Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warrahmatullahi wabbarokattu


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT., Tuhan Semesta Alam yang telah memberikan kami
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menjalankan aktivitas sebagaimana biasanya.
Taklupa salawat serta salam kita junjungkan kepada baginda nabi tercinta yakni, nabi Muhammad
SAW., beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya yang telah memperjuangkan agama yang di ridahi
Allah SWT., yakni agama Islam.
Terima kasih kepada dosen mata kuliah MANAJEMEN BENCANA yani pak Wasis Nugroho, S.
Kep, Ns, M. Kep, yang telah memberikan kami tugas kelompok yang berjudul “Teori dan Konsep
Bencana”. Dengan tugas ini kami bisa memperoleh tambahan ilmu.
Makalah ini di susun sesuai dengan kemampuan tim, insya Allah makah ini dapat di terima
dengan baik, dan dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabbarokattu

Ternate, 10 Februari 2017

Kelompok VI

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................................................. 1


DAFTAR ISI ................................................................................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG .................................................................................................................................. 3
B. RUMUSAN MASALAH ............................................................................................................................. 3
C. TUJUAN MASALH ..................................................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
1. TEORI DAN KONSEP BENCANA
1.1 DEFINISI DAN JENIS BENCANA ................................................................................................ 5
1.2 TAHAPAN DAN KEGIATAN DALAM MANAJEMEN BENCANA ..................................... 7
1.3 PRINSIP PENANGGULANGAN BENCANA ............................................................................. 9
1.4 ASAS-ASAS PENANGGULANGAN BENCANA ....................................................................... 10
1.5 KIE PADA MASYARAKAT TENTANG PERSIAPAN SEBELUM BENCANA ................. 11
2. BENCANA YANG PALING SERING TERJADI DI INDONESIA ................................................... 12
BAB II PENUTUP
A. KESIMPULAN ............................................................................................................................................. 13
B. SARAN .......................................................................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................................................. 14

2
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG PENULISAN
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bencana mempunyai arti sesuatu yang menyebabkan
atau menimbulkan kesusahan, kerugian atau penderitaan. Sedangkan bencana alam artinya
adalah bencana yang disebabkan oleh alam (Purwadarminta, 2006).
BAKORNAS PB telah mengumpulkan dan mempublikasikan data bencana domestik baik
bencana alam maupun bukan alam. Berdasarkan publikasi pertama dengan judul "Data
Bencana Indonesia Tahun 2002-2005 (Data Bencana Indonesia, tahun 2002-2005)", terdapat
lebih dari 2.000 bencana di Indonesia pada tahun antara tahun 2002 dan 2005, dengan 743
banjir (35% dari jumlah total), 615 kekeringan (28% dari jumlah total), 222 longsor (l0% dari
jumlah total), dan 217 kebakaran (9,9% dari jumlah total). Jumlah korban yang sangat besar
dalam tahun-tahun tersebut yakni sejumlah 165,.945 korban jiwa (97 % dari jumlah total) dari
gempa bumi dan tsunami, diikuti jumlah 2.223 (29 % dari jumlah total) disebabkan konflik
sosial.Di sisi lain, bencana membuat sebagian orang kehilangan rumah mereka, yang
menyebabkan jumlah korban yang mengungsi sebanyak 2.665.697 jiwa (65% dari jumlah
total).
Pengalaman terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Nias (Sumatera Utara)
tahun 2004 telah membuka wawasan pengetahuan di Indonesia dan bahkan di dunia. Kejadian
tersebut mengubah paradigma manajemen penanggulangan bencana dari yang bersifat
tanggap darurat menjadi paradigma pencegahan dan pengurangan risiko bencana (PRB).
Penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia dilakukan pada berbagai tahapan
kegiatan dan intervensi, yang berpedoman pada kebijakan pemerintah yaitu Undang-Undang
No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah terkait lainnya.

2. RUMUSAN MASALAH
1) Apa yang dimaksud dengan bencana dan apa saja jenis-jenisnya ?
2) Bagaimana tahapan dan kegiatan manajemen bencana ?
3) Bagaimana prinsip penanggulangan bencana ?
4) Apa saja asas-asas penaggulangan bencana ?
5) Cagaimana melakukan KIE pada masyarakat tentang persiapan sebelum bencana ?

