Anda di halaman 1dari 8

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah Haurgeulis


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : Materi dan Perubahannya
Sub Materi Pokok : Pemisahan Campuran
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit pertemuan

A. Kompetensi Inti :
KI.3 Pengetahuan
Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI.4 Keterampilan:
Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian kimia
teknologi rekayasa
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
Menganalisis perubahan materi dan 3.1.1 Menentukan langkah-langkah
pemisahan campuran dengan berbagai pemisahan campuran dengan cara
filtrasi
cara
3.1.2 Menentukan langkah-langkah
pemisahan campuran dengan cara
destilasi
3.1.3 Menentukan langkah-langkah
pemisahan campuran dengan cara
sublimasi
3.1.4 Menentukan langkah-langkah
pemisahan campuran dengan cara
kristalisasi
3.1.5 Menentukan langkah-langkah
pemisahan campuran dengan cara
kromatografi kertas
3.1.6 Menganalisis metode-metode
pemisahan campuran
3.1.7 Menyimpulkan metode-metode
pemisahan campuran
Melakukan pemisahan campuran melalui 4.1.1 Melakukan pemisahan campuran
praktikum berdasarkan sifat fisika dan melalui praktikum sesuai dengan
sifat kimianya prosedur percobaan.
4.1.2 Membuat laporan praktikum
pemisahan campuran dan
menjelaskan/mengkomunikasikan
kesimpulan dari laporan hasil
praktikum

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa dapat :


