Anda di halaman 1dari 35

SALINAN

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

NOMOR 76 TAHUN 2018

TENTANQ

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN


PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET A DAN PAKET B TAHUN 2018

DIREKTUR JENDERAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN,

Menimbang bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 13 Peraturan


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2016
tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah di
Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2017
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum
Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, perlu menetapkan Peraturan Direktur
Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Petunjuk
Teknis Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan
Kesetaraan Menengah tahun 2017;

Mengingat : 1. Peraturan Pre siden Nomor 14 Tahun 2015 tentang


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 15);
2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 91/M
Tahun 2015 tentang Pengangkatan Direktur Jenderal
Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat;
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11
tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2018 Nomor 575);

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015


tentang Mekanisme Pelaksanaan. Anggaran Bantuan
Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340)
sebagimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016 tentang Perubahan
atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor
168/ PMK.05/ 2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan
Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian
Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016
Nomor 1745);
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6
Tahun 201.6 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan
Pemerintah di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016
Nomor 331) sebagaimana telah diubah beberapa kali
terakhir dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua
atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6
Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan
Pemerintah di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017
Nomor 381);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA


DINT DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS
BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
KESETARAAN PAKET A DAN PAKET B TAHUN 2018.
Pasal 1

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan


Paket A dan Paket B tahun 2018 selanjutnya disebut BOP Pendidikan Kesetaraan
Paket A dan Paket B Tahun 2018 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal
Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

Pasal 2

Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 21 September 2018

Direktur Jenderal,

TTD.

Harris Iskandar

Salinan sesuai dengan aslinya,


Kepala Bagian Hukum, Tatalaksana, dan Kepegawaian,

Pit a !
Ages
NIP 19: 08311988121001
Pasal 1

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan


Paket A dan Paket B tahun 2018 selanjutnya disebut BOP Pendidikan Kesetaraan
Paket A dan Paket B Tahun 2018 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal
Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

Pasal 2

Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 21 September 2018

Direktur Jenderal,

TTD.

Harris Iskandar

Salinan sesuai dengan aslinya,


Kepala Bagian Hukum, Tatalaksana, dan Kepegawaian,

TTD.

Agus Salim
NIP 196308311988121001
SALINAN

LAM PI RAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN
ANAK USIA DINT DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT
NOMOR 76 TAHUN 2018 TENTANG PETUNJUK
TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KESETARAAN
PAKET A DAN PAKET B TAHUN 2018

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan Kesetaraan dalam Sistem Pendidikan Nasional Indonesia
merupakan bentuk layanan pendidikan akademik pada jalur pendidikan
nonformal. Fungsi pendidikan nonformal mencakup tiga hal yaitu sebagai
pengganti, pelengkap, dan penambah bagi layanan pendidikan formal.
Pendidikan Kesetaraan memiliki fungsi sebagai pengganti, yaitu memenuhi
kebutuhan pendidikan bagi warga masyarakat yang tidak dapat mengkases
layanan pendidikan formal. Fungsi pengganti layanan pendidikan
kesetaraan meliputi: (i) Program Paket A untuk jenjang sekolah dasar adalah
Program Paket A, (ii) Program Paket B untuk jenjang sekolah menengah pertama,
dan (iii) Program Paket C untuk jenjang sekolah menengah atas. Banyak alasan
warga masyarakat memenuhi kebutuhan pendidikan dengan mengakses layanan
Pendidikan Kesetaraan, salah satu diantaranya putus sekolah. Tidak seluruh
warga masyarakat yang mengalami putus sekolah dapat kembali mengkases
layanan pendidikan formal. Oleh karena itu mereka wajib memperoleh
layanan pengganti, yaitu layanan pendidikan kesetaraan.
Putus sekolah diproyeksikan di empat jenjang pendidikan dengan p utus
sekolah pada tingkat SD sebesar 277.550, pada tingkat SMP sebesar 145.056, pada
tingkat SMA/SMK sebesar 121.928 sedangkan pada tingkat PT sebesar 220.671.
Peningkatan APK pendidikan kesetaraan karena banyaknya putus sekolah dan
lulusan tidak melanjutkan yang ditampung di pendidikan kesetaraan .
Pernerintah melalui APBN memberikan fasilitasi penyelenggaraan Program
Pendidikan Kesetaraan Dasar (Program Paket A dan Paket B). Bantuan juga untuk
mendukung penguatan kelembagaan satuan pendidikan non formal
penyelenggara Program Pendidikan Kesetaraan Dasar. Petunjuk Teknis ini
secara terbatas mengatur BOP Pendidikan Kesetaraan Paket A dan Paket B Tahun
2018.

Berdasarkan latar belakang di atas pada tahun 2018 Direktorat Pembinaan


Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Direktorat Jenderal PAUD dan
Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan aplikasi
E-Proposal untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan
Kesetaraan, dengan menyediakan layanan pengajuan BOP melalui aplikasi E-
Proposal ini diharapkan proses pengajuan BOP Program Pendidikan
Kesetaraan dapat lebih transparan dan akuntabel agar tepat sasaran.

B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan yang telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan
Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaran Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaran Pendidikan;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 49 Tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Nonformal;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2013
tentang Pendirian Satuan Pendidikan Nonformal;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 tahun 2016
tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah; 8.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016
tentang Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
10. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Direktorat
Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Tahun Anggaran 2018
Nomor SP DIPA- 023.05.1.666866/2018 tanggal 5 Desember 2017.

C. Tujuan Petunjuk Teknis


Petunjuk Teknis BOP Pendidikan Kesetaraan Dasar Tahun 2018 bertujuan untuk
:
1. Memberikan panduan bagi penyelenggara satuan pendidikan nonformal
dalam pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Dasar yang meliputi:
a) Ruang lingkup Program Pendidikan Kesetaraan Dasar;

b) Prosedur dan tata cara pengajuan proposal untuk memperoleh dana


BOP Program Pendidikan Kesetaraan Dasar (Paket A dan Paket B).
2. Meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan
Program Pendidikan Kesetaraan Dasar (Paket A dan Paket B).
BAB II
BOP PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET A DAN PAKET B TAHUN 2018

A. Pengertian
1. BOP Pendidikan Kesetaraan Paket A dan Paket B Tahun 2018 adalah
sejumlah dana yang diberikan kepada lembaga penyelenggara program yang
digunakan untuk mendukung proses pembelajaran program Pendidikan
Kesetaraan Kesetaraan Dasar (Paket A dan Paket B).
2. Pernberi Bantuan Operasional Penyelenggaraan adalah pemerintah melalui
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Direktorat
Jenderal PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang
diberikan kepada lembaga penyelenggara program yang ditetapkan sebagai
penyelenggara program Pendidikan Kesetaraan.
3. Aplikasi E-Proposal adalah sistem pengajuan dana bantuan pendidikan
kesetaraan berbasis daring yang dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan
Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Direktorat Jenderal PAUD dan
Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
4. Longlist adalah daftar lembaga calon penerima dana bantuan yang
ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan
Kesetaraan Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, berdasarkan data Dapodikmas.
5. Afirmasi adalah BOP yang diberikan pada wilayah Papua, Papua Barat dan
Daerah 3T terpilih yang belum masuk dalam longlist Dapodikmas tanpa
melalui e-proposal.

