Anda di halaman 1dari 25

KATA PENGATAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha
penyayang, tak luput puji dan syukur atas rahmat yang telah di berikan olehnya
hidayah, dan inayahnya yang telah di berikan kepada kami, sehingga kami bisa
menyelesaikan makalah ilmiah tentang pemutus tenaga listrik (PMT).

Alhamdulillah makalah ini kami susun dengan sebaik-baiknya agar dapat


membatu teman- teman dalam pembelajaran system proteksi tenaga listrik
terkususnya dalam hal pemutus tenaga listrik(PMT), dan terimakasih kepada
teman-teman yang sudah membantu untuk membuat makalah ini.

Terlaepas dari semua itu, kami mohon maaf bila ada kesalahan,
kekurangan dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya, oleh kareana itu
kami meneriam kritik dan saran dengan tangan terbuka dari pembaca agar kami
dapat memperbaiki makalah ini.

Selepas dari semua itu kami berharap semoga makalh ini bermanfaat bagi
para pembaca.

Jakarta, 20 September 2018

Penyusun

1
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR……………………………………………………………

BAB 1 PENDAHULUAN…………………………………………………………

1.1 Latar belakang………………………………………………………...


1.2 Rumus Masalah……………………………………………………….
1.3 Tujuan…………………………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………….

2.1 Pengertian pemutus tenaga listrik (pmt)……………………………


2.2 Fungsi bagian utama pmt…………………………………………..
2.3 Prinsip kerja pmt……………………………………………………
2.4 Klasifikasi pemutus tenaga…………………………………………
2.5 Media pemafaman busur arus listrik………………………………
2.6 Proses terjadinya busur api…………………………………………
2.7 Mekanisme pemutus tenaga listrik…………………………………
2.8

2
BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Listrik merupakan peran penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam


sekala kecil maupun skala besar, oleh karena itu keandalan listrik harus memenuhi
aspek keandalan, aman, dan akrab terhadap lingkungan sekitar.

Keandalan system tenaga listrik di tentukan oleh sistem dan kontruksi


instalasi listrik memenuhi dalam standar sesuai ketentuan dan persyaratan yang
berlaku. Kemanan sistem tenaga listrik di tentukan oleh sistem pengamanan
(protection listrik) yang baik, benar,andal,dan tepat sesuai dengan kebutuhan
sistem yang ada.

Sistem proteksi tenaga listrik pada umumnya terdiri dari beberapa


komponen yang di rancang untuk mengidentifikasi kondisi sistem tenaga
listrikdan bekerja berdasarkan informasi yang diperoleh dari sistem tersebut
sepertiarus, tegangan atau sudut fasa antara keduanya. Informasi yang diperoleh
dari sistem tenaga listrik akan digunakan untuk membandingkan besarannya
dengan besaran ambang batas (ambang batas) pada peralatan proteksi.

Jika jumlah yang diperoleh dari sistem melebihi pengaturan firewall, maka
sistem proteksi akan bekerja untuk mengamankan kondisi tersebut. Peralatan
proteksi pada umumnya terdiri dari beberapa elemen yang dirancang untuk
mengamati kondisi dan tindakan berdasarkan kondisi sistem Proteksi distribusi
dan transmisi sangat penting dalam proses penyaluran daya dari satu tempat ke
tempat yang lain. Ini karena prinsip dalam proteksi distribusi dan transmisi tenaga
listrik yang baik salah satunya adalah aman selain andal dan ekonomis. Proteksi
tenaga listrik merupakan bagian yang menjamin bahwa dalam transmisi tenaga
dapat diandalkan.

Dapat jawabnya karena dalam transmisi tenaga listrik akan diberikan alat
yang berfungsi untuk mengamankan transmisi dari gangguan bahkan
Menyingkirkan manusia dari bahaya yang ditimbulkan oleh pemindahan daya
listrik dari sarana tempat lain.

3
Proteksi sangat diperlukan dalam transmisi tenaga listrik. Dengan proteksi
yang bagus, maka transmisi tidak akan rusak jika ada gangguan yang bersifat
sementara. Jika proteksi distribusi dan transmisi tenaga listrik baik, maka nilai-
nilai dapat diterima karena jika dalam ruangan transmisi terjadi gangguan, maka
kerusakan peralatan tidak dapat menyebar Ada yang lain sebagai proteksi
transmisi.

