Anda di halaman 1dari 16

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep TAK

Terapi aktivitas kelompok adalah aktivitas membantu anggotanya


untuk identitas hubungan yang kurang efektif dan mengubah tingkah laku
yang maladaptif (Stuart & Sundeen, 1998).
Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas
yang dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah
keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai terapi, dan kelompok
digunakan sebagai target asuhan (Keliat, Budi Ana. 2005).
2.1.1 TAK Sosialisasi
TAK sosialisasi adalah upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi
sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial (Keliat, Budi Ana. 2005).
TAK Sosialisasi adalah terapi yang diberikan dengan memberikan motivasi
tertentu pada klien sehingga klien mampu bersosialisasi, baik berinteraksi
secara interpersonal, intrapersonal amupun dengan lingkungan sekitar.
Isolasi sosial adalah keadaan dimana seorang individu mengalami
penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang
lain disekitarnya. Isolasi sosial merupakan upaya klien untuk menghindari
interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan orang lain maupun
komunikasi dengan oran lain. Isolasi sosial adalah suatu gangguan
hubungan interpesonal yang terjadi akibat adanya kepribadian yang tidak
fleksibe; yang menimbulkan perilaku mala adaptif dengan mengganggu
fungsi seorang dalam hubungan sosial salah satu contohnya harga diri
rendah menarik diri.
a. Manfaat dari Sosialisasi :
1. Mempunyai banyak teman
2. Menambah Pengetahuan
3. Mudah mendapat bantuan orang lain
4. Dapat membagi pengalaman dengan orang lain

4
5. Dapat membagi perasaan dengan orang lain
6. Dapat mengetahui perasaan orang lain

b. Kerugian Tidak Bersosialisasi


1. Tidak mempunyai teman
2. Kurang pengetahuan
3. Susah mendapatkan bantuan dari orang lain
4. Dikucilkan dari orang lain
5. Tidak dapat berbagi perasaan dengan orang lain
c. Teknik Sosialisasi yang Baik :
1. Memberikan ucapan salam
2. Bersosialisasi dengan orang lain secara bertahap dengan cara :
memperkenalkan diri (tatap muka, tersenyum dan membalas
senyum)
3. Ikut dalam kegiatan kelompok di lingkungan : senam pagi,
mengikuti kegiatan jahit menjahit (untuk perempuan), menonton
TV bersama teman.
4. Mengikuti aturan/ etika di lingkungan (sopan santun)
5. Apabila meninggalkan teman bicara sebaiknya mengucapkan
salam perpisahan sesuai situasi

I. Jenis – jenis TAK Sosialisai


1. TAK sosialisasi (untuk klien dengan menarik diri yang sudah
sampai pada tahap mampu berinteraksi dalam kelompok kecil dan
sehat secara fisik).
2. TAK peningkatan harga diri (untuk klien dengan HDR).

II. Kriteria dan Indikasi


1. Tujuan
a. Tujuan Umum

5
Tujuan umum TAK Sosialisasi yaitu setelah dilakukan
terapi dalam beberapa jangka waktu diharapkan klien dapat
meningkatkan hubungan social dalam kelompok secara bertahap.

b. Tujuan Khusus
1. Klien mampu memperkenalkan diri
2. Klien mampu berkenalan dengan anggota keluarga kelompok
3. Klien mampu bercakap – cakap dengan anggota kelompok
4. Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik
percakapan
5. Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah
pribadi padaorang lain.
6. Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosial kelompok
7. Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat
kegiatan TAKS yang telah dilakukan.

