Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN PRAKTIKUM BIOSTATISTIKA

KEGIATAN KE 5
UJI T (T TEST) DEPENDENT

Disusun Oleh:
Laelatul Khoeriyyah
1401070032

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
Sabtu, 30 April 2018

1
UJI T (T TEST)

A. Tujuan Praktikum
1. Mengetahui cara mencari Sampel Statistik Berpasangan (Paired Samples
Statistics), Korelasi Sampel Pasangan (Paired Samples Correlations), dan Uji
Sampel Berpasangan (Paired Samples Test) pada jenis data yang dieliminasi.
2. Mengetahui cara mencari Sampel Statistik Berpasangan (Paired Samples
Statistics), Korelasi Sampel Pasangan (Paired Samples Correlations), dan Uji
Sampel Berpasangan (Paired Samples Test) pada jenis data yang tidak
dieliminasi.
3. Mengetahui perbedaan varian dan perbedaan rata-rata antar kelompok pada
data yang dianalisis.

B. Dasar Teori
Uji-t pertama kali dikembangkan oleh William Seely Gosset pada tahun
1915. Pada waktu itu beliau menggunakan nama samaran Student, dan huruf “t”
yang terdapat dalam istilah Tes “t” yang diambil dari huruf terakhir nama beliau.
Itu pula sebabnya mengapa uji-t sering juga disebut dengan nama atau istilah
Student t ( Ridwan, 2006).
Sebelum tahun 1912 sedikit sekali penemuan di bidang pengujian
hipotesis sampai akhirnya W. S. Gosset (1876-1937) memperkenalkan uji t-
student untuk sampel kecil. Gosset adalah seorang mahasiswa (student) dari Karl
Pearson pada awalnya adalah seorang ahli kimia yang bekerja di perusahaan bir
Guinness di Dublin. Gosset menemukan uji-t untuk menangani sampelsampel
kecil untuk quality control di perusahaan bir tersebut. Dia menerbitkan papernya
dengan nama Student pada jurnal Biometika 1908 untuk menghindari larangan
dari perusahaan bagi karyawannya yang menulis di dalam sebuah jurnal. Bentuk
sebaran secara matematis yang digunakan Gosset tersebut sebenarnya telah
ditemukan oleh astronom Jerman Jakob Luroth pada tahun 1875. Gosset
menggunakan data hasil pengukuran terhadap tinggi dan jari tengah tangan kiri
3000 narapidana yang dipublikasikan pada volume pertama Biometrika. Dengan
metode Monte Carlo dipilih 750 sampel yang berukuran 4 dan diperoleh

2
distribusi data yang mendekati distribusi teoritiknya. Sebaran t-student banyak
dipakai sebagai acuan dalam menduga parameter rataan ukuran contoh kecil
(n<30) (Sunaryo, 2018).
Uji T adalah salah satu uji statistik yang dipergunakan untuk menguji
kebenaran atau kepalsuan hipotesa nihil yang menyatakan bahwa di antara 2 buah
sampel yang diambil secara random dari populasi yang sama, tidak terdapat
perbedaan yang signifikan (Anas, 1997). Menurut Siegel (1994), uji T merupakan
contoh dari statistika parametrika yang memerlukan sejumlah asumsi - asumsi
kuat dalam pengggunaannya. Jika asumsi - asumsi tersebut sahih, maka uji-uji
parametrik inilah yang paling besar kemungkinannya untuk menolak Ho ketika
Ho salah. Syarat- sayarat yang harus dipenuhi untuk membuat uji T menjadi uji
paling kuat adalah obesrvasi - observasi harus ditarik dari populasi yang
berdistribusi normal, populasi - populasi tersebut memiliki varians yang sama
dan variabel - variabel yang terlibat terukur setidaknya dalam skala interval.
Sebagai salah satu test statistik parametrik, penggunaan uji T adalah
untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antar dua kelompok, sedangkan
penggunaan T test independent adalah digunakan untuk mengetahui perbedaan
nilai rata-rata antara satu kelompok dengan kelompok lainnya tidak saling
berhubungan (Mulia, 2017). Menurut Pasaribu (1983), uji T ini dapat dilakukan
satu pihak maupun dua pihak. Pengujian hipotesis secara satu pihak memiliki
nilai kritis yang terdapat pada salah satu ujung distribusi, sedangkan secara dua
pihak memiliki nilai kritis yang terdapat di kedua ujung distribusi (Dajan, 1994).
Dalam Statitika, uji T adalah salah satu alat uji yang termasuk uji beda,
karena uji T ini digunakan untuk mencari ada/tidaknya perbedaan antara dua
means dari dua sample/kelompok/kategori data.Uji T termasuk kelompok uji
parametrik, yaitu kelompok uji statistika yang memerlukan persyaratan tertentu
agar memberikan hasil yang baik, dalam hal ini terkait asumsi distribusi data. Uji
parametrik mensyaratkan distribusi data yang diuji berdistribusi normal. Oleh
karenanya, ketika kita ingin menggunakan uji T, maka sebelumnya variabel yang
diujikan (yang bertipe interval/rasio) harus berdistribusi normal (biasanya
menggunakan alat uji one sample kolmogorov-smirnov) (Anas, 1997).

