Anda di halaman 1dari 2

Pada kondisi bencana, akan tetap ada ibu hamil yan akan melahirkan kapan saja pada saat

bencana sedang terjadi, pada saat proses evakuasi maupun pada saat tinggal di
pengungsian. Karena situasi kacau pada saat bencana, ibu yang belum waktunya
melahirkan juga dapat melahirkan lebih awal/ prematur karena situasi yang kacau dan harus
menyelamatkan diri.

Ketika kematian maternal sudah menjadi penyebab umum kematian di antara wanita
usia subur yang hidup dalam kondisi sumberdaya terbatas, maka kondisi hidup dari
pengungsi internal wanita yang penuh stres membuat melahirkan anak menjadi lebih sulit
dan dapat mengancam nyawa. Referensi yang bermanfaat yang memberikan pendekatan
langkah demi langkah untuk integrasi perawatan darurat kebidanan ke dalam pemrograman
kemanusiaan adalah Field- iendly Guide to Integrate Emergency Obstetric Care in
Humanitarian Programs (Panduan lapangan yang mudah digunakan untuk Integrasi
pelayanan Kegawatdaruratankebidanan ke dalam program kemanusiaan).

Pentingnya mencegah mortalitas dan morbiditas bayi dan ibu menjadi


prioritas

Di pengungsian, 4% dari populasi akan menjadi hamil dalam suatu periode waktu.
Penyebab kematian utama dari perempuan usia subur. Kematian maternal adalah resiko
sepanjang hidup. 9 dari 33 bayi dari 1000 kelahiran hidup, meninggal dalam periode
perinatal 25% asphyxia lahir, 25% trauma lahir , Prematur, BBLR hypothermia infeksi
(sepsis, tetanus, syphilis).

Sebagian besar kematian ibu terjadi akibat komplikasi selama atau setelah melahirkan.
Sebagian besar komplikasi ini tidak dapat diprediksi pada tahap dini kehamilan. Dari semua
wanita hamil di mana masalah kesehatan teridentifikasi selama ante natal care, sebagian
besar tidak akan berkembang menjadi komplikasi yang mengancam nyawa selama atau
setelah melahirkan. Oleh sebab itu, meskipun ante natal care dan pelatihan kepada bidan
merupakan kegiatan yang tepat setelah seluruh komponen PPAM dilaksanakan dan tahap
krisis berlalu, namun intervensi ini tidak penting dan dapat mengalihkan perhatian dari
kebutuhan yang lebih mendesak yaitu akses ke layanan

Kegawatdaruratan kebidanan berkualitas pada tahap darurat. Tidaklah perlu melatih para
dukun bersalin tradisional dan bidan sebelum memberikan kepada mereka kit persalinan
bersih, karena kit ini harus menjangkau wanita hamil tanpa mengalami keterlambatan.
Mengatur diskusi dengan para dukun bersalin tradisional dan bidan untuk bertukar
informasi dan memberikan supply kepada masyarakat dapat dilaksanakan pada tahap dini
dalam situasi darurat. Namun melatih dukun bersalin tradisional dan/atau bidan yang ada
mengenai persalinan yang bersih dan aman harus menunggu hingga tahap yang lebih stabil
tercapai.