3
3. TUJUAN PENULISAN
1) Tujuan Umum
Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang teori dan konsep bencana serta
masalah tentang bencana yang paling sering terjadi di Indonesia.
2) Tujuan Khusus
Makalah ini debuat untuk memenuhi pesyaratan tugas kelompok yang telah di berikan
oleh dosen mata kuliah Manajemen Bencana yakni Pak Wasis Nugroho, S.Kep, NS, M.Kep.

4
BAB II
PEMBAHASAN
1. Teori Dan Konsep Bencana
1.1. Definisi dan Jenis Bencana
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bencana mempunyai arti sesuatu yang
menyebabkan atau menimbulkan kesusahan, kerugian atau penderitaan. Sedangkan
bencana alam artinya adalah bencana yang disebabkan oleh alam (Purwadarminta,
2006)
Bencana menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 pasal 1 Tahun
2007 adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu
kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam
dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya
korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak
psikologis (BNPB, 2007).
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian
peristiwa yang disebabkan oleh alam, antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung
meletus, gempa, kekeringan, angin topan dan tanah longsor. Bencana non alam adalah
bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam antara lain
berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit. Sedangkan
bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian
peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok
atau antar komunitas masyarakat dan teror (BNPB, 2007)
Jenis-jenis bencana menurut Undang-Undang No.24 Tahun 2007, antara lain :
a. Bencana Alam
adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang
disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus,
banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
1) Tanah longsor
Longsoran merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan,
ataupun pencampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari
tergangguanya kestabilan tanah atau batuan penyusunan lereng tersebut.

5
Gejala tanah longsor :
 Muncul retakan – retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing
 Muncul mata air baru secara tiba – tiba
 Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan
2) Banjir
Biasanya banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi diatas normal, sehingga
sistem pengaliran air yang terdiri dari sungai dan anak sungai alamiah serta
sistem saluran drainase dan kanal penampung banjir buatan yang ada tidak
mampu menampung akumulasi air hujan tersebut meluap.
3) Kekeringan
Kekeringan adalah hubungan antara ketersediaan yang jauh dibawah kebutuhan
air baik untuk kebutuhan hidup, pertanian kegiatan ekonomi dan lingkungan.
Kekeringan alamiah terjadi akibat curah hujan dibawah normal, kekurangan
pasokan komoditi ekonomi ; kekeringan antropogenik terjadi akibat ketidak-
taatan pada aturan tertentu (pola tanam, konservasi, kawasan tangkapan air).
4) Gempa bumi
Gempa bumi adalah peristiwa berguncangnya bumi yang dapat disebabkan oleh
tumbukan anatar lempeng tektonik, akibat gunung berapi atau runtuhan batuan.
5) Tsunami
Tsunami yakni gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh
gangguan impulsif dari dasar laut (gempa tektonik, erupsi vulkanik atau
longsoran).
6) Letusan gunung api
Gunung api merupakan lubang kepundan/rekahan pada kerak bumi tempat
keluarnya magma, gas atau cairan lainnya ke permukaan.
Bencana gunung meletus disebabkan oleh aktifnya gunung berapi sehingga
menghasilkan erupsi.
7) Angina topan
Angin topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam
atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis diantara garis balik utara dan
selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa.
Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca.Angin
paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya berpusar dengan

6
radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem
dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam.Di Indonesia dikenal dengan sebutan angin
badai.
b. Bencana Non Alam
adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam
yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah
penyakit.
1) Kegagalan teknologi
Kegagalan Teknologi adalah semua kejadian bencana yang diakibatkan oleh
kesalahan desain, pengoperasian, kelalaian dan kesengajaan manusia dalam
penggunaan teknologi atau industri.
2) Epidemi, wabah dan kejadian luar biasa
Merupakan ancaman yang diakibatkan oleh menyebarnya penyakit menular yang
berjangkit di suatu daerah tertentu.Pada skala besar, epidemi atau wabah atau
Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah penderita
penyakit dan korban jiwa. Beberapa wabah penyakit yang pernah terjadi di
Indonesia dan sampai sekarang masih harus terus diwaspadai antara lain demam
berdarah, malaria, flu burung, anthraks, busung lapar dan HIV/AIDS. Wabah
penyakit pada umumnya sangat sulit dibatasi penyebarannya, sehingga kejadian
yang pada awalnya merupakan kejadian lokal dalam waktu singkat bisa menjadi
bencana nasional yang banyak menimbulkan korban jiwa.Kondisi lingkungan
yang buruk, perubahan iklim, makanan dan pola hidup masyarakat yang salah
merupakan beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya bencana ini.
c. Bencana Sosial
Adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang
diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau
antarkomunitas masyarakat, dan teror.
1.2. Tahapan dan Kegiatan Manajemen Bencana
Manajemen bencana adalah upaya sistematis dan komprehensif untuk menanggulagi
semua kejadian bencana secara cepat, tepat dan akurat untuk menekan korban dan
kerugian yang ditimbulkan (Ramli, 2009).
Manajemen bencana merupakan suatu proses terencana yang dilakukan untuk menglola
bencana dengan baik dan aman melalui tiga tahapan sebagai berikut :