3
Umumnya pada uji T dua kelompok bebas, yang perlu diperhatikan selain
normalitas data juga kehomogenan varian. Kehomogenan data digunakan untuk
menentukan jenis persamaan uji T yang akan digunakan (Santoso, 2001).
Menurut Santoso (2001), syarat jenis uji T, yaitu:
1. data berdistribusi normal,
2. kedua kelompok data adalah dependen (saling berhubungan/berpasangan),
3. jenis data yang digunakan adalah numerik dan kategorik (dua kelompok).
Menurut Santoso (2001), jenis-jenis uji T sebagai berikut:
- One-sample t-test (uji T satu sampel)
- Paired-sample t test (uji T sampel berpasangan)
- Independent-sample t test (uji T sampel independen).
1. Uji Beda Sampel Berpasangan (Uji T Berhubungan) / Paired T Test
Uji Beda Sampel Berpasangan (Uji T Berhubungan) / Paired T Test
digunakan untuk menguji perbedaan dua sampel yang berpasangan. Sampel yang
berpasangan diartikan sebagai sebuah sampel dengan subjek yang sama namun
mengalami dua perlakuan yang berbeda pada situasi sebelum dan sesudah proses.
Paired sample t-test digunakan apabila data berdistribusi normal (Santoso, 2001).
Menurut Widiyanto (2013) paired sample t-test merupakan salah satu
metode pengujian yang digunakan untuk mengkaji keefektifan perlakuan, ditandai
adanya perbedaan rata-rata sebelum dan rata-rata sesudah diberikan perlakuan. Uji
sampel berkolerasi digunakan jika:
a. Uji komparasi antar dua nilai pengamatan berpasangan. Misalnya nilai
pretest dan postest.
b. Digunakan pada uji parametrik dimana syaratnya sebagai berikut:
1) Satu sampel (setiap elemen mempunyai 2 nilai pengamatan)
2) Merupakan data kuantitatif (rasio-interval)
c. Berasal dari populasi dgn distribusi normal (di populasi terdapat
distribusi difference = d yang berdistribusi normal dengan mean μd=0
dan variance =1)
Menurut Widiyanto (2013), dasar pengambilan keputusan untuk menerima
atau menolak Ho pada uji paired sampel t-test adalah sebagai berikut :

4
Jika probabilitas (Asymp.Sig) < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Jika probabilitas (Asymp.Sig) > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Menurut Suhariyadi dan Purwanto (2009), uji statistik untuk pengujian
hipotesis berpasangan dinyatakan sebagai berikut.
t= d
sd
Uji T adalah pengujian yang mana tidak adanya perbedaan yang signifikan
antara nilai variabel dari dua sampel yang berpasangan atau berkolerasi. Fungsi
dari uji T adalah untuk membandingkan rata-rata dua grup yang saling
berpasangan. Sampel berpasangan dapat diartikan sebagai sebuah sampel dengan
subjek yang sama namun mengalami 2 perlakuan atau pengukuran yang berbeda,
yaitu pengukuran sebelum dan sesudah dilakukan sebuah perlakuan (Suhariyadi
dan Purwanto, 2009).
Menurut Sugiyono (2010), syarat – syarat penggunaan uji t – test
dependent, terdiri dari :
1. Uji komparasi antar dua nilai pengamatan berpasangan, misalnya:
sebelum dan sesudah
2. Digunakan pada uji parametrik dimana syaratnya sebagai berikut:
a. satu sampel (setiap elemen mempunyai 2 nilai pengamatan)
b. merupakan data kuantitatif (rasio-interval)
c. data berdistribusi normal (di populasi terdapat distribusi difference = d
yang berdistribusi normal dengan mean μd=0 dan variance =1)
Tes t atau uji t adalah uji statistik yang digunakan untuk menguji
kebenaran atau kepalsuan hipotesis nol. Uji t pertama kali dikembangkan oleh
William Seely Gosset pada tahun 1915. Awalnya William Seely Gosset
menggunakan nama samaran Student, dan huruf t yang terdapat dalam istilah uji
“t” dari huruf terakhir nama beliau. Uji t disebut juga dengan nama student t.(
Ridwan, 2006)
Uji t (t – test) merupakan statistik uji yang sering kali ditemui dalam
masalah – masalah praktis statistika. Uji t merupakan dalam golongan statistika
parametrik. Statistik uji ini digunakan dalam pengujian hipotesis, uji t digunakan

5
ketika informasi mengenai nilai variance (ragam) populasi tidak diketahui. Uji t
adalah salah satu uji yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya
perbedaan yang signifikan (menyakinkan) dari dua mean sampel (dua buah
variabel yang dikomparasikan). Uji t dapat dibagi menjadi 2 , yaitu uji t yang
digunakan untuk pengujian hipotesis 1 sampel dan uji t yang digunakan untuk
pengujian hipotesis 2 sempel. Bila duhubungkan dengan kebebasan
(independency) sampel yang digunakan (khusus bagi uji t dengan 2 sampel),
maka uji t dibagi lagi menjadi 2, yaitu uji t untuk sampel bebas (independent) dan
uji t untuk sampel berpasangan (paired).( Ridwan, 2006)
T-test dependent atau sering diistilakan dengan Paired Sampel t-Test,
adalah jenis uji statistika yang bertujuan untuk membandingkan rata-rata dua
grup yang saling berpasangan. Sampel berpasangan dapat diartikan sebagai
sebuah sampel dengan subjek yang sama namun mengalami 2 perlakuan atau
pengukuran yang berbeda, yaitu pengukuran sebelum dan sesudah dilakukan
sebuah treatment.(Sugiyono, 2010)
Menurut Prof. Dr. Sugiyono (2009), definisi dari t test dependent adalah
pengujian yang mana tidak adanya perbedaan yang signifikan antara nilai variabel
dari dua sampel yang berpasangan atau berkolerasi. Sampel berpasangan dapat
berupa :
1. Satu sampel yang diukur dua kali misalnya sebelum sampel diberi iklan dan
sesudah diberi iklan. Yang diukur selanjutnya adalah apakah setelah diberi
iklan anggota sampel yang membeli barang lebih banyak daripada anggota
sampel sebelum diberi iklan atau tidak.
2. Dua sampel berpasangan diukur bersama, misalnya sampel yang satu diberi
iklan, sampel yang lain tidak. Yang diukur selanjutnya adalah apakah
anggota sampel yang diberi iklan memberi barang lebih banyak atau tidak
dari pada yang tidak diberi iklan.
3. Fungsi dari t-test dependent adalah untuk membandingkan rata-rata dua grup
yang saling berpasangan. Sampel berpasangan dapat diartikan sebagai
sebuah sampel dengan subjek yang sama namun mengalami 2 perlakuan
atau pengukuran yang berbeda, yaitu pengukuran sebelum dan sesudah

