Anda di halaman 1dari 21

TERAPI KOMPLEMENTER

“ REFLEKSI”

Dosen pengampu

Desi kurniawati M.Kes

KELOMPOK 4

Antesa pradita

Dedi kurniawan

Ike aprilia nurjannah

Putri handayani

Rico Fernando

Anjar prayogo

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMUKESEHATAN MUHAMMADIYAH

PRINGSEWU LAMPUNG TAHUN AJARAN 2018/2019


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latarbelakang
Terapi refleksi merupakan pemberian energi yang dimasukan ke dalam tubuh untuk
memperlancar peredaran darah, melenturkan otot-otot, meningkatkan daya tahan tubuh,
stres, nyeri, dan ketegangan bisa dihilangkan, kekuatan dan kelenturan pikiran, tubuh,
dan emosi bisa ditingkatkan, tidur bisa lebih berkualitas, restrukturisasi tulang, otot, dan
organ dapat dibantu, cedera baru dan lama bisa disembuhkan, konsentrasi dan ingatan
dapat ditingkatkan, bahkan rasa percaya diri dan harmoni bisa disegarkan (Harapan,
2009).Pamungkas (2009), juga menyatakan bahwa terapi refleksi ini bisa menyembuhkan
hampir semua penyakit, tetapi tujuan utama dari terapi refleksi ini untuk kebugaran dan
secara tidak langsung dapat mencegah penyakit.
Secara teoretis, terapi ini bisa untuk menyembuhkan segala penyakit termasuk penyakit
infeksi. Infeksi bisa terjadi akibat badan dalam keadaan lemah. Badan tidak sanggup
menghadapi kuman. Dengan pijat refleksi, daya tahan tubuh dapat ditingkatkan karena
semua organ menjadi dalam keadaan siaga, kerja samanya juga menjadi lebih sempurna
sehingga efeknya lebih besar untuk melawan serangan kuman.
Selain itu, pijat refleksi juga mampu mencegah munculnya penyakit kronis. Karena
melalui pijat refleksi, akan diketahui organ-organ dalam tubuh yang bermasalah, seperti
hati, ginjal, limpa, paru-paru, jantung, dan pankreas. Organ-organ itu berhubungan
dengan saraf di telapak kaki. Telapak kaki bagian atas, misalnya, berhubungan dengan
dada dan paru-paru. Jika seseorang merasakan sakit saat pemijatan pada saraf tersebut,
menandakan bahwa terdapat masalah pada paru-parunya. Pijat refleksi makin efektif
apabila ditunjang dengan asupan makanan yang sehat, cara kebiasaan hidup yang baik,
dan cukup berolahraga.
2. Rumusan masalah
a. Apakah yang dimaksud dengan pijet refleksi?
b. Bagaimanakah konsep dari kerja refleksi ?
c. Bagaimanakah cara kerja dari pijat refleksi?
d. Apa sajakah indikasi dari pijat refleksi ?
e. Apa sajakah kontraindikasi dari pijat refleksi ?
f. Dimanasajakah titik titik syaraf pada pijat refleksi ?
3. Tujuan
a. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pijet refleksi
b. Untuk mengetahui konsep dari kerja refleksi
c. Untuk mengetahui cara kerja dari pijat refleksi
d. Untuk mengetahui indikasi dari pijat refleksi
e. Untuk mengetahui kontraindikasi dari pijat refleksi
f. Untuk mengetahui titik titik syaraf pada pijat refleksi