Nilai ekonomis dan bisa dapat dipadukan menjadi nilai andal. Andal yang
menantang disini adalah tidak pindah tenaga manusia listrik manusia yang ada
saat ini tidak mengalami gangguan gangguan kesehatan dan gangguan materi.
Membuat makalah ini berdasarkan tugas mata kuliah sistem proteksi. Disamping
itu untuk mengisi tugas-tugas mata uang itu makalah dapat juga dijadikan Sumber
referensi oleh para pembaca sebagai dasar pencarian untuk dikembangkan atau
untuk dilengkapi.

RUMUS MASALAH

Dalam makalah ini saya akan membahas beberapa permasalasahan.


Diantaranya adalah:

1. Pengertian Sistem Proteksi Tenaga Listrik


2. Apa saja yang termasuk dalam alat proteksi tenaga listrik
3. Pengertian CT dan PT
4. Proteksi Generator, Proteksi Transformator daya, Proteksi Jaringan
Distribusi dan Transmisi

4
TUJUAN

Tujuan penyusun makalah ini yaitu

1. Untuk mengisi tugas-tugas sistem proteksi sistem tenaga listrik.


2. Agar para penyusun dan yang lebih dalam halproteksi, terutama proteksi
distribusidan transmisi tenaga listrik
3. Agar makalah ini dapat dijadikan Sumber oleh para pembaca sebagai dasar
pikiran untuk dikembangkan atau untuk melengkapi.

5
BAB II PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN PEMUTUS TENAGA (PMT)

pemutus Tenaga (PMT) atau Pemutus Sirkuit adalah peralatan pemutus


rangkaian listrik pada sistem tenaga listrik, yang mampu untuk membuka dan
menutup rangkaian listrik pada semua kondisi, termasuk arus hubung singkat,
sesuai dengan ratingnya. Juga pada kondisi tegangan yang normal atau tidak
normal.

Pemutus Tenaga (PMT) merupakan suatau alat listrik yang bekerja untuk
Sistem keamanan tenaga listrik terjadi pada kesalahan atau gangguan pada Sistem
tersebut, akan mengubah berbagai sistem efek seperti efek, efek magnetis dan
stabilitas dinamis.Fungsi dikeluarkan sebagai alat pembuka atau penyusunan
rangkaian listrik dalam kondisi berbeban, dan juga bisa menyala atau cair saat
terjadi arus gangguan (hubung singkat) pada jaringan atau peralatann lain.

Persyaratan-syarat yang harus dilindungi oleh praktik Pemutus Tenaga


dalam sistem tenaga listrik adalah sebagai berikut:

1. Mampu menyalurkan arus maksimum secara terus menerus.


2. Mampu memutuskan dan menutupjaringan dalam keadaan
berbeban atau terhubung dengan cepat tanpa menimbulkan
kerusakan pada pemutus tenaga itu sendiri.
3. Dapat memutuskan arus hubung singkat dengan sangat cepat agar
arus hubung singkat tidak sampai merusak sistem hiburan, tidak
membuat sistem kehilangan kestabilan, dan tidak merusak pemutus
tenaga itu sendiri.

Setiap Pemutus Tenaga diatur sesuai dengan tugas yang akan dilakukan
dipikulnya, ada beberapa hal yang perlu dibahas dalam rancangan PMT, yaitu:

1. Tegangan efektif tertinggi dan Frekuensi daya jaringan dimana


pemutus daya itu akan dipasang. Nilainya tergantung pada jenis
pentanahan titik sistem netral.

6
2. Arus maksimum yang akan dialirkan melalui pemutus daya Nilai
arus ini tergantung pada arus sumber daya atau arus beban nominal
dimana pemutus daya terpasang tersebut.
3. Arus hubung singkat maksimum yang akan diputuskan pemutus
daya tersebut.
4. Lamanya maksimum arus hubung singkat yang bisa berlangsung.
hal ini berhubungan dengan waktu yang dibutuhkan yang
dibutuhkan.
5. Jarak bebas antara bagian yang bertegangan tinggi dengan
objekberbaringnya yang lain.
6. Jarak rambat arus bocor pada isolatornya.
7. Kekuatan dielektrik media isolator sela kontak
8. Iklim dan ketinggian lokasi penempatan pemutus daya.