6
dilakukan sebuah perlakuan. Selain itu untuk menguji efektifitas suatu
perlakuan terhadap suatu besaran variabel yang ingin ditentukan, misalnya
untuk mengetahui efektifitas metode penyuluhan terhadap peningkatan
pengetahuan dari responden.( Ridwan, 2009)
Syarat – syarat penggunaan uji t – test dependent, terdiri dari :
1. Uji komparasi antar dua nilai pengamatan berpasangan, misalnya: sebelum
dan sesudah
2. Digunakan pada uji parametrik dimana syaratnya sebagai berikut:
a. satu sampel (setiap elemen mempunyai 2 nilai pengamatan)
b. merupakan data kuantitatif (rasio-interval)
c. Data berdistribusi normal (di populasi terdapat distribusi difference = d
yang berdistribusi normal dengan mean μd=0 dan variance =1)
(Sugiyono, 2010)
1. Uji dua arah. Pada hipotesis awal tidak terdapat perbedaan yang signifikan
antara rata-rata 1 dan rata-rata 2, sedangkan pada hipotesis alternatif
sebaliknya yaitu terdapat perbedaan rata-rata 1 dan rata-rata 2.

....(Sugiyono, 2010)

2. Uji satu arah dimana pada hipotesis awal kelompok atau sampel 1 memiliki
rata-rata sama dengan atau lebih besar dengan rata-rata kelompok 2.
sedangakan hipotesis alternatif rata-rata kelompok 1 lebih kecil
dibandingkan dengan rata-rata kelompok 2.

...(Sugiyono, 2010)

3. Uji satu arah ini kebalikan pada hipotesis kedua, dimana pada hipotesis awal
kelompok atau sampel 1 memiliki rata-rata sama dengan atau lebih kecil

7
dengan rata-rata kelompok 2. sedangakan hipotesis alternatif rata-rata
kelompok 1 lebih besar dibandingkan dengan rata-rata kelompok 2.

...(Sugiyono, 2010)

Hipotesis awal ditolak, bila:


|t hitung| > t tabel ( terdapat perbedaan / Ha)
atau:
Hipotesis awal diterima, bila:
|t hitung| <= t tabel (tidak terdapat perbedaan / Ho)
Menurut Sugiyono (2010), rumus uji t-test dependent, yaitu :
Statistik hitung (t hitung):

...(Sugiyono, 2010)

Dimana:

...(Sugiyono, 2010)
Keterangan
D = Selisih x1 dan x2 (x1-x2)
n = Jumlah Sampel
X bar = Rata-rata
Sd = Standar Deviasi dari d.
Menurut Ratih (2014), Langkah-langkah pengujian signifikansi (hipotesis)
dalam Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua kelompok berpasangan:

8
1. Tetapkan H0 dan H1
2. Tetapkan titik kritis (tingkat kepercayaan 95 %) atau (tingkat kepercayaan
99 %) yang terdapat pada tabel “t”.
3. Tentukan daerah kritis, dengan db = n -1.
4. Tentukan t hitung dengan menggunakan rumus.
5. Lakukan uji signifikansi dengan membandingkan besarnya “ t” hitung
dengan “t” tabel.
(Ratih, 2014)

C. Alat dan Bahan


1. Alat:
a. Personal Computer (PC) / Netbook.
b. Aplikasi IBM SPSS Statistics Versi 23.
c. Bolpoint.
2. Bahan:
a. Data hasil penelitian (data pretest dan postest).
b. Buku Petunjuk Praktikum Biostatistika.

9
D. Cara Kerja
1.1.Uji T Dependent dengan Data Dieliminasi
a. Mempersiapkan data pretest dan postest yang akan diuji dalam file doc.,
excel., atau yang lainnya untuk mempermudah tahapan analisis
menggunakan SPSS. Data yang diguanakan adalah data dieliminasi,
dengan rincian data sebagai berikut:

1. Uji Beda Sampel Berpasangan (Uji T Berhubungan)/ Paired T Test


 Data Tidak Dieliminasi
a. Tahap persiapan data : Menyiapkan data awal untuk uji T dengan data yang
tidak di eliminasi (lengkap) dalam tabel untuk memudahkan input data dalam
worksheet SPSS.

10
pretes posttes
1 49 72
2 51 88
3 38 77
4 68 72
5 35 68
6 51 56
7 45 88
8 49 78
9 54 64
10 47 56
11 61 76
12 80 87
13 54 61
14 61 74
15 31 54
16 49 66
17 48 65
18 72 82
19 58 72
20 62 69
21 66 74
22 80 84
23 85 87
24 45 57
25 60 72
26 62 77
27 61 82
28 59 68
29 60 74
30 47 70

b. Memasukan data yang telah disusun ke SPSS dalam worksheet Data View
dengan cara memblok tabel persiapan uji yang telah disusun dalam MS Excel
atau MS Word (Tabel. 1) kemudian menekan Ctrl+C pada keyboard. Pada
worksheet Data View SPSS arahkan kursor pada baris 1 dan kolom var
pertama dan menekan Ctrl+V sehingga akan nampak sajian data dalam
worksheet Data View sebagai berikut

11
c. Membuka worksheet variabel view dengan mengklik Variabel View dibagian
pojok kiri bawah. Mengubah VAR00001 dengan “Pretes” dan VAR00002
dengan “Postest” pada kolom “NAME”. Selanjutnya mengubah desimal pada
kolom “Decimale”, jumlah desimal pada baris pertama dan kedua diubah
menjadi 0 . Pada kolom label tulis PRETES dan POSTES, abaikan yang
lainnya Sehingga dalam worksheet Variabel View akan tampak tampilan
seperti berikut:

d. Mengarahkan kursor pada menubar dan klik menu Analyze, memilih sub
menu Compere Mean dan Paired-Sampel T Test dengan cara mengkliknya.

12
Selanjutnya akan muncul kotak dialog Paired-Sampel T Test seperti dibawah
ini:

e. Memindahkan variabel Pretes dan posttestdengan memblok keduanya dal klik


anak panah yang ada di tengah pada Paired Variables

f. Klik OK dan akan muncul hasil seperti dibawah ini.

