Anda di halaman 1dari 22

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER

PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK PELAYANAN KESEHATAN

Oleh :
FATIMAH AZZAHRA , S.Kep.,NS

UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA PROGRAM STUDI S2 MAGISTER


ADMINISTRASI RUMAH SAKIT
2014
DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................................................... 3


A. PERENCANAAN ........................................................................................................................................ 3
B. STRATEGI.................................................................................................................................................. 4
BAB II. PEMBAHASAN...................................................................................................................... 6
A. PERENCANAAN STRATEGI ..................................................................................................................... 6
B. PROSES PERENCANAAN STRATEGIS..................................................................................................... 8
C. ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL ...................................................................................................... 9
D. ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL ................................................................................................ 13
E. ANALISIS SWOT .................................................................................................................................. 15
F. PENETUAN STRATEGI, MISI DAN TUJUAN........................................................................................ 20
BAB III. KESIMPULAN ....................................................................................................................21
A. KESIMPULAN PERENCANAAN STRATEGIS ........................................................................................ 21
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................................22

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Perencanaan

David (2005) menyatakan bahwa perencanaan terdiri atas semua aktivitas


yang terkait dengan persiapan masa depan dan merupakan jembatan terpenting
antara saat ini dan waktu yang akan datang. Fungsi perencanaan mencakup
kegiatan manajerial yang menentukan sasaran dan alat yang tepat untuk
mencapai sasaran tersebut, perencanaan juga menjadi salah satu indicator
manajemen yang baik.
Secara garis besar terdapat empat langkah perencanaan yang dapat di pakai
untuk semua kegiatan perencanaan pada semua jenjang organisasi , Langkah
tersebut adalah :
1. Menetapkan sasaran
Kegiatan perencaan di mulai dengan memutuskan apa yang ingin di
capai organisasi. Tanpa sasaran yang jelas, sumberdaya yang dimiliki
organisasi akan menyebar terlalu luas , dengan menetapkan prioritas
dan merinci sasaran secara jelas, organisasi dapat mengarahkan sumber
agar lebih efektif.
2. Merumuskan posisi organisasi pada saat ini
Jika sasaran telah ditetapkan, pimpinan harus mengetahui dimana
organisasi berada saat ini dan sumberdaya apa yang dimiliki pada saat
ini untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan tersebut. Perncanaan
baru dapat disusun jika organisasi telah mengetahui posisinya pada
saat ini. Untuk ini, organiasasi harus memiliki suasana keterbukaan
agar informasi mengalir dengan lancer terutama data keuangan dan
statistic.
3. Mengedentifikasi factor-faktor pendukung dan penghambat menuju
sasaran
Selanjutnya perlu diketahui factor-faktor, baik intenal maupun
eksternal, yang diperkirakan dapat membantu dan menghambat

3
organisasi mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Diakui jauh lebih
mudah mengetahui apa yang akan terjadi pada saat ini, dibandingkan
dengan meramalkan persoalan atau peluang yang akan terjadi dimasa
dating . Melihat kemungkinan ke depan adalah unsur utama yang
paling sulit dalam perencanaan.
4. Menyusun langkah-langkah untuk mencapai sasaran
Langkah terkahir dalam kegiatan perencanaan adalah mengembangkan
berbagai kemungkinan alternative atau langkah yang diambil untuk
mencapai sasaran yang telah ditetapkan mengevaluasi alternative
alternative itu , dan memilih mana yang dianggap paling baik, cocok ,
dan memuaskan.
Perencanaan merupakan kata yang sering diucapkan oleh berbagai kalangan,
sehingga mudah dan telah sering kita kenal , namun sering terlewatkan oleh
karena :
1. Keterbatasan waktu
2. Keterbatasan kemampuan
3. Kurang konsisten dalam memulai langkah.

