Anda di halaman 1dari 6

FISIKA DASAR II

“Arus Bolak-balik (AC)”

Disusun oleh :

1) I Gede Satriya Suryawan (41720711)

Universitas Pendidikan Nasional


2018
Bab I
Pendahuluan

Arus dan tegangan listrik bolak-balik atau ​alternating current (AC) yaitu arus dan
tegangan listrik yang arahnya selalu berubah-ubah secara kontinu/periodik terhadap waktu dan
dapat mengalir dalam dua arah. ​Arus bolak-balik (AC) digunakan secara luas untuk
penerangan maupun peralatan elektronik. Dalam zaman modern sekarang ini kebutuhan akan
energi listrik merupakan kebutuhan yang sangat pokok. Pada saat ini hampir semua
perkantoran dan industri menggunakan energi listrik yang jumlahnya semakin lama semakin
besar. Pemerintah pun berusaha untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dengan membangun
pembangkit tenaga listrik. Dewasa ini telah banyak dibangun proyek-proyek untuk Pembangkit
Tenaga Listrik Negara dengan berbagai sumber tenaga yang digunakan untuk menjalankannya,
misalnya PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Disel),
PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Panas Bumi), PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air),
dan sebagainya.
Bab II
Landasan Teori

2.1 Sumber Arus Dan Tegangan Listrik Bolak-Balik

Dalam kehidupan sehari-hari kita jumpai alat-alat seperti dinamo sepeda dan generator. Kedua alat
tersebut merupakan ​sumber arus dan tegangan listrik bolak-balik​. Arus bolak-balik atau ​alternating
current (AC) adalah arus dan tegangan listrik yang besarnya berubah terhadap waktu dan dapat mengalir
dalam dua arah. Arus bolak-balik (AC) digunakan secara luas untuk penerangan maupun peralatan
elektronik.

Pada umumnya semua tenaga listrik yang dihasilkan oleh berbagai sumber pembangkit tenaga listrik
tersebut adalah berupa arus listrik bolak-balik dan tegangan listrik bolak-balik yang dihasilkan oleh
generator yang digerakkan dengan energi yang berasal dari sumber daya alam.

Arus dan tegangan listrik bolak-balik yaitu arus dan tegangan listrik yang arahnya selalu berubah-ubah
secara kontinu/periodik. Seperti telah dijelaskan pada bab terdahulu dalam hukum Faraday bahwa
adanya perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh kumparan akan menyebabkan timbulnya ggl
induksi pada ujung-ujung kumparan dan jika antara ujungujung kumparan tersebut dihubungkan dengan
sebuah kawat penghantar akan mengalir arus listrik melalui penghantar tersebut. Berdasarkan prinsip
hukum Faraday inilah dibuat sebuah generator atau dinamo, yaitu suatu alat yang digunakan untuk
mengubah energi mekanik (energi gerak) menjadi energi listrik.

Tegangan listrik dan arus listrik yang dihasilkan generator berbentuk tegangan dan arus listrik ​sinus
soidal​, yang berarti besarnya nilai tegangan dan kuat arus listriknya sebagai fungsi sinus yang sering
dinyatakan dalam diagram fasor (fase vektor). ​Diagram fasor ​adalah menyatakan suatu besaran yang
nilainya berubah secara kontinu, fasor dinyatakan dengan suatu vektor yang nilainya tetap berputar
berlawanan dengan putaran jarum jam.
Bab III

Pembahasan

3.1 Rangkaian Arus Dan Tegangan Listrik Bolak-Balik

Sumber ​arus bolak-balik adalah generator ​arus bolak-balik yang prinsip kerjanya pada perputaran
kumparan dengan kecepatan sudut ω yang berada di dalam medan magnetik. Sumber ggl bolak-balik
tersebut akan menghasilkan ​tegangan sinusoida berfrekuensi ​f​. Apabila generator tersebut dihubungkan
dengan suatu penghantar R dan menghasilkan tegangan maksimum sebesar V​max​, maka tegangan dan
arus listrik yang melewati penghantar.

Tegangan sinusoida​ dapat dituliskan dalam bentuk persamaan tegangan sebagai fungsi waktu, yaitu :

Tegangan yang dihasilkan oleh suatu generator listrik berbentuk sinusoida. Dengan demikian, arus yang
dihasilkan juga sinusoida yang mengikuti persamaan :

Dengan :

V​ = Tegangan Listrik AC

I​ = Arus Listrik AC

V​max​ = Tegangan maksimum

I​max​ = Arus maksimum

ω​ = Kecepatan sudut (​2πf​)


Pengertian Sudut Fase dan Beda Fase Dalam Arus Bolak-Balik

Arus dan tegangan bolak-balik (AC) dapat dilukiskan sebagai ​gelombang sinussoidal​, jika besarnya arus
dan tegangan dinyatakan dalam persamaan :

V​ = ​V​max​ sin ​ω​t

I​ = ​I​max​ sin (​ω​t + 90o)

Di mana ​ω​t atau (​ω​t + 90​o​) disebut sudut fase yang sering ditulis dengan lambang θ. Sedangkan
besarnya selisih sudut fse antara kedua gelombang tersebut disebut ​beda fase​. Berdasarkan persamaan
antara tegangan dan kuat arus listrik tersebut dapat dikatakan bahwa antara tegangan dan kuat arus
listrik terdapat ​beda fase sebesar 90​o​dan dikatakan arus mendahului tegangan dengan ​beda fase
sebesar 90​o​. Apabila dilukiskan dalam diagram fasor dapat digambarkan sebagai berikut :

Grafik arus dan tegangan sebagai fungsi waktu dengan ​beda fase​ 90​o

Nilai Efektif Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik

Nilai tegangan dan ​arus bolak-balik selalu berubah secara periodik sehingga menyebabkan, kesulitan
dalam mengadakan pengukurannya secara langsung. Oleh karena itu, untuk mengukur besarnya
tegangan dan kuat arus listrik bolak balik (AC = ​Alternating Current​) digunakan ​nilai efektif​. Yang
dimaksud dengan nilai efektif arus dan tegangan bolak balik yaitu nilai arus dan tegangan bolak-balik
yang setara dengan arus searah yang dalam waktu yang sama jika mengalir dalam hambatan yang sama
akan menghasilkan kalor yang sama. Semua alat-alat ukur listrik arus bolak-balik menunjukkan nilai
efektifnya. Hubungan antara nilai efektif dan nilai maksimum dapat dinyatakan dalam persamaan :

dan
Nilai Rata-Rata Arus Listrik Bolak-Balik

Nilai rata-rata arus bolak-balik yaitu nilai arus bolak-balik yang setara dengan arus searah untuk
memindahkan sejumlah muatan listrik yang sama dalam waktu yang sama pada sebuah penghantar yang
sama. Hubungan antara nilai ​arus dan tegangan listrik bolak-balik dengan nilai arus dan tegangan
maksimumnya dinyatakan dalam persamaan :

di mana :

I​r​ = kuat arus rata-rata

I​max​ = kuat arus maksimum

Anda mungkin juga menyukai