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Refleksi mencakup penekanan pada beberapa bagian dari kaki, tangan dan telinga
dengan tujuan untuk memperbaiki kesehatan. Refleksologi adalah teknik
penyembuhan alternatif untuk mengurangi ketegangan, meningkatkan sirkulasi, dan
mempromosikan fungsi alami dari tubuh melalui penerapan tekanan pada berbagai
titik-titik tertentu di kaki - tangan dan bagian bagian tubuh lainnya. Selain itu,
refleksologi juga didefinisikan sebagai cara pengobatan dengan merangsang berbagai
daerah refleks (atau zona atau mikrosistem) di kaki, tangan, dan telinga yang ada
hubungannya dengan (atau mewakili) berbagai kelenjar, organ, dan bagian tubuh
lainnya.
B. Konsep
Prinsip pijat refleksi pada dasarnya adalah memanipulasi titik pusat simpul saraf atau
pengendali refleks di titik meridian. Bila energi di jalur meridian berjalan lancar
artinya tubuh dalam kondisi sehat. Sebaliknya, jika ada gangguan kerja organ tubuh
akan pincang dan bereaksi dalam bentuk gejala sakit. Dalam terapi pemijatan, rasa
sakit ini biasanya timbul karena titik-titik refleksi tersebut menjadi sangat sensitif
terhadap rangsangan saat dilakukan pemeriksaan atau diagnosa. Setelah terdiagnosa,
pemijatan suatu organ tubuh bisa dilakukan melalui kaki atau tangan. Jika dilakukan
dengan benar dan tepat pada titik pusat simpul saraf yang mengalami gangguan,
bukan gejala sakit saja yang hilang tetapi juga penyebabnya.
Refleksologi menggunakan teknik urutan pada 62 titik utama yang ada pada telapak
kaki seseorang. Titik titik refleksi mempunyai hubungan dengan organ utama pada
tubuh antaranya jantung, paru-paru, ginjal, organ seks dan otak.
1. Titik refleksi pada kaki bagian bawah (telapak), titik-titik refleksi pada telapak
kaki berhubungan dengan seluruh organ tubuh. Titik-titik refleksi dibagi menjadi
bagian bawah jari-jari, telapak bagian depan, telapak bagian tengah, dan telapak
bagian belakang. Titik refleksi pada bagian bawah jari-jari kaki berhubungan
dengan organ otak, dahi, hidung, leher, mata, dan telinga. Titik refleksi pada
telapak bagian depan berhubungan dengan bahu, pundak (otot trapezius), kelenjar
tiroid, kelenjar paratiroid, dan paru-paru. Titik refleksi pada telapak bagian tengah
berhubungan dengan lambung, usus 12 jari, pankreas, kelenjar adrenalin, ginjal,
jantung, usus besar, dan limpa. Titik refleksi pada telapak bagian belakang
berhubungan dengan ureter (saluran kencing), usus kecil, kandung kemih, rektum,
anus, lutut, insomnia, dan kelejar reproduksi.
2. Titik refleksi pada punggung kaki, titik-titik refleksi pada punggung kaki bagian
depan berhubungan dengan kelenjar getah bening, organ keseimbangan, dada,
sekat rongga dada dan perut, amandel, rahang, dan saluran pernapasan. Titik
refleksi pada punggung kaki bagian belakang dan samping berbuhubungan
dengan bahu, lutut, indung telur atau testis, sendi pinggul, tulang tungging, tulang
belikat, sendi siku, tulang rusuk, dan pinggul.
3. Titik refleksi pada kaki bagian samping dalam, titik refleksi pada kaki bagian
depan berhubungan dengan hidung, leher, kelenjar paratiroid, dan punggung. Titik
refleksi pada kaki bagian belakang berhubungan dengan pinggang, kandung
kemih, kelangkang, tulang paha, kelenjar getah bening, rahim, prostat, tulang
rusuk, dan dubur.

Gambar 1
Terapi pijat refleksi kaki harus dilakukan secara menyeluruh. Artinya, pemijatan
tidak hanya pada satu titik syaraf telapak kaki tertentu saja. Contohnya, pada proses
penanganan kasus telinga berdenging , tidak hanya menekan titik syaraf kaki yang
berhubungan dengan telinga. Pemijatan titik syaraf telapak kaki yang berhubungan
dengan organ kepala, ginjal, dan kelenjar getah bening juga harus dilakukan. Hal ini
disebabkan semua organ tersebut berkaitan dengan organ telinga.
Sebagian orang akan merasa lebih baik saat pertama kali dipijat refleksi tetapi
untuk sebagian orang dampak pijat refleksi tidak dapat langsung dirasakan. Untuk tu,
sebaiknya pijat refleksi harus dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu tertentu.
Jika terlalu cepat juga kurang baik dan jika terlalu lama maka toksin-toksin akan
kembali mengendap. Sebaiknya lakukan pijat berikutnya 3 - 4 hari setelah pijat yang
sebelumnya atau disesuaikan dengan kondisi tubuh pasien.

