Anda di halaman 1dari 13

KONSELING TEMAN SEBAYA (PEER COUNSELING) UNTUK

MEREDUKSI KECANDUAN GAME ONLINE

Hardi Prasetiawan *)
hardi.prasetiawan@bk.uad.ac.id

Abstrak
Salah satu fungsi terpenting dari kelompok teman sebaya adalah untuk
memberikan sumber informasi dan komparasi tentang dunia di luar keluarga,
melalui konseling teman sebaya (peer counseling) para remaja dapat saling
menerima masukan/umpan balik dari setiap teman-temannya tentang
kemampuannya dalam menilai apa saja yang dilakukannya dengan apa yang
remaja lain kerjakan. Melalui konseling teman sebaya capaiannya adalah para
remaja yang kecandan game online dapat mengurangi waktu bermainnya yang
berlebihan atau bahkan tidak memiliki batasan waktunya.

Kata kunci : Konseling Teman Sebaya (Peer Counseling), Remaja, Kecanduan


Game Online.

Abstract
One of the most important functions of the peer group is to provide resources
and comparative about the world outside the family, through counseling peers
(peer counseling ) teenagers are able to receive input / feedback from any of her
friends about her ability to assess what do what other teens do. Through peer
counseling achievements are teenagers who kecandan online games can reduce
excessive play time or even do not have a time limit .

Keywords : Peer Counseling, Adolescents , Online Game Addiction

* Hardi Prasetiawan adalah Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 1


PENDAHULUAN dibandingkan dengan orang tua
Teman sebaya merupakan dan guru pembimbing.
salah satu figur penting Hubungan yang baik di antara
(significant others) yang sangat teman sebaya dapat membantu
berperan memberi warna pada perkembangan aspek sosial
berbagai aspek perkembangan remaja secara normal. Remaja
individu. Pada masa remaja, yang kurang aktif bergabung
ketertarikan dan ikatan terhadap dengan teman-temannya sering
teman sebaya menjadi sangat ditolak oleh teman sebayanya dan
kuat. Hal ini terbukti karena dapat berisiko kesepian sehingga
banyak remaja merasa bahwa menderita depresi. Pada
orang dewasa tidak dapat perkembangannya sejumlah
memahaminya. Keadaan ini masalah seperti kenakalan dan
sering menjadikan remaja sebagai kecanduan game online. Gladding
suatu kelompok yang eksklusif (2012) mengungkapkan bahwa
karena memiliki anggapan bahwa dalam interaksi teman sebaya
hanya sesama remaja-lah yang memungkinkan terjadinya proses
dapat saling memahami. identifikasi, kerjasama dan proses
Jenjang pendidikan formal kolaborasi. Proses-proses tersebut
terdapat siswa menengah pertama akan mewarnai proses
hingga menengah atas dan sesuai pembentukan tingkah laku yang
dengan usia perkembangannya khas pada remaja.
masa itu berada pada masa Bagi sebagian besar remaja
remaja. Pada masa remaja, teman merupakan ”kekayaan”
ketertarikan dan komitmen serta yang sangat besar maknanya.
ikatan terhadap teman sebaya Dalam kehidupan sehari-hari,
menjadi sangat kuat. Sebagian interaksi dan pengaruh diantara
(besar) siswa (remaja) lebih sering remaja sangat intensif. Berbagai
membicarakan masalah-masalah sikap dan tingkah laku (positif
seriusnya dengan teman sebaya, maupun negatif) akan dengan
mudah menyebar dari satu remaja

