Anda di halaman 1dari 18

Hasil Penelitian Batuan Dan Menentukan Lokasi Pada Peta

Di Gunumg Pengsong

Disusun
Oleh

Sabar Setyawan 416020010

Widya Nabila m. 416020041

Nushrati 41602009

David Bosita 416020012

Joshua

PROGRAM STUDI PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
2017 - 2018
KATA PENGGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat
menyelesaikan laporan ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin kami tidak akan sanggup
menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada
baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW. Tidak lupa penyusun mengucapkan
banyak-banyak terimakasih kepada Aris Dwi Nugroho, ST Selaku Dosen Pembimbing
Matakuliah Geologi Dasar yang telah membimbing kami yang memberi kami ilmu tentang
Ilmu Geologi Dasar, Kami juga bersyukur diberi tugas membuat laoran mengenai hasil
penelitian yang telah kami lakukan di gunung Pengsong, yang sangat bermanfaat bagi ilmu
pengetahuan kami dan pembaca.

Laporan ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Ilmu Geologi
Dasar, yang kami sajikan berdasarkan penelitian dan pengamatan yang kami lakukan
digunung Pengsong. Laporan ini di susun oleh kami dengan berbagai rintangan. Baik itu
yang datang dari diri kami maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran
dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya laporan ini dapat terselesaikan.

Laporan ini memuat tentang batuan, mengukur kemiringan dan cara menentukan posisi
pada peta yang sangat bermanfaat bagi kami dan kami dapat mengetahui bagaimana cara
menetukan batuan, bagaimana cara mengukur kemiringan lereng dan bagaimana cara
mentukan posisi kita pada peta, yang menambah wawasan bagi kami
Semoga laporan ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada kami.
Walaupun laporan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kami membutuhkan kritik dan
saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.

Mataram, 08 Februari 2017

Penyusun

Kelompok V
BAB I
PEMBAHASAN
A. Batuan Beku
Batuan beku adalah bahan yang terbentuk akibat membekunya magma pada
waktu perjalanan ke permukaan bumi. Magma adalah cairan silikat yang panas dan pijar
yang terdiri dari unsur-unsur O, Si, Al, Fe, Mg, Ca, K, dan sebagainya. Hasil rekristalisasi
magma disebut membentuk berbagai macam jenis mineral dan mengikuti aturan
tingakat kristalisasi dari magma mengikuti Reaksi Bowen.

REAKSI BOWEN`S

Mineral-mineral pembentuk batuan beku dibagi 3 kelompok,yaitu :


1. Mineral Utama
Mineral utama adalah mineral yang terbentuk dari krisatalisasi
magma yang biasanya hadir dalam jumlah yang cukup banyak dan
menentukan nama atau sifat batuan.
2. Mineral Tambahan
Mineral tambahan adalah mineral yang terbentuk kristalisasi
magma, namun khadirannya relative sedikit (50 %), tidak menentukkan
nama sifat batuan.
3. Mineral Sekunder
Mineral sekunder adalah mineral yang terbentuk dar turunan
mineral utama.
1) Tekstur Batuan Beku
Tekstur adalah kenampakan dari batuan yang dapat merefleksikan
sejarah kejadiannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukkan tekstur batuan beku
adalah derajat kristalinitas, granulitas/besar butir dan kemas/fabric.
a. Granulitas/Butiran Butir
1. Faneritik : kristal-kristalnya dapat dilihat dengan mata biasa. Khusus
untuk batuan bertekstur faneritik, ukuran butirnya dapat ditentukan
sebagai berikut :
o Halus : besar butir < 1mm
o sedang : besar butir 1mm – 5mm
o Kasar : besar butir 5mm – 3cm
o sangat kasar : besar butir > 3cm
2. Afanitik : kristal-kristalnya sangat halus atau amorf, hanya dapat
dilihat dengan mikroskop
Jika batuan bertekstur porfiritik, maka ukuran fenokris dan
masadasar dipisah.
b. Struktur Batuan Beku
1. Masif/padat
2. Vesikuler (vesicular) → lubang-lubang sejajar
3. Skoria (scoriaceous) → lubang-lubang tidak teratur
4. Amigdalodal → lubang-lubang terisi mineral sekunder
5. Struktur aliran → mineral-mineral sejajar menunjukkan
6. Pumis (pumiceous) → lubang-lubang banyak, halus.

