Anda di halaman 1dari 13

TUGAS 6

METALURGI LAS

Agy Randhiko

NPM : 1706990306

Program Magister Teknik

Departemen Teknik Metalurgi Dan Material

UNIVERSITAS INDONESIA

2018

Agy Randhiko - 1706990306


1. Jelaskan definisi kemampulasan (weldability) & faktor apa yang mempengaruhi
sifat tsb.
Kemampulasan (weldability) didefinisikan kapasitas suatu material yang akan dilas di
bawah kondisi fabrikasi khusus, sehingga sesuai dengan desain struktur dan dapat
menunjukkan performa yang memuaskan di lapangan. Hampir semua logam dapat dilas
namun terdapat logam yang lebih mudah dilas dibanding logam lainnya. kemampulasan
suatu material digunakan untuk menentukan proses pengelasan dan membandingkan
hasil akhir kualitas suatu material dengan material lainnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat kemampulasan material :

 Tipe penyambungan / desain dari lasan


 Kondisi di lapangan (services)
 Pemilihan proses pengelasan
 Sifat-sifat material, antara lain: temperatur titik lebur dan titik uap, sifat
listrik dan panas, afinitas lasan terhadap O, N, dan H, keberadaaan lapisan film
di permukaan logam induk.

2. Jelaskan kemampulasan dari baja AISI 1015 dan AISI 1040. Jelaskan jenis baja
karbon yang mana yang memiliki kemampulasan terbaik.
Kemampulasan dari baja karbon berbanding terbalik dengan kemampukerasan dari baja
karbon tersebut. Hal ini dikarenakan adanya pembentukan fasa martensit selama proses
perlakuan panas. Kemampukerasan dapat diukur dengan melakukan Jominy Test,
dimana dengan pengujian ini kita dapat mengetahui kemampukerasan suatu material
(biasanya baja), berikut contoh kurva hasil pengujian Jominy Test ini dan juga susunan
perangkatnya.

Gambar 1. Uji jominy

Agy Randhiko - 1706990306


Dengan adanya peningkatan kadar karbon, maka kemampukerasan akan meningkat dan
mengakibatkan kemampulasan menurun. Oleh karena itu, diperlukan adanya
keseimbangan (trade-off) antara kekuatan material dengan kemampulasannya. Dalam
membandingkan kemampulasan antara AISI 1015 dan AISI 1040 kita harus melihat
komposisi kimia dari kedua jenis baja ini, dapat dilihat pada tabel berikut :

Seri Baja Fe Mn C S P
AISI 1015 99.13 – 99.57 0.3 – 0.6 0.13 – 0.18 ≤ 0.05 ≤ 0.04
AISI 1040 98.6 - 99 0.6 – 0.9 0.37 – 0.44 ≤ 0.05 ≤ 0.04

Terlihat dari kandungan karbonnya, AISI 1015 tergolong ke dalam baja karbon rendah,
sedangkan AISI 1040 merupakan baja karbon sedang. Seperti dijelaskan di atas, AISI
1040 lebih tinggi sifat kemampukerasannya dibandingkan dengan AISI 1015, sehingga
dapat dikatakan bahwa AISI 1015 memiliki sifat kemampulasan yang lebih baik
dibanding AISI 1040. AISI 1040 masih dapat dilas, tetapi dengan diberikan perlakuan
pre-heating dan dilakukan PWHT.

3. Jelaskan hubungan antara komposisi logam yang akan dilas dengan sensitifitas
retak. Ukuran atau parameter apa yang dipakai untuk menentukan sensitifitas
retak lasan. Sebutkan beberapa rumusan yang saudara ketahui.
Hubungan antara komposisi logam yang akan dilas dengan sensitifitas retak dapat
dinyatakan dalam grafik karbon ekivalen seperti gambar di bawah ini.

Gambar 2. Grafik hubungan carbon equivalent dengan sensitifitas retak

Agy Randhiko - 1706990306


Parameter penting pada grafik di atas yang mempengaruhi sensitifitas retak pada lasan
adalah nilai Carbon Equivalent. Nilai carbon equivalent ini didapat dengan rumus:
(𝑴𝒏 + 𝑺𝒊) (𝑪𝒓 + 𝑴𝒐 + 𝑽) (𝑵𝒊 + 𝑪𝒖)
𝑪𝒂𝒓𝒃𝒐𝒏 𝑬𝒒𝒖𝒊𝒗𝒂𝒍𝒆𝒏𝒕 (𝑪𝑬) = 𝑪 + + +
𝟔 𝟓 𝟏𝟓