7
2.2 FUNGSI BAGIAN UTAMA PMT

Ruangan pemutus ini digunakan sebagai pemadam busur api, yang terdiri dari:

a) Sebuah. Unit pemutus utama yang produktif sebagai pemutus utama Unit
pemutus utama ini meliputi ruang yang diselubungi bagian luar oleh
isolator dari porselen dan disebelah itu ditemukan di luar udara, kontak-
kontak bergerak yang dipasang oleh pegas penekan dan kontak tetap
sebagai penghubung yang terletak melekat pada isolator porselen.
b) Unit pemutus pembantu yang berfungsi sebagai pemutus arus yang
melalui tahanan.Unit pemutus pembantu ini berupa ruang yang
diselubungi bagian luar oleh isolator dari porselen dan disebelah di
belakang ruangan, kontak-kontak bergerak yang dilengkapi oleh pegas
penekan dan kontak tetap sebagai penghubung yang terletak melekat pada
porselen.
c) Katup kelambatan
Berfungsi sebagai pengatur udara bertekanan dari pemutus utama ke unit
pemutus pembantu, hubungi pada unit pemutus pembantu akan terbuka
kurang dari 25 ms (micro detik) setelah kontak-kontak pada pemutus
utama terbuka. Katup kelambatan ini berupa bejana bentuk silinder yang
berongga sebagi ruang udara dan juga terdapat ruang pengatur, penahan,
pengatur, pengasil, dan tempat saudara. “
d) Tahanan. Tahanan ini dipasang pararel dengan unit pemutus utama, yang
bekerja untuk: Sebuah. mengurangi kenaikan harga dari tegangan pukul b.
memangkas arus pada waktu pemutusan
e) Kapasitor
Kapasitor ini dipasang pararel dengan tahanan, unit pemutus utama dan
unit pemutus pembantu, yang bekerja untuk mendapatkan Penghubung
tegangan yang sama pada setiap celah kontak, mengukur pemutusan pada
setiap sampah sama besarnya.
f) Kontak – kontak
1. Unit Pemutus utama kontak bergerak di lapisi dengan perak terdiri
dari :

8
a. Kepala kontak bergerak
b. Slinder kontak
c. Jari – jari kontak
d. Batang kontak
e. Pegangan kontak kontak tetap, terdiri dari:
 Kepala kontak
 Pegangan kontak
2. Pemutus pembantu
a. Kontak bergerak
b. Kontak tetap, terdiri dari:
 Jari jari kontak
 Pengan kontak

2.3 PRINSIP KERJA PMT


2.3.1 Prinsip kerja PMT

Untuk proses dan penutup dari PMT ini adalah dengan


menggerakkan batang penggerak (Tension Rod), turun untuk kontak-
kontak dan naik untuk menutup kontak-kontak. Batang penggerak
digerakkan oleh gerakan penggerak digeraakan oleh gerakan
penggerak (Operasi mekanisme).

2.3.2 Prinsip kerja PMT dengan sedikit mengunakan minyak :

Untuk membuka dan menutup PMT adalah dengan menaikkan dan


menghapus posisi dari kontak bergerak (Moving Contact) yang
terhubung pada batang penggerak (Operating Rod) yang digerakkan
oleh gerakan penggerak (Mekanisme Operasi).

 Pada Proses Penutupan:


Batang kontak penggerak (Moving Contact Rod) yang berhubungan
dengan kontak bawah (Kontak Tetap Lebih Rendah) bergerak kearah
kontak tetap atas (Kontak Tetap Atas) Kontak dan kontak tetap akan

9
terhubung yang menjadi terminal dari terminal atas (Terminal Atas)
ke terminal bawah (Terminal Bawah).
 Pada Proses Pembukaan:
Batang kontak bergerak yang terhubung dengan kontak tetap bawah,
Tetap kontak atas, Kontak tetap dan kontak bergerak akan terlepas
yang merupakan terputusnya terminal atas dengan terminal bawah.

