Anda di halaman 1dari 5

Dwians r,11/09/2017

Rangkaian Listrik

Tegangan listrik AC adalah tegangan dimana arah arus listrik mengalir dari FASA ke Netral dan
arahnya bolak balik, contoh tegangan AC adalah tegangan yang disediakan oleh PLN sebesar

220 VAC. Smbol tegangan AC atau

Tegangan listrik DC adalah tegangan dimana arah arus listriknya mengalir dari positif ke negatif dan
arahnya searah (satu arah), contoh tegangan DC adalah tegangan yang dihasilkan oleh AKI,

Power Supplay, dan batu baterai. Untuk simbolnya atau

ARUS listrik dapat mengalir jika ada perbedaan potensial


Rangkaian listrik sederhana terdiri dari satu sumber tegangan, kabel penghubung dan satu beban,
seperti gambar dibawah ini : Keterangan gambar :
VDC adalah sumber tegangannya DC
i adalah arus listrik

R adalah hambatan atau beban


adalah ampere meter untuk mengukur
arus listrik yang mengalir pada R

adalah volt meter untuk mengukur


tegangan yang terjadi pada R
Gambar 1
Untuk mengetahui berapa arus atau tegangan yang terjadi pada R (hambatan), secara teori dapat
dicari dengan mengunakan hukum Ohm yaitu :
Dimana:

R=
V adalah tegangan, satuannya Volt
R adalah hambatan, satuannya ohm
i adalah arus listrik, satuannnya Ampere

Misal :
berdasar gambar 1 ;
1. jika sumber tegangannya 12 Vdc, sedangkan R memiliki hambatan sebesar 100 ohm, maka arus
listrik yang melewati R adalah :
Diketahui : V = 12 Vdc
R = 100 ohm
Ditanyakan, arus listrik = .......?

Jawab : i=
i= = 0,12 Ampere
Dwians r,11/09/2017

2. Jika arus yang melewati hambatan sebesar 0,5 Ampere, sedangkan R memiliki hambatan sebesar
100 ohm, maka nilai tegangan yang terjadi pada R atau VR adalah ..........
Diketahui : i = 0,5 Ampere
R = 100 ohm
Ditanyakan, Tegangan yang terjadi pada R atau VR = .......?

Jawab : VR = i x R
VR = 0,5 x 100 = 50 Volt

Berdasar gambar 1, ketika hambatan mendapatkan arus listrik, maka pada hambatan
tersebut akan terjadi daya listrik. Daya listrik disini diartikan banyaknya
usaha arus listrik mengalir pada hambatan tersebut selama persatuan waktu,
jika menggunakan Rumus adalah :
dimana
P= P adalah daya listrik, satuannya Watt atau W
W adalah usaha listrik, satuannya Joule
T adalah waktu, satuannya detik atau s
Berdasarkan turunan rumus maka daya listrik dapat dicari juga dengan menggunakan rumus sebagai
berikut :

P= Dimana :
Q adalah muatan listrik satuannya coulomb

P= dimana V = i x R dan Q = i x T, sehingga :

( ) ( )
P= , jika T kita bagi, maka hasilnya :

P = i x R x i, atau selain itu kita juga dapat menggunakan rumus;

P= rumus ini dapat dibuktikan dari P = =


( )
= = =
Dwians r,11/09/2017

Setiap hambatan atau beban memiliki daya listrik, hal ini dimaksudkan
supaya beban tersebut dapat maksimal dalam penggunaan fungsinya ,

artinya : jika kita memiliki hambatan sebesar 100 ohm sedangkan daya
listriknya 0,5 watt, maka arus yang dapat mengalir pada resistor tersebut adalah :
P =ixRxi
ixi=
i2 =
,
i2 =
i2 = 0,005
i = ,
i = 0,0707 ampere,
berdasar hitungan diatas, jika hambatan diatas dialiri arus listrik lebih besar dari
0,0707 ampere, maka hambatan tersebut akan panas berlebihan atau bisa meledak
dan rusak.
Pada dasarnya rangkaian listrik dapat terpasang secara :
A. Rangkaian seri
Rtotal = Rseri = R1 + R2
Misal VDC= 20 VoltDC
R1 =100 Ω, dan
R2 = 150 Ω
Dit Hambatan total (Rtotal),
Arus listrk (i),
Arus yang lewat pada R1 dan R2 adalah sama Tegangan pada R1 dan R2
Jawab ;

Gambar 2. Gambar Rangkaian Seri Rtotal = R1 + R2


=100 Ω + 150 Ω
= 250 Ω

i (arus listrik) = =

=0,08 Ampere
VR1 = i x R1
= 0,08 x 100 = 8 Volt
VR2 = i x R2
Gambar 3. Gambar Rangkaian Ekuvalen dari rangkaian seri = 0,08 x 150 = 12 Volt
VDC = V Sumber = VR1 + VR2
= 8 + 12 = 20 VDC
Dwians r,11/09/2017

Kesimpulan Rangkaian Seri :


1. Arus listrik yang lewat pada masing-masing hambatan adalah sama nilainya
2. Untuk mencari nilai tegangan sumber sama dengan jumlah dari tegangan masing-
masing pada hambatan
Tegangan Sumber = VR1 + VR2 + VR.....
Jika diketahui VDC = 25 Volt, VR1 = 10 Volt
Maka untuk mencari VR2 = .......
Jawab : VDC = VR1 + VR2
VR2= VDC – VR1
VR2 = 25 – 10 = 15 Volt

3. Hambatan Total Rangkaian Seri = R1 + R2 + R3 + R.......


B. Rangkaian Pararel
= + +

Misal VDC = 20 Volt
R1 = 100 Ω dan R2 = 200 Ω
Ditanyakan :
Rtotal, iTotal, iR1, dan iR2
= + Disamakan
penyebutnya
= +
= + Dibalik
Rpararel
Gambar 4. Gambar Rangkaian Pararel =
Tegangan yang terjadi pada R1 dan R2 adalah sama
= =66,667 Ω
itotal =
= = 0,299 A
,
iR1 =
= = 0,2 A
iR2 =

Gambar 5. Gambar Rangkaian ekuivalen dari rangkaian Pararel


= = 0,1 A
Dwians r,11/09/2017

C. Rangkaian Campuran

Gambar 6. Gambar Rangkaian Campuran

Gambar 7 Gambar Rangkaian Ekuivalen campuran