Anda di halaman 1dari 8

Samnur dkk, Analisis Hubungan Getaran dengan Temperatur Kerja pada Mesin Mil Fan 412 173

Analisis Hubungan Getaran dengan Temperatur Kerja


pada Mesin Mill Fan 412 di PT. Semen Tonasa
Samnur(1), Ilham Jaya (2) dan Ridwan D. Mahande (2)
(1)
Dosen Teknik Mesin Universitas Negeri Makassar
(2)
Alumni Teknik Mesin Universitas Negeri Makassar
Jl. Dg. Tata Raya, Kampus UNM Parangtambung Makassar 90224
e-mail : samnur74@yahoo.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat getaran dan temperatur serta
hubungan antara getaran dengan temperatur pada mesin Mill Fan 412 di PT. Semen Tonasa.
Data pada penelitian ini diambil dengan melakukan pengukuran langsung dengan
menggunakan alat ukur getaran Vibrotip. pada Mesin Mill Fan di PT. Semen Tonasa.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan hasil bahwa getaran dan
temperatur mesin Mill Fan masih berada pada kondisi normal dan aman sesuai dengan
standar ISO 10816-3. Selain itu ditemukan juga hasil bahwa terdapat Hubungan yang positif
Antara Getaran Dengan Temperatur Pada Mesin Mill Fan 412 di PT Semen Tonasa.

Kata kunci: Mill Fan, Getaran, Temperatur Kerja

A. Pendahuluan produksi pada umumnya


Dewasa ini masyarakat dunia telah diimplementasikan pada perusahaan-
perusahaan industri besar dan menengah.
berada di abad baru, abad ke-21. Banyak
kalangan berpendapat bahwa dalam abad Hal ini dilakukan tentunya selain untuk
meminimalkan biaya yang tinggi juga
ini umat manusia akan mengalami
perubahan tatanan kehidupan yang cepat untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas
barang yang bermutu sehingga hasil
dan mendasar, yang dipicu oleh pesatnya
perkembangan teknologi informasi dan produksi tersebut menjadi produk yang
dapat dijadikan produk andalan dalam
transportasi. Dalam suasana yang demikian
itu, bangsa Indonesia bertekad untuk negeri.
Sama halnya yang dilakukan oleh
menjadi bangsa yang lebih maju, mandiri
PT. Semen Tonasa. Pada proses produksi
dan sejahtera dengan meningkatkan daya
saing nasional. Peningkatan daya saing di PT. Semen Tonasa senantiasa dilakukan
pengawasan dan pengontrolan terhadap
antara lain dapat ditempuh dengan
meningkatkan efisiensi perekonomian fasilitas produksi. terutama pada mesin-
mesin vital yang bekerja secara terus-
melalui minimalisasi berbagai hambatan
yang dapat menyebabkan ekonomi biaya menerus. Termasuk pada mesin Mill Fan
412 yang bekerja dengan kecepatan tinggi
tinggi (high cost economy) terutama dalam
hal industri barang dan jasa dan kontinyu. Salah satu hal penting yang
harus tetap dalam pengawasan dan
Dalam meminimalkan berbagai
hambatan yang dapat menyebabkan pengontrolan Mill Fan ini adalah yang
pembiayaan ekonomi yang tinggi dapat berkaitan dengan temperatur kerja dan
getaran yang terjadi pada mesin tersebut.
dilakukan dengan berbagai hal, diantaranya
pengawasan berbagai peralatan dan proses Temperatur kerja yang berlebihan pada
mesin Mill Fan dapat mengakibatkan
produksi. Pengawasan peralatan dan proses
kerusakan pada bagian-bagian yang
174 TEKNOLOGI VOLUME 11 NO.3 APRIL 2010

