Anda di halaman 1dari 5

TUGAS 2

MATA KULIAH
MANAJEMEN KEUANGAN (EKMA5205.02)

CHOX CHEMICAL CORPORATION

Disusun Oleh :

ABDUL NAJIR
NIM 530013031
najir.bimatente17@gmail.com

PROGRAM PASCA SARJANA


MAGISTER MANAJEMEN
UPBJJ UT MATARAM
TAHUN 2018
SOAL :
TUGAS II

Chox Chemical Corporation akan melakukan pengembangan produksi dan


pemasaran yang strategis serta tepat waktu atas produk-produk kimia inovatif yang
digunakan di berbagai industri. Saat ini manajemen perusahaan sedang
mempertimbangkan untuk memproduksi alat thermosetting resin untuk produk-produk
elektronik. Tim riset dan pengembangan perusahaan menemukan 2 alternatif yaitu
: epoxy resin yang memiliki biaya awal lebih rendah dan synthetic resin, yang memiliki
biaya awal lebih tinggi tetapi memiliki skala ekonomis lebih besar.
Mr. Kevin sebagai asisten kepala keuangan diberi tugas untuk melakukan
analisis biaya dan manfaat untuk kedua proposal dan menyerahkan temuannya ke dewan
direksi. Mr. Kevin mengetahui bahwa ini merupakan tugas yang berat, karena para
anggota dewan direksi tidak seluruhnya memiliki pemahaman yang sama terhadap
konsep-konsep keuangan. Menurut pengalaman, anggota dewan lebih memilih
menggunakan tingkat pengembalian (rate of return) sebagai kriteria pengambilan
keputusan. Kadang-kadang mereka juga menggunakan pendekatan payback period untuk
mengambil keputusan proyek yang akan diambil. Akan tetapi, Mr. Kevin yakin bahwa
metode nilai sekarang bersih (net present value - NPV) merupakan metode yang paling
sedikit kekurangannya dan jika digunakan dengan tepat dapat memberi nilai tambah bagi
kesejahteraan perusahaan.
Para kepala proyek kedua tim (epoxy dan synthetic resin) menyajikan proyeksi
arus kas dilengkapi dengan dokumen yang memadai untuk mendukung proposal mereka,
yaitu :

Tabel 1
Synthetic Resin
Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
Laba Bersih $150.000 $200.000 $300.000 $450.000 $500.000
Depresiasi $200.000 $200.000 $200.000 $200.000 $200.000
(Garis Lurus)
Arus Kas Bersih -$1.000.000 $350.000 $400.000 $500.000 $650.000 $700.000

Tabel 2
Epoxy Resin
Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5

Laba Bersih $440.000 $240.000 $140.000 $40.000 $40.000

Depresiasi $160.000 $160.000 $160.000 $160.000 $160.000


(Garis Lurus)
Arus Kas Bersih -$1.000.000 $600.000 $400.000 $300.000 $200.000 $200.000

Pertanyaan :
1. Hitunglah periode pengembalian (payback period) masing-masing proyek. Berikan
penjelasan, argumen apa yang harus dibuat Mr. Kevin untuk menunjukkan
bahwa payback period tidak sesuai dengan kasus ini.
2. Hitunglah IRR untuk kedua proyek. Bagaimana seharusnya Mr. Kevin menyakinkan
dewan direksi bahwa ukuran IRR dapat menyesatkan?
3. Hitunglah NPV untuk kedua proyek dan jelaskan relevansinya. Bagaimana
seharusnya Mr. Kevin menyakinkan dewan direksi bahwa metode NPV merupakan
jalan keluarnya?
4. Jelaskan bagaimana Mr. Kevin menunjukkan bahwa Modified Internal Rate of
Return (MIRR) merupakan ukuran yang lebih realistis digunakan dalam kasus
proyek yang berdiri sendiri (mutually exclusive projects)
5. Hitunglah Profitability Index untuk masing-masing proposal. Apakah ukuran ini
dapat membantu menyelesaikan dilemma tersebut? Jelaskan?

JAWAB :

1. Periode Pengembalian (Payback Period) masing-masing proyek.


Periode Pengembalian (Payback Period) adalah jangka waktu kembalinya investasi
yang telah dikeluarkan melalui keuntungan dari suatu bisnis atau usaha yang
diberikan investasi itu. Menurut para ahli sendiri, seperti Abdul Choliq (2004)
payback period dapat diartikan sebagai jangka waktu kembalinya investasi yang
telah dikeluarkan, melalui keuntungan yang diperoleh dari suatu proyek yang telah
direncanakan.

Proyeksi Arus Kas Kedua Proposal (Synthetic Resin dan Epoxy Resin) adalah
sebagai berikut :

Synthetic Resin
Tahun Arus Kas Arus Kas
Komulatif
0 -$1.000.000
1 $350.000 $350.000
2 $400.000 $750.000
3 $500.000 $1.250.000
4 $650.000 $1.900.000
5 $700.000 $2.600.000