B. Strategi

Strategic adalah suatu yang harus dikerjakan, sedangkan taktik adalah


bagaimna cara mengerjakannnya . Menurut Stephanie K.Marrus seperti yang
dikutip oleh Husien Umar (2001), Strategi didefinisikan sebagai suatu proses
penentuan rencana oleh para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan
jaka panjang organisasi , disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana
agar tujuan tersebut dapat dicapai.
Pengertian strategi dalam pelayanan kesehatan menurut Duncan et al. (1996)
mempunyai tiga pengertian, yaitu :
1. Merupakan pola dalam pengembilan keputusan dengan memerhatikan
organisasi didalam lingkungan.
2. Merupakan prilaku organisasi yang berkaitan dengan apa yang akan ,
sedang, dan harus dilakukan

4
3. Merupakan rencana yang berorientasi pada masa depan yang berfungsi
sebagai suatu perangkat panduan bagi manajemen

Profil
Organisasi Visi Organisasi
Strategi
saat ini dimasa depan

Gambar 1.1 Strategi yang menghubungkan saat ini dan masa depan
(Duncan et al ., 1996)

Terdapat beberapa konsep mengenai strategi. Pertama , strategi adalah


program umum untuk mencapai sasaran organisasi dan melaksanakan misinya.
Strategi memberikan pengarahan terpadu bagi organisasi dan berbagai tujuan
organisasi, memberikan pedoman pemanfaatan sumber daya organisasi yang
digunakan untuk mencapai tujuan. Kedua, strategi adalah pedoman umum
organisasi untuk mencapai tujuan. Kedua , strategi adalah pedoman umum
organisasi untuk menghadapi perubahan lingkungan sepanjang waktu.
Strategi menghubungkan sumberdaya manusia dan berbagai suber daya
lainnya dengan tantangan dan risiko yang harus dihadapi dari lingkungan
eksternal organisasi.

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Perencanaan Strategi

Olsen dan Eadie (1982), perencanaan strategis adalah upaya yang


didisiplinkan untuk membuat keputusan dan tindakan penting yang
membentuk dan memandu bagaimana menjadi organisasi (atau entitas
lainnya), apa yang dikerjakan organisasi (atau entitas lainnya), mengapa
organisasi mengerjakan hal seperti itu.
Duncan (1996) mendefinisikan rencana strategis sebagai suatu proses yang
digunakan untuk menelaah situasi dan mengembangkan tata cara
pengambilan keputusan didalam suatu organisasi. Hasil dari suatu proses
perencanaan strategis adalah suatu rencana atau strategi. Filosofi yang
menghubungkan perencanaan strategis dengan keputusan operasional rutin
organisasi dalam pengelolaannya disebut manajemen strategis. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa perenacanaan strategis merupakan bagian dari manajemen
strategis.
Dalam proses manajemen strategis organisasi kesehatan menurut Duncan,
pada tahap strategic implementation dilakukan operation strategies (fungsional
dan organisasional) yang terdiri dari system informasi, strategi pemasaran,
strategi keuangan, dan strategi sumber daya manusia.
Menurut Bryson (2004), proses perencanaan strategis terdiri dari delapan
langkah, yaitu :
1. Memperkarsai dan menyepakati suatu proses perencanaan strategis
2. Mengenditifikasi mandate organisasi
3. Memperjelas misi dan nilai-nilai organisasi
4. Menilai lingkungan eksternal : peluang dan ancaman
5. Menilai lingkungan internal : kekuatan dan kelemahan
6. Mengedentifikasi isu strategis yang dihadapi organisasi

6
7. Merumuskan strategi untuk mengelola isu-isu
8. Menciptakan visi organisasi yang efektif bagi masa depan

Perencanaan strategic adalah upaya melihat ke jangka waktu yang akan datang
dan mempunyai ciri-ciri dibawah ini :
1. Sumber daya dan kemampuan Rumah Sakit
2. Peluang dan resiko yang ada di lingkungan
3. Biasanya dibuat oleh manager puncak
4. Bersifat umum dan tidak spesifik
Perencanaan ini merupakan tingkat awal yang masih global sehingga
memerlukan upaya perencanaan lebih lanjut yang lebih spesifik dan jangka
lebih pendek. Perencanaan ini biasanya merupakan terjemahan dari sisi lain
rumah sakit, yaitu harapan para pendiri atau pemilik rumah sakit kemudian
diterjemahkan dalam perencanaan yang akan dicapai.

Komponen yang terkait dalam perencanaan strategic :


1. Lingkungan dalam rumah sakit yang bermaksud mengetahui tentang
kekuatan dan kelemahan rumah sakit
2. Lingkungan luar rumah sakit yang bermaksud mengetahui tentang
peluang dan hambatan yang akan didapat atau akan dijumpai.

