Anda di halaman 1dari 3

Restorasi onlay logam cor merupakan ​caps ​dari seluruh ​cusp ​dari gigi posterior dan dapat di

design untuk membantu menguatkan gigi yang telah menjadi lemah akibat karies atau
pengalaman restorative sebelumnya. Onlay dapat didesain untuk mendistribusikan tekanan
kunyah pada gigi untuk mengurangi kemungkinan terjadinya fraktur. Onlay lebih bersifat
konservatif dibandingkan dengan preparasi mahkota penuh dengan margin supragingival
dan onlay tidak mengiritasi gingiva.
Preparasi Inisial
Reduksi Oklusal. Setelah keputusan dibuat untuk merestorasi gigi dengan onlay logam cor,
cusp h​ arus dikurangi untuk meningkatkan akses dan visibilitas untuk tahap selanjutnya dari
preparasi gigi. Dengan dilakukannya pengurangan ​cusp,​ efisiensi dari ​cutting instrument dan
air water cooling spray i​ kut meningkat. Ketika ​cusp ​dikurangi, pemeriksaan ketinggan dari
mahkota klinis yang tersisa lebih mudah dilakukan dimana menentukan derajat divergensi
oklusal yang dibutuhkan untuk bentuk retensi yang adekuat. Gunakan bur karbida no 271
paralel dengan sumbu panjang mahkota gigi, preparasi sedalam 2mm pada lantai pulpa
sepanjang ​central groove ​(Gambar 20-26, A). Untuk memastikan diagnosa preoperative dair
pengurangan ​cusp​, preparasi oklusal dapat diperluas secara fasial dan lingual diatas karies
mencapai struktur gigi yang sehat (Gambar 20-26). Akan tetapi, ​groove tidak boleh meluas
​ enuju ujung ​cusp karena kebutuhan reduksi
lebih dari dua pertiga jarak dari ​central groove m
cusp t​ erverifikasi pada titik ini. Dengan sisi bur karbida no 271, lakukan preparasi uniform
depth cuts dengan kedalaman 1.5mm pada permukaan oklusal yang tersisa (Gambar 20-25
C dan D). ​Depth cuts d ​ apat mencegah titik yang tipis pada restorasi akhir. Perlu diingat
bahwa ​cusp harus dalam infraoklusi dari bidang oklusal sebelum reduksi, kemudian jumlah
reduksi ​cusp lebih seidkit dan hanya membutuhkan gigitan yang bebas dari bidang oklusal.
Karies dan bahan restorasi lama yang lebih dalam dibandingkan dengan gigitan bebas tidak
dibuang pada tahap preparasi ini.
Depth cuts ​digunakan sebagai pedoman untuk jumlah reduksi. Lakukan reduksi seluruhnya
dengan sisi bur karbida no 271. Reduksi ini apabila telah selesai, harus merefleksikan
topografi umum dari permukaan oklusal yang asli (Gambar 20-26, E). Jangan mengurangi
marginal ridge ​pada bagian mesial dan distal pada saat ini untuk mencegah menyentuh gigi
yang bersebelahan. ​Ridge ​yang tersisa akan dikurangi pada thap selanjutnya ketika box
prokmimal dilakukan preparasi.
Selama langkah-langkah berikutnya dalam persiapan awal, ​cutting instrument ​digunakan
untuk membentuk dinding vertical yang berorientasi terus menjadi ​single “draw” path​,
biasanya sumbu panjang dari mahota gigi sehingga preparasi yang telah selesai akan
mendapatkan sebuah ​draft (contoh. Tidak ada ​undercut​). Untuk molar mandibula dan
premolar kedua dimana mahkota mengarah sedikit ke lingual, bur sebaiknya diarahkan
sedikit ke lingual (5 sampai 10 derajat) untuk membantu mempertahankan kekuatan dari
cusp lingual (Lihat gambar 20-4, D). Divergensi gingival ke oklusal dari dinding preparasi ini
dapat bervariasi dari 2 sampai 5 derajat dari ​line of draw​, bergantung pada tinggi yang
tersedia. Apabila dinding vertical pendek, divergensi minimal 2 derajat disarankan untuk
tujuan retentive. Pengurangan ​cusp ​dapat menurunkan retensi karena penurunan tinggi dari
dinding vertical, sehingga divergensi minimal terkadang diindikasikan pada preparasi gigi
untuk onlay logam cor. Dengan meningginya dinding vertical, divergensi oklusal juga
sebaiknya meningkat, memungkinkan 5 derajat dalam preparasi dari panjang tertinggi
gingivooklusal.
Oclusal step.​ Setelah dilakukan pengurangan oklusal, terdapat 0.5mm ​occlusal step ​pada
daerah ​central groove antara inklinasi cusp yang dikurangi dan lantai kamar pulpa. Menjada
kedalaman pulpa (0.5mm) dari ​step​, dan perluasan kea rah fasial dan lingual melebihi
sedikit dari daerah karies menuju struktur gigi yang sehat. Perluas secara mesial dan distal
sampai terlihat DEJ pada proksimal (Gambar 20-26, F).
Perluas step sepanjang ​fissure o ​ klusal pada bagian fasial (dan lingual (yang tersisa)
sepanjang ​fissure tersebut berakhir.​ Dinding fasial dan lingual dari ​occlusal step ​harus
mengelilingi ​cups ​sesuai dengan anatomi yang ada dan lebar istmus sesuai kebutuhkan
untuk mendapatkan struktur gigi atau dasar dari bahan restorative. Bahan restorasi lama
atau karies yang lebih dalam dari 0.5mm ​step i​ ni tidak dibuang pada tahap preparasi gigi ini.
Ketika ​occlusal step ​mencapai permukaan mesial dan distal, ​occlusal step ​perlu dilebarkan
secara fasial dan lingual untuk antisipasi ekstensi box proksimal (Gambar 20-26 F). ​Oclusal
step s​ edalam 0.5mm akan berkontribusi terhadap retensi restorasi dan akan memberikan
pola llin dan onlay logam cor dengan penambahan rigiditas.
Box proksimal.​ Burkarbida terus ditempatkan parallel sumbu panjang mahkota gigi,
preparasi box proksimal seperti inlay. Gambar 20-26, G mengilustrasikan preparasi setelah
preparasi box proksimal selesai.