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 2


ke remaja lainnya. Hal yang remaja-remaja lain, serta
demikian merupakan peluang dan menerapkannya dalam kehidupan
tantangan bagi konselor untuk sehari-hari. Sementara itu, Tindall
memberikan intervensi secara dan Gray, 1985 (dalam Suwarjo,
tepat, salah satu diantaranya 2008) mendefinisikan konseling
adalah dengan membangun teman sebaya sebagai suatu ragam
konseling teman sebaya. tingkah laku membantu secara
Pada awalnya konseling interpersonal yang dilakukan oleh
teman sebaya muncul dengan individu non-profesional yang
konsep peer support yang dimulai berusaha membantu orang lain.
pada tahun 1939 untuk membantu Menurut Tindall & Gray,
para penderita alkoholik (Carter, konseling teman sebaya
2005). Dalam konsep tersebut mencakup hubungan membantu
diyakini bahwa individu yang yang dilakukan secara individual
pernah kecanduan alkohol dan (one-to-one helping relationship),
memiliki pengalaman berhasil kepemimpinan kelompok,
mengatasi kecanduan tersebut kepemimpinan diskusi, pemberian
dapat lebih efektif dalam pertimbangan, tutorial dan semua
membantu individu lain yang aktivitas interpersonal manusia
sedang mencoba mengatasi untuk membantu atau menolong.
kecanduan alkohol. Dari tahun ke Definisi lain menekankan
tahun konsep teman sebaya terus konseling teman sebaya sebagai
merambah ke sejumlah setting suatu metode, seperti
dan issue baik di dalam ranah dikemukakan Kan (1996) “Peer
akademik maupun non-akademik counseling is the use problem
Menurut Carr, 1981 (dalam solving skills and active listening,
Suwarjo, 2008) pada dasarnya to support people who are our
konseling teman sebaya peers”. Meskipun demikian, Kan
merupakan suatu cara bagi para mengakui bahwa keberadaan
siswa (remaja) belajar bagaimana konseling teman sebaya
memperhatikan dan membantu merupakan kombinasi dari dua

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 3


aspek yaitu teknik dan keputusan. Dengan cara yang
pendekatan. Berbeda dengan demikian, konseling teman sebaya
Tindall dan Gray, Kan memberikan kontribusi pada
membedakan antara konseling dimilikinya pengalaman yang kuat
teman sebaya dengan dukungan yang dibutuhkan oleh para remaja
teman sebaya (peer support). yaitu respect.
Menurut Kan peer support lebih Menurut Carr, 1981 (dalam
bersifat umum (bantuan informal; Suwarjo, 2008) konseling teman
saran umum dan nasehat sebaya dipandang penting karena
diberikan oleh dan untuk teman sebagian besar remaja lebih
sebaya); sementara peer sering membicarakan masalah-
counseling merupakan suatu masalahnya dengan teman sebaya
metode yang terstruktur. dibandingkan dengan orang tua,
Konseling teman sebaya pembimbing, atau guru di
merupakan suatu bentuk sekolah. Untuk masalah yang
pendidikan psikologis yang dianggap sangat seriuspun para
disengaja dan sistematik. remaja senang membicarakan
Konseling teman sebaya dengan teman sebayanya
memungkinkan siswa untuk (sahabat). Kalaupun terdapat
memiliki keterampilan- remaja yang akhirnya
keterampilan guna menceritakan masalah serius yang
mengimplementasikan dialami kepada orang tua,
pengalaman kemandirian dan pembimbing atau gurunya,
kemampuan mengontrol diri yang biasanya karena sudah terpaksa
sangat bermakna bagi remaja. (pembicaraan dan upaya
Secara khusus konseling teman pemecahan masalah bersama
sebaya tidak memfokuskan pada teman sebaya mengalami jalan
evaluasi isi, namun lebih buntu). Hal tersebut dapat terjadi
memfokuskan pada proses karena remaja memiliki
berfikir, proses-proses perasaan ketertarikan dan komitmen serta
dan proses pengambilan