2.3.3 Media Kerja PMT dengan Media Udara Hembus

Pada keadaan PMT masuk, arus dari terminal pemutus pembantu


(25) yang selanjutnya terus melewati kontak pemutus pembantu
(13), kontak bergerak (14), menghubungkan jari-jari pemutus
pembantu (17), penyangga pemutus pembantu (3), kontak tetap
pemutus utama (10), kontak bergerak pemutus utama (9),
penyangga pemutus utama (4), kemudian menuju kontak gerak,
kontak tetap pemutus utama pada sisi berikutnya, terus ke
penyangga pemutus pembanutu, menghubungkan jari-jari pemutus
pembantu, kontak bergerak, kontak tetap pemutus pembantu dan
terus penerminal pemutus pembantu. Seperti juga pada PMT yang
lain, proses penutupan dan PMT penutup adalah dengan cara
menutup dan membuka kontak-kontak pada atau dari kontak-kontak
tetap dengan adanya mengatur udara di luar pemutus secara
terperinci dengan pembantu sebagai berikut:

 Cara pemasukan PMT :


Dengan bekerjanya kumparan penutup, maka kutub pengatur
membuka dan udara tekanan mengalir ke sisi atas dari slinder
penggerak (15) dan akan menyebabkan berputarnya poros penggerak
(24) yang berlawanan dengan putaran jarum jam, maka kutub
pembuangan (21) terbuka.

Perlu udara yang bertekanan tinggi didalam ruangan isolator


penyangga (5) dan unit pemutus utama (2) terbuang melalui katub

10
pembunag (21). Karena turunnya udara yang mendesak itu dengan
tiba-tiba saja tiba, maka katub kelambatan (11) bekerja dan udara
tekan dalam ruang dari katub kelambatan (11) masuk ke dalam
silinder penutup (12) dan mendorong kontak-kontak pemutus
pembantu (14) masuk.

Keterangan :

1. Unit pemutus pembantu


2. Unit pemutus utama
3. Rumah pemutus pembantu
4. Penyangga pemutus utama
5. Isolator penyangga

11
6. Tangki udara
7. Terminal Unit pemutus pembantu
8. Lubang Pembuang Udara
9. Kepala Kontak Pemutus Utama
10. Kontak Tetap Pemutus Utama
11. Kutub Kelambatan
12. Slinder Penutup
13. Kontak Tetap pemutus Pembantu
14. Kontak Bergerak Pemutus Pembantu
15. Silinder penggerak
16. Pegas Kontrak Bergerak Pemutus Utama
17. Jari jari Kontak Pemutus Pembantu
18. Torak Kutub Tekanan
19. Katub Tekanan
20. Katub Kerja
21. Katub Pembungan
22. Torak KatupPembuangan
23. Katub Pengatur
24. Poros Penggerak
25. Torak

2.3.4 Prinsip kerja PMT dengan Media Gas SF6 :

Untuk membuka dan menutup dari CB adalah dengan menaikkan


posisi dari kontak yang terhubung pada batang batang penggerak
yang digerakan oleh gangguan penggerak (Lihat Gbr.2.2. a, b, c, d).

 Pada Proses Penutupan :


Tabung kontak bergerak (d) yang berhubungan dengan kontak
tetap bawah (b) pengalihan kearah bagi-bagian kontak tetap atas
(a dan f) Kontak tetap dan kontak akan terhubung yang

12
merupakan penghubung arus dari terminal atas keterminal
bawah.
 Pada Proses Pembukaan
Tabung kontak bergerak (d) yang berhubngan dengan kontak
tetap bawah (b) Membiarkan kontak tetap di atas. Kali pertama,
silinder bergerak (c) akan terpisah dengan jari-jari kontak tetapa
(a) Kemudian jari-jari busur (e) akan memisahkan batang busur
(f) dan ujung busur (i) akan terpisah dengan batang busur (f).
pada saat ujung busur (i) terpisah dengan batang busur (f) akan
terjadi loncatan busur api yang segera dipadamkan oleh gas angin
SF6.

Gambar 2.3 urutan prinsip kerja PMT dengan media udara hembus
Keterangan:

a. Sebuah. Jari-jari kontak tetap.


b. Kontak tetap.
c. Silinder bergerak

13
d. Tabung kontak bergerak
e. Jari-jari kontak busur bergerak
f. Kontak busur tetap
g. Nozzle dari bahan isolasi
h. Bagian Penyangga Kontak saya. Kontak busur bergerak

2.4 Klasifikasi Pemutus Tenaga


Klasifikasi Pemutus Tenaga yang dapat dibagi atas beberapa jenis, antara
lain berdasarkan tingkat tegangan / nominal, jumlah penggerak mekanik,
media isolasi, dan proses pemadaman busur api jenis gas SF6.