Gambar 20-26. A, preparasi gigi 2mm pada ​central groove.​ B, perluas ​central groove secara
fasial dan lingual untuk memastikan kebutuhan ​cusp capping​, C, ​depth cuts​, D, potongan
dari gambar C,. E, Penyelesaian reduksi cusp. Lihat adanya bagian kecil dari ​marginal ridge
mesial dan distal yang belum dikurangi untuk mencegah luka pada gigi tetangga. F,
Occlusal step diperluas untuk membuka DEJ dengan mengantisipasi pembentukan box
proksimal. G, preparasi dengan proksimal box yang telag selesai dipreparasi. Lihat tidak ada
kontak dengan gigi tetangga.
Preparasi akhir
Pembuangan dentin yang terinfeksi karies dan bahan restorasi yang defektif serta
perlidungan pulpa.
Final Preparation
Removal of Infected Carious Dentin and Defective Restorative Materials and Pulp
Protection. I​ f the oc- clusal step and the proximal boxes have been extended properly, any
caries or previous restorative materials re- maining on the pulpal and axial walls should be
visible. Remove them as described previously.
Preparation of Bevels and Flares. ​After the cement base (when indicated) is completed (Fig.
20-27, A), use the slender, flame-shaped, fine-grit diamond instrument to place
counterbevels o ​ n the reduced cusps, to apply the ​gingival bevels, ​and to create ​secondary
flares ​on the facial and lingual walls of the proximal boxes. First insert a gingival ​retraction
cord a ​ s described in the previous inlay section. During the few minutes required for the
cord's effect on the gingival tissues, use the diamond instru- ment for preparing the
counterbevels on the facial and lingual margins of the reduced cusps. The bevel should be
of generous width and should result in 30-degree marginal metal. The best way to judge this
is to always maintain a 30-degree angle between the side of the in- strument and the
external enamel surface beyond the counterbevel (see Fig. 20-27, ​B ​and C). The
counterbevel should usually be wide enough so that the cavosurface margin is beyond
(gingival to) any contact with the op- posing dentition.
If a facial (lingual) surface fissure extends slightly be- yond the normal position of the
counterbevel, it may be included (removed) by deepening the counterbevel in the region of
the fissure (see Fig. 20-27, D). However, if the fissure extends gingivally more than 0.5 mm,
then manage the fissure as described later.
A counterbevel is not placed on the facial cusps of maxillary premolars and first molars
where esthetic considerations may dictate using a stubbed margin by blunting and
smoothing of the enamel margin ​by either the light application of a fine- grit sandpaper disc
or the fine-grit diamond instrument (flame-shaped) held at a right angle to the facial surface
(see Fig. 20-23, C). The surface created by this blunting should be approximately 0.5 mm in
width.
For beveling the gingival margins and flaring (sec- ondary) the proximal enamel walls, refer
to the inlay section.
After beveling and flaring, slightly round any sharp junctions between the counterbevels and
the secondary flares (see Fig. 20-27, E). The fine-grit diamond instru- ment also is used to
lightly bevel the axiopulpal line an- gles (see Fig. 20-27, F). Such a bevel produces a
stronger wax pattern at this critical region by increasing its thick- ness. Slightly round any
sharp projecting corners in the preparation because these projections are difficult to re-
produce without voids when developing the working cast and often cause difficulties when
seating the cast- ing. The desirable metal angle at the margins of onlays
is 40 degrees, except at the gingivally directed margins, where the metal angle should be 30
degrees.
When deemed necessary, shallow (0.3 mm deep) re- tention grooves may be cut in the
facioaxial and the lin- guoaxial line angles with the No. 169L carbide bur (see Fig. 20-27, G).
These grooves are especially important for retention when the prepared tooth is short, which
is often the case after reducing all the cusps. When prop- erly positioned, the grooves are
entirely in dentin near the DEJ and therefore do not undermine the enamel. The direction of
cutting (translation of the bur) is paral- lel to the DEJ. The long axis of the No. 169L bur must
be held parallel to the line of draw and the tip of the bur positioned in the gingival box
internal point angles. However, if the axial walls are deeper than ideal, the correct reference
for placing retention grooves is just in- side the DEJ to minimize pulpal impacts yet avoid un-
dermining enamel.
The model showing the completed preparation is il- lustrated in Fig. 20-27, H.

FIG 20-27 A, Caries has been removed, and cement base has been inserted. B, Counterbevel- ing facial and lingual margins of
reduced cusps. C, Section of B. D, Fissure that extends slightly gingival to normal position of counterbevel may be included by
slightly deepening counterbevel in fissured area. E, Slightly round the junctions between counterbevels and secondary flares. F,
Lightly bevel axiopulpal line angle. G, Improving retention form by cutting proximal grooves. H, Completed MOD onlay
preparation. I, Completed MODE onlay preparation showing extension to include facial surface groove/fissure.