Siswa dapat menentukan metode pemisahan campuran melalui kegiatan eksperimen dan
diskusi kelompok untuk mengembangkan keterampilan bekerjasama dan teliti.
D. Materi Pembelajaran (prasyarat, inti, pengayaan)
1. Materi Prasyarat
a. Sifat materi dan Perubahan materi
b. Klasifikasi materi
2. Materi Inti
a. Faktual
1) Pemisahan garam kotor
2) Pemisahan minyak bumi
Pertambangan minyak bumi bertujuan untuk mengeksplorasi dan
mengeskploitasi minyak bumi dalam bentuk minyak mentah (crude oil) yang
terbentuk dari fosil hewan yang mengendap dan terperangkap di lapisan
perangkap (trap). Minyak mentah (crude oil) diolah menjadi fraksi – fraksinya
menggunakan metode destilasi dan menghasilkan produk seperti LPG, Bensin,
Solar dan produk lainnya yang berguna bagi kehidupan sehari - hari
3) Pembuatan garam
Untuk proses pembuatan garam dengan penguapan sinar matahari biasanya
para petani garam membuat garam dengan metode petakan – petakan untuk
penguapan, untuk mendapatkan hasil garam yang baik dengan kristal yang
besar, petani garam biasanya secara langsung menguapkan air laut yang
dialirkan pada petakan – petakan untuk menghasilkan kadar baume (massa
jenis cairan / kepekatan / kekentalan) yang tinggi sekitar 20 – 25 Be (untuk
pengukuran menggunakan Baumemeter) tapi biasanya untuk petani tradisional
mereka menggunakan insting saja, sangat jarang sekali petani tradisional
menggunakan alat baumemeter. Setelah mengalirkan air pada tiap petakan
untuk menghasilkan kadar baume yang diinginkan dengan teknik penguapan
sinar matahari, setelah itu air laut dimasukan ke petakan khusus untuk meja
garam lalu diuapkan dengan sinar matahari selama 7 hari lalu dengan
sendirinya air tersebut akan berkurang dan menjadi Kristal garam.
4) Pemisahan iodium di dalam garam dapur
5) Pemisahan warna krolofil dalam tanaman
Pertama kali kromatografi digunakan oleh Michael Tswett tahun 1906, seorang
ahli botani Rusia, untuk memisahkan komponen-Komponen dari ekstrak
tumbuh-tumbuhan dalam kolom kalsium karbonat dengan fasa gerak
petroleum eter. Ekstrak hijau daun ditempatkan pada bagian atas kolom
selanjutnya dituangkan petroleum eter. Petroleum eter mengalir ke bawah
berdasarkan gaya gravitasi sambil membawa komponen-komponen penyusun
ekstrak hijau daun tersebut. Masing-masing komponen bergerak dengan
kecepatan yang berbeda sehingga terjadi pemisahan di dalam kolom berupa
pita-pita yang berwarna. Gejala ini yang menyebabkan proses pemisahan
diatas disebut kromatografi. Kata kromatografi diturunkan dari
perbendaharaan kata Yunani : Chromatus dan graphein, yang berarti 'warna'
dan 'menulis'.
b. Konsep
1) Penyaringan (Filtrasi)
Pemisahan dengan cara filtrasi bertujuan untuk memisahkan zat padat dari zat
cair dalam suatu campuran berdasarkan perbandingan wujudnya. Zat-zat yang
mempunyai perbedaan kelarutan seperti garam kotor pada gambar diatas
ternyata dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Garam dapur yang
bercampur dengan kotoran kita larutkan dalam air, kemudian kita saring.
Kotoran akan tertinggal dalam kertas saring, sedangkan garam yang larut
dalam air masuk menembus kertas saring. Zat yang tertinggal dalam kertas
saring disebut residu, sedangkan cairan yang dapat menembus kertas saring
disebut filtrat.
2) Penyulingan (Destilasi)
Destilasi merupakan cara pemisahan campuran yang didasarkan pada
perbedaan titik didih komponen-komponen penyusun campuran. Destilasi
digunakan untuk memisahkan campuran dari dua atau lebih cairan yang
mempunyai titik didih berbeda
3) Kristalisasi
Kristalisasi merupakan proses pemurnian zat padat berdasarkan perbedaan
kelarutan dengan pelarutnya. Pada kristalisasi, larutan pekat didinginkan
sehingga zat terlarut mengkristal. Pengkristalan terjadi karena kelarutan
berkurang pada saat suhu diturunkan.
4) Sublimasi
Pemisahan campuran dengan sublimisasi dilakukan bila zat yang dapat
menyublim (misalnya kapur barus/ kamfer) tercampur dengan zat lain yang
tidak dapat menyublim (misalnya arang).
5) Kromatografi
Pemisahan campuran dengan cara kromatografi didasarkan pada perbedaan
kecepatan merambat antara partikel-partikel zat yang bercampur pada medium
tertentu.
c. Prosedural
1) Filtrasi
Dalam proses pemisahan untuk menghasilkan garam bersih dari pengotornya
maka dilakukan proses penyaringan (filtrasi). Penyaringan garam kotor
dilakukan dengan menggunakan kertas saring. Garam dapur yang bercampur
dengan kotoran kita larutkan dalam air, kemudian kita saring. Kotoran akan
tertinggal dalam kertas saring, sedangkan garam yang larut dalam air masuk
menembus kertas saring.
2) Destilasi
Dalam proses pemisahan untuk menghasilkan alcohol jernih dilakukan dengan
proses destilasi. Destilasi dilakukan dengan menggunakan alat destilat.
Contoh pengaplikasian destilasi adalah pemisahan alkohol yang bercampur
dengan air. Campuran alkohol dengan air dimasukkan dalam labu
destilasi, kemudian dipanaskan. Proses yang terjadi adalah campuran air dan
alkohol dipanaskan hingga suhu C sehingga alkohol menguap sedang air belum
menguap. Uap alkohol didinginkan dalam pendingin Liebieg, sehingga
mengembun dan menetes di tabung erlenmeyer. Zat yang dihasilkan dari
destilasi yang disebut destilat
3) Kristalisasi
Garam dihasilkan melalui cara menguapkan air laut. Prosesnya sederhana,
yaitu sebagai berikut. Mula-mula air laut dialirkan ke tambak-tambak dan
dibiarkan menguap karena panas matahari hingga beberapa hari. Setelah semua
air menguap, akan dihasilkan kristal-kristal garam.
4) Sublimasi
Proses pemisahan kamfer dengan arang menggunakan cara sublimasi adalah
untuk menghasilkan kamfer yang bersih tanpa pengotornya. Cara ini dilakukan
dengan memanaskan kamfer dalam gelas kimia yang diatasnya ditutup dengan
kaca arloji. Pada bagian atas kaca arloji diletakkan batu es yang berfungsi
untuk mengkondensasi uap menjadi padatan. Kamfer bersifat mudah menguap.
Ketika dipanaskan maka kamfer akan langsung berubah wujud dari padatan
menjadi uapnya. Uap kamfer yang menempel pada kaca arloji akan berubah
dari wujud uap menjadi padatan. Sedangkan arang bersifat tidak mudah
menguap. Maka arang akan tetap tertinggal di dalam gelas kimia.
5) Kromatografi
Teknik kromatografi digunakan untuk memisahkan zat warna dalam tinta. Cara
yang dilakukan untuk memisahkan zat warna dalam spidol adalah dengan
menggunakan cara pemisahan kromatografi kertas. Dimana kertas saring
digunakan untuk melihat zat-zat warna yang tersusun dalam spidol. Kertas
saring diberikan titik awal dengan warna spidol yang akan diuji, lalu kertas
saring tersebut dicelupkan ke dalam air dibawah titik spidol tersebut. Air akan
merambat didalam kertas saring sehingga dapat memisahkan zat-zat warna
dalam kertas saring tersebut.

E. Pendekatan/Model/Metode Pembelajaran

1. Pendekatan : Scientific Approach


2. Model : Discovery Learning
3. Metode pembelajaran : Eksperimen dan Diskusi

F. Media/Alat dan Bahan Pembelajaran


1. Media
a. Laptop
b. Proyektor
c. Power point tentang pemisahan campuran
d. Video tentang metode pemisahan campuran (filtrasi, sublimasi)
2. Alat dan Bahan Pembelajaran
a. LKPD
b. Daftar alat dan bahan eksperimen (terlampir)

G. Sumber Belajar
Nefoyati, 2017. Kimia SMK/MAK kelas X Bidang keahlian Teknologi dan rekayasa.
Bandung : HUP.
Saidah, A, Purba, M. 2014. Kimia Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa untuk
SMK Kelas X. Jakarta : Erlangga.