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 4


ikatan terhadap teman sebaya sebaya adalah para siswa (remaja
yang sangat kuat. asuh) yang memberikan bantuan
PEMBAHASAN kepada siswa lain di bawah
bimbingan konselor ahli.
1. Konseling Teman Sebaya
Kehadiran “konselor” sebaya
Tindall dan Gray, 1985
tidak dimaksudkan untuk
(dalam Suwarjo, 2008 : 5)
menggantikan peran dan fungsi
mendefinisikan konseling teman
konselor ahli. Dalam konseling
sebaya sebagai suatu ragam
teman sebaya, “konselor” sebaya
tingkah laku membantu secara
adalah sahabat karena
interpersonal yang dilakukan oleh
kemampuan dan kelebihan-
individu nonprofesional yang
kelebihan personal-nya,
berusaha membantu orang lain.
“konselor” teman sebaya
Menurut Tindall & Gray,
memperoleh pelatihan untuk
konseling teman sebaya
secara bersama-sama membantu
mencakup hubungan membantu
dan mendampingi proses belajar
yang dilakukan secara individual
serta perkembangan diri dan
(one-to-one helping relationship),
rekan-rekannya. Pada tataran
kepemimpinan kelompok,
tertentu, dimana para “konselor”
kepemimpinan diskusi, pemberian
teman sebaya menjumpai
pertimbangan, tutorial, dan semua
hambatan dan keterbatasan
aktivitas interpersonal manusia
kemampuan dalam membantu
untuk membantu atau menolong.
temannya, para “konselor” teman
Pada hakikatnya konseling
sebaya dapat berkonsultasi kepada
teman sebaya adalah konseling
konselor ahli untuk memperoleh
antara konselor ahli dengan
bimbingan. “Konselor” sebaya
konseli dengan menggunakan
juga diharapkan dapat mengajak
perantara teman sebaya dari para
atau menyarankan teman yang
konseli (counseling through
membutuhkan bantuan untuk
peers). “Konselor” sebaya
berkonsultasi langsung kepada
bukanlah konselor profesional
konselor ahli. Dengan kata lain,
atau ahli terapi. “Konselor”

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 5


”konselor” teman sebaya adalah prinsip-prinsip menurut Kan,
jembatan penghubung (bridge) 1996 (dalam Suwarjo, 2008 : 11)
antara konselor dengan remaja- yaitu sebagai berikut :
remaja asuh (konseli). a. Informasi (termasuk masalah)
Fungsi bridging ”konselor” yang dibahas dalam sesi-sesi
teman sebaya berlaku dalam dua konseling teman sebaya
arti yaitu menjembatani adalah rahasia. Dengan
layanannya, yaitu layanan demikian, apa yang dibahas
konselor ahli kepada konseli, dan dalam kelompok haruslah
atau menjembatani konseli untuk menjadi rahasia kelompok,
bersedia datang guna memperoleh dan apa yang dibahas oleh
layanan dari konselor ahli. sepasang teman, menjadi
“Konselor” sebaya terlatih yang rahasia bersama yang tidak
direkrut dari jaringan kerja sosial boleh dibagikan kepada orang
memungkinkan terjadinya lain.
sejumlah kontak yang spontan dan b. Harapan, hak-hak, nilai-nilai
informal. Kontak-kontak yang dan keyakinan-keyakinan
demikian memiliki multiplying “konseli” dihormati.
impact pada berbagai aspek dari c. Tidak ada penilaian
remaja asuh lainnya. Kontak- (judgment) dalam sesi
kontak tersebut juga dapat konseling teman sebaya.
memperbaiki atau meningkatkan d. Pemberian informasi dapat
iklim sosial dan dapat menjadi menjadi bagian dari konseling
jembatan penghubung antara teman sebaya, sedangkan
konselor profesional dengan para pemberian nasihat tidak.
siswa (remaja asuh) yang tidak e. Teman yang dibantu
sempat atau tidak bersedia (“konseli”) bebas untuk
berjumpa dengan konselor. membuat pilihan, dan kapan
Kontak-kontak yang terjadi akan mengakhiri sesi.
dalam konseling teman sebaya
dilakukan dengan memegang