2. Aktivitas dan Indikasi


Aktivitas TAKS dilakukan untuk melatih kemampuan
sosialisasi klien. Klien yang mempunyai indikasi TAKS adalah
klien dengan gangguan hubungan sosial berikut :
1. Klien harga diri rendah yang cukup kooperatif
2. Klien yang menarik diri
3. Klien yang yang sulit mengungkapkan perasaannya melalui
komunikasi verbal
4. Klien dengan gangguan harga diri rendah yang telah dapat
berinteraksi dengan orang lain.
5. Klien dengan kondisi fisik yang dalam keadaan sehat (tidak
sedang mengidap penyakit fisik tertentu seperti diare, thypid,
dan lain-lain)

3. Langkah Kegiatan
1. Persiapan

6
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial:
menarik diri
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
a. Memberikan salam terapeutik: salam dari terapis
b. Monitor / validasi: menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak:
 Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu memperkenalkan
diri, bercakap-cakap dengan anggota kelompok.
 Menjelaskan aturan main sebagai berikut :
 Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok
harus meminta izin kepada terapis.
 Lama kegiatan kurang lebih 45 menit untuk
masing-masing sesi.
 Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai
akhir.

3. Tahap kerja
Sesi I :
a. Jelaskan kegiatan yaitu music pada Handphone akan di
hidupkan, serta bola diedarkan berlawanan arah jarum jam.
Dan pada saat tape di matikan, maka anggota kelompok
yang memegang bola memperkenalkan diri.
b. Hidupkan kaset pada handphone dan edarkan bola
berlawanan jarum jam.
c. Pada saat music di hentikan, anggota kelompok yang
memegang bola mendapat giliran untuk menyebutkan:
salam, nama lengkap, nama panggilan, hoby, dan asal di
mulai dari terapis sebagai contoh.

7
d. Tulis nama panggilan pada kertas atau papan nama dan
temple atau pakai.
e. Ulangi sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.
f. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok
dengan memberi tepuk tangan.
Sesi II :
a. Hidupkan kaset pada tape recorder dan edarkan bola tenis
berlawanan dengan jaru jam.
b. Pada saat tape dimatikan, anggota kelompok yang memegang
bola mendapat giliran untuk berkenalan dengan anggota
kelompok yang ada disebelah kanan dengan cara:
 Memberi salam
 Menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal, dan
hobi
c. Menanyakan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi
lawan bicara. Dimulai oleh terapis sebagai contoh.
d. Ulang a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat
giliran.
e. Hidupkan kembali kaset pasa tape recorder dan edarkan bola,
pada saat tape di matikan, minta pada anggota kelompok
yang memegang bola untuk memperkenalkan anggota
kelompok yang disebelah kanannya kepada kelompok, yaitu
nama lengkap, nama panggialn, asal dan hobi. Dimulai oleh
terapis sebagai contoh.
f. Ulangi d sampai semua anggota mendapat giliran.
g. Beri pujian untuk setiap keberhasilan anggota kelompok
dengan memberi tepuk tangan

Sesi III :
a. Hidupkan kaset pada tape recorder dan edarkan bola tenis
berlawanan dengan jaru jam.

8
b. Pada saat tape dimatikan, anggota kelompok yang memegang
bola mendapat giliran untuk bertanya tentang kehidupan pribadi
anggota kelompok yang ada disebelah kanan dengan cara:
 Memberi salam
 Memanggil panggilan
c. Menanyakan kehidupan pribadi: perasaan saat ini,orang
terdekat/dipercayaidisegani, kegiatan yang dilkakukan sehari-
hari. Dimulai oleh terapis sebagai contoh.
d. Ulangi a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat
giliran.
e. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan.

4. Tahap terminasi.
a. Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
b. Memberi pujian atas keberhasilan kelompok.
c. Rencana tindak lanjut.
d. Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih
memperkenalkan diri kepada orang lain di kehidupan sehari-
hari.
e. Menganjurkan tiap kelompok untuk meningkatkan interaksi
dengan orang lain dan lingkungan.
f. Masukkan kegiatan memperkenalkan diri, bercakap-cakap
dengan orang lain pada jadwal kegiatan harian klien.
g. Kontrak yang akan datang.
h. Menyepakati kegiatan berikut yaitu berkenalan dan bercakap-
cakap dengan anggota kelompok.
i. Menyiapkan waktu dan tempat