13
g. Menginterpretasi data

 Data Dieliminasi
a. Tahap persiapan data : Menyiapkan data awal untuk uji T dengan data yang t
di eliminasi (lengkap) dalam tabel untuk memudahkan input data dalam
worksheet SPSS
Pretes posttes
1 49 72
2 51 88
3 38 77
4 68 72
5 35 68
6 51 0
7 45 88
8 49 78
9 54 64
10 47 56
11 61 76
12 80 0
13 54 61
14 61 74
15 31 54
16 49 0
17 48 65
18 72 82
19 58 72
20 62 69
21 66 74
22 80 84
23 85 0
24 45 57
25 60 72
26 62 77
27 61 82
28 59 68
29 60 74
30 47 70

b. Memasukan data yang telah disusun ke SPSS dalam worksheet Data View
dengan cara memblok tabel persiapan uji yang telah disusun dalam MS Excel
atau MS Word (Tabel. 1) kemudian menekan Ctrl+C pada keyboard. Pada
worksheet Data View SPSS arahkan kursor pada baris 1 dan kolom var

14
pertama dan menekan Ctrl+V sehingga akan nampak sajian data dalam
worksheet Data View sebagai berikut:

c. Membuka worksheet variabel view dengan mengklik Variabel View dibagian


pojok kiri bawah. Mengubah VAR00001 dengan “Pretes” dan VAR00002
dengan “Postest” pada kolom “NAME”. Selanjutnya mengubah desimal pada
kolom “Decimale”, jumlah desimal pada baris pertama dan kedua diubah
menjadi 0 . Pada kolom label tulis PRETES dan POSTES, abaikan yang
lainnya Sehingga dalam worksheet Variabel View akan tampak tampilan
seperti berikut:

15
d. Melakukan langkah d-f seperti pada uji T data yang tidak dieliminasi. Pada
langkah c sebelum memasukan pretes dan posttes dalam kolom Paired
Variables terlebih dahulu klik reset pada kotak dialog.
e. Akan muncul hasil sebagai berikut

f. Interpretasi data

16
E. Hasil Analisis Data
1. Hasil Analisis Data Uji T Berhubungan

Berdasarkan hasil analisis dengan uji T (T test) pada data uji T


berhubungan dependent menunjukkan nilai rata-rata (mean) dari data yang
terdapat pada variabel pretest adalah 73,33 dan data yang terdapat pada
variabel postest adalah 78,33. Baik variabel pretest dan variabel postest sama-
sama memiliki jumlah data sebanyak 21 data, variabel pretest memiliki nilai
standart deviation 7,130 sedangkan variabel postest memilki nilai standart
deviation 10,408. Nilai standart error mean dari variabel pretest adalah 1,556
sedangkan nilai standart error mean yang dimiliki variabel postest adalah
2,271. (Tabel 1).

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 PREETEST 73,33 21 7,130 1,556

POSTTEST 78,33 21 10,408 2,271

Tabel 1. Sampel Statistik Berpasangan (Paired Samples Statistics) data uji T


berhubungan dependent

Hasil analisis data pada uji T (T test) menunjukkan hubungan antara


variabel pretest dan variabel postest data yang dieliminasi memiliki jumlah
data sebanyak 21 data, dengan nilai Correlation sebesar 0,835 dan nilai
probabilitas (signifikansi) sebesar 0,000. (Tabel 2).

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 PREETEST & POSTTEST 21 ,853 ,000

Tabel 2. Korelasi Sampel Pasangan (Paired Samples Correlations) data uji T


berhubungan dependent

Berdasarkan hasil analisis data pada uji T (T test), menunjukkan


hubungan variabel pretset dan variabel postest data data uji T berhubungan
dependent memiliki nilai rata-rata 5,000, nilai standart deviation 5,701 dan

17
standart error mean 1,244. Pada taraf selisih interval kepercayaan (Confidence
Interval of the Difference), taraf kepercayaan terendah berada pada angka -
7,595 dan taraf kepercayaan tertinggi -2,405. Selain itu, diperoleh pula nilai t
sebesar -4,019 dan nilai probabilitas (signifikansi) sebesar 0,001. (Tabel 3).
Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence

Std. Std. Interval of the

Mea Deviatio Error Difference Sig. (2-


n n Mean Lower Upper t df tailed)

Pair PREETEST - -
-
1 POSTTEST 5,00 5,701 1,244 -7,595 -2,405 20 ,001
4,019
0

Tabel 3. Uji Sampel Berpasangan (Paired Samples Test) data data uji T
berhubungan dependent

2. Hasil Analisis Data Uji T Dependent dengan Data Dieliminasi


Berdasarkan hasil analisis dengan uji T (T test) pada data yang
dieliminasi menunjukkan nilai rata-rata (mean) dari data yang terdapat pada
variabel pretest adalah 73,33 dan data yang terdapat pada variabel postest
adalah 78,33. Baik variabel pretest dan variabel postest sama-sama memiliki
jumlah data sebanyak 21 data, variabel pretest memiliki nilai standart
deviation 7,130 sedangkan variabel postest memilki nilai standart deviation
10,408. Nilai standart error mean dari variabel pretest adalah 1,556 sedangkan
nilai standart error mean yang dimiliki variabel postest adalah 2,271. (Tabel
4)
Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 PREETEST 73,33 21 7,130 1,556

POSTTEST 78,33 21 10,408 2,271

Tabel 4. Sampel Statistik Berpasangan (Paired Samples Statistics) data


dieliminasi

18
Hasil analisis data pada uji T (T test) juga menunjukkan hubungan
antara variabel pretest dan variabel postest data yang dieliminasi memiliki
jumlah data sebanyak 21 data, dengan nilai Correlation sebesar 0,853 dan
nilai probabilitas (signifikansi) sebesar 0,000. (Tabel 5)

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 PREETEST & POSTTEST 21 ,853 ,000

Tabel 5. Korelasi Sampel Pasangan (Paired Samples Correlations) data


dieliminasi

Berdasarkan hasil analisis data pada uji T (T test), menunjukkan


hubungan variabel pretset dan variabel postest data dieliminasi memiliki nilai
rata-rata 5,00, nilai standart deviation 5,701 dan standart error mean 1,244.
Pada taraf selisih interval kepercayaan (Confidence Interval of the
Difference), taraf kepercayaan terendah berada pada angka -7,595 dan taraf
kepercayaan tertinggi -2,405. Selain itu, diperoleh pula nilai t sebesar -4,019
dan nilai probabilitas (signifikansi) sebesar 0,001. (Tabel 6)