C. Cara kerja
Cara kerja refleksologi belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa teori yang
bisa mewakilinya. Teori yang paling populer adalah refleksologi bekerja dengan
mengirim pesan menenangkan ke sistem saraf pusat dengan perantara saraf perifer
pada tangan dan kaki.Pesan ini kemudian memerintahkan tubuh untuk mengurangi
tingkat ketegangan sehingga memicu relaksasi dan melancarkan aliran darah. Teori
kedua menyatakan bahwa stimulasi yang dihasilkan dari sesi refleksologi akan
merangsang tubuh untuk melepaskan endorfin dan monoamina, dua senyawa yang
berfungsi mengontrol rasa sakit dan merangsang relaksasi.
Sedang teori ketiga, yang disebut Teori Zona, menyatakan refleksologi bekerja
dengan cara yang mirip dengan akupunktur. Teori ini mengatakan bahwa tubuh dibagi
menjadi 10 zona vertikal, dan bahwa setiap otot dan organ dalam tubuh dapat
dirangsang dengan melakukan tekanan atau pijitan pada tangan dan kaki.
Sesi refleksologi umumnya akan dimulai dengan pemanasan pada kaki. Metode pijat
refleksi selanjutnya adalah memijat atau menekan titik refleksi pada kaki atau tangan.
Pemijatan atau penekanan titik refleksi ini bertujuan untuk merangsang saraf-saraf
yang berhubungan dengan organ tubuh yang sakit atau mengalami gangguan. Titik-
titik refleksi sebenarnya terdapat di seluruh tubuh. Peredaran darah ke seluruh tubuh
melalui jalur saraf berhubungan dengan seluruh organ tubuh. Jalur saraf tersebut ada
yang melewati kaki dan tangan. Pada daerah kaki dan tangan, terdapat serabut-serabut
saraf yang menjadi titik-titik refleks. Titik-titik refleksi pada kaki atau tangan akan
memberikan rangsangan secara refleks (spontan) pada saat dipijat atau ditekan.
Rangsangan tersebut akan mengalirkan semacam gelombang kejut atau listrik menuju
otak. Gelombang tersebut diterima otak dan diproses dengan cepat, lalu diteruskan
menuju saraf pada organ tubuh yang mengalami gangguan. Salah satu penyebab
organ tubuh mengalami gangguan atau sakit adalah adanya penyumbatan aliran darah
menuju organ tersebut. Saat titik refleks dipijat atau ditekan, gelombang yang
merambat akan menghancurkan atau memecah penyumbatan tesebut sehingga aliran
darah akan kembali lancar.

D. Indikasi
Refleksologi telah lama dikenal sebagai terapi alternatif untuk mengatasi gangguan
pada saraf dan peredaran darah. Selain itu, refleksi juga berfungsi :
 Meningkatkan daya tahan individu
 Mengurangi risiko tulang rapuh atau keropos
 Menyeimbangkan tata letak badan
 Melancarkan pergerakan
 Menguatkan otot kaki
 Mengurangi risiko kencing tidak lancar
 Menguatkan tulang dan pinggul
 Mengurangi risiko sakit sendi
 Meredakan rasa letih
 Menghindarkan risiko sembelit
 Mengurangi masalah usus
 Mengurangi masalah organ reproduksi.
 Membantu mengatasi sakit kepala
 Membantu mengatsi depresi
 Membantu mengatasi sindrom pra-haid, asma.

E. Kontra indikasi
Pijat refleksi termasuk salah satu metode penyembuhan atau terapi kesehatan yang
tidak menimbulkan efek samping selama dilakukan secara baik dan sesuai petunjuk.
Namun ada beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan cara dipijat
refleksi antara lain :
1. Matinya urat saraf akibat kecelakaan, benturan, stroke atau penyakit lainnya.
Pemijatan pada daerah refleksi tidak boleh dianjurkan sebab tidak akan
memberikan reaksi atau respon terhadap organ yang berhubungan dengan daerah
refleksi.
2. Tumpulnya kepekaan urat saraf karena terlalu banyak minum obat kimia. Terlalu
sering dan banyak meminum obat kimia dapat membuat urat saraf menjadi
tumpul atau kurang peka, karena peran yang alami telah di gantikan atau
dimatikan oleh obat kimia tersebut.
3. Kanker yang terlalu parah karena telat ditangani.