2.4.1 Berdasarkan Besar / Kelas Tegangan


PMT dapat dibedakan menjadi:
1) PMT bertipe rendah (Tegangan Rendah) Dengan jangkauan
tegangan 0,1 s / d 1 kV (SPLN 1,1995 - 3,3).
2) PMT tegangan menengah (Tegangan Menengah)Dengan
jangkauan tegangan 1 s / d 35 kV (SPLN 1.1995 - 3.4).
3) PMT tinggi (Tegangan Tinggi) Dengan jangkauan tegangan 35
s / d 245 kV (SPLN 1.1995 - 3.5).
4) PMT tambahan tegangan tinggi (Extra High Voltage) Dengan
range tegangan lebih besar dari 245 kVAC (SPLN 1.1995 -
3.6).
2.4.2 Berdasarkan Jumlah Mekanik Penggerak (Tripping Coil)
PMT di bedakan menjadi :
1. PMT single phase
Jenis PMT ini memiliki kekuatan penggerak pada masing-
masing-masing pole, umumnya PMT. Jenis ini dipasang pada
bay penghantar agar PMT bisa reclose satu fasa.

14
2. PMT Three Phase
PMT jenis ini memiliki satu mekanik penggerak untuk tiga
fasa, guna menghubungkan fasa satu dengan fasa lainnya di
lengkapidengan kopel mekanik, umumnya PMT trafo dan bay
kopel serta PMT 20 kV untuk distribusi.

15
2.5 Media Pemadam Busur Api Listrik
1) Pemutus Tenaga Listrik (PMT) Dengan Media Minyak
Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 10 kA
dan pada Rangkaian bertegangan sampai 500 kV. Pada saat kontak
terpisah, busur api akan terjadi di dalamnya, minyak dan mineral
gelembung gas yang menyelubungi busur api, karena panas yang
ditimbulkan busur api, minyak dekomposisi dan menghasilkan gas
hidrogen yang beberapa produksi. Oleh karena itu, pemadaman busur api
tergantung pada pemanjangan dan pendinginan busur api dan juga
tergantungpada jenis gas Hasil dekomposisi minyak.

Gas yang muncul karena dekomposisi minyak menimbulkan tekanan


terhadap minyak, sehingga minyak yang terdorong ke bawah melalui leher
bilik. Di leher bilik, minyak ini melakukan kontak yang intim dengan
busur api. Hal ini akan terjadi menyalakan apibus kebakaran, mendorong
proses rekombinasi dan jejak lawanan busur api.

Minyak yang berada diantara kontak sangat efektif memutuskan arus.


Kelemahannya adalah minyak mudah terbakar dan kekentalan minyak
memperlambat pemisahan kontak, sehingga tidak cocok untuk sistem yang
membutuhkan pemutusan arus yang cepat.

PMT dengan Minyaik terbagi dengan 2 jenis, yaitu :

a. PMT dengan banyak menggunakan minyak (Bulk Oil Circuit Breaker),


secara umum dipergunakan pada sistem tegangan sampai dengan 245
kv, pada tipe ini minyak digunakan sebagai peredam loncatan bunga
api listrik selama pemutusan kontak-kontak dan sebagai bahan isolasi
antara bagian-bagian yang bertegangan dengan badan, PMT tipe ini
ada yang memiliki alat pembatas busur api listrik dan ada pula yang
tidak memakai.
b. PMT dengan sedikit menggunakan minyak (Sirkuit kadar minyak
rendahBreaker), pada tipe ini miniak hanya dipergunakan sebagai
peredam loncatan bunga api listrik, sedangakan sebagai bahan isolasi

16
dari bagian-bagian yang bertegangan di gunakan porselen atau bahan
isolasi dari jenis organik.
2) PMT dengan Media Udara ( Air Blast Circuit Breakaer)
Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 40 kA
dan pada rangkaian bertegangan sampai 765 kV. PMT udara hembus
dirancang untuk mengatasi kelemahan pada PMT minyak, yaitu dengan
membuat media isolator kontak dari bahan yang tidak mudah terbakar dan
tidak menghalangi pemisahan kontak, sehingga pemisahan kontak dapat
dilaksanakan dalam waktu yang sangat cepat.
Saat busur api timbul, udara tekanan tinggi di hembuskan kebusurapi
dipadamkan oleh hembusan udara tekanan tinggi itu dan juga
menyingkirkan partikel-partikel bermuatan dariselakontak, udara ini juga
berfungsiuntuk mencegah restriking voltage (tegangan pukul ulang)