dengan melihat rumus di atas, maka dapat disimpulkan bahwa komposisi logam akan
sangat mempengaruhi besarnya nilai karbon ekivalen, dimana nilai karbon ekivalen ini
akan mempengaruhi sensitifitas retak pada proses pengelasan. Semakin besar nilai CE,
maka sensitifitas retak pada pengelasannya juga akan meningkat.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Liquation Cracking? Pada pengelasan jenis
material (baja) apa yang sering terjadi dan sebutkan pencegahannya.
Liquation cracking disebabkan karena adanya konstituen yang mempunyai titik leleh
rendah pada batas butir yang memicu terbentuknya retak skala mikro. Cacat ini juga
disebut sebagai hot cracking yang pada umumnya dihasilkan dari kombinasi regangan
karena panas yang muncul selama proses pengelasan dan karena keuletan yang rendah
di dalam material disebabkan adanya fasa liquid pada intergranular atau interdendritic.
Lokasi cacat ini terletak pada HAZ, di dalam logam induk, atau pada deposited weld
metal sebelumnya yang terpanaskan oleh passing berikutnya. Mekanisme penetrasi
liquation cracking di daerah HAZ melibatkan interaksi antara batas butir HAZ yang
bermigrasi dengan liquating matrix particle seperti karbida, sulfida, borida, dan
lainnya. Biasanya liquation cracking ini menyerang material Duplex SS (Ferralium 255
dan SAF 2205) dan Austenitic SS (Tipe 304 dan 304L). Gambar 3. Menunjukkan
struktur mikro jenis material ini yang terserang liquid cracking.

Gambar 3. Struktur mikro material yang terserang liquation cracking.

Agy Randhiko - 1706990306


Cara pencegahannya ialah dengan menggunakan elektroda yang sesuai dengan
komposisi logam induknya, mengatur masukan panas, dan untuk logam induk
sebaiknya dipilih yang memiliki butir halus dan kandungan impurities yang rendah.
Pada pengerjaan welding austenitic SS dan nickel alloys, minimalkan interface
temperature dibawah 150° C untuk menjaga hot cracking.

5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Hydrogen Induced Cracking? Pada


pengelasan jenis material (baja) apa yang sering terjadi dan sebutkan
pencegahannya.
Hydrogen Induced Cracking (HIC) juga biasa disebut Partially Melted Zone (PMZ)
cracking disebabkan oleh teriknya logam karena konsentrasi hidrogen yang tinggi. HIC
biasa terjadi karena atom H membentuk molekul H2 di dalam matriks logam. Dan
ketika molekul H2 tersebut mengalami penambahan jumlah akan menyebabkan
blistering pada permukaan ketika sistem menerima tekanan, dan apabila tekanannya
terus ditingkatkan maka akan terbentuk retak yang akan terus menjalar.

Syarat terjadinya HIC :

 Terdapat hidrogen dalam baja yang dapat berdifusi


 Tercipta tegangan sisa yang tinggi
 Ada struktur mikro yang rentan terhadap retak (HV>350) seperti martensit.

Sebelumnya harus diketahui bahwa liquation (proses pemisahan atau segregasi logam
yang biasa terjadi di sepanjang fusion boundary intergranular ). Liquation akan
melemahkan batas butir sehingga daerah lasan akan mengalami retak ketika solidifikasi
terjadi dan ada tegangan yang bekerja. Besi cair memiliki kelarutan hidrogen hingga 3-
4 kali dibanding dalam keadaan solid, lapisan grain boundary liquated pada PMZ akan
bertindak sebagai “pipeline” bagi hidrogen untuk berdifusi dari lasan melalui fusion
boundary . Proses ini akan mengakibatkan timbulnya supersaturated hydrogen pada
batas butir dengan kekerasan yang tinggi dan mampu menyebabkan retak yang
berujung pada kegagalan.

Untuk material yang biasanya sering mengalami HIC ini ialah Low alloy dan High
strength steel seperti Titanium dan Nikel. Umumnya, baja dengan kekerasan dibawah
30 HRC dan kekuatan tarik dibawah 145000 Psi atau 1000 Mpa tidak mengalami
fenomena HIC ini.