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence

Std. Std. Interval of the

Mea Deviatio Error Difference Sig. (2-


n n Mean Lower Upper t df tailed)

Pair PREETEST - -
-
1 POSTTEST 5,00 5,701 1,244 -7,595 -2,405 20 ,001
4,019
0

Tabel 6. Uji Sampel Berpasangan (Paired Samples Test) data dieliminasi

19
3. Hasil Analisis Data Uji T Dependent dengan Data Dieliminasi 2
Berdasarkan hasil analisis dengan uji T (T test) pada data yang
dieliminasi 2 menunjukkan nilai rata-rata (mean) dari data yang terdapat pada
variabel pretest adalah 74,00 dan data yang terdapat pada variabel postest
adalah 68,80. Baik variabel pretest dan variabel postest sama-sama memiliki
jumlah data sebanyak 25 data, variabel pretest memiliki nilai standart
deviation 7,500 sedangkan variabel postest memilki nilai standart deviation
30,811. Nilai standart error mean dari variabel pretest adalah 1,500 sedangkan
nilai standart error mean yang dimiliki variabel postest adalah 6,162. (Tabel
7)

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 PREETEST 74,00 25 7,500 1,500

POSTEST 65,80 25 30,811 6,162

Tabel 7. Sampel Statistik Berpasangan (Paired Samples Statistics) data


dieliminasi 2

Hasil analisis data pada uji T (T test) juga menunjukkan hubungan


antara variabel pretest dan variabel postest data yang dieliminasi 2 memiliki
jumlah data sebanyak 25 data, dengan nilai Correlation sebesar 0,31 dan nilai
probabilitas (signifikansi) sebesar 0,884. (Tabel 8).

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 PREETEST & POSTEST 25 ,031 ,884

Tabel 8. Korelasi Sampel Pasangan (Paired Samples Correlations) data


dieliminasi 2

Berdasarkan hasil analisis data pada uji T (T test), menunjukkan


hubungan variabel pretset dan variabel postest data dieliminasi 2 memiliki
nilai rata-rata 8,200, nilai standart deviation 31,487 dan standart error mean
6,297. Pada taraf selisih interval kepercayaan (Confidence Interval of the

20
Difference), taraf kepercayaan terendah berada pada angka -4,797 dan taraf
kepercayaan tertinggi 21,197. Selain itu, diperoleh pula nilai t sebesar 1,302
dan nilai probabilitas (signifikansi) sebesar 0,205. (Tabel 9)

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence

Std. Std. Interval of the

Deviatio Error Difference Sig. (2-


Mean n Mean Lower Upper t Df tailed)

Pair PREETEST -
8,200 31,487 6,297 -4,797 21,197 1,302 24 ,205
1 POSTEST

Tabel 9. Uji Sampel Berpasangan (Paired Samples Test) data dieliminasi 2

4. Hasil Analisis Data Uji T Dependent dengan Data Tidak Dieliminasi


Berdasarkan hasil analisis dengan uji T (T test) pada data yang tidak
dieliminasi menunjukkan nilai rata-rata (mean) dari data yang terdapat pada
variabel pretest adalah 56,27 dan data yang terdapat pada variabel postest
adalah 62,47. Baik variabel pretest dan variabel postest sama-sama memiliki
jumlah data sebanyak 30 data, variabel pretest memiliki nilai standart
deviation 12,793 sedangkan variabel postest memilki nilai standart deviation
26,303. Nilai standart error mean dari variabel pretest adalah 2,336 sedangkan
nilai standart error mean yang dimiliki variabel postest adalah 4,802. (Tabel
10)
Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 Pretest 56,27 30 12,793 2,336

Postest 62,47 30 26,303 4,802

Tabel 10. Sampel Statistik Berpasangan (Paired Samples Statistics) data tidak
dieliminasi

Hasil analisis data pada uji T (T test) juga menunjukkan hubungan


antara variabel pretest dan variabel postest data tidak dieliminasi memiliki

21
jumlah data sebanyak 30 data, dengan nilai Correlation sebesar -0,180 dan
nilai probabilitas (signifikansi) sebesar 0,342. (Tabel 11)

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 pretest & postest 30 -,180 ,342

Tabel 11. Korelasi Sampel Pasangan (Paired Samples Correlations) data tidak
dieliminasi

Berdasarkan hasil analisis data pada uji T (T test), menunjukkan


hubungan variabel pretset dan variabel postest data tidak dieliminasi memiliki
nilai rata-rata -6,200, nilai standart deviation 31,247 dan standart error mean
5,705. Pada taraf selisih interval kepercayaan (Confidence Interval of the
Difference), taraf kepercayaan terendah berada pada angka -17,868 dan taraf
kepercayaan tertinggi 5,468. Selain itu, diperoleh pula nilai t sebesar -1,087
dan nilai probabilitas (signifikansi) sebesar 0,286. (Tabel 12)

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence
Interval of the

Std. Std. Error Difference Sig. (2-


Mean Deviation Mean Lower Upper T df tailed)

Pair pretest – - -
31,247 5,705 -17,868 5,468 29 ,286
1 postest 6,200 1,087

Tabel 12. Uji Sampel Berpasangan (Paired Samples Test) data tidak
dieliminasi

5. Hasil Analisis Data Uji T Dependent


Berdasarkan hasil analisis dengan uji T (T test) pada data uji T
berhubungan dependent menunjukkan nilai rata-rata (mean) dari data yang
terdapat pada variabel pretest adalah 74,00 dan data yang terdapat pada
variabel postest adalah 79,20. Baik variabel pretest dan variabel postest sama-

22
sama memiliki jumlah data sebanyak 25 data, variabel pretest memiliki nilai
standart deviation 7,500 sedangkan variabel postest memilki nilai standart
deviation 10,173. Nilai standart error mean dari variabel pretest adalah 1,500
sedangkan nilai standart error mean yang dimiliki variabel postest adalah
2,035. (Tabel 13).