Gambar Proses Pemadaman Busur Api Media Air Blast

Kontak pemutus ditempatkan didalam isolator, dan juga katup


hembusan udara. Pada sakelar PMT kapasitas kecil, isolator ini
merupakan satu kesatuan dengan PMT, tetapi untuk kapasitas besar tidak
demikian halnya

17
3) PMT Media Hampa Udara (Vaccum Circuit Breaker)
Saklar pemutus ini dapat di gunakan untuk memutus rangkaian
bertegangan sampai 38 KV, ruangan hampa udara pada CB jenis ini
mempunyai kekuatan dielektrik(dielektrik strength) yang tinggi dan
sebagai media pemadam busur api yang baik.
Pada vacuum circuit breaker kontak di tempatkan pada suatu bilik
vacuum, untuk mencegah udara masuk kedalam bilik, maka bilik ini harus
di tutup rapat dan kontak bergeraknya harus diikat ketat dengan perapat
logam.
Jika kontak dibuka , maka pada katoda kontak terjadi pada emisi
thermis dan medan tenggangan yang tinggi yang memproduksi electron –
electron hasil emisi ini bergerak menuju anoda, electron electron bebas ini
tidaj bertemu dengan molekul udara sehingga tidak terjadi proses ionisasi.
Akibatnya tidak ada penambahan electron bebas yang mengawali
pembentukan busur, dengan kata lain busur api dapt di padamkan.
Ruangan kontak utama (breaking chamber ) dibuat dari bahan antara
lain porcelain, kaca atau plat baja yang kedap udara. Ruangan kontak
utamanya tidak dapat di pelihara dan umur kontak utama sekitar 20 tahun.
Kerena kemampuan tegangan dielektrik yang tinggi maka bentuk fisik
PMT jenis ini relative kecil.

18
Gambar Proses Pemadaman Busur Api Media Vakum
Prinsip Kerjanya berbeda dengan prinsip kerja yang lain kerana tidak
terdapat gas yang berionisasi bilamana kontak kontak terbuka, ketika
kontak pemutus dibuka pada ruangan hampa maka akan timbul percikan
busur api, electron dan ion saat pelepasan walupun hanya sesaat maka
denga cepat diredam karena percikan bunga api, electron dan ion yang di
hsailkan pada saat pemutusan akan mengembun pada ruangan hampa,
kemapuanya terbatas hinga kira-kira 30 Kv, untuk tegangan tinggi
pemutus ini dapat di pasang seri.

4) PMT Media Gas SF 6 (SF6 Circuit Breaker)


Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 40 kA
dan pada rangkaian bertegangan sampai 765 kV. Media gas yang
digunakan pada tipe ini adalah gas SF6 (Sulphur hexafluoride). Sifa-sifatt
gas SF6 murni ialah tidak berwarna, tidak berbau, tidak beracun dan tidak
mudah terbakar.
Pada temperature diatas 150º C gas SF6 mempunyai sifat tidak
merusak metal,plastik dan bermacam-macam bahan yang umumnya
digunakandalam pemutus tenaga tegangan tinggi. Sebagai isolasi listrik,
gas SF6 mempunyai kekuatan dielektrik yang tinggi (2,35 kali udara) dan
kekuatan dielektrik ini bertambah dengan pertambahan tekanan. Sifat lain

19
dari gasSF6ialah mampu mengembalikan kekuatan dielektrik dengan
cepat, tidak terjadikarbon selama terjadi busur api dan tidak menimbulkan
bunyi pada saat pemutus tenaga menutup atau membuka.

Selama pengisian gasSF6 akan menjadi dinginjikan keluar daritangki


penyimpanan dan akan panas kembali jika dipompakan untuk pengisian
kedalam bagian/ruang pemutus tenaga. Oleh karena itu gas SF6 perlu
diadakan pengaturan tekanannya beberapajam setelah pengisian, pada saat
gas SF6 pada suhu lingkungan.

2.6 Proses Terjadinya Busur Api


Pada waktu pemutusan atau penghubungan suatu rangkaian sistem tenaga
listrik maka pada CB akan terjadi busur api, hal tersebut terjadi karena pada
saat kontak CB dipisahkan, beda potensial diantara kontak akan menimbulkan
medan elektrik diantara kontak tersebut, seperti ditunjukkan pada Gambar di
bawah ini.