F. Titik titik pijat refleksi pada kaki


G. Titik Refleksi Pada Tangan
Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang menjadi sakit. Terkadang, pengobatan
medis dengan obat-obatan kimia tidaklah cukup.Kini, semakin banyak orang yang
menyadari manfaat terapi alternatif nonmedis sehingga mereka berbondong-bondong
mengunjungi shinse atau pengobat alternatif lainnya. Salah satunya, tukang pijat
refleksi. Menurutnya, ada titik-titik tertentu pada tubuh yang terhubung dengan organ-
organ tubuh, termasuk titik refleksi tangan. Lalu, bagaimana cara pijat refleksi yang
tepat sehingga bisa menyembuhkan atau dapat meningkatkan vitalitas tubuh?
 Refleksi dilakukan dalam kondisi tenang dan santai. Jika dilakukan dalam
kondisi tegang, otot dan saraf pun ikut tegang. Jika dipaksakan, hasil refleksi
tidak akan maksimal.
 Jangan melakukan terapi pijat refleksi dalam keadaan kekenyangan atau
terlalu lelah. Dalam kondisi tersebut, tekanan darah belum stabil.
 Beri selang waktu sekitar enam jam apabila refleksi dilakukan lebih dari sekali
dalam sehari.
 Agar efektif, gunakan tusuk gigi untuk melakukan pijat refleksi. Dalam posisi
vertikal, lakukan perangsangan pada bagian yang sakit secara perlahan hingga
berangsur agak keras, sesuai daya tahan tubuh.
 Hentikan refleksi jika suhu tubuh meninggi.Untuk penderita penyakit dalam
yang kronis, refleksi hanya dapat dilakukan setelah sakitnya sembuh
 Jika tidur menjadi nyenyak, itu pertanda terapi refleksi yang dilakukan telah
tepat dan efektif. Namun, bila tubuh masih terasa sakit, berarti refleksi yang
dilakukan belum tepat atau sebagai efek dari penekanan yang terlalu kuat.
 Usai melakukan terapi refleksi, minumlah air putih yang dicampur madu
secukupnya agar efek positif refleksi yang dilakukan semakin maksimal
 Penekanan titik atau area refleksi dapat dilakukan dengan jari tangan, tusuk
gigi, tongkat kecil yang bagian ujungnya tumpul, dan sebagainya. Apabila
saat dilakukan penekanan pada daerah refleksi tertentu terasa ada semacam
pasir halus yang menandakan bahwa dalam pembuluh darah terdapat endapan
kotoran tubuh. Dengan melakukan pemijatan pada daerah refleksi tersebut
berarti menstimulasi peredaran darah yang membawa zat makanan ke organ
terkait dan mengeluarkan sisa buangan tubuh dari organ terkait.
Keterangan :
1. Sakit kepala
Area refleksi yang efektif untuk sakit kepala terletak di sisi kiri dan kanan jari tengah,
di bagian telinga kiri dan telinga kanan, serta ubun-ubun. Dapat pula dilakukan
perangsangan pada titik refleksi berdasarkan penyakit tertentu yang menyebabkan
sakit kepala, seperti limpa, tekanan darah tinggi, mata kiri, mata kanan, dan tekanan
darah rendah.
2. Pundak pegal
Area refleksi untuk pundak terletak di bagian pangkal telunjuk kelingking, yaitu pada
titik lelah, kelelahan, lengan kanan, dan lengan kiri. Jika bagian lever dan saluran
lever terasa tidak enak, bagian ini dapat dirangsang sekaligus.
3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Area refleksi yang efektif untuk hipertensi terletak disisi jari tengah pada zona ginjal
kiri dan kanan. Lakukan juga perangsangan pada titik jantung bagian kanan, jantung
bagian kiri, ana ginjal kanan, anak ginjal kiri, dan tekanan darah tinggi serta titik
akupunktur shixuan yang terletak di ujung-ujung jari. refleksi ini sebaiknya dilakukan
secara rutin setiap hari. Dengan demikian tensi darah yang tinggi dapat dikendalikan
perlahan-lahan.
4. Tekanan darah rendah (hipotensi)
Untuk menormalkan tekanan darah terapi refleksi dapat dilakukan dengan
merangsang zona refleksi tekanan darah rendah, anak ginjal kanan, dan anak ginjal
kiri. Titik akupunktur peningkat tekanan yang terletak di belakang telapak tangan
dekat pergelangan tangan dapat dikombinasikan dengan terapi refleksi.
5. Kelelahan mata
Daerah refleksi yang efektif untuk kelelahan mata berpusat di lever, ginjal kiri, mata
kanan, mata kiri, anak ginjal kanan, dan anak ginjal kiri, radang kandung empedu.
6. Anemia
Daerah refleksi yang tepat untuk anemia terletak di lever, limpa, anak ginjal kanan,