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 PREETEST 74,00 25 7,500 1,500

POSTEST 79,20 25 10,173 2,035

Tabel 13. Sampel Statistik Berpasangan (Paired Samples Statistics)

Hasil analisis data pada uji T (T test) menunjukkan hubungan antara


variabel pretest dan variabel postest data yang dieliminasi memiliki jumlah
data sebanyak 25 data, dengan nilai Correlation sebesar 0,863 dan nilai
probabilitas (signifikansi) sebesar 0,000. (Tabel 14).

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 PREETEST & POSTEST 25 ,863 ,000

Tabel 14. Korelasi Sampel Pasangan (Paired Samples Correlations)

Berdasarkan hasil analisis data pada uji T (T test), menunjukkan


hubungan variabel pretset dan variabel postest data data uji T berhubungan
dependent memiliki nilai rata-rata 5,200, nilai standart deviation 5,299 dan
standart error mean 1,060. Pada taraf selisih interval kepercayaan (Confidence
Interval of the Difference), taraf kepercayaan terendah berada pada angka -
7,387 dan taraf kepercayaan tertinggi -3,013. Selain itu, diperoleh pula nilai t
sebesar -4,906 dan nilai probabilitas (signifikansi) sebesar 0,000. (Tabel 15).

23
Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence

Std. Std. Interval of the

Deviatio Error Difference Sig. (2-


Mean n Mean Lower Upper t df tailed)

Pair PREETEST – - -
5,299 1,060 -7,387 -3,013 24 ,000
1 POSTEST 5,200 4,906

Tabel 15. Uji Sampel Berpasangan (Paired Samples Test)

F. Pembahasan
1. Uji T Berhubungan
Berdasarkan tabel 1. Sampel Statistik Berpasangan (Paired Samples
Statistics) data uji T berhubungan, menunjukkan bahwa data yang digunakan
dalam analisis uji t dependent dengan data uji T berhubungan terdiri dari dua
variabel dengan terdiri dari variabel pretest dan variabel postest. Masing-
masing variabel memiliki jumlah data yang sama yakni 21 data namun
memiliki nilai rata-rata (mean) berbeda dimana nilai rata-rata (mean) postest
lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata (mean) pretest.
Berdasarkan tabel tabel 2. Korelasi Sampel Pasangan (Paired Samples
Correlations) data uji T berhubungan, menunjukkan bahwa hubungan antara
variabel pretest dan variabel postest memiliki hubungan yang berbeda. Hal ini
disebabkan karena nilai probabilitas (signifikansi) < 0,05 dimana nilai
signifikansinya adalah 0,000 dengan nilai korelasi 0,835.
Pada tabel 3. Uji Sampel Berpasangan (Paired Samples Test) data uji
T berhubungan, terdapat nilai probabilitas (signifikansi) 0,000. Hal ini
menunjukkan bahwa terdapat beda rata-rata antara hasil yang diperoleh pada
saat pretest dengan hasil yang diperoleh pada saat postest. Adanya perbedaan
ini disebabkan nilai signifikasni yang diperoleh < 0,05 sehingga H0 ditolak
dan H1 diterima, dimana H0 adalah tidak terdapat perbedaan yang nyata
antara hasil yang diperoleh saat pretes dan hasil yang diperoleh saat postest

24
sedangkan H1 adalah terdapat perbedaan yang nyata antara hasil yang
diperoleh saat pretes dan hasil yang diperoleh saat postest.
2. Uji T Dependent dengan Data Dieliminasi
Berdasarkan tabel 4. Sampel Statistik Berpasangan (Paired Samples
Statistics) data uji T Dependent dengan data dieliminasi, menunjukkan bahwa
data yang digunakan dalam uji ini, terdiri dari dua variabel dengan terdiri dari
variabel pretest dan variabel postest. Masing-masing variabel memiliki
jumlah data yang sama yakni 21 data namun memiliki nilai rata-rata (mean)
berbeda dimana nilai rata-rata (mean) postest lebih besar dibandingkan
dengan nilai rata-rata (mean) pretest.
Berdasarkan tabel tabel 5. Korelasi Sampel Pasangan (Paired Samples
Correlations) data uji T berhubungan, menunjukkan bahwa hubungan antara
variabel pretest dan variabel postest memiliki hubungan yang berbeda. Hal ini
disebabkan karena nilai probabilitas (signifikansi) < 0,05 dimana nilai
signifikansinya adalah 0,000 dengan nilai korelasi 0,853.
Pada tabel 6. Uji Sampel Berpasangan (Paired Samples Test) data uji
T berhubungan, terdapat nilai probabilitas (signifikansi) 0,001. Hal ini
menunjukkan bahwa terdapat beda rata-rata antara hasil yang diperoleh pada
saat pretest dengan hasil yang diperoleh pada saat postest. Adanya perbedaan
ini disebabkan nilai signifikasni yang diperoleh < 0,05 sehingga H0 ditolak
dan H1 diterima, dimana H0 adalah tidak terdapat perbedaan yang nyata
antara hasil yang diperoleh saat pretes dan hasil yang diperoleh saat postest
sedangkan H1 adalah terdapat perbedaan yang nyata antara hasil yang
diperoleh saat pretes dan hasil yang diperoleh saat postest.
3. Uji T Dependent dengan Data Dieliminasi 2
Berdasarkan tabel 7. Sampel Statistik Uji T Dependent dengan Data
Dieliminasi 2 (Paired Samples Statistics), menunjukkan bahwa data yang
digunakan dalam uji ini, terdiri dari dua variabel dengan terdiri dari variabel
pretest dan variabel postest. Masing-masing variabel memiliki jumlah data
yang sama yakni 25 data namun memiliki nilai rata-rata (mean) berbeda