bergerak pada mesin, selain itu istilah yang digunakan untuk vibrasi
mempercepat terjadinya keausan pada mesin, pergerakan mesin, temperatur dan
bagian-bagian yang bergesekan. kondisi mekanis lainnya yang diizinkan
Sedangkan getaran yang terjadi pada mesin untuk menentukan kondisi mesin selama
tersebut, dapat mengakibatkan kenaikan beroperasi normal. Ada beberapa alasan
temperatur kerja secara cepat. Oleh karena sehingga analisis mekanis dianggap
pengawasan dan pengontrolan terhadap penting, antaran lain: memperpanjang jam
temperatur dan getaran pada mesin kerja, mengurangi pengistirahatan mesin
menjadi sangat penting. yang tidak terencana, menurunkan biaya
Pada penelitian sebelumnya yang perawatan, mengeleminasi pembongkaran
dilakukan oleh Husain [1] ditemukan bukti untuk pemeriksaan (overhoul) yang tidak
bahwa getaran yang tejadi pada Mesin Mill perlu, menjamin operasi lebih efesien,
Fan di PT. Semen Tonasa adalah sebesar meningkakan keselamatan mesin dan
0,3775 mm/s. Nilai ini bila disesuaikan memperbaiki kualitas [3]
dengan Standar ISO 10816-3 untuk
Parameter Pengukuran Getaran
getaran, maka getaran yang terjadi pada
Mesin Mill Fan masih berada dibawah Kondisi mesin dan gangguan pada
nilai standar yang dizinkan untuk mesin dapat ditentukan dengan mengukur
kelompok mesin besar yang bekerja secara parameter atau ukuran getaran yang terjadi.
terus menerus yang nilainya sebesar 4,5 Parameter getaran yang paling penting
mm/s. Sedangkan untuk nilai tertinggi adalah : Frekuensi (frequency), Simpangan
temperatur kerja pada mesin Mill Fan yang (displacement), Kecepatan (Velociti ) dan
terjadi Menurut Indra Ahmad [2] adalah Percepatan (acceleration). Frekuensi ( f )
sebesar 56 0C. nilai ini juga masih dapat diartikan sebagai jumlah siklus yang
dianggap aman karena menurut ketentuan dapat ditempuh setiap satuan waktu. Pada
pengoperasian mesin Mill Fan yang umumnya frekuensi dinyatakan dalam
direkomendasikan oleh pihak Toshiba Hertz, yaitu jumlah siklus setiap detik.
sebagai pihak Produsen sebesar 700 C. Sedangkan periode ( T ), yaitu waktu yang
Walaupun antara getaran dan dibutuhkan untuk menempuh satu siklus.
temperatur yang terjadi masih berada pada Simpangan getaran dari puncak ke
kondisi aman, namun pengawasan kedua puncak (peak to peak) diartikan sebagai
hal tersebut tetap menjadi penting. Karena jarak yang ditempuh oleh getaran dari
peningkatan getaran yang terjadi dapat puncak atas sampai puncak bawah.
memicu kenaikan temperatur kerja pada Kecepatan getaran (vibration velocity) dari
mesin. netral ke puncak (peak) diartikan sebagai
kecepatan gerakan, diukur dari sumbu
Pemeliharaan Mesin dengan Metode netral kebatas maksimum. Kecepatan
Getaran ( Vibrasi ) getaran dinyatakan dalam satuan inci
Adanya gangguan pada mesin akan perdetik atau millimeter per detik.
menimbulkan suara yang tidak normal, Pemeriksaan getaran mesin dapat
atau bahkan terasa mesin bekerja dengan dilakukuan secara permanen, semi
suara kasar. Gangguan ini menimbulkan permanen maupun secara tidak langsung
suara atau tingkat vibrasi yang tertentu, (off line). Jika pengukuran getaran
dan jika mesin bergetar dan menimbulkan dilakukan secara permanen dan terus-
suara gemerincing yang lebih tinggi, menerus. Transduser pengumpul data dan
sehingga dapat disimpulkan bahwa telah penganalisanya terpasang secara tetap.
terjadi gangguan mekanis pada mesin Sedangkan jika pengukuran getaran
tersebut. Analisis mekanis merupakan dilakukan secara off line, pengukuran dapat
Samnur dkk, Analisis Hubungan Getaran dengan Temperatur Kerja pada Mesin Mil Fan 412 175