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 6


f. Konseling teman sebaya membutuhkan kontak fisik yang
dilakukan atas dasar penuh rasa hormat. Remaja juga
kesetaraan (equality). membutuhkan perhatian dan rasa
g. Setiap saat “konseli” nyaman ketika menghadapi
membutuhkan dukungan masalah, butuh orang yang mau
yang tidak dapat dipenuhi mendengarkan dengan penuh
melalui konseling teman simpati, serius, dan memberikan
sebaya, dia dialihtangankan kesempatan untuk berbagi
kepada konselor ahli, kesulitan dan perasaan seperti
lembaga, atau organisasi yang rasa marah, takut, cemas, dan
lebih tepat. keraguan. Semua hal tersebut
h. Kapanpun membutuhkan, dapat difasilitasi melalui
“konseli” memperoleh konseling teman sebaya. Adapun
informasi yang jelas tentang konseling teman sebaya
konseling teman sebaya, memiliki tujuan tertentu, dalam
tujuan, proses, dan teknik hal ini membantu remaja
yang digunakan dalam mereduksi kecanduan game
konseling teman sebaya online seperti :
sebelum memanfaatkan a. Mengembangkan
layanan tersebut. kemampuan saling
i. Selain prinsip-prinsip di atas, memperhatikan dan saling
dalam konseling teman berbagi pengalaman
sebaya juga berlaku prinsip diantara sahabat yang baik.
bahwa segala keputusan akhir b. Mengembangkan sikap-
yang diambil ”konseli” sikap positif yang
berada pada tangan dan diperlukan sebagai seorang
tanggung jawab “konseli”. sahabat yang baik.
2. Tujuan Konseling Teman c. Mengembangkan
Sebaya keterampilan dasar
Remaja membutuhkan berkomunikasi secara
afeksi dari remaja lainnya dan interpersonal yang

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 7


diperlukan dalam membantu menyajikan sebagai: hilangnya
orang lain. kontrol, peningkatan konflik,
d. Memaknai dan keasyikan dengan game,
memanfaatkan secara positif pemanfaatan permainan untuk
kehadiran teman sebaya tujuan mengatasi suasana-hati
sebagai salah satu sumber modifikasi, dan gejala penarikan
kecanduan game online-nya. jika gamer dipaksa untuk
e. Mengembangkan berhenti
keterampilan dalam Menurut Griffiths dan Kuss
menghadapi situasi-situasi (2012 : 3) seseorang dikatakan
sulit yang tidak dapat kecanduan apabila memenuhi
dihindarkan. minimal tiga dari enam kriteria,
f. Membangun komitmen yaitu sebagai berikut :
pribadi terhadap berbagai a. Salience: menunjukan
keputusan yang telah dominasi aktivitas bermain
ditetapkan untuk game dalam pikiran dan
menyongsong kehidupan tingkah laku.
yang lebih baik. 1) Cognitive salience:
3. Kecanduan Game Online dominasi aktivitas
Menurut Van Rooij (2011 : bermain game pada level
66) video game addiction as an
pikiran.
addiction-like behavioral
problem which presents as: a 2) Behavioral salience:
loss of control, an increase in
dominasi aktivitas
conflict, preoccupation with
gaming, the utilization of games bermain game pada level
for purposes of coping/mood
tingkah laku.
modification, and withdrawal
symptoms if the gamer is forced b. Euphoria: mendapatkan
to quit.
kesenangan dalam aktivitas
Dari pengertian kecanduan
bermain game.
game online di atas dapat
c. Conflict: pertentangan yang
dijelaskan bahwa kecanduan
muncul antara orang yang
video game sebagai kecanduan
kecanduan dengan orang-
seperti masalah perilaku yang