Keuntungan menerapkan manajemen strategis menurut Duncan dkk (1995) :


1. Manajemen strategis akan meningkatkan kinerja keuangan jangka
panjang
2. Manajemen strategis memberi organisasi sebuah konsep tujuan
spesefik, pedoman dan konsistensi dalam pengambilan keputusan
3. Manajer memahami keadaan saat ini, memikirkan masa depan dan
mengenali tanda-tanda yang mengisyarakatkan perlunya perubahan
4. Mamanjemen strategis membuat para manajer saling berkomunikasi
baik secara vertical maupun horizontal
5. Koordinasi dalam organisasi sering maningekat dalam organisasi yang
dikelola dengan manajemen strategis

7
6. Manajemen strategis meningkatkan inovasi dan perunbahan dalam
organisasi untuk menyesuaikan dengan perubahan situasi

Manajemen strategis telah dipelajari dengan teliti dan disetujui bahwa tidak
ada kelemahan yang fatal dalam hal konsep . Namun, manfaat maksimal tidak
akan didapat jika :

1. Komitmen yang kurang dari pihak to manajemen


2. Perhatian yang kurang pada pengumpulan data yang diperlukan dalam
pembuatan keputusan
3. Salah faham, mengganggap bahwa tujuan dapat terjaga dengan
sendirinya
4. Gagal dalam mengintegrasikan perencanaan dan budgeting
5. Kurang perhatian dalam implementasi strategis.

B. Proses Perencanaan Strategis

Proses perencanaan strategis atau manajemen strategis merupakan proses


pengarahan usaha perencanaan strategis dan menjamin strategi tersebut
dilaksanakan dengan baik sehingga menjamin kesuksesan organisasi dalam
jangka panjang. Manajemen strategi meliputi formulasi dan implementasi
strategi sebagai berikut :
1. Formulasi Misi dan Tujuan
Pertanyaan mendasar dalam formulasi misi dan tujuan adalah “Apa
usaha kita?” dan “Apa usaha kita yang seharusnya?”.
2. Analisis Tujuan dan Strategi Saat ini
Dalam perjalanan waktu, manajer suatu organisasi barangkali akan
kehilangan “minat” terhadap misi yang pertama kali mereka
perjuangkan. Manajer harus diingatkan kembali pada misi awalnya.

3. Analisis Lingkungan
Bertujuan melihat perubahan-perubahan dalam lingkungan,
demografis, politik, sosial, ekonomi, yang akan mempengaruhi

8
organisasi. Perubahan dalam lingkungan eksternal organisasi dapat
menghasilkan kesempatan maupun ancaman, tergantung bagaimana
reaksi organisasi. Untuk memperoleh informasi perubahan lingkungan,
perlu dikembangkan system informasi strategis, pengembangan bisnis
data, keluhan atau komentar dari pihak luar (pelanggan dan supplier).
4. Analisis Sumberdaya
Dilakukan bersamaan dengan analisis lingkungan, melalui analisis
kekuatan dan kelemahan organisasi.
5. Identifikasi Kesempatan Strategis
Kesempatan strategis merupakan gap antara situasi apabila organisasi
menggunakan tujuan dan strategi yang dirumuskan dalam proses
penentuan tujuan dengan situasi apabila organisasi menggunakan
strategi sekarang ini (tanpa perubahan). Kesempatan strategis muncul
apabila organisasi menetapkan tujuan baru yang lebih sulit, atau
apabila ada persaingan yang ketat dan mengakibatkan organisasi tidak
berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
6. Pengambilan Keputusan Strategis
Organisasi dapat mengembangkan sejumlah altrnatif strategis untuk
memanfaatkan kesempatan strategis.

Proses perencanaan strategic meliputi tahapan-tahapan yang dilalui. Proses ini


meliputi :
1. Analisis lingkungan dalam dan luar
2. Analisis SWOT
3. Penentuan strategi
4. Penerimaan Misi
5. Penentuan tujuan