20
Arus yang sebelumnya mengalir pada kontak akan memanaskan kontak
pemutusdaya sehingga ketika kontak membuka, pada permukaan kontak
terjadi emisi termal. Medan elektrik di antara kontak menimbulkan emisi
medan tinggi pada permukaan kontak yang beraksi sebagai katoda (K).

Kedua peristiwa emisi ini menghasilkan elektron bebas yang sangat


banyak dan bergerak menuju kontak anoda (A).

Elektron-elektron ini membentur molekul netral media isolasi dikawasan


positif, benturan-benturan ini akan menimbulkan proses ionisasi.

Dengan demikian, jumlah elektron bebas yang menuju anoda semakin


bertambah. Proses ionisasi juga menghasilkan ion positif yang bergerak
menuju katoda, perpindahan elektron bebas ke anoda menimbulkan arus dan
memanaskan kontak anoda.

Ion positif yang tiba di kontak katoda akan menimbulkan dua efek yang
berbeda. Jika kontak terbuat dari bahan yang titik leburnya tinggi, misalnya
tungsten atau karbon, maka ion positif akan akan menimbulkan pemanasan di
katoda. Akibatnya, emisi thermis semakin meningkat. Jika kontak terbuat dari

21
bahan yang titik leburnya rendah, misal tembaga, ion positif akan
menimbulkan emisi medan tinggi.

Hasil emisi thermis ini dan emisi medan tinggi akan memperlama proses
ionisasi, sehingga perpindahan muatan antar kontak terus berlangsung dan
inilah yang disebut busur api.

2.7 Mekanisme Kerja Pemutus Tenaga (PMT)


Pemutus tenaga mempunyai dua posisi kerja, membuka dan menutup.
Selama operasi penutupan, kontak-kontak penutup menutup melawan gaya-
gaya saling berlawanan. Selama operasi pembukaan, kontak-kontak tertutup
terpisah sedini mungkin.
Mekanisme kerja pemutus tenaga harus melakukan gaya-gaya yang besar
pada kecepatan yang tinggi. Waktu operasi antara saat penerimaan sinyal trip
dan akhir pemisahan kontak dalam orde 0,03 detik (1,5 cycle) dalam pemutus
tegangan tinggi. Pada pemutus lambat yang digunakan dalam sistem
distribusi, waktu ini sekitar 3 siklus.
Ketika menutup, penutupan kontak harus cepat dengan tekanan kontak
yang tepat pada akhir perjalanan kontak. Jika kondisiini tidak terpenuhi,
pengelasan kontak dapat terjadi. Mekanisme harus mampu memberikan tugas
khusus pemutus tenaga, kerja pembukaan dan penutupan.
 Pembuka Jaringan
a. PMT dioperasikan (dilepas) lebih dahulu, baru kemudian pemisah-
pemisahnya
b. Sebelum pemisah dioperasikan harus di perika apakan PMT sudah
terbuka sempurna, apakah amperemeter sudah menunjukan angaka
0, urutan pembukaan jaraingan :
 PMT dibuka
 PMS busbar di buka
 PMS line dibuka
 PMS tanah di tutup

Dalam operasi pembukaan energi di perlukan untuk pembukaan dapat di


peroleh dari salah satu metode tersubut:

22
a. Pegas yang terbuka
b. Minyak hidrolik tekanan tinggi yang tersimpan dalam akumulator.
c. Udara komprensif tekanan tinggi yang dalam penerimaan udara.

 Penutupan jaringan
a. PMT dioperasikan setelah pemisah-pemisahnya dimasukan
b. Setelah PMT dihubungkan diperiksa apakah terjadi kebocoran isolasi
pada PMT.
Urutan penutupan jaringan :
 PMS tanah di buka
 PMS busbar di tutup
 PMS line ditutup
 PMT ditutup

Secara normal, penutupan kontak-kontak pemutus tenaga dalam kondisi


normal tidak menimbulkan persoalan. Mekanisme kerja harus mampu
mengatasi gesekan dan mempercepat kontak gerak. Tetapi ketika pemutus
tenaga menutup pada kondisi hubung singkat gaya elektromagnetik akan
terlibat. Kapasitas penutupan pemutus tenaga tergantung atas gaya dan
kecepatan pada waktu operasi penutupan dilakukan.

23
24
25