anak ginjal kiri, organ otak (berada di titik shi xuan jari tengah dan titik shi xuan ibu
jari), dan lambung.
7. Penyakit Dingin
Untuk penyakit dingin refleksi yang efektif terletak di lever, ginjal kiri, ginjal kanan,
limpa lemah, anak ginjal kanan, anak ginjal kiri, dan titik lever yaitu titik lelah
berkhasiat bagi pengobatan penyakit dingin. Selain itu lakukan pemijatan pada titik
akupunktur Yang Xi di bagian bawah pada bagian telapak tangan atau di punggung
tangan.
8. Pusing Dan Tinitus
Dalam ilmu pengobatan timur disebutkan bahwa ginjal berpengatuh besar terhada
tinitus. Maka daerah refleksi untuk mengurangi tinitus dan pusing selain pada telinga
kanan, telinga kiri, vertigo, titik Shi xuan ibu jari, Shi xuan jari tengah, ginjal kiri dan
kanan juga harus dirangsang. Dengan demikian rasa pusing dan tinitus akan hilang
perlahan.
9. Kemandulan
Terapi refleksi dapat dilakukan denan menekan daerah refleksi reproduksi, rahim /
prostat kandungan/ alat reproduksi dan kelenjar hormon. Delam terapi ini diperlukan
ketekunan dan kesabaran.
10. Depresi
Daerah refleksi yang efektif terletak pada limpa, kelenjar hormon, hati cemas dan
kelelahan. Bagi penderita depresi yang disertai kelelahan fisik lakukan istirahat yang
cukup dan jangan lupa makan secara teratur.
11. Mudah Tersinggung
Sasaran terapinya terutama pada lambung, prosat, buah zakar rahim/ prostat,
hipertiroid (kelenjar gondok), kelelahan dan lever. Saat merasa tersinggung
rangsanglah daerah tersebut dalam beberapa menit dengan demikian emosi akan
berkurang perlahan-lahan. Selain itu beristirahatlah yang cukup dan alihkan emosi
kepada hal lain dengan berpikir secara positif, rileks, dan bersyukur serta
komsumsikan makanan yang bergizi seimbang.
12. Gangguan Fisiologis
Daerah refleksi untuk gangguan fisiologis terletak pada bagian anak ginjal kiri, anak
ginjal kanan, rahim / prostat, tulang ruas pinggang hati cemas dan kelenjar hormon.
Jika dilakukan setiap hari perangsangan pada bagian tersebut akan berkhasiat
menormalkan sekresi hormon kegelisahan akibat gangguan fisiologis akan berangsur-
angsur hilang.
13. Insomnia
Daerah refleksi yang efektif terletak di samping pangkal telunjuk yaitu daerah
insomnia dan banyak mimpi / menopause.Selain itu lakukan pula perangsangan
sekaligus pada zona hiperteroid, lever dan lelah.
14. Rambut Rontok Dan Beruban
Terapi dapat dilakukan dengan merangsang bagian ginjal kiri , ginjal kanan, anak
gijal kanan, anak ginjal kiri, pankreas, buah zakar / indung telur kiri, buah zakar /
indung telur kanan, limpa hiperteroid, tulang ruas pinggang, paru-paru kanan, paru-
paru kiri penyakit, penyakit kewanitaan dan kelenjar hormon.
15. Jerawat
Refleksi dapat dilakukan pada daerah lambung , usus, hiperteroid, lever paru-paru kiri
dan paru-paru kanan.
16. Gangguan Menopause
Refleksi dapat dilakukan dengan merangsang daerah refleksi yang terletak di pangkal
telunjuk juga di bagian banyak mimpi,menopause, lever, hiperteroid, limpa, rahim,
prostat, reproduksi dan kelenjar hormon perangsangan tersebut tidak hanya
meningkatkan sekresi hormon tapi sekaligus menenangkan pikiran.
17. Gairah Seksual Menurun
Daerah refleksi yang efektif terletak dibagian rahim/ prostat, lever, lambung, lelah,
kelelahan, anak ginjal kiri, anak ginjal kanan, ginjal kiri, ginjal kanan, kelenjar
hormon, buah zakar / indung telur kanan, buah zakar / indung telur kiri dan
reproduksi ada baiknya sekaligus merangsang meridian usus besar. Dengan demikian
khasiat yang diperoleh akan lebih baik.
18. Penyakit Jantung
Daerah refleksi yang tepat terdapat pada denyut jantung tidak beraturan, debar-debar,
jantung bagian kanan dan cabang saluran pernapasan.
19. Diabetes
Daerah refleksi yang efektif di sekitar pangkal ibu jari tangan kanan. Jika daerah
refleksi tersebut terasa sakit kemungkinan tubuh memang menderita diabetes.
Lakukan rangsangan pada darah refleksi pankreas, limpa, hiperteroid, meridian limpa
dan kelenjar hormon.
20. Penyakit Lever
Area refleksi untuk penyakit lever yaitu lever, limpa, pembengkakan dan