C. Analisis Lingkungan Internal

Analisa lingkungan internal dilakukan untuk mengetahui tingkat daya saing


perusahaan berdasarkan kondisi internal perusahaan berdasarkan kondisi

9
internal perusahaan. Faktor internal perusahaan spenuhnya dapat dikendalikan
sehingga kelemahan yang diketahuinya dapat diperbaiki.
Analisa internal menurut Porter yang dikenal dengan rantai nilai yang
memposisikan perusahaan pada matriks strategi generik dan menemukan
keunggulan bersaing perusahaan melalui analisa kompetensi inti. Rantai nilai
ini mensyaratkan bahwa untuk mencapai suatu margin, perusahaan harus
didukung oleh kegiatan utama dan penunjang.
Kegiatan utama merupakan aktivitas utama perusahaan, meliputi fungsi :
1. Logistik Kedalam
Aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan penerimaan,penyimpanan,
informasi mengenani : Gudang, persediaan atau jadwal pengiriman.
2. Operasi
Aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan transformasi input
produksi menjadi produk akhir, yang meliputi : permesinan, perakitan,
pengetesan, pengepakan, dan pemeliharaan mesin/peralatan.
3. Logistik Keluar
Aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan pengumpulan,
penyimpanan, dan distribusi produk ke konsumen.
4. Pemasaran dan Penjualan
Menyediakan fasilitas sehingga konsumen dapat membeli produk, dan
mencakup pula kegiatan seperti : periklanan, penjualan, penentuan
harga, jalur distribusi, dan promosi.
5. Pelayanan
Menyediakan pelayanan untuk memelihara dalam hal ini nilai dari
produk yang mencakup : instalasi, pelatihan, penyediaan suku cadang,
perbaikan dan pemeliharaan.
Pungsi penunjang merupakan aktivitas pendukung perusahaan yang
meliputi:
1. Pengadaan
Merupakan fungsi dari bagian pengadaan, yang mencakup semua
prosedur pembelian dengan pemasok, yang melibatkan antar
perusahaan.
2. Pengembangan Teknologi
Tidak hanya pengembangan teknologi dalam hal mesin dan proses saja

10
tetapi juga pengetahuan / keahlian, prosedur dan sistem.
3. Manajemen Sumber Daya Manusia
Termasuk didalamnya semua aktivitas perekrutan, pelatihan,
pengembangan, dan penilaian karyawan.
4. Infrastruktur Perusahaan
Meliputi manajemen secara umum, perencanaan dan keuangan,
pengendalian kualitas, dan sistem informasi. Infrastruktur perusahaan
mendukung semua aktivitas rantai nilai, yang dapat membantu
perusahaan dalam mencapai keunggulan bersaing.

Komponen utama untuk mencapai keunggulan bersaing adalah kompetensi


inti perusahaan yang mengandalkan asset atau skill. Prahalad menggambarkan
kompetensi inti sebagai akar pendukung sebuah pohon, dahannya adalah
produk inti dan rantainya adalah bisnis. Dengan kompetensi inti yang
merepresentasikan kesatuan asset dan teknologi, perusahaan akan mampu
membentuk nilai optimal bagi konsumen maupun perusahaan, memposisikan
diri secara khas atas pesaing, kemampuan memperluas pasar, dan antisipasi
proaktif terhadap perusahaan.
Analisis lingkungan dalam rumah sakit berarti melakukan upaya untuk
menguraikan hal-hal yang ada dalam rumah sakit , keadaan itu meliputi :
1. Perangkat keras
2. Perangkat lunak
3. Sumber daya manusia
Keadaan lingkungan rumah sakit yang perlu diperhatikan diantaranya tertera
pada table berikut :
Table 1. Keadaan Lingkungan Rumah Sakit

NO KELOMPOK KEADAAN
1 PERANGKAT KERAS 1. Luas tanah
2. Status tanah
3. Luas bangunan
4. Kondisi bangunan
5. Jumlah alat medis
6. Kondisi alat medis

11
7. Jumlah alat kantor
8. Kondisi alat kantor
9. Jumlah ambulance
10. Kondisi ambulance
2 PERANGKAT LUNAK 1. Struktur organisasi
2. System pemasaran
3. System keuangan
4. System kepegawaian
5. System informasi
3 SUMBER DAYA MANUSIA 1. Jumlah manajer
2. Kemampuan manajer
3. Jumlah tenaga medis
kemmpuan tenaga
medis
4. Jumlah perawat
5. Kemampuan perawat
6. Jumlah tenaga non
medis
7. Kemampuan tenaga
non medis
8. Pelatihan tenaga
9. Pengembangan
tenaga

Analisa yang dilakukan adalah :


“memikirkan apa kekuatan dan kelemahan atau strength and weeknes
lingkungan dalam rumah sakit “
Dengan analisis ini maka perencanaan akan didapat :
1. Mengukur langkah yang dapat dilakukan
2. Mempersiapkan hal-hal yang kurang dan diperlukan
3. Terus meningkatkan kekuatan yang ada.