dilakukan terlebih dahulu, kemudian melibatkan sinyal getaran dalam domain


analisis dilakukan kemudian. Setiap waktu dan domain frekuensi. Ciri
pengukuran getaran diperlukan transduser pengukuran ini memiliki rentang waktu
yang berfungsi sebagai sensor atau yang pendek karena dipengaruhi oleh
penangkap getaran dan merubah getaran pemilihan rentang frekuensi pengukuran.
mekanik menjadi sinyal elektrik. Alat ukur jenis ini biasa disebut dengan
Dynamic Signal Analyzer (DSA) atau
penganalisis sinyal dinamik yang bekerja
dengan konsep digital. Alat ini juga
memungkinkan dilakukannya proses data
dari domain waktu ke domain frekuensi.
Selain itu juga dapat digunakan untuk
pengolahan data lebih lanjut, misalnya;
pembuatan peta spektrum frekuensi, peta
dalam bentuk perbandingan (order ratio),
peta dalam bentuk sebenarnya (order
tracking) dan lain-lain. Selain itu, alat ukur
tersebut juga memiliki beberapa
keuntungan diantaranya, fleksibilitas
dalam pengolahan data dan waktu
pengolahannya yang relatif cepat.
Gambar 1 Bentuk grafik kecepatan dan
Karakteristik Getaran Kerusakan
percepatan getaran [3]
Mesin
Pengukuran Getaran dan Karakteristik Setiap cacat atau kerusakan dalam
Getaran mesin membangkitkan sinyal getaran yang
Pengukuran getaran dapat khas yang biasa disebut dengan bentuk
diklasifikasikan dalam 2 (dua) spektrum (signature). Signature ini dapat
kelompok, yaitu: digunakan untuk mengindentifikasi
1) Pengukuran untuk mengetahui level kerusakan mesin melalui getaran-getaran
getaran. yang ditimbulkan [4]. Pendapat ini
Pengukuran ini, umumnya menggambarkan bahwa kerusakan mesin
melibatkan data sinyal getaran dalam dapat diketahui berdasarkan sinyal getaran
domain waktu. Ciri pengukuran ini yang ditimbulkan. Adapun jenis-jenis
memiliki rentang waktu pengukuran yang kerusakan mesin yang dapat menimbulkan
lama (ordernya dalam menit), sehingga getaran yang berlebihan adalah sebagai
diperoleh informasi level getaran yang berikut:
stabil dalam besaran Root Mean Square 1) Keadaan Tidak Seimbang (Unbalance)
(RMS). Pada pengukuran ini, alat ukur Keadaan tidak seimbang terjadi bila
yang sering digunakan adalah Vibration pusat massa sistem berputar tidak berimpit
Level Meter. Hasil pengukuran umumnya dengan pusat perputaran. Hal ini dapat
dibandingkan dengan besaran standar, disebabkan oleh berbagai sebab, di
seperti International Standard Organisation antaranya bahan yang tidak homogen atau
(ISO), Dutch-Industrial Normal (DIN), perubahan kedudukan pada rotor. Keadaan
British Standard (BS) dan lain-lain. yang tidak seimbang akan mengakibatkan
2) Pengukuran untuk analisis getaran vektor gaya yang berputar dengan sebuah
Pengukuran ini lebih rumit dari poros akan menimbulkan getaran dengan
pengukuran level getaran karena frekuensi satu per putaran.
176 TEKNOLOGI VOLUME 11 NO.3 APRIL 2010