penggumpalan, dan hati cemas, yang merupakan tempat refleksi untuk melacak
kelainan lever. Coba lakukan perangsangan pada titik tersebut. Bila tidak enak atau
sakit, itu pertanda terjadi gangguan pada lever lakukan terapi dengan tekun.
21. Penyakit Ginjal
Terapi refleksi yang efektif untuk penyakit ginjal terletak di ginjal kiri dan kanan.
Titik-titik yang berkaitan dengan penyakit ginjal seperti anak ginjal kanan, anak ginjal
kiri kandung kemih dan rahim / prostat juga baik dirangsang. Pengobatan penyakit
ginjal umumnya memakan waktu yang lama, maka terapi reaksi perlu dilakukan
dengan tekun.
22. Luka Lambung Dan Luka Usus 12 Jari
Jika lambung dan usus sakit, sakitnya juga dapat dirasakan pada titik refleksi lamung
dan usus. Maka tekanlah titik tersebut. Selain itu rangsanglah area refleksi
Gastroptosia, usus 12 jari dan pankreas. Meridian usus besar dan meridian lambung
sebaiknya dirangsang sekaligus. Tapi jika terjadi pendarahan jangan lakukan terapi
refleksi, kecuali gejalanya telah ringan dan sembuh.
23. Denyut Jantung Cepat Dan Nafas Pendek
Terapi refleksi dapat dilakukan dengan merangsang titik Bronkhus atau cabang
saluran pernapasan, paru-paru kanan, paru-paru kiri denyut jantung tidak beraturan
dan berdebar-debar. Untuk membantu perangsangan titik akupunktur dapat juga
dilakukan pada Zhongchong yang posisinya terletak disamping kuku jari tengah dan
He Gu.
24. GANGGUAN LAMBUNG DAN SELERA MAKAN BERKURANG
Dapat dilakukan terapi refleksi untuk mengurangi sesak lambung dan menurunnya
nafsu makan. Daerah refleksi yang efektif untuk gangguan lambung duudenum atau
usus 12 jari, anak ginjal kanan dan anak ginjal kiri.
25. DIARE
Refleksi untuk penyakit diare dapat dilakukan dengan menekan daerah usus, meridian
usus kecil, meridian usus besar, lambung, radang kandung empedu, meridian empedu,
maag dan usus, dan zona reaksi pankreas. Rangsanglah bagian tersebut selama
beberapa menit dan gejalanya akan terkendali perlahan-lahan. Jika terserang diare
kronis perangsangan pada daerah refleksi dapat dilakukan setiap hari. Selain itu
penderita harus menjernihkan pikiran dan menghindari hal-hal yang menyebabkan
stress.
26. Sulit Buang Air Besar
Daerah refleksi untuk konstipaso terletak di zona konstipasi yaitu pada bagian perut
bagian tengah, lambung, ginjal kanan, ginjal kiri, meridian usus kecil dan meridian
usus besar.
27. Rasa Lelah Kronis
Daerah refleksi yang tepat adalah lever, lelah dan kelelahan, sebaiknya perangsangan
dilakukan pada kedua telapak tangan secara bergantian. Lakukan juga kombinasi
perangsangan pada zona refleksi lambung, kandung kemih, limpa dan tulang ruas
pinggang.
28. Rabun Pada Usia Lanjut
Lakukan rangsangan pada daerah refleksi yang terletak di jari kelingking, mata kiri,
mata kanan, lever, ginjal kiri, ginjal kanan.
29. Kegemukan (Obesitas)
Daerah refleksi yang efektif untuk kegemukan adalah lambung, tulang ruas pinggang
dan usus 12 jari. Sedangkan bagi wanita kegemukan yang telah menopause perlu
merangsang bagian banyak mimpi / menopause.
30. Menunda Penuaan Dan Meningkatkan Kesehatan
Daerah refleksi yang efektif terletak pada lever, anak ginjal kanan, anak ginjal kiri,
limpa dan rahim/ prostat.
31. Alergi
Terapi refleksi dapat dilakukan pada daerah anak ginjal kanan, anak ginjal kiri, limpa,
lever, paru-paru kanan, paru-paru kiri dan kelenjar hormon.
32. Mengompol
Daerah refleksi yang efektif adalah titik mengompol yang terletak di jari kelingking,
kandung kemih, ginjal kiri, ginjal kanan, anak ginjal kiri, anak ginjal kanan. Bagi
yang kurang lancar buang air kecil dapat merangsang area kurang lancar buang air
kecil terletak di sebelah atau berseberangan dengan daerah mengompol.
33. Hiperhidrosis (Keringat Berlebihan)
Terapi refleksi dapat dilakukan di area hiperteroid, tulang ruas leher tulang pinggang,
kelenjar hormon paru-paru kiri, dan kanan usus 12 jari. Kalau refleksi dilakukan
dengan tekun akan berkhasiat menormalkan sekresi hormon, sehingga keringat akan
kembali normal.
BAB III