25
dimana nilai rata-rata (mean) postest lebih besar dibandingkan dengan nilai
rata-rata (mean) pretest.
Berdasarkan tabel tabel 8. Korelasi Sampel Pasangan (Paired Samples
Correlations) data uji T Dependent dengan data dieliminasi 2, menunjukkan
bahwa hubungan antara variabel pretest dan variabel postest memiliki
hubungan yang berbeda. Hal ini disebabkan karena nilai probabilitas
(signifikansi) > 0,05 dimana nilai signifikansinya adalah 0,884 dengan nilai
korelasi 0,31.
Pada tabel 9. Uji Sampel Berpasangan (Paired Samples Test) data uji
T Dependent dengan data dieliminasi 2, terdapat nilai probabilitas
(signifikansi) 0,205. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat beda rata-rata
antara hasil yang diperoleh pada saat pretest dengan hasil yang diperoleh pada
saat postest. Adanya perbedaan ini disebabkan nilai signifikasni yang
diperoleh < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, dimana H0 adalah tidak
terdapat perbedaan yang nyata antara hasil yang diperoleh saat pretes dan
hasil yang diperoleh saat postest sedangkan H1 adalah terdapat perbedaan
yang nyata antara hasil yang diperoleh saat pretes dan hasil yang diperoleh
saat postest.
4. Uji T Dependent dengan Data Tidak Dieliminasi
Berdasarkan tabel 10. Sampel Statistik Berpasangan (Paired Samples
Statistics) data tidak dieliminasi, menunjukkan bahwa data yang digunakan
dalam analisis uji t dependent dengan data tidak dieliminasi terdiri dari dua
variabel dengan terdiri dari variabel pretest dan variabel postest. Masing-
masing variabel memiliki jumlah data yang sama yakni 30 data namun
memiliki nilai rata-rata (mean) berbeda dimana nilai rata-rata (mean) postest
lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata (mean) pretest.
Berdasarkan tabel tabel 11. Korelasi Sampel Pasangan (Paired
Samples Correlations) data tidak dieliminasi, menunjukkan bahwa hubungan
antara variabel pretest dan variabel postest memiliki hubungan yang sama
atau tidak memiliki hubungan yang berbeda. Hal ini disebabkan karena nilai

26
probabilitas (signifikansi) > 0,05 dimana nilai signifikansinya adalah 0,342
dengan nilai korelasi -0,180.
Pada tabel 12. Uji Sampel Berpasangan (Paired Samples Test) data
tidak dieliminasi, terdapat nilai probabilitas (signifikansi) 0,286. Hal ini
menunjukkan bahwa tidak terdapat beda rata-rata antara hasil yang diperoleh
pada saat pretest dengan hasil yang diperoleh pada saat postest. Tidak adanya
perbedaan ini disebabkan nilai signifikansi yang diperoleh > 0,05 sehingga
H0 diterima dan H1 ditolak, dimana H0 adalah tidak terdapat perbedaan yang
nyata antara hasil yang diperoleh saat pretes dan hasil yang diperoleh saat
postest sedangkan H1 adalah terdapat perbedaan yang nyata antara hasil yang
diperoleh saat pretes dan hasil yang diperoleh saat postest.
5. Data Uji T Dependent
Berdasarkan tabel 13. Sampel Statistik Berpasangan (Paired Samples
Statistics) data uji T berhubungan, menunjukkan bahwa data yang digunakan
dalam analisis uji t dependent dengan data uji T berhubungan terdiri dari dua
variabel dengan terdiri dari variabel pretest dan variabel postest. Masing-
masing variabel memiliki jumlah data yang sama yakni 25 data namun
memiliki nilai rata-rata (mean) berbeda dimana nilai rata-rata (mean) postest
lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata (mean) pretest.
Berdasarkan tabel tabel 14. Korelasi Sampel Pasangan (Paired
Samples Correlations) data uji T berhubungan, menunjukkan bahwa
hubungan antara variabel pretest dan variabel postest memiliki hubungan
yang berbeda. Hal ini disebabkan karena nilai probabilitas (signifikansi) <
0,05 dimana nilai signifikansinya adalah 0,000 dengan nilai korelasi 0,863.
Pada tabel 15. Uji Sampel Berpasangan (Paired Samples Test) data uji
T berhubungan, terdapat nilai probabilitas (signifikansi) 0,000. Hal ini
menunjukkan bahwa terdapat beda rata-rata antara hasil yang diperoleh pada
saat pretest dengan hasil yang diperoleh pada saat postest. Adanya perbedaan
ini disebabkan nilai signifikasni yang diperoleh < 0,05 sehingga H0 ditolak
dan H1 diterima, dimana H0 adalah tidak terdapat perbedaan yang nyata
antara hasil yang diperoleh saat pretes dan hasil yang diperoleh saat postest

27
sedangkan H1 adalah terdapat perbedaan yang nyata antara hasil yang
diperoleh saat pretes dan hasil yang diperoleh saat postest.

A. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum Uji T (T test), maka dapat ditarik beberapa


kesimpulan, diantaranya:

1. Uji T adalah salah satu uji statistik yang dipergunakan untuk menguji
kebenaran atau kepalsuan hipotesa nihil yang menyatakan bahwa di antara 2
buah sampel yang diambil secara random dari populasi yang sama, tidak
terdapat perbedaan yang signifikan.
2. Data yang digunakan dalam analisis uji t dependent dengan data dieliminasi
terdiri dari dua variabel dengan terdiri dari variabel pretest dan variabel
postest. Masing-masing variabel memiliki jumlah data yang sama yakni 30
data namun memiliki nilai rata-rata (mean) berbeda dimana nilai rata-rata
(mean) postest lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata (mean) pretest.
3. Hubungan antara variabel pretest dan variabel postest memiliki hubungan
yang berbeda. Hal ini disebabkan karena nilai probabilitas (signifikansi) <
0,05 dimana nilai signifikansinya adalah 0,000 dengan nilai korelasi 0,835.
4. Terdapat beda rata-rata antara hasil yang diperoleh pada saat pretest dengan
hasil yang diperoleh pada saat postest. Adanya perbedaan ini disebabkan nilai
signifikasni yang diperoleh < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima.
5. Data yang digunakan dalam analisis uji t dependent dengan data dieliminasi
terdiri dari dua variabel dengan terdiri dari variabel pretest dan variabel
postest. Masing-masing variabel memiliki jumlah data yang sama yakni 30
data namun memiliki nilai rata-rata (mean) berbeda dimana nilai rata-rata
(mean) postest lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata (mean) pretest.
6. Hubungan antara variabel pretest dan variabel postest memiliki hubungan
yang sama atau tidak memiliki hubungan yang berbeda. Hal ini disebabkan
karena nilai probabilitas (signifikansi) > 0,05 dimana nilai signifikansinya
adalah 0,000 dengan nilai korelasi 0,853.