B. Tujuan
1, Tujuan Program Paket A:
a. Menyediakan layanan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal
untuk menjaring peserta didik yang belum lulus SD/MI dan masyarakat
yang telah mengikuti pendidikan keaksaraan dan memperoleh Surat
Keterangan Melel< Aksara (SUKMA);
b. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik
sehingga memiliki kemampuan yang setara dengan SD/MI;
c. Membekali dasar-dasar kecakapan hidup yang bermanfaat untuk
memenuhi kebutuhan hidup;
d. Membekali pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik yang
memungkinkan lulusan program dapat meningkatkan pendidikannya ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

2. Tujuan Program Paket B:


a. Menyediakan layanan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal
untuk menjaring peserta didik yang putus sekolah setara SMP/MTs dan
lulusan SD/MI/Paket A;
b. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik
sehingga memiliki kemampuan yang setara dengan SMP/MTs;

c. Membekali dasar-dasar kecakapan hidup yang bermanfaat untuk


memenuhi kebutuhan hidup;
d. Membekali pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik yang
memungkinkan lulusan program dapat meningkatkan pendidikannya ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

C. Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Dasar (Paket A dan Paket B)


Pendidikan Kesetaraan Kesetaraan Dasar (Paket A dan Paket B):
I. Memberikan fasilitasi kepada lembaga penyelenggara Pendidikan
Kesetaraan Kesetaraan Dasar (Paket A dan Paket B) kepada peserta didik
untuk mempermudah proses pembelajaran Pendidikan Kesetaraan
Kesetaraan Dasar (Paket A dan Paket B);
2. Meningkatkan kecakapan personal, akademik, dan sosial peserta didik
Pendidikan Kesetaraan Kesetaraan Dasar (Paket A dan Paket B);

D. Peserta Program Pendidikan Kesetaraan Dasar


Peserta Didik Pendidikan Kesetaraan Program Paket A adalah peserta didik yang
mengikuti pembelajaran pendidikan kesetaraan kelas I sampai VI dan peserta
didik yang putus sekolah setara SD/MI.
Peserta didik Pendidikan Kesetaraan Program Paket B adalah peserta didik yang
putus sekolah setara SMP/MTs dan lulusan SD/MI/Paket A.

E. Pelaksanaan Pendidikan Kesetaraan Dasar


1. Kurikulum
Kurikulum yang digunakan bagi kelas lanjutan adalah kurikulum 2006
(KTSP), sedangkan untuk kelas baru di berikan peluang untuk kurikulum
2013.
FORMAT: KURIKULUM 2006 KTSP PENDIDIKAN KESETARAAN

• Paket A
Bobot Satuan Kredit Kompetensi
(SKK)
Tingkatan Tingkatan
1/ 2/
No. Mata Pelajaran Drajat Drajat Jumlah
Awal Dasar
Setara Setara
Kelas Kelas
I-III IV-VI
1. Pendidikan Agama 9 9 18
2. Pendidikan Kewarganegaraan 9 9 18
3. Bahasa Indonesia 15 15 30
4. Matematika 15 15 30
5. Ilmu Pengetahuan Alam 12 12 24
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 9 9 18
7. Seni Budaya 6 6 12
8. Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan 6 6 12
9. Keterampilan Fungsional *) 9 9 18
10. Muatan Lokal**) 6 **) 6 **) 12 **)
11, Pengembangan
Kepribadian Profesional 6 6 12
Jumlah 102 102 204
Keterangan:
*) Pilihan mata pelajaran
**) Substansinya dapat menjadi bagian dari mata pelajaran yang ada, baik
mata pelajaran wajib maupun pilihan. SKK untuk substansi muatan lokal
termasuk ke dalam SKK mata pelajaran yang dimuati.

•Paket B
Bobot Satuan Kredit Kompetensi
No. Mata Pelajaran (SKK)
Tingkatan Tingkatan Jumlah
3/ 4/
Drajat Drajat
Terampil 1 Terampil 2
Setara Setara
Kelas Kelas
VII-VIII IX
1. Pendidikan Agama 4 2 6
2. Pendidikan Kewarganegaraan 4 2 6
3. Bahasa Indonesia 8 4 12
4. Bahasa Inggris 8 4 12
5. Matematika 8 4 12
6. Ilmu Pengetahuan Alam 8 4 12
7, Ilmu Pengetahuan Sosial 8 4 12
8. Seni Budaya 4 2 6
9. Pendidikan Jasmani, 4 2 6
Olahraga dan .
Kesehatan
10. Keterampilan Fungsionall 4 2 6
11. Muatan Lokal**) 4 ** 2 **) 6 **)
12. Pengembangan Kepribadian 4 2 6
Profesional
Jumlah 68 34 102

FORMAT: KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN KESETARAAN


STRUKTUR KURIKULUM PAKET A

Bobot Satuan Kredit Kompetensi


(SKK)
Tingkatan 1/ Tingkatan 2/
Drajat Awal Drajat Dasar
No. Mata Pelajaran Setara Kelas Setara Kelas Jumlah
I-III IV-VI
Kelompok Um-um
1. Pendidikan Agama dan
Budi Pekerti
2. Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika 71 82 153
5. Ilmu Pengetahuan
Alam
6. Ilmu Pengetahuan
Sosial
Kelompok Khusus
7. Pemberdayaan 31 35 66
8. Keterampilan
Jumlah 102 117 219