Adapun karakteristik khusus dari Komponen mesin yang dapat


getaran yang ditimbulkan oleh unbalance mengalami kekendoran adalah dudukan
adalah : getaran sinusoidal murni dengan bantalan atau tutup bantalan. Kekendoran
frekuensi satu perputaran poros terkadang semacam ini hampir selalu menghasilkan
disertai dengan harmonik tingkat rendah, sejumlah besar harmonik dalam spektrum
vektor gaya yang berputar dan amplitudo frekuensinya. Komponen getaran dengan
bertambah dengan kecepatan. frekuensi lebih kecil dari kecepatan putar
2) Kerusakan Bantalan Gelinding juga dapat terjadi. Kekendoran cenderung
Kerusakan pada bantalan gelinding menghasilkan getaran pada arah tertentu.
biasanya merupakan penyebab getaran Salah satu tehnik yang digunakan untuk
ringan yang sering terjadi. Persoalan utama mendeteksi kekendoran adalah dengan
dalam mendeteksi kerusakan tahap awal melakukan pengukuran getaran pada
pada bantalan adalah sangat rendahnya beberapa titik tranduser kecepatan. Sinyal
sinyal getaran yang dibangkitkannya, yang terukur akan mencapai harga
sehingga tertutupi oleh sinyal lain yang maksimumnya pada arah getaran. Biasanya
lebih kuat. Bila pemantauan dilakukan arah getarannya vertikal yang lebih besar
dengan alat ukur getaran yang sederhana dari arah horisontal di sekitar daerah
atau dalam domain waktu, maka sinyal ini kekendoran.
akan tidak terdeteksi sehingga kerusakan 5) Ketidaksesumbuan (Misaligment)
akan berjalan terus dan bertambah besar. Misaligment atau
Penyelesaian yang paling baik adalah ketidaksesumbuan dapat terjadi karena
dengan menggunakan alat ukur Dinamic pembebanan awal (preload) dari poros
Signal Analyser (DSA), karena alat ini bengkok atau bantanlan yang tidak mapan
dapat menunjukkan suatu komponen serta sumbu poros pada kopling tidak
getaran dengan intensitas sekecil 1/1000 segaris. Kopling fleksibel dapat menerima
dari intensitas komponen getaran misaligment yang lebih besar, tetapi hal ini
terbesarnya. bukan merupakan penyelesaian yang tepat
3) Oil Whirl terhadap penyelesaian ketidak sesumbuan
Fluida di antara poros dan bantalan yang berat. Getaran yang ditimbulkan oleh
bergerak dengan kecepatan setengah kali misaligment mempunyai ciri sebagai
kecepatan poros. Karena efek kekentalan berikut: mempunyai getaran pada
(Viskositas) fluida, maka tekanan fluida di frekuensi dua kali putaran poros,
depan celah tersempit lebih besar dari pada menyebabkan getaran dalam arah aksial.
di belakangnya. Perbedaan ini selain 6) Roda Gigi
menimbulkan gaya angkat karena poros Getaran pada roda gigi biasanya
mengambang, juga menimbulkan gaya memiliki ciri-ciri dengan spektrum getaran
yang dapat menyebabkan gerak gasing yang mudah dikenali, tetapi sulit diartikan.
(Whirl) dalam arah putaran poros dengan Kesulitan ini bersumber pada dua hal, yaitu
kecepatan 0,43 – 0,48 kecepatan putar (a). karena sangat banyak memasang
poros. Whirl juga mengakibatkan transedur dekat daerah cacat dan (b) karena
ketidakstabilan bila kecepatan poros banyak sumber getaran yang terlibat.
mencapai dua kali kecepatan kritisnya. Untuk dapat melakukan identifikasi,
Pada kecepatan ini, whirl berkecepatan diperlukan analiser dengan resolusi tinggi
sama dengan putaran kritis sehingga terjadi dan Baseline Libration Spectiral (sepktrum
getaran dengan simpangan besar yang getaran yang diukur pada saat roda gigi
mengakibatkan lapisan minyak pelumas masih baru dan bagus). Cara termudah
tidak mampu mendukung poros. untuk mendeteksi persolan adalah dengan
4) Kekendoran melakukan pemantauan berkala, karena
Samnur dkk, Analisis Hubungan Getaran dengan Temperatur Kerja pada Mesin Mil Fan 412 177