7
1) Pra Bencana
a. Kesediaan
Adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana
melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya
guna.Membangun kesediaan adalah unsur penting, namun tidak mudah
dilakukan kerena menyangkut sikap mental dan budaya serta disiplin di tengah
masyarakat.Ksiagaan adalah tahapan yang paling strategis karena sangat
menentukan ketahanan anggota masyarakat dalam menghadapai datangnya
suatu bencana.
b. Peringatan dini
Peringatan dini disampaikan dengan segera kepada semua pihak, khususnya
mereka yang berpotensi terkena bencana ditempat masing-masing. Peringatan
didasarkan berbagai informasi teknis dan ilmiah yang dimiliki, diolah atau
diterima dari pihak berwenang mengenai kemungkinan akan datangnya suatu
bencana.
c. Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana adalah upaya untuk mencegah atau mengurangi dampak yang
ditimbulkan akibat suatu bencana.
2) Saat Bencana
Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan
segera pada saat kejadian bencana untuk manangani dampak buruk yang
ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta
benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi,
penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana.
3) Pasca Bencana
a. Rehabilitasi
Adalah perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan public atau masyarakat
sapai tingkat yang memadai pada wilayah pasca bencana dengan sasaran utama
untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan
kehidupan masyarakat pada wilayah pasca bencana.
b. Rekontruksi
Adalah pembanginan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan dan
wilayah pasca bencana, baik pada tingkat pemerintahan maupun masyarakat

8
dengan sarana utama tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian,
sosiala dan buadaya, tekadnya hukum dan ketertiban, dan bangkitnya peran
serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat pada wilayah
pasca bencana.
1.3. Prinsip Penanggulangan Bencana
Penanggulangan bencana meliputi lima fase umum, yaitu :
1. Prediction (prediksi)
Dalam fase ini, dilakukan kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan melalui langkah-
langkah struktural dan non-struktural.Langkah structural yaitu langkah yang
dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari bencana alam, kerusakan
lingkungan dan bencana teknologi.Sedangkan langkah non-struktural yaitu tindakan
yang diambil pada saat awal terjadi bencana untuk memastikan respon yang efektif
terhadap dampak bahaya, termasuk peringatan dini yang efektif dan tepat waktu,
serta evakuasi sementara penduduk dan barang dari lokasi terancam bencana.
2. Warning (peringatan)
Fase ini mengacu pada penyediaan informasi yang efektif dan tepat waktu melalui
lembaga-lembaga yang terpercaya, agar individu dapat mengambil tindakan untuk
menghindari atau mengurangi risiko dan mempersiapkan respon yang efektif.
3. Emergency relief (bantuan darurat)
Pemberian bantuan atau pertolongan selama atau segera setelah bencana terjadi
untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan yang mendasar orang-orang yang
terkena.Hal ini dapat langsung dalam jangka pendek atau jangka panjang.
4. Rehabilitation (rehabilitasi)
Fase ini mencakup keputusan dan tindakan yang diambil setelah bencana dengan
tujuan untuk memulihkan atau memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat serta
mendorong dan memfasilitasi penyesuaian yangdiperlukan untuk mengurangi risiko
bencana.
5. Reconstruction (rekonstruksi).
Fase ini mencakup semua kegiatan yang penting dilakukan dalam jangka panjang
yaitu fase prediksi berupa mitigasi dan kesiapsiagaan, fase respon terhadap
peringatan dan pemberian bantuan darurat, serta fase pemulihan berupa rehabilitasi
dan rekonstruksi.