28
7. Tidak terdapat beda rata-rata antara hasil yang diperoleh pada saat pretest
dengan hasil yang diperoleh pada saat postest. Tidak adanya perbedaan ini
disebabkan nilai signifikansi yang diperoleh > 0,05 sehingga H0 diterima dan
H1 ditolak.
8. Data yang digunakan dalam uji t independent terdiri dari jenis test 1 dan jenis
test 2. Jenis test 1 adalah pretest dan jenis test 2 adalah postest. Kedua jenis
test memilki jumlah data yang sama yakni 30 data. namun memiliki nilai rata-
rata (mean) berbeda dimana nilai rata-rata (mean) pretest lebih besar
dibandingkan dengan nilai rata-rata (mean) postest.
9. Data yang dianalisis tidak terdapat adanya perbedaan varian yang signifikan
atau dapat dikatakan varian data adalah sama. Hal ini disebabkan karena nilai
probabilitas (signifikansi) > 0,05 dimana nilai signifikansi yang diperoleh
adalah 0,884 sehingga Ho diterima dan H1 ditolak.
10. Data yang dianalisis tidak terdapat beda rata-rata antar kelompok atau dapat
dikatakan rata-rata kelompok pada data dianalisis adalah sama. Hal ini
disebabkan karena nilai probabilitas (signifikansi) > 0,05 dimana nilai
signifikansi yang diperoleh adalah 0,342 sehingga Ho diterima dan H1
ditolak.

29
DAFTAR PUSTAKA

Anas, Sudiyono. 1997. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : PT Raja

Grafindo Persada

Dajan, Anto. 1994. Pengantar Metode Statistik Jilid Kedua. Jakarta: LP3ES.

Hidayat, Anwar. 2012. Tutorial Cara Uji T Paired dengan SPSS.

https://www.statistikian.com/2012/07/uji-t-paired-dengan-spss-html.

Diakses tanggal 27 April 2017.

Mulia, Dini Siswani. 2017. Petunjuk Praktikum Biostatistika. Purwokerto: UMP

Press

Passaribu. 1983. Pendidikan Nasional. Bandung: Tarsito

Riduwan. 2009. Dasar- Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta

Santoso, Singgih. 2001. Mengolah Data Statistik Secara Profesional. Jakarta: PT

Alex Media Komputindo

Siegel, S. 1994. Statistik Non Parametrik. Jakarta : PT Gramedia Pustaka.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuanttatif Kualitatif dan RND. Bandung:

Alfabeta.

Suharyadi dan Purwanto S.K. (2009). Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan

Modern. Jakarta: Salemba Empat.

Widiyanto, AM. 2013. Statistika Terapan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

30
LAMPIRAN-LAMPIRAN

1.1.Uji T Dependent dengan Data Dieliminasi


a. Data Awal Uji T Dependent dengan Data Dieliminasi

b. Hasil Analisis Uji T Dependent dengan Data Dieliminasi

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 PREETEST 73,33 21 7,130 1,556

POSTTEST 78,33 21 10,408 2,271

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.
Pair 1 PREETEST & POSTTEST 21 ,853 ,000

31
Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence

Std. Std. Interval of the

Mea Deviatio Error Difference Sig. (2-


n n Mean Lower Upper t df tailed)

Pair PREETEST - -
-
1 POSTTEST 5,00 5,701 1,244 -7,595 -2,405 20 ,001
4,019
0

c. Hasil Analisis Data Uji T Dependent dengan Data Dieliminasi 2

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 PREETEST 74,00 25 7,500 1,500

POSTEST 65,80 25 30,811 6,162

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 PREETEST & POSTEST 25 ,031 ,884

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence

Std. Std. Interval of the

Deviatio Error Difference Sig. (2-


Mean n Mean Lower Upper t Df tailed)

Pair PREETEST -
8,200 31,487 6,297 -4,797 21,197 1,302 24 ,205
1 POSTEST

32
1.2.Uji T Dependent dengan Data Tidak Dieliminasi
a. Data Awal Uji T Dependent dengan Data Tidak Dieliminasi

b. Hasil Analisis Uji T Dependent dengan Data Tidak Dieliminasi


1. Hasil Analisis Data Uji T Berhubungan

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 PREETEST 73,33 21 7,130 1,556

POSTTEST 78,33 21 10,408 2,271

33
Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 PREETEST & POSTTEST 21 ,853 ,000

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence

Std. Std. Interval of the

Mea Deviatio Error Difference Sig. (2-


n n Mean Lower Upper t df tailed)

Pair PREETEST - -
-
1 POSTTEST 5,00 5,701 1,244 -7,595 -2,405 20 ,001
4,019
0

2. Hasil Analisis Data Uji T Dependent dengan Data Tidak Dieliminasi


Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 Pretest 56,27 30 12,793 2,336

Postest 62,47 30 26,303 4,802

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 pretest & postest 30 -,180 ,342

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence
Interval of the

Std. Std. Error Difference Sig. (2-


Mean Deviation Mean Lower Upper T df tailed)

Pair pretest – - -
31,247 5,705 -17,868 5,468 29 ,286
1 postest 6,200 1,087

34
3. Hasil Analisis Data Uji T Dependent
Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 PREETEST 74,00 25 7,500 1,500

POSTEST 79,20 25 10,173 2,035

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 PREETEST & POSTEST 25 ,863 ,000

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence

Std. Std. Interval of the

Deviatio Error Difference Sig. (2-


Mean n Mean Lower Upper t df tailed)

Pair PREETEST – - -
5,299 1,060 -7,387 -3,013 24 ,000
1 POSTEST 5,200 4,906

35