III. Karakteristik Klien


1. Jika klien pergi atau meninggalkan ruangan terapis mengingatkan
kontrak yang telah disepakati.

9
2. Jika pasien diam fasilitator membujuk klien untuk berbicara jika
klien tetap tidak mau berbicara terapis atau leader meningkatkan
motivasi klien dengan mengatakan “ Yang lain bisa pasti Bapak
bisa “
a. Jika ada anggota yang membicarakan hal-hal lain dalam diskusi,
maka leader harus memfokuskan pembicaraan
b. Jika ada anggota kelompok ingin keluar dari kegiatan terapi
kelompok, maka anggota yang bersangkutan harus membicarakan
dengan anggota terapi kelompok yang lain.

2.1.2 TAK Stimulasi Persepsi


Stimulasi persepsi adalah terapi yang bertujuan untuk membantu klien
yang mengalami kemunduran orientasi, menstimulasi persepsi dalam upaya
memotivasi proses berpikir serta mengurangi prilaku maladaptive
(Purwaningasih dan Karlina, 2009).
TAK Stimulasi Persepsi adalah terapi yang menggunakan aktifitas
sebagai stimulus dan terkait dengan pengalaman atau kehidupan untuk
didiskusikan dalam kelompok (Keliat dan Akemat, 2005). Hasil diskusi
kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi atau alternative penyelesaian
masalah.
Klien dilatih untuk mempersepsikan stimulus yang disediakan atau
stimulus yang pernah dialami. Kemampuan persepsi klien dievaluasi dan
ditingkatkan pada tiap sesi. Dalam proses ini diharapkan respon klien
terhadap berbagai stimulus dalam kehidupan menajdi adaptif.
I. Tujuan
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi bertujuan untuk
:
1) Tujuan Umum : klien mempunyai kemampuan untuk
menyelesaikan masalah yang diakibatkan oleh paparan stimulus
kepadanya.
2) Tujuan Khusus :
a. Klien dapat menyebutkan nama gambar yang dilihat.

10
b. Klien dapat memberikan tanggapan terhadap pendapat klien lain.

II. Jenis – Jenis TAK Stimulasi Persepsi


Terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi dikelompokkan sebagai
berikut:
1) TAK stimulasi persepsi umum :
a. Sesi I : Menonton TV
b. Sesi II : Membaca majalah/Koran
c. Sesi III : Melihat gambar
2) TAK stimulasi persepsi mengontrol prilaku kekerasan :
a. Sesi I : Mengenal prilaku kekerasan
b. Sesi II : Mencegah prilaku kekerasan dengan kegiatan fisik
c. Sesi III : Mencegah prilaku kekerasan dengan kegiatan
interaksi sosial asertif
d. Sesi IV : Mencegah prilaku kekerasan dengan kegiatan
patuh minum obat
e. Sesi V : Mencegah prilaku kekerasan dengan kegiatan
ibadah
3) TAK stimulasi persepsi mengontrol halusinasi :
a. Sesi I : Mengenal halusinasi
b. Sesi II : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
halusinasi
c. Sesi III : Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan
aktivitas terjadwal
d. Sesi IV : Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-
cakap dengan orang lain
e. Sesi V : Mengontrol halusinasi dengan cara minum obat
teratur
4) TAK stimulasi persepsi harga diri rendah :
a. Sesi I : Mengidentifikasi aspek positif
b. Sesi II : Melatih kemampuan aspek positif
III. Kriteria dan Indikasi

11
Berdasarkan pengamatan dan kajian status klien maka karakteristik
klien yang dilibatkan dalam terapi aktifitas kelompok ini adalah klien
dengan masalah keperawatan seperti resiko mencederai diri sendiri,
orang lain, dan lingkungan, perilaku kekerasan, defisit perawatan diri,
isolasi sosial : menarik diri, perubahan persepsi sensori, halusinasi, dan
harga diri rendah.