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 8


orang yang ada di sekitarnya f. Relapse and Reinstatement:
(external conflict) dan juga kecenderungan untuk
dengan dirinya sendiri melakukan pengulangan
(internal conflict) tentang terhadap pola-pola awal
tingkat dari tingkah laku yang tingkah laku addictive atau
berlebihan. bahkan menjadi lebih parah
1) Interpersonal conflict walaupun setelah bertahun-
(eksternal): konflik yang tahun hilang dan dikontrol.
terjadi dengan orang-orang Kecenderungan untuk
yang ada di sekitarnya. mengulang bermain game
2) Intrapersonal conflict online menunjukan
(internal): konflik yang ketidakmampuan untuk
terjadi dalam dirinya berhenti secara utuh dari
sendiri. aktivitas bermain game
d. Tolerance : aktivitas tersebut online.
mengalami peningkatan Sehingga, kecanduan game
secara progresif selama online adalah suatu aktivitas atau
rentang periode untuk substansi terhadap suatu jenis
mendapatkan efek kepuasan. permainan komputer berupa
e. Withdrawal : menarik diri game online yang dilakukan
atau menghentikan aktivitas berulang-ulang dan dapat
bermain game online. Dengan menimbulkan dampak negatif.
menghentikan aktivitas Khusus remaja yang masih di
tersebut, gejala yang akan bangku sekolah, perlu menjadi
ditimbulkan adalah bahan perhatian akibat
munculnya perasaan cemas, kecanduan game online. Sesuatu
gelisah atau tidak yang dilakukan secara
menyenangkan pada saat berlebihan tidak akan pernah
tidak melakukan aktivitas berujung dengan baik. Remaja
bermain game online. yang sudah kecanduan game
online perlu diatasi melalui peer

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 9


counseling agar remaja dapat bersangkutan akan memperoleh
saling memperhatikan dan kesenangan, kenyamanan serta
mengatur waktu belajar dan keasyikan tersendiri sehingga
bermainnya dengan baik frekuensi dan durasi dalam
sehingga lebih efektif dan bermain game onliine akan terus
efisien. Peer counseling dapat meningkat dari waktu ke waktu,
membantu remaja saling bahkan akan membuat semuanya
memperhatikan dan bertukar tidak terkontrol, yang salah
pengalaman agar terorganisasi satunya berdampak pada situasi
dengan baik sehingga dapat antisosial.
membentuk remaja yang disiplin Ciri-ciri seorang remaja
dan lebih bertanggung jawab. yang sudah kecanduan game
online umumnya antara lain:
marah apabila dibatasi waktunya
4. Konseling Teman Sebaya Untuk untuk menggunakan bermain
Mereduksi Kecanduan Game game online, cenderung enggan
Online berkomunikasi dengan orang
Kecanduan game online lain, bersifat tertutup atau hanya
adalah ketergantungan atau mau berteman dengan orang
kondisi terikat yang sangat kuat tertentu saja dan tidak mau
secara fisik dan psikologis melakukan aktivitas lain selain
terhadap permainan game bermain game online. Selain itu,
online, dan jika hasrat untuk ada beberapa komponen-
memainkan game online tidak komponen inti yang bisa
terpenuhi maka akan mengidentifikasi remaja yang
menimbulkan perasaan kecanduan game online adalah
terhukum atau perasaan tidak salience, conflict dan euphoria.
menyenangkan bagi remaja Sebagai tambahannya adalah
yang bersangkutan. Dengan tolerance, withdrawal, relapse
ketergantungan terhadap game dan reinstatement, komponen-
onliine, remaja yang komponen ini merupakan

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 10


komponen umum dalam sebuah Menurut Suwarjo (2008)
kecanduan. Tolerance pengembangan konseling teman
berkembang sebagai kebutuhan sebaya dilakukan melalui tahap-
pada seseorang yang kecanduan tahap yaitu:
untuk meningkatkan 1. Pemilihan calon “konselor”
ketergantungannya pada tingkah sebaya
laku bermain game online untuk 2. Pelatihan calon “konselor”
mendapatkan pengalaman yang sebaya
sama dibandingkan pada saat 3. Pengorganisasian
bagian awal kecanduan. Efek pelaksanaan konseling teman
withdrawal merupakan reaksi sebaya
tidak menyenangkan pada saat PENUTUP
menghentikan aktivitas Memperhatikan pentingnya
kecanduannya. Sementara peran teman sebaya, pengembangan
relapse dan reinstatement lingkungan teman sebaya yang
merupakan pengembalian positif merupakan cara efektif yang
kepada keadaan semula dari dapat ditempuh untuk mendukung
kecanduan, walaupun setelah perkembangan remaja. Dalam
periode penahanan aktivitasnya. kaitannya dengan keuntungan remaja
Konseling teman sebaya memiliki kelompok teman sebaya
secara kuat menempatkan yang positif, kelompok teman sebaya
keterampilan-keterampilan yang positif memungkinkan remaja
komunikasi untuk memfasilitasi merasa diterima, memungkinkan
eksplorasi diri dan pembuatan remaja melakukan katarsis, serta
keputusan. “Konselor” sebaya memungkinkan remaja menguji
bukanlah konselor profesional nilai-nilai baru dan pandangan-
atau ahli terapi.“Konselor” pandangan baru. Penegasan bahwa
sebaya adalah para siswa kelompok teman sebaya yang positif
(remaja asuh) yang memberikan dapat memberikan kesempatan
bantuan kepada siswa lain di kepada remaja untuk saling
bawah bimbingan konselor ahli. membantu orang lain dan mendorong