Agy Randhiko - 1706990306


HIC dapat dicegah dengan melakukan hal-hal berikut :

 Area logam las harus bersih dan terbebas dari kelembaban


 Melakukan pre-heat dan post-heat yang tepat
 Meminimalisir joint stress
 Memilih logam pengisi yang tepat (dapat mengacu pada klasifikasi milik AWS)
 Packaging dan Storing harus terbebas dari hidrogen, baik itu dalam keadaan
vakum atau diberi sedikit pemanasan suhu rendah.

Gambar 4. Hubungan stress, sensitive microstructure dan hydrogen level.

6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Lamelar Tearing ? Pada pengelasan jenis
material (baja) apa yang sering terjadi dan sebutkan pencegahannya.
Lamelar tearing pada material dapat diartikan sebagai keretakan material akibat
pengelasan yang berbetuk lapisan yang terletak di dalam material dan searah
permukaan material pelat tersebut. Lamelar tearing ini pada umumnya terjadi pada
material pelat baja rolled, dimana ini adalah kondisi berbahaya yang terjadi ketika
material pelat yang mempunyai sifat kelenturan yang rendah (low ductility) yang dilas
secara tegak lurus terhadap arah ketebalan pelat tersebut.

Gambar 5. Proses terjadinya lamellar tearing

Agy Randhiko - 1706990306


Keretakan lamelar tearing terjadi karena hal berikut :
 Regangan (strain) karena kontraksi akibat perubahan suhu terjadi pada arah
ketebalan pelat (through thickness direction of plates)
 Adanya inklusi/sisipan material non-metal yang berupa bidang lapisan tipis
dimana bentuk utama dari sisipan (planar) tersebut searah dengan permukaan
pipa. Sehingga regangan (strain) akibat kontraksi tersebut akan memaksa inklusi
non-metal tadi sebagai pemicu untuk membentuk bukaan planar pada arah
pararel terhadap permukaan pelat.
Cacat lamelar tearing biasanya berada di daerah-daerah tertentu pada hasil lasan
sebagai berikut :

Gambar 6. Daerah hasil lasan yang sering terjadi lamelar tearing

Struktur mikro cacat lamelar tearing dapat dilihat pada Gambar 7.

Gambar 7. Lamelar tearing pada baja dan dekat pengelasan baja C-Mn

Metode pencegahan untuk mengurangi lamelar tearing sebagai berikut :


 Menghindari tegangan tarik yang bekerja pada ara transversal terhadap sampel
 Pengurangan kadar sulfur
 Penambahan Ce dan Ca yang menghasilkan butir bukan logam yang terbentuk
bulat sehingga mengurangi kepekaan terhadap lamelar tearing.

Agy Randhiko - 1706990306


7. Jelaskan apa yang terjadi pada daerah lasan pada material yang mengalami canai
dingin (cold rolled) dan kemudian di las. Apa pula yang terjadi jika material
dilakukan aging .
Proses canai dingin merupakan proses yang dilakukan pada temperatur kamar atau
dibawah temperatur rekristalisasi. Proses canai dingin menyebabkan terjadinya
mekanisme penguatan pada benda kerja yang diikuti dengan turunnya keuletan, dimana
benda kerja menjadi lebih kuat, lebih keras, lebih rapuh. Pada proses canai dingin
tegangan alir benda kerja menjadi semakin meningkat. Pada struktur mikro spesimen
pasca dilakukan pengelasan akan memiliki struktur yang berbeda-beda mulai dari
logam induk, HAZ, sampai ke struktur logam las. Perbedaan ini sesuai dengan siklus
panas yang dialaminya. Perbedaan siklus panas, menyebabkan perbedaan struktur, dan
perbedaan struktur mengakibatkan perbedaan sifat mekanik. Selanjutnya apabila
material pasca las dilakukan aging atau penuaan akan terjadi 2 kemungkinan. Material
baja akan mengalami pelunakan dan alumunium akan terjadi penguatan larutan padat.
Dimana langkahnya sebagai berikut :

 Annealing pada temperatur 723oC + 50oC untuk membentuk vacancies agar butir
dapat bergerak
 Di-quench hingga mencapai super saturated solid solution
 Tempering lagi dan ditahan hingga terbentuk presipitat atau pengendapan dan
semakin lama waktu aging yang dilakukan interface-nya akan berubah dari fully
coherent – semi coherent – incoherent.

Dengan melakukan tahapan aging di atas maka aluminium akan menjadi lebih kuat,
begitu juga dengan aluminium setelah proses pengelasan.