IV. Masalah Keperawatan


Perubahan persepsi sensori : Halusinasi
Dalam terapu aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi dibagi
dalam 5 sesi, yaitu:
1) Sesi I : Mengenal halusinasi
2) Sesi II : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik halusinasi
3) Sesi III : Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas
terjadwal
4) Sesi IV : Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
dengan orang lain
5) Sesi V : Mengontrol halusinasi dengan cara minum obat teratur

Tujuan terapi aktivitas kelompok (TAK) stimulasi persepsi halusinasi,


diantaranya;
1) Tujuan Umum
Klien dapat meningkatkan kemampuan diri dalam mengontrol
halusinasi dalam kelompok secara bertahap.
2) Tujuan Khusus
a. Klien dapat mengenal halusinasi
b. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
c. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara melakukan
aktivitas terjadwal
d. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
dengan orang lain

12
e. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara minum obat
teratur

V. Kriteria Evaluasi
1) Evaluasi Struktur / Persiapan:
a. Terapis
1. Identifikasi masalah klien 1-2 hari sebelum terapi dimulai
2. Mempersiapkan sarana dan prasarana
3. Kontrak waktu waktu dengan klien 1 hari sebelum pelaksanaan
4. Leader, Co-leader, Fasilitator, observer berperan sebagaimana
mestinya.
b. Peserta
1. Klien siap mengikuti terapi 1 hari sebelum pelaksanaan
2. Peserta hadir 5 menit sebelumnya
3. Peserta mematuhi tata tertib yang telah ditentukan
c. Tempat
1. Kondisi lingkungan tenang, dilakukan ditempat tertutup dan
memungkinkan klien untuk berkonsentrasi terhadap kegiatan
2. Posisi tempat di lantai menggunakan tikar
2) Evaluasi Proses
a. Tepat waktu dalam pelaksanaan kegiatan
b. Terapis berfungsi sesuai dengan tugas dan peranan masing-masing
c. Terapis mengantisipasi hal yang tidak dikehendaki selama terapi
berlangsung
d. Terapi dilaksanakan sesuai dengan susunan acara yang telah di
tentukan
e. Klien dapat melaksanakan atau mengikuti terapi dengan baik
f. Klien dengan aktif mengikuti kegiatan
3) Evaluasi Hasil
a. Menjelaskan apa yang sudah digambarkan dan apa yang dilihat
b. Menyampaikan halusinasi yang dirasakan dengan jelas

13
VI. Antisipasi Masalah
Masalah yang timbul dalam TAK diantaranya :
1. Klien tidak bisa memeperhatikan dan fokus
Intervensi :
 Peran leader untuk mengingatkan peserta dan memberitahu agar
mengikuti kegiatan dengan baik, dengan cara memanggil peserta
dan memberitahu dengan baik.
2. Klien memiliki keterbatasan dalam mengikuti TAK
Intervensi :
 Leader memperbolehkan mengikuti TAK dengan syarat
mengikuti aturan permainan dan bersedia untuk tidak
mengganggu klien lain.
3. Klien meninggalkan permainan
Intervensi :
 Memanggil nama klien, menanyakan mengapa meninggalkan
tempat dan memberikan penjelasan.
4. Klien tidak bisa tenang dalam permainan
Intervensi :
 Peran fasilitator sangat diperlukan untuk memanajemen waktu,
agar permainan tidak terlalu lama dan tidak membosankan.
5. Klien tidak mengerti tentang permainan
Intervensi :
 Fasilitator memberikan penjelasan singkat tentang permainan
dan memeberikan motivasi agar klien aktif dalam permainan.
6. Bila ada klien lain ingin ikut
Intervensi :
 Berikan penjelasan bahwa kegiatan ini ditujukan kepada klien
yang telah dipilih, Katakan juga pada klien bahwa ada kegiatan
lain yang mungkin didikuti oleh klien tersebut, namun Jika
klien memaksa beri kesempatan untuk masuk dengan tidak
memberi pesan pada kegiatan ini.