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 11


remaja untuk mengembangkan http://www.peercounseling.co
m. Akses 11 Januari 2016.
jaringan kerja untuk saling
memberikan dorongan positif. Corey, G. 2005. Theory And Practice
Of Counseling And
Konseling teman sebaya
Psychotherapy. (7’th Eds.).
merupakan konseling yang dilakukan Canada: Brooks/Cole.
oleh siswa terhadap siswa yang
Gladding, S. 2012. Konseling Profesi
lainnya. Siswa yang menjadi Yang Menyeluruh. Cetakan I.
Edisi Ke Enam. Jakarta:
pembimbing sebelumnya diberikan
Indeks.
latihan atau pembinaan oleh
Griffiths, M. D. & Kuss, D. J. 2012.
konselor. Siswa yang menjadi
Online gaming addiction in
pembimbing berfungsi sebagai children and adolescents: A
review of empirical research.
mentor atau tutor yang membantu
Journal of Behavioral
siswa lain dalam memecahkan Addictions, 1(1), 3–22.
doi:10.1556/JBA.1.2012.1.1
masalah yang dihadapinya, baik
akademik maupun non-akademik. Di Kan, P.V. 1996. Peer Counseling in
Explanation. [Online].
samping itu dia juga berfungsi
Tersedia:
sebagai mediator yang membantu http://www.peercounseling.co
m. Akses 22 Agustus 2006.
konselor dengan cara memberikan
informasi tentang kondisi, Suwarjo. 2008. Pedoman Konseling
Teman Sebaya Untuk
perkembangan, atau masalah siswa
Pengembangan Resiliensi.
yang perlu mendapat layanan Makalah disajikan Seminar
Pengembangan Ilmu
bantuan bimbingan atau konseling.
Pendidikan Fakultas Ilmu
Pendidikan Universitas Negeri
Yogyakarta
DAFTAR PUSTAKA
Yusuf, Syamsu. 2012. Psikolog
Carr, R.A. 1981. Theory And
perkembangan Remaja&
Practice Of Peer Counseling.
Remaja. Bandung: PT Remaja
Ottawa: Canada Employment
Rosdakarya
And Immigration Commission.
Santrock, J.W. 2004. Life-Span
Carter, T. D. 2005. Peer Counseling:
Development. Ninth Edition.
Roles, Functions, Boundaries.
Boston : McGraw-Hill
ILRU Program. [Online].
Companies.
Tersedia:

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 12


Suranata, Kadek. Steinberg, Laurance. 1993.
2013.“Pengembangan Model Adolescence. New York : Mc.
Tutor Bimbingan Konseling Graw-Hill, Inc.
Sebaya (Peer Counseling)
Untuk Mengatasi Masalah Van Rooij, A. J. 2011. Online Video
Mahasiswa Fakultas Ilmu Game Addiction. Exploring a
Pendidikan Undiksha”. Jurnal new phenomenon [PhD
Pendidikan Indonesia Vol. 2, Thesis]. Rotterdam, The
No. 2, Oktober 2013 Netherlands: Erasmus
University Rotterdam.

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 13