9
Kegiatan yang penting meliputi :
 Mitigation and preparedness (mitigasi dan kesiapsiagaan);
 Response (tanggapan); and
 Recovery (pemulihan) (Jayaraman et al., 1997).
1.4. Asas-asas Penanggulangan Bencana
Penanggulangan Bencana menganut asas: kemanusiaan; keadilan; kesamaan kedudukan
dalam hukum dan pemerintahan; keseimbangan, keselarasan, dan keserasian; ketertiban
dan kepastian hukum; kebersamaan; kelestarian lingkungan hidup; dan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Penjelasan dari setiap asas tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kemanusiaan – Yang dimaksud dengan “asas kemanusiaan” termanifestasi dalam
penanggulangan bencana sehingga undang-undang ini memberikan pelindungan dan
penghormatan hak-hak asasi manusia, harkat dan martabat setiap warga negara dan
penduduk Indonesia secara proporsional.
2. Keadilan – Yang dimaksud dengan”asas keadilan” adalah bahwa setiap materi
muatan ketentuan dalam penanggulangan bencana harus mencerminkan keadilan
secara proporsional bagi setiap warga negara tanpa kecuali.
3. Kesamaan Kedudukan dalam Hukum dan Pemerintahan – Yang dimaksud
dengan “asas kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan” adalah bahwa
materi muatan ketentuan dalam penanggulangan bencana tidak boleh berisi hal-hal
yang membedakan latar belakang, antara lain, agama, suku, ras, golongan, gender,
atau status sosial.
4. Keseimbangan – Yang dimaksud dengan “asas keseimbangan” adalah bahwa materi
muatan ketentuan dalam penanggulangan bencana mencerminkan keseimbangan
kehidupan sosial dan lingkungan.
5. Keselarasan – Yang dimaksud dengan “asas keselarasan” adalah bahwa materi
muatan ketentuan dalam penanggulangan bencana mencerminkan keselarasan tata
kehidupan dan lingkungan.
6. Keserasian – Yang dimaksud dengan ”asas keserasian” adalah bahwa materi muatan
ketentuan dalam penanggulangan bencana mencerminkan keserasian lingkungan
dan kehidupan sosial masyarakat.
7. Ketertiban dan Kepastian Hukum – Yang dimaksud dengan “asas ketertiban dan
kepastian hukum” adalah bahwa materi muatan ketentuan dalam penanggulangan

10
bencana harus dapat menimbulkan ketertiban dalam masyarakat melalui jaminan
adanya kepastian hukum.
8. Kebersamaan – Yang dimaksud dengan “asas kebersamaan” adalah bahwa
penanggulangan bencana pada dasarnya menjadi tugas dan tanggung jawab bersama
Pemerintah dan masyarakat yang dilakukan secara gotong royong.
9. Kelestarian Lingkungan Hidup – Yang dimaksud dengan “asas kelestarian
lingkungan hidup” adalah bahwa materi muatan ketentuan dalam penanggulangan
bencana mencerminkan kelestarian lingkungan untuk generasi sekarang dan untuk
generasi yang akan datang demi kepentingan bangsa dan negara.
10. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi – Yang dimaksud dengan “asas ilmu
pengetahuan dan teknologi” adalah bahwa dalam penanggulangan bencana harus
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara optimal sehingga
mempermudah dan mempercepat proses penanggulangan bencana, baik pada tahap
pencegahan, pada saat terjadi bencana, maupun pada tahap pascabencana.
1.5. KIE Pada Masyarakat Tentang Persiapan Sebelum Bencana
1) Daftar Barang yang Dibawa pada Kejadian Darurat
Bila terjadi bencana alam dan menghungsi, yang pertama kali harus dibawa ikut
serta, mempersiapkan barang minimum yang dibutuhkan (tas kantong untuk
keadaan darurat) dan ditaruh ditempat yang gampang diambil. Barang yang lainnya
dapat diambil setelah mengungsi dan pastikan keamanan terlebih dahulu.
2) Latihan Keselamatan
Pada tanggal 1 September adalah hari perayaan keselamatan bencana alam, pada
tanggal 30 Agustus ~ 5 September adalah keselamatan sepekan.Di daerah-daerah
biasanya diadakan latihan keselamatan, Anda juga dapat ikut berpartisipasi dalam
acara ini. Dan juga, di setiap pusat lembaga keselamatan bencana alam dan di setiap
daerah akan mengajari anda tentang keselamatan menghadapi bencana alam.
Dengan menggunakan video dan pemutaran film.