14
2.1.3 TAK Stimulasi Sensori
TAK Stimulus Sensori adalah terapi yang diberikan dengan
memberikan stimulus/ rangsangan tertentu pada klien sehingga terjadi
perubahan perilaku.
Terapi aktivitas kelompok( TAK ) : stimulasi sensori adalah upaya
menstimulasi semua panca indra (sensori) agar memberi respon yang
adekuat. Aktivitas stimulasi sensori dapat berupa stimulus berupa
penglihatan, pendengaran, dan lain-lainnya seperti: gambar,video,tarian, dan
nyanyian.

I. Jenis – jenis TAK Stimulasi Sensori


a. TAK Stimulasi suara
b. TAK Stimulasi gambar
c. TAK Stimulasi suara dan gambar

II. Kriteria dan Indikasi


a. Tujuan Umum
Tujuan umum TAK Stimulasi sensori yaitu setelah dilakukan
terapi dalam beberapa jangka waktu diharapkan klien bisa
merubah perilakunya dari yang maladaptif menjadi adaptif

b. Tujuan Khusus
1. Peningkatan kepekaan terhadap rangsang
2. Peningkatan kemampuan merasakan keindahan
3. Peningkatan apresiasi terhadap lingkungan
4. Terjadi perubahan perilaku adaptif seperti yang diinginkan

III. Aktivitas dan Indikasi


Klien yang mempunyai indikasi TAK simulasi sensori adalah
klien isolasi sosial, menarik diri, harga diri rendah yang disetai kurang
komunikasi verbal.

15
Langkah Kegiatan:
1. Persiapan
a. Membuat kontrak dengan klien yang sesuai dengan indikasi
menarik diri, harga diri rendah dan tidak mau bicara
b. Mempersiakan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik: Salam dari terapis kepada klien
b. Evaluasi atau validasi: Menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak:
1. Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu menonton
film
2. Terapis menjelaskan aturan main berikut :
a. Jika ada klien yang ingin meningalkan kelompok,
harus minta ijin kepeda terapis
b. Lama kegiatan 60 menit
c. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai
selesai
3. Tahap kerja
a. Terapis mengajak klien untuk saling memperkenalkan diri (
nama, dan nama panggilan ) dimulai dari terapis secara
berurutan searah jarum jam.
b. Setiap kali seorang klien selesai memperkenalkan diri,
terapis mengajak semua klien untuk bertepuk tangan.
c. Terapis dan klien memakai papan nama.
d. Terapis menjelaskan bahwa akan diputar film. Setelah film
selesai klien akan diminta menceritakan isi dari lagu tersebut
dan perasaan klien setelah mendengan lagu.
e. Terapis memutar film, klien boleh memilih jenis film yang
akan diputar( kira-kira 30 menit). Terapis mengobservasi
respon klien terhadap film yang diputar
f. Secara bergiliran, klien diminta menceritakan isi film dan
perasaannya. Sampai semua klien mendapat giliran.

16
g. Terapis memberikan pujian, setiap klien menceritakan
perasaannya, dan mengajak klien lain bertepuk tangan.
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi:
1. Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti
TAK.
2. Terapis memberiikan pujian atas keberhasilan kelompok.
b. Tindak lanjut
Terapis menganjurkan klien untuk mendengarkan music
yang disukai dan brmakna dalam kehidupannya.
c. Kontrak yang akan dating
1. Menyepakati TAK yanag akan datang
2. Menyepakati waktu dan tempat.