kerusakan tingkat lanjut sangat sulit untuk dipergunakan dalam proses produksi
dianalisis. semen dibagi atas mesin utama dan mesin
7) Resonansi transport. Mesin utama adalah mesin yang
Resonansi dapat terjadi bila mengolah atau memproses bahan baku
frekuensi pada poros, rumah mesin, atau menjadi semen. Sedangkan mesin
struktur yang berhubungan dieksitasi oleh transport adalah mesin yang mengantar
getaran putar atau harmoniknya. Persoalan bahan baku untuk diolah menjadi semen.
ini biasanya mudah dideteksi karena Mesin utama yang dipergunakan
tingkat (level) getaran menurun bila pada proses pembuatan semen di PT.
kecepatan mesin dinaikkan atau Semen Tonasa Pangkep, yaitu Mesin
diturunkan. Peta spektrum sangat berguna Pemecah (Crusher), Mesin Penggiling
untuk mendeteksi resonansi karena (Raw Mill) dan Mesin Pembakaran atau
komponen-komponen getaran yang Tanur Putar (Rotary Kiln). Pada area Raw
bergantung pada kecepatan putar. Mill dan Rotary Kiln terdapat bagian
8) Motor Listrik mesin yang disebut mesin Mill Fan. Mesin
Getaran berlebihan pada motor Mill Fan merupakan mesin utama yang
listrik dapat disebabkan oleh cacat mekanis bekerja pada bagian Tanur Putar (Rotary
atau elektromagnetis, getaran yang Kiln). Mesin ini berfungsi untuk mengisap
diakibatkan oleh elektromagnetis dapat udara panas yang ada di dalam Mesin
diisolir dengan memutus arus listrik. Ignition Discharge Fan (ID Fan) yang
Umumnya cacat stasiner hubungan singkat terbentuk dari Rotari Klin (tanur putar)
pada sator menghasilkan frekuensi 100 Hz. masuk ke Grate Cooler (ruang pendinginan
Cacat yang berputar seperti batang rotor material) kemudian masuk ke Mesin
putus menghasilkan getaran dengan Ignition Discharge Fan (ID fan) setelah itu
frekuensi satu kali dengan side band dua di isap oleh Mesin Mill Fan dan
kali frekuensi[4] mendorongnya keluar ke bagian Raw Mill
(mesin penggiling). Mesin Fan ini
Mesin Mill Fan
menggunakan penggerak berupa motor
Dalam kehidupan sehari – hari listrik dengan rotasi 1050 Rpm, dengan
mesin telah begitu banyak memberikan sudu atau impeller berdiameter 2000 mm.
mamfaat, utamanya dalam proses Mesin Mill Fan ini berjumlah dua unit
memproduksi suatu barang, dari bahan pada setiap daerah produksi di PT Semen
mentah menjadi barang jadi yang dapat Tonasa.
digunakan untuk berbagai keperluan.
Menurut O’Brein (1992:10) dalam [5] B. Metode Penelitian
mengemukakan bahwa mesin adalah suatu Penelitian ini merupakan penelitian
alat yang terdiri dari dua bagian atau lebih eksperimen. Adapun teknik pengumpulan
yang tahan lama dan relatif terbatas data yang digunakan dalam penelitian ini
gerakannya sehingga oleh hubungan gerak adalah teknik observasi langsung. Teknik
antar bagian yang sudah tertentu dan observasi langsung dilakukan dengan cara
terencana sebelumnya dapat berguna untuk melakukan pengukuran langsung getaran
meneruskan dan mengubah gaya dan dan temperatur kerja yang terjadi pada
gerakan agar menghasilkan akibat tertentu Mesin Mill Fan dengan menggunakan alat
atau melakukan pekerjaan yang ukur getaran dan alat ukur temperatur di
dikehendaki. PT. Semen Tonasa. Alat ukur yang
PT. Semen Tonasa merupakan digunakan adalah Vibrotip, dimana alat
salah satu industri yang memproduksi ukur ini selain dapat digunakan untuk
semen secara kontinyu. Mesin yang mengukur tingkat getaran yang terjadi juga
178 TEKNOLOGI VOLUME 11 NO.3 APRIL 2010

dapat digunakan untuk mengukur 0,632), sehingga dapat disimpulakan


temperatur pada mesin. Variabel dalam bahwa terdapat hubungan antara getaran
penelitian ini dibagi dalam dua kelompok, dan temperatur kerja pada mesin Mill Fan
yaitu getaran yang terjadi pada mesin mill 412.
Fan sebagai variabel bebas Adapun grafik hubungan antara
(independen)dan diberi simbol X dan getaran dengan temperatur mesin pada
temperatur kerja pada mesin Mill Fan mesin Mill Fan 412 di PT. Semen Tonasa
sebagai variabel terikat (dependen) dan dapat dilihat pada gambar dibawah ini
diberi simbol Y. Analisis data yang
digunakan adalah analisis deskriptif untuk Grafik Hubungan Antara Getaran dengan
mendeskripsikan data untuk variabel bebas Temperatur pada mesin Mill Fan 412
dan variabel terikat dan analisis infrensial
70.0
digunakan korelasi/regresi sederhana untuk 60.0
menganalisis hubungan variabel bebas dan