11
2. Bencana Yang Paling Sering Terjadi Di Indonesia
Secara geografis Indonesia merupakan kepulauan yang terletak pada pertemuan empat
lempeng tektonik, yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan
Samudera Pasifik.Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic
arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera-Jawa-Nusa Tenggara-Sulawesi, yang sisinya berupa
pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-
rawa.Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung
berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor.Data menunjukkan bahwa Indonesia
merupakan salah satu Negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari
10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat (Arnold, 1986).
Gempa bumi yang disebabkan karena interaksi lempeng tektonik dapat menimbulkan
gelombang pasang apabila terjadi di samudera.Dengan wilayah yangsangat dipengaruhi oleh
pergerakan lempeng tektonik ini, Indonesia sering mengalami tsunami.Tsunami yang terjadi di
Indonesia sebagian besar disebabkan oleh gempa-gempa tektonik di sepanjang daerah
subduksi dan daerah relatif aktif lainnya (Puspito, 1994). Selama kurun waktu 1600-2000
terdapat 105 kejadian tsunami yang 90 persen di antaranya disebabkan oleh gempa tektonik,
sembilan persen oleh letusan gunung berapi dan satu persen oleh tanah longsor (Latief
dkk.,2000).
Wilayah pantai di Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana tsunami terutama
pantai barat Sumatera, pantai selatan Pulau Jawa, pantai utara dan selatan pulau-pulau Nusa
Tenggara, pulau-pulau di Maluku, pantai utara Irianjaya dan 28elati seluruh pantai di Sulawesi.
Laut Maluku adalah daerah yang paling rawan tsunami. Dalam kurun waktu tahun 1600-2000,
di daerah ini telah terjadi 32 tsunami yang 28 di antaranya diakibatkan oleh gempa bumi dan 4
oleh meletusnya gunung berapi di bawah laut.
Bencana Indonesia Tahun 2002-2005 (Data Bencana Indonesia, tahun 2002-2005)", terdapat
lebih dari 2.000 bencana di Indonesia pada tahun antara tahun 2002 dan 2005, dengan 743
banjir (35% dari jumlah total), 615 kekeringan (28% dari jumlah total), 222 longsor (l0% dari
jumlah total), dan 217 kebakaran (9,9% dari jumlah total). Jumlah korban yang sangat besar
dalam tahun-tahun tersebut yakni sejumlah 165,.945 korban jiwa (97 % dari jumlah total) dari
gempa bumi dan tsunami, diikuti jumlah 2.223 (29 % dari jumlah total) disebabkan konflik
sosial. Di sisi lain, bencana membuat sebagian orang kehilangan rumah mereka, yang
menyebabkan jumlah korban yang mengungsi sebanyak 2.665.697 jiwa (65% dari jumlah
total).

12
BAB III
KESIMPULAN
A. KESIMPULAN
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian
peristiwa yang disebabkan oleh alam, antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung
meletus, gempa, kekeringan, angin topan dan tanah longsor. Bencana non alam adalah bencana
yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam antara lain berupa gagal
teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit. Sedangkan bencana sosial adalah
bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh
manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antar komunitas masyarakat dan
teror (BNPB, 2007)
Jenis-jenis bencana menurut Undang-Undang No.24 Tahun 2007, antara lain :
a. Bencana Alam
adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang
disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir,
kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
b. Bencana Non Alam
adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam yang
antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit.

B. SARAN
Insonesia merupakan daerah rawan bencana baik bencana alam dan non alam.Tenaga
kesehatan sangat dibutuhkan untuk berparsitipasi dalam kegawatdaruratan bencana dalam
medis.Oleh karenanya bagi setiap tenaga kesehatan harus memahami betul dalam manajemen
bencana.

13
DAFTAR PUSTAKA

http://poskosiagabencana.blogspot.co.id/2013/06/10-asas-penanggulangan-bencana.html
(dikutip pada 28-03-2017 pukul : 22.50 WIT)
http://portal.bekasikab.go.id (APA SIH BENCANA DAN JENISNYA)
manajemen bencan http://lib.ui.ac.id
Perka BNPB 4-2008_Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana
http://www.gitews.org
Dikutip pada 08-02-17 pukul 20.19
skripsi bencana http://lib.ui.ac.id (dikutip pada 09-02-2017 pukul :20.30

14