c. Warna Segar
Warna segar adalah warna asli atau warna sesungguhnya pada
batuan tersebut.
d. Warna Lapuk
Warna lapuk adalah warna yang sudah disebabkan suhu, takenan,
ataupun temperature.
e. Jenis Batuan
1. Batuan Beku Dalam (Plitonik)
Batuan beku dalam adalah batuan yang terbentuk barada jauh di
dalam bumi (15-50 km), proses pendinginan sangat lambat karena
dekat dengan astenosfer sehingga batuan seluruhnya terdiri atas
kristal-kristal
2. Batuan Beku Luar (Evusif)
Terbentuk di (dekat)permukaan bumi. Proses pendinginan sangat
cepat sehingga tidak sempat membentuk kristal. Struktur batuan ini
dinamakan amorf. Contohnya obsidian, riolit, batu apung.
f. Nama Batuan
Nama batuan adalah nama yang sesuai dengan tekstur yang telah
duicari.
B. Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dalam suatu siklus
sedimentasi (pelapukan – transportasi – sedimentasi – diagenesa).
1) Struktur Batuan Sedimen
a. Perlapisan
 Lapisan : tebal >1cm
 Laminasi : tebal < 1cm
b. Jenis perlapisan
 Perlapisan masif
 Paralel lamination
 Cross lamination/cross beds
 Convolute lamination
 Gradded bedding
 Injection structures (sandstones dykes)
c. Struktur di bidang perlapisan
 Di bagian bawah : load cast, flute cast
 Di bagian atas : ripple marks, mud cracks, rganic marks (tracks &
trails, burrow)
 Tekstur dan mineralogi batuan sedimen dapat merefleksikan lingkungan
pengendapan batuan sedimen.
2) Warna Segar
Warna segara adalah warna asli dari batuan tersebut.
3) Warna Lapuk
Warna lapuk adalah warna yang sudah dipengaruhi oleh suhu,
tekanan, dan temperature.
4) Jenis Batuan Sedimen
a. Batuan Sedimen Klasik
 Terdiri dari material detritus (hasil rombakan : pecahan),
memperlihatkan tekstur klastik (butiran berukuran lempung sampai
bongkah)
 Memperlihatkan berbagai struktur sedimen
 Proses : pelapukan, erosi, transportasi, sedimentasi
 Dapat dipelajari tentang sumber material (provenance), lingkungan
pengendapan/fasies, diagenesa.
b. Batuan Sedimen Non-Klasik
 Umumnya terdiri dari mineral autogenik
 Pada P dan T tertentu seringkali memperlihatkan gejala diagenesa,
akibatnya porositas batuan menjadi sangat rendah atau hilang
 Porositas primer rendah dan memperlihatkan tekstur mozaik (contoh
: batugamping)
 Kadang-kadang terdapat butiran yang amorf (seperti kalsedon & opal)
sebagai semen.
5) Nama Batuan
Nama batuan adalah nama dari batuan sedimen tersebut yang sesuai
dengan tekstur.
BAB II

HASIL PENELITIAN BATUAN BEKU

1. Penelitian Batuan Pada Lokasi Pertama

Praktikum yang kami lakukan di lokasi pertama yaitu mengidentifikasikan bataun


dan menetukan lokasi atau posisi kami pada peta. kami melakukan praktik ini untuk
mengetahui bagaimana cara kita menetukan batuan dengan melihat warna segar, warna
lapuk, tekstur, struktur, dan jenis batuan sehingga kita dapat menentukan nama batuan
tersebut. Dan kami menetukan posisi kami pada peta dengan melihat peta yang telah
disiapkan dengan skala 1 : 1 km atau 1 : 100.000 cm, dan cara menetukan posisi kami
yaitu dengan melihat jalan raya yang telah kami lalui dan aliran sunngai ataupun dengan
menggunakan Kompas.

 Hasil dari diskripsi batuan tersebut adalah sebagai berikut :

Lokasi Pertama : Pada daerah wisata gunung Pengsong

Warna Segar : Putih Kehijauan

Warna Lapuk : Kekuningan dan hitam

Struktur : Masif atau Padat

Tekstur : Fenaritik (dapat dilihat dengan mata) atau Kasar

Jenis Batuan : Batu Beku dalam


2. Penelitian Batuan Pada Lokasi Kedua

Pada lokasi kedua tepatnya pada gunung pengsong, seperti yang dilkukan pada
lokasi pertama yaitu menentukan batuan dan menentukan posisi pada peta, dan
menghitung Dip dan Strike pada batuan yang kami amati tersebut dan hasil diskripsip
yang kami lakuakan dengan batuan yang sama, yaitu :

 Hasil dari diskripsi batuan tersebut adalah sebagai berikut :

Lokasi Kedua : Pada Gunung Pengsong

Warna Segar : Biru Keabuan

Warna Lapuk : Coklat

Struktur : Masif

Tekstur : Faneritik

Jenis batua : Batu bekuan dalam

Dip dan Strike : hasil pengukuran yang dilakukan oleh anggota kelompok,
dengan posisi dan singkapan yang berbeda-beda dan batuan
yang sama