T e m p e r a tu r
50.0
variabel terikat [6]. 40.0 Series1
30.0 garis linear
C. Hasil dan Diskusi 20.0
Berdasarkan pada data hasil 10.0
0.0
pengukuran getaran yang dilakukan pada
0 0.5 1 1.5 2
mesin Mill Fan diperoleh nilai getaran
Getaran
tertinggi sebesar 1.747 mm/s dan nilai
getaran terendah sebesar 0.828 mm/s.
dengan nilai getaran rata-rata sebesar 1.356 Gambar 2 Grafik Hubungan antara getaran
dengan temperatur pada mesin
mm/s. Bila nilai getaran di atas, di
sesuaikan dengan standar ISO 10816-3, Mill Fan 412.
Selanjutnya untuk mengetahui
maka getaran yang terjadi pada mesin Mill
Fan 412 yang bekerja pada putaran koefisien determinasi dari hasil
perhitungan korelasi di atas, maka nilai r
permenit sebesar 1050 rpm masih
tergolong dalam batas getaran yang aman. hitung di kuadratkan sehingga r2 = .0,6952
= 0,48. hasil ini menunjukkan bahwa
Sedangkan untuk temperatur kerja pada
Mesin Mill Fan berdasarkan hasil getaran pada mesin memberikan
pengukuran diperoleh hasil sebesar 61,11 konstribusi sebesar 48 % terhadap
0 temperatur kerja mesin Mill Fan 412. atau
C dan nilai terendah sebesar 39,98 0C
dengan nilai rata-rata sebesar 51. 800C. dengan kata lain, temperatur kerja mesin
sebesar 48% tergantung pada tingkat
nilai temperatur ini juga masih tergolong
dalam kondisi aman, dimana nilai rata-rata getaran mesin. Sedangkan 52 % lainnya
tergantung pada faktor lain di luar getaran.
hingga nilai tertinggi temperatur masih
dibawah nilai temperatur maksimal yang Berdasarkan pada hasil penelitian
yang telah dimukakan di atas, ditemukan
diziinkan pada mesin yaitu sebesar 700C.
Uji korelasi pada penelitian ini bahwa getaran yang terjadi pada mesin
Mill Fan 412 masih berada pada taraf yang
dilakukan dengan menggunakan uji
aman, hal ini dibuktikan dengan standar
Korelasi Product Momen. Berdasarkan
pada hasil perhitungan yang telah ISO 10816-3 yang menunujukan bahwa
mesin yang berada pada kecepatan 1000
dilakukan, diperoleh nilai r hitung sebesar
0,695. selanjutnya nilai ini dikonsultasikan rpm Keatas akan mengalami gangguan
akibat getaran apabila getarannya melebihi
dengan nilai r tabel pada taraf signifikansi
sebesar 5% dan nilai n = 10 yang nilanya dari 4,5 mm/s. Sedangakan pada mesin
Mill Fan yang bekerja pada putaran 1050
sebesar 0,632. ini berarti nilai r hitung
lebih besar daripada nilai r tabel (0,695 > Rpm hanya mengalami getaran tertinggi
Samnur dkk, Analisis Hubungan Getaran dengan Temperatur Kerja pada Mesin Mil Fan 412 179