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP )

1. Tahap Persiapan
a. Persiapan klien :
 Memperkenalkan diri
 Menjelaskan tujuan
 Menjelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan
b. Persiapan Lingkungan :

 Menutup pintu atau memasang sampiran

c. Persiapan Alat
 Minyak urut
 Waskom 1 buah
 Air Hangat
 Garam
 Handuk 1 buah

II. Tahap Pelaksanaan


1. Cuci tangan
2. Rendam kaki pasien dalam air hangat yang telah dibubuhi garam selama 10-15
menit
3. Keringkan kaki pasien dengan handuk
4. Minta pasien untuk berbaring dan anjurkan pasien untuk rileks
5. Pakailah minyak ketika akan melakukan teknik pijatan refleksi.
6. Ketika dipijat, apabila makin sakit maka makin baik. Namunharusdiperhatikan
pula daya tahun dari penderita, sebab setiap orang berbeda-beda daya
tahannya. Maka dari itu para pemijat refleksi harus memberi tahu pasiennya agar
menahan sakit ketika dipijat. Apabila penderita menahan sakit sampai pucat pada
mukanya, berarti sakitnya melampaui daya tahannya, maka dari itu perlu
diistirahatkan.
7. Daerah refleksi yang terdapat pada titik kaki, cara memijat refleksi pada titik kaki
yaitu dari arah bawah ke atas. Kemudian untuk disekitar titik betis memijatnya
menurut arah aliran darah.
8. Ketika melakukan pijat refleksi pada kaki perlu menggunakan tulang jari telunjuk
yang dilipatkan untuk memijat, khusus pada titik refleksi yang letaknya agak
tersembunyi atau telapak kaki yang banyak dagingnya.
9. Lama waktu ketika melakukan pijat refleksi adalah sekitar 30 – 40 menit. Tetapi
juga bergantung kepada penyakit yang diderita serta daya tahan tubuh pasien.
10. Setiap titik refleksi hanya dipijat 5-9 menit dalam sekali pengobatan.
11. Bagi penderita penyakit jantung, kencing gula, lever, kanker jangan memijat
dengan keras. Tiap daerah refleksi pada titik kaki tidak lebih dari 2 menit.
12. Selama pemijatan, hentikan terlebih dahulu obat-obatan dari apotik / dokter. Hal
ini karena dapat menghambat kesembuhan, terkecuali penderita penyakit Jantung
dan kencing gula, obat-obat tersebut tetap diperlukan.
13. Kebanyakan orang memerlukan waktu perawatan 4-8 minggu untuk memperoleh
hasil yang memuaskan. Tetapi bagi pasien berpenyakit kronis dipijat 3x dalam
seminggu atau 2 hari sekali, jangan memijat setiap hari.
14. Setelah selesai memijat, cuci tangan hingga bersih
15. Anjurkan pasien untuk minum air putih 2-3 gelas atau 500 cc. Hal ini akan
membantu membuang kotoran di dalam tubuh pasien. Khusus untuk penderita
penyakit ginjal, jangan minum air putih setelah pijat refleksi lebih dari 150 cc.

III. Tahap Akhir


a. Evaluasi persaan klien
b. Kontrak waktu untuk kegiatan selanjutnya
c. Dokumentasikan prosedur dan hasil observasi
DAFTAR PUSTAKA