IV. Karakteristik Klien


1. Jika klien pergi atau meninggalkan ruangan terapis
mengingatkan kontrak yang telah disepakati.
2. Jika pasien diam fasilitator membujuk klien untuk berbicara jika
klien tetap tidak mau berbicara terapis atau leader meningkatkan
motivasi klien dengan mengatakan “ Yang lain bisa pasti Bapak
bisa “
3. Jika klien melakukan hal –hal yang tidak di inginkan (amuk,
mengganggu pasien lain, ribut ) terapis mengingatkan tentang
aturan permainan

2.1.4 TAK Orientasi Realitas


Terapi kelompok orientasi realita adalah suatu terapi dimana klien
diorientasikan pada kenyataan yang ada disekitar, yaitu diri sendiri, orang
lain yang disekeliling klien atau orang yang dekat dengan klien dan juga
lingkungan yang berhubungan dengan klien. Aktivitas yang dilakukan

17
berupa orientasi orang, waktu, tempat, benda yang ada disekitar dan semua
kondisi nyata.

I. Jenis- Jenis TAK Orientasi Realitas


Terapi aktivitas kelompok orientasi realita dikelompokkan sebagai
berikut :
a. TAK Orientasi Realitas Halusinasi
b. TAK Orientasi Realitas Dimensia
c. TAK Orientasi Realitas Kebingungan
d. TAK Orientasi Realitas Waham
e. TAK Orientasi Realitas Salah mengenal orang lain, tempat dan waktu

II. Kriteria dan Indikasi


Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) orientasi realita merupakan upaya
agar klien mampu untuk mengenali orang, tempat, dan waktu disekitar
klien.
1. Tujuan
a. Tujuan Umum TAK orientasi persepsi adalah klien mampu mengenali
orang, tempat dan waktu sesuai dengan kenyataan.
b. Tujuan khusus
1) Klien mampu mengenal tempat ia berada dan pernah berada
2) Klien mengenal waktu dan tempat
3) Klien mampu mengenal diri sendiri dan orang–orang disekitarnya
dengan tepat.
2. Aktivitas dan indikasi TAK orientasi realitas
Aktivitas TAK Orientasi Realitas, dimana aktivitas yang dilakukan
tiga sesi berupa aktivitas pengenalan orang, tempat, dan waktu. Klien
memiliki indikasi TAK orientasi realitas adalah klien halusinasi,
dimensia, kebingunagan, tidak kenal dirinya, salah mengenal orang lain,
tempat dan waktu termasuk waham (Keliat dan Akemat, 2005). TAK
orientasi realitas terdiri dari 3 sesi yaitu :
a. Sesi 1 : pengenalan orang
Aktivitas pengenalan orang diperuntukkan bagi klien dengan
gangguan orientasi realitas bertujuan agar klien mampu mengenal
nama perawat dan nama-nama klien lain. Aktivitas ini terdiri dari
beberapa kegiatan yaitu :
1) Pengenalan diri
2) Pengenalan orang lain
3) Membuat game untuk meningkatkan daya ingat klien
b. Sesi 2 : pengenalan tempat
Aktivitas pengenalan tempat bagi klien dengan indikasi disorientasi
tempat. Hal ini bertujuan agar klien mampu mengenal nama rumah sakit,

18
nama ruangan tempat dirawat, mengenal tempat tidur, serta ruangan-
ruangan lainnya di rumah sakit. Kegiatan sebagai berikut :
1) Pengenalan lingkungan sekitar
2) Membuat game untuk meningkatkan daya ingat klien
3) Mengajak klien berkeliling serta menjelaskan nama dan fungsi
ruangan yang ada
c. Sesi 3 : pengenalan waktu
Aktivitas pengenalan waktu dilakukan agar klien dapat mengenal
waktu ( hari, tanggal, dan tahun) dengan tepat. Aktivitas yang dapat
dilakukan :
1) Pengenalan hari, tanggal dan tahun
2) Memulai game untuk meningkatkan daya ingat klien
3) Mengorientasi pemahaman klien tentang waktu
Sebaiknya terapis memberikan pujian setiap kali klien benar
menjawab pertanyaan dari terapis. Menanyakan bagaimana perasaan klien
setelah kegiatan sebaiknya dilakukan agar terapis mampu merencanakan
tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.

19