Nushrati : N 1410 E/900 SW

: N 1500 E/850 SW

Sabar Setyawan : N 1520 E/880 SW

: N 2240 E/850 SW

Joushi : N 2350 E/630 SW

: N 3320 E/480 SW
3. Penelitian Batuan pada lokasi Ketiga

Penelitian batuan kami lakukan di lokasi ke-3 yaitu batuan sedimen. Dan kami
melakukan penelitian dengan menentukan warna segar, warna lapuk, tekstur, struktur, dan
melakukan pengukuran dip dan stiker pada batuan tersebut serta mengukur ketebelan
lapisan pada batuan tersebut sehingga kita dapat menentukan nama batuan tersebut.

 Hasil dari diskripsi tersebut adalah sebagai berikut :

Lokasi Ketiga : pada Gunung Perempuan

Jenis Batuan : Batu Sedimen

Warna Segar : Biru Keabuan

Warna Lapuk : Coklat

Struktur : Masif

Tekstur : Faneritik

Pelapisan :

 Pengukuran Pertama

Biru : 12 cm

Putih : 44 cm

Coklat : 21 cm

Biru Keabuan : 13 cm

 Pengukuran Kedua

Biru : 10 cm

Putih : 40 cm

Coklat : 19 cm

Biru Keabuan : 12 cm
 Pengukuran Ketiga

Biru : 11 cm

Putih : 38 cm

Coklat : 15 cm

Biru Keabuan : 10 cm

Dip dan Strike : hasil pengukuran yang dilakukan oleh anggota kelompok,
dengan posisi dan singkapan yang berbeda-beda dan batuan
yang sama

David Bosita : N 2880 E/800 SW

: N 3120 E/890 SW

Widya Nabila M : N 1850 E/900 SW

: N 1950 E/720 SW

Anhar : N 2700 E/700 SW

: N 2230 E/600 SW
LAPIRAN
1. Lokasi Pertama

Gambar pada lokasi pertama nampak keseluruhan pada lokasi penentuan batuan

Gambar singkapan yang diidentifikasi pada Gambar Batuan yang diidentifikasi pada lokasi
lokasi pertama pertama
1. Lokasi Kedua

Gambar Lokasi Kedua nampak Keseluruhan Pada Gunung Pengsong

Gambar Pengukuran Dip dan Strike yang Gambar singkapan pada lokasi pengukuran
dilaukan oleh Nushrati
Gambar pengukuran Dip dan Strike yang Gambar singkapan pada lokasi pengukuran
dilakukan oleh Sabar Setyawan

Gambar pengukuran Dip dan Strike yang Gambar singkapan padalokasi pengukuran
dilakukan oleh Joshua
3. Lokasi Ketiga

Gambar Lokasi Ketiga kenampakan Gunung Perempuan

Gambar pengukuran Dip dan Strike yang


Gambar singkapan pada lokasi pengukuran
dilakukan oleh david Bosita
Gambar pengukuran Dip dan Strike yang Gambar sinkapan yang diukur pada lokasi
dilakukan oleh Nabila

Gambar pengukuran Dip dan Strike yang Gambar sinkapan yang diukur pada lokasi
dilakukan oleh Anhar
Gambar Pengukuran ketebalan Lapisan batuan Gambar Pengukuran ketebalan Lapisan
yang berwarna putih

Gambar Pengukuran ketebalan Lapisan Gambar Pengukuran ketebalan Lapisan


batuan yang berwarna coklat batuan yang berwarna biru
Klasifikasi Batuan

1. Jenis Batuan : Batuan Sedimen klastik

Warna Segar : Warna Putih

Warna Lapuk : Hitam Kekuning-kuningan

Struktur : Masif

Tekstur : Feneritik

2. Jenis Batuan : Batuan sedimen Klastik

Warna Segar : Warna Putih

Warna Lapuk : Warna Hitam/Coklat Kekuning-kuningan

Struktur : Masif

Tekstur : Fenaritik

3. Jenis Batuan : Sedimen

Warna Segar : Putih dan Hijau

Warna Lapuk : Hitam/coklat

Struktur : Masif

Tekstur : Afanitik

4. Jenis Batuan : Sedimen

Warna Segar : Putih dan hijau

Warna Lapuk : hitam kekuningan

Struktur : Masif

Tekstur : afanitik
Klasifikasi pada batuan

Gambar batuan 1 yang di klasifikasi Gambar batuan 2 yang di klasifikasi

Gambar batuan 3 yang di klasifikasi Gambar batuan 4 yang di klasifikasi