12
D. Analisis Lingkungan Eksternal

Perusahaan selalu dipengaruhi oleh lingkungan dimana perusahaan berada,


pengaruh ini timbul dan berada diluar jangkauan serta biasanya terlepas dari
situasi perusahaan. Analisa eksternal digunakan untuk mengidentifikasi
peluang dan ancaman serta kecenderungan masa depan yang digunakan
sebagai masukan dalam formulasi strategi.
Analisa ini melihat kecendeungan yang terjadi pada lingkungan eksternal
perusahaan yang meliputi aspek :
1. Lingkungan Ekonomi
Faktor-faktor dominan yang mempengaruhi perekonomian secara
menyeluruh seperti : kebijakan moneter, nilai tukar uang, tingkat
inflasi, tingkat suku bunga.
2. Lingkungan Politis
Faktor-faktor kondisi politis suatu negara / kawasan yang
mempengaruhi dunia usaha, seperti : perjanjian perdagangan
internasional, kebijakan perburuhan, kondisi politik suatu negara, isu-
isu hak asasi manuasia dan lain-lain.
3. Lingkungan Sosial
Faktor-faktor perubahan sosial budaya yang mempengaruhi, seperti :
perubahan pola konsumsi, perilaku konsumen, kepekaan konsumen
terhadap krisis ekondisi.
4. Lingkungan Teknologi
Faktor-faktor yang disebabkan oleh perubahan teknologi yang
mempengaruhi kebutuhan konsumen, seperti : teknologi informasi,
perubahan teknologi produksi, perubahan teknologi produk.

Analisis di lingkungan eksternal rumah sakit merupakan upaya menggunakan


komponen komponen lingkungan luar rumah sakit yang akan berpengaruh
terhadapa adanya peluang dan hambatan atau opportunity and threat keadaan
yang perlu diperhatikan seperti berikut :
1. Pemerintahan
2. Kebutuhan masyarakat
3. Kondisi perumahsakitan

13
4. Asuransi
5. Perubahan harga
Komponen dan keadaan yang lebih rinci terdapat pada table berikut :
Table 2. Keadaan Lingkungan yang Lebih Rinci

NO KELOMPOK KEADAAN
1 PEMERINTAHAN 1. Peraturan baru
2. Program pemerintah yang terkait
3. Prioritas program
4. Perubahan tata kota
5. Perubahan kebijakan
6. Pelayanan yang cepat
2 KEBUTUHAN 1. Pelayanan yang dekat
MASYARAKAT 2. Pelayanan yang bemutu
3. Pelayanan murah
4. Pelayanan memuaskan
3 KONDISI 1. Adanya rumah sakit baru
PERUMAHSAKITAN 2. Adanya obat baru
3. Perluasan rumah sakit yang lain
4. RS pemerintah menjadi RS BLU
5. Perubahan tarif rumah sakit lain
4 ASURANSI 1. ASKES berubah pola
2. Asuransi swasta berkembang
3. Asuransi Jasa Raharja berkembang
4. JPKM mulai dikembangkan
5. Administrasi asuransi yang sulit
5 PERUBAHAN HARGA 1. Perubahan harga obat
2. Perubahan harga alat medis
3. Perubahan gaji
4. Perubahan harga alat tulis
5. Perubahan harga untuk pemeliharaan

14
E. Analisis SWOT

Analisa SWOT merupakan alat manajerial untuk menganalisa situasi utama


yang mempengaruhi tujuan perusahaan. Analisa ini dilakukan dengan melihat
kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
1. Kekuatan (Strengths)
Merupakan sumberdaya atau kapabilitas perusahaan yang dapat
digunakan secara efektif untuk mencapai tujuan.
2. Kelemahan(Weaknesses)
Merupakan keterbatasan perusahaan dalam mencapai tujuan, kelemahan
ini muncul karena keterbatasan sumberdaya.
3. Peluang (Opportunities)
Merupakan situasi yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan
yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan.
4. Ancaman (Threats)
Merupakan situasi yang tidak menguntungkan dalam lingkungan
perusahaan yang mempunyai potensial merusak strategi berupa kendala,
faktor eksternal yang menimbulkan masalah