8. Jelaskan pengaruh faktor komposisi kimia dan ketebalan material yang akan
dilas dengan weldability-nya. Mana yang saudara harus pilih bila pada pengelasan
kemungkinan dari kedua faktor tsb. Referensi apa yang sdr pakai.
Mampu las material yang akan di las dipengaruhi oleh karbon ekuivalen (CE).
Sebenarnya nilai karbon ekuivalen menunjukkan hubungan antara kepekaan baja
terhadap timbulnya retak dengan komposisi kimia baja. Jadi karbon ekuivalen pada
dasarnya mengindikasikan pengaruh unsur-unsur yang terkandung pada baja terhadap
kemungkinan terjadinya retak. Berkorelasi positif dengan kesensitifan terjadinya retak,
artinya kepekaan baja terhadap retak akan turun jika nilai karbon ekuivalen menurun.

Agy Randhiko - 1706990306


Material dengan nilai CE yang tinggi juga dapat dilas jika dilakukan proses preheat
terlebih dahulu.

Material logam dengan ketebalan tinggi memiliki kemampulasan yang lebih baik
dibandingkan dengan material dengan ketebalan yang lebih tipis. Hal ini berkaitan
dengan sifat ketahanan terhadap panas. Material plat tipis cenderung mudah berlubang
apabila dikenai panas terlalu lama sehingga diperlukan kontrol panas yang baik
terutama untuk plat tipis. Contoh dalam kasus baja untuk keperluan struktural. Dimana
sifat material baja structural yang diperlukan ialah:

Features Reason
Light weight Structural steel memiliki kekuatan yang tinggi
Durability Mengurangi biaya perawatan dan umur pemakaian yang lama
Ductility Kemampuan berdeformasi setelah yield
Shear strength Mencegah terjadinya rusak secara tiba-tiba
Weldability Mampu untuk dilas
Young modulus Ketahanan untuk berdeformasi

Hal di atas hanya dasar dalam menentukan biaya yang digunakan dalam aplikasi
struktural. Pada kenyataannya safety dan cost menjadi 2 hal yang tidak jarang saling
menghalangi Pertimbangan dalam menentukan baja yang akan dipilih. Berdasarkan
literatur yang saya gunakan yakni Jurnal “Welding Options In Steel Construction”
karya Dr. Jayanta k Saha, yang menjabat sebagai General Manager di Institute for Steel
Development & Growth, Kolkata, India, dalam rangka cost effective karbon ekivalen
menjadi salah satu step yang diperhatikan.
Dimana seperti yang kita ketahui tentang HIC, faktor komposisi kimia lebih
diutamakan dibanding dimensi ketebalan pelat bajanya. Jadi menurut literatur dan
referensi yang ada komposisi kimia lebih diutamakan untuk menentukan pengelasan
dibanding ketebalan material.

Agy Randhiko - 1706990306


9. Apa tujuan utama preheating dan PWHT ? beri contoh material yang dilakukan
preheating dan atau PWHT.
a. Preheating
Berdasarkan AWS Standard Welding Terms and Definition, proses preheating
adalah ketika terdapat panas yang diberikan ke base metal atau substrat untuk
mencapai dan mempertahankan temperatur preheat. Temperatur preheat
merupakan temperatur di sekeliling base metal sebelum pengelasan dimulai.
Preheating dapat dilakukan dengan menggunakan gas burners, oxy-gas flames,
electric blankets, induction heating atau dengan pemanasan dapur. Untuk hasil
yang sangat baik harus diperhatikan untuk pemanasan yang seragam di daerah
penyambungan. Karena pemanasan yang tidak seragam daat menyebabkan
peningkatan tegangan sisa, distorsi, atau perubahan secara metalurgi yang tidak
diinginkan.
Tujuan dari proses preheat ini sebagai berikut :
 Memperkecil kecepatan pendinginan pada logam induk dan logam lasan,
sehingga membuat lebih ulet dan tahan terhadap keretakan
 Memperlambat kecepatan pendinginan untuk memberi kesempatan
hidrogen keluar, sehingga memperkecil terjadinya retak
 Memperkecil tegangan sisa akibat penyusutan pada logam lasan yang
berbatasan dengan logam induk
 Meningkatkan ketahanan terhadap kegetasan yang terjadi pada fabrikasi.

Preheating dapat dilakukan pada berbagai jenis logam, tetapi terutama dapat
direkomendasikan untuk logam yang memiliki Carbon Equivalent (CE) di atas
0.45.