STRUKTUR KURIKULUM PAKET B

Bobot Satuan Kredit Kompetensi


(SKK)
Tingkatan 3/ Tingkatan 4/
Derajat Derajat
No. Mata Pelajaran Terampil 2 Terampil 2 Jumlah
Setara Kelas Setar
VII-VIII a
Kelas
IX
Kelompok Umum
1. Pendidikan Agama dan
Budi Pekerti
2. Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Bahasa Inggris 56 27 83
5. Matematika
6. Ilmu Pengetahuan
Alam
7 Ilmu Pengetahuan
Sosial
Kelompok Khusus
8. Pemberdayaan 24 11 35
9. Keterampilan
Jumlah 80 38 118

Keterangan:
1. Kelompok umum memuat mata pelajaran yang disusun mengacu pada
standar pendidikan formal sesuai Peraturan Mendikbud No. 21 tahun 2016
tentang Standar Isi serta kontennya dikembangkan oleh pusat dan
merupakan mata pelajaran yang wajib diberikan untuk semua peserta didik.
Kelompok umum termasuk mata pelajaran peminatan, yang terbagi menjadi 3
pilihan, yaitu: Peminatan Matematika dan Ilmu Alam, Peminatan Ilmu-ilmu
Sosial, dan Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya.
2. Kurikulum mata pelajaran Agama tidak dilakukan kontekstualisasi dan
fungsionalisasi, akan tetapi mengikuti sepenuhnya kurikulum pendidikan
pendidikan dasar dan menengah yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia.
3. Kelompok Perminatan terdiri dari perminatan ilmu sosial, perminatan ilmu
pengetahuan Alam dan perminatan bahasa.
4. Kelompok khusus: memuat mata pelajaran yang dikembangkan sesuai dengan
kebutuhan dan karakteristik pendidikan kesetaraan yaitu:
a) Pemberdayaan memuat materi-materi untuk menumbuhkan keberdayaan,
harga diri, percaya diri, sehingga peserta didik mampu mandiri dan
berkreasi dalam kehidupan bermasyarakat. Materi-materi yang diberikan
berupa: Pengembangan diri, pengembangan kapasitas untuk mendukung jenis
keterampilan yang dipilih oleh peserta didik.
b) Keterampilan merupakan muatan keterampilah pilihan berupa
keterampilan fungsional atau keterampilan terstruktur.
2. Sarana dan. Prasarana
Untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan program Pendidikan
Kesetaraan Kesetaraan Dasar (Paket A dan Paket B) basil yang ingin
dicapai, lembaga penyelenggara program wajib menyediakan sarana dan
prasarana, yaitu:
a. ruangan untuk proses pembelajaran dan pelatihan beserta
kelengkapannya;
b. alat dan bahan pembelajaran seperti: whiteboard/papan tulis,
spidol/kapur, meja dan kursi tutor, meja/kursi peserta didik, lemari
buku, buku-buku pelajaran, dan lain-lain;
c. media pembelajaran dan pendukung lainnya. 3.
Proses Pembelajaran
Pembelajaran program Pendidikan Kesetaraan Kesetaraan Dasar (Paket A dan
Paket B) untuk setiap tingkatan atau kelas harus disesuaikan dengan stuktur
kurikulum. Proses pembelajaran melalui pembelajaran akademik, yaitu upaya
yang dilakukan tutor untuk memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan
kepada peserta didik yang difasilitasi oleh tutor. Pembelajaran akademik
dilakukan sesuai ketentuan yang diatur dalam standar isi dan standar proses,
misalnya:
a. pembelajaran dilakukan minimal 2 hari dalam seminggu @ 3 jam
pelajaran, atau 3 hari dalam seminggu;
b. pembelajaran dilakukan dengan tatap muka, tutorial, dan mandiri; Agar
proses pembelajaran akademik mengarah kepada tujuan dan basil yang
ingin dicapai, maka tutor wajib melakukan persiapan dengan membuat
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan silabus
yang dibuat oleh lembaga penyelenggara program.
4. Evaluasi
Evaluasi dilakukan dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana
capaian mutu penyelenggaraan program dan tingkat keberhasilan
pelaksanaan program.
a. Evaluasi Penyelenggaraan

Evaluasi penyelenggaraan program merupakan sebuah kegiatan untuk


mengevaluasi atau mengoreksi hal- hal yang telah terjadi atau dilakukan
selama kegiatan penyelenggaraan program sedang atau telah
berlangsung.
Dengan kata lain merupakan sebuah kegiatan "mereka- ulang" untuk
mengetahui hal-hal penting baik yang berupa kelebihan maupun
kekurangan yang terjadi pada kegiatan penyelenggaraan program yang
telah berlangsung dengan harapan agar dapat melakukan perbaikan pada
saat kegiatan penyelenggaraan program berikutnya.
b. Evaluasi Perkembangan Peserta didik
Adapun tujuan evaluasi perkembangan Peserta didik adalah sebagai
berikut:
1) untuk mengetahui kemajuan hasil belajar peserta didik selama
jangka waktu tertentu;
2) untuk mengetahui efektifitas metode clan pendekatan pembelajaran
yang dilakukan selama jangka waktu tertentu.
Dengan demikian tujuan dan fungsi evaluasi hasil belajar yang
dilakukan terhadap peserta didik adalah untuk mengetahui seberapa jauh
peserta didik menampilkan performa sebagaimana yang
dikehendaki. Pengetahuan mengenai peserta didik dimaksudkan untuk
memperoleh informasi penting mengenai peserta didik apakah perlu
dilakukan pengayaan, saran, bimbingan penyuluhan, diskusi dengan
peserta didik, dan lain sebagainya. Dengan kata lain dengan
diadakannya evaluasi perkembangan peserta didik, diharapkan
diperoleh informasi untuk melakukan langkah tindak lanjut yang
berkaitan dengan keberadaan peserta didik. Apabila hasil evaluasi
peserta didik memperoleh nilai dibawah SKK, makes tutor wajib
melakukan remedial.
Penilaian pembelajaran terdiri dari penilaian hasil belajar oleh pendidik
untuk tiap modul / satuan kredit kompetensi, penilaian oleh satuan
pendidikan untuk kenaikan tingkat dan penilaian akhir / ujian
kesetaraan. Penilaian oleh pemerintah berupa Ujian Nasional yang
berfungsi sebagai ujian penyetaraan.
c. Indikator Keberhasilan Program
1) Minimal penguasaan pengetahuan dan keterampilan peserta didik
mencapai 85%
2) Minimal peserta didik 65% dapat melanjutkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi
3) Kehadiran peserta didik dalam pembelajaran m.encapai 75%
4) Lembaga penyelenggara program membuat laporan tepat pada
waktunya.
BAB III
TATA CARA PENYALURAN DAN LAPORAN
BOP PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET A DAN PAKET B TAHUN 2018

