Anda di halaman 1dari 3

Nama : Moh.

Ilyas Bashirah Putra Arya

NIM : 031004492

UPBJ-TT Bandung

Diskusi 4 Pengantar Ekonomi Mikro

1. Apa yang dimaksud dengan fungsi produksi dan fungsi biaya?


Fungsi produk untuk mengetahui hubungan antara Total Product (Q), Marginal Product (MP atau
Produk Marginal), dan Average Product (AP atau Produksi Rata-rata).
a. Total Product merupakan produksitotal yang dihasilkan oleh suatu proses produksi. Pada
umumnya Total Product dilambangkan dengan TP atau Q (quantity atau kuantitas)
b. Marginal Product (MP) menunjukkan perubahan produksi yang diakibatkan oleh perubahan
penggunaan satu satuan faktor produksi variabel. Faktor produksi yang berubah-ubah adalah
tenaga kerja, maka Marginal Produknya dikenal sebagai Marginal Product of Labor (MPL). MPL
menunjukkan perubahan Q yang dihasilkan setiap perubahan pemakaian Labor. Jika
penyebab dari timbulnya Marginal Product adalah perubahan kapital maka Marginal
Productnya disebut Marginal Product of Capital (MPk). Jika ∆L adalah perubahan tenaga kerja
dan ∆Q adalah perubahan produksi total, maka Marginal Product of Labor (MPL) dapat
diperoleh dengan menggunakan rumus berikut :
c. Average Product (AP) menunjukkan besarnya rata-rata produksi yang dihasilkan oleh setiap
penggunaan faktor produksi variabel. Jika L menunjukkan tenaga kerja yang digunakan, maka
Average Productnya disebut Average Product of Labor (APL). Jika APL menunjukkan jumlah
output yang dihasilkan pertenaga kerja maka didapat rumus sebagai berikut :

Fungsi Biaya merupakan hubungan antara biaya dengan jumlah produksi yang dihasilkan,fungsi
biaya dapat digambarkan ke dalam kurva biaya yang menggambarkan titik-titik kemungkinan
besarnya biaya di berbagai tingkat produksi.

2. Jelaskan macam-macam biaya produksi meliputi biaya tetap, biaya variabel, dan biaya marginal!
Bagaimana bentuk kurvanya?
a. Biaya Tetap
Biaya tetap (FC) adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran volume kegiatan
tertentu. Dengan kata lain biaya yang jumlahnya tetap meskipun volume kegiatan (produksi)
berubah-ubah. Contoh biaya tetap adalah biaya untuk membayar pakar kimia makanan, biaya
sewa tempat penjualan, dan biaya penyusutan alat-alat produksi. Jika digambarkan dalam
diagram cartesius dimana sumbu tegak adalah jumlah biaya (Rp) dan sumbu mendatar adalah
volume produksi (Q) maka garis biaya tetap (FC) berupa garis lurus horizontal. Berikut adalah
gambar kurva biaya tetap :
Dari gambar di atas terlihat bahwa jika perusahaan tidak berproduksi akan tetap
menganggung biaya sebesar A rupiah.
b. Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan
volume kegiatan. Semakin banyak barang yang diproduksi, biaya variabel akan meningkat
sebanding dengan peningkatan jumlah produksi. Contoh biaya variabel adalah biaya bahan
baku, biaya bahan pembungkus (kemasan) dan label. Jika digambarkan dalam diagram
cartesius maka garis biaya variabel (VC) berupa garis lurus ke kanan atas (kemiringan/gradient
positif). Berikut adalah gambar kurva biaya variabel :

Dari gambar di atas terlihat bahwa jika perusahaan tidak berproduksi, maka tidak
mengeluarkan biaya variabel.
c. Biaya Marginal
Biaya marjinal adalah derivative pertama dari fungsi biaya total (TC). Oleh karena itu, untuk
memperoleh fungsi biaya total C = f (Q), kita harus mengintegralkan fungsi biaya marjinalnya.
Dengan kata lain, fungsi biaya total C= f(Q) adalah antiderivatif atau integral dari fungsi biaya
marjinal. Jadi, jika MC = f(Q), maka fungsi biaya total adalah
Biaya total : C  f (Q )

dC
Biaya Marjinal : MC = C’ =  f ' (Q )
dQ
Biaya total tak lain adalah integral dari biaya marjinal :

Dimana nilai konstanta K merupakan biaya tetap atau biaya overhead mula-mula. Nilai
konstanta K ini dapat ditentukan bila kita menetapkan nilai Q = 0. Setelah fungsi biaya total
diperoleh fungsi biaya rata-ratanya. Rumus fungsi biaya rata-rata adalah fungsi biaya total
dibagi dengan jumlah barang/jasa yang dihasilkan (Q). jadi :

Berikut adalah grafik kurva biaya marginal :

Anda mungkin juga menyukai