Rekomendasi temperatur preheat untuk berbagai jenis logam :


Jenis Logam Preheat Temperature (oC)
HT 50 20 – 100
HT 60 60 – 100
HT 70 80 – 100
HT 80 100 – 180

Agy Randhiko - 1706990306


b. Post Weld Heat Treatment
Post Weld Heat Treatment merupakan serangkaian perlakuan panas setelah
welding yang berfungsi untuk meningkatkan sifat fisik. Seperti yang diketahui
setelah proses pengelasan biasanya terdapat tegangan sisa yang menyebabkan
kegetasan yang dapat mengakibatkan distorsi pada saat permesinan atau
menginisiasi untuk terjadinya stress corrosion.
Tujuan dari proses preheat ini sebagai berikut :
 Mereduksi stress yang disebabkan karena proses manufaktur
 Untuk meningkatkan ketahanan terhadap brittle fracture
 Untuk meminimalkan potensial hydrogen induced cracking (HIC)
 Mengurangi tegangan sisa yang terjadi akibat pengelasan untuk mencegah
terjadinya distorsi pada logam las.
Contoh dari proses PWHT ini adalah pada baja karbon dimana hasil lasan baja
karbon tersebut dipanaskan pada temperatur 600 – 650°C dan ditahan selama 1
jam per 25 mm tebal lasannya. Proses PWHT juga dapat dilakukan pada material
aluminium paduan dengan melakukan proses seperti pada Gambar 8.

Gambar 8. Proses heat treatment pada aluminium paduan

Untuk angka I menunjukan waktu pemanasan paduan, II waktu perendaman, III


pendinginan setelah solution heat treatment, IV pendinginan untuk proses
penstabilan, V pendinginan untuk proses penyeragaman.

Agy Randhiko - 1706990306


10. Suatu baja konstruksi (carbon steel) dengan tipe A515 grade 70 untuk bejana
tekan (pressure vessel) memiliki komposisi kimia 0.35% C, 1.2% Mn, 0.4% Si.
Hitunglah karbon ekivalen (CE) dan jelaskan kemampulasan dari baja tersebut
serta treatment apa saja yang menurut saudara harus dilakukan pada pengelasan
material tersebut. Gunakan tabel dibawah untuk analisa saudara.

Preheating Requirement Based on CE


CE (%) Preheating Required
Up to 0.45 Preheat optional
0.45 to 0.60 Preheat to 93 – 205 deg C
Over 0.60 Preheat to 205 to 370 deg C

Diketahui :
Komposisi kimia dari carbon steel A515 grade 70 untuk bejana tekan :
C (%) Mn (%) Si (%)
0.35 1.2 0.4

Hitunglah Carbon Equivalent (CE) dari carbon steel A515 grade 70 tersebut.
(𝑀𝑛 + 𝑆𝑖) (𝐶𝑟 + 𝑀𝑜 + 𝑉) (𝑁𝑖 + 𝐶𝑢)
𝐶𝐸 = 𝐶 + + +
6 5 15
(1.2 + 0.4) (0 + 0 + 0) (0 + 0)
𝐶𝐸 = 0.35 + + +
6 5 15
𝐶𝐸 = 0.35 + 0.267
𝐶𝐸 = 0.6167%
Kemampulasan (weldability) dari material A515 grade 70 untuk bejana tekan ini bisa
dibilang buruk karena nilai CE-nya yang cukup tinggi. Semakin besar nilai CE, maka
kekerasan yang akan dihasilkan pada material hasil las akan semakin besar. Dengan
adanya nilai kekerasan yang tinggi, maka weldability atau kemampulasan material
tersebut juga akan semakin rendah karena rentan terjadi retak pada hasil lasan. Salah
satu treatment untuk mencegah terjadinya retak pada lasan yaitu dengan melakukan
preheat untuk menghindari terjadinya laju pendinginan yang cepat.
Dari hasil perhitungan CE tersebut carbon steel A515 grade 70 untuk bejana tekan
didapatkan nilai CE = 0.6167%. Berdasarkan Tabel “Preheating Requirement based on
CE” temperatur preheat yang harus dilakukan adalah 205oC – 307oC.

Agy Randhiko - 1706990306


Berdasarkan kandungan karbonnya, baja tersebut termasuk ke dalam kategori medium
carbon steel dimana dalam hal kemampulasannya diperlukan preheat dan postheat.
Kemudian elektroda yang digunakan harus rendah kandungan hidrogennya, adanya
pengontrolan temperatur pada saat perubahan antarfasa dan dilakukan post weld heat
treatment setelahnya untuk menghilangkan tegangan sisa.

Agy Randhiko - 1706990306

Anda mungkin juga menyukai