A. Persyaratan Penerima Bantuan


1. Kriteria Lembaga yang dapat mengajukan bantuan
a. Lembaga penyelenggara program Pendidikan Kesetaraan Dasar (Paket A
dan Paket B):
1) Diutamakan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan
Belajar Masyarakat (PKBM) yang sudah terakreditasi;
2) SKB yang sudah menjadi satuan pendidikan;
3) Lembaga pengusul sudah terdaftar dalam longlist Dapodikmas;
4) Khusus wilayah afirmasi mengajukan BOP sesuai dengan kuota yang
ditetapkan.
b. Lembaga penyelenggara program pendidikan kesetaraan dasar (Paket A
dan Paket B) sebagaimana huruf a:
1) bersedia menandatangani Pakta Integritas anti Kolusi, Korupsi, dan
Nepotisme sebelum memperoleh bantuan.
2) bersedia membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB)
setelah memperoleh dan menggunakan bantuan.
3) bersedia sewaktu-waktu menerima tim verifikasi/ visitasi dari
Kementerian sesuai kebutuhan.
2. Kriteria Calon Peserta Didik
a. Peserta Didik Paket A adalah peserta didik yang mengikuti pembelajaran
pendidikan kesetaraan kelas I sampai VI dan peserta didik yang putus
sekolah setara Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI);
b. Peserta Didik Paket B:
1) Lulusan Paket A;
2) Lulusan SD/MI/ sederajat;
3) putus sekolah kelas VII, VIII, dan IX
c. Peserta didik sudah terdaftar sebagai anggota rombongan belajar di
Dapodikmas (Kecuali wilayah afirmasi).

B. Bentuk Bantuan
1. Alokasi Sasaran
Pada tahun 2018 dana BOP Pendidikan Kesetaraan Kesetaraan Dasar (Paket
A dan Paket B) didistribusikan berdasarkan longlist Dapodikmas dan kuota
wilayah afirmasi pendidikan kesetaraan yang ditetapkan oleh
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Direktorat
Jenderal PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2. Pemanfaatan Dana Bantuan


a. BOP Pendidikan Kesetaraan untuk penyelenggaraan program
Pendidikan kesetaraan Paket A per peserta didik sebesar Rp. 970.000
(sembilan ratus tujuh puluh ribu rupiah).
b. BOP Pendidikan Kesetaraan untuk penyelenggaraan program
Pendidikan Kesetaraan Paket B per peserta didik sebesar Rp. 1.400.000
(sate juta empat ratus ribu rupiah).
c. Bagi peserta didik kelas awal hanya dibiayai 1 semester.

C. Rincian Jumlah Bantuan


No Nama Komponen Rincian Proporsi
Program Penggunaan Dana Biaya
1 Pendidikan Manajemen Rapat Persiapan, Rp 97.000
Kesetaraan Transport (Maks. 10%)
Paket A Pengelola,
Dokumentasi, dan
Penyusunan
Laporan
Biaya ' Pengadaan Alat dan
Pelaksanaan Bahan
Pembelajaran / Transport Tutor Rp 873.000
/ Biaya Operasional (Min. 90%)
Pembelajaran
lainnya
/ Biaya USBN
2 Pendidikan Manajemen Rapat Persiapan, Rp 140.000
Kesetaraan Transport (Maks. 10%)
Paket B Pengelola,
Dokumentasi, dan
Penyusunan
Laporan
Biaya / Pengadaan Alat dan
Pelaksanaan Bahan
Pembelajaran / Transport Tutor Rp 1.260.000
/ Biaya Operasional (Min. 90%)
Pembelajaran
lainnya
/ Biaya USBN /
Biaya UN
D. Tata Kelola Pencairan dan Penyaluran Bantuan
1. Proses Verifikasi Penerima Bantuan Pendidikan Kesetaraan Dasar (Paket A
dan Paket B)
a. Lembaga mengajukan permohonan Bantuan Operasional
Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Kesetaraan Dasar (Paket A dan
Paket B) melalui aplikasi E--Proposal dilampiri rekening bank dan NPWP
pada alamat dibawah ini;
https: / / app.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/ eproposalbindiktara/
b. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan verifikasi dan membuat
usulan dalam bentuk Surat Keputusan Calon Penerima Bantuan
Pendidikan Kesetaraan Dasar (Paket A dan Paket B) yang
ditandatangani oleh Kepala Dinas Kabupaten/ Kota setempat untuk
seterusnya diajukan ke Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan
Kesetaraan melalui aplikasi E-Proposal;
c. Berdasarkan Surat Keputusan yang diajukan Dinas Pendidikan
Kab/ Kota, Direktorat melakukan verifikasi dan selanjutnya membuat
penetapan lembaga penerima bantuan Pendidikan Kesetaraan Dasar (Paket
A dan Paket B) melalui aplikasi E-Proposal.
2. Penetapan Penerima Bantuan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menetapkan Surat Keputusan Lembaga
Penerima BOP Pendidikan Kesetaraan Dasar (Paket A dan Paket B) Tahun
2018 dengan disahkan Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan
Kesetaraan selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
3. Penandatanganan kerja sama
Setelah penetapan lembaga penerima bantuan pemerintah, akan
dilanjutkan dengan penandatanganan surest perjanjian kerjasarna antara PPK
dengan Penerima Bantuan.
a. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan oleh PPK dengan
pimpinan lembaga penerima bantuan untuk menandatangani
Perjanjian Kerja Sanaa, Kuitansi dan Pakta Integritas.
b. Perjanjian Kerja Sama ini memuat hak dan kewajiban kedua belah
pihak, nilai bantuan yang diberikan, tata cara penyaluran, pernyataan
kesanggupan untuk menggunakan dana bantuan sesuai dengan
rencana, pernyataan kesanggupan untuk menyetorkan sisa dana yang tidak
digunakan ke kas negara, sanksi, dan penyampaian laporan
pertanggungjawaban kepada PPK setelah pekerjaan selesai.
c. Perjanjian Kerja Sama, Kuitansi dan Pakta Integritas yang sudah
ditandatangani untuk BOP Pendidikan Kesetaraan Paket A dan Paket B
diunggah melalui aplikasi E-Proposal.
4. Pencairan dana bantuan
Berdasarkan keputusan penerima bantuan dan perjanjian kerja sama,
dilakukan penyaluran dana bantuan ke rekening Penerima Bantuan.
a. Penetapan Surat Keputusan lembaga penerima bantuan Pendidikan
Kesetaraan;
b. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan seluruh berkas
pencairan oleh pihak lembaga dan PPK;
c. Memproses pengajuan dana bantuan Pendidikan Kesetaraan melalui
KPPN Wilayah III Jakarta dan mengusulkan pencairan ke Bank sesuai
dengan rekening lembaga;
d. Oleh pihak Bank dana akan dikirim langsung/transfer kepada rekening
lembaga penerima.

