Anda di halaman 1dari 13

INSPEKSI TURBIN UAP

4. STEAM TURBINE

4.1. Latar Belakang

Turbin uap adalah alat mekanis yg mengubah energi thermal dari uap yang bertekanan dan
mengkonversikannya ke ke energy mekanis. Turbin uap dibagi ke dalam tiga tingkatan yaitu:
tekanan tinggi (HP) , tekanan intermediet (IP) dan tekanan rendah (LP).

Setelah uap air melewati HP maka akan dikembalikan lagi menuju boiler untuk re-heated. Uap
air setelah melewati IP akan menuju LP.

Turbin uap biasanya memiliki konfigurasi yang berbeda-beda. Beberapa konfigurasi dimana IP
atau LP disatukan untuk satu turbin uap. single shaft atau beberapa shaft juga bisa dikopel
menjadi satu . apapun konfigurasi yang dipakai tetap menggunakan prinsip yang sama . Bentuk
konfigurasi juga tergantung dari penggunanya , co-generation atau pure electricity production.

Steam Turbine

1
Turbin adalah salah satu komponen utama pada pembangkit. Keterangan singkat tentang boiler
210 MW terdapat pada tabel 4-1.

2
4.2. Langkah Langkah Dalam Melaksanakan Inspeksi Energi

Langkah-langkah dalam untuk melakukan inspeksi energy adalah :

- pengumpulan data
- PengamatandanAnalisis
- Eksplorasiuntuklangkah-langkahkonservasi energy
- Laporanpersiapan

4.3. Pengumpulan Data

4.3.1.Spesifikasi turbin

Mengumpulkanspesifikasidesainsecararincidari turbin. Tabel 4-2 memberikan spesifikasi turbin


yang dibutuhkan dalam pembelajaran inspeksi energy.

- Tipe turbin
- Pembuatan dan model
- Jumlah tingkat (HP, IP, dan LP)
- Jumlah silinder
- Jumlah valve utama dan valve reheat
- Detail konstruksi HP, IP, dan LP
- System ekstraksi turbin
- System control
- Tipe pengatur
- Tipe seal
- Tahun instalasi
- Modifikasi

Spesifikasi design yang dikumpulkan diperoleh data seperti pada tabel 4-2.

3
4.4. Instruments Yang Diperlukan

Instrumen berikut dibutuhkan untuk melakukan inspeksi energy dari turbin.

- Indikator temperature dan probe


- Pressure gauge
- Flowmeter (uap dan air)
- Ultrasonic leak detector

Ketika melakukan test efisiensi turbin, pengukuran pressure dan temperatur aliran uap sangat
penting. Kalibrasi instrument juga bisa dilakukan.

4
45. Measurements & Observation Yang Akan Dilakukan

Dalam melakukan inspeksi, berikut pengukuran dan pengamatan yang diperlukan (pressure
dan temperatur):

- Feed water at Inlet & Outlet of Heaters


- Main steam
- HP turbine extraction
- Hot reheat steam, Cold reheat Steam
- IP extraction
- IP Exhaust

Selain yang diatas, pengukuran berikut juga diperlukan:

- Condenser back pressure


- Cooling water flow and temperatures
- Generator output
- Barometric pressure
- Reheater spray (flow)
- Superheater spray (flow)
- Feed water (flow)

4.6. Observations And Analysis

4.6.1. System pengenalan dan detail operasi

Detail interaksi dengan personil pabrik harus dilakukan untuk mendapatkan pengenalan system
secara detail dan rincian operasional. Selama pengenalan system, observasi dan record data
berisi:

- Trend performance turbine loading, operation, dan PLF


- Konstrain utama untuk memperoleh PLF, beban, dan efisiensi yang tinggi.
- Renovasi dan modifikasi
- Kegagalan operasi
- Trip
- Performance dari perlatan yang masih berhubungan (condenser, boiler dll)
- Inisiatif untuk meningkatkan performance dan efisiensi turbin

5
4.6.2. Evaluasi heat rate dan efisiensi

Percobaan untuk menentukan heat rate dan efisiensi dijadikan sebagai hal yang perlu
diperhatikan.

Metode efisiensi yang digunakan adalah metode enthalpy drop efficiency. Metode ini
menunjukkan rasio antara actual enthalpy drop dengan isentropic enthalpy drop. Metode ini
sangat bagus digunakan sebagai monitoring.

Tabel 4-3 memberikan data pengukuran dan observasi selama run test evaluasi efisiensi turbin.

6
Turbin heat rate diperoleh dari:

7
Turbin cylinder Efficiency bisa diperoleh dari:

Tabel 4-4 dapat digunakan untuk evaluasi efisiensi silinder turbin.

Tabel diatas dapat digunakan untuk semua tingkat seperti HP, LP, dan IP.

Setelah mengevaluasi heat rate dan efisiensi, check deviasi dari design dan mengidentifikasi
faktor yang mempengaruhi deviasi. Faktor utama yang perlu dilihat adalah:

- Parameter inlet main steam dan reheat steam


- Parameter exhaust steam turbin
- Reheater dan superheater spray
- Passing
- Loading turbin
- Loading dan performa boiler

8
- Operasi dan maintenance
- Performa condenser dan parameter cooling water
- Depost silica dan pengaruhnya terhadap efisiensi turbin
- Inter stage sealing, balance drum dan gland sealing
- Sealing fins clearances
- Nozzle blocks
- Erosi blade turbin
- Fungsi valve
- Status operasi HP heater
- Performa reheater

4.6.2.1 HP Feed Heater / LP Feed Heater

4.6.3 H P Heater / LP heater

Performa feed water heater bisa dianalisa dengan memonitoring:

9
- Perbedaan temperatur terminal
- Temperatur drain cooler
- Penurunan pressure feed water
- Temperature heater
- Pendekatan temperatur (DCA)

Tabel 4-3 digunakan untuk mengkompilasi data HP heater (cth jika pembangkit memiliki
3 HPH, 5 HPH, 6 HPH, 7HPH)

Ketika mengumpulkan parameter heater, kumpulkan juga:

- Unit load MW
- Main steam pressure
- Main steam temperatur
- Feed water flow
- Flow superheater
- Flow reheater
- Boiler feed pump discharge pressure
- Level HPH
- Condenser vacuum
- Barometric pressure

Setelah memperoleh data diatas, evaluasi:

- Terminal temperature difference (TTD)

10
- Perbedaan temperatur heater drain cooler (DCA)
- Kenaikan temperatur (TR)

Terminal temperature difference, TTD=tsat - t fw out

Drain cooler approach temeprature,DCA in oC= tdrains – t fw in

Temperature raise TR= t fw out – t fw in

Ketika melakukan inspeksi energy HP heater, cek parameter berikut:

- Make up berlebih
- Performa water heater yang lemah
- Tingginya perbedaan temperatur terminal
- High water level
- Kebocoran header
- Non condensable gases

11
- Penurunan pressure pada tube
- Temperature drain cooler yang tinggi
- Tidak ada aliran di inlet drain cooler
- Low water level
- Feed water heater di bypass
- Kebocoran valve bypass feed water heater

Pendekatan yang sama juga dilakukan pada LP heater.

Berdasarkan diatas , jika performa HP heater buruk, maka penambahan beban pada
economizer bisa diperkirakan dengan menggunakan data berikut:

4.6.4 Key observation dan Analysis

Komponen utama system inspeksi energy harus menyinggung bagian yang disebutkan
di awal:

- High reheater spray


- Superheater spray
- Deviasi dari design parameter main steam pressure, temperature, dan flow.
- Condenser vacuum

12
13