Epoxy Resin
Tahun Arus Kas Arus Kas
Komulatif
0 -$1.000.000
1 $600.000 $600.000
2 $400.000 $1.000.000
3 $300.000 $1.300.000
4 $200.000 $1.500.000
5 $200.000 $1.700.000

a. Untuk proyek Synthetic Resin, karena jumlah yang diterima pada tahun ke-3
telah dapat menutupi utang investasi awal, yaitu sejumlah $1.250.000, maka
payback period ada diantara tahun ke-2 dan tahun ke-3.
Jadi, payback periods untuk Synthetic Resin adalah 2,5 tahun (2 tahun + 50%
tahun ke-3).
b. Untuk Proyek Epoxy Resin, karena jumlah yang diterima pada tahun ke-2 telah
dapat menutupi utang investasi awal, yaitu sejumlah $1.000.000, maka payback
periods ada pada tahun ke-2.
Argumen yang dibuat adalah : karena Chox Chemical Corporation belum
menetapkan secara umum payback periods untuk seluruh proyek, maka tidak dapat
ditentukan apakah menerima atau menolak Synthetic Resin maupun Epoxy Resin.
Dan Metode Payback Period memiliki kelemahan :
1. Mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi atau proceeds yang diperoleh
sesudah payback periode telah tercapai;
2. Mengabaikan time value of money (nilai waktu uang);
3. Tidak memberikan informasi mengenai tambahan value untuk perusahaan; dan
4. Payback periods digunakan untuk mengukur kecepatan kembalinya dana dan
tidak mengukur keuntungan proyek pembangunan yang telah direncanakan.

2. Menghitung IRR untuk kedua proyek.


Internal Rate of Return (IRR) adalah metode peerhitungan investasi dengan
menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai
sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa datang.

Nilai IRR untuk kedua proyek tersebut diatas sebenarnya tidak dapat ditentukan,
karena tidak diberikan keterangan mengenai biaya modal. Namun, bisa diasumsikan
bahwa biaya modal sebesar 10%. jadi IRR untuk masing-masing proyek adalah
sebagai berikut:

IRRSynthetic Resin = 37%


IRREpoxy Resin = 27%

Kesimpulannya, kedua proyek tersebut dapat diterima karena nilai IRR keduanya
lebih besar dari biaya modal (10%). Namun, karena kedua proyek ini bersifat saling
meniadakan (mutually exclusive), maka pihak dewan direksi perusahaan harus
memilih proyek Synthetic Resin yang memiliki nilai IRR lebih besar.
Mr. Kevin menyakinkan dewan direksi bahwa dalam melakukan investasi tentunya
harus dilakukan perbandingan antara investasi yang satu dengan yang lainnya.
Investasi terbaik akan didapat apabila NPV dan IRR sama-sama bernilai tinggi. Pada
kasus tertentu sering dinyatakan bahwa IRR dengan nilai yang tinggi akan lebih
menguntungkan dari pada investasi dengan nilai IRR yang lebih rendah, walaupun
tidak selalu demikian, karena pada kondisi tertentu IRR bisa menyesatkan.

3. Menghitung NPV untuk kedua proyek dan relevansinya.


NPV (Net Present Value) adalah selisih antara present value dari investasi dengan
nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih di masa yang akan datang.
Untuk menghitung nilai sekarang perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan.

Nilai NPV untuk kedua proyek tersebut diatas sebenarnya tidak dapat ditentukan,
karena tidak diberikan keterangan mengenai biaya modal. Namun, bisa diasumsikan
bahwa biaya modal sebesar 10%, jadi NPV untuk masing-masing proyek sebagai
berikut:

NPVSynthetic Resin = $ 2.903.021,4032


NPVEpoxy Resin = $ 2.362.214,4538

Kesimpulannya, kedua proyek tersebut dapat diterima karena NPV keduanya positif.
Namun, karena kedua proyek ini bersifat saling meniadakan (mutually exclusive),
maka pihak dewan direksi perusahaan harus memilih proyek Synthetic Resin yang
memiliki NPV lebih besar.
Mr. Kevin dapat meyakinkan dewan direksi untuk memilih metode NPV sebagai
jalan keluar permasalahan ini karena nilai NPV untuk kedua proyek bernilai positif.
Dan keuntungan kalau menggunakan NPV adalah :
-. Memperhatikan nilai waktu dari pada uang (time value of money);
-. Mengutamakan aliran kas yang lebih awal; dan
-. Tidak mengabaikan aliran kas selama periode proyek atau investasi.

4. Modified Internal Rate of Return (MIRR).


Tingkat pengembalian internal yang dimodifikasi (MIRR) adalah metrik pembiayaan
yang digunakan dalam penganggaran modal bisnis.
Nilai MIRR untuk kedua proyek tersebut diatas sebenarnya tidak dapat ditentukan,
karena tidak diberikan keterangan biaya modal. Namun, bisa diasumsikan bahwa
biaya modal sebesar 10%, jadi MIRR untuk masing-masing proyek adalah sebagai
berikut:

MIRRSynthetic Resin = $ 0,3231 atau 32,3%


MIRREpoxy Resin = $ 0,2170 atau 21,7%

Jika, kedua proyek ini bersifat saling meniadakan (mutually exclusive), maka pihak
dewan direksi perusahaan harus memilih proyek Synthetic Resin yang memiliki nilai
prosentase lebih besar yaitu 32,3%.
Mr. Kevin dapat menunjukkan bahwa MIRR memungkinkan manajer proyek
menetapkan tingkat reinvestasi yang realistis dan hasil idealnya menghasilkan hasil
setara tahunan yang lebih akurat.

5. Menghitung Profitability Index (PI) untuk masing-masing proposal.


Nilai PI untuk kedua proyek seharusnya tidak dapat ditentukan karena tidak
diberikan keterangan biaya modal dalam soal. Namun, coba diasumsikan bahwa
biaya modal sebesar 10%, jadi PI untuk masing-masing proyek sebagai berikut:

PISynthetic Resin = $ (1,9030)


PIEpoxy Resin = $ (1,3622)

Ukuran ini tidak dapat membantu menyelesaikan masalah ini karena kedua proyek
memghasilkan nilai Profitability Index kurang dari 1, sehingga usulan proyek ini
harus ditolak.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima Kasih.