Jika terjadi perubahan ren.cana anggaran belanja (RAB) dalam pelaksanaan


kegiatan, pimpinan organisasi mitra yang bersangkutan harus rnengajukan
perubahan/ addendum RAB kepada PPK Subdirektorat Kesetaraan dan
Berkelanjutan.

E. Pertanggungjawaban Belanja Bantuan


1. Pelaporan Paket A dan Paket B
a. Laporan Penerimaan Dana
Lembaga penerima bantuan wajib memberi laporan melalui aplikasi E-
Proposal kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan
Kesetaraan setelah menerima dana.
Bagi wilayah afirmasi penerima BOP wajib menyerahkan laporan tertulis
kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan
setelah menerima dana (format terlampir) melalui pos-el (email)
subdit.kesetaraan2016@gmail.corn dan kesetaraan@kemdikbud.go.id
b. Laporan Pertanggungjawaban
Lembaga penerima bantuan wajib melaporkan:
1) penggunaan dana pada semester I dan rencana penggunaan dana pada
semester II kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan
Kesetaraan melalui aplikasi E-Proposal paling lambat tanggal 31
Desember 2018;
Bagi wilayah afirmasi penerima BOP wajib menyerahkan laporan
tertulis penggunaan dana pada semester I dan rencana penggunaan dana
pada semester II kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan
dan Kesetaraan setelah menerima dana (format terlampir)
melalui pos-el (email) subdit.kesetaraan2016@gmail.com dan
kesetaraan@kemdikbud.go.id paling lambat tanggal 31 Desember 2018; dan

2) penyelenggaraan kegiatan kepada Dinas Pendidikan setempat sebagai


pertanggungjawaban dan akuntabilitas penyelenggaraan program,

sampai dengan berakhirnya penyelenggaraan program semes ter II,


kemudian Dinas Pendidikan membuat rekapitulasi laporan untuk
disampaikan kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan
Kesetaraan.
F. Ketentuan Perpajakan
1. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan dana bantuan dikenakan pajak
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Contoh:
Belanja barang kurang dari Rp1.000.000,- tidak dikenakan pajak, belanja
barang di atas Rp1.000.000,- dikenakan PPN 10%. Sedangkan belanja barang
di atas Rp2.000A000,- dikenakan PPN 10% dan PPh pasal 22 sebesar 1,5%,
jika penjual atau lembaga tidak ada NPWP maka pajak yang dibayarkan sebesar
3%.
2. Lembaga berkewajiban untuk:
a. menyetorkan hasil pungutan pajak kepada Kas Negara (terkecuali jika
toko tersebut memiliki. NPWP toko),
b. menyimpan semua bukti setor pajak tersebut.

G. Sanksi
Bagi lembaga penyelenggara program sebagai penerima bantuan yang tidak
menyampaikan laporan sampai dengan akhir tahun anggaran, dapat
dikenakan sanksi berupa:
1. Mengembalikan bantuan yang telah diterima ke kas negara;
2. Tidak diperkenankan mengakses dana bantuan dari Dit. Bindiktara pada
tahun berikutnya; dan/atau,
3. Diproses hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
BAB IV
TATA CARA PENGEMBALIAN DANA BANTUAN

Dalam pengelolaan dana BOP, lembaga penerima dana bantuan, karena berbagai
penyebab diharuskan untuk melakukan pengembalian dana BOP kepada Kantor Kas
Negara.
Beberapa penyebab lembaga penerima BOP diharuskan mengembalikan dana antara
lain:
1. Pembatalan dari pihak Direktorat Pembinaan Keaksaraan dan Kesetaraan
karena lembaga telah menerima bantuan sejenis pada tahun dan waktu
yang bersamaan,
2. Pembatalan dilakukan oleh pihak lembaga penerima BOP, karena hal-hal
tertentu.
3. Adanya kegiatan atau pembelian yang sudah masuk dalam RAB, tetapi
karena sesuatu hal tidak dilaksanakan oleh lembaga penerima BOP sampai
pada pembelajaran selesai dilaksanakan, dan/atau.
4. Hal-hal lain, yang tidak sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku
setelah diaudit oleh auditor yang berwenang.
Untuk pengembalian dana akibat dari hal-hal sebagaimana tersebut di atas,
dilaksanakan melalui konfirmasi dengan menghubungi:
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan
Dikmas
Telepon/Faks : 021-5725501/021-5725039
E-mail : kesetaraan@kemdikbud.go.id
BAB V

SUPERVISI DAN PENGAWASAN

Prosedur pelaporan pelaksanaan kegiatan, monitoring, evaluasi, supervisi,


pelaporan serta pengawasan pelaksanaan kegiatan dapat digambarkan sesuai
skema sebagai berikut:

PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN, MONEY DAN PELAPORAN

Pengawasan oleh
BPK, BPKP, itjen Kemendikbud,
dan Aparat Pengawasan lainnya,
serta Masyarakat

Dana Bantuan Melaksanakan Menyampalkan


yang disalurkan Menyampai- kegiatan sesuai
oleh Bank ka n la poran Menyimpan laporan
perjanjian kerja
Penyalur awal dokumen dan penyelenggaraan
1 diterima
sama, Juknis, dan
administrasi kegiatan ke dines
peraturan
langsung di kegiatan pendidikan dan
perundang-
pengunaan dana
rekening undangan kepada Direktorat
lembaga