sebesar 1,747 dengan nilai rata-rata getaran pada hasil penelitian yang telah dilakukan,
sebesar 1,356 mm/s. ditemukan adanya hubungan. Hal ini
Hasil di atas, bila dibandingkan dibuktikan dengan perolehan nilai
dengan penelitian sebelumnya yang koefisien Koreleasi product momen (rhitung)
dilakukan oleh Husain[1] yang sebesar 0,695. Nilai ini lebih kecil
menghasilkan nilai rata-rata getaran yang dibandingkan nilai (rtabel) yang sebesar
terjadi pada mesin yang sama adalah 0,632.
sebesar 0,3775 mm/s terlihat terjadi Selanjutnya dari koefisein
kenaikan sebesar 0, 978 mm/s. Kenaikan determenasi ditemukan nilai sebesar 48%.
ini adalah hal yang biasa terjadi mengingat Hal ini menunjukkan bahwa temperatur
mesin mill fan bekerja secara terus kerja mesin dipengaruhi sebesar 48% oleh
menerus dengan kecepatan tinggi. Oleh getaran mesin yang terjadi pada mesin Mill
karena itu, Pihak PT. Semen Tonasa telah Fan 412. sedangkan untuk 52 % lainnya
membuat skedul perawatan rutin dipengaruhi oleh faktor lain di luar getaran.
(Predictive Maintenance) yang dilakukan D. Kesimpulan
setiap setahun sekali dengan cara Berdasarkan pada hasil penelitian
pembongkaran secara besar-besaran (over yang telah dilakukan, dapat di tarik
Houl) untuk memeriksa dan mengganti kesimpulan sebagai berikut:
bagian-bagian mesin yang telah rusak. 1. Getaran yang terjadi pada mesin Mill
Untuk temperatur kerja yang terjadi Fan 412 masih berada pada taraf aman.
pada mesin tersebut juga masih berada Hal ini buktikan dari besar getaran yang
pada kondisi yang aman. Hal ini dapat terjadi pada mesin tersebut masih
dibuktikan dengan hasil pengukuran berada pada kategori aman sesuai
temperatur yang menunjukkan nilai dengan standar ISO 10816-3.
sebesar 61,113 0C. Hasil ini masih berada 2. Temperatur mesin pada mesin Mill Fan
di bawah temperatur batas aman yang 412 masih bearada pada batas normal.
ditetapkan oleh pihak produsen mesin yaitu Hal ini dibuktikan dari temperatur
sebesar 70 0C. Nilai temperatur di atas bila mesin pada mesin masih di bawah 700
di bandingkan dengan penelitian C.
sebelumnya yang dilakukan oleh Indra 3. Terdapat hubungan positif antara
Ahmad[2] yang menghasilkan nilai getaran dengan temperatur kerja pada
tertinggi sebesar 56 0C juga mengalami mesin Mill Fan 412.
peningkatan sebesar 5,113 0C. Namun
peningkatan temperatur ini juga masih Daftar Pustaka
dalam keadaan normal karena pada saat
dilakukan perawatan rutin biasanya Husain, 2006. Perbandingan Hasil
bagian-bagian yang menyebabkan Pengukuran Getaran dengan
kenaikan temperatur juga akan diperiksa. Menggunakan Alat Ukur IRD 885
Terjaganya getaran dan Temperatur dan Vibrocord Pada Mesin Mill
pada mesin Mill Fan 412 tetap berada pada Fan Pada PT. Semen Tonasa.
taraf aman, tidak terlepas pengawasan dan Skripsi Fakultas Teknik Universitas
pengontrolan secara ketat terhadap Negeri Makassar
peralatan produksi di PT. Semen Tonasa. Indra Ahmad.M ( 2005) Perbandingan
Hal ini memang menjadi suatu keharusan Temperatur Mesin Mill Fan Area
terutama pada industri besar seperti PT. 411 Fa 21 Dengan Mesin Mill Fan
Semen Tonasa. Area 412 FA 17 di Bagian Kiln
Selanjutnya, mengenai hubungan Merek Abb Yang Telah Berumur 10
antara getaran dengan temperatur kerja Tahun Pada PT. Semen Tonasa IV,
180 TEKNOLOGI VOLUME 11 NO.3 APRIL 2010

Skripsi: Fakultas Teknik Universtas


Negeri Makassar
Anonim, 2000, Technical Training:
Pemeliharaan dengan Methoda
Vibras, Jakarta: PT. Elsathama
Eraprakarsa
Tim Lab. Dinamika, 1997, Kursus Singkat
Getaran Permesinan, Bandung:
Laboratorium Dinamika Pusat
Penelitian Antar Universitas Ilmu
Rekayasa – ITB (Kursus singkat
getaran permesinan, 1997:26-46)
Rifai, Ahmad. 2004. Balancing dan
Aligment. Pangkep: PT. Semen
Tonasa
Arikunto. Suharsimi. 1997. Prosedur
Penelitian, Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta. Balai Pustaka.