Anda di halaman 1dari 1

Istilah “demam enterik” meliputi demam tifoid dan demam paratifoid.

Demam tifoid sendiri disebabkan


oleh organisme gram negatif, Salmonella enterica subspecies enterica serovar Typhii (Salmonella typhi),
sedangakan demam paratifoid disebabkan oleh salah satu dari tiga serovar Salmonella enterica lainnya,
yaitu S. parathyphi A, S. schottmuelleri (disebut juga S. Parathyphi B), dan S. hirschfedii (disebut juga S.
Parathyphi C). Tipe A adalah pathogen yang paling banyak ditemukan di seluruh dunia, sedangkan tipe B
lebih dominan ditemukan di Eropa. Tipe C sangat jarang, dan hanya pernah ditemukan di daerah Timur.
Rasio keseluruhan penyakit yang disebabkan oleh S. thyphi dan S. parathyphi adalah kurang lebih 1
banding 10.

Panel para ahli yang berpartisipasi dalam pertemuan lebih smemilih menggunakan istilah ‘demam
enterik’ daripada ‘demam tifoid’, sebagaimana yang disebut lebih dahulu meliputi baik demam tifoid
maupun demam paratifoid. Pada orang dewasa, demam enteric cenderung menyebabkan konstipasi.
Sehingga, adanya diare pada kasus demam enterik sewajarnya menimbulkan kecurigaan terhadap
adanya ko-infeksi. Penggunaaan Inhibitor Pompa Proton (PPI) dalam jangka waktu
panjangmeningkatkan insidensi DE karena kurangnya atau tidak adanya asam di lambung memudahkan
bakteri untuk melintas tanpa dihancurkan oleh asam lambung.

Confirmed enteric fever: Demam ≥ 38oC selama paling sedikit tiga hari, disertai dengan hasil kultur
(darah, sumsum tulang, cairan usus) S. thyphi positif yang dikonfirmasi secara laboratoris.

Probable enteric fever: Demam ≥ 38oC selama paling sedikit tiga hari, dengan hasil serodiagnosis atau
pemeriksaan deteksi antigen positif tapi tanpa isolasi S. thyphi .

Chronic carrier state: Ekskresi S. thyphi Bersama dengan urin dan feses (atau hasil kultur empedu atau
duodenal string positif) selama lebih dari satu tahun setelah onset demam enterik akut; kadang-kadang,
S. thyphii dapat diekskresikan tanpa adanya riwayat demam enterik.