energi_5643.html

Potensi Investasi Daerah 13


Kabupaten
2012
BENER MERIAH

C.6 Ketentuan Investasi di Provinsi, Hukum dan Peraturan Terkait

Beberapa hukum dan peraturan yang terkait dengan investasi Pembangkit Listrik Tenaga panas bumi adalah:

1. Undang-undang No. 30 Tahun 2007 tentang Energi.


Beberapa hal yang diatur pada Undang-undang ini antara lain kebijakan energi dan dewan energi nasional;
pengelolaan energi; kewenangan pemerintah dan pemerintah daerah serta ketentuan peralihan.
2. Undang-undang No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.
Beberapa hal yang diatur pada Undang-undang ini antara lainrencana umum ketenagalistrikan;usaha
ketenagalistrikan;perizinan;penggunaaan tanah; harga jual, sewa jaringan dan tarif tenaga listrik.
3. Peraturan Pemerintah N.o 59 Tahun 2007 tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi.
Beberapa hal yang diatur pada peraturan ini antara lain tahapan kegiatan usaha panas bumi; lelang wilayah
kerja; Izin Usaha Pertambangan panas bumi (IUP); hak dan kewajiban pemegang IUP; data panas bumi; dan
ketentuan peralihan.
4. Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi.
Beberapa hal yang diatur pada peraturan iniantara lain tanggung jawab pemerintah, pemerintah daerah,
pengusaha dan masyarakat; pelaksanaan konservasi energi; kemudahan, insentif dan disinsentif.
5. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 04 Tahun 2012 tentang Harga Pembelian Tenaga Listrik
yang Menggunakan Energi Terbarukan Skala Kecil dan Menengah atau Kelebihan Tenaga Listrik.
Beberapa hal yang diatur pada peraturan ini antara lain kewajiban PT. PLN membeli tenaga listrik dari
pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energy terbarukan; penentuan harga pembelian listrik dan faktor
pengali (F).
6. Peraturan Menteri Perindustrian No. 04/M-IND/PER/1/2009 tentang Pedoman Penggunaan Produksi Dalam
Negeri Untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.
Beberapa hal yang diatur pada peraturan ini antara lain tingkat komponen dalam negeri infrastruktur
ketenagalistrikan; pelaksanaan pembangunan; penilaian besaran TKDN; dan referensi pengadaan barang dan
jasa.
Sebagai kabupaten yang baru dibentuk, Bener Meriah akan meningkatkan sarana dan prasarananya hingga setara
dengan tingkat kabupaten pada umumnya. Salah satu sektor yang telah direncanakan pembangunannya adalah
jaringan energi. Hal ini membuka peluang bagi investasi pembangkit listrik. Peruntukan kawasan pembangkit listrik
panas bumi di kecamatan Bukit dan kecamatan Wih Pesam telah dicanangkan pada Rencana Tata Ruang dan Wilayah
(RTRW) Kabupaten Bener Meriah Tahun 2011 – 2032, sehingga mempermudah investor dalam melakukan investasi.

Potensi Investasi Daerah 14