Kerangka Kerja Analisa SWOT (Boesman, Strategic Management)

Pada tahap pertama analisa SWOT mengumpulkan faktor sukses kritis


internal dan lingkungan perusahaan, yang meliputi : struktur pasar,
persaingan, sumberdaya finansial, fasilitas, tenaga kerja, persediaan,
sistem pemasaran dan distribusi, riset dan pengembangan, manajemen,

15
lingkungan eksternal, histori, dan reputasi. Tahap selanjutnya adalah
melakukan evaluasi data untuk menentukan mana yang berkaitan
dengan peluang, ancaman, kekuatan atau kelemahan perusahaan
dengan mengenali profil kapabilitas perusahaan, yang meliputi faktor
manajerial, persaingan, finansial, dan teknikal.
Beberapa cara analisis keadaan dengan SWOT antara lain :
1. Strategik Business Unit (SBU), yaitu melihat kemampuan
masing masing unit pelayanan. Misalnya :
Pelayanan rawat jalan :
a) Bagaimana kekuatan dan kelemahannya
b) Bagaimana peluang dan hambatannya
2. Portofolio Matrix (PM), yaitu menggunakan grafik dari
pangsa pasar, hal ini lebih jelas pada produk produk fisik ,
untuk pelayanan kesehatan sulit di gunakan.
Berikut ini akan diperkenankan cara analisis SWOT yang diberi nama
“Mathematics of SWOT”, berarti perhitungan matematik dari nilai
SWOT .
1. DASAR
Tiap keadaan dari lingkungan luar dalam rumah sakit
dikuantifikasi dengan menentukan keadaannya menggunakan
skor atau penilaian.
1 = Buruk
2 = Kurang
3 = Baik
4 = Istimewa
contohnya :
a) Luas tanah = 1, bila lokasi yang dipunyai Rumah Sakit
sempit
b) Perubahan Tata Kota = 4, bila disekitar Rumah Sakit
akan dibangun daerah Real Estate
2. PERHITUNGAN
Tiap keadaan dari : Strenght = Kekuatan, Weekness =
Kelemahan, Oportunity = Peluang , Threat = Hambatan, diberi
penilaian seperti contoh table 4.

16
Sehingga nilai maksimum :
S = 25 Keadaan X 4 = 100
W = 25 Keadaan X 4 = 100
O = 25 Keadaan X 4 = 100
T = 25 Keadaan X 4 = 100
Table 3. Analisis SWOT

NO ANALISIS KEADAAN NILAI


Buruk Kurang Baik Istimewa
1 S dan W PERANGKAT 1. Luas tanah
KERAS 2. Status tanah
3. Luas bangunan
4. Kondisi bangunan
5. Jumlah alat medis
6. Kondisi alat medis
7. Jumlah alat kantor
8. Kondisi alat kantor
9. Jumlah ambulance
10. Kondisi ambulance
PERANGKAT 1. Struktur oranisasi
LUNAK 2. System pemasaran
3. System keuangan
4. System kepegawaian
5. System informasi
SUMBER 1. Jumlah manajer
DAYA 2. Kemampuan manajer
3. Jumlah tenaga medis
4. Kemampuan tenaga medis
5. Jumlah perawat
6. Kemampuan perawat
7. Jumlah tenaga non medis
8. Kemampuan tenaga non
medis
9. Pelatihan tenaga
10. Pengembangan tenaga

17
NO ANALISIS KEADAAN NILAI
Buruk Kurang Baik Istimewa
2 O dan T PEMERINTAHAN 1. Peraturan baru
2. Program
pemerintah yang
terkait
3. Prioritas
program
4. Perubahan tata
kota
5. Perubahan
kebijakan
KEBUTUHAN 1. Pelayanan yang
MASYARAKAT cepat
2. Pelayanan yang
dekat
3. Pelayanan
bermutu
4. Pelayanan
murah
5. Pelayanan
memuaskan
KONDISI 1. Adanya rumah
PERUMAHSAKIT sakit baru
AN 2. Adanya obat
baru
3. Perluasan
rumah sakit
yang lain
4. Rumah sakit
pemerintah
menjadi rumah
sakit BLU
5. Perubahan
rumah sakit
lain
ASURANSI 1. ASKES
berubah pola
2. Asuransi swasta
berkembang
3. Asuransi Jasa
Raharja
berkembang
4. JPKM mulai