(1,4g •°:
Monitoring, Evaluasi dan Supervisi oleh
Unsur Direktoratienderai PAUD dan Dikmas,
UPT Pusat dan
Dinas pendidikan Kabupaten/kota

A. Supervisi
Unsur Ditjen PAUD dan Dikmas (unit kerja pusat dan UPT Pusat) memiliki hak
dan tanggung jawab untuk melakukan monitoring dan supervisi pelaksanaan
kegiatan. Unsur Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota (Kadin, Kabid/Kasi dan
Penilik memiliki tugas dan tanggung jawab dalam melakukan monitoring dan
supervisi pelaksanaan pembelajaran,
Pelaksanaan monitoring dan supervisi pelaksanaan kegiatan tidak boleh
dibebankan dari dana bantuan untuk menjamin mutu penyelenggaraan
program dan hasil pelaksanaan program pendidikan kesetaraan dasar, perlu
dilakukan monitoring dan supervisi secara bersama atau sendiri-sendiri oleh
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan dan/atau Dinas
Pendidikan Provinsi/ Kabupaten/ Kota setempat.
B. Pengawasan
Aparat pengawas/ auditor, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan
Pemeriksa keungan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal Kemdikbud
(Itjen) melakukan pengawasan dan dapat melakukan proses hukum apabila
terjadi penyelewengan dalam pelaksanaan.
Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan masyarakat umum boleh
melakukan pengawasan pelaksanaan kegiatan
Pelaksanaan pengawasan tersebut tidak boleh membebani anggaran
pelaksanaan kegiatan.
1. Akuntabilitas Pengelolaan
a. Pakta Integritas
Pakta integritas adalah pernyataan tidak akan melakukan korupsi,
kolusi, dan nepotisme serta penyelewengan dalam pengelolaan dan
penggunaan anggaran. Apabila melanggar hal-hal yang telah
dinyatakan dalam pakta integritas akan dikenakan sanksi hukum, moral,
dan /atau sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
b. Pernyataan Kesanggupan
Pernyataan kesanggupan adalah surat pernyataan pimpinan lembaga untuk
melaksanakan program sesuai dengan proposal yang telah disetujui dan
mematuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam petunjuk teknis
program.
c. Pertanggungjawaban Mutlak
Pertanggungjawaban mutlak adalah tanggung jawab lembaga
penyelenggara untuk menyelesaikan program sesuai dana yang telah
diterima dan melaksanakan ketentuan perpajakan yang berlaku.

C. Penutup
Penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan merupakan tugas bersama
dalam upaya mencerdaskan bangsa. Penyelenggara program pendidikan
kesetaraan seyogianya dapat memahami secara cermat sasaran dan tujuan
program yang dilaksanakan agar sesuai dengan ketentuan dalam juknis ini.

Petunjuk pelaksanaan ini disusun sebagai acuan bagi semua pihak yang
terlibat secara langsung dalam penyelenggaraan program Pendidikan
Kesetaraan balk pemerintah, pemerintah daerah, dan SPNF.
PENGADUAN DAN INFORMASI
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan
Komplek Kemendikbud Gedung E Lantai 8, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan,
Jakarta 10270
Telp. (021) 5725502 Fax. (021) 5725502

Demi kemajuan bangsa dan negara kita, marl bersama-sama kita


laksanakan program ini dengan sebaik-baiknya. Jangan Takut Lapor
Kasus Pungutan Liar (Pungli). Jika dinilai sudah memiliki cukup bukti,
laporan akan diteruskan ke kelompok kerja (pokja) penindakan. Laporan
yang dinilai belum memiliki cukup bukti akan ditangani oleh pokja
intelijen. Silahkan lapor dengan menghubungi:
SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR
31. Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta Pusat 10110
Email : lapor@saberpungli.id
Call Center 0821 1213 1323
SMS : 1193
Telp : 0856 8880 881 / 0821 1213 1323
No Fax : 021-3453085
Website : www, saberpungli.id
Jadikanlah wadah ini sebagai alat aspirasi rakyat yang disampaikan
dengan bahasa, sudut pandang, dan dukungan positif. Wadah ini
terbuka untuk siapapun yang hendak melakukan. pelaporan. Apabila ada
kekurangan dan keterbatasan dalam hal proses pelaporan di aplikasi
kami, mohon diinformasikan agar segera dilakukan perbaikan.
TOLRK

DILARANG MEMBERIKAN HADIAH, UANG, BARANG ATAU SEJENISNYA KEPADA SIAPAPUN


YANG TERKAIT DENGAN BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
KESETARAAN

Direktur Jenderal,

TFD.

Harris Iskandar

Salinan sesuai dengan aslinya,


Kepala Bagian Hukum, Tatalaksana, dan Kepegawaian,

T'TD.

Agus Salim
NIP 196308311988121001
SALINAN

LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN
PENDIDIKAN MASYARAKAT NOMOR 76
TAHUN 2018 TENTANG PETUNJUK
TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
KESETARAAN PAKET A DAN PAKET B
TAHUN 2018

KOP LEMBAGA

Nomor

Lampiran : 3 berkas
Perihal : Permohonan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP)
Pendidikan Kesetaraan Dasar (Paket A/Paket B)

Kepada Yth.
Kepala Dinas Pendidikan
Kab. / Kota ......

Sehubungan dengan adanya BOP Pendidikan Kesetaraan yang telah ditetapkan oleh
Pemerintah Pusat dalam hal ini adalah Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan
dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kemdikbud, untuk Kab./ Kota
Dengan ini kami selaku pengelola lembaga PKBM/ SKB yang masuk dalam
ionguist aplikasi E-Proposal berdasarkan Dapodikmas, bermaksud mengajukan BOP
Pendidikan Kesetaraan tahun. 2018 dengan peserta didik sejumlah orang. Beserta
dengan surat ini kami melarnpirkan NPWP, Rekening dan Rancangan Anggaran
Biaya CRAB).
Demikian surat permohonan bantuan ini dibuat. Atas perhatian dan
kerjasamanya disampaikan terima kasih.
2018
Ketua/ Kepala,

*Surat permohonan ini ditandatangani, kemudian diupload kembali beserta lampirannya


FORMAT LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN DANA BOP
PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET A/PAKET B