H. Langkah-langkah Pembelajaran

Deskripsi Kegiatan Alokasi


waktu
Kegiatan Pendahuluan 15 menit
a. Siswa menjawab salam dari guru
b. Siswa dan guru berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran
c. Siswa diperiksa kehadirannya
d. Siswa diberi apersepsi
- Siswa diingatkan kembali mengenai materi sebelumnya
tentang materi dan perubahannya.
- Siswa melihat tayangan slide yang menampilkan berbagai
macam campuran dan zat murni yang ada terdapat dalam
kehidupan sehari-hari
- Siswa ditanya tentang bagaimana campuran dapat
dipisahkan
- Siswa ditanya kembali tentang unsur, senyawa dan
campuran.
e. Siswa diberi motivasi
- Siswa ditanya mengenai beberapa contoh campuran yang
ada disekitar mereka
- Siswa melihat tayangan video sambil mendengar penjelasan
guru mengenai teknik pemisahan campuran
Pemberian stimulus terhadap peserta didik 5 menit
 Di bagian awal siswa membaca cerita tentang pembentukan
garam dari air laut.
 Siswa diminta untuk mengungkapkan teknik pemisahan apa
yang tepat digunakan untuk membentuk garam dapur.
 Setelah itu siswa mengamati video tentang percobaan
pemisahan kamfer dan arang
 Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan
dengan metode sublimasi
Identifikasi Masalah 10 menit
 Peserta didik menyampaikan beberapa pertanyaan tentang
konsep pemisahan campuran
“Apakah zat yang terkandung dalam suatu campuran?”
“Bagaimana cara memisahkan air dengan teh pada minuman
teh?”
Pengumpulan Data 20 menit
 Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok
terdiri dari 4 orang
 Setiap kelompok diberi LKPD dan arahan untuk
mengerjakannya
 Siswa membaca mengenai pemisahan campuran yang ada di
dalam LKPD
 Siswa mengamati beberapa teknik pemisahan siswa dibagi
ke dalam 3 kelompok belajar
 Siswa dibagi ke dalam 3 kelompok belajar untuk melakukan
praktikum dengan metode percobaan yang berbeda
 Siswa berada dalam kelompok belajar yang telah dibagi ke
dalam masing-masing teknik pemisahan
 Siswa berada dalam kelompok dengan metode kristalisasi,
destilasi dan kromatografi yang telah ditentukan oleh guru
 Siswa
Pembuktian 60 menit
 Siswa melakukan percobaan sesuai kelompok yang telah
ditentukan sebelumnya
 Siswa dengan kelompok teknik pengkristalan melakukan
percobaan dengan metode kristalisasi
 Siswa dengan kelompok teknik penyulingan melakukan
percobaan dengan metode destilasi
 Siswa dengan kelompok teknik kromatografi melakukan
percobaan dengan metode kromatografi
 Peserta didik berdiskusi untuk menyelesaikan laporan
praktikum
 Peserta didik menuliskan hasil pengamatan dan
penyelidikan melalui kegiatan praktikum
 Guru meminta peserta didik untuk mempresentasikan hasil
diskusi kelompok tentang percobaan yang telah dilakukan
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
tentang percobaan pemisahan campuran yang telah
dilakukan
 Peserta didik memberikan dan menerima tanggapan
terhadap presentasi yang disajikan oleh kelompok lain.
Menarik Kesimpulan/generalisasi 10 menit
 Guru membimbing peserta didik membuat rangkuman/simpulan
tentang teknik pemisahan campuran
 Peserta didik membuat kesimpulan dari hasil pembelajaran dan
diskusi yang telah dilakukan
Penutup 20 menit
 Peserta didik mengerjakan soal mengenai metode pemisahan
campuran
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya tentang lambang unsur
 Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.

I. Penilaian proses dan Hasil Pembelajaran


1. Teknik Penilaian :
a. Sikap : Observasi
b. Pengetahuan : Tes Tertulis
c. Keterampilan : unjuk kerja
2. Bentuk Penilaian :
a. Sikap : Lembar Observasi sikap bekerjasama
b. Pengetahuan : Tes Pilihan Ganda (PG)
c. Keterampilan : Rubrik pengisian LKPD
3. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagis siswa yang KD-nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial teaching
(klasikal) atau tutor teman sebaya dan dilanjutkan tugas
4. Pengayaan
Bagi siswa yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan
Haurgeulis, Oktober 2018
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

Suparman, S.Pd.Ing Dewi Fuji Astuti, S.Pd.


NBM. 976662 NBM. 1198202