18
dikembangkan
5. Administrasi
asuransi yang
sulit
PERUBAHAN 6. Perubahan harga
HARGA obat
7. Perubahan harga
alat medis
8. Perubahan gaji
9. Perubahan harga
alat tulis
10. Perubahan harga
untuk
pemeliharaan

3. Analisis MATHEMATIC OF SWOT


a) Plus, (S-W) + (O-T) = +
b) EQUAL (S-W) + (O-T) = 0
c) MINUS (S-W) + (O-T) = -
Contoh : S = 80
W = 60
O = 100
T = 40
(80-60) + (100-40) = 80 berarti PLUS
4. Grafik Mathematics of SWOT

19
F. Penetuan Strategi, Misi dan Tujuan

1. Strategi
Strategi adalah upaya pokok yang perlu diambil dalam situasi tertentu.
Seperti pada kondisi SWOT PLUS apa yang perlu dilakukan secara
global. Bila berpatokan pada hasil analisis SWOT yang tiga kelompok
yaitu : SWOT PLUS, SWOT EQUAL, SWOT MINUS, maka strategi
dapat dipilih.
2. Misi
Secara umum ada 5 jenis misi yaitu :
a) Misi khusus sepertyi misi agama
b) Misi ekonomi
c) Misi social
d) Misi pendidikan
e) Misi pengembangan
Secara praktis apabila diluangkan berapa persen kondisi ini
3. Tujuan
Penentuan tujuan adalah penetapan lebih lanjut dari misi yang harus
dicapai dalam bentuk yang lebih jelas dan dapat diukur.
Misi relative lebih global dan sulit diukur dan pada tujuan dapat
diukur, Ada yang menyebutkan misi adalah tujuan umum, dan tujuan
adalah tujuan khusus atau target.

20
BAB III
KESIMPULAN

A. Kesimpulan Perencanaan Strategis


Perencanaan strategi adalah cara terbaik untuk mencapai beberapa sasaran.
Untuk menentukan mana yang terbaik tersebut akan tergantung dari kriteria
yang digunakan. Sedangkan taktik adalah pilihan-pilihan yang dimiliki dalam
mengimplementasikan sebuah strategi. Pilihan-pilihan perencanaan strategi ini
akan bekerja atau tidak bekerja tergantung dari kriteria yang digunakan dan
pilihan-pilihan tersebut adalah yang berlangsung lama, tidak mudah diubah
dan mencakup situasi yang sangat terstruktur.
Tujuan perencanaan strategi pada umumnya didefinisikan sebagai sesuatu
yang ingin dicapai dalam jangka panjang; seperti bertahan hidup, keamanan
dan memaksimalkan profit. Sasaran lebih nyata yaitu pencapaian hal-hal yang
penting untuk mencapai tujuan. Mencapai sasaran akan lebih mendekatkan
pada tujuan. Sasaran pada umumnya lebih spesifik dan harus dapat diukur dan
biasanya mencakup kerangka target dan waktu.
Perencanaan strategi juga merupakan himpunan keputusan-keputusan dan
tindakan-tindakan manajerial yang menentukan kinerja jangka panjang sesuatu
organisasi. Perencanaa strategi sebagai bidang studi mencakup perhatian yang
intergratif mengenai kebijakan organisasi publik dengan penekanan yang lebih
berat kepada lingkungan dan strategi.

21
DAFTAR PUSTAKA

Ayuningtyas, Dumilah , Perencanaan Straregis Untuk Organisasi Pelayanan


Kesehatan, Rajawali Pers, Jakarta, 2013

Sabarguna, BS(1), Buku Pegangan Mahasiswa Manajemen Rumah Sakit,


Sagung Seto, Jakarta, 2011

Porter, M.E. Startegi Bersaing ; Teknik menganalisis Industri dan pesaing,


Cetakan Keempat, Terjemahan, Erlangga, Jakarta, 1999

https://www.academia.edu/6571741/ANALISIS_SWOT

http://prima-maryan.blogspot.com/2012/04/analisa-swot-pt-unilever-tbk.html

http://manajemenstrategis.wordpress.com

http://andhana.wordpress.com/category/tugas-manajemen-strategik/

22