Penyampaian laporan untuk Paket A/Paket B diunggah melalui aplikasi E-Proposal,

I. Laporan Awal

Nomor
Lampiran : print out buku bank & Surat Pernyataan Tanggungjawab Belanja
Perihal : Pernyataan penerirnaan dan rencana penggunaan dana Bantuan

Kepada Yth.
Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Di
Jakarta

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama

Jabatan : Ketua
Nomor Telp/ HP/ Fax
Nama Lembaga
Alamat
dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa kami:
1. Telah menerima dana bantuan BOP Pendidikan Kesetaraan Dasar (Paket A/ Paket B)
sebesar Rp. ), melalui transfer bank pada
rekening lembaga nomor: atas nama: pada tanggal:
(bukti terlampir);
2. Dana dimaksud angka I tersebut di atas, akan kami gunakan sebagai biaya
operasional penyelenggaran kegiatan Pendidikan Kesetaraan Dasar (Paket A/ Paket B),
(penarikan dana dari rekening) sesuai dengan rencana anggaran biaya per- semester; 3.
Akan menyampaikan laporan hasil penyelenggaraan kegiatan kepada Dinas
Pendidikan Kab. / Kota dan penggunaan dana kepada Direktorat Pembinaan
Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, (1) laporan penyelenggaraan kegiatan dan
penggunaan dana pada semester I pembelajaran; (2) rencana penyelenggaraan kegiatan
dan rencana penggunaan dana pada semester II; pada awal Januari tahun berikutnya.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Pernyataan ini juga merupakan
laporan (awal) penerimaan dana dan untuk digunakan sebagaimana mestinya.

, 2018
Yang membuat pernyataan,

Tembusan:
Dinas Pendidikan Kab./ Kota
2. Laporan Pertanggungjawaban Paket A/Paket B

Nomor
Lampiran : (Buku Kas U mum (Realisasi) Semester I dan Rencana
Penyelenggaraan Kegiatan 86 Penggunaan Dana Semester H)
Perihal : Pernyataan penggunaan dana semester I dan rencana penggunaan
dana semester II Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan
Kesetaraan Paket A/ Paket B

Kepada Yth.
Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan. Di
Jakarta

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama

Jabatan : Ketu a
Nomor Telp/ HP/ Fax
Nama Lembaga
Alamat

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor dan Perjanjian Kerja Sama


Nomor telah menerima Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan
Kesetaraan Paket A/ Paket B dengan nilai nominal sebesar Rp.

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini saya menyampaikan pertanggung jawaban
bantuan sebagai berikut:
1. Penggunaan dana:
a. Jumlah dana yang diterima : Rp. ( rupiah)
b. Jumlah dana yang dipergunakan : Rp. ( rupiah)

C. Sisa dana : Rp. ( rupiah)


Keterangan :
Melampirkan fotocopy print out. buku rekening bank
2. Telah menyelesaikan sebagian pekerjaan (50%) Bantuan Operasional Penyelenggaraan
Pendidikan Kesetaraan Paket A/ Paket B berdasarkan Perjanjian Kerja Sama tersebut di
atas (RAB terlampir);
3. Telah menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan Bantuan Operasional
Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket A/ Paket B kepada Dinas Pendidikan
Kab/ Kota

Berdasarkan hal tersebut di atas, saya dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya
bahwa:

1. Bukti-bukti pengeluaran penggunaan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan


Pendidikan Kesetaraan Paket A/ Paket B sebesar Rp.
) pada semester I (rekap terlampir) telah kami simpan sesuai
dengan ketentuan untuk kelengkapan administrasi dan keperluan pemeriksaan aparat
pengawas fungsional.
2. Telah membuat Rencana Anggaran Biaya untuk proses kegiatan pembelajaran
pendidikan kesetaraan pada semester II (terlampir).
3. Apabila di kemudian hari, atas penggunaan dana Bantuan Operasional
Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket A/ Paket B mengakibatkan kerugian
Negara, maka saya bersedia dituntut pergantian kerugian negara dimaksud sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Pernyataan ini juga merupakan
laporan pertanggungjawaban penggunaan dana dan untuk digunakan sebagaimana
mestinya.

, 2019
Yang membuat pernyataan,
Tembusan:

Dinas Pendidikan Kab/ Kota


FORMAT: LAPORAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN
(DITUJUKAN KE DINAS PENDIDIKAN KAB./KOTA)

LAPORAN HASIL PENYELENGGARAAN KEGIATAN


PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET A/PAKET B
TAHUN 2018

A. SAMPUL LAPORAN:
• Nama Program
• Nama Lembaga
• Alamat Lengkap
• Nomor Telp/ Fax/ HP/Email
• Semester/Tahun Laporan

B. SISTEMATIKA LAPORAN:
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
I PENDAHULUAN
II PELAKSANAAN KEGIATAN
1) Persiapan pelaksanaan kegiatan;
2) Peserta didik dan Tutor/ tenaga ahli/ pelatih/ nara sumber yang
mendukung pelaksanaan program;
3) Jadwal dan proses pelaksanaan pembelajaran;
4) Hambatan/kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan dan hasil
pembelajaran;
5) Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan program, dan rencana
tindaklanjut pembelajaran dan pelatihan pasca kegiatan. III
KESIMPULAN DAN SARAN/REKOMENDASI
IV PENUTUP
LAMPIRAN
1. Bukti/ kuitansi pengeluaran dana, termasuk setoran pajak sesuai
ketentuan yang berlaku;
2. Absensi tutor dan peserta didik;
3. Daftar peserta didik yang lulus dan tidak lulus;
4. Foto dokumentasi pelaksanaan kegiatan.
FORMAT: LAPORAN DINAS PENDIDIKAN KAB./ KOTA (DITUJUKAN KE DIT.
BINDIKTARA)

No Nama Jenis Bantuan


Lembaga Paket A Paket B

Sudah Belum Sudah Belum


Laporan Laporan Laporan Laporan
1
23
4
Dst

Ket: diisi dengan centang (v)

2018
Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten / Kota

Ttd
stempel

Nama Terang
NIP
FORMAT: CONTOH PERHITUNGAN PAJAK

Kewajiban perpajakan yang terkait dengan dana bantuan untuk pembelian barang
seperti:
a, Alat Tulis Kantor (ATK) dan bahan-bahan habis pakai dikenakan pajak sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

Kurang dari Rp1.000.000,-


Rp1.000.000,- s.d. < Rp2,000.000,- 10%
Rp2.000.000,- ke atas 10% 1,5%

Keterangan:

Jika tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan tarif 100% lebih
tinggi untuk PPh.
Tata cara penghitungan pajak diatur sebagai berikut:
Pembelian ATK senilai Rp1.000.000,- ke atas perlu dilakukan. penghitungan Dasar
Pengenaan Pajak (DPP)
Contoh: 1) Pembelian ATK Rp1.000.000,-
DPP = 100/110 x Rp1.000.000,- = Rp909.091,-
PPn - 10% x Rp909.091,- = Rp90.909,-
2) Pembelian ATK Rp2.000.000,-
DPP = 100/110 x Rp2,000.000,- = Rp1.818.182,-
PPn = 10% x Rp1.818.182,- Rp181.818,-
PPh Psi 22 = 1,5% x Rp1.818.182,— Rp27.273,-

b. Pembuatan spanduk, penggandaan bahan ajar dan sejenisnya dikenakan


pajak sesuai ketentuan yang berlaku dan cara perhitungan seperti point a
(alat tulis kantor dan bahan habis pakai).

c. Pembelian konsumsi dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

➢Katering (berapapun nominalnya) 2%


➢Non catering

Kurang dari Rp1.000.000,-
• Rp1.000.000,- s.d. < Rp2.000.000,- 10%
■ Rp2.000.000,- k e atas 10% 1,5%
Keterangan:
1. Jika tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan tarif 100%
lebih tinggi untuk PPh.
2. Tata cara penghitungan pajak diatur sebagai berikut:
❖ Pembelian konsumsi melalui katering tidak perlu dilakukan penghitungan
Dasar Pengenaan Pajak (DPP).
Contoh: Pembelian konsumsi melalui katering senilai Rp1.000.000,-
PPh Pasal 23 = 2% x Rp1.000.000,- = Rp20.000,-
• Pembelian konsumsi non katering perlu dilakukan penghitungan Dasar
Pengenaan Pajak (DPP).
Contoh: 1) Pembelian konsumsi non katering senilai Rp1.000.000,-
DPP = 100/110 x Rp1.000.000,- = Rp909.091,-
PPn = 10% x Rp909.091,- = Rp90.909,-
2) Pembelian konsumsi non katering senilai Rp2.000.000,-
DPP = 100/110 x Rp2.000.000,- = Rp1.818.182,-
PPn = 10%x Rp1.818.182,- = Rp181.818,-
PPh Psi 22 = 1,5% x Rp1.818.182,- = Rp27.273,-

d. Sewa peralatan pelatihan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang


berlaku.

■ Kurang dari Rp1.000.000,- 2%


■ Rp1.000.000,- ke atas 10% 2%

Keterangan:
Jika tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan tarif 100% lebih
tinggi untuk PPh.
Tata cara penghitungan pajak diatur sebagai berikut:
Sewa peralatan pelatihan di bawah Rp1.000.000,- tidak perlu dilakukan
penghitungan Dasar Pengenaan Pajak (DPP).
Contoh: Sewa peralatan pelatihan di bawah Rp900.000,-
PPh Pasal 23 = 2% x Rp900.000,- = Rp18.000,-
• Sewa peralatan pelatihan Rp1.000.000,- ke atas perlu dilakukan
penghitungan Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
Contoh: Sewa peralatan pelatihan senilai Rp1.000.000,-
DPP = 100/110 x Rp1.000.000,- = Rp909.091,-
PPn = 10% x Rp909.091,- = Rp90.909,-
PPh Psi 23 = 2% x Rp909.091,- = Rp18.182,-
e, Pembayaran honorarium dipotong pajak (PPh Pasal 21) dan disetorkan ke kas
negara, dengan rincian sebagai berikut:

5% atau 15% x Jumlah nominal = Jumlah yang


PPh Psi 21
diterima
■ Pemotongan bagi PNS gol I dan II sebesar 0%

Pemotongan bagi PNS gol III sebesar 5%
■ Pemotongan bagi PNS gol IV sebesar 15%
■ Pemotongan bagi Non PNS adalah sebesa r 2,5%

f. Khusus untuk pembayaran uang harian clan transportasi perjalanan, tidak


perlu dipungut pajak.

Pembayaran akomodasi dan konsumsi hotel tidak dikenakan pajak.


FORMAT: SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA

SURAT PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB BELANJA

1. Nama Lembaga Penerima


2. Alamat Lembaga
3. Nama Bantuan

Yang bertanda tangan di bawah ini Ketua/ Penanggung jawab Lembaga penerima bantuan BOP
Pendidikan Kesetaraan Paket Al Paket B menyatakan bahwa saya:

1. bertanggung jawab penuh atas pengeluaran yang telah dibayar lunas kepada yang
berhak menerima;
2 bersedia menyimpan dengan baik seluruh bukti pengeluaran belanja yang telah
dilaksanakan; dan
3. bersedia untuk dilakukan pemeriksaan terhadap bukti-bukti pengeluaran oleh aparat
pengawas fungsional Pemerintah.

Demikian Surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

, 2018
Ketua/ Penanggung Jawab

Direktur Jenderal,

TTD.

Harris Iskandar

Salinan sesuai dengan aslinya,


Kepala Bagian Hukum, Tatalaksana, dan Kepegawaian,

TTD.

Agus Salim
NIP 196308311988121001
FORMAT: SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA

SURAT PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB BELANJA

1. Nama Lembaga Penerima


2. Alamat Lembaga
3. Nama Bantuan

Yang bertanda tangan di bawah ini Ketua/ Penanggung jawab Lembaga penerima bantuan BOP
Pendidikan Kesetaraan Paket A/ Paket B menyatakan bahwa saya:

1. bertanggung jawab penuh atas pengeluaran yang telah dibayar lunas kepada yang
berhak menerima;
2. bersedia menyimpan dengan baik seluruh bukti pengeluaran belanja yang telah
dilaksanakan; dan
3. bersedia untuk dilakukan pemeriksaan terhadap bukti-bukti pengeluaran oleh aparat
pengawas fungsional Pemerintah.

Demikian Surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

, 2018
Ketua/ Penanggung Jawab

Direktur Jenderal,

TTD.

Harris Iskandar

Salinan sesuai dengan aslinya,


Kepala agian Hukum, Tatalaksana, dan Kepegawaian,

71
Agus lim
NIP 196308311988121001 ,
'7